Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOMUNIKASI PADA ANAK Oleh : L.N.Purpini. PENGERTIAN Komunikasi adalah pengiriman & penerimaan sesuatu (pesan) dari satu pihak kepihak yang lain melaui.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOMUNIKASI PADA ANAK Oleh : L.N.Purpini. PENGERTIAN Komunikasi adalah pengiriman & penerimaan sesuatu (pesan) dari satu pihak kepihak yang lain melaui."— Transcript presentasi:

1 KOMUNIKASI PADA ANAK Oleh : L.N.Purpini

2 PENGERTIAN Komunikasi adalah pengiriman & penerimaan sesuatu (pesan) dari satu pihak kepihak yang lain melaui suatu media sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami Komunikasi – ekspresi dari sebuah kesatuan yang sangat kompleks, bahasa tubuh, senyum, peluk kasih, ciuman sayang, dan kata-kata.

3 Perkembangan Bahasa dan Bicara Bahasa: sgl bentuk komunikasi : lisan, tulisan (tanda/coding, huruf/alphabetic, bilangan/numerical/digital), bunyi sinar/cahaya yg dpt mrpk kata2/kalimat, gambar/lukisan), isyarat, gerak gerik tubuh (gestures), ekspresi wajah, pantomin/seni Perkembangan bahasa dimulai sejak tangisan pertama sampai anak mampu bertutur kata Bicara : bahasa lisan, efektif dlm komunikasi

4 Periode Prelinguistik (0-1 tahun) Dimulai sejak tangisan pertama sampai anak selesai fase meraban/mengoceh Pada masa 6 bulan pertama Individu berinteraksi dan berkomunikasi dg lingkungan secara spontan,instinktif,reflexive → bahasa sensori motorik - Bhs gerakan,positif:menerima,meraih,mendekat benda2/suara (botol susu, suara ibu). - Gerakan negatif : menolak benda dingin,dsb

5 Cont …. - Bhs mimik : senyum dan tawa - Bhs emosional & ekspresif :menangis ktk lapar Meraban/Mengoceh (babling): mg ke 6-7 suara mirip serangan u/kesenangan,kepuasan Suara tsb berasal dari gerakan alat2 suara. Suara itu tergantung bentuk rongga mulut yg merubah aliran suara dari paru2 ke tali suara. Proses ini tdk dipelajari dan berlaku universal

6 Cont … Bln ke 3-4: suara 2 rendah sering diucapkan pd saat terbangun, “Rs” kalau merasa puas Akhir bln ke-4, dpt diajak bermain, tertawa keras Umur 5-6 bln, dpt membedakan bicara m’senang /tdk →bereaksi thd tinggi- rendahnya nada dan perubahan mimik Pada masa 6 bulan ke -2 - Bhs sensori motorik berkurang→ bhs meraban

7 Cont …. Terarah dan berbentuk dg dpt meniru kata2 tertentu (blm tahu artinya) Umur 9 bln keluar suku kata yg diulang “wa- wa, pa-pa, ma-ma” dsb Umur bln kemampuan dpt mengerti, ditanya dimana ibu/mainannya → mencari dg mata & memalingkan kepalanya Umur bln melihat makanan” mam- mam”

8 Baby Talk (Bahasa Bayi) Bahasa khas digunakan anak2 yg blm mampu mengekspresikan dirinya dlm ungkapan kata2 yg benar Berguna membantu anak dlm berkomunikasi, anak menciptakan suatu kata yg berarti, mis : cu-cu untuk susu, guk-guk untuk anjing Ortu berbicara dg bahasa yg baik dan benar, → anak terangsang u/ terus memperbaiki bahasa bayinya dan berbicara sempurna.

9 Bahasa Tubuh Bentuk komunikasi lewat gerak isyarat,ekspresi wajah, sikap tbh,langkah & gaya,dilakukan dg tanpa disadari Ungkapan komunikasi yg paling nyata bagi anak yg blm bisa berbicara → ekspresi pikiran, perasaan dan keinginannya. Misal : menangis karena lapar, kesepian atau bosan

10 Bahasa Tubuh pada Bayi Kenyang - Mendorong putting keluar dari mulut - Memalingkan kepala dati putting - Menyemburkan makan dari mulut Tidak mau - Menolak benda yg diacungkan kepadanya Ingin digendong - Menjangkau orang, tersenyum dan angkat tangan

