Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N."— Transcript presentasi:

1 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N

2 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan STRATEGY AND MANAGEMENT CONCEPT

3 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan "A journey of a thousand miles must begin with a single step." - Lao Tzu Laozi (Chinese: 老子 ; pinyin: Lǎozi; Wade–Giles: Lao Tzu; also romanized as Lao Tse, Lao Tu, Lao-Tsu, Laotze, Laosi, Laocius, and other variations) was a philosopher of ancient China, best known as the author of the Tao Te Ching (often simply referred to as Laozi).ChinesepinyinWade–Gilesphilosopherancient ChinaTao Te Ching

4 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Pengertian Manajemen Strategis Manajemen strategis adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata. Dengan menggunakan manajemen strategis, perusahaan akhirnya dapat memahami kekuatan bersaing dan mengembangkan keunggulan kompetitif berkelanjutan secara sistematis dan konsisten. Understanding Business Strategy : Concepts and Cases, R. Duane Ireland, Robert E. Hoskisson,Michael A. Hitt R. Duane IrelandRobert E. HoskissonMichael A. Hitt

5 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Kunci Jatuh Bangunnya Sebuah Bisnis Bisnis harus dibentuk dari suatu organisasi yang solid dan kuat secara perlahan-lahan, bukan langsung kuat, karena hal itu membutuhkan modal yang cukup besar. Hal ini bisa disiasati dengan menggabungkan beberapa skill atau keahlian Melatih diri menjadi Multi Skill dan membentuk Business Team adalah salah satu solusi menuju suatu organisasi yang solid dan kuat

6 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 5 Kunci untuk Menghindari Kebangkrutan di Tahun Pertama Waktu paling rawan dari suatu bisnis adalah tahun pertama. Banyak bisnis yang berguguran di tahun pertamanya sejak didirikan. Menurut sejumlah penelitian, di dua tahun pertama, tiga dari sepuluh perusahaan baru bangkrut. Lima tahun pertama tinggal separuhnya yang masih beroperasi. Pada periode ini memang waktu rawan bagi suatu bisnis karena banyaknya pengeluaran. Misalnya, dibutuhkannya dana untuk sewa tempat, setidaknya satu tahun. Jika bisnis tidak lancar, beban biaya sewa tempat ini bisa membuat bisnis tersebut berdarah-darah. Belum lagi pengeluaran modal kerja lainnya, semisal mesin dan lain sebagainya.

7 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Ada lima hal yang perlu diperhatikan agar bisnis bisa berjalan lancar sejak tahun pertama. 1.Bicaralah pada konsumen. Menyelenggarakan riset pasar saat akan menjalankan suatu bisnis akan membuat kita terhindar dari kesalahan. Dengan riset ini kita bisa menemukan produk atau jasa yang akan kita tawarkan sesuai dengan pasar yang kita sasar. Kita juga bisa menentukan harga yang kompetitif sehingga bisa diterima pasar. 2.Pilih tempat yang sesuai. Tempat di sini bisa tempat yang riil (toko atau kantor) bisa pula nama domain karena kita akan menjalankan bisnis berbasis internet. Pilihlah tempat atau domain yang sesuai dengan peruntukannya. 3.Jangan boros. Tahan diri untuk tidak melakukan pemborosan. Pebisnis pemula biasanya tergoda untuk hal yang sebenarnya bisa dilakukan dengan efisien. Misalnya, kantor tak perlu bagus. Selain itu, jangan terburu-buru merekrut staf atau ahli jika kita masih mampu menanganinya sendiri. Karena sekali kita rekrut, gaji bulanan harus kita jamin. 4.Buat perencanaan. Dengan membuat perencanaan di awal kita akan menemukan alternatif- alternatif terbaik.Karena itu, duduk dengan tenang, cari masukan kiri-kanan, dan gali sedalam- dalamnya hingga perencanaan yang kita buat jadi optimal. 5.Analisa terus perkembangannya. Meski di awal sudah jelas bisnis akan dibawa ke mana, tetapi tetap lalukan analisa berkelanjutan sehingga benar-benar tahu ke mana bisnis sedang berjalan. Jika tetap pada jalurnya perbaiki langkah yang bisa mempercepat perkembangannya. Jika ternyata tidak sesuai dengan target dan bisnisnya kurang berjalan, ganti saja.

