Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ova Oktavina(080917011) Satrio Adhitioso(080917015) Osmalina Nur R(080917018) Betty Purnamasari(080917026) Cancer Education Slides KANKER DAN KANKER KOLON.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ova Oktavina(080917011) Satrio Adhitioso(080917015) Osmalina Nur R(080917018) Betty Purnamasari(080917026) Cancer Education Slides KANKER DAN KANKER KOLON."— Transcript presentasi:

1 Ova Oktavina( ) Satrio Adhitioso( ) Osmalina Nur R( ) Betty Purnamasari( ) Cancer Education Slides KANKER DAN KANKER KOLON Nama Kelompok :

2

3 Kanker terjadi ketika sel di beberapa bagian tubuh berkembang tak terkendali, membentuk gumpalan yang disebut tumor. Sel tersebut tumbuh tak terkendali dikarenakan kesalahan yang terjadi ketika pembentukan sel tersebut sehingga sel tersebut tidak merespon sinyal dari tubuh sebagaimana mestinya. Sel dalam tubuh kita berkembang dengan pembelahan. Masing-masing sel membelah menjadi 2 bagian, kemudian membelah menjadi 4, dan seterusnyamasing-masing sel baru harus tepat kandungan gen DNA yang berfungsi sebagai instruktur kegiatan sel. Jika ada kesalahan, DNA dapat memberi instruksi yang salah, yang berarti sel tersebut cacat dan kemungkinan besar menyebabkan kanker. DEFINISI KANKER

4 Penyebab Kanker Penyebab kanker adalah sesuatu yang membuat kesalahan dalam pembelahan sel. Kadang-kadang kesalahan ini terjadi karena adanya kesempatan dan gen abnormal. Misalnya: 1. Lingkungan: a. bahan kimia: asap rokok b. penyinaran berlebih: sinar uv, sinar x c. polusi: limbah, polusi udara 2. Makanan: a. daging yang menyebabkan hormon sex buatan b. bahan pemanis buatan

5 c. bahan pengawet buatan d. bahan pewarna buatan e. kebanyakan makan garam 3. Biologi: a. virus: HIV, HPV b. hormon: produksi hormon berlebih c. keturunan: 5% kasus kanker disebabkan oleh keturunanan 4. Psikologis: a. kepribadian b. stres

6 SIFAT SEL KANKER 1.Hilangnya tanggapan terhadap kontrol pertumbuhan 2.Hilangnya diferensiasi 3.Disorganisasi anyaman sitoplasma serabut kontraktil dan meningkatnya fluiditas membran sel

7

8 MACAM MACAM PROSES PERTUMBUHAN “ PLASIA ” HYPERPLASIA meningkatnya jumlah sel METAPLASIA transformasi satu jenis epitel ke epitel lain DISPLASIA ukuran sel abnormal yang nampak,dengan atau tanpa disorganisasi pola pertumbuhan

9 neoplasia pertumbuhan sel yang melebihi dan tidak tergantung pada jaringan di dekatnya desmoplasia formasi dan poliferasi dari jaringan yang berhubungan dalam merespon pertumbuhan neoplastic

10 BERIKUT ADALAH GAMBAR SEL PLASIA HYPERPLASIA METAPLASIA DISPLASIA

11 NEOPLASIA DESMOPLASIA

12 Pencegahan Kanker Ada beberapa cara untuk mencegah kanker, diantaranya : 1.Stop merokok – cara ini sangat ampuh untuk mencegah kanker paru-paru, kanker tenggorokan, kanker bibir dan kanker laring. Ini juga dapat membantu mencegah kanker perut, pankreas dan usus duabelas jari. 2.Konsumsi buah dan sayur segar setiap hari. Ini dapat mencegah kanker usus besar dan rektum. 3.Imunisasi hepatitis B untuk mencegah penyebaran virus yang menyebabkan kanker hati. 4.Lakukan tindakan preventif dengan melakukan periksa diri sendiri, seperti memeriksa susu bagi wanita, dan memeriksa testis bagi pria.

