Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENERAPAN PSAK BERBASIS IFRS EFEKTIF SAMPAI DENGAN 2015.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENERAPAN PSAK BERBASIS IFRS EFEKTIF SAMPAI DENGAN 2015."— Transcript presentasi:

1 PENERAPAN PSAK BERBASIS IFRS EFEKTIF SAMPAI DENGAN 2015

2 Agenda Standar Akuntansi di Indonesia 1. Perkembangan PSAK sd Overview Perubahan PSAK 3.

3 Standar Akuntansi Untuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan yang relevan dan reliable (representational faitfullness) Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun Memudahkan auditor dalam mengaudit Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna Untuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan yang relevan dan reliable (representational faitfullness) Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun Memudahkan auditor dalam mengaudit Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda. Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna

4 Tujuan Laporan Keuangan 4 Laporan keuangan memberikan infomasi  posisi keuangan, kinerja perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggungjawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya Memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai. Laporan keuangan, Laporan Tahunan (Annual Reporting), Laporan Berkelanjutan (Sustainability Reporting), Laporan Terintegrasi (Integrated Reporting) – Tripple bottom line Laporan perusahaan

5 Laporan Keuangan Relevan dan Dapat Diandalkan Kompeten Kerangka Konseptual Independen Standar Akuntansi Berkualitas Laporan Keuangan yang Relevan dan dapat Diandalkan Kualitas Audit Pasar Modal yang efisien Keputusan yang tepat Informasi yang berkualitas Dampak informasi assimetri 1.Adverse selection 2.Moral hazard Standar Audit Manajemen Corporate Governance

6 Sejarah Standar Akuntansi Pra PAI 1973 PAI 1973 Harmonisasi IAS Konvergensi IFRS Konvergensi IFRS Desember 2008 Komitmen mendukung IFRS sebagai standar akuntansi keuangan global 8 Desember 2008 Komitmen mendukung IFRS sebagai standar akuntansi keuangan global Efektif 1 Januari 2012 Efektif 1 Januari 2012 Efektif 1 Januari 2015 Efektif 1 Januari 2015

7 Empat Pilar Standar Akuntansi Indonesia 7  IFRS hanya diadopsi PSAK full 2012, pada tahun 2013 dilakukan revisi beberapa standar dan ditambahkan standar baru 65, 66, 67, 68 yang akan efektif pada tahun 2015  SAK ETAP digunakan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik tidak signifikan.  DSAS telah mengeleluarkan 10 PSAK Syariah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik signifikan - SAK-ETAP Standar Akuntansi Syari’ah – SAK SyariahStandar Akuntansi Pemerintahan - SAP

8 SAK ETAP SAK ETAP: Standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik signifikan ETAP adalah entitas yang: – Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan – Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal. Menggunakan acuan IFRS untuk Small Medium Enterprises. Lebih sederhana antara lain: – Aset tetap, tidak berwujud menggunakan harga perolehan – Entitas anak tidak dikonsolidasi tetapi sebagai investasi dengan metode ekuitas. – Pajak menggunakan konsep pajak terutang bukan pajak tangguhan – Mengacu pada praktik akuntansi yang saat ini digunakan. Tahun 2011 perusahaan harus memilih menjadi menggunakan PSAK-IFRS atau PSAK-ETAP 8

9 PSAK SYARIAH Basis transaksi Digunakan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun non lembaga syariah Pengembangan dengan model PSAK umum namun berbasis syariah dengan acuan fatwa MUI PSAK 100 – PSAK PSAK 106 Akuntansi Musyarakah PSAK 107 Akuntansi Ijarah PSAK 108 Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah PSAK 109 Akuntansi Zakat, Infaq dan Shadaqoh PSAK 110 Akuntansi Sukuk PSAK 106 Akuntansi Musyarakah PSAK 107 Akuntansi Ijarah PSAK 108 Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah PSAK 109 Akuntansi Zakat, Infaq dan Shadaqoh PSAK 110 Akuntansi Sukuk PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah PSAK 102 Akuntansi Murabahah) Revisi 2013 PSAK 103 Akuntansi Salam PSAK 104 Akuntansi Istishna PSAK 105 Akuntansi Mudharabah PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah PSAK 102 Akuntansi Murabahah) Revisi 2013 PSAK 103 Akuntansi Salam PSAK 104 Akuntansi Istishna PSAK 105 Akuntansi Mudharabah

10 SAP Instansi Pemerintah menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan, PP 24 tahun 2005  PP 71 tahun 2010 Standar disusun oleh Komite Akuntansi Pemerintahan kemudian ditetapkan dengan PP Diterapkan untuk entitas pemerintah dalam menyusun LKPP dan LKPD: – instansi pemerintah pusat – Instansi pemerintah daerah – BLU dikonsolidasikan dengan LKP – menggunakan PSAP dan PSAK, – BUMN (sbg investasi pemerintah)  menggunakan PSAK Entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45 untuk pelaporan dan yang lain mengikuti PSAK / SAK ETAP. 10

11 PSAK – IFRS BASED Wajib diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti: Emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN. Dapat diterapkan oleh entitas lainya. Basis transaksi, bukan basis industri. Tujuan: memberikan informasi yang relevan bagi user laporan keuangan Indonesia melakukan adopsi penuh 1 Januari 2012 – tahap 1 Proses adopsi tahap kedua efektif 1 Januari

12 Pasca Konvergensi PSAK 2012 = IFRS (kecuali IFRS terbaru) Perbedaan IFRS dengan PSAK dijelaskan dalam Standar bagian depan. – Substansi / konseptual – Redaksional – Tanggal efektif Secara gradual, IFRS sudah diterapkan mengikuti pemberlakuan PSAK yang bersangkutan. Setelah konvergensi IFRS  PSAK akan berkembang dinamis mengikuti IFRS IFRS - PSAK 12

13 Mengapa IFRS Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai accounting standard. Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum. Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 : – “Strengthening Transparency and Accountability” Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkan kesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation  “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.” 13

14 Manfaat IFRS Meningkatkan daya banding laporan keuangan. Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan. Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”. 14

15 Karakteristik Standar ?? Principle Based : Judgment Dinamis Fair Value Lebih banyak Pengungkapan 15

16 Karakteristik IFRS IFRS menggunakan “Principles Base “ : – Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut. – Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi. – Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi. Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif IFRS secara dinamis akan berubah mengikuti perkembangan lingkungan bisnis dan kebutuhan informasi para pengguna. 16

17 “Judgment” IFRS = Principles Penerapan standard mengacu pada substansi ekonomi bukan bentuk hukumnya. Pemahaman underlying transaksi dan detail kontrak menjadi penting Pengajaran dengan menggunakan kasus  Ilustrasi  PT. A memiliki kontrak dengan PT. B untuk membeli semua produk yang dihasilkan. Produknya khusus dan hanya dapat dijual kepada PT. A. Kontrak meliputi jangka waktu 20 tahun. Kontrak tersebut menjamin bahwa PT. A membeli jumlah minimum produk B setiap tahun dengan harga yang telah ditentukan. Dari kontrak tersebut PT. B dapat memperoleh pengembalian modal dari investasi untuk memproduksi produk tersebut. 17

18 Dinamis IFRS membuka wawasan, bahwa mengajarkan akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar bukan teks book. Awareness terhadap standar akuntansi meningkat Materi pengajaran harus dinamis mengikuti perkembangan standar. IFRS sering berubah – Digunakan perusahaan banyak di negara sehingga kesulitan penerapan akan membuahkan kritik terhadap standar yang ada  perubahan – Perubahan lingkungan usaha Contoh  Pendapatan awalnya menggunakan konsep risk and reward, kemudian ditambahkan konsep present obligation. 18

19 “Fair value” IAS 41 Agriculture – Biological asset dinilai sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), baik pada pengakuan pertama maupun pada tanggal laporan. Perubahan harga diakui sebagai pendapatan pada periode berjalan. – Agriculture product dinilai nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), pada pengakuan pertama sebagai persediaan. Fair value adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.  Nilai wajar dapat menggunakan:  Tingkat 1 harga kuotasi pasar  Tingkat 2 Input selain harga kuotasian (dapat diobservasi)  Tingkat 3 Input yang bukan berdasar harga pasar  Perhitungan fair value : menentukan arus kas, tingkat suku bunga, Model opsi 19

20 Pengungkapan Lebih Banyak Ilustrasi laporan keuangan. Membaca dan membuat pengungkapan pengungkapan yang diinginkan oleh standar Judgment : apa yang perlu diungkapkan Ilustrasi laporan keuangan. Membaca dan membuat pengungkapan pengungkapan yang diinginkan oleh standar Judgment : apa yang perlu diungkapkan PSAK 60 – Instrumen keuangan Pengungkapan kualitatif : eksposure dan timbulnya risiko; tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko; perubahan dua hal tersebut. Pengungkapan kuantitatif: risiko kredit, aset keuangan yang melewati jatuh tempo/mengalami penurunan, agunan dan peningkatan kualitas kredit; risiko pasar; risiko likuiditas analisis sensitifitas; pengungkapan risiko pasar laiinnya. 20

21 Roadmap IFRS di Indonesia 21 IAS / IFRS dalam proses adopsi: a.IAS 41 Agriculture b.IFRIC 21 Levies c.IFRS 9 Financial Instrument Diskusi IFRS a.IFRS 4 Insurance Contract b.IFRS Revenue from Contract with Customers c.Leases d.Conceptual Framework – Reporting Entity FASE 1 FASE 2

22 PSAK 2013 & NOIFRSSTATUS 1IFRS 10: Consolidated Financial Statements PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian [1 Jan 2015] 2IFRS 11: Joint ArrangementsPSAK 66: Pengaturan Bersama [1 Jan 2015] 3IFRS 12: Disclosure of Interests in Other Entities PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain [1 Jan 2015] 4IFRS 13: Fair Value MeasurementPSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar [1 Jan 2015] 5IFRIC 18: Transfer of Assets from Customers ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan [1 Jan 2014] 6IFRIC 19: Extinguishing Financial Liabilities with Equity Instruments ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas [1 Jan 2014] 7IFRIC 20: Stripping Costs in the Production Phase of a Surface Mining ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka [1 Jan 2014]

23 PSAK 2013 & NOIFRSSTATUS 1IAS 1: Presentation of Financial Statements PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan [1 Jan 2015] 2IAS 19: Employee BenefitsPSAK 24: Imbalan Kerja [1 Jan 2015] 3IAS 27: Separate Financial StatementsPSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri [1 jan 2015] 4IAS 28: Investments in Associates and Joint Ventures PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama [1 Jan 2015] 5IAS 32: Financial Instruments: Presentation PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015] 6IAS 36: Impairment of AssetsPSAK 48: Penurunan Nilai Aset [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015] 7IAS 39: Financial Instruments: Recognition and Measurement (IFRS 9 eff 2018 belum diadopsi) PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015] 8IFRS 7: Financial Instruments: Disclosures PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015] 9IAS 12: Income TaxPSAK 46: Pajak Penghasilan [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015]

24 PSAK non IFRS 1.PSAK 28: Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian; 2.PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa; 3.PSAK 38: Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali; 4.PSAK 34 Kontrak Konstruksi 5.PSAK 44 Pendapatan Real Estate 6.PSAK 45: Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba; 7.ISAK 25: Hak atas Tanah 24

25 Perkembangan Setelah 1 Januari IFRS 9 Financial Instruments (efektif 1 Januari 2018) IFRS 14 Regulatory Deferral Accounts (efektif 1 Januari 2016) IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers (efektif 1 Januari 2017) IFRIC 21 Levies (efektif 1 Januari 2014) – dalam pertimbangan DSAK IAI Amandemen IAS 41 Agriculture (efektif 1 Januari 2016) IFRS terbaru: Amandemen IFRS 4 Insurance Contracts IFRS on Leases Amandemen dan penyesuaian IFRS lain Pembahasan IASB:

26 PSAK 26 NoIFRSPSAK 1IFRS 1First-time Adoption of International Financial Reporting Standards 2IFRS 2Share-Based PaymentPSAK 53Pembayaran Berbasis Saham (R2011) 3IFRS 3Business CombinationsPSAK 22Kombinasi Bisnis (revisi 2010) 4IFRS 4Insurance ContractsPSAK 62Kontrak Asuransi (revisi 2011) 5IFRS 5Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations PSAK 58Aset Tidak Lancar Yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan (revisi 2009) 6IFRS 6Exploration for and Evaluation of Mineral Resources PSAK 64Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral (R2011) 7IFRS 7Financial Instruments : DisclosurePSAK 60Instrumen Keuangan Pengungkapan (R2013) 8IFRS 8Operating SegmentsPSAK 5Segmen Operasi (revisi 2009) 9IFRS 9Financial Instrument – Juli 2014Belum diadopsi 10IFRS 10Consolidated Financial StatementPSAK 65Laporan Keuangan Konsolidasian 11IFRS 11Joint ArrangementPSAK 66Pengaturan Bersama 12IFRS 12Disclosure of Interest EntityPSAK 67Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain 13IFRS 13Fair ValuePSAK 68Pengurkuran Nilai Wajar

27 PSAK & ISAK 27 NoIFRSPSAK 1IFRIC 1Changes in Existing Decommissioning, Restoration and similar liabilities 2IFRIC 2Members’ Share in Co-operative Entities and Similar Instruments 3IFRIC 4Determining whether an arrangement contains a Lease ISAK 24Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang mengandung Bentuk Legal Sewa 4IFRIC 5Rights to Interests arising from Decommissioning, Restoration and Environmental rehabilitation Funds 5IFRIC 6Liabilities arising from Participating in a Specific Market – Water electrical and Electronic Equipment 6IFRIC 7Applying the Restatement Approach under IAS 29ISAK 19Penerapan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi 7IFRIC 10Interim Financial Reporting and Impairment ISAK 17Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai IFRIC 19 Extinguishing Financial Liabilities with Equity Instruments ISAK 28Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas IFRIC 20 Stripping Costs in the Production Phase of a Surface Mining ISAK 29Biaya Pengupasan Lapisan Tanah tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka, 8IFRIC 12Service Concession ArrangementsISAK 16Perjanjian Konsesi Jasa 9IFRIC 13Consumer Loyalty ProgrammesPSAK 10Program Loyalitas Pelanggan

28 PSAK & ISAK 28 NoIFRSPSAK 1IAS 1Presentation of Financial StatementsPSAK 1Penyajian Laporan Keuangan (revisi 2009)  Revisi IAS 2InventoriesPSAK 14Persediaan (revisi 2008) 3IAS 7Statement of Cash FlowsPSAK 2Laporan Arus Kas (revisi 2009) 4IAS 8Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors PSAK 25Kebijakan Akuntansi Perubahan estimasi Akuntansi, dan Kesalahan (revisi 2009) 5IAS 10Event after the reporting PeriodPSAK 8Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan(revisi 2010) 6IAS 11Construction ContractsPSAK 36Kontrak Konstruksi (revisi 2011) 7IAS 12Income TaxesPSAK 46Pajak Penghasilan - (revisi 2013) 8IAS 16Property, Plant and EquipmentPSAK 16Aset Tetap(revisi 2007) 9IAS 17LeasesPSAK 30Sewa (revisi 2007) 10IAS 18RevenuePSAK 23Pendapatan (revisi 2010) 11IAS 19Employee BenefitsPSAK 24Imbalan Kerja (revisi 2010)  Revisi IAS 20Accounting for Governance Grants and Disclosure of Government Assistance PSAK 61Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah(revisi 2011)

