Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 1 Bab 4 Sistem Akuntansi dan Pengembangannya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 1 Bab 4 Sistem Akuntansi dan Pengembangannya."— Transcript presentasi:

1 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 1 Bab 4 Sistem Akuntansi dan Pengembangannya

2 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 2 Menunjukkan dan memberi contoh artikulasi statemen Menyebut dan menjelaskan konsep-konsep dasar akuntansi serta menjelaskan implikasinya bagi sistem akuntansi Menganalisis transaksi dan menunjukkan pengaruhnya terhadap posisi keuangan Mencatat transaksi keuangan dalam sistem embrionik Menganalisis penyebab perubahan modal Menjelaskan pengertian persamaan akuntansi dan kaitannya dengan artikulasi statemen keuangan Mencatat transaksi sampai menyusun statemen keuangan dengan sistem akuntansi sederhana Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk:

3 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 3 Rp100.000 50.000 90.000 50.000 Fotokopi CEMERLANG Statemen Laba-Rugi Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2001 Pendapatan jasa fotokopi Biaya: Gaji karyawan Reparasi Pemakaian bahan habis pakai Depresiasi Laba Rp950.000 290.000 Rp660.000 Fotokopi CEMERLANG Statemen Perubahan Modal Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2001 Modal, 1 Januari 2001 Laba tahun ini Setoran Prive Modal, 31 Desember 2001 Rp3.500.000 660.000 Rp4.160.000 145.000 Rp4.305.000 25.000 Rp4.280.000 Artikulasi SK Fotokopi CEMERLANG Mengapa Berartikulasi? Aset K a s Piutang usaha Bahan habis pakai Perlengkapan kios Mesin fotokopi Rp1.745.000 250.000 60.000 985.000 2.465.000 Rp5.505.000 Utang Modal, Hariman Rp1.225.000 4.280.000 Rp5.505.000 Fotokopi CEMERLANG Neraca, 31 Desember 2001 Kewajiban & Ekuitas

4 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 4 Mengapa bentuk, isi, dan susunan statemen keuangan seperti yang ditunjukkan Fotokopi CEMERLANG? Hal demikian terjadi karena perekayasa akuntansi menerapkan beberapa konsep dasar dalam mengembangkan sistem akuntansi. Konsep dasar adalah konsep atau asumsi yang dianut dalam akuntansi tanpa pembuktian kebenarannya. Konsep dasar dianut karena manfaatnya dan validitasnya dalam menentukan cara yang terbaik untuk mencapai tujuan.

5 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 5 Konsep Dasar Penting untuk Pengembangan Sistem Kesatuan usaha Kos historis Kontinuitas usaha Perioda Substansi di atas bentuk

6 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 6 Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan merupakan: badan atau orang yang berdiri sendiri, yang bertindak atas namanya sendiri, dan yangterpisah dari pemilik. Konsep Kesatuan Usaha

7 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 7 Fotokopi Cemerlang Pemilik Akuntan Visualisasi Konsep Kesatuan Usaha terpisah

8 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 8 Pemisahan manajemen dan pemilikan sehingga hubungan keduanya merupakan hubungan bisnis (utang-piutang) Perusahaan menjadi subjek pelaporan Sistem berpasangan Ekuitas atau modal merupakan “utang” perusahaan kepada pemilik Perlunya pertanggungjawaban Implikasi Konsep Kesatuan Usaha

9 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 9 Aset = Utang + Ekuitas Kas atau aset lain Kreditor, Pemilik, Pihak lain Hubungan bisnis menghendaki adanya pertanggungjawaban keuangan dalam bentuk statemen keuangan Arti dan Impikasi Hubungan Bisnis Utang Unit Usaha (perusahaan)

10 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 10 Konsep Kos Historis Konsep ini menyatakan bahwa dalam pelaporan keuangan, elemen-elemen statemen keuangan dinilai (dilekati jumlah rupiah) atas dasar kos bukan nilai jual, nilai likuidasi, atau harga pasar. Jadi, kos sebagai data dasar akuntansi digunakan untuk mengukur elemen statemen keuangan yang dilaporkan.

