Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KAIN TRADISIONAL INDONESIA FITA PRATIWI ANIFA ALMASITA PUTRI Y SIGIT PURNOMO ADHA ISMAIL AMAL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KAIN TRADISIONAL INDONESIA FITA PRATIWI ANIFA ALMASITA PUTRI Y SIGIT PURNOMO ADHA ISMAIL AMAL."— Transcript presentasi:

1

2 KAIN TRADISIONAL INDONESIA FITA PRATIWI ANIFA ALMASITA PUTRI Y SIGIT PURNOMO ADHA ISMAIL AMAL

3 KAIN TRADISIONAL INDONESIA Sebagai negara yang terdiri dari ribuan suku bangsa, Indonesia memang kaya akan budaya dan adat istiadat. Selain ragam makanan dan bahasa, kita juga menemukan pakaian adat khas setiap suku bangsa. SONGKET PALEMBANG ULOS BATAK TENUN BUGIS TENUN IKAT LOMBOK KAIN GRINGSING BATIK

4 KAIN SONGKET PALEMBANG  Songket memiliki arti ‘mengait’ atau ‘mencungkil’, ini terkait dengan teknik pembuatan kain tersebut yang mengaitkan dan menyelipkan benang emas.  Beberapa motif songket Palembang yang terkenal antara lain: Saik Kalamai, Buah Palo, Berantai Merah, Kunang- Kunang, Simasam dan Berantai Putiah.  Kain songket biasanya digunakan saat upacara adat, pesta ataupu perayaan.

5 ULOS BATAK  Warna dominan pada ulos biasanya adalah merah, hitam dan putih yang dihiasi ragam tenunan dari benang emas atau perak.  Ulos telah dikembangkan secara turun-temurun oleh masyarakat Sumatera Utara dan menjadi aksesoris kebanggaan masyarakat Batak.  Seperti halnya songket, ulos biasanya digunakan pada acara- acara khusus, bisa pernikahan, pemakaman atau upacara adat lain.

6 TENUN BUGIS Kain tradisional ini lebih dikenal dengan nama sarung sutera Bugis. Kain ini biasanya ditenun menggunakan benang sutera untuk menghasilkan berbagai motif dan warna yang cantik. Biasanya, kain tenun Bugis dipakai sebagai bawahan dari kebaya atau baju kurung. Motif sarung sutera Bugis, diantaranya Balo Renni (kotak-kotak kecil), Balo Lobang (kotak-kotak besar) dan Bombang (motif zig-zag yang menggambarkan gelombang lautan). Warna dan motif kain yang cantik itu menjadikan sutera Bugis sering disertakan dalam hantaran lamaran atau pernikahan.

7 KAIN IKAT LOMBOK Kain lokal daerah Lombok ini punya motif khas yang cantik sehingga kini banyak wanita yang memakainya sebagai outerwear. Teknik pembuatannya cukup rumit, harga tenun ikat ini terbilang mahal. Tenun ikat sendiri dibuat dari kain lungsin yang sudah dicelup ke dalam zat pewarna alami guna mendapatkan motif sesuai keinginan. Selain itu, berbeda dengan songket yang motifnya hanya terlihat pada salah satu sisi kain, motif tenun ikat bisa dilihat di kedua sisi kain.

8 KAIN GRINGSING  Kain gringsing mirip dengan tenun ikat Lombok. Pasalnya, kain gringsing memang berasal dari ‘tetangga dekat’ Lombok, yaitu Bali, tepatnya di Desa Tenganan, Kabupaten Karangasem.  Yang istimewa dari kain ini adalah satu-satunya kain yang dibuat menggunakan teknik tenun ikat ganda yang memerlukan waktu 2 hingga 5 tahun.  Kain gringsing berasal dari kata ‘gring’ yang berarti ‘sakit’ serta ‘sing’ yang berarti ‘tidak’. Kain ini dipercaya bisa menjadi penolak bala.  Kain ini digunakan dalam berbagai upacara adat di Bali seperti upacara potong gigi, pernikahan atau upacara keagamaan lain.

9 BATIK Kain batik dibuat menggunakan malam dan memiliki motif berbeda di setiap daerah penghasilnya. Beberapa budaya yang masuk ke Indonesia ikut mempengaruhi ragam warna dan corak batik.Misalnya, batik berwarna cerah dipopulerkan oleh warga Tionghoa yang juga mempopulerkan corak phoenix.Corak bunga-bunga dan benda-benda seperti gedung atau kereta merupakan pengaruh dari bangsa Eropa yang pernah menjajah negeri ini. Dahulu batik hanya digunakan pada acara- acara resmi, kini batik sudah menjadi pakaian sehari-hari, termasuk sekolah kita yang diwajibkan menggunakan batik pada hari sabtu.

10 MATUR SUWUN


Download ppt "KAIN TRADISIONAL INDONESIA FITA PRATIWI ANIFA ALMASITA PUTRI Y SIGIT PURNOMO ADHA ISMAIL AMAL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google