Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

INDUSTRI PENGOLAHAN KHITIN DAN KHITOSAN

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "INDUSTRI PENGOLAHAN KHITIN DAN KHITOSAN"— Transcript presentasi:

1 INDUSTRI PENGOLAHAN KHITIN DAN KHITOSAN
KEGIATAN KAJIAN TEKNO EKONOMI INDUSTRI PENGOLAHAN KHITIN DAN KHITOSAN DARI LIMBAH UDANG UNTUK BAHAN BAKU INDUSTRI 2004

2 PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Bahan kimia hasil pertanian dan bahan baku industri Khitin dan khitosan Industri farmasi, kesehatan, kosmetika, makanan, pengolah limbah, fotografi, pelapis kayu Aplikasi dan kegunaan yang luas

3 Tersedianya bahan baku khitin dan khitosan Limbah udang
Indonesia belum mempunyai industri khitin dan khitosan Khitin dan khitosan dipenuhi oleh impor Perlu dilakukannya kajian teknoekonomi pendirian industri khitin dan khitosan

4 B. Tujuan Penelitian Mendapatkan data dan informasi mengenai potensi dan penyebaran bahan baku industri khitin dan khitosan di Indonesia Mengkaji kelayakan pendirian industri khitin dan khitosan berbahan baku limbah udang berdasarkan aspek pasar dan pemasaran, teknis dan teknologis, manajemen dan organisasi, legalitas dan hukum, lingkungan, dan finansial serta ekonomi.

5 C. Hasil yang Diharapkan
Termanfaatkannya limbah industri pengolahan udang (kulit udang) sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat Tersedianya informasi kelayakan pendirian industri khitin dan khitosan Berkembangnya industri khitin dan khitosan di Indonesia dengan memanfaatkan potensi bahan baku lokal

6 D. Ruang Lingkup Analisis aspek pasar dan pemasaran
Analisis aspek teknis teknologis Analisis aspek manajemen dan organisasi Analisis aspek legalitas dan hukum Analisis aspek lingkungan Analisis aspek finansial dan ekonomi.

7 METODOLOGI A. Kerangka Pemikiran Studi Pustaka dan Pengumpulan Data
√ Aspek Pasar dan Pemasaran √ Aspek Teknis-Teknologis √ Aspek Manajemen dan Organisasi √ Aspek Legalitas dan Hukum √ Aspek Lingkungan √ Aspek Finansial dan Sosial Ekonomi Mulai Tidak Ya Data Cukup Tabulasi Data Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran Potensi pasar, Derajat persaingan struktur pasar, Pangsa pasar, Bauran pemasaran Analisis Aspek Teknis Teknologis Bahan baku, Lokasi, Kapasitas produksi, Teknologi Proses, Tata letak pabrik Lanjut

8 Kerangka Pemikiran (lanjutan)
Analisis Aspek Manajemen dan Organisasi Kebutuhan tenaga kerja, Struktur organisasi, Deskripsi tugas Analisis Aspek Legal Yuridis Bentuk usaha, Prosedur perizinan, Perpajakan Analisis Aspek Lingkungan AMDAL, Potensi limbah industri khitin dan khitosan Analisis Aspek Finansial dan Ekonomi Asumsi, Sumber dana dan struktur pembiayaan, Biaya investasi, Harga dan prakiraan penerimaan, Proyeksi laba rugi, Proyeksi arus kas, Analisis titik impas, Kriteria kelayakan investasi, Analisis Ekonomi Selesai Penyusunan Laporan

9 B. Pengumpulan Data C. Analisis Data 1. Data primer
Penelitian dan pengamatan langsung di lapangan, laboratorium, industri dan wawancara dengan pakar serta instansi terkait 2. Data sekunder Studi pustaka dan pencatatan data yang tersedia pada instansi-instansi terkait. C. Analisis Data Analisis aspek pasar dan pemasaran Analisis aspek teknis teknologis Analisis aspek manajemen dan organisasi Analisis aspek legalitas dan hukum Analisis aspek lingkungan Analisis aspek finansial dan ekonomi

