Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh: Prof. DR. Widjajono Partowidagdo BAB I DINAMIKA SEKTOR MIGAS.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh: Prof. DR. Widjajono Partowidagdo BAB I DINAMIKA SEKTOR MIGAS."— Transcript presentasi:

1 Oleh: Prof. DR. Widjajono Partowidagdo BAB I DINAMIKA SEKTOR MIGAS

2 Disini dibahas kegiatan industri migas dan keputusan investasi migas. I. Kegiatan Industri Migas Untuk memahami kegiatan industri migas perlu diketahui pembentukan minyak dan gas bumi, kegiatan sektor hulu dan kegiatan sektor hilir migas. A. Pembentukan Minyak dan Gas Bumi Kebanyakan pakar perminyakan percaya bahwa pembentukan minyak bumi berasal dari binatang dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun yang lalu (karena itu disebut bahan bakar fosil). Binatang dan tumbuhan (organik) yang mati dan mengalami pengendapan bersamaan dengan berbagai jenis sedimen (seperti lumpur) yang dibawa oleh aliran sungai. Batuan sedimen yang mengandung unsur organik sebagai sumber terjadinya minyak bumi disebut batuan sumber (source rocks). Akibat pengendapan di atasnya (overburden) bahan organik yang terdapat pada lapisan sedimen mengalami proses tekanan dan pemanasan yang berlangsung jutaan tahun dan beralih menjadi minyak, gas, dan aspal bumi. Kemudian minyak dan gas bumi tersebut bermigrasi mencari lapisan-lapisan yang berlubang atau mempunyai pori-pori. Lapisan-lapisan berpori ini dikenal dengan sebutan reservoir bed atau reservoir rock. Pada lapisan seperti inilah minyak- minyak berkumpul sehingga lapisan seperti ini pula yang dicari oleh para ahli pertambangan migas.

3 B. Kegiatan Sektor Hulu Migas Kegiatan sektor hulu migas terdiri atas pencarian (eksplorasi) migas dan apabila menemukan kemudian dilanjutkan dengan usaha memproduksikannya. 1. Eksplorasi Migas Minyak dan gas bumi adalah barang publik yang termasuk kepada sumber daya alam milik masyarakat (common property resources). Untuk mengusahakannya, suatu badan usaha perlu mendapatkan hak pengusahaan dari pemerintah. Untuk itu, badan usaha tersebut harus mendaftarkan diri pada institusi yang diberi wewenang untuk itu (BP Migas), lalu mengikuti lelang guna mendapatkan hak kontrak wilayah kerja. Badan usaha diwajibkan membayar untuk mendapatkan formulir dan informasi yang tersedia. Kemudian, kontraktor tersebut mengajukan proposal tentang kegiatan yang akan dilakukan pada wilayah tersebut serta berapa banyak modal yang akan ditanamkan. Kontraktor juga diminta memperkirakan produksi, pendapatan, dan keuntungan yang akan diperoleh, untuk kemudian mempresentasikan proposalnya kepada institusi terkait. Pemenang lelang dinilai berdasarkan proposal yang diajukan, investasi yang akan ditanam, serta bonafide tidaknya perusahaan tersebut (nama baik dan pengalaman dalam bidang terkait). Bila lelang dimenangkan, kontraktor harus membayar signature bonus untuk mendapatkan hak mengeksplorasi dan memproduksikan migas di wilayah kerjanya.

4 Pencarian migas dimulai dengan survey geologi (pemetaan) dan geofisika, termasuk survey seismik dan survey gravitasi, untuk mencari cebakan. Untuk memastikan apakah cebakan tersebut berisi migas atau tidak perlu dilakukan pemboran “wild-cat”. Bila eksplorasi berhasil maka dapat dikonfirmasi adanya hidrokarbon (minyak dan atau gas bumi), sifat batuan (porositas dan permeabilitas), serta kandungan (saturasi) migas, dari data tersebut dapat diperkirakan cadangan migas secara kasar. Bila migas berhasil ditemukan, maka dilakukan produksi migas. Porositas dapat diketahui dengan loging sonic (suara) karena suara bergerak lebih cepat pada benda yang lebih padat maupun loging radiaktif (neutron, density), sedangkan saturasi migas diketahui dari loging listrik karena minyak bersifat isolator sedangkan air asin konduktor. 2. Produksi Migas Untuk memproduksikan migas dari prospeknya dilakukan pengembangkan lapangan dengan dibornya banyak sumur produksi. Dalam waktu tertentu (misal kontrak 25 tahun), suatu sumur produksi hanya dapat menguras migas sebesar volume tertentu yang sering disebut cadangan per sumur. Akibatnya untuk memproduksi cadangan terbukti migas selama waktu kontrak diperlukan jumlah sumur tertentu. Tidak semua sumur pengembangan mengandung migas. Cadangan per sumur adalah fungsi produksi awal sumur, produksi pada economic limit (dimana biaya produksi sama dengan pendapatan) dan waktu produksi. Dari sumur produksi yang dibor dapat diperkirakan biaya sumur dan biaya bukan sumur (peralatan-peralatan produksi, infrastruktur pendukung, transportasi migas, dan biaya pengelolaan) untuk pengembangan lapangan tersebut.

