Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama dengan huruf.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama dengan huruf."— Transcript presentasi:

1 BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama dengan huruf ? FONEM bunyi dari huruf, dan huruf adalah lambang dari bunyi. Jadi fonem = bunyi (untuk didengar). Ukuran untuk menentukan satu bunyi merupakan fonem atau bukan adalah dapat atau tidak bunyi itu membedakan makna. Contoh peranan fonem / ε / dan / ∑ / sebagai pembeda makna : Seret (sεrεt) = ‘tersendat-sendat;tidak lancar’ Seret (s ∑r ∑t) = ‘ menarik suatu benda menyusur tanah

2 MORFEM satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna dan atau mempunyai makna. Wujud morfem dapat berupa imbuhan, klitika, partikal dan kata dasar (misal –an, -lah, -kah,bawa). Menurut bentuk dan maknanya, morfem dapat dibedakan atas dua macam : 1.Morfem bebas,yaitu morfem yang dapat berdiri sendiri dari segi makna tanpa harus dihubungkan dengan morfem lain. Semua kata dasar tergolong sebagai morfem bebas. 2.Morfem terikat, yaitu morfem yang tidak dapat berdiri sendiri dari segi makna. Makna morfem terikat baru jelas setelah morfem itu dihubungkan dengan morfem yang lain. Semua imbuhan (awalan, sisipan,akhiran serta kombinasi awalan dan akhiran) tergolong sebagai morfem terikat.Selain itu unsur-unsur kecil seperti partikel –ku, lah, dan –kah, dan bentuk lain yang tidak dapat berdiri sendiri, juga tergolong sebagai morfem terikat.

3 Kata bentuk terkecil (dari kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna Dari segi bentuknya kata dapat dibedakan atas dua macam,yaitu : 1.kata yang bermorfem tunggal.Disebut juga kata dasar atau kata yang tidak berimbuhan. 2.Kata yang bermorfem banyak. Secara tradisional pembagian kelas / jenis kata di dalam bahasa yang besar di dunia, termasuk bahasa Indonesia, umumnya terdiri atas : 1.Kata benda (nomina) 2.Kata kerja (verba) 3.Kata sifat (adjectiva) 4.Kata ganti (pronomina) 5.Kata keterangan (adverbia) 6.Kata bilangan (numeralia) 7.Kata sambung (konjungsi) 8.Kata sandang (artikel) 9.Kata seru (interjeksi) 10.Kata depan (preposisi)

4 Pembagian kelas kata bahasa Indonesia (oleh Tim Depdikbud RI [yang terdapat di dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia,edisi perdana,1988]) Verba (Kata Kerja) Adjective ( Kata Sifat) Adverbia (Kata Keterangan) Rumpun Kata Benda, yang beranggotakan : Nomina (Kata Benda / Kata Nama) Pronomina (Kata Ganti) Numeralia (Kata Bilangan) Rumpun Kata Tugas,yang beranggotakan : Preposisi (Kata Depan) Kunjungtor (Kata Sambung) Interjeksi (Kata Seru) Artiklel (Kata Sandang) Partikel

5 Ciri dari Kata Kerja Dapat diberi aspek waktuseperti akan, sedang, dan telah. Dapat diingkari dengan kata tidak. Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB (Kata Benda)/ KS (Kata Sifat). Afiks Pembentuk Kata Kerja Prefiks ber- di- me- per- ter- bertemu dibawa melatih perindah tertawa sufiks -i -kan namai matikan konfiks ber- + -an memper- + -i ber- + -kan memper-+-kan di- + -i me- + -kan di- + -kan per- + -i ke- + - an per- + -kan bepergian beralaskan diselimuti dibuatkan kejatuhan Perbaiki

6 Berdasarkan bentuknya, kata sifat dibedakan atas dua macam : 1.Kata sifat berbentuk tunggal, dengan ciri Dapat diberi keterangan pembanding seperti lebih, kurang dan paling. Dapat diberi keterangan penguat seperti sangat, amat, benar,sekali,dan terlalu. Dapat diingkari dengan kata ingkar tidak. 2.Kata sifat berimbuhan Sebagian besar kata sifat berimbuhan dibentuk dengan bantuan sufiks yang diserap dari bahasa Inggris dan bahasa Arab yang menjadi produktif dalam bahasa Indonesia, yaitu sufiks –al, -I, -iah, -if, -ik, is, -er dan –wi. Selain akhiran tersebut, ada dua afiks yang membentuk kata sifat, yaitu konfiks ke- + -an, dan se- + -nya Contoh : Formal, abadi, lahiriah, aktif, magnetik, praktis, komplementer,manusiawi Keinggris-ingrisan, sepandai-pandainya

7 Kata Keterangan (adverbia)kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikat, atau kalimat (Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia 1988:223). Contoh :  Kamera digital itu sangat canggih Rumpun Kata Benda (nomina) Kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak). Kata benda akan berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap,dan keterangan dalam kalimat. Contoh :  Saya pergi besok Kata Ganti (promina) Kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain. Kata bilangan (numeralia) : Kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, atau barang.

8 Rumpun Kata Tugas (Partikel) 1.Kata Depan (preposisi) kata tugas yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan (frasa preposional). 2.Kata Sambung (Konjungsi) kata tugas yang berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat. 3.Kata Seru (Interjeksi) kata tugas yang dipakai untuk mengungkapkan seruan hati seperti kagum, sedih, heran, dan jijik. Kata seru dipakai di dalam kalimat seruan atau kalimat perintah (imperatif). 4.Kata sandang ((artikel)kata tugas yang membatasi makna jumlah orang atau benda.  Artikel yang menyatakan makna tunggal, “sang”.  Artikel yang menyatakan makna jamak, “para”.  Arikel yang bermakna netral, “si ”. 5.Partikel unsur-unsur kecil dari suatu benda.  -kah, dan –tah (partikel yang berperan membentuk kalimat tanya [interogatif] ).  -lah (partikel yang dipakai dalam kalimat perintah [imperatif] ).  -pun (partikel yang dipakai dalam kalimat pernyataan).


Download ppt "BENTUK DAN MAKNA FONEM bunyi terkecil yang dapat membedakan arti, sedangkan huruf adalah lambang bunyi atau lambang fonem. Apakah fonem sama dengan huruf."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google