8 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Miliarder penemu Apple ini merupakan salah seorang pengusaha sukses yang namanya selalu masuk dalam jajaran orang terkaya di dunia. Karyanya yang begitu fenomenal, tak urung menjadikan sosok Steve Jobs sebagai salah satu inspirator bisnis bagi para pemula maupun pelaku usaha di berbagai belahan dunia. 5 kunci sukses ala Steve Jobs yang bisa diterapkan :  Pertama, mulailah dengan apa yang Anda cintai. Modal passion menjadi kunci utama kesuksesan para pelaku usaha, termasuk juga Steve Jobs yang begitu mencintai dunia kerjanya. Meskipun Ia pernah dipecat oleh eksekutif yang Ia angkat di Apple, namun Ia menerimanya dengan lapang dada, dan bahkan tidak merasa malu untuk bergabung kembali ke Apple ketika mendapatkan kesempatan kedua.  Kedua, stay hungry stay foolish (tetaplah lapar, tetaplah bodoh). Istilah ini ternyata berhasil memotivasi banyak orang untuk terus lapar akan ilmu pengetahuan, dan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan. Modal inilah yang membuat Steve Jobs tak pernah berhenti untuk berkreasi dan berinovasi, hingga akhirnya Ia berhasil menciptakan ide-ide besar dan menjadi pencetus sejarah komputerisasi yang mendunia.  Ketiga, menciptakan kesederhanaan untuk melahirkan impian konsumen. Steve Jobs pun harus bekerja lebih keras untuk bisa membuat produk Apple yang dikenal canggih menjadi lebih sederhana. Sederhana yang dimaksud disini tentu bukan berarti mengurangi fitur-fitur di dalamnya, namun memikirkan cara mengoperasikan yang lebih gampang (sederhana) sehingga para konsumen bisa langsung memikirkan apa yang akan mereka lakukan ketika memiliki produk Apple.  Keempat, mengesampingkan ego dan mengedepankan inovasi. Meskipun Steve Jobs telah menjadi pengusaha sukses, Ia rela mengesampingkan ego dirinya dan menggandeng rival terberatnya (Microsoft) agar bisa menciptakan inovasi baru yakni iMac dengan profit sebesar US$ 601 juta pada tahun  Kelima, mengingat datangnya kematian. Sebagai manusia biasa, tentunya kita tak bisa memprediksikan kapan maut menghampiri kita. Hal inilah yang selalu diingat Steve Jobs dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga setiap kali bercermin di pagi hari, Ia selalu mengupayakan apa yang dilakukannya bisa jauh lebih bermakna dibandingkan hari-hari sebelumnya dan mulai merencanakan pilihan-pilihan besar dalam hidupnya. 5 Kunci Sukses Ala Steve Jobs

9 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 8 faktor kunci bisnis yang kuat Ada 8 faktor kunci untuk membangun sebuah bisnis agar bisa berkelas serta berorientasi pada kualitas yang prima, yaitu : 1.Bisnis membutuhkan Strategic Concept, baik untuk memulai, membangun, dan bersaing di pasar 2.Style of Leadership, sebuah bisnis yang berkelas membutuhkan gaya kepemimpinan yang bai, bukan boss yang baik 3.Structure, untuk membuat organisasi, keuangan, modal, dan kepegawaian yang lebih baik 4.System yang baik, menjadikan sebuah bisnis atau perusahaan tidak selalu tergantung pada boss 5.Staffing, penempatan SDM dan proses pemikiran harus mengacu pada personality yang tepat, seperti “the right man in the right place” 6.Sources, mengetahui sumber-sumber yang bisa didapatkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas 7.Skill, tanpa faktor skill, operasional bisnis akan berantakan 8.Satisfaction Circle, kepuasan bukan hanya milik pelanggan tapi juga semua pihak yang berhubungan dengan perusahaan anda