5 Produksi dibagi atas primary recovery, secondary recovery, dan tertiary recovery. Primary recovery adalah cara memproduksikan sumur secara alamiah dengan tekanan reservoir yang ada, dengan pompa (baik pompa angguk maupun pompa submersible) atau dengan gas lift (supaya kolom fluidanya lebih ringan sehingga minyak bisa mengalir). Secondary recovery dilakukan dengan pendorongan air (water flood) atau pendorongan gas (gas flood). Tertiary recovery dilakukan dengan menambahkan zat kimia (polimer) pada air yang diinjeksikan, injeksi gas yang miscible (larut) dalam minyak, injeksi uap air (untuk menurunkan viskositas), in situ combustion (sebagian minyak dibakar) atau injeksi mikroba. Secondary dan tertiary recovery biasa disebut Enhanced Oil Recovery (EOR). Sumur memerlukan perawatan maupun perangsangan (stimulasi) untuk menjaga produksinya. Pekerjaan tersebut disebut work over (kerja ulang) untuk memindahkan produksi ke lapisan lain, membersihkan sumur dari endapan (scaling), melakukan acidizing (pengasaman), dan melakukan fracturing (perekahan) supaya fluida lebih mudah mengalir. C. Kegiatan Sektor Hilir Migas Sektor hilir migas terdiri dari pengolahan, transportasi dan distribusi. Minyak selain dipergunakan sebagai BBM (Bahan Bakar Minyak) juga dipakai sebagai feedstock industri petrokimia. Pohon petrokimia diberikan pada Gambar 1.1.

6 Gambar 1.1 Pohon Petrokimia

7 Gambar 1.2 memperlihatkan dinamika pengusahaan migas untuk sektor hulu. Tanda positif atau negatif diujung panah menyatakan hubungan antara dua besaran yang dihubungkan oleh panah tersebut. Sebagai contoh, jika produksi bertambah maka cadangan terbukti berkurang (hubungan negatif) dan jika penemuan dan recovery bertambah, maka cadangan terbukti bertambah. Recovery dapat bertambah dengan Improved Oil Recovery (IOR). Cadangan yang belum ditemukan berkurang dengan adanya penemuan karena cadangan tersebut menjadi terbukti. Biaya eksplorasi meningkat dengan makin banyaknya penemuan karena migas dan akan dicari di daerah yang lebih sulit (daerah terpencil, laut dalam) atau prospeknya kurang baik. Kenaikan biaya ekplorasi meningkatkan biaya total dan akan mengurangi keuntungan perusahaan. Teknologi berusaha untuk mengurangi biaya, sedangkan eksplorasi dan peraturan lingkungan akan meningkatkan biaya. Walaupun demikian, kelestarian lingkungan diperlukan untuk generasi mendatang dan pembangunan yang berkelanjutan. Biaya lingkungan terdiri dari biaya lingkungan fisik (menjaga kebersihan, keindahan lingkungan, serta kelestarian sumber daya alam) maupun lingkungan sosial (pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat).

8 Gambar 1.2. Dinamika Pengusahaan Hulu Migas

9 Kenaikan produksi dan harga (internasional maupun domestik) akan meningkatkan pendapatan dan laju pengembalian investasi. Kenaikan laju pengembalian investasi akan meningkatkan investasi untuk eksplorasi dan diharapkan akan meningkatkan laju penemuan. Pemberian insentif (penurunan penerimaan pemerintah) juga meningkatkan laju pengembalian keuntungan. Pengusahaan migas memiliki risiko yang tinggi dan pengusaha menginginkan pengembalian keuntungan yang lebih tinggi dari usaha yang risikonya lebih tinggi, karena resiko mempengaruhi keuntungan. Pengusahaan suatu komoditi akan dilakukan apabila laju pengembalian investasinya melebihi biaya pengadaan modal. Makin besar laju pengembalian melebihi biaya, makin banyak modal yang tersedia. Risiko dari pengusahaan migas dapat dibagi menjadi risiko eksplorasi, teknologi, pasar, dan kebijaksanaan. Risiko eksplorasi berkaitan dengan eksplorasi yang tidak menemukan cadangan baru. Risiko teknologi berkaitan dengan kemungkinan biaya eksplorasi maupun pengembangan yang lebih mahal dari yang diperkirakan semula. Risiko pasar berkaitan dengan kemungkinan perubahan harga. Risiko negara berkaitan dengan politik, hukum, keamanan, KKN dan lain-lain.