10 Diagram Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran
Selesai Mulai Strategi Bauran Pemasaran Strategi produk, Strategi harga, Strategi distribusi dan Strategi promosi Prakiraan Permintaan Deret Waktu Potensi Pasar Indonesia (PPI) Tidak Ya Tabulasi Data a. Permintaan khitin dan khitosan Indonesia b. Perusahaan produsen khitin dan khitosan dunia dan kapasitasnya c. Persentase produksi khitin dan khitosan berdasarkan bahan baku d. Aplikasi dan fungsi khitin dan khitosan e. Harga khitin dan khitosan Derajat Persaingan Struktur Pasar Acuan Kapasitas Perusahaan (AKP) AKP < PPI ? Tidak Layak Diagram Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran

11 Diagram Alir Tahapan Analisis Kajian Aspek Teknis Teknologis
Mulai Tabulasi Data Ketersediaan dan harga bahan baku b. Proses produksi khitin dan khitosan Lokasi pabrik khitin dan khitosan Kapasitas produksi Mesin dan peralatan yang digunakan Analisis Bahan Baku Cari bahan baku lain Tersedia cukup Tidak Ya Analisis Lokasi Perizinan, Kedekatan dengan bahan baku, Kedekatan dengan pasar, Ketersediaan tenaga kerja, Kemudahan transportasi, Tersedianya utilitas (air, listrik, bahan bakar) Lanjut

12 Analisis Kapasitas dan Teknologi Proses Produksi
Diagram Alir Tahapan Analisis Kajian Aspek Teknis Teknologis (lanjutan) Lanjut Analisis Kapasitas dan Teknologi Proses Produksi Teknologi Proses dan Kapasitas Mesin dan Peralatan Neraca Massa Neraca Energi Analisis Tata Letak Pabrik Bagan Keterkaitan Aktivitas Diagram Keterkaitan Kegiatan Kebutuhan Ruang Produksi dan Alokasi Wilayah Selesai

13 Analisis Struktur Organisasi Analisis Deskripsi Tugas
Selesai Mulai Tabulasi Data 1. Tujuan perusahaan 2. Teknologi proses produksi, mesin dan peralatan serta ruangan proses produk Analisis Struktur Organisasi Analisis Deskripsi Tugas Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Diagram Alir Tahapan Analisis Pada Kajian Aspek Manajemen dan Organisasi

14 Analisis legalitas dan hukum
Bentuk usaha Prosedur perizinan dan perpajakan Analisis aspek lingkungan Prosedur AMDAL Potensi limbah industri khitin dan khitosan Analisis aspek finansial dan ekonomi BEP NPV IRR Net B/C PBP Analisa sensitifitas

15 PASAR DAN PEMASARAN A. Potensi Pasar
∎ Khitin dan khitosan belum tercantum dalam The Harmonized Commodity Description and Coding System (HS) Tidak ada data impor khitin dan khitosan ∎ Khitin dan khitosan tidak tercantum dalam Klasifikasi Komoditi Indonesia (KKI) Tidak ada data produksi dan data penggunaan khitin dan khitosan oleh industri menengah dan industri besar ∎ Potensi pasar khitin dan khitosan diketahui dengan cara mengetahui produk yang potensial disubtitusi oleh khitin dan khitosan

16 ∎ Kriteria produk yang potensial disubtitusi oleh khitin dan khitosan :
Mempunyai kegunaan yang sama dengan khitin dan khitosan Jumlah penggunaannya besar Diimpor dalam jumlah yang besar Harganya sama atau lebih mahal Harga khitin dan khitosan lebih baik/sebanding jika dilihat dari kegunaannya ∎ Produk yang potensial disubtitusi oleh khitin dan khitosan : Poly alumunium khlorida (HS ) Alum (HS ) Metanal (formaldehida) (HS ), Lesitin dan fosfoaminolipid lainnya (HS ) Emulsi peka cahaya (HS ) Ion exchanger berasal dari polimer (HS

17 Impor dan Ekspor Produk yang Potensial Disubtitusi
oleh Khitin dan Khitosan 46.001 - 2003 82.732 2002 37.299 2001 2.500 2000 35.698 87.577 74.018 1999 1.192 43.878 55.620 1998 1997 1996 Ekspor (kg) Impor (kg) Tahun Metanal (formaldehida) Alum Poly alumunium khlorida Nama Produk

