Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Choi/Meek, 6/e1 International Accounting, 6/e Frederick D.S. Choi Gary K. Meek Chapter 7: Financial Reporting and Changing Prices.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Choi/Meek, 6/e1 International Accounting, 6/e Frederick D.S. Choi Gary K. Meek Chapter 7: Financial Reporting and Changing Prices."— Transcript presentasi:

1 Choi/Meek, 6/e1 International Accounting, 6/e Frederick D.S. Choi Gary K. Meek Chapter 7: Financial Reporting and Changing Prices

2 Choi/Meek, 6/e2 Learning Objectives What do we mean by the term, changing prices? Why are financial statements misleading during periods of changing prices? What are the various ways of adjusting financial statements for changing prices? Do adjustments for changing prices vary internationally? What does IAS 21 have to say about inflation adjustments in hyperinflationary countries? What is the restate-translate controversy all about? Is it possible to double-count for the effects of foreign inflation?

3 Choi/Meek, 6/e3 Apakah Arti “Perubahan Harga” dan Bagaimana Perubahan Harga di Ukur? Tingkat Perubahan Harga Umum: berhubungan dengan pergeseran harga rata-rata semua barang dan jasa dalam suatu ekonomi. Pergeseran harga positif di beri istilah inflasi. Pergeseran harga negatif disebut deflatsi. Perubahan harga sesifik: berkaitan dengan pergerakan dalam harga untuk aktiva tertentu, seperti perubahan harga pabrik dan peralatan. Perubahan harga umum diukur oleh penggunaan indeks tingkat Harga umum/general price level index (GPL). GPL adalah ratio biaya yang membandingkan biaya suatu sejumlah barang dalam periode berjalan dengan biaya sejumlah barang yang sama dalam periode sebelumnya atau Periode dasar. The reciprocal of the GPL is a measure of the general purchasing power of the monetary unit. Perubahan Harga spesifik di ukur dengan indeks harga spesifik/specific price index (SPL). SPL is adalah rasio biaya yang membandingkan biaya item spesifik dengan harga periode sebelumnya..

4 Choi/Meek, 6/e4 Mengapa Timbul Penyesatan Potensial Selama dalam Masa Periode Perubahan Harga?. Selama periode inflasi, pendapatan berdasarkan pada daya beli umum pada periode berjalan. Beban, seperti depresiasi dan amortisasi mungkin saja berdasarkan pada kurs daya beli yang lebih tinggi karena beban tersebut diperoleh pada masa lalu ketika GPL rendah Pengurangan beban berdasarkan daya beli historis terhadap pendapatan yang ditentukan dalam kurs daya beli berjalan menghasilkan indeks kinerja yang kurang masuk akal.

5 Choi/Meek, 6/e5 Mengapa Timbul Penyesatan Potensial Selama dalam Masa Periode Perubahan Harga?. (contin) Selama periode perubahan harga spesifik, aktiva dicatat pada harga perolehan awalnya tidak menunjukan nilai aktiva berjalan yang lebih tinggi menghasilkan lebih saji (overstatemen dalam laporan rugi laba. Hal ini pada gilirannya akan mengarah pada: Pajak lebih tinggi. Deviden lebih tinggi. Gaji lebih tinggi. Dari sudut pandang manajerial, angka akuntansi yang tidak disesuaikan dengan perubahan harga akan mendistorsi. Proyeksi Keuangan. Perbandingan anggaran. Data Kinerja.

6 Choi/Meek, 6/e6 Tipe Penyesuaian Perubahan Harga. Tujuan akuntansi biaya historis: Menjaga investasi awal perusahaan. Anggap perusahaan memulai operasi dengan investasi awal dalam kas sebesar $1,000. Kas kemudian dengan segera dirubah menjadi persediaan siap dijual yang dijual dengan markup 50% ada akhir tahun sebesar $1,500. Tidak ada perubahan harga selama periode tersebut. Pendapatan sebesar $1,500 diterima secara seragam selama periode, beban sebesar $1,000 dan laba bersih sebesar $500. Laba sebesar $500 menunjukan jumlah nilai yang dapat ditarik dari perusahaan bisnis tanpa mempengaruhi investasi awal.

7 Choi/Meek, 6/e7 Penyesuaian Tingkat Harga Umum Sasaran: untuk mengukur laba yang menunjukan suatu jumlah yang dapat ditarik dari bisnis perusahaan dengan menjaga nilai investasi awal perusahaan yang telah dipertimbangkan dengan daya beli umum.. Dengan menggunakan fakta yang sama yang sebelumnya telah diterima dimana GPL berubah dari level 100 pada awal periode menjadi 121 pada akhir periode dan rata-rata 110 selama tahun berjalan. Agar sesuai dengan tingkat inflasi, modal pemilik harus tumbuh sekurang-kurangnya $210; dengan nilai ekuitas awal = $1,000 x 121/100 = modal akhir $1,210. Untuk menyelesaikan ini, pendapatan di tunjukan dalam daya beli periode akhir dengan mengalikan $1,500 dengan 121/110 (110 digunakan sebagai exedient untuk menunjukan kenyataan bahwa pendapatan diterima seragam selama tahun tersebut. Beban (beban penjualan dalam contoh ini) akan ditunjukan dalam daya beli periode akhir dengan mengalikan $1,000 (yang terjadi pada awal periode) dengan 121/100. Ini menghasilkan suatu laba operasi yang disesuaikan $440($1,650- $1,210).

