Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH OXISOLS. TANAH OXISOLS Oxisols berkembang di daerah tropis dan substropis yang lingkungannya mempunyai suhu dan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH OXISOLS. TANAH OXISOLS Oxisols berkembang di daerah tropis dan substropis yang lingkungannya mempunyai suhu dan."— Transcript presentasi:

1 BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH OXISOLS

2 TANAH OXISOLS Oxisols berkembang di daerah tropis dan substropis yang lingkungannya mempunyai suhu dan curah hujan tinggi. Profil oxisols mengandung campuran kuarsa, liat kaolin, oksida Fe dan Al dan bahan organik. Sebagian besar tanah-tanah ini mempunyai profil tanah yang tidak mempunyai horison-horison yang spesifik.. Oksida-oksida Fe dan Al yg melimpah ditemukan pada tanah-tanah ini merupakan hasil dari pelapukan kimiawi yang lanjut dan pencucian yang intensif. Banyak oxisols mengandung lapisan laterite karena adanya fkluktuasi musiman muka air tanah (water table).laterite Diunduh dari: 6/3/2013

3 TANAH OXISOLS Ringkasan: 1.Vegetation: Beragam tipe vegetasi 2.Climate: isomesik hingga isohyperthermik, sesuai pada zone isotropis 3.Rezim lengas-tanah: aridik hingga perudik 4.Ciri-ciri tanah: Kaya liat tipe 1:1, adanya mineral tidak larut seperti pasir kuarsa dan sesquioxides, KTK rendah 5.Horison penciri: oksikm kandik 6.Epipedon: okhrik 7.Proses genesis: pelapuikan, desilikasi, pedoturbation 8.Karakteristik: ditemukan pada bahan induk geologis tua yg sudah terlapuk lanjut,; tidak ada mineral primer yg mudah lapuk atau liat tipe 2:1 Oxisols: Tanah-tanah yg aktuivitasnya rendah 1.Material hasil pelapukan intensif teranghkut 2.Terras fluvial tua 3.Permukaan tua yang tererosi 4.Kebanyakan Oxisols merupakan sedimen yang telah mengalami beberapa siklus erosi dan deposisi 5.Materials melapuk dengan cepat 6.Bahan induk terdiri atas kuarsa, liat tipe 1:1, Oksida Fe dan Al.

4 TANAH OXISOLS KONDISI LINGKUNGAN IKLIM: Oxisols ditemukan di dalam kisaran rezim isomesik hingga isohyperthermik, tetapii kebanyakan berkembang pada kondisi rezim suhu-tanah isotropis. Tanah-tanah ini berkembang pada zone iklim dengan sedikit variasi suhu tanah dan tidak ada pembekuan tanah musiman. Tanah-tanah ini berkembang pada beragam rezim lengas-tanah, mulai dari ARIDIK hingga PERUDIK. Oxisols yang ditemukan pada rezim lengas ARIDIK seringkali dianggap sebagai “relicts”. It is assumed that Oxisols develop under climatic conditions where precipitation exceeds evapotranspiration for some periods of the year to favor the removal of soluble weathering products and favors the formation and residual concentration of kaolinite and sesquioxides, which are essential to form an oxic diagnostic horizon.

5 TANAH OXISOLS Vegetation: Oxisols ditemukan pada berbagai zone vegetasi, termasuk hutan- hujan-tropis, vegetasi perdu dan hitan paku-pakuan, deciduous forest, dan vegetasi savanna. Penggunaan Oxisols seringkali terbatas untuk ladang-berpindah, pertanian subsidence, padang gembalaan yg tidak intensif. Dengan teknologi pembenahan tanah, Oxisols dapat digunakan untuk budidaya kedelai, gandum, jagung, dan kopi (perkebunan yg intensif). Relief: Most Oxisols occur either on relatively stable upland summit positions, relict from a previous regional erosion surface, or on preserved remnants of an old alluvial terrace, which are nearly level topography. Oxisols are not likely to occur on steep slopes. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

6 TANAH OXISOLS BAHAN INDUK : Oxisols occur on highly weathered transported material, old fluvial terraces, or on high-lying old erosion surfaces. The most extensive areas of Oxisols are in sediments that have been reworked during several erosional and depositional cycles, some extending to the earliest geologic eras, although they may also form in materials which wheather rapidly. It has been suggested that Oxisols result because of the geologic history of the parent material prior to pedogenic conditions at the present site. It can be reasoned that if the parent material consists of only quartz, 1:1 type clays, and iron and aluminum oxides and hydroxides, few pedogenic processes are possible, and a soil formed in such material will have Oxisol properties regardless of present or past climate at the site. Time: Kebanyakan Oxisols berkembang pada material angkutan (erosi) dimana desilikasi (kehilangan silika) dan pelapukan intensif telah berlangsung dalam waktu yang panjang (lama) (sekitar 50,000 tahun hingga 100,000 tahun atau lebih). Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