29 PSAK & ISAK 29 NoIFRSPSAK 13IAS 21The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates PSAK 10Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (revisi 2010) 14IAS 23Borrowing CostsPSAK 26Biaya Pinjaman (revisi 2009) 15IAS 24Related Party DisclosuresPSAK 7Pengungkapan Pihak Berelasi (revisi 2009) 16IAS 26Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans PSAK 18Akuntansi Dana Pensiun (revisi 2011) 17IAS 27Consolidated and Separate Financial Statement PSAK 4Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (revisi 2009)  Revisi 2013 Laporan Keuangan Tersendiri 18IAS 28Investment in AssociatesPSAK 15Investasi Asosiasi (revisi 2009)  Revisi 2013 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama 19IAS 29Financial Reporting in Hyperinflationary Economies PSAK 63Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi (revisi 2010) 20IAS 31Interests in Joint VenturesPSAK 12Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama (revisi 2009) 21IAS 32Financial Instruments: PresentationPSAK 50Instrumen Keuangan Penyajian (revisi 2013) 22IAS 33Earnings per SharePSAK 56Laba per Saham (revisi 2009) 23IAS 34Interim Financial ReportingPSAK 3Laporan Keuangan Interim (revisi 2010) 24IAS 36Impairment of AssetsPSAK 48Penurunan Nilai - (revisi 2013)

30 PSAK & ISAK 30 NoIFRSPSAK 25 IAS 37Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets PSAK 57Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi (revisi 2009) 26 IAS 38Intangible AssetsPSAK 19Aset Tidak Berwujud (revisi 2010) 27 IAS 39Financial Instruments: Recognition and Measurement PSAK 55Instrumen keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (revisi 2013) 28 IAS 40Investment PropertyPSAK 13Properti Investasi (revisi 2007) 29 IAS 41Agriculture 30 SIC 12Consolidation – Special Purpose EntitiesISAK 7Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus (revisi 2009) 31 SIC 13Jointly Controlled Interest – non Monetary Contribution by Ventures ISAK 11Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer 32 SIC 15Operating Leases – IncentivesISAK 19Sewa Operasi – Insentif 33 SIC 21Income Taxes – Recovery of Revalued non Depreciable Assets 34 SIC 27Evaluating the Substance Transaction in the Legal Form of Lease ISAK 8Transaksi Mengandung Sewa 35 SIC 32Intangible Assets – Website CostsISAK 14Biaya Situs Web 36 ISAK 21Perjanjian Konstruksi Real Estate

31 Perkembangan Setelah 1 Januari IFRS 9 Financial Instruments (efektif 1 Januari 2018) IFRS 14 Regulatory Deferral Accounts (efektif 1 Januari 2016) IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers (efektif 1 Januari 2017) IFRIC 21 Levies (efektif 1 Januari 2014) – dalam pertimbangan DSAK IAI Amandemen IAS 41 Agriculture (efektif 1 Januari 2016) IFRS terbaru: Amandemen IFRS 4 Insurance Contracts IFRS on Leases Amandemen dan penyesuaian IFRS lain Pembahasan IASB:

32 KERANGKA KONSEPTUAL PENYAJIAN DAN

33 Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Konsep dasar yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai ekternal Tujuan menjadi acuan bagi: – Penyusun standar akuntansi keuangan dalam pelaksanaan tugasnya – Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan – Auditor dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum – Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan 33

34 ISI – KDP2LK Tujuan laporan keuangan Asumsi Dasar Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan Unsur Laporan Keuangan Pangakuan Unsur Laporan Keuangan Pengukuran Unsur Laporan Keuangan Konsep modal serta pemeliharaan modal 34

35 35 Kerangka Konseptual menurut PSAK

36 Conceptual framework – US GAAP 36

37 Conceptual framework – US GAAP 37

38 CONCEPTUAL FRAMEWORK - IFRS Presently, the Conceptual Framework is comprises of the following. Chapter 1: The Objective of General Purpose Financial Reporting Chapter 2: The Reporting Entity (not yet issued) Chapter 3: Qualitative Characteristics of Useful Financial Information Chapter 4: The Framework, comprised of the following: 1.Underlying assumption—the going concern assumption; 2.The elements of financial statements; 3.Recognition of the elements of financial statements; 4.Measurement of the elements of financial statements; and 5.Concepts of capital and capital maintenance. LO 2

39 Three levels: Overview of the Conceptual Framework CONCEPTUAL FRAMEWORK  First Level = Objectives of Financial Reporting  Second Level = Qualitative Characteristics and Elements of Financial Statements  Third Level = Recognition, Measurement, and Disclosure Concepts. LO 2

40 First level The "why"—purpose of accounting Second level Bridge between levels 1 and 3 Third level The "how"— implementation ASSUMPTIONS 1.Economic entity 2.Going concern 3.Monetary unit 4.Periodicity 5.Accrual PRINCIPLES 1.Measurement 2.Revenue recognition 3.Expense recognition 4.Full disclosure CONSTRAINTS 1.Cost OBJECTIVE Provide information about the reporting entity that is useful to present and potential equity investors, lenders, and other creditors in their capacity as capital providers. ELEMENTS 1.Assets 2.Liabilities 3.Equity 4.Income 5.Expenses QUALITATIVE CHARACTERISTICS 1.Fundamental qualities 2.Enhancing qualities

41 ILLUSTRATION 2-2 Hierarchy of Accounting Qualities SECOND LEVEL: FUNDAMENTAL CONCEPTS LO 4

42 OVERVIEW STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

43 PERUBAHAN PSAK 1 TAHUN 2013 Judul Laporan Laba Rugi Komprehensif menjadi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain. Informasi komparatif minimun dan tambahan Pemisahan penghasilan komprehensif lain termasuk juga pajak terkait : – Akan direklasifikasi ke laporan laba rugi periode berikutnya – Tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi. Tambahan definisi : Laba rugi, Pemilik, material, Penyesuaian Reklasifikasi, tidak praktis, Total penghasilan Komprehensif Sinkronisasi dengan terbitnya PSAK lain: – PSAK 65 Konsolidasian, PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri – PSAK 15 Investasi pada Asosiasi dan Ventura Bersama – PSAK 68 43

44 Laporan Keuangan PSAK 1  Penyajian Laporan Keuangan – Komponen – Tanggung jawab laporan keuangan Identifikasi laporan keuangan  Laporan Posisi Keuangan  Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain  Laporan Perubahan Ekuitas  Laporan Arus Kas  Catatan atas Laporan Keuangan Karakteristik umum  Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK  Kelangsungan usaha  Dasar akrual  Material dan agregasi  Saling hapus  Frekuensi pelaporan  Informasi komparatif  Konsistensi penyajian 44

45 Tujuan Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas. 45  Tujuan laporan keuangan : – memberikan informasi mengenai: – posisi keuangan, – kinerja keuangan – arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

46 Komponen Laporan Keuangan a.laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode; b.laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode; c.laporan perubahan ekuitas selama periode; d.laporan arus kas selama periode; e.catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lain; dan ea informasi komparatif untuk mematuhi periode sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraf 38 dan 38A f.laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif sebelumnya yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos- pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya sesuai dengan paragraf 40A-40D.

47 Karakteristik Umum – Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK Menyebutkan secara explisit kepatuhan terhadap SAK Kepatuhan terhadap PSAK memberikan pemahaman yang salah (kondisi jarang terjadi)  tidak sesuai PSAK – Kelangsungan usaha Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, mengungkapkan fakta jika terjadi pelanggaran asumsi – Dasar akrual – Material dan agregasi – Saling hapus  Tidak boleh kecuali disyaratkan atau diizinkan suatu PSAK – Frekuensi pelaporan  Tahunan – Informasi komparatif  Periode sebelumnya – Konsistensi penyajian  Penyajian dan klasifikasi 47

48 Kebijakan Akuntansi Dasar Penyusunan Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian adalah dasar akrual. Saling Hapus Antar Aset Keuangan dan Saling Hapus Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika dan hanya jika: – saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan – berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. 48

49 Ilustrasi Penerapam PSAK 1 R Referensi : PSAK 1

50 Ilustrasi Penerapam PSAK 1 R Referensi : PSAK 1

51 Ilustrasi Penerapam PSAK 1 R Referensi : Laporan Tahunan Petronas 2013

52 Ilustrasi Penerapan PSAK 1 R Referensi : Laporan Tahunan BP 2014

53 Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Nama menjadi Laporan Posisi Keuangan (Neraca), tambahan neraca untuk sinkronisasi dengan regulasi di Indonesia Perubahan definisi-definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interest) Penyajian kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba  LK konsolidasian Laporan keuangan awal periode (dr periode sajian) untuk penyajian retroaktif  perubahan kebijakan dan koreksi kesalahan Minimum line item Penyajian Neraca – Properti Investasi – Investasi dengan menggunakan metode ekuitas – Aset yang dimiliki untuk dijual – dll Urutan penyajian laporan keuangan dalam ilustrasi menurut PSAK 1 berbeda dengan IAS 1 (Aset tidak lancar di atas) 53

54 Laporan Posisi Keuangan 54

55 Laporan Laba Rugi Komprehensif Laporan Laba rugi  Laporan Laba Rugi Komprehensif. Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi. Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat Penyajian “pos luar biasa / extraordinary item” tidak diperkenankan lagi Minimum line item : Pendapatan, Biaya keuangan, Beban pajak, pendapatan investasi asosiasi, Penghasilan komprehensif lain, dll Penghasilan komprehensif: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi. Alternatif penyajian laporan tunggal atau dua laporan 55

56 Pendapatan komprehensif: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi – Selisih revaluasi aset tetap – Perubahan nilai investasi available for sales – Dampak translasi laporan keuangan Dalam dua laporan : – Laba sebelum laba komprehensif – Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih Laporan laba rugi komprehensif

57 PSAK 2: LAPORAN ARUS KAS Informasi arus kas entitas berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan entias dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan kas entitas untuk menggunakan arus kas tersebut. Laporan arus kas menggambarkan perubahan historis dalam kas dan setara kas yang diklasifikasikan atas aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode 57

58 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Metode yang dapat digunakan: – Metode langsung  kelompok utama dari penerimaan dan pengeluaran kas bruto diungkapkan; – Metode tidak langsung  laba disesuaikan dengan mengoreksi transaksi non kas, penangguhan atau akrual dan unsur penghasilan/beban yang terkait aktivitas investasi dan pendanaan. Dianjurkan melaporkan dengan metode langsung  informasi yang lebih berguna ETAP  metode tidak langsung 58

59 Laporan Arus Kas Arus kas bunga dan dividen diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasikan secara konsisten. – Beban bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau pendanaan (alternatif) – Pendapatan bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau investasi (alternatif) – Dividen yang dibayarkan dapat disajikan sebagai arus kas pendanaan atau operasi (alternatif) – Pendapatan dividen dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau investasi (alternatif) Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan diungkapkan secara terpisah. Perubahan nilai tukar dilaporkan dalam LAK untuk merekonsiliasi saldo awal dan akhir kas dan setara kas 59

60 Laporan Arus Kas 60

61 Laporan Perubahan Ekuitas 61

62 PSAK 3 : Laporan Interim Laporan keuangan interim: laporan keuangan, baik laporan keuangan lengkap atau laporan keuangan ringkas untuk suatu periode interim. LK Interim dapat disajikan secara lengkap atau ringkas Komponen Minimal Laporan Interim – Laporan posisi keuangan ringkas – Laporan laba rugi komprehensif ringkas. Kebijakan akuntansi yang sama dalam laporan keuangan tahunan diterapkan dalam laporan keuangan interim, kecuali untuk perubahan kebijakan akuntansi yang dilakukan setelah tanggal laporan keuangan tahunan terkini. Untuk laporan posisi keuangan, komparasi dengan laporan keuangan tahun sebelumnya, bukan interim tahun sebelumnya 62

63 PSAK 3 : Laporan Interim 63

64 PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi  Mengapa perlu ?? 64 Laporan Posisi Keuangan Dan Laba Rugi Transaksi dan Saldo Dipengaruhi Keberadaan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Komitment dengan pihak tersebut

65 PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi Identifikasi hubungan dan transaksi dengan pihak- pihak berelasi Identifikasi saldo, komitmen antara entitas dengan pihak-pihak berelasi. Menentukan pengungkapan yang diperlukan baik untuk LK konsolidasian, tersendiri, yang disajikan individual. – Pengungkapan atas sifat hubungan – Nilai transaksi, saldo  terkait pihak berelasi 65

66 Pihak Berelasi 66 a.Pihak-pihak Berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas tertentu dalam menyiapkan laporan keuangannya. b.Pihak berelasi  substansi hubungan tidak hanya dalam bentuk hukum c.Pihak berelasi  Orang / anggota keluarga terdekat jika memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor, memiliki pengaruh signifikan, personel manajemen kunci.  Suatu entitas terkait dengan entitas pelapor jika (salah satu);  anggota dari kelompok usaha sama  Entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain  Ventura bersama dari pihak ketiga yang sama  Program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.  Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a).  Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan

67 Ilustrasi Pengungkapan Pihak Berelasi 67 Transaksi-transaksi pihak berelasi d. Related party transactions Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

68 Ilustrasi Pengungkapan Pihak Berelasi 68

69 PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diototisasi untuk terbit Peristiwa setelah periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian adalah peristiwa yg memberikan bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian adalah peristiwa yang mengindikasikan kondisi setelah periode pelaporan Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit adalah tanggal laporan keuangan sudah final – Laporan keuangan diaudit : tanggal laporan auditor – Laporan keuangan tidak diaudit : tanggal laporan keuangan selesai disusun manajemen 69

70 PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan 70

71 Ilustrasi PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan PERISTIWA SETELAH TANGGAL PERIODE PELAPORAN (ANTM 2013) – Pada tanggal 12 Februari 2014 Perusahaan telah melakukan penarikan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk sebesar AS$ yang akan jatuh tempo pada 12 Mei 2014 dengan suku bunga yang ditentukan adalah 2% per tahun. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN (PLN 2012) – Pada tanggal 23 Januari 2013, PJBS membeli 92% saham PT Mitra Karya Prima (MKP) dengan biaya perolehan sebesar Rp juta. – Pada tanggal 23 Januari 2013, PT Haleyora Power (HP) membeli 90% saham PT Mitra Insan Utama dengan biaya perolehan sebesar Rp juta. – Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 30 Tahun 2012, tanggal 21 Desember 2012, tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara, ditetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari

72 Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25 Kebijakan akuntansi harus menjelaskan pengakuan, pengukuran dan penyajian. Ketika SAK spesifik berlaku, kebijakan akuntansi harus tunduk pada PSAK dan mempertimbangkan panduan aplikasi, jika tidak ada, menggunakan pertimbangan manajemen. Perubahan kebijakan akuntansi tidak diperkenankan kecuali dipersyaratkan PSAK atau menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal dan relevan. Jika ada tidak ada ketentuan transisi perubahan kebijakan diterapkan secara retrospektif, kecuali tidak praktis Penerapan retrospektif suatu perubahan kebijkan akuntansi baru adalah koreksi pengakuan, pengukuran, transaksi, peristiwa dan kondisi lain seolah-olah kebijakan tersebut telah diterapkan. Ketika entitas belum menerapkan suatu PSAK baru yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, maka entitas mengungkapkan fakta dan iformasi relevan atas dampak penerapan PSAK tersebut. 72

73 Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25 Estimasi akuntansi mungkin perlu direvisi jika terjadi perubahan keadaan yang menjadi dasar estimasi atau akibat informasi baru atau tambahan pengalaman. Perubahan estimasi akuntansi adalah: Penyesuaian jumlah tercatat yang berasal dari penilaian status kini, dan ekspektasi manfaat masa depan dan kewajiban yang terkait dengan, aset dan liabilitas. Dampak perubahan estimasi akuntansi, diakui secara prospektif dalam laporan laba rugi pada: a)Periode perubahan, jika dampak perubahan hanya pada periode itu; atau b)Periode perubahan dan periode mendatang, jika perubahan berdampak pada keduanya. Kesalahan dapat timbul dalam pengakuan, pengukuran, penyajian atau pengungkapan unsur-unsur laporan keuangan. Entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu secara retrospektif pada laporan keuangan lengkap pertama yang diterbitkan setelah ditemukannya dengan: a)Menyajikan kembali jumlah komparatif untuk periode lalu atau b)Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian paling awal, maka menyajikan kembali untuk periode lalu sajian paling awal 73

