Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

EPPS EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE Adhyatman prabowo adhyatman prabowo fak.psikologi umm.1Untuk kalangan terbatas.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "EPPS EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE Adhyatman prabowo adhyatman prabowo fak.psikologi umm.1Untuk kalangan terbatas."— Transcript presentasi:

1

2 EPPS EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE Adhyatman prabowo adhyatman prabowo fak.psikologi umm.1Untuk kalangan terbatas

3 Pengantar EPPS adalah salah satu tes kepribadian yang bersifat tes verbal Bentuk tes: Forced Choice Technique (Subjek memilih alternatif A atau B yang sesuai dengan pilihannya) Penggunaan EPPS; educative guidance, vocational guidance, personal problem. Biasanya disertai wawancara adhyatman prabowo fak.psikologi umm.2 Untuk kalangan terbatas

4 Data digunakan untuk membicarakan kekuatan relatif variabel dalam diri klien Ada kemungkinan terjadi kewaspadaan subjek sehingga bisa “berbohong” adhyatman prabowo fak.psikologi umm.3 Untuk kalangan terbatas

5 Inventori kepribadian yang biasa digunakan penuh dengan muatan social diserability EPPS merupakan personality inventory, diciptakan oleh Allen L. Edward., dikembangkan berdasarkan teori kepribadian dari Murray. Menggunakan teori need Murray dari 20 need, Edward hanya menggunakan 15 need. adhyatman prabowo fak.psikologi umm.4 Untuk kalangan terbatas

6 Tes kepribadian yang berbentuk verbal, terdiri dari 225 pasang pernyataan. Semua pasangan pernyataan tersebut merupakan pengembangan dari beberapa aspek psikologis yang akan diukur, yang meliputi 15 macam need. Dalam setiap pasang pernyataan, subjek diminta untuk memilih salah satu pernyataan yang sesuai dengan ciri khas dirinya sendiri. adhyatman prabowo fak.psikologi umm.5 Untuk kalangan terbatas

7 Bagi individu tertentu, pasangan pernyataan tersebut mungkin saja sama-sama menggambarkan atau bahkan tidak menggambarkan ciri khas yang terdapat dalam dirinya. Dalam kondisi seperti ini, subjek tetap “dipaksa” untuk menentukan pernyataan mana yang lebih cenderung mendekati ciri khas dirinya sendiri. adhyatman prabowo fak.psikologi umm.6 Untuk kalangan terbatas

8 Needs yang diukur (1) Achievement = ach (berprestasi) Deference = def (mentaati perintah dan peraturan) Order = ord (bekerja secara teratur) Exhibition = exh (menonjolkan diri) Autonomy = aut (bisa berdiri sendiri) Affiliation = aff (berafiliasi) Intraception = int (terlibat dalam urusan orang lain) Succorance = suc (mendapatkan bantuan orang lain) adhyatman prabowo fak.psikologi umm.7 Untuk kalangan terbatas

9 Needs yang diukur (2) Dominance = dom (menguasai orang lain) Abasement = aba (bisa mengalah) Nurturance = nur (bisa menyenangkan orang lain) Change = chg (mengadakan perubahan) Endurance = end (tahan mengatasi rintangan) Heterosexuality = het (berhubungan dengan lawan jenis) Aggression = agg (menyerang orang lain) adhyatman prabowo fak.psikologi umm.8 Untuk kalangan terbatas

10 Validitas & Reliabiltas EPPS memiliki validitas eksternal yang tinggi berdasarkan korelasinya dengan Guilford Martin Personal Inventory dan Taylor Manifest Anxiety Scale (Edward, 1959) dengan Study of Value (Gordon, 1967), dengan Survey of Values (Adisubroto, 1980) Koefisien reliabilitas EPPS lebih tinggi dibanding MMPI (Super & Crites, 1965) EPPS memiliki reliabilitas internal yang tinggi (Edward, 1959; Soemodarsono, 1962; Gordon, 1967; Rachmat, 1975; Adisubroto, 1980) adhyatman prabowo fak.psikologi umm.9 Untuk kalangan terbatas