7 TANAH OXISOLS PROSES-PROSES GENESIS Oxisols dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori: (i) berkembang in situ pada batuan atau sedimen, dan (ii) berkembang pada bahan induk hasil lapukan sebelumnya atau sedimen terangkut. Weathering is very intense in Oxisols showing a weathering depth much greater than for most of the other soil orders - 16 m or more having been observed. Because of weathering most of the primary minerals and 2:1 type clay minerals are transformed to 1:1 type minerals such as kaolinite and gibbsite and secondary iron and aluminum oxides and hydroxides. Pembentukan alumina non-silika bebas (mis. gibbsite) mensyaratkan pengusiran hasil pelapukan yang soluble (kation basa) secara cepat atau sesegera mungkin, terutama silika (desilikasi). Proses-proses genesis didukung oleh kondisi drainage yang bagus, curah hujan tinggi, dan posisinya jauh di atas muka-air (water table), dimana ion-ion fero (Fe 2+ ) hasil hidrolisis dnegan cepat mengalami oksidasi dan mengendap sebagai senyawa- senyawa feri (Fe 3+ ). Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

8 TANAH OXISOLS Di daerah tropis, hidrolisis dan oksidasi sangat meningkat dibanding daerah temperate, dan curah hujan tinggi terus-menerus akan mengangkut ke luar hasil- hasil reaksi yang mudah larut. Kalau pengusiran silika tidak mencapai ekstrimnya untuk membentuk gibbsite, maka akan terbentuk kaolinit, yang merupakan ciri dari iklim inter-tropika. Rendahnya kandungan silika pada saat awal, curah hujan lebih tinggi, dan suhu lebih tinggi akan meningkatkan kandungan gibbsite. Bahan induk menentukan intensitas pelapukan. Acid igneous rocks (e.g. granite) weather at a slower rate as basic rocks (e.g. basalt). Granitic saprolites are often several meters thick and primary minerals may for a long time continue to weather and the slow hydrolysis of feldspars, biotites, and amphiboles supply silica to the soil solution as to favor the formation of kaolinite. Transformasi yg lebih lambat, seperti pada granitik-saprolite, akan menghasilkan kaolinit. Kandungan besi padsa horison oksik yg terbentuk pada kondisi drainage bebas dan aerasi yg bagus, sangat ditentukan oleh komposisi awal bahan induk.

9 TANAH OXISOLS PROSES-PROSES GENESIS Translokasi liat bukan proses pedogenesis yg utama, berlangsung pada horison OKSIK karena liat pada material oksik mempunyai mobilitas rendah, yaitu, dispersi liat dan pengangkutannya tidak terjadi secara intensif. Pada fase OKSIK, neoformation liat praktis tidak ada, sehingga tidak ada liat baru yang terbentuk, yang cenderung mudah bergerak. Pedoturbasi fauna merupakan proses utama dalam kebanyakan Oxisols. This process of intense disturbance and mixing of soil is due to activity by insects, particularly termites. Due to pedoturbation numerous mounds may be formed at the soil surface. Pedoturbation by treethrow does also prevent or retard soil horizonation. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

10 TANAH OXISOLS PROSES-PROSES GENESIS Humification berlangsung pada semua Oxisols. Di daerah-daerah yang suhunya hangat sepanjang tahun, seresah vegetatif dengan cepat mengalami humifikasi dan mineralisasi. Kandungan bahan organik pada Oxisols secara tidak langsung sebanding dnegan suhu tanah. Biasanya, pada kandungan bahan organik tertentu, Oxisols warnanya tidak se-gelap warna tanah lainnya. Organic acids provided by decomposition and humification destabilize the soil micro-aggregates and produce water dispersable clays, which are subsequently leached. In general, organic acids tend to retain silica, iron and aluminum are complexed and leached out. Kalau agen pencuciannya adalah air, prosesnya ditinjau dari hasil yg terbentuk, mengakibatkan konsentrasi residu sesquioksida, yg menjadi komponen pembentukan horison OKSIK. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

11 TANAH OXISOLS SIFAT DAN CIRI. Oxisols menunjukkan horison penciri bawah permukaan OKSIK atau KANDIK. Horison OKSIK tebalnya minimal 30-cm dan teksturnya lempung-berpasir atau lebih halus. Ia kaya mineral liat yg muatannya rendah (liat tipe 1:1 ) dengan KTK efektif nya <= 12 cmol kg -1 clay dan KTK <= 16 cmol kg -1 clay pada pH 7. Pelapukan dan oencucian yg intensif telah mengusir sebagianm besar silika dari mineral silikat dalam horison ini (miskin cadangan hara). Although the clay content in Oxisols is often high the CEC is low. This is due to the almost complete weathering of primary minerals and 2:1 type clay minerals to 1:1 type minerals such as kaolinite and gibbsite. Mineralnya bukan mineral sekunder tipe mengambang dan KTK nya rendah. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