10 Perlu disadari bahwa pengusaha tidak hanya berusaha di bidang migas dan tidak hanya berusaha di suatu negara. Pengusaha bebas memilih usaha yang paling menguntungkannya. Kewajiban pemerintah adalah menciptakan iklim yang menarik untuk investasi perminyakan di negaranya. Keputusan investasi migas tergantung kepada keuntungan yang diperoleh serta resiko pengusahaannya Investasi dapat (tidak selalu) dilakukan bila: NPV≥0, IRR ≥ MARR, B/C ≥ 1 Walaupun menguntungkan tidak selalu investasi dilakukan, tergantung kepada ketersediaan dana dan urutan investasi tersebut pada semua investasi yang ada (portofolio). Dalam evaluasi keekonomian migas, disamping anggapan tentang nilai hidrokarbon, diperlukan tiga data: Profil produksi, dibuat oleh ahli teknik reservoir dari analisis mekanisme pengeringan (drainage) Biaya kapital dan operasi, evaluasi oleh penilai biaya serta dikelola oleh manajer proyek dan manajer lapangan Kondisi kontrak dan fiskal, yang merupakan faktor penentu pengambilan keputusan Memilih pengembangan lapangan yang tepat, pembiayaan yang akurat serta pengontrolan pengeluaran adalah kunci keberhasilan. Untuk sektor hilir keadaannya lebih sederhana karena investasi yang menghasilkan produksi hanya akan dilaksanakan apabila terdapat keuntungan, sedangkan keuntungan adalah fungsi produksi, harga, biaya, dan pajak. Biaya dipengaruhi oleh teknologi dan lingkungan, sedangkan produksi adalah fungsi permintaan.

11 BAB II CADANGAN DAN PRODUKSI MIGAS

12 I. Cadangan Migas Cadangan, terutama yang terbukti, adalah sangat penting untuk pengusahaan migas karena cadangan terbukti adalah stock perusahaan. Apabila telah terjadi produksi, maka cadangan terbukti sering disebut estimated remaining reserves atau cadangan terbukti yang tertinggal. Jumlah produksi dan cadangan terbukti yang tertinggal disebut estimated ultimate recovery atau cadangan ultimate. Jumlah total minyak didalam tanah disebut original oil in place (OOIP). Hanya sebagian dari OOIP yang bisa diproduksikan, sehingga menjadi cadangan terbukti. EUR =CUM + ERR EUR =Estimated Ultimate Recovery = Cadangan Ultimate CUM =Produksi Kumulatif ERR =Estimated Remaining Reserves =Cadangan terbukti yang tertingal OOIP = N = Original Oil in Place = Minyak awal di tempat = Jumlah minyak di dalam tanah, dan bukan jumlah yang dapat diproduksikan. Recovery Factor (RF) adalah presentase dari OOIP yang dapat diproduksikan.

13 Besarnya RF berkisar antara: Minyak:2% sampai 60% Gas:50% sampai 90% Biasanya:Minyak – Solution Gas Drive =15- 25% Minyak – Water Drive =35-50% Gas =80-85%

14 II. Metode Perhitungan Cadangan Ada beberapa metode perhitungan cadangan yang pemilihannya tergantung pada berapa banyak data, waktu, dan dana yang kita miliki, yaitu: 1. Analogi 2. Volumetrik 3. Decline Curves 4. Material Balance 5. Simulasi Reservoir 1. Analogi Analogi dilakukan apabila data minim (misal sebelum eksplorasi). Perlu diingat bahwa seminimum apapun datanya, pembuat keputusan memerlukan angka cadangan dan keekonomian dengan menggunakan Barrels per Acre Foot (BAF).