18 Impor dan Ekspor Produk yang Potensial Disubtitusi
oleh Khitin dan Khitosan - 93.299 2003 5.853 2002 48.429 3.444 2001 3.470 2000 17.060 1.796 1999 3.788 1998 28.957 1997 2.084 35.750 41.230 1996 Ekspor (kg) Impor (kg) Tahun Ion exchanger Emulsi peka cahaya Lesitin Nama Produk

19 Impor dan Ekspor Produk yang Potensial Disubtitusi
oleh Khitin dan Khitosan Forecasting menggunakan MINITAB 13 Hasil Forecasting Produk yang Potensial Disubtitusi oleh Khitin dan Khitosan 2004 Metanal (Formaldehida) Alum Poly Alumunium Khlorida Prakiraan (kg) Tahun Ion Exchanger dari Polimer Emulsi Peka Cahaya Lesitin dan Fosfoaminolipid lainnya

20 Pangsa pasar khitin dan khitosan = Hasil Forecasting Produk yang Potensial Disubtitusi
oleh Khitin dan Khitosan Pangsa pasar khitin dan khitosan = ton B. PANGSA PASAR ∎ Pesaing banyak ∎ Pesaing berukuran besar ∎ Jenis produk sama Pangsa pasar maks. 2,5 % dari potensi pasar (Fellows et. all.,1996) 308 ton (tahun 2004)

21 Perusahaan hanya memasarkan khitosan
B. Strategi Bauran Pemasaran 1. Strategi Produk Industri Kosmetika Industri yang menghasilkan limbah cair dan logam berat ∎ Pasar potensial Perusahaan hanya memasarkan khitosan Perawatan kulit Deodoran Perawatan rambut ∎ Khitosan untuk Industri Kosmetika

22 Perbandingan Penggunaan Khitosan dan Placebo
Terhadap Ketahanan Air Pada Produk Sunscreen Placebo Khitosan Setelah perlakuan dengan air Sebelum perlakuan dengan air

23 Hasil Uji Deodoran Antara Khitosan dengan Triclosan

24 Hasil Perlakuan Khitosan dan PVP/VA Kopolimer Terhadap Rambut
Penampang rambut setelah mendapat 10 kali perlakuan Khitosan Penampang rambut setelah mendapat 10 kali perlakuan 2% PVP/VA kopolimer

25 Kekuatan Tarik Rambut yang diberi Beberapa Perlakuan

26 ∎ Pengolah limbah cair dan limbah yang mengandung logam berat Tembaga (Cu) Merkuri (Hg) Kadmium (Cd) Kromium (Cr) Kobalt (Co) Nikel (Ni) Platina (Pt) Timah (Zn) Timah hitam (Pb) ∎ Khitosan Biosorption Pemisahan selektif Biodegradable Regeneratif Endapan tak bermasalah Daya pemisahan sangat baik

27 2. Strategi Harga 3. Strategi distribusi 4. Strategi promosi
∎ Produk industri ∎ Strukrur Pasar persaingan murni ∎ Lebih sensitif terhadap penurunan harga dibanding kenaikan bahan baku Harga khitosan lebih rendah dari harga yang berlaku Rp ,58 3. Strategi distribusi Saluran level nol/saluran pemasaran langsung ∎ Produk industri 4. Strategi promosi ∎ Produk industri Segmentasi khusus

28 Bahan baku limbah udang yang dibutuhkan : 1.260 ton
TEKNIS TEKNOLOGIS A. Bahan Baku ∎ Produksi udang Indonesia berdasarkan industri pengolahannya : ton pada tahun 2002 (BPS, 2003) Limbah udang : ton ∎ Kapasitas produksi perusahaan :62 ton per tahun Bahan baku limbah udang yang dibutuhkan : ton Bahan baku tercukupi ∎ Limbah udang PT. Istana Cipta Sembada (ICS), Banyuwangi : 1800 ton per tahun Mencukupi kebutuhan bahan baku