12 TANAH OXISOLS SIFAT DAN CIRI. Muatan permanen kaolinite dan gibbsite rendah, tetapi mereka mempunyai sedikit tetapi penting muatan tergantung pH, karena tingkat kristailintasnya rendah. The most common structure of oxic horizons in soils on old geomorphic surfaces is massive separating into very fine crumbs. The primary aggregates built up of individual particles are held together by clay-sized substances. Bulk desities of the oxic horizon are usually in the range from 1 to 1.3 g cm -3. Horison OKSIK mengandung kurang dari 10 % mineral mudah-lapuk dan mempunyai < 5 % (volume) batuan struktural.. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

13 TANAH OXISOLS SIFAT DAN CIRI. Horison Oksik biasanya sangat kaya partikel ukuran liat yg didominasi oleh oksida-hidrous Fe dan Al. Kebanyakan sesquioksida adalah goethite atau hematite, meskipun ada juga maghemite dalam tanah-tanah yg berkembang dari batuan basis. Kebanyakan minerla yg berukuran liat pada horison oksik menunjukkan tingkat kristalisasi yang jelek. Generally, poorly crystallized Al and Fe-oxides may form more effective bonds between particles compared to better crystallized Al and Fe- oxides, which are poor cementing agents. Komposisi dan kuantitas sesquioksida sangat penting untuk stabilitas struktur tanah. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

14 TANAH OXISOLS SIFAT DAN CIRI. Oxisols diklasifikasikan berdasrakan adanya horison oksik atau kandik. Horison Kandik menunjukkan nilai-nilai ECEC dan CEC sama dnegan horison Oksik, tetapi horison Kandik mempunyai kandungan liat yang meningkat pada batas atasnya > 1.2 x liat di dalam jarak vertikal < 15 cm, yaitu batas teksturalnya jelas atau “baur”. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

15 TANAH OXISOLS SIFAT DAN CIRI. Pada Oxisols, muka-air-tanah (water table) berfluktuasi dapat membentuk plintit yang terdiri atas material ber-becak merah dan kelabu. In the past this material has been designated as 'laterite' or 'lateritic iron oxide crust'. If subjected to repeated wetting and drying, as in exposure by erosion of overlying material, it becomes indurated to ironstone, which may be subsequently erode and be deposited as ironstone gravel layers in alluvial fans. Laju Infiltration dan percolation dalam Oxisols sangat cepat. Banyak Oxisols berperilaku seperti tanah-tanah bertekstur pasir dalam hal kurva pF nya, yaitu nilai WHC nya rendah, kemampuan menyimpan air sangat terbatass. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

16 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Untuk memenuhi kualifikasi sebagai Oxisol, persyartaannya : 1.Horison penciri OKSIK di dalam 1.5 m tanah mineral permukaan, atau 2.Kalau lapisan permukaan 18 cm kandungan liatnya > 40 %, horison penciri KANDIK. 1.Horison Oksik atau Kandik harus mengandung kurang dari 10 % mineral mudah lapuk pada fraksi pasirnya. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

17 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Ada lima sub-ordo berdasarkan rezim lengas-tanah: 1.Aquox: Oxisols that have aquic conditions for some time in most years and show redoximorphic features or a histic epipedon are defined as Aquox. 2.Torrox: Subordo Torrox mempunyai rezim lengas-tanah ARIDIK.. 3.Ustox: Subordo Ustox mempunyai rezim lengas-tanah USTIK atau XERIK. 4.Perox: Sub-ordo Perox mempunyai rezim lengas-tanah Per-udik 5.Udox: Subordo Udox mempunyai rezim lengas-tanah UDIK.

18 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Oxisols diklasifikasikan sebagai 'Acr' (mis. Acraquox, Acrustox) kalau profil tanahnya sangat terlapuk dan nilai ECEC kurang dari 1.50 cmol(+)/kg clay dan pH = 5.0 atau lebih, sehingga tanah-tanah ini kation-tukarnya sangat sedikit (termasuk Al). The 'Eutr' great group of Oxisols are high base status soils, i.e., base saturation of 35 percent or more in all horizons within 125 cm of the mineral soil surface. Their high base status is attributed to enrichment during brief periods of saturation by lateral subsurface flow and lateral transport of nutrients (e.g. Eutraquox, Eutrotorrox, Eutric Acrustox). Oxisols yang mempunyai plinthite membentuk fase kontinyus dalam 125 cm tanah mineral permukaan, disebut 'Plinthic' (mis. Plinthaquox, Plinthic Acroperox). Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

19 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Horison penciri seperti 'Sombric' (mis. Sombriustox), 'Kandic' (mis. Kandiustox), dan epipedon seperti 'Histic' (mis. Histic Eutraquox) dipakai untuk mengklasifikasikan Oxisols pada tingkat great-group dan subgroup. Oxisols that have a lithic contact within 125 cm of the mineral soil surface are classified as 'Lithic' (e.g. Lithic Sombriustox, Lithic Acrotorrox, Lithic Acroperox). Oxisols yg mempunyai kontak-petroferrik di dalam 125 cm tanah mineral permukaan diklasifikasikan sebagai 'Petroferric' (mis. Petroferric Sombriustox, Petroferric Acroperox). Kontak Petroferrik merupakan batas antara tanah dan lapisan tanah- keras yang perekatnya adalah besi.