15 2. Volumetrik Minyak:EUR = EUR = N. RF Gas: EUR = Dimana, A=Luas pengeringan, acres. h= Ketebalan rata-rata formasi, ft  = Porositas rata-rata, fraksi Swi = Saturasi awal rata-rata, fraksi Boi = Formation volume factor minyak awal, RB/STB Bgi = Formation volume factor gas awal, RCF/SCF RF= Recovery factor, fraksi NPV = Nilai sekarang dari suatu proyek selama waktu tertentu dengan bunga (discount rate) sebesar (minimum attractive rate of return)

16 3. Decline Curves Merupakan plot dari produksi terhadap waktu (statistik). 4. Material Balance Dasar teorinya : Volume yang diproduksi = Volume awal ditempat – Volume tertinggal Untuk melakukannya dibutuhkan pengetahuan teknik reservoir. 5. Simulasi Reservoir Terdiri dari membuat atau memilih model, mengumpulkan dan memasukan data ke model, history matching dan peramalan. Untuk melakukannya dibutuhkan pengetahuan teknik reservoir dan teknik komputer. Perbandingan metode perhitungan cadangan diperlihatkan pada Tabel 1

17 MetodeYang DibutuhkanKelebihanKekurangan AnalogiData sumur atau lapangan di sekitarnya Cepat & murah. Bisa dilakukan sebelum pemboran Kurang teliti VolumetrikData log dan core, Perkiraan luas, RF & sifat fluida Informasi minimal, cepat. Dapat dilakukan di awal produksi Perkiraan tidak tepat Decline Curves Data produksiCepat dan murahDibutuhkan kondisi konstan Material Balance Data tekanan, produksi, fluida dan batuan Tidak perlu perkiraan luas, RF, dan ketebalan Dibutuhkan lebih banyak informasi Simulasi Reservoir Data material balance untuk tiap sel, data sumur & geologi Lebih mampu menjelaskan secara rinci Mahal dan butuh waktu lebih lama Tabel 1 Perbandingan Metode Perhitungan Cadangan

18 III. Produksi Migas Produksi adalah output dari pengusahaan migas. Untuk mengetahui keuntungan memerlukan data produksi tiap tahun. Produksi tergantung inputnya, sehingga dapat dituliskan menjadi: q = f (K,L,R,T) q=produksi K=kapital L=labor = sumber daya manusia R=natural resource = sumber daya alam T=teknologi K, L, R, T adalah besaran-besaran yang mempengaruhi comparative advantage (keunggulan komparatif) suatu daerah atau negara. Karena migas diproduksikan dari prospeknya maka jumlah produksi maksimal migas tergantung pada cadangan terbukti (sumber daya alam). Migas diproduksikan melalui sumur maka besarnya produksi tergantung jumlah sumur. Biaya sumur adalah biaya terbesar dari pengusahaan migas. Disamping sumur juga dibutuhkan peralatan-peralatan untuk produksi dan transportasi migas serta biaya pengelolaan. Untuk itu dibutuhkan kapital yang besar serta sumber daya manusia yang profesional. Industri migas adalah industri yang membutuhkan teknologi tinggi. Terobosan teknologi dibidang perminyakan adalah dibidang lepas pantai (offshore) yang menyebabkan biaya lebih murah serta EOR (Enhanced Oil Recovery) dan pemboran horisontal yang keduanya bisa memproduksikan minyak lebih banyak, pemboran miring yang menghemat lahan serta seismik 3D yang lebih teliti.

19 Pola produksi dari masing-masing sumur ditentukan berdasarkan produksi awal sumur, produksi pada economic limit (produksi akhir sumur) serta lamanya sumur berproduksi. Kebanyakan produksi linear pada kertas semilog. ln q t = ln q i – at Pada economic limit (dimana pendapatan sama dengan biaya produksi): sehingga: Dimana: q t = produksi sumur pada waktu t, B/D q i = produksi awal sumur, B/D a = decline rate = laju penurunan produksi sumur, tahun -1 t = waktu, tahun q f = laju produksi akhir sumur, B/D t f = waktu mencapai economic limit, tahun Dengan mengetahui q i, a, dan t f maka produksi pada setiap saat dapat diperkirakan.

20 BAB III EVALUASI KEEKONOMIAN MIGAS

21 I. Keekonomian Investasi Penanaman modal (investasi) didasarkan pada keuntungan yang diperoleh serta resikonya. Indikator keuntungan mempunyai ciri : 1.Harus dapat tepat untuk membandingkan dan mengkelompokkan kesanggupan memberikan keuntungan (profitability) dari kesempatan- kesempatan penanaman modal. 2.Parameter hendaknya mencerminkan nilai waktu dari modal perusahaan dan secara realistis merupakan masukan bagi kebijaksanaan fiskal dari perusahaan, termasuk investasi kembali dimasa yang akan datang. 3.Parameter itu hendaknya dapat menunjukkan keuntungan walaupun sekecil- kecilnya. 4.Hendaknya mencakup penyataan-pernyataan kwantitatif dari resiko. 5.Parameter hendaknya menggambarkan faktor-faktor lain seperti hasil-hasil gabungan, resiko dan kekayaan perusahaan bila mungkin.