10 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 1. Strategic Concept : Be a Services Company Untuk bisa membuat bisnis panjang umur, harus menjadi Services Oriented Company, karena bisinis yang saat ini tetap hidup adalah Services Oriented. Customer akan selalu menyukai produk atau layanan yang baik. Services berarti melayani. Bila yang dilakukan adalah memenuhi sebuah standar dari spesifikasi sebuah produk atau jasa, maka itu adalah sebuah tanggung jawab. Tetapi melayani dengan baik adalah merupakan suatu nilai tambah untuk meningkatkan relationship antara perusahaan dengan customer. Services Oriented company adalah memenuhi kedua-duanya, baik memenuhi tanggung jawab dan melayani pelanggan melebihi harapan mereka. Mengapa harus melebihi harapan pelanggan ? Karena pesaing kita akan melakukan hal yang sama Reputasi, adalah faktor utama agar pelanggan tetap menyukai kita. Dengan menjaga kualitas produk dan pelayanan prima secara terus-menerus, konsisten, menjaga komitmen, maka reputasi akan tercipta di benak pelanggan. Yang selanjutnya dibutuhkan adalah improvement dan inovasi Kualitas prima (Prime Quality), adalah senjata utama bagi pebisnis yang ingin tetap exist, khususnya bagi yang berorientasi pada jasa dan produksi. Jika kualitas produk sudah terbentuk, yang perlu ditingkatkan adalah kualitas sistem, pelayanan, operasional dan manajemen

11 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 2. Style of Leadership Gaya kepemimpinan akan menentukan kesuksesan sebuah bisnis, sehingga gaya kepemimpinan yang memotivasi tim akan mampu bertahan dalam gelombang persaingan Hancurnya sebuah bisnis rata-rata disebabkan karena pemilik atau pemimpinnya tidak mempunyai entrepreneurial skill yang baik. Bertindak “Bossy” atau sewenang-wenang, “One Man Show” atau sering menyalahkan bawahan bukanlah tindakan yang baik

12 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Ada 4 fungsi kepemimpinan : 1.Pelopor (Path Finding – Merintis dan mengawali) – Setiap pemimpin pasti adalah petunjuk jalan dan mempu membuka jalan yang rumit sekalipun, walau penuh rintangan 2.Balancer (Penyeimbang dan penyelaran – Alligning) – Seorang pemimpin bisa merubah kekacauan menjadi selaras dan bijaksana dalam mengatasi konflik-konflik yang terjadi. – Mampu menyatukan budaya karena visinya yang kuat, mampu menjadi penyeimbang antara kekurangan dan kelebihan yang ada 3.Empowering (pandai memberdayakan) – Seorang pemimpin mempunyai kemampuan untuk melihat lebih dalam lagi lewat pemikiran yang kuat dan mampu membuat orang yang belum mampu menjadi hebat dan maju 4.Menjadi model, figur dan panutan (Exmple) – Pemimpin yang baik selalu memberi contoh terlebih dahulu, bukan memerintah anak buahnya untuk terjun dulu sebelum dirinya karena mereka belum mengetahui jalan keluarnya

13 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 3. Structure (Organisation) Definisi atau pengertian Struktur Organisasi Sebagai pekerjaan dan tanggung jawab, aturan kerja dan hubungan serta jalur komunikasi. Pembentukan struktur organisasi dapat membagi pekerjaan di antara anggota-anggota organisasi dan dan mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan sehingga semua anggota organisasi dapat diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. MANAGEMENT & ORGANISATIONAL BEHAVIOUR, LAURIE J. MULLINS, formerly principal lecturer at the University of Portsmouth Business School. Specialised in managerial and organisational behaviour, and managing people at work