20 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Oxisols, yang horison OKSIK nya mempunyai batas bawah di dalam 125 cm tanah mineral permukaan, disebut 'Inceptic' (mis. Inceptic Eutrustox, Inceptic Eutroperox). Oxisols yang kaya bahan organik diklasifikasikan sebagai 'Humic' (mis. Humic Sombriustox, Humic Acroperox, Humic Kandiperox), yang harus mempunyai 16 kg/m 2 atau lebih C-organik di antara tanah mineral permukaan dan kedalaman 100 cm. Oxisols that have a delta pH (KCl pH minus 1:1 water pH) with a 0 or net positive charge in a layer 18 cm or more thick within a depth of 125 cm of the soil surface are classified as 'Anionic' (e.g. Anionic Acrustox). Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

21 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Rezim lengas-tanah mendefinisikan 'Aquic' Oxisols pada tingkat subgroup (mis. Aquic Acrustox, Aquic Kandiperox), yang menunjukkan deplesi redoks dengan nilai VALUE lembab 4 atau lebih dan KHROMA 2 atau kurang. Oxisols which show redox depletions with a color value, moist, of 4 or more and a chroma of 2 or less, and also aquic conditions for some time in most years are called 'Aqueptic' (e.g. Aqueptic Haplustox). Oxisols yang jenuh air, dalam satu atau lebih lapisannya di dalam 100 cm tanah mineral permukaan, selama satu bulan atau lebih dalam setahun, dalam 6 atau lebih dari 10 tahun diklasifikasikan sebagai 'Oxyaquic' (mis. Oxyaquic Haplustox).

22 TANAH OXISOLS KLASIFIKASI TANAH Warna tanah digunakan pada tingkat subgroup : 1.'Rhodic' (a hue of 2.5YR or redder; and a value moist of 3 or less) – misalnya Rhodic Acrustox; 2.'Aeric', which have, directly below an epipedon, a horizon 10 cm or more thick that has 50 percent or more chroma of 3 or more (e.g. Aeric Acraquox); 3.'Xanthic' (a hue of 7.5YR or yellower and color value, moist, of 6 or more between 25 and 125 cm from the mineral soil surface (e.g. Xanthic Acrustox). Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

23 TANAH OXISOLS SIFAT PENCIRI Banyak tanah mempunyai horison argilik atau kandik tetapi tidak memenuhi kualifikasi Oxisols karena mereka mempunyai kurang dari 40 % liat dalam lapisan permukaan 18 cm dan diklasifikasikan sebagai Ultisols atau Alfisols. Soils with more than 10 % weatherable minerals in the sand fraction classify as Inceptisols. For example, Quartzipsamments occupy areas, where superficial materials are sandy. They are closely associated to Oxisols. Oxisols meliputi tanah-tanah yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai Laterites atau Latosols, yang berkembang di daerah tropis dan subtropis. Oxisols berkembang pada permukaan tua-tererosi (plateaus), terraces atau dataran banjir yg berhubungan dnegan Ultisols, Alfisols, atau Mollisols pada sisi lereng. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

24 TANAH OXISOLS Oxisols adalah tanah-tanah yang telah lanjut pelapukannya di daerah tropis dan subtropis. Tanagh-tanah ini didominasi oleh mineral yg aktivitasnya rendah, seperti kuarsa, kaolinit, dan oksida besi. Horison-horisonnya cenderung tidak distinktif. Oxisols ditemukan pada permukaan lahan yang telah stabil dalam jangka waktu panjang. Mereka mempunyai kesuburan alamiah yg rendah, kemampuannya rendah untuk menahan dan menyimpan hara dari kapur dan pupuk Oxisols meliputi sekitar 8% dari permukaan lahan bumi yg bebas es. Diunduh dari: ………….. 25/2/2013

25 TANAH OXISOLS Diunduh dari: horizon-rich ….. 6/3/2013 Profil tanah Oxisol, menunjukkan horison bawah- permukaan yang tebal dan berwarna merah, kaya liat dan oksida-oksida logam. Sumber: U.S. Department of Agriculture, Natural Resources Conservation Service, Soil Survey Staff

