Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Rani Toersilaningsih Chotib  Mobilitas Penduduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk  Mobilitas penduduk menjadi salah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Rani Toersilaningsih Chotib  Mobilitas Penduduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk  Mobilitas penduduk menjadi salah."— Transcript presentasi:

1

2 Rani Toersilaningsih Chotib

3  Mobilitas Penduduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk  Mobilitas penduduk menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan kondisi sosial ekonomi suatu wilayah  Mobilitas penduduk yang tidak terkendali akan menyebabkan penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan

4 Wilayah Sumatera Share PDRB thd Nasional 21,55% Pertumb. Ekonomi4,65% Pendaptn perkapita9,80 jt Penduduk miskin 7,3 jt (14,4%) Wilayah Jawa Bali Share PDRB thd Nasional 62,00% Pertumbh Ekonomi5.89% Pendapt perkapita11,27 jt Pendudk miskin 20,19 jt (12,5%) Wilayah Nusa Tenggara Share PDRB thd Nasional 1,42% Pertmbuh Ekonomi 3,50% Pendapt perkapita3,18 jt Pendudk miskin 2,17 jt (24,8%) Wilayah Kalimantan Share PDRB thdp Nasional 8,83% Pertumb. Ekonomi5.26% Pendaptn perkapita13,99 jt Pendudk miskin 1,21 jt (9%) Wilayah Sulawesi Share PDRB thd Nasional 4,60% Pertmbh Ekonomi7.72% Pendapt perkapita4,98 jt Pendudk miskin 2,61 jt (17,6%) Wilayah Maluku Share PDRB thd Nasional 0,32% Pertumbh Ekonomi4,94% Pendaptn Perkapita2,81 jt Pendudk Miskin 0,49 jt (20,5%) Wilayah Papua Share PDRB thd Nasional 1,28% Pertmbuh Ekonomi0,60% Pendaptn perkapita8,96 jt Pndudk miskin 0,98 jt (36,1%) Sumber : diolah dari BPS, 2008 Ket : Harga Konstan KESENJANGAN WILAYAH

5

6 Perkembangan IPM Indonesia IPM per provinsi

7 Tema Pembangunan & Interkonektivitas Koridor Ekonomi (MP3EI) “Pendorong Industri dan Jasa Nasional” “Sentra Produksi dan Pengolahan Hasil Bumi dan Lumbung Energi Nasional” “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang dan Lumbung Energi Nasional” “Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional” “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Migas dan Pertambangan Nasional” “Pusat Pengembangan Pangan, Perikanan, Energi dan Pertambangan Nasional” ADA GULA ADA SEMUT  PEOPLE FOLLOW JOBS

8 PETA PUSAT PERTUMBUHAN AKTUAL DAN KAWASAN HINTERLAND-NYA aliran transaksi input output

9 Pertumbuhan dan Ketimpangan di Indonesia (BPS 2010) Meski secara nasional menurun (0.331), ketimpangan pendapatan masyarakat di perdesaan justru melonjak pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan rasio Gini hanya terjadi di perkotaan dari 0,362 menjadi 0,352, sedangkan di perdesaan justru meningkat menjadi 0,297 dari 0,288.

10 Terjadi disparitas konsentrasi maupun pertumbuhan ekonomi antar-daerah  Porsi ekonomi masih terkonsentrasi di wilayah Jawa dan Sumatera dengan pangsa mencapai 61,0% dan 20,9% (rata-rata tahun ).  Pertumbuhan ekonomi wilayah Sulampua relatif lebih rendah (4,3%), di bawah pertumbuhan ekonomi nasional 5,1% (rata-rata ).  Disparitas pertumbuhan ekonomi antar-daerah sedikit melebar setelah otonomi daerah. Pertumbuhan Ekonomi Daerah (%, yoy)