11 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 11 Konsep Kontinuitas Usaha Konsep ini menyatakan bahwa pada saat atau tanggal pelaporan, perusahaan dianggap akan berlangsung terus dan tidak akan dilikuidasi. Alasan akuntansi memilih konsep ini: Harapan umum orang mendirikan perusahaan adalah kelangsungan hidup dan berkembangknya perusahaan bukan likuidasi atau kebankrutan.

12 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 12 Taksiran dimungkinkan Kos historis sebagai dasar penilaian Perioda waktu sebagai takaran laba Penerapan asas akrual Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha

13 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 13 Konsep Perioda Konsep ini menyatakan bahwa pengukuran kinerja (laba) dalam akuntansi dilakukan dengan perioda sebagai takarannya. Akuntansi berkepentingan dengan laba dalam suatu perioda bukan laba untuk separtai barang yang terjual. Akuntansi akan bertanya: Berapa laba perusahaan untuk enam bulan? bukan Berapa laba 100 unit barang tertentu?

14 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 14 Implikasi Konsep Perioda Perlunya penandingan yang tepat antara pendapatan dan biaya agar laba yang tepat dapat ditentukan (matching concept) Penerapan asas akrual Asas akrual: Pendapatan diakui bukan pada saat kas diterima tetapi pada saat hak menerima kas atau aset timbul akibat suatu transaksi (misalnya penjualan). Biaya diakui bukan pada saat kas dibayarkan tetapi pada saat kewajiban membayar timbul akibat suatu transaksi (misalnya pajak terhutang).

15 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 15 Konsep Perioda Konsep ini menyatakan bahwa akuntansi lebih menekankan aspek substantif suatu kejadian daripada aspek yuridis atau legal. Substansi ekonomik suatu transaksi lebih penting daripada aspek yuridis. Contoh: Untuk mengakui suatu objek sebagai aset, akuntansi tidak mensyaratkan pemilikan (aspek yuridis) tetapi lebih mementingkan penguasaan (aspek ekonomik) terhadap aset.

16 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 16 Proses Terbentuknya Statemen Keuangan Sistem akuntansi yang dikenal sekarang ini berkembang dari sistem sederhana (embrionik) atas dasar penerapan konsep dasar tertentu. Kasus Fotokopi CEMERLANG dijadikan contoh tentang bagaimana sistem akuntansi dikembagkan dari sistem ingatan sampai sistem komputerisasian.

17 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 17 Fotokopi CEMERLANG Pemilik (Hariman) terpisah Kapan Fotokopi CEMERLANG berdiri? Pada saat Hariman berminat mendirikan perusahaan. Manajer (Hariman) Visualisasi berdirinya FK CEMERLANG

18 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 18 Hariman menanamkan uang Rp2.500.000. Fotokopi CEMERLANG Pemilik (Hariman) Kas Rp2.500.000 Utang Rp2.500.000 Uang Rp2.500.000 Utang Rp2.500.000

19 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 19 Bagaimana posisi keuangan setelah transaksi? Fotokopi CEMERLANG Pemilik (Hariman) Kas Rp2.500.000 Utang Rp2.500.000 Uang Rp2.500.000 Utang Rp2.500.000 Posisi Keuangan Sumber dayaSumber dana Kas Rp2.500.000Utang, Hariman Rp2.500.000

20 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 20 Utang kepada pemilik disebut Modal. Fotokopi CEMERLANG Neraca, 20 Desember 2000 Aset Kewajiban dan Ekuitas Kas Rp2.500.000Modal, Hariman Rp2.500.000 Laporan Formal

21 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 21 Analisis transaksi persiapan dan neraca awal. Fotokopi CEMERLANG Pemilik Kas Rp2.500.000 Utang Rp2.500.000 Bank Kas Rp800.000 Utang Rp800.000 Perlengkapan kios Rp500.000 Kas Rp500.000 Modal Rp1.000.000 Fotokopi CEMERLANG Neraca, 30 Desember 2000 Aset Kewajiban dan Ekuitas Kas Rp3.800.000 Perlengkapan kios 500.000 Rp4.300.000 Utang Rp 800.000 Modal, Hariman 3.500.000 Rp4.300.000