8 Choi/Meek, 6/e8 General Price Level Adjustments (contin) Selama inflasi, suatu pertimbangan tambahan harus dilakukan. Pertimbangan ini adalah untung rugi dari berkaitan dengan kepemilikan item moneter. Monetary asset = kas atau pengakuan pada sejumlah tetap mata uang di masa depan contoh kas atau piutang. Monetary liability = Kewajiban untuk membayar sejumlah tetap mata uang dimasa depan contoh semua utang terkecuali uang muka pelanggan. Selama inflasi, suatu perusahaan yang memegang aktiva moneter mengalami kerugian daya beli ketika kas atau piutang tidak disesuaikan dengan inflasi, perusahaan yang memegang kewajiban moneter mengalami keuntungan daya beli ketika kewajiban moneter tidak di sesuiakan terhadap inflasi.

9 Choi/Meek, 6/e9 Penyesuaian Tingkat Harga Umum(contin) Dalam contoh yang sebelumnya, perusahaan menerima $1,500 dalam bentuk kas dari penjualan secara seragam, selama tahun berjalan. Jika aktiva moneter ini disesuaikan terhadap inflasi saldo akhirnya $1,650(=$1,500x121/100). Saldo akhir kas sebenarnya hanya $1,500 meningkatkan kerugian daya beli (kerugian moneter) sebesar $150. Penyesuaian tingkat harga laba bersih sebesar $290(=$440- $150). Penarikan $290 dari bisnis akan menyisakan perusahaan sejumlah $1,210, jumlah yang dibutuhkan untuk sesuai dengan inflasi. Untuk tujuan neraca, semua aktiva kewajiban non moneter harus disesuaikan terhadap akhir periode daya beli ekuivalen dengan mengalikannya pada indeks akhir periode terhadap indeks yang telah ditentukan ketika item-item ini diperoleh.

10 Choi/Meek, 6/e10

11 Choi/Meek, 6/e11 Penyesuaian Perubahan Harga Spesisfik. Tujuan: untuk mengukur laba yang menunjukan jumlah yang dapat ditarik dari bisnis perusahaan sambil menjaga kemampuan produktif perusahaan, contoh kemampuan mengganti aktiva spesifik yang harganya naik selama periode berjalan. Melanjutkan contoh sebelumnya, persediaan harga spesifik telah meningkat sebesar 30%. Ketika biaya pengganti persediaan telah meningkat sebesar 30%, modal harus tumbuh sekurang-kurangnya $300, modal awal = $1,000 x 130/100 = $1,300. Jika tidak mencapai ini, perusahaan tidak akan mampu menjaga kapasitas produktif, mengganti semua persediaannya. Untuk menyelesaiakan ini, aktiva dan biaya yang berhubungan dengannya di saji ulang pada ekuivalen biaya berjalannya,

12 Choi/Meek, 6/e12 Penyesuaian Perubahan Harga Spesisfik. (contin) Persediaan dan tambahan harga pokok penjualan (semua persediaan dijual) akan disaji ulang $1,300 (=$1,000 x 130/100). Ini akan menghasilkan laba operasi dengan dasar harga pokok pengganti yang disesuaikan sebesar $200 (= $ $1,300). Menarik $200 dari bisnis perusahaan akan menyisakan perusahaan sebesar $1,300, jumlah yang diperlukan untuk dapat menjaga kapasitas produksinya. See pp of Infosys’ annual report at and select annual report for

13 Choi/Meek, 6/e13 Biaya Berjalan disesuaiakan dengan Tingkat Harga Umum. Tujuan: untuk mengukur laba yang menunjukan suatu jumlah yang dapat ditarik dari bisnis perusahaan sambil menjaga daya beli umum perusahaan dan menjaga kapasitas roduksinya dalam istilah yang ril. Fakta yang sama seperti sebelumnya. Tingkat harga umum telah meningkat sebesar 21% dan harga spesifik telah meningkat sebesar 30%. Fitur berbeda dalam kerangka pengukuran ini adalah bahwa kerangka pelaporan ini melaporkan perubahan aktiva non moneter perusahaan, inflasi bersih.