74 Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25 Berdasarkan surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. S-2366/BL/2009 tertanggal 30 Maret 2009, penyediaan tenaga listrik oleh IPP kepada Perusahaan dan entitas anak termasuk dalam kategori perjanjian pelaksanaan jasa publik ke swasta, yang dikecualikan dari penerapan ISAK 8, sampai DSAK–IAI menerbitkan interpretasi standar akuntansi yang spesifik mangatur transaksi tersebut. Selanjutnya, sesuai dengan surat manajemen tanggal 22 Desember 2011 kepada Ketua Bapepam-LK, manajemen telah memutuskan untuk menerapkan ketentuan ISAK 8, sesuai dengan PSAK 30 (revisi 2011), terhadap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik mulai tanggal 1 Januari Perusahaan dan entitas anak menerapkan ISAK 8 secara restrospektif, pengaruh perubahan tersebut menyebabkan penyajian kembali pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan (Catatan 58). 74 PLN LK tahun 2012

75 Segmen Operasi – PSAK 5 75 Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi. Penyusunan laporan keuangan didasarkan pada perspektif kebutuhan informasi oleh pihak eksternal Penyusunan laporan keuangan didasarkan pada perspektif kebutuhan informasi oleh pihak internal

76 Segmen Operasi Segmen operasi adalah komponen dari entitas: – Terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, – Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk alokasi sumber daya dan menilai kinerja, dan – Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan Pengungkapan: – Jika tidak memenuhi ambang batas dapat dipertimbangkan (10% pendapatan, laba rugi atau aset)  jika manjemen percaya informasi tersebut berguna bagi pengguna. – Yang tidak memenuhi ambang batas dapat digabung jika memenuhi kriteria agregasi. – Jika yang dilaporkan kurang dari 75% dari pendapatan entitas  tambahan segmen diidentifikasi (walau tidak memenuhi kriteria). – Segmen operasi lain yang tidak dilaporkan digabungkan dan diungkapkan dalam kategori “semua segmen lain”. 76

77 Ilustrasi Segmen 77 Pelaporan segmen ad. Segment reporting Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.

78 Informasi Laporan Segmen SC Mobil Rp Kapal bermotor Rp Perangk at lunak Rp Elektro nika Rp Keuang an RpLain RpTotal Rp Pendapatan dari pelanggan eksternal3,0005,0009,50012,0005,0001,000(a)35,500 Pendapatan antar segmen--3,0001,500--4,500 Pendapatan bunga ,0001,500--3,750 Beban bunga ,100--2,750 Pendapatan bunga neto (b)----1,000- Penyusutan dan amortisasi ,5001,100-2,950 Laba segmen dilaporkan , ,070 Unsur nonkas material lainnya Aset segmen dilaporkan2,0005,0003,00012,00057,0002,00081,000 Belanja untuk aset tidak lancar segmen dilaporkan ,900 Liabilitas Segmen dilaporkan1,0503,0001,8008,00030,000-43,850 78

79 PSAK 10 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing Entitas menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang fungsionalnya. – Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi – Mata uang asing : mata uang selain mata uanng fungsional Akuntansi transaksi dan saldo dalam mata uang asing, kecuali transaksi dan saldo derivatif (PSAK 55) Menjabarkan hasil dan posisi keuangan dari kegiatan usaha luar negeri yang termasuk dalam laporan keuangan entitas secara konsolidasi, proporsional atau metode ekuitas. Menjabarkan hasil dan posisi keuangan suatu entitas ke dalam mata uang penyajian. – Translasi – Remeasurement 79

80 PSAK 56 : Laba Per Lembar Saham Menetapkan teknik perhitungan, penyajian, dan pengungkapan LPS. Meningkatkan daya banding kinerja antar perusahaan dan antar periode. 80 LPS Dasar= Laba Bersih Residual Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa LPS Dasar= Laba Bersih Residual Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa EPS Laba Bersih Residual Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa Laba Bersih Residual Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa Penyesuaian atas Efek berpotensi saham biasa yang dilutif = +/+ atau -/- LPS Dasar LPS Dilusian

81 PSAK 56 : Laba Per Lembar Saham 81

82 PT. Melati memiliki income sebesar untuk tahun 2014 dan rata-rata jumlah lembar saham beredar saham. Perusahaan memiliki dua obligasi konversi. Obligasi 6% dengan nilai total yang dapat dikonversi menjadi saham biasa. Bunga terkait dengan utang obligasi tersebut sebesar Obligasi 7% dijual dengan total pada 1 april 2014 dan dapat dikonversi menjadi saham. Bunga terkait dengan obligasi tersebut untuk tahun 2014 sebesar EPS Dasar / = 2.1 Ilustrasi Laba Per Lembar Saham

83 LO 7 Compute earnings per share in a complex capital structure. Menghitung Diluted EPS, dimulai dari EPS Dasar 2, = x (1 – 0,40) Basic EPS = 2,10 Pengaruh LPS= 1, $80,000 x (1 – 0,40) x 9/ Pengaruh LPS = 1,50 LPS Dilusian = 1,97 6% Debentures7% DebenturesBasic EPS Ilustrasi Laba Per Lembar Saham

84 84 Instrumen Keuangan 50,55,60 Definisi dan klasifikasi Pemisahan liabilitas keuangan dan ekuitas Akuntansi untuk instrumen keuangan majemuk. Akuntansi untuk penarikan saham dan saham treasury Saling hapus atas aset dan liablitas Definisi, klasifikasi dan reklasifikasi Pengakuan dan penghapusan Pengukuran setelah pengakuan awal Akuntansi untuk derivarif untuk diperdagangkan dan hedging. Instrumen Keuangan IAS 32 IAS 39IFRS 7 PSAK 50 PSAK 55PSAK 60  Pengungkapan instrumen keuangan dan risiko

85 Klasifikasi Instrumen Keuangan 85 Definisi Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain Kewajiban kontraktual Kas Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Hak kontraktual Instrumen ekuitas entitas lain Aset Keuangan Liabilitas keuangan kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas Ekuitas Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah ikurangi dengan seluruh kewajibannya

86 86 Instrumen Keuangan setiap kontrak yang menambah nilai: ► aset keuangan entitas, dan (disisi lain) ► kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain. ► Aset Keuangan  Kas  Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain  Hak kontraktual: untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung; atau  Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas nonderivatif derivatif ► Kewajiban Keuangan  Kewajiban kontraktual: untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas;  kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: non derivatif; atau derivatif

87 Jenis Instrumen Keuangan 87 Instrumen Keuangan Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Instrumen Ekuitas Instrumen Derivatif Instrumen Lindung Nilai Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Investas dimiliki hingga jatuh tempo Pinjaman diberikan dan Piutang Aset keuangan tersedia untuk dijual Liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kewajiban Lainnya Instrumen Ekuitas Biasa Instrumen Ekuitas Majemuk Instrumen Ekuitas Sinstesis Derivatif Biasa Derivatif Melekat Atas Nilai Wajar Atas Arus Kas Atas Investasi Neto pada Operasi Luar Negeri

88 ► Instrumen keuangan diukur pada pengakuan awal sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi kecuali untuk instrumen yang diukur dengan menggunakan nilai wajar. ► Penghapusan (derecognition) aset keuangan didasarkan atas kombinasi “risk and reward” dan pendekatan pengendalian. Evaluasi atas risk and reward diakukan sebelum evaluasi atas transfer pengendalian ► Pengakuan gain/loss atas penghapusan (extinguishment) liabilitas keuangan ketika utang baru diterbitkan memiliki persyaratan (term) yang berbeda dengan utang lama. ► Restrukturisasi utang yang menyebabkan modifikasi substansial term dapat menghasilkan gain/loss pada saat penerbitan liabilitas baru. 88 PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

89 Harga pasar atas aset yang dimiliki atau liabilitas yang akan diterbitkan adalah harga penawaran(bid price) dan untuk aset yang akan dibeli atau liabilitas yang dimiliki adalah harga permintaan (asking price). Pengukuran instrumen keuangan sebesar nilai amortisasi, premium dan diskon dimartisasi dengan menggunakan effective interest rate. Aturan tainting atas held to maturity investment, pembatasan selama 2 tahun tidak boleh melakukan transfer antar kategori investasi. 89

90 PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran ► Bukti obyektif atas penurunan nilai aset keuangan dan penilaiannya dilakukan setiap tanggal laporan keuangan. ► Penilaian penurunan nilai dilakukan secara individu dan kolektif ► Pembalikan atas penurunan atas piutang, investasi HTM dan AFS instrumen utang dapat dilakukan jika memenuhi kriteria. ► Reklasifikasi menjadi atau keluar dari FVPL dilarang yang didesain untuk tujuan hedging 90

91 Kas dan Piutang – PSAK 50 & 55 Pada pengakuan awal menggunakan nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung:  Dibebankan untuk aset keuangan atau kewajiban keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan menambah nilai perolehan untuk lainnya Pengukuran aset keuangan Nilai wajar Biaya diamortisasi Biaya (penggunaan terbatas hanya jika nilai wajar tidak dapat ditentukan) Penyisihan piutang  mengikuti aturan penurunan nilai instrumen keuangan, berdasarkan bukti obyektif pada tanggal neraca. Reklasifikasi antar instrumen mengikuti aturan tainting rule. Derecognition kombinasi pendekatan risk & reward dan control. Evaluasi atas risk and reward dilakukan terlebih dahulu setelah itu baru transfer of control. 91

92 AK 2 – Liabilitas Jangka Panjang & Investasi Alokasi nilai buku atas utang dan ekuitas untuk gabungan instrumen keuangan, utang ditentukan lebih dahulu. Klasifikasi investasi nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value to Profit and Loss) Penggunaan metode bunga untuk amortisasi Pengungkapan atas risiko dari instrumen keuangan Pembelian treasury shares diperlakukan sebagai perubahan ekuitas sehingga tidak ada gain/loss diakui. Pengakuan gain/loss dari penarikan intrument keuangan utang ketika utang baru memiliki term yang berbeda dengan utang lama. 92

93 93 Pengukuran Awal Aset dan Kewajiban Keuangan Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Nilai wajar (biaya transaksi expense) Tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Nilai wajar ditambah Biaya Transaksi (biaya transaksi dikapitalisasi)

94 Pengukuran Selanjutnya Klasifikasi Neraca Biaya Transaksi Keuntung an atau Kerugian Nilai Wajar Bunga dan Dividen Penuruna n Nilai Pembalika n Penuruna n Nilai FVTPL Nilai wajarDibebankanLaba atau rugi By default HTM Biaya Diamortisasi Dikapitalisasi - Laba rugi Laba rugi Laba rugi Pinjaman Diberikan dan Piutang Biaya diamortisasi Dikapitalisasi - Laba rugi Laba rugi Laba rugi

95 Pengukuran Selanjutnya Klasifikasi Jenis / Biaya Transaksi Laporan Posisi Keuangan Keuntungan atau Kerugian Nilai Wajar Bunga dan Dividen Penurunan Nilai Pemulihan Penurunan Nilai AFS Utang/ Dikapitalisasi Nilai wajar Pendapatan komprehensif lain* Laba Rugi Ekuitas/ Dikapitalisasi Nilai wajar Pendapatan komprehensif lain* Laba Rugi Pendapatan komprehensif lain Ekuitas: Tidak dapat diukur secara andal/ Dikapitalisasi Harga perolehan - Laba Rugi - * Dibebankan ke laba rugi saat pelepasan atau terjadi penurunan nilai

96 Transfer / Reklasifikasi Diijinkan jika ada perubahan intensi. HTM AFS FVTPL Diijinkan namun harus memenuhi TAINTING RULE Loans & Receivable Situasi yang langka

97 Suku bunga efektif Suku bunga yang menyamakan antara nilai awal aset dengan nilai kini dari pembayaran yang diterima di masa mendatang. Nilai awal aset keuangan termasuk biaya transaksi dan biaya lain terkait dengan perolehan/penerbitan aset/liabilitas keuangan Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan suku bunga yang ditetapkan. Suku bunga efektif digunakan untuk mengitung amortisasi premium atau diskon 97

98 Pinjaman dan Piutang Biaya Transaksi dan provisi biaya transaksi / provisi merupakan biaya yang dikeluarkan terkait dengan suatu kredit kredit yang diberikan pinjaman yang diberikan kepada peminjam sebesar nilai nominal pinjaman, namun yang dicatat oleh pemberi pinjaman adalah : – pokok pinjaman – Ditambah biaya yang secara langsung dikeluarkan peminjam – Dikurangi dengan provisi (biaya yang ditanggung oleh penerima kredit) 98

99 Ilustrasi Provisi 99 Enitas A memberikan pinjaman Rp bunga 8%, tahunan. Bunga sebesar 8% kali total pinjaman dibayarkan setiap akhir tahun dan pokok dilunasi pada akhir tahun ketiga. Entitas A membebankan provisi 4%, yang dipotong dari pinjaman yang diberikan Jumlah pinjaman yang diberikan / diterima sebesar dikurang 4% = Dihitung ulang bunga efektif. Tingkat bunga yang menyamakan nilai kini kas yang akan diterma dengan nilai pinjaman

100 Ilustrasi Provisi Dengan provisi 4% 576,000 Pembayaran PV % 1 48,000 43, ,000 39, ,000 36, , , ,000 Tingkat suku bunga efektif lebih besar karena nilai uang yang diberikan lebih kecil. Perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari pokok Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9,59708%. Tingkat suku bunga efektif lebih besar karena nilai uang yang diberikan lebih kecil. Perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari pokok Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9,59708%.

101 Ilustrasi Provisi… Lanjutan 101 Piutang Kas (sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat sebesar dan dikurangi diskon sebesar 4.000) Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Pendapatan bunga dihitung dari bunga efektif Piutang Kas (sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat sebesar dan dikurangi diskon sebesar 4.000) Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi Kas Pinjaman yang diberikan Pendapatan bunga Pendapatan bunga dihitung dari bunga efektif

102 Impairment of Financial Assets Measured at Amortized Cost Procedures for assessing impairment (IAS 39: 63-65) IndividuallyCollectively Test for impairment for Financial Assets Individually SignificantNot Individually Significant Individually 102 FailPassFailPass Collectively tested with similar credit risk

103 Penurunan Nilai – Konsep Umum 103 Pada setiap pelaporan aset keuangan harus dievaluasi apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai Jika terdapat bukti objektif maka akan diakui kerugian penurunan nilai Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau lebih peristiwa setelah pengakuan awal yang merugikan dan berdampak pada arus kas di masa depan

104 Kesulitan keuangan signifikan pihak peminjam Pelanggaran kontrak seperti terjadi penundaan pembayaran bunga maupun pokok Pihak pemberi pinjaman memberikan kelonggaran akibat kesulitan keuangan yang dialami peminjam Peminjam dinyatakan pailit oleh pengadilan Memburuknya kondisi ekonomi yang menyebabkan kemampuan membayar turun 104 Penurunan Nilai – Konsep Umum

105 terdapat bukti objektif kerugian diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan Tingkat diskonto  suku bunga efektif yang berlaku pada saat pengakuan awal dari aset tersebut Nilai tercatat aset keuangan dikurangi: langsung/pencadangan Kerugian diakui dalam laporan laba rugi 105 Penurunan Nilai – Konsep Umum

106 PSAK 60 – Instrumen Keuangan Pengungkapan Secara lebih tegas mensyaratkan Entitas harus untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan. – Pengungkapan hirarki nilai wajar  Tingkat 1 harga kuotasi pasar  Tingkat 2 Input selain harga kuotasian (dapat diobservasi)  Tingkat 3 Input yang bukan berdasar harga pasar – Jenis dan tingkat risiko yang timbul dari instrumen keuangan – Pengungkapak kualitatif (ekposure timbulnya risiko, tujuan, kebijak dan proses pengelolaan risiko) – Pengungkapan kuantatif (risiko kredit, risiko likuiditas, analisa sensitivitas) 106

107 Pengungkapan dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain Keuntungan dan kerugian neto atas semua klasifikasi instrumen keuangan Total penghasilan bunga dan total bunga yang dihitung dengan suku bunga efektif Penghasilan dan beban imbalan yang timbul dari FVPL dan aktivitas wali amanah Penghasilan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai yang diakru Jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelas aset keuangan Pos penghasilan, Beban dan Penghasilan Komprehensif lain