22 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 22 Fotokopi CEMERLANG Neraca, 1 Januari 2001 Aset Kewajiban dan Ekuitas Kas Rp3.800.000 Perlengkapan kios 500.000 Rp4.300.000 Utang Rp 800.000 Modal, Hariman 3.500.000 Rp4.300.000 Sistem Embrionik Piutang Usaha K a sTgl. Bhn. Habis Pakai Perlengkp. Kios Mesin Fotokopi Utang Usaha Modal Keterangan Perubahan Modal 3.800.000 Jan 1 500.000800.0003.500.000 Saldo awal

23 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 23 Transaksi a Fotokopi CEMERLANG Kas Rp2.500.000 Mesin Fotokopi Rp2.500.000 Interpretasi Transaksi Lebih Lanjut

24 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 24 Transaksi b Fotokopi CEMERLANG Utang Rp500.000 Perlengkapan kios Rp500.000

25 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 25 Transaksi d Fotokopi CEMERLANG Utang kepada pemilik (modal) bertambah Rp300.000 berasal dari pendapatan Kas Rp300.000 Simpulan: Pendapatan menambah Modal

26 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 26 Transaksi e Fotokopi CEMERLANG Utang kepada pemilik (modal) berkurang Rp100.000 untuk menanggung biaya gaji. Kas Rp100.000 Simpulan: Biaya mengurangi Modal

27 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 27 Transaksi i Fotokopi CEMERLANG Utang kepada pemilik (modal) berkurang Rp25.000 untuk keperluan pribadi pemilik (prive) Kas Rp25.000 Simpulan: Pengambilan oleh pemilik dapat dipandang sebagai pelunasan utang kepada pemilik. Jadi, modal berkurang.

28 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 28 Transaksi j Fotokopi CEMERLANG Utang kepada pemilik (modal) bertambah Rp400.000 berasal dari pendapatan Piutang Usaha Rp400.000 Simpulan: Asas akrual menghendaki pengakuan pendapatan pada saat hak timbul. Utang kepada pemilik (modal) langsung bertambah tanpa menunggu pelunasan piutang. Pelunasan piutang dipandang semata-mata perubahan dari aset yang satu menjadi aset yang lain sehingga tidak mempengaruhi posisi keuangan.

29 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 29 Transaksi m Fotokopi CEMERLANG Utang kepada pemilik (modal) berkurang Rp90.000 untuk menanggung biaya pemakaian bahan habis pakai Bahan habis pakai Rp90.000 Simpulan: Alasan kepraktisan mengharuskan pencatatan pemakaian bahan habis pakai dilakukan sekaligus pada akhir perioda. Transaksi semacam ini nantinya disebut dengan transaksi penyesuaian (adjustment).

30 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 30 Transaksi n Fotokopi CEMERLANG Utang kepada pemilik (modal) berkurang Rp35.000 untuk menanggung biaya depresiasi mesin Mesin Rp35.000 Simpulan: Alasan kepraktisan mengharuskan pencatatan depresiasi dilakukan sekaligus pada akhir perioda. Transaksi semacam ini nantinya disebut dengan transaksi penyesuaian (adjustment).

31 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 31 Bagian kos aset tetap berwujud yang telah diperhitungkan sebagai biaya karena pemakaian atau penyerapan manfaat (potensi jasa) aset. Depresiasi merupakan biaya sehingga berakibat berkurangnya modal. Untuk kekayaan tambang disebut deplesi sedangkan untuk aset tak berujud disebut amortisasi. Pengertian Depresiasi

32 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 32 Neraca Setelah Transaksi Lihat hasil akhir pencatatan pada Gambar 4-6 di halaman 110. Fotokopi CEMERLANG Neraca, 31 Januari 2001 Aset Kewajiban dan Ekuitas Kas Rp1.745.000 Piutang usaha 250.000 Bahan habis pakai 60.000 Perlengkapan kios 985.000 Mesin fotokopi 2.465.000 Rp5.505.000 Utang Rp1.225.000 Modal, Hariman 4.280.000 Rp5.505.000

33 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 33 Kelemahan Sistem Embrionik Jumlah rupiah yang tidak terpengaruh transaksi harus ditulis kembali sehingga pencatatan tidak efisien. Sistem akun dapat mengatasi kelemahan tersebut. Dengan sistem akun, disediakan tempat mencatat sendiri dan terpisah untuk tiap pos. Tempat mencatat tiap pos disebut akun (account) atau rekening. Bentuk akun belum standar dan hanya memuat informasi yang penting untuk penyusunan statemen keuangan.