26 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Oxisols adalah tanah-tanah di daerah tropis, berasal dari bahasa Perancis “oxide” yang artinya oksida. They are intensely weathered, resulting in colors that are yellow to red from the accumulation of large amounts of iron oxides. Even if they are clayey, their ability to retain nutrients is low as the clay fraction consists of iron oxides and kaolinite. They frequently do not have very distinct horizons and are very deep. Berbagai jenis tanaman tropis dibudidayakan pada tanah ini di daerah iklim humid, tetapi biasanya memerlukan banyak pupuk. Penciri tanah ini adalah horison oksik. Urutan horison pada prosil tanah: A, Bo1, Bo2

27 TANAH OXISOLS Diunduh dari: 6/3/ Desilikasi atau feralisasi 2.Silika dilepaskan dari mineral primer silikat 3.Oksida-oksida Fe dan Al tetap tinggal di tempat 4.Pencucian kation-kation basa 5.Suilika dapat bergabung dnegan Al membentuk mineral liat kaolinit

28 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 SUBORDERS 1.Aquox - Oxisols with a water table at or near the surface for much of the year 2.Torrox - Oxisols di daerah iklim arid 3.Ustox - Oxisols di daerah iklim semiarid dan subhumid 4.Perox - Oxisols of continuously humid climates, where precipitation exceeds evapotranspiration in all months 5.Udox - Oxisols di daerah iklim humid

29 TANAH OXISOLS Diunduh dari: 6/3/2013 AQUOX Tanah-tanah ini mempunyai musim basah, ditemukan di lokasi depresi dangkal; profil tanah yg lebih dalam didominasi oleh warna kelabu, kadang- kadang ber-becak, dan mengandung nodul atau lembaran oksida Fe dan Al.

30 TANAH OXISOLS USTOX Vegetasi alamiah daerah savana, dimana ditemukan Ustox, tidak sesuai untuk pertanian sistem tebang-bakar, seperti yang terjadi di daerah hutan-hujan pada tanah-tanah Udox. Ada berbagai macam sistem “bera” yang diterapkan, akan tetapi peluang untuk mengakumulasikan nhara dalam bahan tumbuhan pada zone savana jauh lebih rendah dibandingkan dengan zone hutan-hujan. Farmers in these areas tend to be small subsistence grower who cultivate a small acreage permanently and give greater attention to the use of manures, plant residues, and fertilizers to maintain soil fertility. Periods of 6 months with little if any rainfall are common, and each family tends to farm a small acreage of wetland, (if it is available), where vegetables are harvested during the dry season. Banyak pohon buah-buahan tumbuh tersebar di zone savana dan dapat menjadi sumber pangan dengan perawatan minimal. Jagung, kacang, dan ubikayu menjadi tanmaan yg penting.. Diunduh dari: ….. 6/3/2013

31 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 UDOX The Oxisols in the year-round rainy climates, Udox, are mainly in the tropical rain forest where a small human population is supported by shifting cultivation or slash- and–burn agriculture. Trees are killed by girdling and / or burning, and the ashes and decomposing plant remains provide nutrients for crops a year or two. Then, soil fertility exhaustion and weed invasion result in abandonment of the land, which is gradually reforested by invasion of trees and shrubs. After a period of about 20 years, sufficient nutrients will have accumulated within living and dead plant materials and in soil organic matter to allow for another short period of cropping.

32 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 UDOX Seringkali, suatu desa atau kepala suku mengalokasikan lahan kepada keluarga-keluarga. Sayuran dibudidayakan di pekarangan sekitar rumah, dan kolam ikan serta ternak buruan mendukung kebutuhan pangan. There are no farm animals to provide manure for the maintenance of soil fertility, and only a sparse population can be supported. Where population growth occurs, shorter fallow periods (periods when the forest is regrowing and accumulating nutrients within plant and soil organic matter) are used and it may become impossible to regenerate soil fertility. Then, the system becomes ineffective. Hutan tumbuh lebat pada Oxisols di daerah tropika basah karena air tersedia dan unsur hara di-daur-ulang secara efisien dan akar tumbuhan yang menembus ke dalam tanah dapat menyerap hara dari lapisan tanah bagian bawah yang kurang- lapuk dan lebih subur daripada horison A dan B.

33 TANAH OXISOLS Diunduh dari: 6/3/2013 TORROX Subordo dari Oxisol yang miskin bahan organik, drainagenya bagus, dan kering selama sebagian besar waktunya dalam setahun; dipercaya telah berkembang pada kondisi iklim berhujan di masa lalu.

34 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Ciri-ciri Oxisol 1.Made up of mainly iron and aluminum oxides: Also quartz, kaolin and organic matter 2.Ochric epipedon (A horizon): Mostly iron oxides; Extends several meters 3.Dua horizons- tidak terlalu nyata : Oxic (B horizon) 1. >30 cm 2.Sandy loam atau lebih halus 3.Liat tipe 1:1 : Oksida hidrous Fe dan Al. Kandic (C horizon) 1.<15 cm 2.Kandungan liat meningkat di bagian atas.