108 Pengungkapan Lain Kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan Kebijakan akuntansi Deskripsi setiap jenis lindung nilai Deskripsi instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan nilai wajarnya Jenis risiko yang dilindung nilai Akuntansi Lindung Nilai Untuk setiap kelas aset keangan dan liabilitas keuangan entitas mengungkapkan nilai wajar dari kelas aset dan liabilias keuangan tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk membandingkan dengan jumlah tercatatnya. Nilai wajar

109 Ilustrasi – Pengungkapan Jenis 109 Sumber : LK Pertamina 2012

110 Ilustrasi – Kebijakan Manajemen Risiko Risiko keuangan – Risiko usaha  kendali pemerintah, patungan, kontraktor, cadangan, penetapan harga oleh pemerintah – Risiko keuangan  Risiko pasar  risiko nilai tukar mata uang asing, harga komoditi – analisis sensitivitas Risiko kredit  umur piutang, informasi penurunan nilai, rating utang yang dimiliki Risiko likuiditas Manajemen Modal – Kebijakan dewan direksi adalah untuk mempertahankan basis modal yang kuat untuk menjaga keyakinan investor, kreditur dan pasar, dan untuk mempertahankan perkembangan bisnis di masa yang akan datang. Nilai wajar 110 Sumber : LK Pertamina 2012

111 Ilustrasi – Analisis Sensitivitas 111 Sumber : LK Pertamina 2013

112 Ilustrasi – Risiko suku bunga 112 Sumber : LK Pertamina 2013

113 Ilustrasi – Risiko suku bunga 113 Sumber : LK Pertamina 2013

114 Ilustrasi – Risiko kredit pihak ketiga 114 Sumber : LK Pertamina 2013

115 Ilustrasi – Risiko kredit 115 Sumber : LK Pertamina 2013

116 Ilustrasi – Risiko kredit 116 Sumber : LK Pertamina 2013

117 Ilustrasi – Risiko kredit 117 Sumber : LK Pertamina 2013

118 Ilustrasi – Manajemen Modal 118 Sumber : LK Pertamina 2013

119 Ilustrasi – Pengungkapan Nilai wajar Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut: – Harga dikutip (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1); – Input selain harga yang dikutip dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2); – Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3). 119 Sumber : LK Pertamina 2013

120 Provisi dan Kontijensi – PSAK 57 Provisi  liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti, diakui jika (a)Memiliki kewajiban kini (b)Penyelesaian mengakibatkan arus keluar sumber daya (c)Estimasi yang andal Kewajiban kontinjensi adalah: (a)kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau (b)kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena: (c)tidak terdapat kemungkinan besar entitas mengeluarkan sumber daya yang mengan dung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai “sumber daya”) untuk menyelesaikan kewajibannya; atau (d)jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal. 120

121 Contoh PT. Matahara perusahaan ritel yan mempunyai kebijakan mengembalikan uang pembelian dari pelanggan yang tidak puas, meskipun tidak ada kewajiban hukum yang mengharuskan entitas untuk mengembalikan uang konsumen Peristiwa mengikat adalah peristiwa penjualan produk, yang menimbulkan kewajiban konstruktif karena tindakan entitas telah menciptakan ekspektasi yang valid bagi pembeli bahwa entitas akan mengembalikan uang mereka. 2.Terdapat kemungkinan besar keluarnya sumber daya, yaitu sebagian barang akan dikembalikan dan perusahaan mengembalikan uang pelanggan (par 24) 3.Perusahaan harus mengakui kewajiban diestimasi sebesar estimasi terbaik dari biaya pengembalian (lihat paragraf 10 (defi nisi kewajiban konstruktif ), 14, 17 dan 24.

122 Contoh Pemerintah mengumumkan perubahan dalam peraturan Pajak Penghasilan. Akibatnya, perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan harus melakukan pelatihan ulang terhadap sejumlah besar pegawai penjualan dan administrasi agar dapat terus memenuhi peraturan yang berlaku di bidang jasa keuangan. Pada akhir periode pelaporan, pelatihan ulang terhadap karyawan belum dilakukan Belum timbul kewajiban karena peristiwa yang mengikat (yaitu pelatihan ulang) belum terjadi. 2.Kewajiban diestimasi tidak diakui (par 14 dan 17-19).

123 Persediaan – PSAK 14 Biaya perolehan terkait selisih valuta asing yang terkait pembelian persediaan dapat diakui sebagai biaya perolehan persediaan. Nilai persediaan tidak termasuk pembayaran yang ditagihkan kepada pihak ketiga contoh pajak. Biaya perolehan persediaan secara tangguh diatur dan dapat menimbulkan beban bunga. Persediaan disajikan di neraca sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih  kerugian yang timbul atau recovery kerugian diklastifikasikan dalam pendapatan lain-lain Metode LIFO tidak diperkenankan lagi 123

124 124 Penilaian Persediaan Biaya atau Nilai Realisasi Bersih yang Lebih Kecil PersediaanKuantitasBiayaNRVTotal BiayaTotal NRVLebih Kecil A B C D TOTAL NRV: Net Realizable Value = harga jual dikurangi biaya untuk menjual. Penurunan dihitung secara total = – = Penurunan dihitung tiap produk = – = JurnalCOGS*9.000 Penyisihan penurunan nilai persediaan9.000 Jika penurunan nilai sifatnya operasional dapat dimasukkan ke COGS, namun jika sifatnya material dan tidak rutin dimasukkan dalam beban/pendapatan lain-lain (setelah laba operasi)

125 Pengaturan Aset Tetap dalam PSAK PSAK 16 PSAK 26 PSAK 48 PSAK 58 PSAK 30 ISAK 8 PSAK – Terkait Aset tetap PSAK 13 & 19 ISAK 25 Penurunan Nilai Aset Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan Investasi Properti Aset tidak berwujud Tanah Sewa Aset Tetap Bunga Pinjaman 125

126 Ikhtisar Perubahan PSAK 16 (Revisi 2011) NoPerihalPSAK 16 RevisiPSAK 16 Lama 1IstilahAsetAktiva 2PenyusutanDigabung di PSAK 16. Bagian yg signifikan disusutkan terpisah. Diatur di PSAK lain 3Komponen biaya perolehan Termasuk: biaya imbalan kerja biaya pengujian aset – hasil penjualan dari pengujian Tidak mengatur 2 hal tsb secara spesifik. 4Bukan komponen biaya perolehan Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama konstruksi atau aktivitas pengembangan (misal : parkir) Tidak mengatur hal tsb secara spesifik. 5Pertukaran asetMembedakan antara ada substansi komersial atau tidak. Membedakan pertukaran sejenis dan tidak sejenis 126

127 Ikhtisar Perubahan PSAK 16 (Revisi 2011) NoPerihalPSAK 16 RevisiPSAK 16 Lama 6Pengukuran setelah pengakuan Awal Cost Model atau Revaluation Model Hanya Cost Model, revaluasi boleh dilakukan jika sesuai ketentuan pemerintah 7Telaah ulang nilai residu, umur manfaat & metode penyusutan Harus dilakukan minimum tiap akhir tahun dan perubahannya diperlakukan sebagai perubahan estimasi (prospektif). Telaah nilai residu tidak diatur, perubahan umur manfaat diperlakukan prospektif, perubahan metode penyusutan retrospektif. 8Aktiva Lain-lainDiatur di PSAK lainMengatur Aktiva Lain-lain 9Dismantling costDiakui sebagai biaya perolehan dan kewajiban Tidak diatur 127

128 Pengertian Aset Tetap Definisi  Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6) 1.Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan 2.Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode. 128  Tidak berlaku untuk Hak penambangan Reservasi tambang  Ciri ► “Used in operations” and not for resale. ► Long-term in nature and usually depreciated. ► Possess physical substance.

129 Pengakuan Aset Tetap Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7) a)Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan b)Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal. 129  Kriteria pengakuan berlaku pada saat pengakuan awal dan untuk biaya setelah perolehan awal.

130 Pertukaran Aset  Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan. Substansi Komersial Nilai wajar Aset dipertukarkan Nilai wajar Aset dipertukarkan Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar kecuali: –Tidak memiliki substansi komersial, atau –Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal 130

131 Dismantling Cost PT. ABC membangun instalasi minyak lepas pantai. Biaya yang dikeluarkan sebesar 300 milyar. Peraturan pemerintah mengharuskan entitas memindahkan instalasi tersebut di akhir konsesi (20 tahun yang akan datang). Estimasi biaya untuk melakukan pemindahan dan restorasi sebesar 80 milyar. Tingkat bunga yang berlaku 6%. PV dari biaya restorasi 24,94. Example 131 Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: DrAset Tetap324,94 milyar CrKas300milyar Kewajiban diestimasi24,94milyar Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 CrBeban bunga 1,497 milyar Kewajiban diestimasi 1,497 milyar Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut: DrAset Tetap324,94 milyar CrKas300milyar Kewajiban diestimasi24,94milyar Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1 CrBeban bunga 1,497 milyar Kewajiban diestimasi 1,497 milyar

132 Ilustrasi Biaya Perolehan Entitas membeli peralatan tambang, diimport dari luar neger. Harga peralatan USD. Cost insurance and freight sebesar USD. Peralatan tersebut dikenakan bea masuk dan bea masuk tambahan sebesar 15% dari nilai CIF. PPN 10%, PPnBM 10% dan PPh 22 sebesar 2,5%. Kurs spot atas atas pembelian peralatan tersebut sebesar dan kurs KMK yang berlaku pada saat transaksi sebesar Contoh 132

133 Ilustrasi Biaya Perolehan Contoh 133 Nilai peralatan : = USD x = pencatatan perusahaan Bea masuk x 15% x = Total CIF + bea masuk (kurs pajak) = x 115% x = PPN = 10% x = PPnBM = 20% x = PPh 22 = 2,5% x = Nilai peralatan = Peralatan Utang Dagang Peralatan (bea masuk) Peralatan (PPnBM) Kas PPN Masukan Pajak dby dmk PPh Kas

134 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Entitas harus memilih antara: Cost Model Revaluation Model Sebagai kebijakan akuntansinya, dan Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. 134

135 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Cost Model Revaluation Model Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : –Biaya perolehan –dikurangi Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar : –Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi, –dikurangi Akumulasi penyusutan dan Akumulasi rugi penurunan nilai aset yang terjadi setelah tanggal revaluasi. 135

136 Revaluation Model Metode Proporsional Peralatan senilai diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah /1/2012Aset tetap4.000,000 Kas 4.000,000 31/12/2012Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan /12/ 2012Aset Tetap2.000,000 Akumulasi Penyusutan * Surplus Revaluasi *( ) / ) x = Example 136

137 Penentuan Nilai Wajar 137 Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi professional berdasarkan bukti pasar. Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai.

138 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, maka  Entitas mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan  penghasilan atau  biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost). 138

139 Frekuensi Penilaian 139 Frekuensi revaluasi tergantung perubahan nilai wajar dari suatu asset tetap. Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan. Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara tahunan. Revaluasi tahunan tidak perlu, apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan, asset dapat direvaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali.

140 Revaluation Model Revaluasi harus dilakukan secara reguler Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca. Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional, atau eliminasi. 140

141 Akumulasi Penyusutan – Revalution Model Revaluation Model Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional Nilai akumulasi depresiasi dan harga perolehan dinaikkan secara proporsional sehingga nilai bersih aset sama dengan nilai revaluasi. eliminasi. Nilai akumulasi depresiai ditutup mengurangi nilai aset. Kemudian aset dinaikkan menjadi nilai revaluasi Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional Nilai akumulasi depresiasi dan harga perolehan dinaikkan secara proporsional sehingga nilai bersih aset sama dengan nilai revaluasi. eliminasi. Nilai akumulasi depresiai ditutup mengurangi nilai aset. Kemudian aset dinaikkan menjadi nilai revaluasi 141

142 Revaluation Model Metode Eliminasi Peralatan senilai diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah Example 142 1/1/ 2012 Aset tetap4.000,000 Kas 4.000,000 31/12/ 2012 Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan /12/ 2012 Akumulasi Penyusutan Aset Tetap Aset Tetap1.600,000 Surplus Revaluasi

143 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Revaluation Model Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka – seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. – Dikredit ke saldo laba jika sebelumnya ada penurunan akibat revaluasi terdahulu / impairment. Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi. – Didebit ke surplus revaluasi (ekuitas) – sejumlah saldo kredit surplus revaluasi (jika ada) sebelum debit ke saldo laba. Entire class To Equity directly Negative to P/L 143

144 Revaluation Model Surplus revaluasi di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya. Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized)  saat penyusutan – Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis) Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi. DrSurplus Revaluasi CrSaldo Laba DrSurplus Revaluasi CrSaldo Laba 144

145 Revaluation Model Example Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Aset Tetap Cr – Surplus Revaluasi

146 Revaluation Model Example Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Aset Tetap Cr – Keuntungan Revaluasi Cr - Surplus Revaluasi

147 Revaluation Model Example Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Rugi Revaluasi Cr – Aset Tetap

148 Revaluation Model Example Aset tetap dengan biaya perolehan Rp dan akumulasi penyusutan Rp dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp Sebelumnya pernah direvaluasi dengan surplus Rp Dr - Akumulasi Penyusutan Cr – Aset Tetap Dr – Rugi Revaluasi Dr – Surplus Revaluasi Cr – Aset Tetap

149 Revaluation Model PT. Kenanga membeli mesin dengan harga pada 1 Jan 2010 dan menggunakan metode revaluasi Mesin tersebut disusutkan dengan metode garis lurus 5thn. Pada 31 Desember 2010 direvaluasi sebesar Buat jurnal untuk tahun 2010 dan Contoh Dr Aset tetap100,000 CrKas100,000 Dr Aset tetap100,000 CrKas100,000 Dr Beban Penyusutan20,000 CrAkumulasi Penyusutan20,000 Dr Beban Penyusutan20,000 CrAkumulasi Penyusutan20,000 Dr Akumulasi Penyusutan20,000 CrAset tetap4,000 CrSurplus Revaluasi16,000 Dr Akumulasi Penyusutan20,000 CrAset tetap4,000 CrSurplus Revaluasi16,000 Revaluation Model Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 24,000 Cr Akumulasi Penyusutan 24,000 Dr Surplus Revaluasi 4,000 CrSaldo Laba4,000 Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 24,000 Cr Akumulasi Penyusutan 24,000 Dr Surplus Revaluasi 4,000 CrSaldo Laba4,

150 Penyusutan Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life). Penyusutan Cost Model Revaluation Model 150 Nilai residu dan umur manfaat suatu aset harus di-review minimum setiap akhir tahun buku – Jika hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi.

