Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (3): METODOLOGI Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 25 Maret 2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (3): METODOLOGI Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 25 Maret 2015."— Transcript presentasi:

1 WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (3): METODOLOGI Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 25 Maret 2015

2

3 ATURAN UMUM TENTANG METODOLOGI (Hengl & Gould, 2002) a.Fungsi utama metodologi adalah menyediakan informasi cukup detail bagi para peneliti lainnya yang ingin mengulangi percobaan; b.Menyebutkan semua hal yang telah dilakukan (metode, bahan, sumber/ kepemilikan bahan, alat spesifik, program, dll) yang berkontribusi penting terhadap hasil penelitian;

4 c. Jika metode yang dilakukan sudah umum, maka tidak perlu menjelaskannya secara detail; cukup dengan mencantumkan rujukan/referensinya; d. Suatu metodologi yang kompleks perlu diramu sehingga sederhana dan mudah difahami.

5 Aturan I: Berkaitan dengan metode, bahan dan alat JenisKriteria 1.MetodeMenyebutkan rujukan/referensi dari cara atau teknik yang digunakan 2. Bahan hidup Menyebutkan kepemilikan bahan/objek penelitian utama (varietas, galur, aksesi, isolat, dll) 3. Bahan kimia Mencantumkan spesifik bahan kimia dan pabriknya 4. Alat spesifik Mencantumkan spesifikasi dan pabrik pembuat alat yang digunakan

6 1. Tidak menyebutkan sumber/referensi Pengendalian hama/penyakit tanaman dilakukan sesuai kebutuhan.[ Deskripsi dan referensi?] Variabel yang diamati adalah keadaan umum tanaman, warna batang,warna malai, warna rambut, jumlah tanaman tumbuh, umur berbunga jantan 50%, umur berbunga betina 50%, tinggi tanaman (cm), tinggi letak tongkol, umur masak fisiologis, kadar air panen, dan hasil. [deskripsi dan referensi?]

7 Menyebutkan sumber/ referensi Intensitas penyakit karat dihitung dengan menggunakan Skala Levine dan Cherewick (Levin and Cherewick, 1952). [Levine, M. N., and Cherewick, W. J Studies on dwarf leaf rust of barley. U.S. Dept. Agric. Tech. Bull. 1056]. Untuk penentuan kadar vitamin C maka sebanyak 20g sampel bubur kayu (pulpa) diaduk sampai homogen dalam 30 mL asam metafosfat (Sigma) 6% dan disentrifugasi pada G selama 25 menit pada 4 o C (Albuquerque et al., 2005).

8 2. Tidak mencantumkan hak kepemilikan benda hidup Petak percobaan berukuran 5 m x 3m. Jumlah petakan adalah 44 petakan (11 perlakuan jagung, 4 ulangan). Perlakuan varietas jagung yang diuji, yaitu (1) 16/Mr4, (2) 20/Mr4, (3) 35/Mr4, (4) 38/Mr4, (5) 39/Mr4, (6) Bima 1, (7) Bima 3, (8) Gumarang, (9) Pacific 988, (10) BISI 816, dan (11) Pioneer 12. Perlakuan yang diuji adalah tujuh galur jagung harapan, yaitu ST 15, ST01, ST14, ST08, ST04, ST07, dan ST11, 4 varietas jagung hibrida (Bima 1, Bima 2, Bima 3, dan Bisi 2, dan 1 varietas komposit (Lamuru).