35 TANAH OXISOLS Ciri-ciri Oxisol: 1.Ada Plinthite dalam tanah-tanah yang pencuciannya intensif 2.Tersusun atas besi, Liat dan kuarsa Berkembang pada kondisi pembasahan dan epengeringan yang berulang-ulang Diunduh dari: ….. 6/3/2013

36 TANAH OXISOLS - (Molokai series) Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Very-fine, kaolinitic, isohyperthermic Typic Eutrotorrox (Molokai series) Tanah-tanah ini sangat dalam, drainagenya bagus, berkembang pada bahan induk hasil pelapukan batuan beku basis. These soils are on uplands and have slopes ranging from 0-25%. Mean annual rainfall is ~25", and mean annual temperature is ~73 degrees F. These soils are members of the Molokai series and are used for the production of pineapple, pasture, irrigated sugarcane, and for wildlife habitat. Horison OKSIK (horison Bo) dalam tanah-tanah ini agak masam hingga netral, pH ~ 6.5.

37 TANAH OXISOLS - (Molokai series) Diunduh dari: https://soilseries.sc.egov.usda.gov/OSD_Docs/M/MOLOKAI.html ….. 6/3/2013 Seri tanah Molokai terdiri atas tanah-tanah yang sangat dalam, drainagenya bagus, berkembang dari bahan induk hasil pellapukan batuan beku basa. Tanah-tanah Molokai berada pada “uplands” dan kemiringannya %. Rataan hujan tahaunan sekitar 25 inches, dan rataan suhu tahunan sekityar 73 o F. TAXONOMIC CLASS: Very-fine, kaolinitic, isohyperthermic Typic Eutrotorrox PEDON yang tipikal: Lempung liat berdebu – tanaman nanas. (Warna tanah diamati pada konsisi lembab, tekstur dideskripsikan dnegan metode lapangan.") Ap1--0 to 7 inches; dark reddish brown (2.5YR 3/4) silty clay loam, dark red (2.5YR 3/6) dry; weak very fine, fine and medium granular structure; slightly hard, friable, slightly sticky and plastic; many roots; many interstitial pores; many very fine black concretions that effervesce with hydrogen peroxide; strong effervescence with hydrogen peroxide; extremely acid (pH 4.4); clear wavy boundary. (tebalnya inches)

38 TANAH OXISOLS - (Molokai series) Diunduh dari: https://soilseries.sc.egov.usda.gov/OSD_Docs/M/MOLOKAI.html ….. 6/3/2013 Ap2--7 to 15 inches; dark reddish brown (2.5YR 3/4) silty clay loam, dark red (2.5R 3/6) dry; weak medium and coarse subangular blocky structure parting to moderate fine and very fine granular; slightly hard, friable, sticky and plastic; common roots; common very fine tubular and interstitial pores; common fine black concretions; violent effervescence with hydrogen peroxide; very strongly acid (pH 4.6); clear smooth boundary. (8 to 9 inches thick) Bo1--15 to 35 inches; dark reddish brown (2.5YR 3/4) silty clay loam, red (2.5YR 4/6) dry; weak coarse prismatic structure parting to weak coarse subangular blocky; slightly hard, friable, sticky and plastic; many very fine and fine tubular pores; few shiny patchy faces on prisms; common fine black concretions; strong effervescence with hydrogen peroxide; slightly acid (pH 6.5); gradual wavy boundary. (14 to 22 inches thick)

39 TANAH OXISOLS - (Molokai series) Diunduh dari: https://soilseries.sc.egov.usda.gov/OSD_Docs/M/MOLOKAI.html ….. 6/3/2013. Bo2--35 to 64 inches; dark reddish brown (2.5YR 3/4) silty clay loam, red (2.5YR 4/6) dry; weak coarse prismatic structure parting to strong very fine and fine subangular blocky; moderately compact in place, slightly hard, firm, sticky and plastic; many very fine and common fine tubular pores; common patchy pressure faces on peds; common patchy clay films on faces of peds; few very fine black concretions; moderate effervescence with hydrogen peroxide; neutral (pH 6.6); gradual wavy boundary. (27 to 30 inches thick) Bo3--64 to 72 inches; dark reddish brown (5YR 3/3) clay loam, dark reddish brown (5YR 3/4) dry; moderate fine and very fine subangular blocky and angular blocky structure; slightly hard, friable, slightly sticky and plastic; common very fine and fine tubular pores; thin patchy clay films on peds; red (2.5YR 4/6) clay films lining larger pores; common hard earthy lumps; few very fine black concretions; slight effervescence with hydrogen peroxide; neutral (pH 6.6).