11 Kelebihan & Kelemahan EPPS Kelebihan:  Validitas dan reliabilitas tinggi  Pengerjaannya mudah  Tersedia norma untuk berbagai latar belakang dan tingkat pendidikan Kelemahan:  Beberapa item-nya mengandung social desirability  Adanya kemungkinan subjek melakukan faking  Pengerjaannya membutuhkan waktu yang relatif lama adhyatman prabowo fak.psikologi umm.10 Untuk kalangan terbatas

12 Instruksi  Subjek memilih satu dari dua pernyataan yang telah disediakan (A dan B) manakah yang lebih menggambarkan diri subjek  Apabila dua pernyataan tersebut sama-sama tidak disukai atau sama-sama disukai, subjek tetap harus memilih mana yang lebih khas menggambarkan diri subjek  Pilihan harus berdasarkan perasaan subjek tidak didasarkan apa yang dianggap wajar  Tidak ada jawaban benar dan salah  Jangan ada aitem yang terlewati adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 11Untuk kalangan terbatas

13 Skoring  Periksa jangan ada aitem yang telewat  Buatlah garis merah melalui No. 1, 7, 13, 19, 25 No. 101, 107, 113, 119, 125 No. 201, 207, 213, 219, 225  Buatlah garis biru melalui No. 26, 32, 38, 44, 50 No. 51, 57, 63, 69, 75 No. 151, 157, 163, 169, 175 adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 12Untuk kalangan terbatas

14 Disebelah kanan ada kolom bertuliskan n (need) r (raw)  Dihitung menjajar (horisontal)  Hanya dihitung A yang dilingkari, kecuali A yang terkena garis merah  Maksimum 14 c (columm)  Dihitung secara vertikal  Hanya dihitung B yang dilingkari, kecuali yang terkena garis merah  Maksimum 14 s (sum)  Jumlah r + c  Maksimum 28 adhyatman prabowo fak.psikologi umm.13 Untuk kalangan terbatas

15 Jumlahkan angka pada setiap kolom “r” dan kolom “c” yang berdampingan. Jumlah yang diperoleh ditulis pada kolom “s”. Angka tertinggi pada kolom “s” adalah 28, dan skor ini adalah skor keseluruhan dari personality variabel. Untuk mengetahui apakah penjumlahan yang dilakukan sudah benar, maka dapat dilihat dari jumlah keseluruhan kolom “s’ yang harus sama dengan 210. adhyatman prabowo fak.psikologi umm.14 Untuk kalangan terbatas

16 Menghitung Konsistensi  Membandingkan jawaban A atau B yang kena garis merah dengan yang kena garis biru NOMOR 1dengan15126dengan10151dengan201 7dengan15732dengan10757dengan207 13dengan16338dengan11363dengan213 19dengan16944dengan11969dengan219 25dengan17550dengan12575dengan225 adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 15Untuk kalangan terbatas

17  Bila sama dalam kotak di bawah beri tanda  bila berbeda tidak diberi tanda  Jumlah berapa kotak yang terdapat tanda   Tulis jumlah tanda pada con (consistency)  Maksimal 15 dan Minimal 10  (Jumlah tertinggi dari tanda yang dimaksud adalah 15, sedangkan konsistensi dibawah 10 perlu diragukan) adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 16Untuk kalangan terbatas

18 PENORMAAN  Ubah raw score menjadi Percentil dengan menggunakan norma  Norma berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia: Percentiles for college student Percentiles for general adult group adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 17Untuk kalangan terbatas

19 PROFIL  Buat garis pada profil dengan titik awal pada percentil 50  Garis dibuat sesuai dengan jumlah percentil yang diperoleh subjek pada masing-masing need adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 18Untuk kalangan terbatas

20 INTERPRETASI  Berisi dinamika psikologis tentang need- need yang dimiliki oleh subjek  Cek percentil need yaitu: Sangat Tinggi: ≥ 95 Tinggi: Rata-rata: Rendah: 5 – 15 Sangat Rendah: ≤ 4 adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 19Untuk kalangan terbatas

21 20 Cara menginterpretasikan EPPS 1. Perhatikan apakah S konsistensi dalam menjawab (10-15), kurang dari 10?  tidak dapat diintepretasi. 2. Tinggi rendahnya need pada individu sendiri dibandingkan melalui mean profile berbeda norma pria & wanita.  0 = normal dlm mengelola need  +++/--- = obsesi pada need  ++/-- = kemantapan pada need  +/- = kecenderungan pada need adhyatman prabowo fak.psikologi umm.