151 Penyusutan Metode penyusutan yang digunakan: – Harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan atas aset oleh entitas. – Harus di-review minimum setiap akhir tahun buku, dan – Perubahan metode diperlakukan sebagai perubahan estimasi. Metode Penyusutan 151

152 Bunga Pijaman PSAK 26 Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau produksi aset kualifikasian adalah bagian dari biaya perolehan aset tersebut. – biaya pinjaman aktual yang terjadi atas pinjaman tersebut selama periode berjalan dikurangi – penghasilan investasi dari investasi temporer pinjaman tersebut. Menggunakan dana secara umum  tingkat kapitalisasi untuk pengeluaran atas aset tersebut. Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama suatu periode tidak boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi. Biaya pinjaman yang dikapitalisasi  menambah aset 152

153 Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman PT. Melati meminjam ke Bank sejumlah juta untuk membangun gedung dengan tingkat bunga 8%. Pengeluaran dilakukan selama proses pembangunan sehingga sebagian dana diinvestasikan. Hasil investasi yang terjadi selama proses pembangunan gedung dari pinjaman yang belum dipakai sebesar 300juta. 153 Total biaya bunga yang terjadi adalah: x 8% = 800 juta Bunga yang dapat dikapiltalisasi adalah 800 juta – 300 juta = 500 juta

154 Dana yang tidak dipakai diinvestasikan dengan return 6%. Perusahaan sebelumnya memiliki utang outstanding utang dalam bentuk notes. Sumber pendanaan pembangunan tersebut adalah sbb: 1. 10%, 2-year note specifically for the project: %, 5-year note (other debt): Berapa bunga yang dikapitalisasi ?? Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman PT. Melati membangun sendiri gedung dengan melakukan pengeluaran selama tahun 2011: Jan 31: July 31:

155 Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman avoidable Expenditure Up to specific loan, at 10% x 11/12 Excess (840,000 less = ) At 8% x 5/ avoidable Revenue

156 Bunga yang dapat dihindari : Bunga aktual : 10% = % = Bunga yang dihindari lebih kecil dari bunga aktual sehingga bunga yang dapat dikapitalisasi Beban bunga ( ). Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman

157 Properti Investasi – PSAK 13 Properti (tanah atau bangunan—atau bagian dari bangunan—atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau kedua-duanya. Pengakuan – Entitas dapat memilih model nilai wajar atau model biaya sebagai kebijakan akuntansi dan menerapkan kebijakan tersebut pada seluruh properti investasinya. – Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi diakui dalam laporan laba rugi – Nilai wajar harus mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca. – Jika menggunakan model biaya  PSAK

158 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Fair Value Model Nilai wajar properti investasi harus mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca Properti investasi tidak disusutkan. Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi harus diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. 158

159 Pengukuran setelah Pengakuan Awal Fair value model (PSAK 13) Menggunakan nilai wajar Revaluation model (PSAK 16) Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya. Perubahan nilai wajar diakui dalam ekuitas atau laporan laba rugi jika rugi (loss)  impairment Tidak ada penyusutan. Penyusutan. Mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca. Tidak spesifik, hanya mengharuskan secara reguler (terjadi perbedaan signifikan ) Example 159

160 Ilustrasi - Investasi Properti Entitas memiliki gedung 20 lantai. 10 lantai digunakan untuk kegiatan entitas, sedangkan sisanya disewakan. Aktivitas utama entitas bukan menyewakan gedung. Bagian gedung yang digunakan sebagai aset tetap, bagian gedung yang disewakan disajikan sebagai properti investasi Alokasi dapat dilakukan berdasarkan jumlah lantai

161 Ilustrasi - Investasi Properti PT, Melati membeli tanah dan bangunan pada 1 Januari 2012 senilai 4.500juta. Berdasarkan informasi, harga beli tanah saja dan bangunan saja Perusahaan menggunakan metode fair value untuk penilaian properti investasi tersebut. Nilai wajar tanah dan bangunan dapat dilihat dalam tabel berikut: Properti Investasi4.500 Kas4.500 Properti Investasi500 Keuntungan peningkatan nilai500 Kerugian penurunan nilai 100 Properti investasi100 31/12/201231/12/2013 Tanah Bangunan

162 Aset tak berwujud – PSAK 19 Aset tak berwujud  memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang, dapat diukur dengan andal Masa manfaat – – terbatas dan tidak terbatas – Direview setiap tanggal laporan keuangan Ketentuan tentang masa manfaat tak terbatas Model Biaya dan Model Revaluasi Akuisisi aset tak berwujud dalam kombinasi bisnis Akuisisi melalui hibah pemerintah Biaya situs web bukan aset tak berwujud kecuali memenuhi konsep pengembangan 162

163 Penurunan Nilai – PSAK 48 Pada setiap tanggal neraca, perusahaan harus mereview ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aktiva. Pertimbangan dalam menentukan penurunan nilai : – Informasi dari luar perusahaan – Informasi dari dalam perusahaan Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakainya. Jika nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aktiva lebih kecil dari nilai tercatatnya maka nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali. Penurunan tersebut merupakan rugi penurunan nilai aktiva dan harus segera diakui sebagai beban pada laporan laba rugi. Beban depresiasi aktiva untuk periode yang akan datang harus disesuaikan agar mencerminkan alokasi nilai tercatat yang direvisi setelah dikurangi nilai sisa. 163

164 Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai Carrying Amount Nilai Aset Akumulasi Penyusutan dan Akumulasi Rugi Penurunan Nilai Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan Nilai Pakai Recoverable Amount  Nilai tertinggi Recovered through sale Recovered through use 164

165 Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 400 juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp360 juta dan nilai pakainyaRp 410 juta. Rp 400 jutaRp 410 juta Rp 360 jutaRp 410 juta Tidak ada penurunan nilai Ilustrasi Penurunan Nilai 1 165

166 Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 350 juta. Illustration Rp 400 jutaRp 360 juta Rp 350 juta Rp40 juta Rugi Penurunan Nilai 166 Ilustrasi Penurunan Nilai 2 Rp 360 juta Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 40 juta Cr. Akulumasi Depresiasi Peralatan Rp 40 juta

167 Suatu unit penghasil kas memiliki aset bersih berikut ini: Rp M Goodwill 10 Properti20 Pabrik dan Peralatan30 60 Nilai yang dapat dipulihkan sebesar Rp 45 M. Diminta : Alokasikan kerugian penurunan nilai pada aset bersih perusahaan. Kasus 167 GoodwillPropertiPabrik & Peralatan Total Nilai buku Penurunan Nilai(10)(2)(3)(15) Nilai setelah penurunan nilai0(18)2745

168 PSAK 58 Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi dihentikan Kriteria : aset (atau kelompok lepasan) harus berada dalam keadaan yang dapat dijual dengan segera penjualan tersebut dapat dikatakan sangat mungkin terjadi, manajemen pada hirarki yang memadai harus mempunyai komitmen terhadap rencana penjualan aset. –Diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual, dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan – Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual disajikan sebagai aset lancar dan terpisah dari pos lainnya. 168

169 Klasifikasi Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual Syarat yang harus terpenuhi: – Berada dalam keadaan dapat/tersedia dijual – Penjualannya harus sangat mungkin terjadi (highly probable) Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual Jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian berlanjut JIKA

170 Penyajian Menurut PSAK Annual Report:

171 PSAK 30 & ISAK 8 SEWA Sewa adalah suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepada lessee untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati. Sewa Pembiayaan (Finance Lease) adalah sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan, dapat juga tidak dialihkan (par. 8) ISAK 8 : Dalam menentukan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau mengandung sewa, perlu diperhatikan substansi perjanjian dan dilakukan evaluasi apakah – Pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset – Perjanjian memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tertentu Jika perjanjian mengandung sewa, maka pihak dalam perjanjian harus menerapkan ketentuan PSAK

172 Pendapatan - PSAK 23 (2010) Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi pemilik. Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima Diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dan dikurangi diskon atau rabat. Jenis pendapatan: – Penjualan barang – Penjualan jasa – Penggunaan aset entitas oleh pihak yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen 172

173 Pendapatan – IFRS Revenue Recognition When a company agrees to perform a service or sell a product to a customer, it has a performance obligation. Requires that companies recognize revenue in the accounting period in which the performance obligation is satisfied. 173

174 Badan SPT Pajak Penghasilan Beban yang dapat dikurangkan Penghasilan kena pajak X tarif pajak Pajak terutang 1thn fiskal Kredit pajak Angsuran pajak (PPh25) Dipotong pihak lain (22,23) Pajak luar negeri (24) Pajak kurang/lebih bayar (29/28 Pajak Perusahaan Memotong PPh 21 atas gaji Dipotong Pajak oleh pihak lain saat menerima penghasilan PPN atas penyerahan barang/jasa Beban: PBB, Meterai BPHTB, Pajak Daerah Setor Kas negara Lapor KPP 174 PSAK 46 Pajak atas Laba Perusahaan

175 PSAK 46: Pajak Penghasilan  Aktiva  Kewajiban  Beban Pajak  Arus kas 175

176 Perbedaan Pajak dan Akuntansi -1 PSAKUndang-Undang AKUNTANSIPAJAK PERBEDAAN PermanenTemporer Pajak Tangguhan:  Aset / Liabilitas  Beban/Pendapatan BOOK TAX GAP/ DFFERENCE – Tax Planning atau Tax Avoidance

177 Akuntansi Pajak Penghasilan – PSAK 46 Beban pajak adalah jumlah dari : – Pajak kini – Pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam penghitungan pajak penghasilan Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan netto, kecuali secara hukum tidak mungkin saling hapus (anak dan induk) Pajak tangguhan disajikan terpisah dari pajak kini. Aset pajak tangguhan direview untuk memastikan bahwa manfaat di masa mendatang akan diperoleh entitas 177

178 Definisi Aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya: a)perbedaan temporer yang boleh dikurangkan; b)akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan c)akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan. Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. Laba Pajak > Laba Akuntansi Laba Akuntansi > Laba pajak 178

179 Pengakuan pajak kini Jumlah pajak kini, yang belum dibayar harus diakui sebagai liabilitas. Apabila jumlah pajak yang telah dibayar melebihi jumlah pajak terutang, maka selisihnya, diakui sebagai aset. Manfaat dari rugi pajak yang dapat ditarik kembali untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai aset. 179 Beban Pajak Kini Pajak dibayar dimuka = pajak kini < jumlah yang dibayarkan (PPh 28) Utang pajak = pajak kini >jumlah yang dibayarkan (PPh 29) Kompensasi kerugian yang dapat digunakan untuk memulihkan pajak = aset Beban Pajak Kini Pajak dibayar dimuka = pajak kini < jumlah yang dibayarkan (PPh 28) Utang pajak = pajak kini >jumlah yang dibayarkan (PPh 29) Kompensasi kerugian yang dapat digunakan untuk memulihkan pajak = aset

180 Pajak Tangguhan Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak > Penghasilan kena pajak  ada pengakuan pajak menurut akuntansi sehingga diakui beban pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan. Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak < Penghasilan kena pajak  pajak yang dibayarkan lebih besar daripada laba menurut akuntansi sehingga diakui aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan. Perusahaan memiliki kerugian  dapat dikompensasikan di masa mendatang  manfaat tersebut diakui pada saat kerugian tersebut terjadi  Aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan. 180

181 Ilustrasi: PT. Mitra melaporkan penghasilan sebesar dan beban sebesar untuk tiga tahun periode usahanya. Untuk tujuan pajak, penghasilan yang diterima sebesar , dan Bagaimana hal ini dilaporkan dalam laporan keuangan? Ilustrasi: PT. Mitra melaporkan penghasilan sebesar dan beban sebesar untuk tiga tahun periode usahanya. Untuk tujuan pajak, penghasilan yang diterima sebesar , dan Bagaimana hal ini dilaporkan dalam laporan keuangan? Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1

182 Pendapatan Beban Laba sebelum pajak Pajak Penghasilan (25%) Total Laporan Keuangan 2011 Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas Penghasilan Beban yang boleh dikurangkan Penghasilan kena pajak Pajak terutang (25%) Total Laporan Pajak

183 Laporan Keuangan (PSAK) Pajak Terutang (Fiskal) Difference (10.000) (5.000) Total PerbandinganPerbandingan 2011 Perbedaan tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan TahunLaporan yang diperlkan Liabilitas pajak tangguhan, bertambah Beban pajak kini ; beban pajak tangguhan Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1 Liabilitas pajak tangguhan, berkurang Beban pajak kini ; manfaat pajak tangguhan Liabilitas pajak tangguhan, berkurang Beban pajak kini ; manfaat pajak tangguhan 5.000

184 Ilustrasi: PT. Merbabu melaporakan laba sebelum pajak sebesar pada tahun Terdapat perbedaan antara akuntansi dan pajak yang disebabkan oleh beberapa hal berikut: 1.Depresiasi menurut pajak lebih besar dibandingkan menurut akuntansi sebesar Pendapatan sewa mesin menurut pajak lebih besar dibandingkan menurut pajak. 3.Beban sumbangan sebesar tidak diperkenankan menurut pajak. Tarif pajak yang berlaku sebesar 25%, perbedaan tersebut akan dapat dipulihkan di masa mendatang. Entitas belum memiliki saldo aset/liabilitas pajak tangguhan. Ilustrasi Perbedaan Permanen dan Temporer

185 2013Aset Pajak Tangguhan Liabilitas Pajak Tangguhan Laba sebelum pajak (PSAK) Perbedaan depresiasi( ) Perbedaan pendapatan sewa Perbedaan sumbangan Total penghasilan kena pajak Pajak terutang (fiskal) Pajak tangguhan Jurnal Beban Pajak penghasilan Aset pajak tangguhan Liabilitas pajak tangguhan Utang pajak penghasilan

186 ILUSTRASI – kerugian fiskal Entitas A pada tahun 20x1 mengalami kerugian fiskal (diasumsikan kerugian akuntansi nilainya sama). Pada 20x2 entitas laba 2.000, 20x3 laba dan 20x4 laba sebesar Tidak terjadi perbedaan akuntansi dan pajak 20X120X220X320X4 Laba akuntansi (8.000) Beban pajak kini Beban pajak tangguhan (2.000) Total beban pajak (2.000) Laba setelah pajak (6.000)

187 TahunJurnal 20X1Aset pajak tangguhan2.000 Manfaat pajak tangguhan (beban pajak) X2Manfaat pajak tangguhan500 Aset pajak tangguhan500 20X3Manfaat pajak tangguhan750 Aset pajak tangguhan750 20X4Manfaat pajak tangguhan750 Aset pajak tangguhan750 Beban pajak kini500 Utang pajak kini ILUSTRASI – kerugian fiskal

188 PSAK 24 - Imbalan kerja Imbalan kerja yang diberikan kepada pekerja: – Imbalan kerja jangka pendek – Imbalan pasca-kerja, – Imbalan kerja jangka panjang lainnya – Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja (PKK) – Imbalan berbasis ekuitas Imbalan jangka pendek < 12 bulan Imbalan jangka panjang seperti pensiun Pesangon PKK diakui sebagai kewajiban dan beban jika, perusahaan berkomitmen untuk: – memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau – menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela. Imbalan berbasis ekuitas diatur dalam PSAK

189 Latar Belakang Perubahan Untuk melaporkan perubahan kewajiban imbalan pasti dan aset program didefinisikan dengan cara yang lebih mudah dipahami Beberapa opsi penyajian diizinkan dalam standar yang ada, membatasi komparabilitas  opsi ditiadakan Amandemen diperlukan untuk mengklarifikasi area dimana keragaman dalam praktik yang ada Penyempurnaan pengungkapan tentang risiko yang timbul dari program imbalan pasti yang diperlukan PERUBAHAN YANG SIGNIFIKAN Pengakuan keuntungan dan kerugian aktuaria Perubahan komponen imbalan pasti dan aset program Persyaratan pengungkapan PERUBAHAN LAINNYA Imbalan kerja jangka pendek Pesangon Perubahan penting lainnya 189

190 Perubahan Signifikan 190 Pengakuan keuntungan dan kerugian Aktuaria Melalui Laba Rugi Melalui OCI Koridor Pengakuan keuntungan dan kerugian Aktuaria Melaui OCI PSAK 24 R 2010 PSAK 24 R 2013

191 Ruang Lingkup Imbalan Kerja Imbalan Kerja Jangka Pendek Pesangon Imbalan Paska Kerja Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya ImbalanJangka Pendek Absen Bagi hasil atau Bonus Kontribusi Pasti Manfaat Pasti Past service cost Current Service Cost Diterapkan oleh pemberi kerja dalam pencatatan seluruh imbalan kerja, kecuali yang diatur dalam PSAK 53: Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham.

192 Pengakuan dan Pengukuran Imbalan Jangka Pendek Diakui saat pekerja telah memberi jasa Liabilitas jangka pendek sebagai: Liabilitas setelah dikurangi yang telah dibayar, beban dibayar dimuka jika terjadi kelebihan pembayaran Beban atau pernyataan lain membolehkan sbg biaya perolehan Cuti berimbalan jangka pendek Boleh diakumulasi  diakui pada saat pekerja memberikan jasa cuti berimbalan yang tidak boleh diakumulasi  diakui saat cuti terjadi

193 Program Bagi Laba dan Bonus Syarat pengakuan biaya pembayaran bagi laba dan bonus 1 Ada kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif sebagai akibat dari peristiwa masa lalu 2 Dapat diestimasi secara andal Kewajiban kini timbul jika, dan hanya jika, entitas tidak mempunyai alternatif realistis lainnya kecuali melakukan pembayaran.