9 Bahan tanaman yang digunakan terdiri atas 23 genotipe F 1 asal berbagai persilangan antar varietas dan atau galur padi sawah [siapa pemiliknya?] Lima varietas cabai hibrida yang diuji adalah Tanamo, Bobot, Dewata, Wibawa, Laris, 2 varietas unggul (Lembang 1, Tanjung 2), dan 1 varietas Lokal keriting. [dari mana sumber benihnya?] 2. Tidak mencantumkan hak kepemilikan benda hidup

10 Menyebutkan pemilik benda hidup Puccinia hordei isolat ND89-3 berasal di Maroko dan isolat BRS76-12 dan BRS90-40 berasal dari Inggris (Jin and Steffenson, 1994). [Jin, Y., and Steffenson, B. J Inheritance of resistance to Puccinia hordei in cultivated and wild barley. J. Hered. 85: ]. Tiga puluh satu aksesi barley berasal dari The International Center for Agricultural Research in Dry Areas (ICARDA; Aleppo, Syria) dan The International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT; Mexico, D.F.) Barley Program [Brooks, W. S., Griffey, C. A., Steffenson, B. J., and Vivar, H. E Genes governing resistance to Puccinia hordei in thirteen spring barley accessions. Phytopathology 90: ].

11 3. Tidak mencantumkan informasi yang lengkap dari bahan atau metode yang digunakan Bahan-bahan kimia yang diperlukan adalah media induksi kalus (media N6) dan media regenerasi tanaman (media MS). [deskripasi dan sumber referensi?] Penambahan hormon dan sukrosa pada media N6 dan MS mengikuti modifikasi Dewi et al. (1994). [Tidak menyebutkan jenis modifikasi yang dilakukan?]

12 Pemupukan menggunakan lambat urai, yaitu SRF D (23% N) dan SRF H (34% N). Kedua jenis pupuk lambat urai ini, mempunyai bahan dasar urea dan zeolit dengan nisbah urea : zeolit sebesar 1 : 1 pada SRF D dan 3 : 1 pada SRF H. Suspensi yang diperoleh diencerkan sampai Masing-masing pengenceran diambil 0,2 ml dan dimasukkan ke dalam cawan petri yang berisi media selektif martin agar (MA) dan, selective fusarium agar (SFA). 3. Tidak mencantumkan informasi yang lengkap dari bahan atau metode yang digunakan

13 Menyebutkan deskripsi bahan kimia yang spesifik Produk PCR dipisahkan pada gel metaphor (4%) dengan penanda DNA ladder 50 bp (N3231S, Biolabs, Inc., UK). Larutan kitosan disiapkan dengan melarutkan 75-80% deasetilasi kitosan (Sigma-Aldrich) dalam asam askorbat 0,5% (Fluka) dan diaduk terus menerus selama 1 jam. Larutan kitosan diatur pHnya menjadi 6,0 dengan menambahkan NaOH 1N (Merck) [Claudia Sánchez et al Effect of chitosan coating on quality and nutritional value of fresh-cut ‘Rocha’ pear. Emir. J. Food Agric (2): doi: /ejfa.v27i

14 Menyebutkan spesifikasi bahan kimia Daun, tangkai dan serbuk akar (100 g) diekstraksi secara terpisah selama dua hari dalam 1 L metanol 70% (v / v). Ekstrak disaring dengan kertas saring (Toyo No 2, Jepang), dan divakum. Setelah pelarut menguap, kertas saring dibasahi dengan 0,6 ml larutan Tween 20 0,05% (monolaurat polyoxy ethylenesorbitan; Nacalai, Kyoto, Jepang yang tidak bersifat toksik. [P. Suwitchayanon and Hisashi Kato-Noguchi Allelopathic activity of leaves, stalks and roots of Cymbopogon nardus. Emir. J. Food Agric (5): doi: /ejfa.v26i

15 WHO 2: Bahan kimia spesifik Kultur sel secara rutin dipelihara pada medium RPMI 1640 yang diperkaya dengan penicillin-streptomycin (1% v/v) (Gibco, UK)

16 4. Tidak menyebutkan nama bahan aktif pestisida Daun disterilisasi menggunakan larutan 0,2% Dithane M-45 selama 30 menit, lalu dibilas sampai bersih.

