Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Instalasi Komputer Dosen Pembina : Karya Gunawan, S.Kom © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting AMIKOM Mataram Troubleshooting.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Instalasi Komputer Dosen Pembina : Karya Gunawan, S.Kom © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting AMIKOM Mataram Troubleshooting."— Transcript presentasi:

1 Instalasi Komputer Dosen Pembina : Karya Gunawan, S.Kom © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting AMIKOM Mataram Troubleshooting &

2 Instalasi Komputer & Troubleshooting Materi 3 Motherboard © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting

3 Memilih Casing Buat PC Casing  Komponen yang menentukan kelansungan hidup PC Rakitan Casing ibarat sebuah kantor dengan karyawan sebagai penghuni Casing memiliki Power Supplay. Tanpa powersupplay ibarat sebuah kantor tanpa ada sumber listrik dan air © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting

4 Struktur Casing Power Supplay Processor + Heatsink Motherboard Memory

5 CASING Fungsi Casing : 1. Melindungi komponen PC 2. Tempat media kedudukan komponen PC 3. Tempat dudukan tombol dan indikator utama PC 4. Tempat power supply PC

6 Tips Memilih Casing Power Supply  menentukan Voltage, tombol switch on/of Ukuran Casing Bay dan Port Tempat Exhaust Fan Sistem Ventilasi Kemudahan Membuka Casing Ketebalan Pelat Casing Perhatikan bentuk Luar Bay Power Supply Port Exhaust Fan

7 Gambar dan Keterangan

8 Contoh casing : Tong Sampah

9 Cara-cara inovarif aquarium, sangkar burung, kaleng biskuit/kerupuk, pot tanaman, ban radial dan dll….

10 Contoh casing modif Ban Radial

11 Motherboard Motherboard/papan induk  komponent pc yang menjadi pusat komponent lain Motherboard mengatur pemberian daya listrik terhadap komponen lain Motherboard juga mengatur lalu lintas data mulai dari media penyimpanan, alat input sampai alat outppu Perkembangan motherboar tidak terlepas dari perkembangan processor © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting

12 Jenis Motherboard

13 Socket LGA 775 Socket 478

14 Jenis Motherboard Socket LGA 775 Motherboard Dual Processor

15 Jenis Motherboard

16 Socket LGA775, Intel P31, FSB 1333, PCIe x16, SATAII 300, GbE NIC, USB 2.0, Audio, S/P DIF, DDR2 800, Dual Channel, Intel Core 2 Quad & Intel Core 2 Duo Support 2.5 GHz, FSB 1333 MHz, 6 MB Cache, Quad-Core, Socket LGA775

17 Komponent Motherboard © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting Slot AGPSlot PCI Port Piranti Socket Prosessor Konektor PS Slot Memory Konektor IDE CMOS Chipset

18 Istilah – Istilah pada Motherboard © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting

19 AGP Singkatan dari Accelerated Graphics Port. Fungsinya adalah menyalurkan data dari kartu grafis ke CPU tanpa harus melalui memori utama, dengan demikian proses pengolahan data grafis dapat dipercepat. Kelebihan lain AGP ini adalah kemampuannya untuk mengeksekusi texture maps secara langsung dari memori utama

20 Socket Memori Soket ini merupakan tempat untuk menempatkan memori pada motherboard. Soket memori memiliki bentuk yang berbeda untuk jenis memori yang berbeda pula. Kebanyakan motherboard memiliki slot sebanyak 3 atau 4 buah, tergantung dari chipset yang digunakan. Untuk memori SDRAM, soket DIMM yang harus dimiliki adalah soket 168 pin, sementara untuk memori jenis DDR, soket yang dipasang adalah soket 184 pin

21 Slot memory © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting Slot SDRAM Slot DDR

22 Soket Prosesor Merupakan tempat untuk menaruh prosesor. Kalau jaman dahulu, masih ada pilihan lain selain sistem soket yaitu sistem slot. Namun, setelah era PentiumIII generasi kedua, tipe slot ini kemudian ditinggalkan lantaran ongkos produksinya yang lebih mahal ketimbang memakai soket. Untuk urusan soket prosesor ini, pilihlah motherboard dengan soket prosesor yang tepat. Soket 370 untuk prosesor Intel PentiumIII dan Celeron, soket A untuk prosesor AMD Athlon dan Duron, serta soket 423/478 untuk prosesor Pentium4.