194 Imbalan Paska Kerja EMPLOYER PENSION FUND EMPLOYEE CONTRIBUTIONS BENEFIT Defined Contribution Plans Defined Benefit Plans DEFINEDVOLATILE DEFINED RISK LIMIT 194

195 Program Iuran Pasti Pengakuan dan Pengukuran Diakui sebagai beban Diakui liabilitas (beban terakru) setelah dikurangi dengan iuran telah dibayar atau aset (pembayaran dimuka jika terdapat kelebihan). Jika iuran tidak jatuh tempo seluruhnya dalam 12 bulan -> didiskonto Pengungkapan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti. Informasi program iuran pasti untuk personel manajemen kunci

196 Program Manfaat Pasti Perusahaan memiliki kewajiban hukum dan konstrukstif untuk memenuhi pembayaran imbalan setelah pekerja pensiun. Mungkin tidak didanai, seluruhnya atau sebagian didanai Imbalan dihitung dengan asumsi aktuarial  asumsi demografi dan keuangan. Dana diakumulasikan dalam Aset Program Risiko atas manfaat pasti: – Risiko aktuarial  jumlah kewajiban imbalan pasti berbeda dari yang diharapkan karena perubahan asumsi aktuaria – Risiko investasi  hasil investasi atas aset program berbeda dari yang diharapkan. RISIKO MENIMBULKAN KEUNTUNGAN/KERUGIAN AKTUARIAL 196

197 Program Manfaat Pasti Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti (NKKIP) Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti (NKKIP) Nilai Wajar Aset Program (NWAP) Nilai Wajar Aset Program (NWAP) Faktor-faktor: Biaya Jasa: Biaya Jasa Kini Biaya Jasa Lalu Keuntungan (kerugian) atas Penyelesaiaan Biaya Bunga Remeasurement (Keuntungan dan kerugian aktuarial) Biaya Jasa: Biaya Jasa Kini Biaya Jasa Lalu Keuntungan (kerugian) atas Penyelesaiaan Biaya Bunga Remeasurement (Keuntungan dan kerugian aktuarial) Pendapatan Bunga Iuran atau Penarikan Remeasurement (Keuntungan dan kerugian aktuarial) Pendapatan Bunga Iuran atau Penarikan Remeasurement (Keuntungan dan kerugian aktuarial)

198 Laporan Posisi Keuangan

199 Ilustrasi Imbalan kerja perusahaan: 199 Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X Biaya Jasa Kini Tingkat Diskonto10% Tingkat Hasil yang Diharapkan12% Iuran Imbalan Nilai Kini Kewajinan imbalan Nilai wajar aset

200 Ilustrasi – PSAK lama JURNAL UMUMMEMO Beban Kas Liabilitas Nilai Kini KewajibanAsetAktuaria Saldo awal ( ) Biaya jasa kini (30.000) Biaya bunga (20.000) Hasil yang diharapkan(24.000) Iuran (24.000) Imbalan (16.000) Penurunan (ken) kewajiban (16.000) Selisih aktual atas harapan(12.000) Amortisasi biaya jasa lalu Kerugian (keuntung) akturial (24.000) (2.000) ( )

201 Jurnal – PSAK lama 201 Bebanpensiun Kas Liabilitas Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Kerugian aktuaria yg blm diamortisasi Net Liabilitas manfaat pensiun (2.000) Bebanpensiun Kas Liabilitas Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Kerugian aktuaria yg blm diamortisasi Net Liabilitas manfaat pensiun (2.000)

202 Ilustrasi 1 – PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan kerja perusahaan: 202 Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X Biaya Jasa Kini Tingkat Diskonto10% Iuran Imbalan Nilai Kini Kewajinan imbalan akhir 20X Nilai wajar aset akhir 20X

203 Ilustrasi 1 – PSAK 24 (Revisi 2013) JURNAL UMUMMEMO Beban Kas Pend Komprehensif Liabilitas Nilai Kini KewajibanAset Saldo awal ( ) Biaya jasa kini (30.000) Biaya bunga (20.000) Pendapatan bunga(20.000) Iuran(24.000) Imbalan16.000(16.000) Rugi Aktuaria Liabiilitas16.000(16.000) Rugi Aktuaria – Aset Program6.000(6.000) Amortisasi biaya jasa lalu Kerugian (keuntung) akturial Jml tahun berjalan (24.000)22.000(28.000) ( ) Saldo Akhir Kerugian

204 Jurnal 204 Bebanpensiun Pendapatan Komprehensif Lain Kas Liabilitas Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (28.000) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain - kerugian Bebanpensiun Pendapatan Komprehensif Lain Kas Liabilitas Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (28.000) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain - kerugian22.000

205 Ilustrasi 2 – PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan kerja perusahaan: 205 KETERANGAN Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X Rugi Aktuaria OCI – Awal 20X Biaya Jasa Kini Tingkat Diskonto10% Iuran Imbalan Nilai Kini Kewajinan imbalan – Akhir 20X Nilai wajar aset – Akhir 20X

206 Ilustrasi 2 – PSAK 24 (Revisi 2013) JURNAL UMUMMEMO Beban Kas Pendapatan Komprehensif Liabilitas Keweajiban Program Aset Program Saldo awal (28.000) ( ) Biaya jasa kini (34.000) Biaya bunga (25.000) Pendapatan bunga(22.200) Iuran (26.000) Imbalan (20.000) Penurunan (kenaikan) kewajiban (9.500) Selisih aktuaria Aset Program (26.400) Amortisasi biaya jasa lalu Kerugian (keuntungan) akturial (26.000) (35.900) (14.900) (2.900)( )

207 Jurnal 207 Bebanpensiun Liabilitas manfaat pensiun Kas Pendapatan Komprehensif Lain Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (2.900) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain Bebanpensiun Liabilitas manfaat pensiun Kas Pendapatan Komprehensif Lain Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (2.900) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain

208 Ilustrasi – PSAK 24 (Revisi 2013) JURNAL UMUMMEMO Beban Kas Pend Komprehensif Liabilitas Nilai Kini KewajibanAset Saldo awal ( ) Biaya jasa kini (30.000) Biaya bunga (20.000) Hasil yang diharapkan(24.000) Iuran(24.000) Imbalan16.000(16.000) Penurunan (ken) kewajiban (16.000) Selisih aktual atas harapan12.000(12.000) Amortisasi biaya jasa lalu Kerugian (keuntung) akturial Jmll tahun berjalan (24.000)28.000(30.000) ( ) Saldo Akhir

209 Ilustrasi – – PSAK 24 (Revisi 2013) 209 Bebanpensiun Pendapatan Komprehensif Lain Kas Liabilitas Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (30.000) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain Bebanpensiun Pendapatan Komprehensif Lain Kas Liabilitas Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (30.000) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain28.000

210 Ilustrasi 2 - – PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan kerja perusahaan: 210 KETERANGAN Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X Rugi Aktuaria OCI – Awal 20X Biaya Jasa Kini Tingkat Diskonto10% Iuran Imbalan Nilai Kini Kewajinan imbalan – Akhir 20X Nilai wajar aset – Akhir 20X

211 Ilustrasi 2 – PSAK 24 (Revisi 2013) JURNAL UMUMMEMO Beban Kas Pendapatan Komprehensif Liabilitas Keweajiban Program Aset Program Saldo awal (28.000) ( ) Biaya jasa kini (34.000) Biaya bunga (25.000) Pendapatan bunga(22.200) Iuran (26.000) Imbalan (20.000) Penurunan (kenaikan) kewajiban (9.500) Selisih aktuaria Aset Program (26.400) Amortisasi biaya jasa lalu Kerugian (keuntungan) akturial (26.000) (35.900) (14.900) (2.900)( )

212 Jurnal 212 Bebanpensiun Liabilitas manfaat pensiun Kas Pendapatan Komprehensif Lain Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (2.900) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain Bebanpensiun Liabilitas manfaat pensiun Kas Pendapatan Komprehensif Lain Liabilitas Nilai kini Kewajiban ( ) Aset Program Net Liabilitas manfaat pensiun (2.900) Ekuitas Pendapatan komprehensif lain

213 PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham PSAK 53 harus diterapkan untuk seluruh transaksi pembayaran berbasis saham, yang didefinisikan sebagai berikut: ■ Equity-settled, Diselesaikan dengan instrumen ekuitas, entitas yang menerima barang atau jasa yang dibayar dengan instrumen ekuitas milik entitas (termasuk saham dan opsi saham) ■ Cash-settled, Diselesaikan dengan pembayaran kas, entitas yang memperoleh barang atau jasa akan menimbulkan liabilitas kepada pemasok barang atau jasa untuk suatu jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan harga (nilai) saham milik entitas atau instrumen ekuitas entitas; dan ■ Transaksi dimana entitas menerima barang atau jasa dimana entitas maupun pemasok barang atau jasa memiliki pilihan atas transaksi tersebut untuk diselesaikan secara tunai (atau aset lain) atau instrumen ekuitas. 213

214 PSAK 18: Program Purna Karya IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans PSAK 18 (revisi 2010) tidak hanya mengatur entitas dana pensiun, tetapi semua program manfaat purnakarya yang memenuhi definisi (par 8). Program manfaat karya: – Program Manfaat Pasti – Program Iuran Pasti – Hybrid Plan Hybrid plan diberlakukan sebagai manfaat pasti 214

215 PSAK 18: Program Purna Karya Program Iuran Pasti: – Jumlah manfaat masa depan yang diterima peserta berdasarkan: a.jumlah iuran b.efisiensi kegiatan operasional c.pendapatan investasi – Tujuan pelaporan  memberikan informasi periodik penyelenggaraan program purnakarya dan kinerja investasi – Laporan keuangan program iuran pasti, mencakup: Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan 215

216 PSAK 18: Program Purna Karya Program Manfaat Pasti: – Laporan keuangan program manfaat pasti mencakup: laporan yang menyajikan: – Aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya – nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji dan – surplus/defisit atau Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya. – Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji didasarkan pada manfaat purnakarya terjanji menggunakan tingkat gaji kini atau tingkat gaji proyeksi – Tujuan pelaporan program manfaat purnakarya  memberikan informasi secara periodik sumber daya keuangan dan setiap perubahan manfaat yang akan diterima peserta dalam program manfaat pasti 216

217 PSAK 18: Program Purna Karya Investasi pada surat berharga yang diperdagangkan  nilai wajar. Nilai wajar = nilai pasar. Investasi pada non‐surat berharga yang diperdagangkan  nilai wajar mengacu SAK terkait. Pengungkapan : – Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya – Ringkasan dari kebijakan akuntansi yang signifikan dan – Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruh setiap perubahan program purnakarya selama periode tersebut 217

218 PSAK - 22 Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal ISI 218  Efektif berlaku 2011  Menggantikan PSAK Metode Akuisisi Pengungkapan Pedoman Aplikasi

219 Teori konsolidasi 219 AtributEntity TheoryParent Theory Perbedaan fair value dari aset dan liabilitas terindentifikasi pada saat akuisisi Diakui penuh, mencerminkan hak untuk induk dan non pengendali. Hanya diakui sebesar hak induk Penyajian pihak non pengendali / NCI Sebagai bagian dari ekuitas Tidak sebagai equity atau utang (sebelum ekuitas) Goodwill Goodwill merupakan aset entitas yang diakui penuh pada tanggal akuisis Goodwill hanya milik induk Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan entitas induk

220 PSAK – 22 dan IFRS 3R Business Combination Biaya akuisisi Metode Pencatatan Ruang Lingkup PSAK Kecuali Under common control Ventura bersama Purchase dan Polling of interest Komponen harga perolehan Panduan tersendiri untuk nilai wajar Diukur dengan nilai wajar saat perolehan tidak ada penilaian kembali Berdasarkan nilai tercatat netto Goodwill  parent Diamortisasi Neg goodwiil diakui 220 Non Pengendali Akuisisi bertahap Pengukuran aset dan liab Goodwill PSAK Kecuali UCC Ventura bersama Akuisisi aset Metode Akuisisi Dibebankan periode berjalan Mengikuti SAK lain Diukur kembali, selisih diakui laba/rugi Berdasarkan nilai wajar / porsi aset identifikasi Goodwill  entity impairment Neg goodwiil – laba/rugi

221 Identifikasi Kombinasi Bisnis 221 Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh “pengendalian” atas satu atau lebih bisnis. “penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau “penggabungan setara (merger of equals)” Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh “pengendalian” atas satu atau lebih bisnis. “penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau “penggabungan setara (merger of equals)”

222 Bisnis 222 Bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari kegiatan dan aset yang mampu diadakan dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen, biaya yang lebih rendah, atau manfaat ekonomi lainnya secara langsung kepada investor atau pemilik, anggota, atau peserta lainnya.

223 Prinsip dalam PSAK 22 / IFRS R3 Elemen yang dikeluarkan Imbalan diberikan Kepemilikan yang dimiliki sebelumnya Kepentingan non pengenlai Goodwill Aset diidentifikasi dan liabilitas yang dialihkan (entitas yang diakuisisi) Pendekatan dua kolom

224 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities Prinsip Pengukuran Pengukuran kepentingan nonpengendali baik pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan non pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pengukuran nilai wajar aset teridentifikasi tertentu dan kepentingan non pengendali (B41-45) Pengecualian par Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi.

225 Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih lebih (a) atas (b) : a)nilai agregat dari: i.Imbalan yang dialihkan  nilai wajar tanggal akuisisi (37); ii.Kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi; dan iii.untuk kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap (41 dan 42), nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi. b)selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih pada tanggal akuisisi Goodwill (32) 225 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

226  Jika kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi lebih andal, goodwill ditentukan dengan nilai wajar tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang dialihkan.  Jika terdapat imbalan yang dialihkan  nilai wajar kepentingan ekuitas pengakuisisi ditentukan dengan teknik penilaian (B46- 49) Goodwill (33) 226 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

227  Jika jumlah b melebihi jumlah a,  pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laporan laba rugi pada tanggal akuisisi.  Terjadi karena pembelian terpaksa atau karena pengecualian (22-31)  Sebelum diakui, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mendidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang dialihkan serta aset/kewajiban lain Pembelian diskon (34-36) 227 Excluded elements Consideration transferred Previously held interest Non-ontrolling interest Goodwill Identifiable assets and liabilities

228 Ilustrasi Penggabungan Usaha PT. Melati membeli 80% saham kepemilikan PT. Kenanga pada 2 Januari 2011, 8000 lembar dengan harga 10/lembar., nilai nominal saham 5/lembar Nilai total aset bersih PT. Kenanga pada tanggal akuisisi sebesar Berdasarkan informasi apraisal, nilai aset PT. Kenangan dalam rangka akuisisi dinilai kembali dengan kenaikan sebesar Dalam rangka akuisisi tersebut dikeluarkan biaya konsultan, akuntan sebesar Biaya registrasi akuisi saham sebesar Jurnal akuisisi PT. Kenanga Investasi dai PT. Kenanga Biaya akuisisi Modal saham Tambahan modal saham Kas4.000 Tambahan modal saham2.000 Kas2.000 Nilai investasi ; Nilai buku ; nilia wajar = Jumlah yang dibeli 80% = dan nilai wajar Goodwill parent = Goodwill total = PT. Melati membeli 80% saham kepemilikan PT. Kenanga pada 2 Januari 2011, 8000 lembar dengan harga 10/lembar., nilai nominal saham 5/lembar Nilai total aset bersih PT. Kenanga pada tanggal akuisisi sebesar Berdasarkan informasi apraisal, nilai aset PT. Kenangan dalam rangka akuisisi dinilai kembali dengan kenaikan sebesar Dalam rangka akuisisi tersebut dikeluarkan biaya konsultan, akuntan sebesar Biaya registrasi akuisi saham sebesar Jurnal akuisisi PT. Kenanga Investasi dai PT. Kenanga Biaya akuisisi Modal saham Tambahan modal saham Kas4.000 Tambahan modal saham2.000 Kas2.000 Nilai investasi ; Nilai buku ; nilia wajar = Jumlah yang dibeli 80% = dan nilai wajar Goodwill parent = Goodwill total =

229 Ilustrasi Penggabungan usaha PT. Induk mengakuisi 80% saham PT. Anak. Aset yang diserahkan untuk akuisisi Non pengendali 20%. Nilai buku Ekuitas PT. Anak pada (1/1/20x1): ). Dalam akuisisi terdapat perbedaan nilai buku dengan nilai wajar  untuk tanah dan gedung (10thn). Laba Anak selama tahun tersebut , dividen yang dibagikan IndukAnakIndukAnak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas IndukAnakIndukAnak Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Investasi di anak