17 Bahan aktif pestisida Menyebutkan bahan aktif suatu pestisida, bukan merek dagangnya. Misalnya: glifosat 486 SL, bukan Roundup 486 SL; mankozeb 80%, bukan Dithane M WP; karbaril 80%, bukan Sevin 80 WSP

18 5. Tidak menyebutkan spesifikasi alat dan pabriknya Kultur diinkubasi dalam ruang gelap pada suhu 24 o C dan kelembaban relatif ± 60% selama 2 bulan. [Bagaimana mempertahankan kondisi tersebut selama dua bulan?] Fraksi yang dihasilkan kemudian direbus selama 15 menit dan dielektroforesis secara vertikal pada medium 12% SDS-PAGE [tipe mesin elektroforesis?]. Gel diwarnai dengan pewarna Coomassie biru semalam dan dicuci (de-stain) 3 kali di dalam larutan penyangga selama 30 menit. Gambaran gel kemudian diskan dengan Digital Scanner. [spesifikasi alat?]

19 Menyebutkan spesifikasi dan pabrik alat Gel diwarnai dengan zat warna Midori hijau (Green Midori), divisualisasi di bawah sinar ultraviolet, dan difoto dengan kamera ChemilImager Gel Documentation (Alpha Innotech Corporation, CA, USA). Selanjutnya, sebanyak 20 µL sampel disaring dan hasil saringannya dianalisis dengan HPLC pada Sistem Beckman Gold yang dilengkapi detektor dioda (ʎ 254 nm) dan Software Gold 8,10, serta kolom Aminex HPX-87H (BioRad). Jumlah alel dianalisis dengan UVDoc analysis software (UVI Tech, Cambridge, UK)

20 Aturan II: Berkaitan dengan waktu penelitian JenisKriteria 1. Waktu dan empat penelitian Menyebutkan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Keterangan tempat dapat dilengkapi dengan data posisi geografis. 2. Tahapan penelitian Merinci urutan pelaksanaan kegiatan penelitian 3. Koleksi data penelitian Mencantumkan waktu pengataman atau pengambilan data peneltian.

21 Waktu penelitian disebutkan Umbi bibit kentang ditanam pada tanggal 27 April 2010 di Kebun Percobaan Memuro Research Station (42°89.2' N/143°07.7' E), Hokkaido Agricultural Research Center Memuro, Hokkaido, Jepang. [Nobutaka Someya, Yuki Ohdaira Kobayashi, Shogo Tsuda, and Seishi Ikeda Molecular Characterization of the Bacterial Community in a Potato Phytosphere. Microbes Environ. Vol. 28, No. 3, 295–305. doi: /jsme2.ME13006]

22 Waktu pengamatan atau pengambilan data Setelah tujuh hari, semua kumbang Khapra dewasa diambil dan stoples dengan biji-bijian yang ada di dalamnya dibiarkan selama 30 hari. Selanjutnya, pengamatan adanya keturunan F1 dilakukan setiap hari. [Karzan Omar, Nask Muhammad Faraj, Sahar A. A. Malik and Iman M. Al- Farhani Effect of some medicinal plants extracts and cypermthrin against Khapra beetle (Trogoderma granarium Everts). Emir. J. Food Agric (2): ]

23 Mencantumkan lokasi penelitian secara jelas Iradiasi dari bahan tanaman dilakukan di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) menggunakan Gammacell 220 Excel Irradiator (MDS Nordion, Ottawa, ON, Canada) [Taheri et al BioMed Research International Volume 2014, Article ID ]

24 Menyebutkan letak geografis tempat penelitian Umbi bibit kentang ditanam pada tanggal 27 April 2010 di Kebun Percobaan Memuro Research Station (42°89.2' N/143°07.7' E), Hokkaido Agricultural Research Center Memuro, Hokkaido, Jepang. [Nobutaka Someya, Yuki Ohdaira Kobayashi, Shogo Tsuda, and Seishi Ikeda Molecular Characterization of the Bacterial Community in a Potato Phytosphere. Microbes Environ. Vol. 28, No. 3, 295–305. doi: /jsme2.ME13006]

25 Letak geografis beberapa tempat menurut Google Earth 1. Kebun Wisata Ilmiah (KP Cimanggu, Bogor ?): [6 o 34’58.25”S 106 o 47’16.01E] 2. Cicurug, Sukabumi [6 o 46’00.14”S 106 o 47’18.98E] (KP Cicurug?) 3. Balai Pene litian Tanaman Sayur, Lembang [6 o 48’21.26”S 107 o 38’54.13E] 4.BPTP Lembang [6 o 49’13.50”S 107 o 37’47.06E] (KP Manoko?) 5. Balitbu [0 o 40’02.02”S 100 o 35’29.36E] (KP Laing?)

