Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Periklanan Indonesia Anastasya Andriarti I Made Ray Karuna Wijaya

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Periklanan Indonesia Anastasya Andriarti I Made Ray Karuna Wijaya"— Transcript presentasi:

1 Periklanan Indonesia Anastasya Andriarti I Made Ray Karuna Wijaya
Indra Kusuma Mokoginta Yuli Yulfinarsyah

2 Daftar Isi Definisi Sejarah & Perkembangan Regulasi
Organisasi-Organisasi Industri Iklan Posisi Iklan dalam Pemasaran Strategi & Pendekatan Iklan Evolusi Media Media Iklan (offline & online) Nilai Ekonomi Periklanan Indonesia

3 Definisi Iklan Segala bentuk pesan yang disampaikan oleh suatu media yang dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat (PPPI) Any form of nonpersonal presentation and promotion of ideas, goods, and services usually paid for by an identified sponsor. (Dominick, Joseph. The Dynamics of Mass Communication : Media in the Digital Age)

4 Sejarah & Perkembangan Periklanan Indonesia

5 Awal Periklanan Indonesia :
1602 VOC terbentuk, mesin cetak didatangkan. 1615 terbitan berkala Memorie de Nouvelles (silografi). Jan Pieterzoon Coen menulis iklan melawan aktivitas perdagangan Portugis. Bataviasche Nouvelle, terlalu berorientasi iklan. 1776, Het Vendu-Nieuws publikasi pelelangan, tapi dengan sensor ketat. 1810, Bataviasche Koloniale Courant iklan mulai tali sepatu, tanah, hingga budak belian.

6 Masa Kolonial (1) : 1816, Java Gouvernement Gazzette  Bataviasche Courant. Percetakan surat kabar dikendalikan negara. 1829, Percetakan Negara menerbitkan Nederland-Indisch Handelsblad, yang seluruh iklannya ditulis tangan. 1837, Soerabayasche Courant : pengumuman penjualan lelang di Surabaya, iklan umum dan pribadi. 1845, mingguan Semarangsch Nieuws en Advertentiebald –harian De Locomotief. Selama 15 tahun, peredarannya meluas, dan porsi iklannya mencapai separuhnya. Ada lembar tambahan. 1851, Het Bataviasch Advertitieblad di Batavia  W. Bruining, pembawa alat percetakan ke Hindia Belanda. Mengiklankan buku terbitannya.

7 Iklan Media Pertama 4 Januari 1865, Bientang Timoor, di Padang, Sumatera memanfaatkan iklan untuk meluncurkan produknya. 1867 pesaingnya, Biang-Lala : tarif iklan 50 sen per 5 kata, belum termasuk bea materai, dimuat dua edisi. 1868, Mataharie terbit, didukung pengiklan Batavia. Memuat semua jenis iklan gratis. 1868, Tjabaja Siang di Minahasa. Jumlah halamannya kerap bertambah bila iklan membludak. 1886, Bintang Timor beriklan untuk mengumumkan kesulitan keuangan, yang disambut penawaran Baba Tjoa Tjoan.

8 Masa Kolonial (2) 1870, modal swasta masuk ke Jawa.
20 Oktober 1870, iklan pelayaran Nederlandsch-Indische Stoomvaart Maarschappij (N.S.M.) yang dimuat di De Locomotief : iklan display pertama. 1890, surat kabar iklan berbahasa Melayu di Belanda. 1902, iklan pemasok tenaga kerja di Sumatra Post dan Deli Courant (Riau). 1909, percetakan pers Sjarikat Tapanuli di Medan. Menerbitkan : Pewarta Deli. Media iklan barang ekspor impor dan informasi peluang bagi para investor. 1911, pesaing Pelita Andalas (orang Tionghoa). Mementingkan iklan.

9 Masa Kolonial : (3) 1912, tersisa Medan Prijaji, dominasi iklan batik.
1913, Padang sentra pers berbahasa Melayu. Persaingan, penerbit amat bergantung pada iklan. 17 Desember 1913, iklan obat Abdijsiroop di De Nieuwe Vorstenlanden, dengan ilustrasi wajah Raden Toemenggoeng Ario Djojomiseno, Bupati Banjarnegara, iklan testimonial pertama. Produk-produk industri baru yang masuk ke Hindia Belanda, mendorong produsen beriklan. Istilah, frasa dan gaya bahasanya jauh berbeda dengan iklan yang pernah ada.

