Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

UKURAN DAN INDIKATOR EPIDEMIOLOGI PENYAKIT KRONIS Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan ILmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "UKURAN DAN INDIKATOR EPIDEMIOLOGI PENYAKIT KRONIS Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan ILmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran."— Transcript presentasi:

1 UKURAN DAN INDIKATOR EPIDEMIOLOGI PENYAKIT KRONIS Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan ILmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

2  Parameter epidemiologi ; adalah ukuran-ukuran yang dipergunakan untuk mengukur masalah kesehatan yang terjadi pada sekelompok penduduk, meliputi : - ukuran penyakit - ukuran kematian - ukuran status kesehatan

3  Ukuran Frekuensi Penyakit Dalam mengukur frekuensi penyakit ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : 1. Frekuensi penyakit yang dimaksud saja 2. Semuanya masuk dalam pengukuran 3. Penyajiannya harus optimal dalam bentuk ; a. angka mutlak b. rate c. ratio

4 * Populasi Beresiko ( Population at Risk ) Dalam mengukur frekuensi penyakit, populasi beresiko perlu diperhitungkan. Populasi beresiko : populasi yang susceptible / yang beresiko untuk terkena suatu panyakit. Population at risk in a study of Ca-cervix uteri Total populationAll womenPop. at risk years All men All women25 – 69 years25 – 69 years 70 + years

5  Ukuran Frekuensi Penyakit 1. Incidence rate : jumlah even / kasus baru yang terjadi dlm suatu periode waktu tertentu ( bulan, tahun ) dibagi dengan populasi beresiko dalam periode waktu yang sama. a. Person-time incidence rate Number of people who get a disease in specified period I = X ( 100, 1000 ) Sum of the length of time during which person in the population in at risk

6  Relationship between cigarette smoking and incidence rate of stroke in a cohort of women Smoking No.of casesPerson-years Stroke IR category of strokeof observation per ( over 8 years ) person-years Never smoked Ex-smoker Smoker Total Souce : Colditz et al.., Reproduced by kind permission of the publisher

7  b. Cumulative incidence rate ( Risk ) Merupakan pengukuran yang simpel untuk kejadian penyakit atau status kesehatan. Denominatornya adalah populasi beresiko pada permulaan studi. Number of people who get a disease during a specified period CI = X (100, 1000) Number of people free of the disease in the population at risk at the beginning of the period

8  2. Case Fatality Rate ( CFR ) Merupakan ukuran untuk menyatakan keganasan (severity) dari suatu penyakit. Number of deaths from a disease in the specified period CFR = X 100 % Number of diagnosed cases of the disease In the same period

9  Kesulitan dalam menghitung Insidens 1. Menentukan penderita / kasus baru 2. Menentukan populasi beresiko  Manfaat Insidens 1. Diketahuinya masalah kesehatan yang sdg dihadapi 2. Diketahuinya populasi yang beresiko 3. Dikethuinya beban kerja pelayanan kesehatan

10  3. Prevalence rate ( P ) Ada 2 macam : a. Point Prevalence rate Number of people with the disease at one point in time =X (100, 1000) Number of people in the population at risk at the same time Data populasi beresiko sering tidak tersedia, untuk itu dipakai jumlah seluruh populasi pada waktu yang sama.

11  b. Period Prevalence Rate Number of people with the disease in a specified period =X ( 100, 1000 ) Number of people in the population at risk in the mid of a specified period Angka prevalens dapat menunjukan mutu pelayanan kesehatan yang dilaksanakan. P tinggimutu yankes rendah P rendahmutu yankes baik / rendah sekali

12  Faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Prevalence. 1. the severity of illness 2. the duration of illness 3. the number of new cases  Hubungan Prevalence dengan Incidence P = I x dP = prevalence I = incidence d = duration of disease

13  Factors influencing observed prevalence rate Increased by : Decreased by : - Longer duration of the disease- Shorter duration of the disease - Prolongation of life of patients- High case-fatality rate from without cure desease without cure desease - Increase in new cases - Decrease in new cases ( increase in incidence ) ( decrease in incidence ) ( increase in incidence ) ( decrease in incidence ) - In-migration of cases- In-migration of healthy people - Out-migration of healthy people- Out-migration of cases - In-migration of susceptible - Improved cure rate of cases - Improved diagnostics facilities ( better reporting ) ( better reporting )

14  Example of calculation of disesase occurrence Total time under Total time under observation and in observation and in Individuals health ( years ) 1________________________________________7 2________________________________________7 3_______ d2 4________________________________________7 5_____________ _______ ________________________ ________________________________________ Years of follow-up ___ healthy period….. disease period lost to follow-upd = death

15  1. The incidence rate of the disease during the seven-year period is the number of new cases ( 3 ) divided by the sum of the lengths of time at risk of getting the disease for the population ( 33 person-years ), i.e. 9.1 cases per 100 person-years.  2. The cumulative incidence rate is the number of new cases ( 3 ) divided by the number of people at risk free of the disease at the beginning of the period ( 7 ), i.e. 43 cases per 100 persons during the seven years.  3. The average duration of disease is the total number of years of disease divided by the number of cases, i.e. 10 / 3 = 3.3 years.  4. The prevalence rate at the start of year 4 = 2 / 6 = 33 cases per 100 persons.