230 Ilustrasi Penggabungan usaha Goodwill = Investasi S – (% P’ownership x fair value asset) Nilai wajar aset = = Goodwill = – 80% * =  goodwill untuk parent Goodwill untuk np = /80% * 20% = Jika goodwilll hanya untuk parent = Jika untuk parent dan non pengendali = Aset menjadi lebih besar IndukAnak FVIndukAnak FV Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Aset digabungkan sebesar nilai wajar = (total) PSAK lama yang digabungkan hanya %* PSAK lama non controlling interest = * 20% = PSAK baru non controlling interest = * 20% =

231 Ilustrasi Penggabungan usaha 231 IndukAnak FVIndukAnak FV Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Investasi di anak Konsolidasi Aset lancar Liabilitas Aset tidak lancar Ekuitas Goodwill Non pengendali Knsl AL2.500L3.200 ATL6.800E6.000 GW200NP Goowill parent Goowill parent & NCI Knsl AL2.500L3.200 ATL6.740E6.000 GW160NP PSAK LAMA Aset menjadi lebih besar: Fakto r: Jml akuisisi, Perbedaan BV, FV, HP

232 Ilustrasi Penggabungan Usaha Bertahap Entitas A sebelumnya memiliki entitas B sebesar 20% dengan nilai 320 juta. Nilai buku entitas B total sebesar juta. Entitas A membeli tambahan saham entitas B sebanyak 60% dengan harga Nilai wajar aset B saat akuisisi sebesar Total kepemilikan baru 20% + 60% = 80%. Nilai wajar yang baru  60% = maka 100% = Harga wajar dari aset yang dibeli sehingga goodwill total = 200, maka goodwill untuk minoritas = 40 Goodwiil parent – 80%x1.800 = – = 160. Kepemilikan lama dinilai kembali 20% x = 400, sehingga ada keuntungan = 80. Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = Jurnal Investasi1.200 Kas1.200 Investasi80 Keuntungan investasi80

233 Goodwill tidak diamortisasi Goodwill dinilai apakah mengalami penurunan nilai Jika mengalami penurunan nilai diturunkan  selanjutnya direview setiap pelaporan Penurunan nilai  apakah nilai tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan nilai dapat diperoleh kembali (recoverable amount) Nilai diperoleh kembali, nilai yang lebih tinggi antara : – Nilai wajar dikurangi biaya penjualan  jika dijual – Nilai pakai / hasil dari investasi di masa datang  jika dipakai / dipertahankan Nilai wajar – penjualan Nilai buku Nilai pakai Nilai diperoleh kembali Penurunan nilai

234 PSAK 4 LK Tersendiri Sebagai bagan dari informasi tambahan Iinvestasi dicatat dengan menggunakan metode biaya Hanya untuk entitas terkonsolidasi Ketentuan Penyajian Pengungkapan 234

235 Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK  Entitas induk yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain menyajikan laporan keuangan konsolidasian  Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee melalui kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaan investee; jika dan hanya jika memiliki  Kekuasaan agas invesste  Eksposure atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee  Kemampuan untuk menggunakaan kekuasaaanya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil investor.  Entitas menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa

236 Kehilangan pengendalian - entitas induk (31) Mereklasifikasi ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, sejumlah yang diidentifikasi dalam paragraf 32; dan Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi yang dapat diatribusikan pada entitas induk. Keuntungan/ Kerugian dlm LR Nilai wajar investasi tersisa Saham / Aset diterima (pembayaran) Nilai investasi tercatat SELISIH Reklasifikasi ke Saldo Laba

237 Contoh A memiliki 45% hak suara B; sisa 55% hak suara B dimiliki oleh berbagai pihak yang tersebar secara luas (tidak ada salah satu pihak yang memiliki > 1% hak suara) A memiliki kekuasaan atas B, karena A mempunyai hak suara mayoritas B (berdasarkan ukuran absolut) A memiliki 45% hak suara B; sisa 55% hak suara B dimiliki oleh berbagai pihak yang tersebar secara luas (tidak ada salah satu pihak yang memiliki > 1% hak suara) A memiliki kekuasaan atas B, karena A mempunyai hak suara mayoritas B (berdasarkan ukuran absolut) C memiliki 45% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh dua pihak lain (masing‐masing memiliki 26%) dan 3% dimiliki oleh tiga pihak lain yang masingmasing memegang 1%. C tidak memiliki kekuasaan atas D, karena jika dua pihak yang memiliki masing‐masing 26% bersamas-ama dapat mencegah pihak C untuk mengambil keputusan terkait aktivitas relevan. C memiliki 45% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh dua pihak lain (masing‐masing memiliki 26%) dan 3% dimiliki oleh tiga pihak lain yang masingmasing memegang 1%. C tidak memiliki kekuasaan atas D, karena jika dua pihak yang memiliki masing‐masing 26% bersamas-ama dapat mencegah pihak C untuk mengambil keputusan terkait aktivitas relevan.

238 Contoh E memiliki 45% hak suara F; sisa 55% hak suara F dimiliki secara tersebar oleh 11 pemegang saham yang masing-masing memiliki 5%. Ukuran kepemilikan hak suara E dan penyebaran hak suara lain tidak secara konklusif menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F. Fakta dan keadaan lain harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F E memiliki 45% hak suara F; sisa 55% hak suara F dimiliki secara tersebar oleh 11 pemegang saham yang masing-masing memiliki 5%. Ukuran kepemilikan hak suara E dan penyebaran hak suara lain tidak secara konklusif menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F. Fakta dan keadaan lain harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F C memiliki 40% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh G sebesar 15% dana pesiun perusahaan dan lainnya pihak lain yang masingmasing memegang < 1%. C memiliki kekuasaan atas D, karena dana pernsiun tidak mungkin memiliki kepututasn yang berbeda dengan perusahaan, sehingga secara defacto entitas C mengendalikan D C memiliki 40% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh G sebesar 15% dana pesiun perusahaan dan lainnya pihak lain yang masingmasing memegang < 1%. C memiliki kekuasaan atas D, karena dana pernsiun tidak mungkin memiliki kepututasn yang berbeda dengan perusahaan, sehingga secara defacto entitas C mengendalikan D

239 Contoh AAA memiliki 35% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain memiliki masing-masing 5%, dan 50% pemegang saham lainnya dengan masing- masing kurang 1%. RUPS terakhir dihadiri oleh 75% AAA tidak memiliki kekuasaan atas BBB AAA memiliki38% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain memiliki masing-masing 4%, dan 50% pemegang saham lainnya dengan masing- masing kurang 1%. RUPS terakhir dihadiri oleh 75% AAA memiliki kekuasaan atas BBB?

240 Contoh Kehilangan Pengendalian Amarta memiliki 100% saham Barata (aset neto Rp500) Amarta menjual 85% saham Barata, sisa 15% saham BBB diklasifikasikan sbg AFS Hasil penjualan 85% saham Barata Rp750 Nilai wajar sisa 15% saham Barata Rp130 Amarta memiliki 100% saham Barata (aset neto Rp500) Amarta menjual 85% saham Barata, sisa 15% saham BBB diklasifikasikan sbg AFS Hasil penjualan 85% saham Barata Rp750 Nilai wajar sisa 15% saham Barata Rp Investasi pada Barata (aset keuangan)130 Kas dan setara kas750 Investasi pada Barata (entitas anak)500 Keuntungan 380 Keuntungan = 85%  % x 500 = %  130 – 15%x 500 = 55 Total380

241 Contoh tidak Kehilangan Pengendalian AAA memiliki 100% saham BBB (aset neto Rp4.000) AAA menjual 10% saham BBB seharga Rp500 AAA memiliki 100% saham BBB (aset neto Rp4.000) AAA menjual 10% saham BBB seharga Rp Kas500 Investasi pada BBB(4.000 x 10%)400 Keuntungan (ekuitas)100 Kas500 Investasi pada BBB(4.000 x 10%)400 Keuntungan (ekuitas)100

242 Pengaturan Bersama PSAK  Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama.  Karakteristik pengaturan bersama:  Para pihak terikat suatu pengaturan kontraktual  Pengaturan kontraktual memberikan pengendalian bersama kepada dua atau lebih pihak dalam pengaturan tersebut  Pengendalian bersama  persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian  Jenis pengaturan :  operasi bersama  mencatat bagian atas aset. Liabilitas, pendapatan, beban  Ventura bersama  investasi, metode ekuitas

243 Perubahan Standar 243

244 Jenis dan Klasifikasi Pengaturan Bersama 244

245 Laporan Keuangan Para Pihak – Operator Bersama 245 aset, mencakup bagiannya atas aset apapun yang dimiliki bersama liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas apapun yang terjadi bersama. pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama; bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan beban, mencakup bagiannya atas beban apapun yang terjadi secara bersama-sama. Operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingannya dalam operasi bersama:

246 Contoh - Konstruksi CI02. A dan B (para pihak) adalah dua perusahaan yang bisnisnya adalah penyediaan berbagai jenis jasa konstruksi publik dan swasta. Mereka membentuk pengaturan kontraktual untuk bekerja sama untuk tujuan pemenuhan kontrak dengan pemerintah atas desain dan konstruksi jalan antara dua kota. Pengaturan kontraktual tersebut menentukan bagian partisipasi A dan B dan menetapkan pengendalian bersama atas pengaturan, yang subjek pengaturan tersebut adalah penyerahan jalan. CI03. Para pihak membentuk kendaraan terpisah (entitas Z) sebagai pihak yang akan melakukan pengaturan. Entitas Z, atas nama A dan B, menyepakati kontrak dengan pemerintah. Selain itu, aset dan liabilitas terkait dengan pengaturan dimiliki oleh entitas Z.Fitur utama bentuk hukum entitas Z adalah bahwa para pihak, bukan entitas Z, memiliki hak atas aset entitas dan kewajiban terhadap liabilitas entitas. 246

247 Contoh - Konstruksi CI04. Pengaturan kontraktual antara A dan B menetapkan bahwa: a)hak atas semua aset yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas dalam pengaturan dibagi oleh para pihak berdasarkan bagian partisipasi mereka dalam pengaturan; b)para pihak memiliki beberapa tanggung jawab dan tanggung jawab bersama untuk semua kewajiban operasinal dan keuangan terkait dengan aktivitas dalam pengaturan berdasarkan bagian partisipasi mereka dalam pengaturan; dan c)keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari aktivitas pengaturan dibagi oleh A dan B berdasarkan bagian partisipasi mereka dalam pengaturan CI05. Untuk tujuan koordinasi dan pengawasan aktivitas, A dan B menunjuk operator, yang akan menjadi karyawan dari salah satu pihak. Setelah waktu yang ditentukan, peran operator akan digilir dari satu pihak ke pihak lain. A dan B menyetujui bahwa aktivitas akan dilaksanakan oleh karyawan operator atas dasar ‘tidak ada keuntungan atau kerugian’. CI06. Sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam kontrak dengan pemerintah, entitas Z adalah pihak yang akan menagihkan jasa konstruksi kepada pemerintah atas nama para pihak. 247

248 Contoh - Konstruksi ANALISIS CI07. Pengaturan bersama dilaksanakan melalui kendaraan terpisah yang bentuk hukumnya tidak memberikan pemisahan antara para pihak dan kendaraan terpisah (yaitu aset dan liabilitas yang dimiliki dalam entitas Z adalah aset dan liabilitas para pihak). Hal ini diperkuat dengan persyaratan yang telah disetujui oleh para pihak dalam pengaturan kontraktual mereka, yang menyatakan bahwa A dan B memiliki hak atas aset, dan kewajiban terhadap liabilitas, terkait dengan pengaturan yang dilakukan melalui entitas Z. Pengaturan bersama tersebut adalah operasi bersama. CI08. A dan B masing-masing mengakui dalam laporan keuangan mereka bagian mereka atas aset (contohnya aset tetap, piutang dagang) dan bagian mereka atas setiap liabilitas yang dihasilkan dari pengaturan (contohnya utang dagang kepada pihak ketiga) berdasarkan bagian partisipasi yang disetujui oleh mereka. Masing- masing pihak juga mengakui bagiannya atas pendapatan dan beban yang dihasilkan dari jasa konstruksi yang diberikan kepada pemerintah melalui entitas Z. 248

249 Contoh – Pengolahan LNG CI44. Perusahaan A memiliki lapangan gas yang belum dikembangkan yang berisi sumber daya gas yang substansial. Perusahaan A menentukan bahwa lapangan gas akan dapat berjalan secara ekonomis hanya jika gas tersebut dijual ke pelanggan di pasar luar negeri. Untuk melakukannya, fasilitas gas alam cair (LNG) harus dibangun untuk mencairkan gas sehingga gas dapat diangkut dengan kapal ke pasar luar negeri. CI45. Perusahaan A menyepakati pengaturan bersama dengan perusahaan B dalam rangka mengembangkan dan mengoperasikan lapangan gas dan fasilitas LNG. Di bawah pengaturan tersebut, perusahaan A dan B (para pihak) menyetujui untuk berkontribusi lapangan gas dan kas, masing-masing, untuk kendaraan terpisah, entitas C. Sebagai imbalan terhadap kontribusi tersebut, masing-masing pihak mengambil 50% bagian kepemilikan atas entitas C. Fitur utama bentuk hukum entitas C adalah bahwa fitur tersebut menyebabkan kendaraan terpisah dipertimbangkan sebagai dirinya sendiri (yaitu aset dan liabilitas yang dimiliki di dalam kendaraan terpisah adalah aset dan liabilitas kendaraan terpisah dan bukan aset dan liabilitas para pihak). 249

250 Contoh – Pengolahan LNG CI46. Pengaturan kontraktual antara para pihak menyatakan bahwa: a)perusahaan A dan B masing-masing harus menunjuk dua komisarisnya sebagai dewan komisaris entitas C. Dewan komisaris harus menyetujui secara bulatatas strategi dan investasi yang dilakukan oleh entitas C. b)manajemen sehari-hari atas lapangan gas dan fasilitas LNG, termasuk aktivitas pengembangan dan konstruksi, akan dilakukan oleh staf perusahaan B sesuai dengan arahan yang disetujui bersama oleh para pihak. Entitas C akan mengganti kepada B atas biaya yang terjadi dalam mengelola lapangan gas dan fasilitas LNG. c)entitas C bertanggung jawab atas pajak dan royalti atas produksi dan penjualan LNG sama seperti liabilitas lainnya yang terjadi dalam kegiatan usaha normal, seperti utang dagang, restorasi lapangan, dan liabilitas purna operasi (decommisioning). (d) perusahaan A dan B memiliki bagian yang sama dalam keuntungan dari kegiatan yang dilakukan dalam pengaturan dan, dengan demikian, mempunyai hak bagian yang sama atas setiap dividen yang dibagikan oleh entitas C. 250

251 Contoh – Pengolahan LNG CI48. Dewan komisaris entitas C memutuskan untuk menyepakati pengaturan pembiayaan dengan sindikasi pemberi pinjaman Untuk embantu pendanaan pengembangan lapangan gas dan pembangunan fasilitas LNG. Estimasi total biaya pengembangan dan konstruksi adalah Rp CI49. Sindikasi pinjaman memberikan entitas C pinjaman Rp Pengaturan pembiayaan menentukan bahwa sindikasi memiliki jaminan untuk perusahaan A dan B hanya jika entitas C gagal bayar pada pengaturan pinjaman selama pengembangan lapangan dan pembangunan fasilitas LNG. Sindikasi pinjaman menyetujui bahwa sindikasi tidak memiliki jaminan dari perusahaan A dan B pada saat fasilitas LNG telah berproduksi karena sindikasi telah me-nilai bahwa arus kas masuk entitas C yang dihasilkan dari penjualan LNG akan cukup untuk memenuhi pembayaran kembali pinjaman. Meskipun pada saat ini para kreditur tidak mempunyai jaminan atas perusahaan A dan B, tetapi sindikasi mempertahankan perlindungan atas gagal bayar entitas C dengan mengambil hak gadai atas fasilitas LNG. 251

252 Contoh – Pengolahan LNG ANALISIS CI50. Pengaturan bersama dibentuk melalui kendaraan terpisah yang bentuk hukumnya memberikan pemisahan antara para pihak dan kendaraan terpisah. Persyaratan dalam pengaturan kontraktual tidak menyatakan bahwa para pihak memiliki hak atas aset atau kewajiban terhadap liabilitas entitas C, tetapi mereka menetapkan bahwa para pihak memiliki hak atas aset neto entitas C. Sifat jaminan dari pengaturan pembiayaan selama pengembangan lapangan gas dan konstruksi fasilitas LNG (yaitu perusahaan A dan B memberikan jaminan terpisah selama tahap ini) tidak dengan sendirinya memaksakan para pihak menanggung liabilitas entitas C (yaitu pinjaman yang merupakan liabilitas entitas C). Perusahaan A dan B memiliki liabilitas terpisah, yang merupakan jaminan mereka untuk membayar kembali pinjaman jika entitas C gagal bayar selama tahap pengembangan dan konstruksi. CI51. Tidak ada fakta, dan keadaan lain yang mengindikasikan bahwa para pihak memiliki hak atas seluruh manfaat ekonomi yang substansial dari aset entitas C dan bahwa para pihak memiliki kewajiban atas liabilitas entitas C. Pengaturan bersama tersebut adalah ventura bersama. CI52. Para pihak mengakui hak mereka atas aset neto entitas C sebagai investasi dan mencatatnya dengan menggunakan metode ekuitas. 252

253 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK  Entitas Asosiasi  entitas yang mana investor memiliki pengaruh signifikan  Ventura Bersama  pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan  Metode Ekuitas  metode akuntansi di mana investasi awalnya dicatat sebesar harga perolehan selanjutnya disesuaikan atas perubahan pascaperolehan  laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain.  Harga perolehan awal + bagian laba – bagian rugi – bagian distribusi dari investee +/- penghasilan komprehensif  Ketika investasi rugi sehingga investasi menjadi negatif, maka investasi akan disajikan sebesar nol, liabilitas diakui jika memiliki kewajiban hukum dan konstruktif. Jika laba, pengakuan laba baru setelah bagian laba sama dengan bagian rugi yang telah diakui.