22 Untuk kalangan terbatas21 Cara menginterpretasikan EPPS 3. Perhatikan need yang saling berkorelasi positif dan negatif. 4. Perhatikan pula need yang saling bertentangan yg secara logis tidak muncul secara bersamaan. 5. Perhatikan sifat IPSAPTIVE dari tes EPPS 6. Kecermatan dalam menggabungkan dengan informasi yg didapat dari tes lain adhyatman prabowo fak.psikologi umm.

23 Achievement (Ach)  Positif : adanya kemauan dan kesanggupan (bukan kemampuan) untuk menunjukkan prestasi, baik dalam bidang studi maupun pekerjaan, sukses dalam kehidupan sosial dan status dan sebagainya.  Negatif : keinginan yang berlebihan, sehingga merugikan bagi subjek. Dapat dikatakan subjek ambisius, sehingga mengalami kekurangan dalam kehidupan sosial atau bermasyarakat. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 22Untuk kalangan terbatas

24 Deference (Def)  Positif : mengandung arti adanya kemauan untuk menyesuaikan diri, mengikuti, menuruti, menghargai suatu tata cara/aturan, konvensional.  Negatif : ada kecenderungan sugestibel, kurang bersikap kritis. Untuk ini perlu diperhatikan taraf inteligensi, bila rendah artinya kemungkinan untuk sugestibel dan kurang kritis. Tetapi bila inteligensi tinggi, maka subjek ini mengikuti tata aturan yang berlaku namun tanpa disertai pemahaman dan pengolahan pengertian atas itu. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 23Untuk kalangan terbatas

25 Order (Ord)  Positif :adanya kebutuhan akan keteraturan dan memiliki minat pada hubungan manusia, dengan benda dan juga idea yang memberi suatu efek yang baik terhadap pengertian, pertanggung-jawaban dalam menunaikan tugas dan kewajibannya dengan cara dewasa.  Negatif :mengurangi kelincahan, kreativitas dan kemampuan untuk memimpin/mengatur, terlalu takut menyimpang, sehingga peraturan dipegang teguh. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 24Untuk kalangan terbatas

26 Exhibition (Exh)  Positif :mau menunjukkan diri secara euphoris, riang, extraversi, percaya diri, optimis.  Negatif :kebutuhan yang berlebihan untuk menunjukkan diri, sehingga sering mengurangi pengendalian diri (self-control), kurang disiplin, memamerkan dan menonjolkan diri, sok atau sombong. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 25Untuk kalangan terbatas

27 Autonomy (Aut)  Positif :keinginan untuk mandiri, sifat tidak tergantung dalam hal pendapat/pendirian, menolak sugesti dalam kebutuhannya akan pendirian yang bersifat inkonvensional, berkeinginan untuk progresif dan orisinil.  Negatif :bila kebutuhan ini berlebihan, maka subjek kurang mampu menyesuaikan diri secara kooperatif, fanatik, radikal (selalu menginginkan perubahan), kepala batu. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 26Untuk kalangan terbatas

28 Affiliation (Aff)  Positif :kebutuhan untuk memperhatikan sesama manusia, untuk pergaulan yang harmonis dengan manusia lain yang disertai dengan toleransi dan kehangatan dalam pendekatan.  Negatif :orang kurang tegas, kurang dapat mempertahankan pendiriannya, kurang berani, menjadi budak orang lain. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 27Untuk kalangan terbatas