16 Ukuran Risiko Penyakit  Relative risk (RR)  Odd’s ratio  Adalah ukuran yang menunjukkan kekuatan hubungan terjadinya penyakit dengan faktor risiko.

17  Pengertian Indikator : Variabel-variabel yang dapat digunakan untuk membantu dalam mengukur peruba- han yang terjadi. langsungIndikator tidak langsung Ciri-ciri indikator 1. Valid benar-benar mengukur yang seharusnya diukur seharusnya diukur

18  2. Reliable Dipergunakan pada waktu dan keadaan yang berbeda hasilnya sama. 3. Spesifik Mengalami perubahan hanya pada fenomena yang ingin diukur. 4. Sensitif Peka terhadap perubahan yang terjadi.

19 5. Dapat memberikan arti dan makna suatu keadaan. suatu keadaan. 6. Mudah dioperasionalkan 7. Logis dan rasional Contoh : Surveillans AFP ; AFP rate pada populasi < 15 thn, batasannya < 2 /

20  Kegunaan Indikator 1. Menentukan batasan suatu masalah 2. Menentukan keseriusan masalah 3. Alat untuk mengevaluasi kegiatan *Jenis-jenis Indikator 1. Indikator morbidity, mortality, disability. 2. Indikator faktor resiko ; RR dan OR 3. Indikator hasil laboratorium 4. Indikator program ; input, proses, output dan outcome. dan outcome.

21  Ukuran kematian Masalah : * Pencatatan sering tidak lengkap * Akurasi pencatatan kurang Number of deaths in a specified period Crude mort. rate =x 1000 Average total pop. during that period Nilainya dipengaruhi oleh : umur, seks, ras, kelas sosio-ekonomi, dll Death rate can be usefully for specific groups in a population which are defined by age, race, sex, occupation, geographical location, or for specific causes of death.

22 Case Fatality Rate (CFR)  Adalah jumlah kematian suatu penyakit dalam waktu tertentu dibagi dengan jumlah keseluruhan penyakit tersebut dalam waktu yang sama x 100% A CFR = x 100% B A = Jumlah kematian suatu penyakit B = Jumlah keseluruhan penyakit

23 TERIMA KASIH

24  Infant Mortality Rate ( IMR ) * Indicator of the level of health in a community * Sensitive to socioeconomic changes and to health- care intervention Number of deaths in a year of children less than 1 year of age IMR = x 1000 IMR = x 1000 Number of live births in the same year Angka kematian anak ( 1 – 4 th ) penting karena berhubungan dengan kecelakaan / rudapaksa, malnutrisi dan penyakit infeksi. Ukuran lain yaitu Maternal mortality rate, life expectancy.

25  Comparing disease occurrence 1. Absolute comparison a. Risk difference ( Attributable risk ) ( 49.6 – 17.7 ) = 31.9 per ( 49.6 – 17.7 ) = 31.9 per b. Attributable fraction ( exposed ) ( 49.6 – 17.7 ) / 49.6 = 64 % ( 49.6 – 17.7 ) / 49.6 = 64 % c. Population attributable risk ( PAR ) ( 49.6 – 17.7 ) x 0.51 = 16.3 per ( 49.6 – 17.7 ) x 0.51 = 16.3 per Relative comparison Risk ratio ( Relative risk ) yaitu rasio kejadian penyakit pada kelompok terekspos dengan kelompok tidak terekspos ( 49.6 / 17.7 = 2.8 )

26 STRATEGI EPIDEMIOLOGI  Suatu pola pendekatan berupa suatu rangkaian kegiatan tertentu yang akan diterapkan dalam mengkaji masalah-masalah kesehatan sedemikian rupa sehingga diperoleh berbagai kejelasan tentang masalah kesehatan tersebut.  Unsur pokok : 1. merumuskan hipotesa 2. menguji hipotesa 3. menarik kesimpulan

27  Hipotesa : * Adalah kesimpulan atau jawaban sementara dari suatu masalah yang sedang dihadapi. masalah yang sedang dihadapi. * Dirumuskan berdasarkan data frekuensi dan distribusi masalah kesehatan. masalah kesehatan. * Unsur pokok hipotesa : manusia, agen, akibat, dosis- sebab dan waktu. sebab dan waktu. * Disusun berdasarkan : - Method of difference - Method of agreement - Method of concomitant variation - Method of analogy

28  Types of epidemiological study I. Observational studies 1. Descriptve study 2. Analytical studya. Cohort study b. Case-control study c. Cross-sectional d. Ecological study II. Experimental studies 1. Randomized control trials 2. Field trials 3. Community trials

29 THANK YOU


Download ppt "UKURAN DAN INDIKATOR EPIDEMIOLOGI PENYAKIT KRONIS Oleh : Dr. Edison, MPH Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan ILmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google