29 B. Lokasi Perusahaan Metode Anaytical Hierarchy Process (AHP)
∎ Kriteria Kemudahan suplai bahan baku Kedekatan dengan pasar Sarana transportasi Ketersediaan dan upah tenaga kerja Utilitas (listrik, air dll.) ∎ Alternatif Jakarta Utara Banyuwangi Pontianak Tarakan Ujung Pandang ∎ Analisis Software Criterium Decision Plus Banyuwangi

30 Hasil Penilaian Menggunakan Metoda AHP

31 C. Kapasitas Produksi ∎ 20 % dari pangsa pasar 62 ton per tahun
∎ Tahun 1 : 80 % kapasitas ∎ Tahun 2 : 90 % kapasitas ∎ Tahun : 100 % kapasitas

32 D. Teknologi Proses Diagram Alir Kualitatif Proses Pengolahan Limbah
Udang Menjadi Khitin dan Khitosan yang Diterapkan di Pabrik

33 E. Tata Letak Pabrik Diagram Keterkaitan Aktivitas

34 Diagram Keterkaitan Kegiatan

35 Alokasi Ruang Produksi

36 MANAJEMEN DAN ORGANISASI
Tenaga Kerja ∎ Tenaga Kerja Langsung ∎ Tenaga Kerja tak Langsung Tabulasi Kebutuhan Tenaga Kerja Langsung 41 13 15 Total 2 1 - Pengawasan mutu 18 3 Pengolahan limbah 17 Ruang pembangkit tenaga 16 5 Ruang pembangkit uap Ruang penyimpanan produk 14 Penggilingan dan pengemasan Pengeringan khitosan 12 Deasetilasi 11 Penggilingan khitin 10 Pengeringan khitin 9 Deproteinasi 8 Demineralisasi 7 Penghancuran 6 Pengeringan limbah udang Pencucian 4 Tangki dan pengolahan air Ruang penerimaan dan gudang bahan lain Ruang penyimpanan bahan baku Kepala Bagian Operator Pekerja Jumlah Jabatan Proses Produksi/Ruang No

37 Jabatan dan Kualifikasi Tenaga Kerja
78 Total 15 Sekolah Menengah Pekerja 21 4 Supir 20 8 Keamanan 19 10 D3/SMU Administrasi 18 13 D3 Teknik, SMU/STM Operator Produksi 17 S1 Kimia/Pangan Supervisor Produksi 16 1 S1 Tekn. Industri/Keuangan (min. 2 Tahun) Manajer Pembelian S1 Keuangan (min. 2 tahun) Manajer Keuangan 14 S1 Psikologi/Tekn. Industri (min. 2 tahun) Manajer Keamanan dan Kesra Manajer SDM 12 S1 Kimia/Pangan (min. 2 tahun) Manajer R & D 11 Manajer Produksi S1 Teknik (min. 2 tahun) Manajer Maintenance 9 S1 Teknik Industri (min. 2 tahun) Manajer PPIC S1 Pemasaran (min. 2 tahun) Manajer Pemasaran 7 S2 Keuangan (min. 5 tahun) Direktur Keuangan 6 S1 Psikologi (min. 5 tahun) Direktur HRD 5 S2 Kimia/Pangan (min.5 tahun ) Direktur Produksi S2 Teknik (min. 5 tahun) Direktur Teknik 3 S2 Pemasaran (min. 5 tahun) Direktur Pemasaran 2 S2 Berpengalaman (min. 5 tahun) Presiden Direktur Jumlah Kualifikasi Jabatan No

38 Pekerja dan Operator Produksi Administrasi, Keamanan & Supir
Struktur Organisasi Presiden Direktur Direktur Pemasaran Direktur Teknik Direktur Produksi Direktur HRD Direktur Keuangan Manajer Pemasaran Manajer PPIC Manajer Maintenance Manajer Produksi Manajer R & D Manajer SDM Manajer Keamanan Manajer Keuangan Manajer Pembelian Supervisor Produksi Pekerja dan Operator Produksi Administrasi, Keamanan & Supir

39 Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
LEGAL YURIDIS Bentuk Usaha Perseroan Terbatas (PT) B.Prosedur Perizinan izin Undang Undang gangguan (UUG/HO) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Usaha Industri (IUI), Izin Perluasan dan Tanda Daftar Industri (TDI) LINGKUNGAN AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan 2.ANDAL 3.RKL dan RPL KA-ANDAL