22

23 Penjelasan Indikator Keuntungan IRR Penyelesaian IRR memerlukan trial & error, memperhitungkan nilai waktu uang, tidak tergantung nilai absolut cash flow, bisa ganda, tidak dapat dihitung jika semua flow + atau – atau belum balik modal dan cash flow awal lebih mempengaruhi. NPV Penyelesaiannya bukan trial & error, memperhitungkan nilai waktu uang, dan bisa mempertimbangkan resiko. NPV dihitung dengan menggunakan discount rate sama dengan MARR. MARR MARR : Minimum Attractive Rate of Return yaitu: tingkat pengembalian minimum yang diinginkan. MARR tergantung pada biaya pengadaan modal, lingkungan, jenis kegiatan, tujuan dan kebijaksanaan organisasi, dan tingkat risiko dari masing-masing proyek. B/C : Menyatakan manfaat tiap dollar yang ditanamkan POT : Kelemahannya tidak mempersoalkan keuntungan dari investasi

24 Faktor-faktor yang Mempengaruhi MARR : 1.Jika perusahaan beroperasi dengan modal pinjaman,bunga tersebut sekurang-kurangnya melebihi besarnya bunga yang dibayarkan pada pinjaman. 2.Jika modal datang dari beberapa sumber, penentuan biaya modal rata- rata terkadang dipakai sebagai basis untuk harga MARR. 3.Tujuan perusahaan adalah pertumbuhan dari kekayaan total yang dimilikinya dengan kecepatan yang ditetapkan oleh pimpinan perusahaan. 4.Untuk perhitungan probabilistik (Expected Monetary Value) dimana probabilitas resiko kegagalan diberikan, maka resikonya tidak dinyatakan dalam MARR (untuk proyek yang berhasil) sedangkan untuk perhitungan deterministik, resiko dinyatakan dalam MARR. MARR untuk proyek yang beresiko lebih tinggi dan proyek yang kurang beresiko. Misalnya untuk kegiatan pengilangan (hilir) MARR adalah 12 persen, tetapi untuk kegiatan eksplorasi dan produksi (hulu) MARR nya adalah persen. 5.Perusahaan yang lebih bonafide (banyak kesempatan memperoleh proyek) memiliki MARR yang lebih tinggi karena biaya devidennya inggi serta profit margin lebih besar walaupun mendapat biaya pinjaman yang lebih rendah dari bank karena lebih dipercaya.

25 Cara Menentukan MARR 1. Berdasarkan biaya total MARR = Biaya modal + profit margin + risk premium Profit margin untuk perusahaan bonafide lebih besar sedangkan risk premium untuk proyek yang beresiko lebih besar. 2. Berdasarkan opportunity cost Ditentukan dari perpotongan kurva permintaan dan pemasokan investasi. Makin banyak jumlah investasi, makin banyak uang yang dikeluarkan. Makin banyak investasi, maka keuntungan marjinalnya makin menurun sedangkan biaya marjinal untuk memperolehnya makin mahal. Contoh 3-1: Jika biaya kapital untuk $ ,- adalah 15% dan naik 1% untuk $ ,- berikutnya. Dari perpotongan kurva permintaan dan permasokan dari Gambar 3.1 diperoleh MARR sebesar 17%.

26 Gambar 3.1 Permintaa dan Pemasokan Modal

27 1. Faktor bunga (F/P) dan (P/F) saling berkebalikan (F/P, i %, n) = i(P/F, i %, n) 2. Faktor bunga (F/A) dan (A/F) saling berkebalikan (F/A, i %,n) = 1/(A/F, i %,n) 3. Faktor bunga (A/P) dan (P/A) saling berkebalikan (A/P,i %,n) = 1/(P/A,i %,n) 4. Faktor bunga (P/A) sama dengan penjumlahan faktor bunga (P/F) dari periode ke 1 sampai dengan periode ke n. 5. Faktor bunga (F/A) sama dengan satu ditambah penjumlahan faktor bunga (F/P) dari periode ke 1 sampai dengan periode n Faktor bunga (A/P) sama dengan faktor bunga (A/F) ditambah dengan i, Hubungan Berbagai Faktor Bunga