11 Cont …. Basah dan dingin : Bersin terus menerus Kedinginan : menggeliat dan menggigil Merasa tdk bebas atau terikat: menggelihat & menangis,ketika dimandikan/ganti pakaian Lapar : Ber-decap2,mengeluarkan lidah Ingin tahu : memasukkan benda2 ke mulut Tidak senang : menangis,mengerutkan dahi mengepalkan tangan,menegangkan sel otot

12 Bahasa Tubuh pada Balita Merasa aman : - Mendekat lalu menyentuh - Menyandarkan badannya ke orang lain - Berdiri atau duduk sejajar bersama orang lain Takut dan cemas - Membelalak mata - Alis berkerut - Garis mulut ke bawah – Beberapa otot tegang Kecewa : Garis mulut ke bawah

13 Cont …. Ingin tahu ttg suatu kejadian/orang lain - Membelalakkan mata,M encoba-coba Tidak senang : Alis berkerut, Memukul atau menendang, Menutup muka/telinga Frustrasi : Ngamuk, Cemberut Cemburu thd anak yg digendong ortu : Berlaku kasar thd anak tsb Bosan : Menarik2 rambut, mencubit hidung, menggaruk2

14 Periode Linguistik (1-5 tahun) 1.Fase satu kata (Holofrase) - Satu kata u/menyatakan suatu pikiran yg komp keinginan,perasaan temuan tanpa perbedaan yg jelas Mis. kata “duduk” bisa berarti “Saya mau duduk”atau “Kursi tempat duduk”atau ”Mama sedang duduk” - Umur 1 th dpt mengerti kata2 atau kalimat sederhana asal sering diulang (melatih dirinya)

15 Cont …. 2. Fase lebih satu kata - Usia 18 bulan: mampu membuat kalimat: 2 kata, 3kata,4 kata dst (pokok kal,predikat,kd obyek) - Dpt melakukan tanya jawab sederhana 3. Fase diferensiasi (usia 2,5 – 5 tahun) - Pengucapan + kosa kata, mampu meucapkan kata demi kata - Usia 2 th kalimat 2-3 kata diucapkan-gaya telegram th, fase bertanya : sehari

16 Masa Anak Usia Sekolah Usia 6-7 th mencapai kata Dikuasai ket m’baca & berkom dg or lain 6-8 th senang m’baca /m’dengar dongeng fantasi Penggunaan bahasa lebih kompleks dan maju dg menggunakan “reasoning”pd kls 4-5 SD Usia 8-10 th variasi dlm bahasa → kode/bhs rahasia Usia th gemar ceritra bersifat kritis

17 Pola Urutan Perkembangan Bahasa Universal Meraban/Babbling : Belajar memanipulasi dg tenggorokan, mulut, bibir → sel suara lembut → bunyi tertentu Bicara monolog (bicara sendiri- mainannya) Haus nama-nama Gemar bertanya ( apa,mengapa,bagaimana ) Membuat kalimat sederhana ( satu,dua,tiga kata) Bahasa ekspresif : Belajar,membaca,mengambar

18 Aspek yg diperhatikan dlm berkomunikasi dg anak Usia Tumbuh kembang Cara bekomunikasi Metode dalam bekomunikasi Tahapan/langkah dlm melakukan komunikasi Peran orang tua dlm membantu proses komunikasi

19 Komunikasi pada Bayi (0-1 th) Gerakan2 bayi komunikasi yg efektif Dimulai usia 8 mg dg kemampuan bayi melihat obyek /cahaya,jika bayi, digerakan → merespon u/keluar suara bayi - tersenyum Menoleh pd suara yg asing Bereaksi pd panggilan namanya Mampu mengucapkan kata spesifik 2-3 kata Komunikasi nonverbal: sentuhan, usap, gendong

20 Masa Todler & Prasekolah Komunikasi egosentris (mengapa-apa-kapan dsb) rasa ingin tahu lbh bsr,inisiatf ↗, mudah kecewa, merasa bersalah krn tuntutan tinggi Beri tahu apa yg terjadi pd dirinya Kesempatan menyentuh alat u/pemeriksaan Nada suara, lambat, hindarkan sikap mendesak u/dijawab ( kata2 “jawab dong”) Jangan sentuh anak tanpa disetujui