254 Penerapan Metode Ekuitas Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee mencatat investasinya pada entitas investasi atau ventura bersama dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali jika investasi tersebut memenuhi syarat pengecualian penerapan metode ekuitas 254 Pengecualian – jika investasi dimilliki atau dimiliki secara tidak langsung melalui entitas modal ventura, reksa dana, unit perwalian dan entitas serupa termasuk dana asuransi terkait investasi  dapat memilih menggunakan nilai wajar PSAK 55 Jika entitas mau dijual  menerapkan PSAK 58

255 Penghentian Metode Ekuitas 255 Jika entitas menjadi entitas anak  PSAK 65 Jika sisa kepentingan merupakan aset keuangan  PSAK 55. Nilai wajar sisa kepentingan diangggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai PSAK 55, entitas mengakui selisihnya sebagai laba rugi. Ketika metode ekuitas dihentikan, seluruh jumlah yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain menggunakan dasar yang sama jika investee melepas aset dan liabilitas. Jika investee menjadi investasi pada ventura bersama atau sebaliknya, maka entitas melanjutkan penerapan metode ekuitas dan tidak mengukur kembali kepentingan yang tersisa.

256 Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain PSAK  Entitas mengungkapkan pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat dalam menentukan bahwa entitas memiliki pengendalian, pengendalian bersama, pengaruh signifikan dan jenis pengaturan.  Entitas mengungkapkan informasi pengguna LK konsolidasian  Memahami komposisi kelompok usaha dan kepentingan yang dimiliki dalam aktivitas & arus kas  Mengevaluasi sifat dan luas pembatasan; sifat dan perubahan risiko; konsekuensi perubahan kepemilikan; konsekuensi hilangnya pengendalian  Entitas asosiasi dan pnengaturan bersama  sifat, luas dan dampak keuangan dari kepentingannya; sifat dan perubahan risiko signifikan  Entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi  sifat dan luas kepentingan; sifat dan perubahan risiko

257 Contoh Pada 1 Januari 2012, PT Aneka membeli 30% saham berhak suara PT Merapi sebesar Rp4.000 milyar dengan laba rugi untuk tahun 2012 sd 2015 Nilai tercatat investasi: – Tahun 2010 Rp milyar – Tahun 2011 Rp 0 – Tahun 2012 Rp 0 – Tahun 2013 Rp TahunLaba (rugi) PT Serbaneka Porsi laba (rugi) utk PT. Aneka Nilai tercatat 2012(10.00)(3.000) (8.000)(2.400)(1.400) (200)

258 Metode Ekuitas Pada 1 Desember dibeli investasi sebesar yang merupakan 25% kepemilikan pada PT. Mutiara. Pada 31 Desember Mutiara melaporkan adanya laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan sebesar 200,000. dan penghasilan komprehensif lain dan membagikan dividen Jan.1Investasi jangka panjang Kas Des.31Investasi jangka panjang Pendapatan Investasi Penghasila komprehensif lain (pengumuman laba bersih, 200,000 x 0.25) Des.31Kas Investasi Jangka Panjang (pengumuman dividen = 150,000 x 0.25) Jan.1Investasi jangka panjang Kas Des.31Investasi jangka panjang Pendapatan Investasi Penghasila komprehensif lain (pengumuman laba bersih, 200,000 x 0.25) Des.31Kas Investasi Jangka Panjang (pengumuman dividen = 150,000 x 0.25) 258

259 Kehilangan Pengaruh Signifikan Pada 31 Desember 2015 Entitas menjual 20% kepemilikan pada PT. Intan dengan harga Kepemilikan sebelum dilakukan penjualan 30%, saldo investasi sebelum dilakukan penjualan besar Saldo penghasilan komprehensif terkait dengan investasi ini DesKas4.000 Investasi jangka panjang1.000 Keuntungan penjualan investasi3.000 Penghasilan komprehensif lain500 Penghasilan dari investasi500 Jika 20% sama dengan maka 10% = Investasi tersis akan dicatat sebesar (nilai wajar dari 10%) Keuntungan penjualan investasi: Keuntungan dari investasi dijual – = Keuntungan kenaikan investasi yang tersis – = DesKas4.000 Investasi jangka panjang1.000 Keuntungan penjualan investasi3.000 Penghasilan komprehensif lain500 Penghasilan dari investasi500 Jika 20% sama dengan maka 10% = Investasi tersis akan dicatat sebesar (nilai wajar dari 10%) Keuntungan penjualan investasi: Keuntungan dari investasi dijual – = Keuntungan kenaikan investasi yang tersis – =

260 PSAK 45 : Organisasi Nirlaba Mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba. Diharapkan laporan keuangan entitas nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi. Pemisahan perolehan dana untuk tujuan pertanggungjawaban Laporan keuangan Organisasi Nirlaba Pernyataan ini menetapkan informasi dasar tertentu yang disajikan dalam laporan keuangan entitas nirlaba. Pengaturan yang tidak diatur dalam Pernyataan ini mengacu pada SAK, atau SAK ETAP untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. 260  Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan  Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan  Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan  Catatan atas laporan keuangan.

261 Laporan Posisi Keuangan

262 Laporan Aktivitas Bentuk A

263

264 PSAK 61 Hibah Pemerintah Akuntansi dan pengungkapan atas hibah pemerintah Pengungkapan atas bentuk lain bantuan pemerintah Hibah pemerintah diakui jika terdapat keyakinan memadai: – entitas akan mematuhi kondisi yang melekat pada hibah tersebut, dan – hibah akan diterima Hibah pemerintah diakui dalam laba rugi dengan dasar sistematis selama periode entitas mengakui sebagai beban atas biaya terkait yang dimaksudkan akan dikompensasi dengan hibah. Pendekatan penghasilan >>> dalam laba rugi – Hibah pemerintah terkait dengan aset  Penghasilan ditangguhkan, atau Pengurang jumlah tercatat aset – Hibah pemerintah terkait dengan penghasilan  Pendapatan (laba rugi), atau Pengurang beban 264

265 PSAK 62 Kontrak Asuransi Salah satu pihak (insurer) secara signifikan menerima risiko asuransi (insurance risk); 2 Ketidakpastian kejadian masa depan; 3 Mengandung risiko asuransi (insurance risk) dan risiko lain. Namun risiko asuransi dan risiko lain seperti risiko keuangan (financial risk) yang timbul dalam kontrak asuransi harus dipisahkan. Dampak: Jika PSAK 62 diterapkan, maka kontrak yang mempunyai bentuk hukum sebagai kontrak asuransi belum tentu memenuhi definisi sebagai kontrak asuransi, begitu juga sebaliknya. Dampak: Jika PSAK 62 diterapkan, maka kontrak yang mempunyai bentuk hukum sebagai kontrak asuransi belum tentu memenuhi definisi sebagai kontrak asuransi, begitu juga sebaliknya. Karakteristik

266 Implikasi Penerapan PSAK PSAK 62

267 PSAK 62: Kontrak Asuransi 267 Mengatur  Kontrak Asuransi: Life dan non-life, kontrak asuransi langsung (direct insurance) dan reasuransi. Karakteristik:  Salah satu pihak (insurer) secara signifikan menerima risiko asuransi (insurance risk);  Ketidakpastian kejadian masa depan;  Mengandung risiko asuransi (insurance risk) dan risiko lain. Namun risiko asuransi dan risiko lain seperti risiko keuangan (financial risk) yang timbul dalam kontrak asuransi harus dipisahkan.  Tes kecukupan liabilitas –Insurer menilai kecukupan liabilitas asuransi dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan –Jika nilai tercatat liabilitas asuransi tidak mencukupi dibandingkan estimasi arus kas masa depan, maka kekurangan harus diakui dalam laporan laba rugi.

268 PSAK 38 Kontrak Asuransi Jiwa 268 Kontrak asuransi diatur secara umum dalam PSAK 62, untuk kontrak asuransi jiwa diatur lebih khusus dalam PSAK 38 Kontrak asuransi dibedakan menjadi kontrak jangka pendek dan kontrak jangka panjang. Pendapatan  premi kontrak jangka pendek; premi kontrak jangka panjang; pendapatan lain. Beban klaim  klaim yang disetujui; klaim dalam proses penyelesaian; klaim yang terjadi tapi belum dilaporkan; klaim reasuransi (pengurang beban klaim) Liabilitas manfaat polis masa depan disajikan dalam aktuaria berdasarkan perhitungan aktuaria  harus memenuhi tes kecukupan liabilitas sesuai PSAK 62. Estimasi liabilitas klaim  kesehatan dan kecelakaan  taksiran perhitungan teknis asuransi

269 PSAK 28 Kontrak Asuransi Kerugian 269 Kontrak asuransi diatur secara umum dalam PSAK 62, untuk kontrak asuransi kerugian diatur lebih khusus dalam PSAK 28 Pendapatan premi  pengakuan pendapatan berdasarkan kontrak polis atau berdasarkan risiko. Reasuransi : prospektif dan retroaktif dipertanggungjawabkan secara terpisah. Beban klaim : diakui saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim  disetuju; poses penyelesaian; sudah terjadi tapi belum dilaporkan. Liabilitas  utang klaim; estimasi klaim retensi Pengungkapan  kebijakan akuntansi; piutang premi dari penutupan polis bersama dan jumlah premi jangka panjang

270 PSAK 63 : Akuntansi Hiperinflasi Laporan keuangan biaya historis dalam kondisi hiperinflasi – Tidak mencerminkan nilai bisnis dari aset – Tidak dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya – Laba tidak mencerminkan replacement cost sehingga mengurangi modal riil – Laba kepemilikan aset non-moneter tidak mencerminkan laba ekonomi riil Laporan keuangan dalam ekonomi hiperinflasi disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan Pos-pos terkait di periode sebelumnya disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan Laba atau rugi posisi moneter neto diakui dalam laba rugi dan diungkapkan terpisah 270

271 Langkah-langkah Pemilihan indeks harga umum Analisis dan penyajian-kembali aset dan liabilitas Penyajian-kembali laba rugi Perhitungan laba rugi posisi moneter neto Penyajian-kembali arus kas Penyajian-kembali periode sebelumnya 271

272 PSAK 64 : Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral Exploration 2.Evaluation IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources PSAK 29 Akuntansi Minyak dan Gas Bumi PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum 1.Eksplorasi (& evaluasi) 2.Pengembangan 3.Produksi 4.Pengolahan 5.Transportasi 6.Pemasaran 7.Lain-Lain Pelabuhan Khusus Telekomunikasi Kontrak Bantuan Teknis Unitisasi Kontrak Pengurasan Tahap Kedua Joint Venture 1.Eksplorasi (& evaluasi) 2.Pengembangan & Konstruksi 3.Produksi 4.Pengelolaan Lingkungan Hidup

273 Akuntansi Eksplorasi & Evaluasi 273 Penguru san Ijin Eksplorasi & Evaluasi Pengembangan Produksi & Pengolahan Lain–Lain Setelah Produksi IFRS 6 IAS 8, 38, 16, 37 & 36 PSAK 64  Beban diakui sebagai aset  Pengukuran awal, aset dicatat pada harga perolehan  Pengukuran selanjutnya sesuai dengan IAS 16, 38 dan 36. Dibebankan pada periode berjalan, kecuali jika:  Kegiatan eksplorasi yang signifikan masih berjalan, dan Cadangan Terbukti belum dapat ditentukan.  Sudah dapat dibuktikan bahwa terdapat Cadangan Terbukti.  Ditangguhkan & diamortisasi pada saat produksi  Penurunan nilai - berlaku  Estimasi biaya restorasi - berlaku All other applicable IFRSs Technical feasibility & commercial viability / cadangan Terbukti

274 PSAK 64: Pengukuran Aset Explorasi dan Evaluasi Aset eksplorasi dan evaluasi diukur pada biaya perolehan. Entitas menentukan suatu kebijakan akuntansi yang spesifik yang mana pengeluaran diakui sebagai aset eksplorasi dan evaluasi dan menerapkannya secara konsisten. Entitas mempertimbangkan tingkat pengeluaran yang dapat dikaitkan dengan penemuan sumber daya mineral spesifik. Setelah pengakuan awal, entitas menerapkan salah satu model biaya atau model revaluasi atas aset eksplorasidan evaluasi. Entitas dapat mengubah kebijakan akuntansinya jika perubahan kebijakan tersebut dapat membuat laporan keuangan menjadi lebih relevan dan andal. 274

275 Konsep Nilai Wajar PSAK 68 Tujuan : a.mendefinisikan nilai wajar (fair value); b.menetapkan kerangka pengukuran nilai wajar; dan c.mensyaratkan pengungkapan mengenai pengukuran nilai wajar. Konvergensi US GAAP dengan IFRS  menggunakan konsep yang sama 275 nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. “...the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.” IFRS 13 para 9

276 Assets Intangible Financial Inv Property PP&E Inventory Etc Defined Benefit Biological assets Cost CM or RM Cost Nil Lower of C or NRV some FVM Cost CM or FVM Fair value AmC or FVM Fair value less costs to sell FV plan assets less PUC plan obligation & arbitrary rules Various © IFRS Foundation | 30 Cannon Street | London EC4M 6XH | UK. 276

277 Hirarki Fair Value 277 Apakah ada harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Level 1) Apakah ada input selain harga kuotasioan yang dapat diobservasi* Gunakan nilai wajar pengukuran dengan Level 1 Gunakan input selain Harga kuotasian yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung, pengukuan ‡ Level 2 Gunakan input yang bukan berdasarkan harga pasar yang dapat diobservasi. Level 3 No Yes No Harus digunakan tanpa penyesuaian *Maksimumkan input yang dapat diobservasi, termasuk informasi pasar dan informasi publik lainnya ‡ Input yang tidak dapat diobservasi diantaranya data entitas (anggaran, proyeksi), harus disesuaikan jika pelaku pasar menggunakan asumsi berbeda 277

278 TERIMA KASIH


Download ppt "PENERAPAN PSAK BERBASIS IFRS EFEKTIF SAMPAI DENGAN 2015."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google