10 Peran Biro Reklame (1) Awal abad ke-20, biro reklame mulai terlibat dalam menciptakan iklan. 1901 NV Tjong Hok Long biro reklame pertama keturunan Tionghoa di Solo, tulisan tangan. Biro iklan yang menguasai pasar : NV Reclamebedrijt, Albrecht & Co yang berkedudukan di Weltervreden, dan Algemeen Bureau Excelsior di Bandung. Reclamebedrijt, terkait kantor berita Aneta, April Ditunjang peralatan memadai, dan tenaga ahli dari Eropa. J.J Van Oosterzee pemimpin Van Ooster-zee, anggota masyarakat periklanan pertama yang peduli pada etika. 1922, Batavia Nieuwsblad memuat surat VO ke Albrecht & Co agar memperhatikan etika periklanan. Fasilitas percetakan  surat kabar  usaha periklanan. Tarif berdasar jumlah tiras yang akan dicetak +split run.

11 Periklanan Indonesia Modern (1)
1963, Intervista Ltd, dikelola Nuradi, perusahaan periklanan pertama. 1967, Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) disahkan. Perusahaan multinasional masuk dan mendorong industri periklanan. Sikap kritis terhadap iklan muncul. Mis : iklan porno, obat-obatan yang menyesatkan, dan pemasangan iklan pengangkatan Soeharto. 1969 berdiri Benson SH perusahaan iklan pertama yang berafiliasi dengan perusahaan periklanan asing. Adanya aturan yang tidak mengizinkan perusahaan periklanan asing Indonesia, berubah jadi PT Indo Ad.

12 Periklanan Indonesia Modern (2)
Intervista aktif membantu kampanye pemasaran sosial dan periklanan layanan masyarakat. Karya besarnya : Kartu Menuju Sehat. Fortune datang melayani Cathay Pacific; Dentsu untuk Toyota dan Kao Feather, McCann-Ericson : Coca Cola, Goodyear dan Gillette; Hakuhodo : Mitsubishi dan Matshita dan JWT untuk Pan America. Bermitra dengan biro lokal untuk legalitas. 1980 : muncul Matari, Perwanal, Metro/Publicisi, Adforce/J.Walter Thompson, Fortune, dll.

13 Periklanan Indonesia Modern (3)
17 Agustus 1962 iklan mulai tayang pada peringatan kemerdekaan di TVRI dan pesta olahraga Asian Games IV. 1970 TVRI satu-satunya media untuk beriklan lewat Manasuka Siaran Niaga. , Sinar Harapan menjadi pionir penghasil iklan, disusul Kompas. Keduanya menguasai 50% pendapatan iklan pers. 5 Januari 1981, Presiden Soeharto menyampaikan keputusan TVRI dilarang menyiarkan iklan. Industri iklan ikut mandeg. : booming periklanan ditandai dengan munculnya RCTI 1997 : Rp 2,1 triliun; 1998 : Rp 860 miliar. Awal 2009 : belanja iklan politik meningkat.

14 Regulasi Iklan (1) Peraturan Menteri Komunikasi & Informatika perihal “Penggunaan Sumber Daya Dalam Negeri untuk Produk Iklan yang Disiarkan Melalui Lembaga Penyiaran” Nomor 25 tahun 2007 :....pasal 4.... Sumber daya iklan untuk produk iklan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran wajib menggunakan pemeran dan latar belakang iklan yang berasal dari dalam negeri, dengan masa transisi sebagaimana tersebut di pasal 11 peraturan ini. Pihak yang berperan melakukan atau terlibat dalam proses pembautan iklan meliputi dan tidak terbatas pada model, pemain, penampil, sutradara, pengarah kreatif, pengarah fotografi, pengarah lampu, pengurus produksi, juru kamera, juru audio, pembantu produksi(crew), suara latar, operator telecinema, penyunting offline, penyunting efek lembaga grafis, pelukis animasi, penasihat teknis dan pemeran pengganti (stuntman), editor offline, editor online, editor special effect 3-D animasi baik audio maupun visual.

15 Regulasi Iklan (2) Regulasi terkait periklanan, antara lain:
UU RI NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN UU RI NO.40 TAHUN 1999 TENTANG PERS UU RI NO.24 TAHUN 1997 TENTANG PENYIARAN UU RI NO. 7 TAHUN 1996 TENTANG PANGAN PP RI NO. 69 TAHUN 1999 TENTANG LABEL DAN IKLAN PANGAN PP RI NO. 81 TAHUN 1999 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN KEPMEN KESEHATAN RI NO. NO. 368/MEN.KES/SK/IV/1994 TENTANG PEDOMAN PERIKLANAN OBAT BEBAS, OBAT TRADISIONAL, ALAT KESEHATAN, KOSMETIKA, PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA, MAKANAN DAN MINUMAN

16 Organisasi Dalam Industri Periklanan Indonesia
Pengiklan (advertisers) - Unilever - P&G - Nestle - Danone dll. Biro Iklan (Ad. Agency) - Ogilvy - McCann Erickson - Saatchi & Saatchi - JWT - Lowe - Matari Media - Televisi - Koran - Majalah - Radio - Media Luar Ruang Biro Riset Insight Synovate Mars Nielsen Media Buying Mindshare Initiative Starcom