13 Pengobatan Kanker Banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan pengobatan intensif. Beberapa pengobatan memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Terdapat 3 cara utama penyembuhan kanker, diantaranya : 1.Operasi untuk mengangkat kanker, sayangnya, cara ini tak bekerja jika kanker telah menyebar. 2.Kemoterapi, yaitu menggunakan obat yang sangat beracun untuk meracuni sel kanker, sanyangnya, obat ini juga memiliki banyak efek samping seperti rambut rontok, infeksi, dan rasa capek berlebihan. 3.Radioterapi, yaitu menggunakan sinar X terfokus untuk membunuh sel kanker.

14 Kanker Kolon Kanker Kolon Human Disease Project

15 Apakah Kolon Itu? Kolon merupakan saluran akhir pencernaan yang panjang, berpilin, berbentuk tabung yang terletak di Abnomen. Kolon merupakan saluran akhir pencernaan yang panjang, berpilin, berbentuk tabung yang terletak di Abnomen. Berfungsi sebagai pemroses sisa makanan. Berfungsi sebagai pemroses sisa makanan. Mengambil sisa makanan yang berbentuk eek dan membuangnya lewat rektum dan anus. Mengambil sisa makanan yang berbentuk eek dan membuangnya lewat rektum dan anus. Saluran kolon adalah lokasi utama dari pertumbuhan dan perkembangan polip atau tumor. Saluran kolon adalah lokasi utama dari pertumbuhan dan perkembangan polip atau tumor.

16 Kolon dan Kankernya Dimulai dengan sel sederhana yang bermutasi dan tumbuh menjadi polip dan tumor. Dimulai dengan sel sederhana yang bermutasi dan tumbuh menjadi polip dan tumor. Jika polip tersebut dibiarkan tumbuh di kolon, dapat berubah menjadi kanker yang dapat menyerang organ tubuh lainnya. Jika polip tersebut dibiarkan tumbuh di kolon, dapat berubah menjadi kanker yang dapat menyerang organ tubuh lainnya. Kanker kolon merupakan penyebab kedua kematian karena kanker. Kanker kolon merupakan penyebab kedua kematian karena kanker.

17 Tingkatan Kanker Kolon Tingkatan 0- Tingkatan 0- Pada Tingkatan 0, kanker masih dalam tahapan awal dan hanya terletak di bagian dalam dari kolon. Perlakuan yang direkomendasikan untuk tingkatan 0 kanker kolon adalah operasi pengangkatan tumor, bersamaan dengan bagian kolon yang berlawanan dengan letak tumornya. Jika dideteksi sejak awal, kanker kolon sangat dapat disembuhkan dan memiliki kemungkinan rendah untuk timbul kembali. Pada Tingkatan 0, kanker masih dalam tahapan awal dan hanya terletak di bagian dalam dari kolon. Perlakuan yang direkomendasikan untuk tingkatan 0 kanker kolon adalah operasi pengangkatan tumor, bersamaan dengan bagian kolon yang berlawanan dengan letak tumornya. Jika dideteksi sejak awal, kanker kolon sangat dapat disembuhkan dan memiliki kemungkinan rendah untuk timbul kembali.

18 Tingkatan Kanker Kolon (lanjutan) Tingkatan 1- Tingkatan 1- Pada tingkatan ini, kanker telah tumbuh di beberapa lapisan epitel kolon, namun kanker tetap berada di dinding dalam kolon. Kanker belum menyebar ke organ lain dalam tingkatan ini. Operasi pengangkatan dianjurkan untuk tingkatan ini, karena masih memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam menghilangkan kanker dengan resiko rendah. Pada tingkatan ini, kanker telah tumbuh di beberapa lapisan epitel kolon, namun kanker tetap berada di dinding dalam kolon. Kanker belum menyebar ke organ lain dalam tingkatan ini. Operasi pengangkatan dianjurkan untuk tingkatan ini, karena masih memiliki tingkat keberhasilan tinggi dalam menghilangkan kanker dengan resiko rendah.