11 Supply side Demand side Adanya sektor basis yang memiliki keunggulan comparative dan competitive Pengembangan sektor unggulan yang menciptakan multiplier effect thdp pembangunan regional (khususnya kemiskinan dan penyerapan TK) Peningkatan produksi sektor2 unggulan, diversifikasi hulu-hilir sektor/komoditas unggulan Kebocoran: Kegiatan produksi dikuasai/dimiliki oleh penduduk di luar kawasan Proses peningkatan nilai tambah berlangsung di luar daerah. Peningkatan akses pada pusat- pusat pelayanan untuk menciptakan income multiplication Menurunkan biaya-biaya konsumsi barang dan jasa Kebocoran: jika orientasi mengkonsumsi barang dan jasa banyak dilakukan di luar Membangun & mengembangkan permukiman yang berdaya saing

12  Terbatasnya infrastruktur dan sumber daya pendukung  Bervariasinya kebijakan di setiap daerah dalam peningkatan kualitas penduduk pasca pemberlakuan otonomi daerah  Adanya perbedaan persepsi yang mungkin terjadi antara penduduk sebagai penerima manfaat dengan pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas penduduk  Perbedaan kondisi geografis, demografis, sosial-budaya, serta taraf ekonomi di setiap daerah  Tingginya komponen biaya administrasi dan transaksi dalam setiap program pembangunan.  Ketersediaan data kualitas penduduk di setiap daerah

13 Kebijakan makro mobilitas penduduk * ekonomi makro , pemusatan industri manufaktur di Jakarta dan pesisir Jawa  urbanisasi meningkat * 1980, mekanisasi sektor pertanian yg berakibat penurunan daya serap TK sektor pertanian  migrasi desa - kota & peningkatan transmigrasi paruh tahun dasawarsa 80-an dan pengembangan KTI 12

14  Tahun 1990an ◦ Perubahan kebijakan di bidang transmigrasi  trans swakarsa ◦ Pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi terpadu  Tahun 2000-an ◦ Otonomi Daerah  Beberapa daerah melakukan pembatasan migrasi penduduk  Lebih banyak migran spontan,  Peningkatan migrasi keluarga 13

15 Sumber: BPS, berbagai publikasi

16 Migrasi merupakan respon manusia atas kesempatan-kesempatan yang ada dalam rangka meningkatkan taraf hidup. Pola migrasi di negara-negara berkembang mencerminkan distribusi kesempatan ekonomi yang tidak merata. Pola migrasi di negara berkembang menggambarkan pola yang mengutub, dimana arus migrasi cenderung menuju ke tempat-tempat tertentu saja. Pola Migrasi di Negara Berkembang

17 JakartaBaliKalimantan TimurKepulauan riau Migrasi Angkatan Kerja Antar Provinsi,

18 Jumlah Tenaga Kerja Migran Menurut Provinsi Tahun 2000 dan 2005 Provinsi-provinsi yang mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja migran: Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara.

19 Alasan Bermigrasi Para Pekerja Migran di Indonesia, 2010

20 Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara memiliki proporsi migran positif. Sumatera Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Maluku mengalami proporsi negatif. Proporsi Migran Seumur Hidup menurut Provinsi di Indonesia

21 Proporsi Migran Risen menurut Provinsi di Indonesia Beberapa provinsi menarik bagi para migran karena memiliki prospek ketenagakerjaan dan memberi kenyamanan untuk ditempati : Riau, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

22 Pulau Sumatra53,856,52-12,500,14-3,15 Jawa- 63,36 -18,756,36-2,87-3,06 Kalimantan8,368,474,302,89-0,33 Sulawesi3,110,530,850,322,15 Kepulauan Lain-2,073,241,00-0,474,39

23  Sehubungan dengan pertambahan penduduk Indonesia yang cepat maka kota-kota besar pun mempunyai penduduk yang besar pula.  Tahun 1971 sekitar 17,4% penduduk tinggal di perkotaan, menjadi 43,1% tahun 2005 dan diperkirakan akan mencapai 64,2% tahun 2020  Migrasi desa-kota berpengaruh pada perluasan sektor jasa dan informal

