Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Oleh : Annisa Ayu Pramesti (05) Dewi Listiani (08) Eunike Olivia D.K (13) Oktayudha Dewi S. (19)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Oleh : Annisa Ayu Pramesti (05) Dewi Listiani (08) Eunike Olivia D.K (13) Oktayudha Dewi S. (19)"— Transcript presentasi:

1

2 Oleh : Annisa Ayu Pramesti (05) Dewi Listiani (08) Eunike Olivia D.K (13) Oktayudha Dewi S. (19)

3 PENGERTIAN TANAH FAKTOR PEMBENTUK TANAH KOMPOSISI TANAH SIFAT SIFAT TANAH JENIS-JENIS TANAH MATERI GALERI FOTO

4 PENGERTIAN TANAH Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dalam tanah banyak mengandung bermacam-macam bahan organik dan anoroganik. Bahan organik berasal dari jasad-jasad makhluk hidup yang telah mati, baik flora, fauna maupun manusia, sedangkan bahan anorganik berasal dari benda-benda mati berupa batuan dan mineral. MATERI

5 Faktor pembentuk tanah Iklim : mempercepat proses pengembangan dan pengerutan batuan sehingga memudahkan pecahnya batuan. Organisme : sebagai bahan induk pembentuk tanah. Bahan induk : bahan utama yang mengalami pelapukan dan kemudian menjadi tanah. Topografi : letak suatu wilayah berkaitan dengan aliran air yang melintasi daerah tersebut. Waktu : Semakin lama waktu pembentukan tanah maka akan semakin tebal pula tanah yang terbentuk. MATERI

6 Komposisi tanah n Bahan mineral : bahan yang akan mempengaruhi unsur hara pada tanah. n Bahan organic : granulator bagi tanah n Air : pelarut unsur hara n Udara : mengisi pori-pori tanah MATERI

7 Sifat-sifat tanah Sifat Fisika Tanah : ~ Tekstur tanah ~ Struktur tanah ~ Konsistensi tanah ~ Lengas tanah ~ Udara tanah ~ Warna tanah ~ Suhu tanah ~ Permeabilitas tanah ~ Porositas ~ Drainase tanah Sifat biologi tanah Sifat kimia tanah MATERI

8 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT

9 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA 1) Tanah Organosol Tanah organosol merupakan tanah hasil pelapukan bahan-bahan organik. Biasanya bersifat subur. Tanah ini dibagi menjadi dua jenis yaitu : A.Tanah Gambut Ciri-ciri : Tanah gambut berwarna hitam, memiliki kandungan air dan bahan organik yang tinggi, memiliki pH atau tingkat keasaman yang tinggi, miskin unsur hara, drainase jelek, dan pada umumnya kurang begitu subur. Pemanfaatan : Jenis tanah ini terbatas untuk pertanian perkebunan seperti karet, kelapa dan palawija. Persebaran : Paling banyak terdapat di Kalimantan Selatan, disusul Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Timur, dan Papua bagian Selatan. NEXT

10 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA ← Lanjutan tanah organosol B.Tanah humus Ciri-ciri : Tanah humus dibentuk oleh sisa-sisa tumbuhan (serasah) yang mengalami pembusukan secara alamiah. Jenis tanah ini banyak dijumpai di kawasan hutan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi. Ciri khas humus adalah tingkat kesuburannya tinggi serta warnanya yang gelap karena banyak mengandung bahan organik. Pemanfaatan : Berguna sebagai lahan pertanian Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara NEXT PREVIOUS

11 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS 2) Tanah Vulkanik Tanah vulkanik adalah tanah hasil pelapukan abu vulkanik gunung berapi. Tanah ini dibagi menjadi 2 yaitu : A.Latosol Ciri-ciri : Tanah latosol berwarna merah kecokelatan, memiliki profil tanah yang dalam, mudah menyerap air, memiliki pH 6 – 7 (netral) hingga asam, memiliki zat fosfat yang mudah bersenyawa dengan unsur besi dan aluminium, kadar humusnya mudah menurun. Jenis tanah ini pada dasarnya merupakan bentuk pelapukan dari batuan vulkanis. Pemanfaatan : Banyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian sawah, palawija, pertanian holtikultura, dan perkebunan. Persebaran : Tersebar di kawasan Bukit Barisan (Sumatra), Jawa, Kalimantan Timur dan Selatan, Bali, Papua, dan Sulawesi.

