Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 Tri Karyadi  Suwanda  Gemuruh Putra Akbar  Helmi  Begin Koresy  Lila Indria  Nada Ardilla  Rizky Martina  Hasna Diyani Salamah  Rahayu Widhyasti.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " Tri Karyadi  Suwanda  Gemuruh Putra Akbar  Helmi  Begin Koresy  Lila Indria  Nada Ardilla  Rizky Martina  Hasna Diyani Salamah  Rahayu Widhyasti."— Transcript presentasi:

1

2  Tri Karyadi  Suwanda  Gemuruh Putra Akbar  Helmi  Begin Koresy  Lila Indria  Nada Ardilla  Rizky Martina  Hasna Diyani Salamah  Rahayu Widhyasti

3  Traditional medicine knowledge, skills and practices based on the theories, beliefs and experiences indigenous to different cultures, used in the maintenance of health and in the prevention, diagnosis, improvement or treatment of physical and mental illness. Example : herbal material  Complementary medicine treatment and medicine that you use in addition to your doctor's standard care. Example : hypnosis  Alternative medicine Health care practices, products and therapies, which typically are not included in the degree courses of established medical school. Examples include acupuncture, massage, aromatherapy.

4  Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan Herbal.  Jamu adalah bahan atau campuran bahan tanaman, hewan, mineral yang secara tradisional digunakan untuk mengobati, mencegah penyakit, atau meningkatkan kesehatan berdasarkan pengalaman.

5  Mengonsumsi jamu kerap menjadi pilihan karena dianggap lebih alami dan tidak ada efek samping. Jamu memang terbukti berkhasiat dan alami tetapi harus tetap dalam takaran yang benar.  belakangan muncul tudingan jamu berbahaya bagi kesehatan ginjal. Minum jamu bisa berbahaya jika tidak disertai dengan banyak minum air. Orang yang memiliki gangguan ginjal harus lebih berhati- hati mengonsumsi jamu. Maka itu jika ingin minum jamu harus yang sudah benar-benar teruji secara klinis.  Jamu juga ada yang dicampur dengan bahan-bahan kimia. Bahan- bahan kimia berbahaya yang digunakan meliputi metampiron, fenilbutason, antalgin, deksametason, CTM, dll. Obat-obat yang mengandung bahan kimia tersebut memiliki efek samping berbahaya.

6  jika pasien menanyakan tentang penggunaan jamu, dokter bisa mengatakan bahwa mungkin jamu tersebut bisa memberikan efek terhadap penyakit pasien, tetapi tidak bisa menjamin kesembuhan pasien tersebut dan harus waspada terhadap efek samping yang mungkin timbul dari jamu tersebut.

7  Sudah ada ribuan taun  Perlu ada bukti konkret  Menunjukkan keamanan (safety)  Menunjukkan efektivitas (effectiveness)  Menentukan kualitas (quality)  Mengadaptasi menjadi suatu alternative medicine

8  standard mutu jamu harus ditetapkan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan penggunanya  standard : 1. mengatur bahan baku Standard nasional Indonesia SNI mengenai penggunaan jahe untuk bahan baku obat dan SNI mengenai kencur sebagai bahan baku obat 2. proses produksi dan pengemasan belum memiliki standardisasi secara nasional atau SNI. masih berdasarkan standard yang ditetapkan oleh BPOM

9  obat herbal terdiri beberapa tingkatan : 1. obat traditional 2. jamu 3. obat herbal terstandar 4. fitofarmaka  Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah di standarisasi.  Uji klinik yang dilakukan meliputi : 1. Uji toksisitas 2. Uji eksperimental pada hewan 3. Uji klinik fitofarmaka pada manusia dengan tahapan: a. Pada manusia sehat b. Pada manusia dengan penyakit terkait

10

11 tidak boleh  karena obat yang diresepkan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh WHO baik itu mekanisme kerja, efek samping, indikasi dan kontra indikasinya terhadap. obat tersebut harus sudah menjalani berbagai uji klinis agar aman saat dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping yang buruk terhadap pasien.  namun jika sudah ada penelitian tentang obat tradisional dan terbukti lebih memberikan efek yang signifikan terhadap sumber penyakit dan tidak menimbukan efek yang berbahaya dibandingkan obat kimiawi maka dalam hal ini diperbolehkan yang terpenting adalah mendahulukan beneficene pasien dan jauhi non-maleficence.

12 Berdasarkan PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.02.02/MENKES/068/I/2010 TENTANG KEWAJIBAN MENGGUNAKAN OBAT GENERIK DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PEMERINTAH, resep obat telah menjadi aspek hukum yang menyangkut kesehatan Indonesia yaitu : Pasal 4  (1) Dokter yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah wajib menulis resep obat generik bagi semua pasien sesuai indikasi medis.  (2) Dokter dapat menulis resep untuk diambil di Apotek atau di luar fasilitas pelayanan kesehatan dalam hal obat generik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak tersedia di fasilitas pelayanan kesehatan Pasal 8  Dokter di Rumah Sakit atau Puskesmas dan Unit Pelaksana Teknis lainnya dapat menyetujui pergantian resep obat generik dengan obat generik bermerek/bermerek dagang dalam hal obat generik tertentu belum tersedia. Pasal 11  Pada saat Peraturan Menteri Kesehatan ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 085/Menkes/PER/I/1989 tentang Kewajiban Menuliskan Resep dan/atau Menggunakan Obat Generik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pemerintah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

13  standardisasi-bahan-alam  fitofarmaka.html fitofarmaka.html   PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR K.02.02/MENKES/068/I/2010  USU Press, Perihal Resep dan Dosis.   medicine-topic-overview medicine-topic-overview 

14


Download ppt " Tri Karyadi  Suwanda  Gemuruh Putra Akbar  Helmi  Begin Koresy  Lila Indria  Nada Ardilla  Rizky Martina  Hasna Diyani Salamah  Rahayu Widhyasti."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google