29 Intraception(Int)  Positif :kebutuhan akan minat/pengarahan terhadap masalah manusia untuk diketahui dan dianalisis, menempatkan diri pada kebutuhan orang lain, empati. Ada kepekaan dan diferensiasi perasaan, serta ada keaktifan dalam diri baik untuk mengembangkan diri maupun bagi kepentingan orang lain.  Negatif :mudah hanyut dan terbawa oleh situasi/perasaan orang lain, kurang dapat mempertahankan jarak. Untuk dapat mengambil jarak, subjek harus bersikap kritis, mengendalikan diri dan rasional. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 28Untuk kalangan terbatas

30 Succorance (Suc)  Suc lebih bersifat negatif, dan mempunyai arti kebutuhan akan pemanjaan diri, pasif, kebutuhan akan kontak sosial yang diwarnai oleh meminta bantuan yang bersifat egosentris dan kurang dewasa, dependent, juga mencari rasa aman. Semua itu mencerminkan labilitas emosi dan kurang tegas dalam menyesuaikan perasaan/emotional adjustment. Secara klinis biasanya terdapat pada penderita histeria, meminta perhatian terlalu banyak bagi dirinya, namun pasif. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 29Untuk kalangan terbatas

31 Dominance (Dom)  Positif :umumnya merupakan kebutuhan akan suatu keinginan/kemauan yang masih dapat diterima (acceptable), yaitu keinginan untuk memimpin, mempengaruhi, membimbing, mengawasi, membina, mengarahkan, menghimpun, mengorganisasikan, memberi struktur, mengatur, adanya kepercayaan pada diri sendiri dan juga merupakan seorang yang mampu mengadakan hubungan sosial (Social Competence).  Negatif :keinginan untuk menjelajah, mengharuskan, mewajibkan, yang kesemuanya berbau otoriter, tidak mengakui hak-hak dan kewajiban manusia, mempertentangkan antara dirinya dengan orang lain. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 30Untuk kalangan terbatas

32 Ps : Dom mempunyai korelasi positif dengan Agg, Ach dan Exh. Korelasi negatif dengan Aba, Def, Suc dan Nur. Dom biasanya disertai dengan agresi, tetapi tidak semua orang demikian. Harus dilihat profil keseluruhan. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 31Untuk kalangan terbatas

33 Abasement (Aba)  Positif :keinginan untuk merendahkan diri dengan maksud mendukung keinginan untuk menyesuaikan diri, kompromi, terlihat ada toleransi. Keberanian mengakui kesalahan, mengoreksi diri, rendah hati dalam arti tidak sombong dan tahu tata krama.  Negatif :tercermin kurang cukup adanya keinginan, kemauan, aspirasi, hambatan atau labilitas emosi. Kurang adanya rasa percaya diri, yang pada umumnya diiringi oleh rasa bersalah dan berdosa. Semua ini merupakan sifat-sifat yang kompleks yang merugikan kompetensi dalam relasi sosial dan pergaulan. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 32Untuk kalangan terbatas

34 Nurturance (Nur)  Positif :merupakan variabel kebutuhan yang mencerminkan adanya kehangatan perasaan, dan dalam pergaulan disertai dengan pelayanan, memberi, merawat terutama pada manusia (tapi bisa juga pada benda). Juga mencerminkan rasa sosial terhadap sekelilingnya, bersedia atau siap memberi pertolongan kepada siapa yang pantas dan layak menerimanya.  Negatif :merupakan pencerminan emosi yang berlebihan, sehingga kurang lugas, kurang rasional, baik dalam hubungan sosial maupun cara berpikir. Melupakan diri sendiri sehingga dirinya terlantar dan bahkan menjadi korban. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 33Untuk kalangan terbatas

35 Ps : Nur mempunyai korelasi positif dengan Aff, Aba, Suc dan korelasi negatif dengan Aut, Agg, Ach dan Het. Nur yang baik seharusnya memiliki unsur take and give. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 34Untuk kalangan terbatas