26 Aturan III: Sistematika penyajian 1.Uraian metodologi disusun dalam beberapa sub judul. 2.Urutan sub judul mencerminkan tahapan kegiatan yang dilakukan

27 Tahapan penelitian tercermin dari sub judul 2.1. Sample collection and chemical analysis 2.2. Enrichment and isolation of chromium resistant heterotrophic bacteria 2.3. Screening of Chromium (VI) reducing and Arsenit (III) oxidizing bacteria 2.4. Identification and phylogenetic analysis of isolate 2.5. Determination of heavy metals resistance 2.6. Growth and Cr (VI) reduction at static/shaking condition 2.7. Growth and As (III) oxidation 2.8. Simultaneous detoxification of As (III) and Cr(VI) 2.9. Effect of As (V) on Cr(VI) reduction [Bachate et al Simultaneous reduction of Cr(VI) and oxidation of As(III) by Bacillus firmus TE7 isolated from tannery effluent. Chemosphere 90: 2273–2278].

28 Heidi I.G. Abo-Elnaga Biological control of damping off and root rot of wheat and sugar beet with Trichoderma harzianum. Plant Pathology Journal 11 (1): DOI:103923/ppj/ Tahapan percobaan: 1.Pathogens 2.Trichoderma isolation 3.Inoculum preparation of antagonistic Trichoderma 4.Greenhouse tests 5.Evaluation of antagonistic activity of Trichoderma species 6.Statistical analysis

29 Parameter pengamatan kurang jelas Sampel diamati dengan menggunakan mikroskop majemuk (compound) pada pembesaran kali, kemudian dihitung jumlah stomata pada bidang pandang 1000 x 500 µm (0,5 mm 2 ). Bagian daun yang mana (tangkai, ucuk); berapa jumlah helai daun; permukaan daun sebelah mana (atas bawah); bagian daun yang mana (ujung, tengah, angkal)

30 Analisis data statistika Analisis data dilakukan dengan menggunakan program SAS 9.1 Portabel. Analisis koefisien korelasi menggunakan program SAS Portabel. Analisis pengelompokkan perbedaan karakter morfologi berdasarkan matriks jarak Euclidean model Pair Group-Metode unweighted (UPGMA) dengan software NTSYS. [Taheri et al BioMed Research International Volume 2014, Article ID ]

31 Metode tidak jelas Data primer diperoleh melalui wawancara, in- depth interview dengan kelompok tani, pakar, dan instansi terkait (AEKI, PPL, Departemen Pertanian, Puslitkoka, Dishutbun). Data sekunder yang meliputi data potensi kopi rakyat, data sosial ekonomi, aspek lingkungan diperoleh dari studi literatur. Kejelasan metodologi: Siapa respondennya, berapa banyak, dimana, jenis parameter pengamatan /data, sumber data sekunder, siapa AEKI, PPL, dst…

32 STOP STOP STOP STOP STOP Apakah Anda sudah mengenal jurnal ini? Emirates Journal of Food and Agriculture [EJFA].

33 Emirates Journal of Food and Agriculture [EJFA]. A peer-reviewed international journal publishing basic and applied research articles in the field of agricultural sciences by the College of Food and Agriculture, United Arab Emirates University, United Arab Emirates. The journal also publishes invited reviews relevant to current agricultural and food system topics.