21 Masa Usia Sekolah Menggunakan kata2 sederhana yg spesifik Menjelaskan sesuatu yg tdk diketahui anak Keingintahuan pd aspek fungsional dan prosedural dan objek tertentu sangat tinggi Jelaskan arti, fungsi, dan prosedurnya, maksud dan tujuan dari sesuatu yg ditanyakan. Jangan menyakiti atau mengancam

22 Masa Remaja Masa peralihan anak → dewasa Dpt berdiskusi, dan berdebat, mulai berpikir sec konseptual, perasaan malu Pola pikir ke arah positif Komunikasi : Berdiskusi/curah pendapat pd teman sebaya Hindari pertanyaan yg menimbulkan rasa malu, jaga kerahasiaan

23 Cara berkomunikasi dengan anak 1. Melalui orang lain atau pihak ketiga - Menumbukan kepercayaan – melibatkan ortu - Beri komentar mainan, baju dll (Tdk langsung ke pokok pembicaraan) 2. Bercerita: sesuai pesan yg akan disampaikan 3. Meminta u/menyebutkan keinginan 4. Pilihan pro dan kontra (+/-): Pikiran dan perasaan anak sesuai pendapat anak

24 Con’t …. 5. Penggunaan skala /peringkat - Mengungkapakan perasaan sakit, nyeri, cemas, sedih 6. Menulis - Untuk anak yg sedih, marah, jengkel, diam 7. Menggambar 8. Bermain : Alat efektif pd anak → hub interpersonal antar anak – perawat – orang sekitar dan pesan2 dpt disampaikan

25 Komunikasi Verbal dan NonVerbal 1. Bicara pada anak sejajar dengan mata anak. 2. Gunakan bahasa yg mudah dan dpt dikenal 3. Gunakan kalimat singkat. Kelompok kata dan kalimat sederhana yg tdk lengkap > baik u/anak 4.Gunakan bahasa yg positif. Mis: ”Ayo ikut Ibu” bukannya “Apakah kamu ingin …. ”Anak kecil jangan dibiarkan u/memilih krn ia akan menjawab “tidak”

26 Cont …. 5. Jangan marah/membentak anak 6. Anak curiga pd orang yg tdk dikenal 7. Gunakan sentuhan sbg alat komunikasi : anak berespon thd penanganan yg lembut dan melindungi, dipeluk dan dipangku, Usapan wajah dan rambut, sayang pd mainanya. Pada remaja sentuhan tangan pd lengan & bahunya 8. Berkomunikasi melalui mainan anak (boneka)

27 Cont 9. Perhatikan komunikasi nonverbal anda. - Anak akan memperhatikan senyuman dan kerutan spt: sikap marah, sedih dan gembira - Jangan lah mengatakan hal yg bertentangan dg raut wajah anda 10. Di atas segalanya jujurlah

28 KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN ANAK  Jadilah Pendengar Yang Baik Bagi Anak Perhatian penuh ktk anak mencoba mengakatan sesuatu Tataplah langsung dimatanya – kesan siap memperhatikan ceritanya Mengulangi cerita anak- menyamakan pengertian Tdk menginterupsi ceritanya – biarkan sampai selesai Buat kesimpulan – hasil tngkpn kt thdp ceritanya Feed back – paham/apa yg ingin diungkapkan

29 Con’t  Menggali Pendapat Anak Akan Masalah yang Anak Dihadapi Hindari penilaian subyektif atas diri anak, seperti dg kata-kata “ah kamu pasti takut! Kamu penakut….” atau “ah, paling kamu menangis…kan kamu cengeng” Penilaian tsb → frustrasi/menarik diri u/tdk menceritakan perasaan yg sebenarnya. Bertanya pada anak : “bagaimana perasaan adek, waktu itu….” cara ini jauh lebih baik dan anak akan menceritakan perasaan

30 Cont  Motivasi Anak Mengambil Keputusan yang Tepat Membantu anak menghadapi masalahnya, sebaiknya kita tdk mengambil alih keputusan spt mengatakan “ya sudah, besok kamu tdk usah mengikuti kegiatitu” atau, “biar Kakak yg hadapi si Boby temanmu yg nakal, biar Kakak si Boby tahu apa yg adiknya lakukan!”. Hadirkan beberapa alternatif yg membuat mereka berpikir dan memilih manakah solusi terbaik sambil membicarakan akibat2 yg bisa dirasakan baik oleh anak/oleh org lain. Jika anak sedang emosi, tunggu reda emosi anak Berikan waktu u/menyendiri sampai intensitas perasaannya mereda. → akan lebih siap u/ diajak bicara atau menerima informasi yg akan kita sampaikan.