24

25  Pull factor yang demikian besar dari kota-kota dibandingkan perdesaan ditambah persentase penduduk terbesar ada di daerah perdesaan.  Tekanan sosial ekonomi penduduk dan menyempitnya lapangan kerja di perdesaan  Anggapan kota yang selalu memungkinkan seseorang untuk pengembangan diri secara cepat. Hal ini sering bertolak belakang dengan kenyataan. 24

26  Penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan  Perluasan daerah kumuh dan daerah informal di perkotaan  pertanahan, administrasi kependudukan, kriminalitas, status kesehatan, status pendidikan, air tanah dll. Pendatang yang tak mempunyai keahlian atau mempunyai sedikit keterampilan yang sama sekali lain dari yang dibutuhkan di kota. Pembekalan untuk hidup di kota tak cukup didapatkan. Walaupun pendatang mempunyai motivasi yang kuat untuk mengembangkan dirinya di kota tetapi kenyataannya kota sendiri belum siap menerimanya.

27 KotaJumlah Penduduk Jakarta9,607,787 Surabaya2,765,487 Bandung2,394,873 Bekasi2,334,871 Medan2,097,610 Tangerang1,798,601 Depok1,738,570 Semarang1,555,984 Palembang1,455,284 Makassar1,338,663 Tangerang Selatan1,290,322 Batam1,137,894 Jumlah Penduduk Perkotaan di 12 Kota Besar di Indonesia, 2010 diproyeksikan sekitar 60% penduduk yang tinggal di perkotaan berada di Jawa Pada tahun 2025.

28 Metropolitan Regions (Daerah Inti) Daerah Sekitarnya Mebidang (Medan Binjai Deli Serdang) Kota Medan Kab. Deli Serdang Kota Binjai Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) Kota Jakarta Kab. Bogor Kab. Bekasi Kota Bogor Kota Bekasi Kota Depok Kab. Tangerang Kota Tangerang Bandung RayaKota Bandung Kab. Bandung Kab. Sumedang Kota Cimahi Kedungsepur (Kendal Ungaran Semarang Purwodadi) Kota Semarang Kab. Demak Kab. Semarang Kab. Kendal Gerbangkertosusila (Gresik Bangkalan Mojokerto Surabaya Sidoarjo Lamongan) Kota Surabaya Kab. Sidoarjo Kab. Mojokerto Kab. Gresik Kab. Bangkalan Kab. Lamongan Kota Mojokerto Mamminasata (Makasar Maros Sungguminasa Takalar) Kota Makasar Kab. Takalar Kab. Goa Kab. Maros Sarbagita (Denpasar Badung Gianyar Tabanan) Kota DenpasarKab. Badung Kab. Gianyar Kab. Tabanan 7 Metropolitan Area di Indonesia

29 Proporsi Penduduk Perkotaan (Angka Urbanisasi) menurut Provinsi di Indonesia

30 Proyeksi Angka Urbanisasi Proyeksi Urbanisasi Tahun Menurut Provinsi Jumlah penduduk perkotaan meningkat antara persen.

31  Mobilitas non permanen seringkali dibahas dalam lingkup mikro  Belum ada data nasional, tetapi SUPAS 2005 atau Sakernas 2007 sudah memasukkan data mobilitas non permanen khusus pekerja (lihat tabel berikut)  Bagaimana mencatat mobilitas non permanen sehingga hak-hak dasar mereka terpenuhi.  Kenyataan bahwa mobilitas non permanen menunjukkan peningkatan terutama mobilitas desa-kota