14 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Tujuan pembentukan struktur organisasi antara lain adalah : 1.Memperoleh kinerja organisasi dan penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien 2.Memonitor aktivitas dalam organisasi 3.Mengetahui area pekerjaan yang ditanggani oleh kelompok atau perorangan dalam organisasi 4.Mengkoordinasikan bagian dan area kerja yang berbeda dalam organisasi 5.Meningkatkan fleksibilitas sehubungan dengan respon untuk permintaan dan pengembangan di masa yang akan datang, serta dapat mengadaptas perubahan karena pengaruh lingkungan 6.Kepuasan sosial dari anggota yang bekerja dalam organisasi.

15 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Pada dasarnya suatu perusahaan perlu membuat struktur organisasi, di mana menjelaskan secara rinci mengenai tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing jabatan yang terdapat di struktur organisasi tersebut, sehingga kerja sama antara masing-masing jabatan dapat terlain secara horminis dan menguntungkan perusahaan. Struktur organisasi yang simple dan tidak rumit akan dapat menunjang dan mewujudkan perusahaan dalam pencapaian visi dan misinya. Oleh karena itu perusahaan perlu merancang struktur organisasi seefektif dan seefisien mungkin yang mampu mengkoordinasikan semua jabatan sehingga perusahaan mampu mewujudkan tujuan dan sasarannya.

16 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 4. System Sistem memegang peranan penting bagi keberhasilan suatu perusahaan. Sistem merupakan pendukung bagi perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan, tentunya apabila setiap bagian di dalamnya ikut berpartisipasi aktif dalam mendukung dan menjalankan sistem yang dibuat. Sistem yang dimaksud disini adalah serangkaian prosedur / aturan dalam menjalankan fungsinya masing-masing.

17 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Dalam bukunya “Instant Systems”, Brad Sugars menjelaskan 9 langkah yang diperlukan untuk membangun sistem perusahaan. Langkah 1: Visi – Tetapkan visi perusahaan anda. Visi adalah tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh bisnis anda. Ibarat gunung, visi adalah puncak gunungnya. Langkah 2: Pernyataan Misi – Pernyataan misi adalah bagaimana bisnis anda akan mencapai visi. Lebih detail daripada visi. Ibarat gunung, misi adalah jalan menuju puncak gunung. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus jelas sejak awal, yaitu, Siapakah diri anda, Apa bisnis anda, Siapa customer anda, dan apa yang membuat anda berbeda dari kompetitor anda Point terakhir sangat penting. Mungkin anda harus menyediakan waktu yang cukup untuk memperjelas point tersebut dalam pikiran anda. Langkah 3: Pernyataan Budaya (Culture) Secara umum, setidaknya anda dapat memasukkan 12 point berikut: - 4 nilai terpenting sebagai pemimpin perusahaan - 4 nilai terpenting dari tim anda - 4 nilai terpenting dari customer anda Nilai-nilai tersebut akan menghemat waktu dan membantu menemukan SDM tepat sebagai tim. Brad Sugars started the ActionCOACH brand (formerly known as Action International) when he was in his early twenties. The company is internationally recognized as the leading global business coaching firm and most awarded franchises in the world today.formerly known as Action International

18 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Langkah 4 : Tujuan Penetapan tujuan akan membantu mencapai visi. Tujuan harus dibuat dalam kerangka waktu. Ketika membuat tujuan, dalam pikiran anda sebaiknya tergambar hal-hal sebagai berikut: – Tujuan dibuat dengan konsep SMART, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Results oriented, dan memiliki Time Frame. – Anda harus membuat tujuan yang menyatakan kapan anda akan ‘menyelesaikan’ bisnis anda, yaitu ketika bisnis tersebut dapat berjalan tanpa kehadiran anda. – Tujuan memberikan anda dan bisnis anda Fokus. Tujuan akan dapat menciptakan momentum. Hal ini sangat penting, mengingat jika anda ingin menjadi pebisnis tingkat dunia, anda harus menjadi orang yang sangat berbeda dibanding pebisnis yang lain. Langkah 5 : Struktur Organisasi Anda perlu mempertimbangkan posisi-posisi apa saja yang ada ketika bisnis anda sudah selesai (saat berjalan tanpa kehadiran anda). Anda perlu merencanakan itu semua di depan. Langkah 6 : Kontrak Posisi Adalah sangat penting mengatakan kepada SDM anda, apa yang mereka harus lakukan. Sampaikan dengan jelas. Memiliki kontrak posisi (kontrak kerja) akan menyelamatkan anda dari perselisihan yang dapat melibatkan emosi dan kesalahpahaman.