31 Hindari Kalimat Negatif dan Berkesan Mendikte Anak “Kamu ngerti gak sih?!” “Kamu harus menjadi anak pintar!” “Jangan bicara begitu pada Ibu!” “Kamu jangan malas belajar nak!” “Kamu kok lupa sih, dasar pelupa!” “Bunda Kecewa dengan hasil ulanganmu!”

32 Ganti dengan Kalimat “Kakak mengerti kan?” “Kamu adalah anak pintar” “Ibu percaya kamu bisa berbicara lebih baik daripada yang baru kamu katakan” “Kamu mampu belajar dengan rajin nak” “Apa yang kamu ingat, nak?” “Bunda tahu kamu kecewa dengan hasil ulanganmu DAN Bunda tahu kamu bisa memperbaikinya besok”

33 Cont  Bahasa Tubuh Saat Berkomunikasi Posisikan tubuh kita // dg anak (k/p berjongkok agar tinggi badan kita membuat anak nyaman). Apa yg kita katakan bertentangan dg apa yg kita lakukan atau dg bahasa tubuh kita, → salah faham dan kebingungan - Seorang ayah mengerutkan kening dan berkata kepada teman2 anaknya: “Bapak senang anak-anak berada di rumah ini” - Seorang ibu cemberut dan berkata kepada anaknya : “Waaah, Kamu hebat!”

34 Cont….  Bahasa yang Mudah Dipahami Anak Hindari istilah-istilah yg terlalu berat bagi anak, atau kata-kata yang terlalu kaku (baku). Berbicara dg bahasa anak tdk berarti jika anak mengalami kesalahan dalam pelafalan kata (misal: cadel) maka orang dewasa pun mengikuti cara berbicara anak. Orang dewasa bertugas u/ memberi contoh pengucapan yg baik dan benar pada anak tsb

35 Cont…  Gunakan Metode yang tepat dalam Memberikan Informasi Pada Anak. Cara anak-anak belajar biasanya efektif melalui : VISUAL(gambar), AUDITORIAL (pendengaran), KINESTETIKAL (gerak). Dalam memberikan materi atau informasi pada anak, sebaiknya melibatkan ketiga unsur tersebut. Metode dan media yg bisa digunakan u/memfasilitasi unsur-unsur di atas diantaranya adalahbernyanyi, bercerita (story telling), bermain tepuk, gerak dan lagu, melakukan tanya-jawab (bercakap-cakap), melakukan eksperimen, dan lain-lain.

36 Teknik Komunikasi Pada Anak (Tidak Baik) Ada 12 gaya bahasa popular turun temurun yang kerap dilontarkan orangtua pada anaknya, baik sengaja maupun tidak sengaja. Dibawah ini ceritanya situasi anak lagi lari-larian terus jatuh. 1. Memerintah, “Jangan lari-larian dong!” 2. Menyalahkan, “Tuh kan jatuh, lagian nggak bisa diem banget sih” 3. Meremehkan, “Masa gitu saja nangis?” 4. Membandingkan, “Tuh lihat si A nggak nangis loh!” 5. Mencap/ memberikan label, “Kamu nakal sih” 6. Mengancam, “Nangisnya sudah dong, nanti ibu panggilin dokter nih biar disuntik” 7. Menasehati, “Makanya omongan orangtua itu didengerin” 8. Membohongi, “Sipakein obat ini nggak sakit kok” 9. Menghibur, “Nggak apa-apa kok, besok juga sembuh lukanya” 10. Mengkritik, “Kamu pake sendalnya yang itu sih, kan licin pantesan saja jatuh” 11. Menyindir, “Ini akibatnya kalo nggak dengerin orangtua, kualat kan” 12. Menganalisa, “Gimana nanti kalo udah gede coba, pasti susah dibilangin”


Download ppt "KOMUNIKASI PADA ANAK Oleh : L.N.Purpini. PENGERTIAN Komunikasi adalah pengiriman & penerimaan sesuatu (pesan) dari satu pihak kepihak yang lain melaui."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google