28 Perumusan Tabel Bunga

29 Tahun Aliran Dana Contoh 3-2 Hitung IRR dari proyek yang mempunyai aliran dana sebagai berikut (MARR = 10%): Untuk i = 10% : PW = (0,91) + 30(0,83) + 20(0,75) + 40(0,68) + 40(0,62) = 10,16 Untuk i = 15% : PW = (0,87) + 30(0,76) + 20(0,66) + 40(0,57) + 40(0,50) = -4,02 Dari kedua nilai PW di atas dapat disimpulkan bahwa untuk proyek tersebut 10% < IRR< 15%, dan dapat digambarkan dengan grafik berikut:

30 10,16 10% 15% -4,02 IRR = 10 % + (15% - 10%) = 13,58%

31 Tagihan (CR)Pendapatan (R)Bayar (Rec)Sisa uang (TI) Sisa tagihan (UR) II. Penerimaan Pemerintah Penerimaan Pemerintah hanya dipungut pemerintah apabila revenue (pendapatan) melebihi recovery (pengembalian dari biaya). Recovery dihitung berdasarkan besaran yang paling kecil dan revenue dan cost recovery. Cost (biaya) adalah yang dikeluarkan, Cost recovery (CR) adalah yang ditagihkan. Sedangkan recovery (Rec) yang dibayarkan. Hal ini dapat dianalogikan dengan meminjam uang sebagai berikut : Sisa uang yaitu pendapatan sesudah recovery (analog dengan pengembalian tagihan) adalah equity to be split (ES), sedangkan cost recovery yang belum terbayarkan disebut unrecovered (analog dengan sisa tagihan) sehingga diperhitungkan dalam cost recovery tahun berikutnya.

32 BilaCR>R  Rec = R  UR +1 = CR-Rec, ES = 0 CR

33 Tahun Revenue $ 10 6 Investasi $ 10 6 Biaya Operasi $ Contoh 3-3 MARR = 15%, Pajak gas = 70%, Investasi semua kapital Depresiasi linier seumur proyek Berapakah : NPV (MARR :15%), IRR, B/C (MARR:15%), POT ? TahunRID OCCRRECTITCF ,436,6 Catatan : semua satuan dalam $ Jawaban: D = I 0 /n = 180/10 = 18, NC 1 =0=UR 1, CR = NC+D+OC+UR = =38 < R=100 → REC = CR =38, TI = R-REC = 100 – 38 = 62, T=txTI = 0.7x62 = 43,4 CF 0 = -I = -180, CF 1-10 = R-I-OC-T = ,4 = 36,6 NPV = ,6 (P/A, 15%,10) = ,6 (5,02) = 3,7

34 Contoh 3-4 Untuk Contoh 3-3 apabila investasi terdiri dari 50% kapital dan 50% non kapital dengan pertanyaan yang sama. Jawaban: TahunRIDUROCCRRECTITCF ,443, ,730,3 Catatan : semua satuan alam $ 10 6

35 I = 180 → CP = 90 → D = 90/10 = 9, NC o = 90 = UR 1 CR = NC + D + OC + UR, CR 1 = = 119 > R = 100, REC = R = 100 UR 2 = CR-R = = 19, CR 2 = = 48 < R = 100 REC 2 = CR 2 = 48, UR 3 = 0, CR 3 = = 29 < R = 100 UR 3-10 = 0, CR 3 = = 29 < R = 100→ REC 3 = CR 3 = 29 TI = R – REC T = 0,7 ES CF = R – I – OC - T NPV (MARR=15%) = (P/F,15%,1) + 43,6(P/F,15%,2) + 30,3(P/A,15%,8) (P/F,15%,2) = (0,87) + 43,6 (0,76) + 30,3 (4,49) (0,76) = ,6 + 33,1 +103,4 = 26,1 PW (i = 20%) = (P/F,20%,1) + 49,7 (P/F,20%,2) + 30,3 (P/A,20%,8) (P/F,15%,2) = (0,83) + 43,6 (0,69) + 30,3 (3,84) (0,69) = ,4 + 30,1 +80,28 = -3,2 IRR = 20%