36 Change (Chg)  Positif :menunjukkan adanya human devotion (pelimpahan emosi yang ditujukan ke luar/terhadap manusia), fleksibel, perasaan kemanusiaan terhadap manusia lain sehingga ada kemampuan dalam hubungan sosial. Ingin mengadakan eksperimen, ingin mencoba hal yang baru, menginginkan variasi dalam rangka penyegaran dan pengembangan diri.  Negatif :sering kurang mengadakan introspeksi, “hangat” di luar, misalnya orang yang mementingkan urusan di luar rumah sehingga urusan dalam rumah terlantar. Tidak tetap pada pendapat/pendirian atau tidak adanya kemantapan dalam menyelenggarakan sesuatu, plin plan. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 35Untuk kalangan terbatas

37 Ps : Chg mempunyai korelasi positif dengan Aut, Exh dan korelasi negatif dengan Ord, Ach, End, Suc. Bila Chg disertai dengan Aut+, perubahan yang diinginkan dikendalikan oleh dirinya sendiri. Bila Chg disertai Aut-, perubahan yang diinginkan dikendalikan oleh pengaruh luar. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 36Untuk kalangan terbatas

38 Endurance (End)  Positif :adalah keuletan, kegigihan, ketekunan dalam menyelesaikan pekerjaan dan ada antisipasi akan kebenaran dan manfaat hasil jerih payahnya. Tersirat juga adanya rintangan-rintangan, antisipasi mampu menerobos, mengatasi, menyelesaikan aral melintang, bertubi-tubi terbentur pada rintangan tetapi tetap maju terus dengan stamina yang kuat.  Negatif :asal tahan/asal betah, sifatnya kaku, rigid dan tidak didasari oleh pertimbangan lain. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 37Untuk kalangan terbatas

39 Heterosexuality (Het)  Positif :kehidupan seksual sehari-hari dalam batas normal, pandangan yang wajar akan pemahaman dan masalah seksual.  Negatif :kehidupan seksual yang berlebihan/over acting, atau sebaliknya ditekan (repressed atau supressed). Repressed artinya ada libido namun ditekan sehingga tidak muncul. Bila Het--- maka ini berarti supressed dan buka repressed, karena di sini nafsu seksual selalu timbul (kompulsif), subjek merasa terganggu dan setiap kali ditekan. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 38Untuk kalangan terbatas

40 Aggression (Agg)  Positif :agresi yang dikendalikan dan diperhitungkan, berani, ada energi mendobrak sesuatu dengan tujuan untuk hasil yang lebih baik (progresif).  Negatif :nekad, mengadakan perbuatan destruktif dalam segala bentuk. Tidak ada hasil yang progresif, asal saja dan merusak. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 39Untuk kalangan terbatas

41 Masing-masing need memiliki sisi positif dan negatif Ada korelasi positif dan negatif antar need- need dalam tes EPPS adhyatman prabowo fak.psikologi umm.40 Untuk kalangan terbatas

42 Achievement +: Kemauan dan kesanggupan untuk berprestasi -: Ambisius yang merugikan Deference +: Kemauan untuk menyesuaikan diri - : Kecenderungan suggestible, kurang kritis Order +: Kebutuhan untuk keteraturan -: Mengurangi kreativitas dan takut menyimpang adhyatman prabowo fak.psikologi umm.41 Untuk kalangan terbatas

43 Exhibition +: Mampu menunjukkan diri, PD, optimis, extraversi -: Mengurangi kontrol diri dan disiplin diri, memamerkan diri Autonomi +: Keinginan untuk mandiri, tidak tergantung - : Kurang mampu adaptasi, fanatik Afiliation +: Kebutuhan terhadap perhatian orang lain yg harmonis, pengertian dan toleransi -: Kurang tegas adhyatman prabowo fak.psikologi umm.42 Untuk kalangan terbatas

44 Intraception +:Mampu menganalisa perasaan diri dan orang lain -:Kurang dapat mengambil jarak Succorance +:Kebutuhan untuk menerima bantuan dari orang lain -:Pasif, manja Dominace +:Keinginan untuk memimpin, mempengaruhi, membimbing, mengarahkan. -:Otoriter adhyatman prabowo fak.psikologi umm.43 Untuk kalangan terbatas

