Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sumber Perikatan Kongret Kongret Peristiwa hukum Perjanjian (1313) UU saja UU1354, 1359 UU1354, 1359 Halal Halal Krn Prb Man. PMH (1365) PMH (1365) Pacta.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sumber Perikatan Kongret Kongret Peristiwa hukum Perjanjian (1313) UU saja UU1354, 1359 UU1354, 1359 Halal Halal Krn Prb Man. PMH (1365) PMH (1365) Pacta."— Transcript presentasi:

1 Sumber Perikatan Kongret Kongret Peristiwa hukum Perjanjian (1313) UU saja UU1354, 1359 UU1354, 1359 Halal Halal Krn Prb Man. PMH (1365) PMH (1365) Pacta Sunt Servanda PERIKATAN Ps. 1233

2 3 Macam Prestasi (Ps KUHPerdata) 1. Memberikan sesuatu (to Geven) 2. Berbuat sesuatu (to Doen) 3. Tidak berbuat sesuatu (Niet Doen) Macam Perjanjian Macam-macam perjanjian dapat dilihat dari KUHPerdata maupun doktrin hukum

3 Menurut Doktrin Dilihat dari segi prestasi Dilihat dari segi prestasi Timbal Balik → saling memenuhi kewajiban utamanya Timbal Balik → saling memenuhi kewajiban utamanya Timbal Balik Tidak Sempurna → saling memenuhi tetapi kewajiban tp tidak seimbang. Misal perjanjian pemberian kuasa (ps ) Timbal Balik Tidak Sempurna → saling memenuhi tetapi kewajiban tp tidak seimbang. Misal perjanjian pemberian kuasa (ps ) Perjanjian Sepihak → hanya 1 pihak yang mempunyai kewajiban. Misal perjanjian hibah (ps. 1666) Perjanjian Sepihak → hanya 1 pihak yang mempunyai kewajiban. Misal perjanjian hibah (ps. 1666) Dilihat dari segi pembebanan Dilihat dari segi pembebanan Perjanjian Tanpa Beban → perjanjian hibah (pemberi hibah tidak menarik manfaat bagi dirinya sendiri) Perjanjian Tanpa Beban → perjanjian hibah (pemberi hibah tidak menarik manfaat bagi dirinya sendiri) Perjanjian Atas Beban (perjanjian yang mewajibkan masing- masing pihak melakukan prestasi) Perjanjian Atas Beban (perjanjian yang mewajibkan masing- masing pihak melakukan prestasi) Dilihat dari segi kesepakatan Dilihat dari segi kesepakatan Perjanjian Konsesual → lahir pada saat tercapainya kata sepakat diantara para pihak Perjanjian Konsesual → lahir pada saat tercapainya kata sepakat diantara para pihak Perjanjian Riel → lahir disamping kata sepakat juga diiikuti dengan penyerahan barang Perjanjian Riel → lahir disamping kata sepakat juga diiikuti dengan penyerahan barang

4 Menurut KUHPerdata A. Perikatan untuk memberikan sesuatu, berbuat sesuatu, dan tidak berbuat sesuatu B. Bersyarat → jika digantungkan pada suatu peristiwa tertentu yang akan datang dan masih belum terjadi. Ada 2 macam: 1. Syarat tangguh 2. Syarat batal C. Ketetapan waktu D. Alternatif (manasuka) E. Tanggung menanggung → Ps. 18 KUHD → firma, dikatakan tiap persero bertanggung jawab secara tanggung menanggung untuk perikatan firma F. Dapat dibagi/tidak dapat dibagi → prestasi dalam hal terdapat beberapa orang debitur/kreditur G. Ancaman hukuman → diwajibkan pada debitur untuk menjamin pelaksanaan perikatannya, melakukan sesuatu perbuatan, jika perikatan tidak terpenuhi. Ancaman hukum mengandung 2 maksud: 1. Untuk mendorong debitur melaksanakan kewajibannya 2. Membebaskan kreditur dari pembuktian tentang jumlah/besarnya kerugian yang diderita.

5 Perikatan alam (Natuurlijke Verbintenis) → secara tegas tidak diatur dalam KUHPerdata Perikatan alam (Natuurlijke Verbintenis) → secara tegas tidak diatur dalam KUHPerdata Satu-satunya pasal yang menyebutkan adalah Ps ayat (2) → “Pembayaran yang tidak diwajibkan tidak boleh diminta kembali” dengan perkataan lain yang tidak diwajibkan tetap menjadi hak kreditur Perikatan alam adalah perikatan yang berada ditengah- tengah diantara perikatan moral dan perikatan hukum → perikatan yang tidak sempurna, tidak dapat dituntut dimuka hakim, “hutang ada, tp hak menuntut pembayaran tidak ada” tergantung pada kemauan debitur, jika hutang dibayar → menjadi perikatan hukum biasa, hutang pun hapus karena pembayaran Perikatan alam adalah perikatan yang berada ditengah- tengah diantara perikatan moral dan perikatan hukum → perikatan yang tidak sempurna, tidak dapat dituntut dimuka hakim, “hutang ada, tp hak menuntut pembayaran tidak ada” tergantung pada kemauan debitur, jika hutang dibayar → menjadi perikatan hukum biasa, hutang pun hapus karena pembayaran Yang termasuk perikatan alam Yang termasuk perikatan alam  Ps KUHPerdata  Pembayaran bunga pinjaman yang tidak diperjanjikan  Sisa hutang pailit, setelah diadakan perjanjian perdamaian

6 Asas-asas penting dalam hukum perikatan  Sistem terbuka dan asas konsensualisme - Ps (1) Sistem terbuka x sistem tertutup → berkaitan dengan aanvullend recht (optinal law) atau hukum pelengkap Sistem terbuka x sistem tertutup → berkaitan dengan aanvullend recht (optinal law) atau hukum pelengkap Konsensualisme → lahir pada saat tercapai kata sepakat Konsensualisme → lahir pada saat tercapai kata sepakat o Pengecualiannya:  Perjanjian formal → formalitas tertentu. Misalnya perjanjian hibah akta notaris  Perjanjian riil  Asas kebebasan berkontrak 1338 ayat (1) → kebebasan untuk menentukan isi dan bentuk perjanjian  Asas kekuatan mengikat 1339 → asas yang menyatakan bahwa para pihak terkait untuk melaksanakan isi perjanjian termasuk terikat pada kebiasaan & kepatutan

7  Asas kepribadian → asas yang menyatakan bahwa perjanjian berlaku bagi pihak yang mengadakan perjanjian itu sendiri (Ps jo 1340). Pengecualiannya ps. 1317, 1316,  Asas itikad baik → ps (3) → perjanjian harus dilakukan dengan itikad baik. Itikad baik harus diartikan objektif → maksudnya perjanjian didasarkan pada keadilan, kepatutan, dan kesusilaan. Itikad baik dalam buku II KUHPerdata → kejujuran subjektif  Pacta Sunt Servanda  Ps ayat (1)  Asas Pacta Sunt Servanda berkaitan dengan akibat perjanjian → adanya asas kepastian hukum  Pada asas ini tersimpul adanya larangan bagi para hakim untuk mencampuri isi dari perjanjian


Download ppt "Sumber Perikatan Kongret Kongret Peristiwa hukum Perjanjian (1313) UU saja UU1354, 1359 UU1354, 1359 Halal Halal Krn Prb Man. PMH (1365) PMH (1365) Pacta."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google