17 Posisi Iklan dalam Pemasaran
Kepentingan beriklan berangkat dari teori marketing mix mengenai unsur 4P’s untuk mengoptimalkan pemasaran kepada pelanggan dan performa organisasi Promotion Mix yang juga dikenal sebagai communication mix terdiri atas: Advertising Direct Selling Personal Selling Promotion Public Relations By Philip Kotler

18 Strategi & Pendekatan Iklan
Tujuan Efek Komunikasi Tujuan Pesan Iklan Pendekatan Pesan Iklan (Appeal) Kognitif Awareness, pengetahuan merk, pengertian, kepastian/keyakinan Info, generic, pre-emptive, credibility Afektif Image merk & sesuai keribadian, rasa disukai, keinginan, identitas diri Emotion, association, lifestyle Konatif Pembelian, dicoba, pengulangan Incentive, reminder, interactive

19 Pendekatan Iklan (Appeals)
Pendekatan yang digunakan untk menarik perhatian konsumen dan mempengaruhi perasaan konsumen terhadap suatu produk barang, jasa atau tujuan Rasional - Berdasarkan fakta-fakta yang terdapat di suatu merk beserta atributnya - Menekankan kepada fitur dasar dan keuntungan dari menggunakan suatu produk tanpa memikirkan merknya Emosional - Bisa berinteraksi dengan pelanggan dan masuk ke sisi afektifnya sehingga membuat respon/feedback customer menggunakan perasaan.

20 Iklan Rasional

21 Iklan Emosional Romance Approach Humor Approach

22 Iklan Emosional Seksual Approach

23 Evolusi Media

24 Media Iklan Offline Televisi Radio Koran Majalah Outdoor (luar ruang)
Direct Mail

25 Media Iklan Online Blogs Email & Newsletters eCommerce
Kaskus & Newsletters eCommerce Glodokshop.com, Amazon, MyButik RSS (real simple syndication); aka Feeds Detik, Kompas.com, Prambors Fm Portals Yahoo, MSN, Google Content Detik, Kompas, Kapanlagi Search Engines Google, Yahoo Search, Social Media (Or User Generated Content – UCG) Facebook, MySpace, Friendster Video YouTube, Metacafe

26 Iklan Online

27 Nilai Ekonomi Periklanan Indonesia

28 Ad Spend Trend By Category 2001 – Jan-Jun 2008
The Ad Spend growth hit the highest level compared to previous 3 years Considering inflation level, the actual net spend growth is estimated at 10% Trio IDR 9 Trio 12 Trio 17 Trio 22 Trio 26 Trio 30 Trio 35 Trio 16 Trio 20 Trio +17% +17% +15% +32% +24% +36% +37% Source: Adquest Millenium, Nielsen MR

29 Top 20 Top Advertiser Jan-Jun ‘08
Top 2 still dominated by Unilever & Wings. While Indosat increase from position 15 to 3rd position followed by Telkomsel. No Pharmaceutical company in Top 20 26% of Total Ad Spending +16% Note: 1. Wing’s including Lionindo Jaya, Wingsfood and Sayap Mas Utama. 2. Danone incl. Aqua, Nutricia, Sari Husada Source: Adquest Millenium, Nielsen MR

30 Total Industry Movement Summary
Domination from Telecommunication brands FY 2007 Jan-Jun 2008 Top 5 Category Spender Toiletries & Cosmetics Beverages Office Eqp’t, Computer & Communication Food Automotive Office Eqp’t, Computer & Communication Toiletries & Cosmetics Beverages Corporate & Public Serv Adv Automotive Top 5 Brands Telkomsel All Sim Card Nokia Telkomsel Simpati Clear Anti Ketombe Sedaap – Instant Noodle Excelcomindo XL Esia Djarum Super Indosat M3 Indosat Mentari TV : NPP : MGZ 66 : 30 : 4 62 : 34 : 4 Source: Adquest Millenium, Nielsen MR

31 Source: Adquest Millenium, Nielsen MR
Telecommunication and Political Party campaign were the biggest contributor of Ad Spend increase Source: Adquest Millenium, Nielsen MR

32 Penetrasi Media Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Yogyakarta, Denpasar, Palembang Nielsen Media Research Media 2005 % 2006 Populasi 15 + 34,239,000 100 35,343,000 Koran (harian) 8,978,000 26,2 8,862,000 25,1 Majalah (mingguan) 1,230,000 3,6 1,256,000 Tabloid 5,644,000 16,5 6,040,000 17,1 TV 31,270,000 91,3 32,568,000 92,1 Radio 14,971,000 43,7 15,442,000 Internet 661,000 1,9 776,000 2,2

33


Download ppt "Periklanan Indonesia Anastasya Andriarti I Made Ray Karuna Wijaya"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google