32 Ketimpangan Pembangunan Antar Daerah Terutama antar Perkotaan dan Pedesaan Kelangkaan Pekerjaan di sektor pertanian dan Kepemilikan Tanah Kelangkaan Fasilitas Pelayanan Sosial (Pendidikan, Kesehatan dll) Peningkatan Harga tanah dan biaya hidup di kota, dll Revolusi Colt (hugo & Hull, 1987) Peningkatan sarana dan prasarana transportasi dan proses industrialisasi

33 Powerpoint Templates Page 32 Metropolitan Area# Population# Commuters% Commuters Mebidang Jabodetabek Jakarta Bodetabek Bandung Raya Kedungsepur Gerbangkertosusila Mamminasata All of Metropolitans Jumlah Penduduk yang melakukan Ulang Alik di 7 Daerah Metropolitan di Indonesia

34  Migrasi Internasional dari Indonesia didominasi overseas contract workers ke Arab audi, Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong dan Korea  Teori Migrasi vs gender ◦ teori : migrasi didominasi oleh laki-laki, berumur produktif dan karena alasan ekonomi ◦ Kenyataan terjadi peningkatan migran perempuan baik alasan pribadi, keluarga, pendidikan, mengungsi, selain ekonomi. 7/4/200933

35  Pelecehan, penipuan, upah tidak dibayar pengingkaran kontrak dll (sejak dari proses perekrutan, pemberangkatan, di negara tujuan sampai kembali pulang)  Belum ada MoU antara Indonesia dengan negara-negara tujuan kecuali Malaysia  Belum ada perlindungan maksimal bagi buruh migran Internasional

36

37 10 Propinsi Terbesar Penempatan TKI Luar Negeri 10 Negara Terbesar Penempatan TKI

38 mobilitas antar daerah tetap meningkat hanya di beberapa daerah terjadi penurunan Peningkatan konsentrasi penduduk di perkotaan peningkatan mobilitas non permanen peningkatan mobilitas internasional peningkatan arus mobilitas tenaga kerja dari luar negeri 37

39 peningkatan mobilitas non permanen perlu penyediaan berbagai fasilitas sosial, ekonomi, budaya dan administrasi dll penataan wilayah penyangga migrasi internasional perlindungan hukum, kualitas keluarga migran, kesehatan reproduksi, sistem penggajian untuk TKA dll 38

40 Umumnya kebijakan kependudukan dapat bersifat langsung (direct) dan tidak langsung (indirect) Ada 3 pendekatan dlm kebijakan mobilitas penduduk 1. Merangsang perpindahan penduduk  migrasi spontan 2. Menghambat perpindahan penduduk  Jakarta kota tertutup 3. Mengarahkan perpindahan penduduk sesuai kepentingan nasional : transmigrasi, pertumbuhan pusat-pusat ekonomi, rekayasa sosial, ekonomi, fisik dan demografi 39

41  Pengarahan mobilitas penduduk untuk : ◦ menumbuhkan kondisi kondusif bagi terjadinya migrasi internal yang harmonis; ◦ memberikan perlindungan penduduk yang terpaksa pindah karena keadaan (pengungsi); ◦ memberikan kemudahan, perlindungan dan pembinaan terhadap para migran internasional dan keluarganya; ◦ menciptakan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan; ◦ mengendalikan kuantitas penduduk disuatu daerah/wilayah tertentu; ◦ mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru; ◦ memperluas kesempatan kerja produktif; ◦ meningkatkan ketahanan nasional. 40

42  Untuk melakukan kebijakan pengarahan mobilitas penduduk diperlukan GRAND DESIGN Mobilitas Penduduk dengan memperhatikan : ◦ arah, volume, tujuan pelaku mobilitas ◦ Karakteristik pelaku mobilitas penduduk ◦ daya dukung dan daya tampung lingkungan ◦ arah pembangunan masing-masing daerah  Identifikasi : kelembagaan : siapa berbuat apa.

43 42 TERIMA KASIH…..HATUR NUHUN


Download ppt "Rani Toersilaningsih Chotib  Mobilitas Penduduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk  Mobilitas penduduk menjadi salah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google