34 The submitted papers will pass through initial screening in the editorial office followed by internal review by Internal Board of Reviewing Editors. Then the paper will be checked through the advanced plagiarism detection software (CrossCheck by iThenticate). 12 issues per year starting with volume 25 th There are NO Submission/Handling Publication/Subscription charges, and the articles are published online with full open access.

35 Regular Articles Influence of irrigation regime on the leaf area and leaf area index of French bean (Phaseolus vulgaris L.) Influence of irrigation regime on the leaf area and leaf area index of French bean (Phaseolus vulgaris L.) Physiological Responses to Drought in Four Developed Triticum aestivum Groups Physiological Responses to Drought in Four Developed Triticum aestivum Groups Influence of year and sowing date on bread wheat quality under Mediterranean conditions Influence of year and sowing date on bread wheat quality under Mediterranean conditions Emirat Journal of Food and Agriculture Vol 27, No 2 (2015)

36 Regular Articles Apple juices processed by high hydrostatic pressure: Interaction between chitosan application and quality drift Effect of chitosan coating on quality and nutritional value of fresh-cut ‘Rocha’ pear Migration of nutrients from soil to plant in olive orchards A Monitoring study of Soil Fertility in the Agricultural Area of Rivne Region of Ukraine

37 JOURNAL OF THE INTERNATIONAL SOCIETY FOR SOUTHEAST ASIAN AGRICULTURAL SCIENCES (ISSAAS) Tropical agricultural science and related areas including agronomy, forestry, fishery, agricultural economics, crop protection, environmental science, food science, molecular biology and biotechnology, engineering, rural development, agroforestry and other fields related to agriculture. Published semiannually, every June and December Active membership is a requirement for publication of an article in the Journal.

38 Members must pay the following membership fee. (i) US. $ 15 annually for full member from Southeast Asian region. (ii) US. $ 100 annually for full member from other regions. (iii) Honorary members are exempted from the fee. (iv) Half of the annual fee for a student member. (v) US. $ 300 annually for supporting member. (vi) US. $ 100 annually for a group member.

39 Cloning of BOR1 (Boron Transporter ) partial length cDNA from Oil palm, Sugarcane and Physic nut. Effect of mulches, botanical insecticides, and traps against fruit flies on chili. Herma Amalia, Dadang, and Djoko Prijono Farmers willingness to pay for crop insurance in north west Selangor Integrated Agricultural Development Area (IADA), Malaysia. Training in insecticide-kit technology and pesticide safety education for vegetable safety monitoring in farms. Effects of silicate application on the release patterns of native inorganic phosphorus from Andisol soil in Lembang, Indonesia using successive resin extraction. Arief Hartono and Ridho Bilhaq

40 The impact of changes in rice innovation system components on agricultural sector and poverty. Sudi Mardianto, Bonar M. Sinaga, M. Firdaus, Nizwar Syafa’at Behavior of mango pulp weevil, Sternochetus frigidus (Fabr.) at dormant mango, Mangifera indica stage Effect of Spirulina maxima aqueous extract on seed germination and seedling growth of mung bean,, Vigna radiate and rice, Oryza sativa var. Japonica Screening and characterization of rhizobacteria for enhancing growth and chlorophyll content of sweet sorghum (Sorghum bicolor L. Moench). Bedah Rupaedah, Iswandi Anas, Dwi Andreas Santosa, Wahono Sumaryono and Sri Wilarso Budi Demand for the main vegetables in Java Island. Arif Imam Suroso, Muhammad Firdaus and Dewi Savitri Selection and identification of beneficial bacteria from Tongkat langit banana (Musa troglodytarum L.) to control the blood disease bacteria [Yunita Latupeirissa, Abdjad Asih Nawangsih, Kikin Hamzah Mutaqin]