14 Choi/Meek, 6/e14 General Price Level Adjusted Current Costs (contin) Peningkatan harga pokok persediaan berkaitan dengan inflasi adalah $210 (=$1,000 x 121/100). Perubahan ril dalam persediaan biaya berjalan adalah $90 [= ($1,000 x 121/100) – ($1,000 x 130/100)]. Laba bersih $200 (= $1,650 pendapatan - $1,300 Harga Pokok penjualan - $150 kerugian moneter). Menunjukan jumlah yang dapat dibayarkan sebagai deviden dan tetap menjaga perusahaan dari inflasi umum dan mampu mengganti aktiva spesifik (persediaan) yang nilainya telah meningkat sebesar $90 dalam istilah ril.

15 Choi/Meek, 6/e15

16 Choi/Meek, 6/e16

17 Choi/Meek, 6/e17

18 Choi/Meek, 6/e18 National Variations – U.S. U.S. SFAS 89 encourages but does not mandate the following disclosures for each of the five most recent years: Net sales Income from continuing operations on a current-cost basis. Monetary gains or losses on net monetary items. Increases or decreases in the current cost or lower recoverable amount of inventory or plant, property and equipment, net of inflation. Aggregate foreign currency translation adjustment, on a current cost basis. Net assets at year-end on a current cost basis. Earnings per share on a current cost basis. Dividends per share of common stock. Level of the Consumer Price Index used to measure income from continuing operations. For foreign operations included in the consolidated statements: Translate foreign accounts to dollars, then restate for U.S. inflation, if the dollar is the functional currency. Restate for foreign inflation, then translate to U.S. dollars if the local currency is functional.

19 Choi/Meek, 6/e19

20 Choi/Meek, 6/e20 National Variations – United Kingdom In the U.K., SSAP 16 recommends one of three reporting options: Present current-cost accounts as the basic financial statements with supplementary historical cost accounts. Present historical-cost accounts as the basic statements with supplementary current-cost accounts. Present current-cost accounts as the only accounts accompanied by adequate historical-cost information. The foregoing options must include a monetary working capital adjustment that captures the monetary gains or losses from holding net monetary assets. This adjustment, however, employs specific price indexes as opposed to general price level indexes. Also required is a gearing adjustment that offsets inflation-adjusted cost of sales, depreciation, and the monetary working capital adjustment for monetary gains resulting from the use of debt.

21 Choi/Meek, 6/e21 National Variations – Brazil Permanent assets (i.e., fixed assets, buildings, investments, deferred charges, and their respective depreciation, as well as their amortization or depletion accounts) are adjusted for general price level changes. Stockholders’ equity accounts (i.e., capital, revenue reserves, retained earnings, and capital reserve accounts) are also adjusted by GPL changes. Permanent asset adjustments are offset against stockholders’ equity adjustments. A permanent asset adjustment < equity adjustment produces a purchasing power loss. A permanent asset adjustment > equity adjustment produces a purchasing power gain.

22 Choi/Meek, 6/e22

23 Choi/Meek, 6/e23 IAS 21 Requires the restatement of primary financial statement information for operations located in hyperinflationary environments. Historical cost or current cost statements must be expressed in constant purchasing power as of the balance sheet date. Purchasing power gains or losses on net monetary items must be included in current income. Firms must disclose: that restatement for inflation has been made. which asset valuation framework is being used in the primary statements. which price index is used and its level at the balance sheet date and movement during the period.

24 Choi/Meek, 6/e24 Kontroversi Saji Ulang/Translasi Ketika konsolidasi akun anak perusahaan yang berlokasi pada lingkungan inflasioner, haruskah manajemen pertama menyaji ulang akun ini terhadap inflasi luar negeri, kemudian mentranslasi ke perusahaan induk. Ataukah, harusnya perusahaan mentransalasi akun yang tidak di sesuiakan ke perusahaan induk, kemudian di saji ulang kepada inflasi negara perusahaan induk? Solusi kami, berdasarkan pada kerangka penilaian diskonto deviden: Penyajian ulang laporan harus di konsolidasi pada perubahan harga spesifik. Translasi kepada kurs perusahaan induk menggunakan kurs berjalan induk Menggunakan indeks harga spesifik untuk mengkalkulasi keuntungan dan kerugian moneter.

25 Choi/Meek, 6/e25 Perhitungan ganda inflasi inflasi lokal mempengaruhi kurs yang digunakan untuk mentransalsi saldo penyesuaian inflasi kurs luar negeri pada kurs perusahaan induk Hasil: inflasi dihitung dua kali Untuk mengeliminasi double-dip, keluarkan periode keuntungan dan kerugian dari penyesuaian inflasi.

26 Choi/Meek, 6/e26 Other Chapter Exhibits


Download ppt "Choi/Meek, 6/e1 International Accounting, 6/e Frederick D.S. Choi Gary K. Meek Chapter 7: Financial Reporting and Changing Prices."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google