36 II. Kontrak Perminyakan di Indonesia Kontrak perminyakan di Indonesia dimulai dengan Kontrak Karya dan kemudian pada tahun 1971 diberlakukan Kontrak Bagi Hasil. Perbedaan Kontrak Karya dan Kontrak Bagi Hasil adalah pada Kontrak Bagi Hasil manajemen ada di tangan pemerintah, dimana setiap kegiatan kontraktor harus dengan persetujuan pemerintah. Pada Kontrak Bagi Hasil berlaku pre, current, dan post audit. Pada Kontrak Karya hanya berlaku post audit saja. Tugas utama kontraktor di Kontrak Karya adalah membayar pajak. Indonesia pada akhir 2007 mempunyai cadangan terbukti minyak sebesar 4,4 milyar barel dan cadangan terbukti gas sebesar 105,94 trilyun kubik kaki. Migas adalah sumber daya alam milik masyarakat (common property resources) yang pengelolaannya berdasarkan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3 yaitu bahwa migas dikuasai oleh negara dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Untuk mengelola migas pihak ketiga dapat melakukan kerjasama dengan pemerintah (BP Migas) melalui kontrak kerjasama migas yang pada dasarnya adalah Kontrak Bagi Hasil. Sebelum satu pihak mengajukan minat untuk melakukan kontrak di bidang perminyakan seyogyanya mengerti perilaku (konsep dasar) bisnis perminyakan. Ibarat mau melamar seseorang seyogyanya kita mengetahui perilaku orang tersebut.

37 Seperti bisnis lainnya maka bisnis migas adalah untuk mencari untung maka perlu dikenal indikator indikator keuntungan, disamping itu kita perlu membandingkan prospek yang kita amati tersebut dengan alternatif-alternatif lain, sehingga perlu diketahui cara untuk menentukan pilihan dari alternatif-alternatif yang ada. Keuntungan adalah fungsi produksi (cadangan), harga, biaya, dan pajak. Pengetahuan tentang penentuan besaran-besaran tersebut wajib diketahui. Industri migas adalah industri yang berisiko. Pengetahuan untuk mengakomodasikan risiko dalam perhitungan keuntungan juga perlu diketahui. Dalam usulan kontrak dibutuhkan perencanaan eksplorasi maupun perencanaan pengembangan yang meliputi rencana pembiayaan, perkiraan produksi, serta perhitungan keuntungan berdasarkan perkiraan harga tertentu dan perpajakan yang berlaku. Kontrak yang berisi hak dan kewajiban pihak terkait termasuk penyelesaian apabila terjadi ketidaksepakatan wajib diketahui. Prosedur pelelangan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi peserta lelang perlu diketahui oleh yang bersangkutan. Kontrak bagi hasil dinyatakan oleh Gambar 3.2.

38 Gambar 3.2 Kontrak Bagi Hasil Revenue Equity to be Split. ES Government ShareContractor Share Taxable Income Net Contr. Share Total Contractor Share Cost Contractor Cashflow (1-SH/(1-t)) x ES(SH/(1-t)) x ES Recoverable Cost Inv. CreditCost Rec. Government Tax Diff. Price DMO

39 Persamaan-persamaan: Input: Year, Production, Price, Capital, Non Capital, Operating Cost,% Share. Revenue = Production x Price (Unrecovered) tp = Jika (Cost Recovery + Investment Credit) t–1 > (Recovery) t–1 ; maka (Unrecovered) t > tp = (Cost Recovery + Investment Credit – Recovery) t–1 Jika tidak (Unrecovered) t > tp = 0 Depreciation: tergantung kontrak Jika Revenue > 0; maka Cost Recovery = Non Capital + Unrecovered + Operating Cost + Depreciation Jika Revenue = 0; maka Cost Recovery = 0 (Investment Credit) tp = 0,2x Jika (Cost Recovery + Investment Credit) > Revenue; maka Recovery = Revenue Equity = 0 Jika ( Cost Recovery + Investment Credit ) < Revenue; maka Recovery = Cost Recovery + Investment Credit Equity = Revenue – Recovery

40 Contractor Share = Equity x Share/0,52 Jika (Revenue x 0,25 x Share/0,52) > Contractor Share; Maka DMO = Contractor Share Jika tidak, DMO = Revenue x 0,25 x Share /0,52 (Fee DMO) t < tp+4 = DMO (Fee DMO) t > tp+4 = 0,25 x Share/0,52 x Production x 0,1 x Price Taxable Share = Investment Credit + Contractor Share – DMO + Fee DMO Jika Taxable Share > 0; maka Tax = Taxable Share x 0,48 Jika tidak, Tax = 0 Jika Taxable Share > 0; maka, Net Contractor Share = Taxable Share – Tax Jika tidak, Net Contractor Share = 0 Total Contractor Share=Net Contractor Share + Recovery – Investment Credit Expenditure = Capital + Non Capital + Operating Cost (Cash Flow Contractor) tp = Total Contractor Share – Expenditure Indonesia Share = Revenue – Total Contractor Share