34 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 34 Sistem Akun Fotokopi CEMERLANG Utang Usaha Jumlah 800.000 +500.000 1.300.000  75.000 1.225.000 Tg 1 b h Piutang Usaha Jumlah +400.000  150.000 250.000 Tg j k Jumlah 3.800.000  2.500.000 1.300.000  150.000 1.150.000 +300.000 1.450.000  100.000 1.350.000  50.000 1.300.000 +250.000 1.550.000  75.000 1.475.000  25.000 1.450.000 +150.000 1.600.000 +145.000 1.745.000 Tg 1 a c d e f g h i k l K a s Perlkp. Kios Jumlah 500.000 +500.000 1.000.000  15.000 985.000 Tg 1 b n Mesin Fotokoi Jumlah +2.500.000  35.000 2.465.000 Tg a n B. Habis Pakai Jumlah +150.000  90.000 60.000 Tg c m 1 d e f g i j l m n Saldo awal pendapatan jasa FK biaya gaji pegawai biaya reparasi pendapatan jasa FK prive (pengambilan) pendapatan jasa FK setoran pemilik biaya b. habis pakai biaya depresiasi Saldo akhir Jumlah 3.500.000 +300.000 3.800.000  100.000 3.700.000  50.000 3.650.000 +250.000 3.900.000  25.000 3.875.000 +400.000 4.275.000 +145.000 4.420.000  90.000 4.330.000  50.000 4.280.000 ModalKeterangan

35 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 35 Kelemahan Sistem Akun Sederhana Hanya neraca dapat disusun Harus dilakukan analisis perubahan modal untuk dapat menyusun statemen laba-rugi Statemen laba-rugi dan perubahan modal hanya berfungsi sebagai lampiran Kelemahan dapat diatasi dengan menyediakan akun-akun terpisah untuk pos-pos penyebab perubahan modal (sistem akun penuh)

36 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 36 Analisis Perubahan Modal Fotokopi CEMERLANG Untuk Tahun Berakhir 31 Desember 2001 Perubahan akibat transaksi operasi: Yang menambah: Pendapatan jasa fotokopi Pendapatan total Yang mengurangi: Biaya Gaji Biaya reparasi Biaya bahan habis pakai Biaya depresiasi Biaya total Transaksi operasi neto (laba) Perubahan akibat transaksi modal: Yang menambah: Setoran/investasi oleh pemilik Yang mengurangi Prive (pengambilan) oleh pemilik Transaksi modal neto Kenaikan modal Rp200.000 250.000 400.000 Rp950.000 290.000 Rp660.000 120.000 Rp780.000 Rp100.000 50.000 90.000 50.000 Rp145.000 25.000

37 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 37 Sistem Akun Penuh Tg 1 d e f g i j l m n Saldo awal pendapatan jasa FK biaya gaji pegawai biaya reparasi pendapatan jasa FK prive (pengambilan) pendapatan jasa FK setoran pemilik biaya b. habis pakai biaya depresiasi Saldo akhir Jumlah 3.500.000 +300.000 3.800.000  100.000 3.700.000  50.000 3.650.000 +250.000 3.900.000  25.000 3.875.000 +400.000 4.275.000 +145.000 4.420.000  90.000 4.330.000  50.000 4.280.000 ModalKeterangan Jumlah +300.000 +250.000 550.000 400.000 950.000 Tg d g j Pendapatan Jumlah 3.500.000 Tg 1 Modal Jumlah +100.000 Tg e B. Gaji Peg. Jumlah +50.000 Tg f B. Reparasi Jumlah 90.000 Tg m Biaya BHP Jumlah +50.000 Tg n B. Depresiasi Jumlah +145.000 Tg l Setoran Jumlah +25.000 Tg i Prive MODAL Sistem Akun Penuh Penyebab Perubahan Modal Dipisahkan Sistem Akun Sederhana Penyebab Perubahan Modal Digabungkan