23 Port Piranti Eksternal (serial, paralel, audio, USB) Biasanya berada di posisi belakang motherboard. Fungsinya adalah sebagai sarana untuk memberi masukan (input) dan keluaran (output) pada sistem komputer. Motherboard generasi sekarang ini sudah menyertakan pula port USB buat “berhubungan” dengan periferal lain seperti printer, scanner, kamera digital, dan periferal lain yang berbasis USB. Selain port USB, terkadang pada beberapa motherboard disertakan pula port Ethernet untuk masuk ke dalam jaringan komputer

24 Soket Catu Daya (power supply, fan) Fungsinya untuk menyuplai tenaga kepada semua komponen yang tersambung pada motherboard. Konektor Casing Berfungsi untuk menyambungkan tombol / saklar dan indikator pada casing ke motherboard. Pada motherboard yang berbasis Pentium 4, disertakan pula sebuah port konektor tambahan sebesar 12 volt agar prosesor bisa bekerja.

25 CHIPSET Komponen pada motherboard yang satu ini kebanyakan terdiri atas dua buah chip, north bridge dan south bridge Fungsi utama chipset adalah mengatur aliran data antar komponen yang terpasang pada motherboard

26 Chip pada north bridge berfungsi untuk mengatur aliran data dari dan ke prosesor, bus AGP, dan memori utama sistem. Sementara, chip yang south bridge mengatur aliran data dari peranti input output, bus PCI, interface harddisk, dan floppy, serta peranti eksternal lainnya

27 BIOS (Basic Input Output system)  perintah dasar penghubung software dengan hardware Heatsink  Kipas Pendingin Processor Bus  Sistem Aliran data FSB (Front Side Bus)  Penghubung prosesor dengan chipset Clock Speed  multiplier X FSB. Satuan MHz atau GHz Overclocking  meningkatkan Clock Speed

28 Rumus Menghitung Clock Speed © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting Clock Speed = multiplier X FSB Perhatikan gambar berikut : Multiplier = 9 x Fsb = Mhz CS = 9 X CS= Mhz atau CS=2.40 Ghz

29 OverClocking © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting Meningkatkan Clock Speed dengan cara menaikan FSB dan atau Multiplier Perhatikan Gambar Berikut : FSB Awal FSB Setelah dinaikan

30 Contoh Overclocking Sebelum Overclocking Setelah Overclocking

31 Langkah-langkah memilih motherboard Pertama  Besar dana yang dimiliki Kedua  Jenis Prosesor yang digunakan Ketiga  memilih jenis chipset yang cocok dan stabil dengan prosesor yang digunakan Keempat  memilih motherboard yang mendukung perangkat terbaru © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting

32 Langkah-langkah memilih motherboard Kelima  Memiliki port-port tambahan yang memadai Keenam  jika ingin berhemat pilih yang on- board (all in one) Ketujuh  Mainboard yang mampu melakukan overclocking melalui BIOS © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting

33 Troubleshooting Motherboard CMOS Indikator kerusakan Tidak tampil di layar CMOS Ceksum Error Tanggal BIOS Ngaco Solusi Clear CMOS dengan merubah posisi jumper atau mencabut batrai 5-10 menit Mengganti Baterai Mengupdate BIOS

34 Troubleshooting Motherboard Contoh masalah Proses Perakitan sampai penginstalan windows beserta driver-driver nya selesai tidak ditemukan adanya permasalahan. Masalah timbul saat komputer di matikan dimana terdapat pesan yang menyatakan komputer dapat dimatikan dengan aman. Seharusnya komputer langsung mati setelah di shutdown. Solusi Hal ini disebabkan pengaturan ACPI pada bios yang tidak di enable kan. Atur ulang bios, pada pengaturan power manajement enablekan ACPI

35 Kasus: Kipas yang ada di power supply tidak bekerja atau mengeluarkan suara yang berisik. Solusi: Perlu melepaskan power supply. Sebelum nantinya akan dipasang kembali, bersihkan debu yang menempel pada power supply tersebut dengan menggunakan peralatan yang memang disiapkan untuk membersihkan debu. Dalam kondisi yang bersih, maka power supply tidak akan mengeluarkan suara yang berisik dan akan bekerja dengan baik.

36 Kasus: Lampu penerangan suram dan komputer booting ulang. Solusi: Kemungkinan tegangan listrik tidak stabil dan memerlukan UPS untuk menangani masalah tersebut. Segera beli UPS untuk menangani masalah tersebut, karena apabila dibiarkan maka PC lama kelamaan akan rusak karena tegangan yang tidak stabil.

37 Kasus: Ketika menghidupkan komputer, tidak terjadi apa- apa, tetapi power supply tidak mau hidup. Solusi: Pastikan semua komponen terpasang dan terhubung pada power dan mendapatkan daya dari power supply tersebut. Jika kita menggunakan casing komputer dengan power supply yang bertipe ATX, maka pastikan posisi power switch ke posisi ON. Jika konektornya sudah terpasang dengan benar, maka permasalahannya terletak pada power supply yang jelek. Segera ganti power supply tersebut dengan yang baru.


Download ppt "Instalasi Komputer Dosen Pembina : Karya Gunawan, S.Kom © 2008, Instalasi Komputer & Troubleshooting AMIKOM Mataram Troubleshooting."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google