12 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS ← Lanjutan tanah vulkanik B.Tanah regosol Proses terbentuknya : Dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar Ciri-ciri : Berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah Pemanfaatannya : Untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa Persebaran : Di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara

13 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA ← Lanjutan tanah vulkanik C.Tanah Andosol Proses Terbentuknya Terbentuk dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan Ciri-ciri: Warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur Pemanfaatan: Sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara Persebaran: Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi NEXT PREVIOUS

14 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS 3) Tanah Aluvial Ciri-ciri : Tanah aluvial meliputi lahan yang sering mengalami banjir, sehingga dapat dianggap masih muda. Sifat tanah ini dipengaruhi langsung oleh sumber bahan asal sehingga kesuburannya pun ditentukan sifat bahan asalnya Pemanfaatan : Secara umum, sifat jenis tanah ini mudah digarap, dapat menyerap air, dan permeabel sehingga cocok untuk semua jenis tanaman pertanian. Persebaran : Tersebar luas di sepanjang lembah sungai-sungai besar di Indonesia.

15 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS 4) Tanah Litosol Ciri-ciri : Tanah litosol dianggap sebagai lapisan tanah yang masih muda, sehingga bahan induknya dangkal (kurang dari 45 cm) dan seringkali tampak di permukaan tanah sebagai batuan padat yang padu. Jenis tanah ini belum lama mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan. Pemanfaatan : Jika akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian, maka jenis tanah ini harus dipercepat perkembangannya, antara lain, dengan penghutanan atau tindakan lain untuk mempercepat pelapukan dan pembentukan topsoil. Persebaran : Jenis tanah ini tersebar luas di seluruh Kepulauan Indonesia, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku Selatan. Adapun di Sumatra, jenis tanah ini terdapat di wilayah yang tersusun dari batuan kuarsit, konglomerat, granit, dan batu lapis.

16 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS 5) Tanah Laterit Ciri-ciri : jenis tanah yang telah banyak mengalami pencucian oleh air hujan sehingga warnanya pucat dan kemerah-merahan atau kekuning- kuningan, serta kondisinya sangat tidak subur. Kadar bahan organiknya juga rendah akibat proses erosi dan pencucian yang berlangsung dalam waktu yang lama. Pemanfaatan: Berguna untuk lahan pertanian. Persebaran : Jenis tanah ini tersebar di daerah Banten, Kalimantan Barat, dan Pacitan.

17 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS 6) Tanah Podzolik Ciri-ciri: Tanah ini terbentuk dari bahan dasar yang banyak mengandung mineral kuarsa. Jenis tanah podzolik banyak dijumpai di pegunungan tinggi dengan suhu udara rendah, curah hujan tinggi, dan wilayahnya tertutup oleh vegetasi yang rapat sehingga mengandung humus yang tinggi. Pemanfaatan: Berguna untuk pertanian palawija. Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua.

18 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA NEXT PREVIOUS 7) Tanah Kapur Tanah kapur adalah hasil pelapukan batuan kapur (gamping). Tanah ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu A.Renzina Ciri-ciri : Rendzina merupakan tanah padang rumput yang tipis berwarna gelap, terbentuk dari kapur lunak, batu-batuan mergel, dan gips. Pada umumnya memiliki kandungan Ca dan Mg yang tinggi dengan pH antara 7,5 - 8,5 dan peka terhadap erosi. Pemanfaatan : Jenis tanah ini kurang bagus untuk lahan pertanian, sehingga dibudidayakan untuk tanaman-tanaman keras semusim dan palawija. Persebaran : Tanah rendzina tersebar tidak begitu luas di beberapa pulau Indonesia. Berdasarkan luasannya, daerah-daerah di Indonesia yang memiliki jenis tanah ini adalah Maluku, Papua, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Pegunungan Kapur di Jawa.

19 JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA PREVIOUS ← Lanjutan tanah kapur B.Tanah Mediteran Proses terbentuknya : Hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen Ciri-ciri: Adalah tanah hasil proses pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini kemerahan sampai coklat dan bersifat kurang subur namun cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete. Pemanfaatan: Untuk pertanian tegalan, hutan jati Persebaran : Tanah ini tersebar di daerah beriklim subhumid, topografi karst dan lereng vulkan dengan ketinggian di bawah 400 m, di Nusa Tenggara, Maluku, dan Jawa Tengah. NEXT

20 8.Tanah Pasir Ciri-ciri: Tanah Pasir sangat mudah dilalui air atau bersifat porous. Tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan. Tanah pasir kurang baik bagi pertanian, karena mengandung sedikit humus. Pemanfaatan: Cocok untuk bahan bangunan. Persebaran: Tanah pasir banyak terdapat di pantai barat Sumatra Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi. JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA MATERI

21 GALERI FOTO Tanah GambutTanah Humus NEXT

22 GALERI FOTO Tanah Latosol Tanah Regosol NEXT

23 GALERI FOTO Endapan Tanah Aluvial Tanah Litosol NEXT

24 GALERI FOTO Tanah Laterit Tanah Podzolik NEXT NEXT

25 GALERI FOTO Tanah Renzina END

26 Terima Kasih


Download ppt "Oleh : Annisa Ayu Pramesti (05) Dewi Listiani (08) Eunike Olivia D.K (13) Oktayudha Dewi S. (19)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google