38 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 38 Konsekuensi Sistem Akun Penuh Statemen laba-rugi harus disusun dahulu Kemudian statemen perubahan modal disusun Barulah neraca disusun Statemen laba-rugi dan perubahan modal bukan lagi berfungsi sebagai lampiran tetapi menjadi komponen utama seperangkat statemen keuangan Kedudukan pendapatan, biaya, setoran, dan prive tetap sama yaitu menjadi bagian dari modal

39 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 39 Hubungan fungsional antarakun sebagai akibat konsep kesatuan usaha Keterpisahan antara manajemen dan pemilik menuntut adanya pertanggungjawaban Pertanggungjawaban yang menghendaki bahwa kekayaan yang dipercayakan kepada manajemen ditunjukkan sumber atau asalnya Pelaporan keuangan harus mengikuti hubungan tersebut Agar statemen dapat disusun dengan cepat tempat mencatat harus mengikuti persamaan akuntansi Persamaan Akuntansi

40 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 40 Notasi Persamaan Akuntansi Dengan Sistem Sederhana: Status awal: A = U + M Selama perioda: A* = U* + M* Status akhir: A* = U* + M* Dengan Sistem Pemisahan Penyebab Perubahan Modal: Status awal: A = U + M Selama perioda: A* = U* + M + P - B + S - K Status akhir: A* = U* + M* K = pengambilan (prive) Awas: Persamaam akuntansi bukan persamaan aljabar!

41 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 41 Persamaan Buku Besar Buku Besar ASET Buku Besar KEWAJIBAN Buku Besar EKUITAS Buku Besar PENDAPATAN Buku Besar BIAYA A = K + E + P - B Kumpulan akun-akun yang berfungsi sama sebagai elemen statemen tertentu disebut dengan buku besar (ledger).

42 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 42 Status awal: A = U + M Selama perioda: A* = U* + M + P - B + S - K M* = M + Laba + Transaksi modal Status akhir: A* = U* + M* Persamaan Akuntansi dan Artikulasi transaksi Ditutup ke M Statemen laba-rugiStatemen transaksi modal Statemen perubahan modal Neraca awal

43 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 43 Salah satu bentuk penyempurnaan sistem. Kontra-Akun Tanpa kontraakun: Perlkp. Kios Jumlah 500.000 +500.000 1.000.000  15.000 985.000 Tg 1 b n Mesin Fkopi Jumlah +2.500.000  35.000 2.465.000 Tg a n Biaya Depr. Ms Jumlah +35.000 Tg n K a s Piutang Usaha Bahan Habis Pakai Perlengkapan Kios Mesin Fotokopi Aset total Rp1.745.000 250.000 60.000 985.000 2.465.000 Rp5.505.000 Biaya Depr. Plk Jumlah +15.000 Tg n Seksi aset dalam neraca

44 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 44 Dengan kontraakun: Biaya Depr. Ms Jumlah +35.000 Tg n K a s Piutang Usaha Bahan Habis Pakai Perlengkapan Kios Depresiasi Akumulasian Plk. Mesin Fotokopi Depresiasi Akumulasian Mesin Aset total Rp1.745.000 250.000 60.000 985.000 2.465.000 Rp5.505.000 Biaya Depr. Plk Jumlah +15.000 Tg n Seksi aset dalam neraca Depr. Akm. Ms Jumlah +35.000 Tg n Perlkp. Kios Jumlah 500.000 +500.000 1.000.000 Tg 1 b Mesin Fkopi Jumlah +2.500.000 Tg a Depr. Akm. Plk Jumlah +15.000 Tg n Rp1.000.000 15.000 Rp2.500.000 35.000

45 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 45 Metoda langsung: Jumlah depresiasi langsung dikurangkan terhadap aset yang didepresiasi. Di neraca langsung tampak jumlah neto (nilai buku) Metoda Pencatatan Depresiasi Metoda akumulasi: Jumlah depresiasi dicatat terpisah dalam akun depresiasi akumulasian (accumulated depreciation) Pengurangan ditampakkan di neraca sehingga penyajian lebih informatif.

46 Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 46 Jangan lupa mengerjakan: Tugas, pertanyaan diskusi, dan latihan/soal. Jangan terlalu ambisius!


Download ppt "Bab 4Sistem Akuntansi dan Pengembangannya7/18/2015 Transi 1 Bab 4 Sistem Akuntansi dan Pengembangannya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google