40 TANAH OXISOLS - (Molokai series) Diunduh dari: https://soilseries.sc.egov.usda.gov/OSD_Docs/M/MOLOKAI.html ….. 6/3/2013 KARAKTERISTIK TANAH Kedalaman hingga batuan induk lebih dari 60 inches. Jumlah dan ukuran konkresi-hitam menurun (berkurang) dnegan kedalaman tanah. Some weathered rock fragments are throughout the soil, but mostly below depths of 40 inches. Mean annual soil temperature is about 73 degrees F. The A horizon has hue of 5YR, 2.5YR, or 10R, moist value of 2 or 3, moist chroma of 4 of 5, and dry chroma of 4 through 6. The Bo horizons have hue of 2.5YR or 10R, moist value of 2 or 3 dry chroma of 4 through 6 and moist chroma of 3 or 4. Horison penciri dan sifat khas dalam pedon ini: 1.Epipedon Okhrik - Zone dari permukaan hingga kedalaman 15 inchi (Ap1, Ap2) 2.Horison Oksik - Zone dari inches (Bo1, Bo2, Bo3)

41 TANAH OXISOLS - (Molokai series) Diunduh dari: https://soilseries.sc.egov.usda.gov/OSD_Docs/M/MOLOKAI.html ….. 6/3/2013 TATANAN GEOGRAFIS: The Molokai soils are on uplands at elevations from near sea level to 1,500 feet. Slopes are 0 to 25 percent. The soils formed in residuum weathered from basic igneous rocks. Mean annual rainfall is 20 to 25 inches. The average January temperature is about 71oF. average July temperature is about 77oF., and mean annual temperature is about 73o F. DRAINAGE & PERMEABILITAS: Drainage bagus; runoff lambat hingga cepat, tergantung kemiringan lahan; permeabilitasnya medium. PENGGUNAAN & VEGETASI: Tanah digunakan untuk produksi nenas, pasture, tebu irigasi dan habitat liar. Vegetasinya kiawe (Prosopis pallida), pitted beardgrass (Bothriochloa barbinodis perforatus), feather fingergrass (Chloris virgata), lantana (Lantana camara), ilima (Sida cordifolia), dan buffelgrass (Cenchrus ciliaris).

42 TANAH OXISOLS Diunduh dari: 6/3/2013 Inceptic Hapludox Tanah-tanah ini terbentuk pada bahan induk tuff-breccia yg pelapukannya sudah lanjut. Tanah-tanah ini miskin hara dan kapasitas fiksasi fosfat sangat tinggi. These soils are well drained and suitable for agricultural production where sufficient inputs are available.

43 TANAH OXISOLS Diunduh dari: 6/3/2013 Humic Rhodic Eutrustox - dari Rwanda Tanah ini adalah contoh Oxisol yang kaya humus. At elevations >~1000m in the humid tropics, Oxisols like this one contain large quantities of soil organic matter. This soil contains more than 16 kg of organic carbon per square meter to a depth of 1m. Because this and similar soils are better-suited for low-input agriculture than those at lower elevations, they support some of the highest human population densities in the world. Jagung, pisang dan kacangtanah banyak dibudidayakan pada tanah ini di Rwanda. (Reference: Fred H. Beinroth et al., Properties, classification, and management of Oxisols. Guy D. Smith Memorial Slide Collection. USDA-NRCS) (photo from NRCS - Beinroth et al., Properties, Classifcation, and Management of Oxisols slide collection)

44 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Tanah Oxisol ditemukan di daerah iklim panas banyak hujan, vegetasi hutan-hujan tropis. Pelapukan kimiawi (terutama oksidasi) pada kondisi suhu panas dan banyak hujan menghasilkan tanah yg kaya oksida-oksida Fe dan Al yang disebut "sesquioxides". A rich diversity of decomposers, rapid uptake by vegetation, and heavy precipitation quickly removes nutrients from the soil. What is left is a nutrient poor soil, not well-suited for agriculture. Pembukaan vegetasi penutup permukaan lahan, mengakibatkan permukaan yg terbuka sangat peka terhadap erosi.

45 TANAH OXISOLS Diunduh dari: 6/3/2013 Oxisols are very old and highly weathered soils found predominantly in tropical climates. Due to extensive leaching of silicon (Si) and base cations (K +, Ca 2+, Mg 2+ ), these soils are enriched in aluminum and iron found in the form of metal oxides within the soil. Oxisols digunakan sebagai hutan dan lahan pertanian. Oxisols mempunyai kesuburan alami snagat rendah, sehingga pada kondisi hutan mempunyai siklus hara sangat efisien (sedikit hara yang hilang). Praktek pertanian pada tanah-tanah ini biasanya menerapkan tebang-bakar untuk mengembalikan nhara yang ada dalam bahan tumbuhan ke dalam tanah. (Photo Courtesy of NRCS)

46 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Oxisols banyak ditemukan di daerah iklim tropis. Mereka dicirikan oleh profil yang dalam, warna merah dan pelapukan lanjut. Pelapukan lanjut ditandai oleh perubahan mineral asli bahan induk menjadi mineral baru, yaitu mineral sekunder. Oxisols, mempunyai kurang dari 10% mineral primer asli bahan induknya. Often, Oxisols will become irreversible hardened if cleared of natural vegetation and allowed to dry. In this Oxisol, found near Ione, California, the hardened laterite is a crust at the soil surface. The soil represents a period of time, some 60 million years ago, when the climate was tropical. It was buried and later exhumed by natural processes. It is a very old soil that has reappeared at the earth's surface. It helps us to understand something about past climates and about processes that occur in tropical areas.