19 Tingkatan Kanker Kolon (lanjutan) Tingkatan 2- Tingkatan 2- Pada tingkatan 2, kanker telah menyebar (metastasis) ke jaringan atau organ terdekat, namun belum menyerang kelenjar limfatik. Kelenjar limfa berukuran kecil, berbentuk kacang ercis kecil yang berfungsi untuk menyimpan sel; kelenjar dapat memerangkap sel kanker atau bakteri yang berada dalam tubuh manusia. Tindakan medis yang dianjurkan dalam tingkat 2 ini yaitu operasi pengangkatan tumor. Terapi tambahan (kemoterapi atau radiasi) juga dinjurkan pada tingkat 2 ini. Pada tingkatan 2, kanker telah menyebar (metastasis) ke jaringan atau organ terdekat, namun belum menyerang kelenjar limfatik. Kelenjar limfa berukuran kecil, berbentuk kacang ercis kecil yang berfungsi untuk menyimpan sel; kelenjar dapat memerangkap sel kanker atau bakteri yang berada dalam tubuh manusia. Tindakan medis yang dianjurkan dalam tingkat 2 ini yaitu operasi pengangkatan tumor. Terapi tambahan (kemoterapi atau radiasi) juga dinjurkan pada tingkat 2 ini.

20 Tingkatan Kanker Kolon (lanjutan) Tingkatan 3- Tingkatan 3- Pada tingkatan ini, kanker telah menyebar keluar dari jaringan kedalam kelenjar limfa lokal, namun belum menyerang organ tubuh lain. Perawatan untuk tingkat 3 ini ialah operasi pengangkatan bagian kolon yang terkena kanker dan menyambung dengan ujung lainnya (anastomosis). Biasanya operasi ini ditunjang dengan kemoterapi. Pada tingkatan ini, kanker telah menyebar keluar dari jaringan kedalam kelenjar limfa lokal, namun belum menyerang organ tubuh lain. Perawatan untuk tingkat 3 ini ialah operasi pengangkatan bagian kolon yang terkena kanker dan menyambung dengan ujung lainnya (anastomosis). Biasanya operasi ini ditunjang dengan kemoterapi.

21 Tingkatan Kanker Kolon (lanjutan) Stage 4- Stage 4- Tingkatan 4 merupakan tingkatan akhir dari kanker kolon. Kanker telah menyebar dan meluas ke daerah disekitar kolon. seperti rektum, kelenjar limfa, ovarium dan liver. Walaupun biasanya kanker pada tingkatan ini tidak dapat disembuhkan, operasi pengangakatan kanker masih disarankan. Kemoterapi dan/atau radiasi secara umum masih dilakukan untuk memperpanjang harapan hidup. Tingkatan 4 merupakan tingkatan akhir dari kanker kolon. Kanker telah menyebar dan meluas ke daerah disekitar kolon. seperti rektum, kelenjar limfa, ovarium dan liver. Walaupun biasanya kanker pada tingkatan ini tidak dapat disembuhkan, operasi pengangakatan kanker masih disarankan. Kemoterapi dan/atau radiasi secara umum masih dilakukan untuk memperpanjang harapan hidup.

22 Faktor Resiko Kanker kolon dapat tejadi pada segala umur namun umumnya terjadi pada umur 45 tahun keatas. Kanker kolon dapat tejadi pada segala umur namun umumnya terjadi pada umur 45 tahun keatas. Mempunyai riwayat penyakit Polip (walaupun yang bukan bersifat kanker), Mempunyai riwayat penyakit Polip (walaupun yang bukan bersifat kanker), Menderita Kanker di bagian tubuh lain. Menderita Kanker di bagian tubuh lain. Mempunyai silsilah yang menderita Kanker Kolon, terutama orang tua atau saudara kandung. Mempunyai silsilah yang menderita Kanker Kolon, terutama orang tua atau saudara kandung. Mempunyai riwayat peradangan. Mempunyai riwayat peradangan. Pola makan tinggi lemak namun rendah serat. Pola makan tinggi lemak namun rendah serat.

23 Faktor Resiko (lanjutan) Terlalu banyak mengonsumsi makanan hewani. Terlalu banyak mengonsumsi makanan hewani. Kurang berolahraga. Kurang berolahraga. Kegendutan. Kegendutan.