45 Abasement +: Merendahkan diri untuk menyesuaikan diri, kompromi, toleransi -: Labilitas emosi, merasa bersalah Nurturance +: Kehangatan perasaan -: Kurang rasional Change +: Fleksibel, melakukan perubahan -: Tidak tetap pada pendirian adhyatman prabowo fak.psikologi umm.44 Untuk kalangan terbatas

46 Endurance +: Keuletan, kegigihan dalam menyelesaikan pekerjaan -: Rigid, asal tahan tidak didasari pertimbangan lain Heterosexual +: Kehidupan sex sehari-hari dalam batas normal -: Overacting dalam kehidupan sex atau justru tidak sama sekali Aggression +: Progresif, mampu mengontrol agresi, berani - : Nekad, perbuatan destruktif dalam segala bentuk adhyatman prabowo fak.psikologi umm.45 Untuk kalangan terbatas

47 Warning!!! Sifat IPSATIF dari EPPS. Bahwa intepretasi EPPS haruslah dipahami secara menyeluruh dan tidak bisa terpisah tapi dinamis. Nilai IPSATIF sendiri bisa dibandingkan untuk variabel2 lain pd individu yang sama (intra individu). Bahwa EPPS merupakan tes yang bersifat memaksa dalam memilih pernyataan2 dalam item2nya (forced choice). adhyatman prabowo fak.psikologi umm.46 Untuk kalangan terbatas

48 LOVE (Kebutuhan Halus)  Deference  Order  Affiliation  Intraception  Succorance  Abasement  Nurturance  Endurance HATE (Kebutuhan Kasar)  Achievement  Exhibition  Autonomy  Dominance  Change  Heterosexual  Aggression adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 47Untuk kalangan terbatas

49 Hasil Riset Korelasi Antar Need 1. N.Ach tinggi → N. Dom & N. Aut tinggi pula. Namun, pd N. Aff, N. Nur, dan N.Aba akan cenderung rendah. 2. N. Ord tinggi → N.End & N.Def jg tinggi. Namun, pd N.Exh, N. Chg dan N. Dom nya cenderung rendah. 3. N. Def tinggi → N.Ord, N. End, N.Aba dan N. Int juga tinggi. Namun untuk N. Agg, N.Aut dan N.Het nya rendah. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 48Untuk kalangan terbatas

50 Hasil Riset Korelasi Antar Need 4. N.Exh tinggi → N.Chg, N.Het, N.Dom dan N.Agg akan tinggi. Namun N. End, N. Def, N.Int dan N.Ord nya rendah. 5. N.Aut tinggi → N.Agg, N. Chg, dan N.Ach yang tinggi. Namun tidak didukung oleh N.Nur, N.Aff, N.Def, dan N.Aba. 6. N. Aff tinggi → N. Nur yang tinggi. Namun rendah pd N.Ach, N.Aut, N.Agg dan N. Het yang rendah. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 49Untuk kalangan terbatas

51 Hasil Riset Korelasi Antar Need 7. N.Int yang tinggi akan di dukung oleh N.Def yang tinggi pula. Tapi N. Exh, N. Agg, N.Het dan N.Suc akan memiliki nilai rendah. 8. N.Suc tinggi akan di dukung nilai yang tinggi pada N.Nur dan N.Aba. Serta nilai rendah pada N.End, N.Dom, N.Aut dan N.Int. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 50Untuk kalangan terbatas

52 Hasil Riset Korelasi Antar Need 9. N. Dom yg tinggi, di dukung dengan tingginya nilai N.Agg, N.Ach, N.Def dan N.Exh serta nilai yang rendah pada N.Aba, N.Suc dan N.Nur. 10. Tingginya N.Aba diikuti dengan tingginya nilai pada N. Nur, N.Def dan N.Suc. Sedangkan pada N.Dom, N.Het, N.Ach dan N.Aut memiliki nilai rendah. adhyatman prabowo fak.psikologi umm. 51Untuk kalangan terbatas

53 Thanks… 52adhyatman prabowo fak.psikologi umm. Untuk kalangan terbatas


Download ppt "EPPS EDWARD PERSONAL PREFERENCE SCHEDULE Adhyatman prabowo adhyatman prabowo fak.psikologi umm.1Untuk kalangan terbatas."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google