47 TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Konsep sentral Oxisols adalah tanah-tanah di daerah tropis dan subtropis. They have gentle slopes on surfaces of great age. They are mixtures of quartz, kaolin, free oxides, and organic matter. For the most part they are nearly featureless soils without clearly marked horizons. Perubahan sifat-sifat dnegan kedalaman tanah sangat gradual, sehingga batas-batas horison biasanya tidak jelas (baur).

48 TANAH OXISOLS: Bayamon soils Diunduh dari: 6/3/2013 Very-fine, kaolinitic, isohyperthermic Typic Hapludox Tanah-tanah Bayamon termasuk Ordo Oxisols. The stability of the landform enhances the weathering processes, leaching of bases and weatherable minerals, and the accumulation of more stable minerals and sesquioxides. Istilah "very-fine" menyatakan subsoilnya kaya liat, kandungan liatnya 60 % atau lebih. Istilah "kaolinitic" menyatakan lebih dari 50 % (by weight) liat kaolinit dalam fraksi yng berukuran kurang dari mm. The term "isohyperthermic" refers to an average annual soil temperature of 22C (72F) or higher and an annual fluctuation of less than 5 degrees (C) at a depth of 50 cm.

49 TANAH OXISOLS: Bayamon soils Diunduh dari: 6/3/2013 Tanah-tanah Bayamon ini berkembang di daerah perbukitan batu-kapur di bagian utara Puerto Rico. Tanah-tanah ini digunakan untuk budidaya tebu dan nanas, beragam jenis tanaman pangan, dan hijauna pakan ternak. A typical Bayamon soil profile (right) consists of a 20 cm topsoil layer of dark reddish brown clay and a weak red clay subsoil layer to a depth of 2 meters or more. The Bayamon soils formed in highly weathered, clayey marine sediments. These soils have low to medium fertility and are strongly to extremely acidic throughout the profile. Tanaman sangat respon terhadap aplikasi kapur dan pupuk.

50 TANAH OXISOLS: Bayamon soils Diunduh dari: 6/3/2013 Sifat kimia tanah-tanah dari Bayamon Horison Kedalam an (In) C- organik KTK (meq/ 100g) Kation terekstraks (meq/l00g) Extr (meq/l0 0g) ECEC (meq/l0 0g) pH (CaCl2) (%) NH4OA C Ca MgNaKAlNH4OAc Ap Ap TR Bo TR Bo TR Bo TR Bo Bo TR

51 TANAH OXISOLS: Bayamon soils Diunduh dari: 6/3/2013 Sifat fisika tanah-tanah dari Bayamon HorizonKedalaman (In)Pasir %Debu %Liat % Ap Ap Bo Bo Bo Bo Bo

52 TANAH OXISOLS: Bayamon soils Diunduh dari: 6/3/2013 Tanah-tanah yg pelapukannya lanjut Berkembang di daerah iklim humid-panas, dnegan curah hujan tinggi. Biasanya ditemukan di daerah katulistiwa. Highly weathered and leached, dominated by iron and aluminum oxides. Low in natural fertility (basic cations, Ca 2+, Mg 2+, K + ) and high in soil acidity (H +, Al 3+ ) Tanah-tanah ini secara fisik stabil, sifat mengembang-mengkerut sangat rendah.

53 PENGGUNAAN TANAH-TANAH OXISOLS Diunduh dari: ….. 6/3/2013 Oxisols sering digunakan untuk budidaya tanaman tropis, seperti kakao dan karet, juga tanaman padi. Permanent cropping of oxisols in low-income areas is very difficult because of low cation exchange capacities and high phosphorus fixation on iron and aluminium oxides (ligand exchange mechanism; inner sphere complex with phosphate). However, many oxisols can be cultivated over a wide range of moisture conditions. On this account, oxisols are intensively exploited for agriculture in some regions which have enough wealth to support modern agricultural practices (including regular additions of lime and fertilizer). Contoh pengelolaan tanah ini dnegan metode modern adalah untuk budidaya kedelai di Brasil.

54 PENGELOLAAN TANAH-TANAH OXISOLS …. SELANJUTNYA ……… FOTO: smno.kampus.ub.janu2013


Download ppt "BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH OXISOLS. TANAH OXISOLS Oxisols berkembang di daerah tropis dan substropis yang lingkungannya mempunyai suhu dan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google