24 Gejala Utama Kanker Kolon Konstipasi berkelanjutan Konstipasi berkelanjutan Diare Diare Darah dalam feces Darah dalam feces Nyeri di bagian perut yang menahun Nyeri di bagian perut yang menahun

25 Perbedaan antara Kolon Normal dan Kolon yang Terkena Kanker

26 The Difference between a Normal Colon and a Colon with Cancer (Continued) Gambar kolon di sebelah kiri adalah normal dan gambar kolon disebelah kanan yang terkena kanker. Gambar kolon di sebelah kiri adalah normal dan gambar kolon disebelah kanan yang terkena kanker. Perhatikan perbedaannya. Perhatikan perbedaannya. Kolon normal memiliki luas penampang yang lebar, namun kolon yang terkena kanker terlihat lebih kecil karena penyempitan. Kolon normal memiliki luas penampang yang lebar, namun kolon yang terkena kanker terlihat lebih kecil karena penyempitan. Ada perbedaan warna yang tampak. Kolon normal terlihat berwarna kekuningan dan kolon yang terkena kanker lebih pucat. Ada perbedaan warna yang tampak. Kolon normal terlihat berwarna kekuningan dan kolon yang terkena kanker lebih pucat. Perhatikan bahwa kolon yang terkena kanker lebih banyak terlihat pembuluh kapilernya daripada kolon Perhatikan bahwa kolon yang terkena kanker lebih banyak terlihat pembuluh kapilernya daripada kolon

27 Operasi Kanker Kolon Operasi atau penyambungan kolon adalah mengangkat bagian kolon yang terkena kanker, dan menyambungnya kembali dengan bagian yang sehat (anastomosis). Operasi atau penyambungan kolon adalah mengangkat bagian kolon yang terkena kanker, dan menyambungnya kembali dengan bagian yang sehat (anastomosis). Sebanyak 15 persen dari pasien kanker kolon mengalami kegagalan dalam proses penyambungan usus setelah pengangkatan kanker. Pada kasus ini, perlu dilakukan kolostomi kepada pasien. Kolostomi adalah opersi pembukaan (stoma) melalui dinding perut kedalam kolon, yang merupakan lubang pembuangan kotoran tubuh. Kantong steril khusus digunakan untuk menampung kotoran tersebut. Sebanyak 15 persen dari pasien kanker kolon mengalami kegagalan dalam proses penyambungan usus setelah pengangkatan kanker. Pada kasus ini, perlu dilakukan kolostomi kepada pasien. Kolostomi adalah opersi pembukaan (stoma) melalui dinding perut kedalam kolon, yang merupakan lubang pembuangan kotoran tubuh. Kantong steril khusus digunakan untuk menampung kotoran tersebut.

28 Pencegahan Kanker Kolon Kanker kolon dapat dicegah dengan deteksi sejak dini. Kanker kolon dapat dicegah dengan deteksi sejak dini. Mengubah pola makan (lebihkan serat dan kurangi lemak) Mengubah pola makan (lebihkan serat dan kurangi lemak) Hindari rokok dan kurangi minuman alkohol. Hindari rokok dan kurangi minuman alkohol.

29 Kematian Akibat Kanker Kolon Dilihat dari Gender dan Etnis

30 Kematian Akibat Kanker Kolon Hampir 6% dari warga Amerika menderita kanker kolon dan 40% nya meninggal dunia. Hampir 6% dari warga Amerika menderita kanker kolon dan 40% nya meninggal dunia. Terdapat sedikitnya 134,000 kasus baru dan 55,000 penderitanya meninggal tiap tahunnya. Terdapat sedikitnya 134,000 kasus baru dan 55,000 penderitanya meninggal tiap tahunnya. 90% kematian terdapat pada umur lebih dari 45 tahun. 90% kematian terdapat pada umur lebih dari 45 tahun.

31 THE END


Download ppt "Ova Oktavina(080917011) Satrio Adhitioso(080917015) Osmalina Nur R(080917018) Betty Purnamasari(080917026) Cancer Education Slides KANKER DAN KANKER KOLON."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google