Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

PENDEKATAN DIREKTIF DAN NON DIREKTIF MUJI SULISTYOWATI PKIP UA.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "PENDEKATAN DIREKTIF DAN NON DIREKTIF MUJI SULISTYOWATI PKIP UA."— Transcript presentasi:

1 PENDEKATAN DIREKTIF DAN NON DIREKTIF MUJI SULISTYOWATI PKIP UA

2 PENDAHULUAN Dalam pengembangan masyarakat (community development) :  Apa yang harus petugas / community worker lakukan untuk mengembangkan masyarakat setempat  Apakah petugas akan menunjukkan kepada masyarakat mana yang bagus untuk mereka  Apakah petugas akan membantu masyarakat menemukan yang bagus bagi mereka

3 Pendekatan menurut Ross, Specific Content Objective Approach 2.General Content Objective Approach 3.Process Objective Approach

4 Specific Content Objective Approach  Individu atau lembaga dapat mengajukan program untuk memenuhi kebutuhan yang dirasakan  Waktu, merupakan unsur penting  Sedapat mungkin kebutuhan tersebut dipenuhi segera

5 General Content Objective Approach  Koordinasi merupakan unsur yang penting  Lebih baik dipilah masalah-masalah tertentu terlebih dahulu untuk pematangan situasi (conditioning)

6 Process Objective Approach  Mementingkan Proses, bukan content atau materi, agar prakarsa timbul dari masyarakat, timbul kerjasama dan mengembangkan kemampuan sesuai kapasitas masyarakat  Keikutsertaan masyarakat sangat penting

7 Pendekatan menurut T.R Batten, Pendekatan Direktif 2.Pendekatan Non Direktif

8 Pendekatan Direktif  Asumsi : petugas tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang baik untuk masyarakat  Petugas yang menetapkan kebutuhan masyarakat  Peranan petugas lebih dominan  Interaksi lebih bersifat instruktif  Masyarakat sebagai obyek  Baik digunakan untuk pencapaian hasil tujuan jangka pendek (pencapaian fisik)

9 Pendekatan Non-Direktif  Asumsi : masyarakat tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang baik untuk mereka  Pemeran utama dalam perubahan masyarakat adalah masyarakat  Petugas sebagai katalisator dan enabler untuk timbulnya self-determination (proses penetapan sendiri) dan self help (kemandirian)  Interaksi bersifat partisipatif  Masyarakat sebagai subjek

10 Non Direktif Direktif Komunitas yang relatif terbelakang Komunitas yang relatif lebih maju Gambar 1. Hubungan antara Pendekatan Direktif dan Non Direktif dalam pengembangan Masyarakat

11 Non Direktif Direktif Komunitas yang relatif terbelakang Komunitas yang relatif lebih maju Gambar 2. Hubungan antara Pendekatan Direktif dan Non Direktif dalam pengembangan Masyarakat

12 Kondisi “ Self-Directed Action”  Sejumlah orang yang tidak puas, dan sepakat akan kebutuhan mereka  Merek menyadari kebutuhan akan terpenuhi dengan berusaha  Mereka memiliki atau dapat dihubungkan dengan sumber daya yang memadai antara lain :  Cukup pengetahuan  Ketrampilan dan peralatan  Insentif (Intrisik dan ekstrinsik) Keinginan masyarakat untuk bertindak

13 Peran petugas dalam SDA 1.Menumbuhkan keinginan untuk bertindak 2.Memberikan informasi, tentang pengalaman kelompok lain 3.Membantu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam analisa situasi 4.Menghubungkan masyarakat dengan sumber daya yang dapat dimanfaatkan (tekhnis dan material)

14 Keuntungan Non-Direktif  Diperoleh hasil yang lebih baik dalam keterbatasan sumber daya  Membantu perkembangan masyarakat  dengan learning by doing  Menumbuhkan rasa kebersamaan (we feeling)  Memunculkan kesempatan (petugas) untuk mendidik dan mempengaruhi masyarakat

15 Keterbatasan Non-Direktif  Petugas : tidak dapat sepenuhnya menjamin bahwa hasil akhir pembangunan sesuai keinginan petugas  Masyarakat : merasa “dipaksa” untuk aktif dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang ditetapkan

16 Keterbatasan Direktif  Berkurangnya kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar dari masyarakat  Masyarakat tergantung kepada kehadiran petugas sebagai agen perubahan


Download ppt "PENDEKATAN DIREKTIF DAN NON DIREKTIF MUJI SULISTYOWATI PKIP UA."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google