40 FINANSIAL A. Asumsi Umur ekonomi proyek 10 tahun
Nilai sisa bangunan : 50 % Nilai tanah tetap Nilai sisa mesin dan peralatan : 10 % Biaya pemeliharaan : 3 % Biaya asuransi :2 % per tahun Nilai depresiasi dengan Metode Sum-of-Years Digits Depreciation (SYD). Kapasitas produksi : 62 ton per tahun Bahan baku limbah udang : 1260 per tahun. Suku bunga :22 % per tahun Debt Equity Ratio (DER) : 70:30 Biaya investasi = biaya investasi tetap + biaya modal kerja satu tahun 10 % khitosan pada tahun diproduksi tidak terjual. Harga jual naik setiap dua tahun sekali sebesar 11,5 % Biaya operasional naik setiap tahun sekali sebesar 5,75 %.

41 B. Sumber Dana dan Struktur Pembiayaan
∎ Kredit investasi bank, 70 % =Rp ,00 ∎ Modal sendiri, 30% = Rp ,00 ∎ Total biaya investasi = ,00. C. Biaya Investasi Komposisi Biaya Investasi Tetap 100 Total 23,72 Mesin dan peralatan 6 12,49 Peralatan umum 5 24,61 Pekerjaan sipil dan struktur lain 4 0,84 Persiapan (perizinan, AMDAL, paten) 3 15,33 Bangunan produksi 2 23,00 Lahan 1 Persentase (%) Nilai (Rp.) Komponen No.

42 Komposisi Modal Kerja Industri Khitosan
100,00 Total 28,04 Subtotal 10,04 Tenaga kerja langsung 4 5,16 Bahan bakar 3 0,08 Bahan kemasan 2 12,76 Bahan bahan mentah 1 Biaya Variabel B 71,96 6,31 Biaya pemeliharaan 7 11,51 Riset dan Pengembangan (R&D) 6 1,86 Asuransi 5 16,53 Depresiasi Pemasaran 5,71 Administrasi 18,53 Tenaga kerja tak langsung Biaya Tetap A Persentase (%) Nilai (Rp.) Komponen No.

43 D. Harga Pokok dan Harga Jual Khitosan
,38 Prakiraan penerimaan (Rp) 9 ,58 Harga jual (Rp/kg) 8 1,00 Margin keuntungan 7 ,79 Harga Pokok (Rp) 6 62.000,00 Jumlah produk (kg) 5 ,69 Total ,98 Angsuran (Rp) 4 ,63 Bunga modal kerja (Rp) 3 ,45 Bunga modal investasi (Rp) 2 ,63 Biaya operasional (Rp) 1 Jumlah Komponen No

44 E. Proyeksi Laba Rugi 1.798.819.002 Laba Bersih 745.922.429
Pajak penghasilan Laba sebelum pajak ((A -B) -C) Total C Bunga modal kerja 2 Bunga modal investasi 1 Pembayaran bunga C Laba kotor (A - B) Total B Biaya variabel Biaya tetap Pengeluaran B Total A Penjualan produk Penerimaan A Uraian Nilai (Tahun 1)

45 E. BEP F. Kriteria Kelayakan Investasi

46 G. Analisa Sensitivitas
4,60 1.0000 22,062 Biaya investasi tetap naik 74,62 % 22,061 ( ) Biaya investasi tetap naik 74,63 % 4,69 1.0001 Harga jual turun 23,03 % 0.9999 22,054 ( ) Harga jual turun 23,04 % 4,82 1.0009 22,072 Harga bahan baku dan bahan pembantu naik 346 % 4,83 0.9987 22,022 ( ) pembantu naik 347% PBP (tahun) Net B/C IRR (%) NPV (Rp.) Perubahan

47 KESIMPULAN Analisis aspek pasar dan pemasaran Teknis dan teknologis
Manajemen dan organisasi Legal yuridis Lingkungan Finansial Layak untuk didirikan.


Download ppt "INDUSTRI PENGOLAHAN KHITIN DAN KHITOSAN"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google