41 Resistance status of Crocidolomia pavonana F. (Lepidoptera: Crambidae) from Pasirwangi Garut, West Java to the insecticide profenofos and its susceptibility to the methanolic leaf extract of Nicotiana tabacum L. (Solanaceae) Danar Dono, Wahyu D. Natawigena and Haikal R. Kharismansyah First report of Stewart’s wilt of maize caused by Pantoea stewartii subsp. stewartii in Bogor district, Indonesia [ Haliatur Rahma, Meity S. Sinaga, Memen Surahman and Giyanto] Rice farmers’ concept and awareness of organic agriculture: Implications for sustainability of Philippine organic agriculture program Economic value and service fee of irrigation water in the districts Bogor and Kudus, Indonesia [ Yusman Syaukat, Fitria Nur Arifah and Fahma Minha [7 dari 15 artikel ISSAAS 20 (2) 2014 berasal dari Indonesia ]

42 Mengungkapkan metodologi yang kompleks menjadi sederhana Pengujian 5 paket pengendalian hama. Paket 1 (K-10 + ST): kapas varietas Kanesia 10, benih bersertifikat, perlakuan benih dengan imidacloprit sebelum disemai, kapas tumpangsari dengan kacang tanah, penerapan ambang tindakan untuk pengendalian hama, dan penyemprotan ekstrak biji mimba (NSE) jika diperlukan.

43 Paket 2 (K-10 + M): kapas varietas Kanesia 10, benih bersertifikat, kapas tumpangsari dengan kacang tanah, semprot molase (10 mL / L air) untuk musuh alami makanan, penerapan ambang tindakan untuk pengendalian hama, dan penyemprotan NSE. Paket 3 (K-13 + ST): varietas kapas Kanesia 13, benih bersertifikat, perlakuan benih dengan imidacloprit sebelum disemai, kapas tumpangsari dengan kacang tanah, penerapan ambang tindakan untuk pengendalian hama, dan penyemprotan NSE.

44 Paket 4 (K-13 + M): kapas varietas Kanesia 13, benih bersertifikat, kapas tumpangsari dengan kacang tanah, semprot molase (10 mL / L air) untuk musuh alami makanan, penerapan ambang tindakan untuk pengendalian hama, dan penyemprotan. Praktek petani (Farmer): kapas varietas Kanesia 8, kapas tumpangsari dengan kacang tanah, dan penyemprotan dengan insektisida sesuai dengan kebiasaan petani.

45 KomponenPaket yang diuji Cara petani 1234 VarietasKanes 10 Kanes 13 Kanes 8 BenihSertif. Perlakuan benih ImidacloTidakImidacloTidak MolaseTidakYaTidakYaTidak InterkropK.tanah Ekst.mimbaYa In’sida Tabel. Pengujian paket teknologi pengendalian hama

46 Bentuk kalimat lampau atau sudah dilakukan (past tense) Umumnya kalimat bentuk pasif; kalau dimungkinkan membuat kalimat aktif, lebih baik. CONTOH: Mixed population of Trogoderma granarium was collected from ….. Samples were collected from ….. Seeds were space planted in plastic pots… P. hordei isolate VA90-34 was used …. BENTUK KALIMAT DALAM URAIAN METODOLOGI

47 Contoh bentuk kalimat metodologi yang SALAH 1. The isolates will be grown overnight in … [Isolat akan ditumbuhkan semalam di...]. 2. After further incubation for 48 h, the quantify of IAA produced will be evaluated by using Gordon and Weber method. [Setelah diinkubasikan selama 48 jam, IAA yang dihasilkan akan dievaluasi dengan menggunakan metode Gordon dan Weber]. 3. The absorbance will be read with a spectro- photometer at 530 nm. [Absorbansi akan dibaca dengan spektrofotometri- fotometer pada 530 nm].

48 SATUAN UKURAN MENGGUNAKAN STANDAR INTERNASIONAL SatuanSimbol panjangkm, m, cm, mm, µm beratton, kg, g, mg, µg waktujam (hr), menit (min), detik (s) luasHektar (ha), meter persegi (m 2 ), suhu oCoC Jumlah pasangan basa DNA base pairs (bp)

49 Sampai jumpa pada Workshop KTI (4); Insyaalloh.


Download ppt "WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (3): METODOLOGI Supriadi Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat 25 Maret 2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google