41 Gambar 3.3 Kontrak Bagi Hasil dengan FTP

42 Contoh 3-5 Untuk Contoh 3-4 apabila diberlakukan PSC sederhana (Investment Credit = 0 dan Domestic Market Obligation dibayar dengan harga pasar) Jawaban: TahunRIDOCURCRRECESCSNCSTCSCF ,663,643, ,350,330,3 Catatan : Apabila IC = 0 dan DDMO = 0 I = 180 → CP = 90 → D = 90/10 = 9, NC o = 90 = UR 1 CR = NC + D + OC + UR, CR 1 = = 119 > R = 100, REC= R = 100 UR 2 = CR-R = = 19, CR 2 = = 48 < R = 100 REC 2 = CR 2 = 48, UR 3 = 0, CR 3 = = 29 < R = 100 UR 3-10 = 0, CR 3 = = 29 < R = 100→ REC 3 = CR 3 = 29 ES = R – REC CS = 0,577 ES NCS = CS(1-0,48) = 0,52 CS TCS = NCS + REC CF = TCS – I – OC – T

43 Contoh 3-6 Untuk Contoh 3-4 apabila ada FTP sebesar 20% Jawaban: TahunRIDOCURCRRECESCSNCSTCSCF ,677,657, ,350,330,3 Catatan : Apabila IC = 0 dan DDMO = 0 I = 180 → CP = 90 → D = 90/10 = 9, NC o = 90 = UR 1 CR = NC + D + OC + UR, CR 1 = = 119 > 0,8 R REC= 0,8 R = 0,8 x 100 = 80, UR 2 = CR-R = = 39 CR 2 = = 68 < 0,8 R → REC 2 = CR 2 = 68, UR 3 = 0 CR 3-10 = = 29 < 0,8 R → REC 3 = CR 3-10 = 29 ES = R – REC CS = 0,577 ES NCS = CS(1-0,48) = 0,52 CS TCS = NCS + REC CF = TCS – I – OC – T

44 Contoh 3-7 Untuk Contoh 3-4 apabila diberlakukan PSC lengkap dengan FTP = 0 dan minyak. Jawaban: TahunRIICDOCURCRRECESCSDDMONCSTCSCF ,906,786,766, ,2010,540,520, ,26,58,628,68,6 Catatan : Apabila Depresiasi linear 5 tahun, IC 1 =0,2 CP 0, DMO dibayar 0,1 P sesudah 60 bulan. I 0 = 100 → CP 0 =50 → D 1-5 =50/5 = 10, NC o =50 = UR 1, IC 1 =0,2 CP 0 =0,2x50=10 CR = NC+D+OC+UR, CR 1 = = 80, CR 1 +IC 1 = = 90 < R 1 =100 REC 1 = 90, ES 1 = R 1 -REC 1 = = 10, CS 1 = 0,288 ES 1 = 0,288x10 = 2,9 NCS 1 = (CS 1 +IC 1 - DDMO 1 )(1-t) = (2,9+10-0)(1-0,48) =6,7 TCS 1 = NCS 1 +REC 1 - IC 1 = 6, = 86,7, CF 1 =TCS 1 -I 1 -OC 1 = 86,7-0-20=66,7 CR 2-5 = = 30 < R=100 → REC 2-5 = CR 2-5 = 30, ES 2-5 = = 70 CS 2-5 = 0,288x70 = 20,2, NCS 2-5 = (20,2+0-0)(1-0,48) = 10,5, TCS 2-5 = 10, =40,5, CF 2-5 = 40,5-0-20= 20,5 CR 6-10 = = 20 < R=100 → REC 6-10 = CR 6-10 = 20, ES 6-10 = = 80 CS 6-10 = 0,288x80 = 23, DDMO 6-10 = 0,25x0,288x0,9x100= 6,5 NCS 6-10 = (23+0-6,5)(1-0,48) = 8,6, TCS 6-10 = 8, =28,6, CF 6-10 = 28,6-0-20= 8,6

45 Tabel Discount Rate i=6%i=8%i=10%i=12%i=15%i=18%i=20%i=25%i=30% nP/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)P/F (I,n)P/A (I,n)


Download ppt "Oleh: Prof. DR. Widjajono Partowidagdo BAB I DINAMIKA SEKTOR MIGAS."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google