19 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Langkah 7 : Indikator Kinerja (Key Performance Indicators) Harus memiliki Key Performance Indicators (Indikator Kinerja) untuk setiap posisi. Setiap posisi sebaiknya memiliki tidak kurang dari 5 dan tidak lebih dari 10 KPI. Langkah 8 : Manual How-to Manual How-to tidak harus selalu dalam bentuk tertulis, tapi juga bisa dalam bentuk video atau audio atau apapun selama bisa mencapai tujuan. Langkah 9 : Milestone Banyak tahap-tahap yang harus dilalui oleh sebuah bisnis dari masa pertumbuhan mencapai tahapan maturity. Ada banyak peristiwa yang bisa dijadikan milestone (tonggak bersejarah) selama perjalanan bisnis itu. Gunakan milestone tersebut sebagai momentum untuk melakukan perbaikan sistem. Setiap bisnis memiliki banyak sekali momentum. Momentum tersebut dapat diciptakan sendiri. Misalnya : saat pembukaan kantor pertama, pembukaan kantor cabang pertama. Atau momentum yang terkait dengan pencapaian keuangan, misalnya saat profit mencapai Rp 1 Milyar.

20 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 5. Staffing The Right Man in the Right Place, setiap orang mengetahui kata-kata tersebut tapi tidak mudah untuk melaksanakannya Sebelum proses perekrutan tenaga kerja, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut : – Mengetahui secara jelas pekerjaan dan kriteria pekerjaan yang dibutuhkan – Siapa dan karakter yang bagaimana yang cocok pada posisi tersebut – Apakah bisa “bottom up” (recruit dari dalam) atau harus recruit dari luar Perlu juga melakukan job analysisuntuk posisi yang dibutuhkan dan mempelajari personality yang dibutuhkan untuk posisi tersebut

21 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 6. Sources Sumber, apapun itu, akan mempengaruhi suatu kinerja bisnis, baik sumber material, informasi, dana, modal ataupun sumber daya manusia. Memanfaatkan sumber-sumber yang ada akan sangat bermanfaat untuk kelangsungan bisnis. Sumber-sumber penting lainnya adalah informasi tentang pasar, kualitas pesaing, kegiatan pesaing, pelanggan, perilaku, kebutuhan, daya beli dan lain-lain Untuk bisnis yang sudah cukup mapan ada yang namanya “Marketing Intellegence” atau mata-mata marketing yang berguna untuk menentukan strategi bertahan, menyerang, dan lain-lain

22 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 7. Skill Setelah semua struktur organisasi terbentuk dan direncanakan dengan baik, maka faktor penting selanjutnya adalah skill sumber daya manusia Skill akhirnya melebihi semua hal. Penempatan SDM (Staffing) yang memiliki “Skill” yang tepat pada posisi yang ada Skill individu dapat dikembangkan dengan mengetahui minat dan bakat karyawan dan memberikan pelatihan yang tepat

23 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan 8. Satisfaction atau Kepuasan Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama bila bisnis ingin berkembang. Customer’s satisfaction adalah keharusan bagi perusahaan Bila kepuasan pelanggan telah di capai, anda harus juga memuaskan pihak lain yang telah memberikan usaha, waktu, kerja keras dan pengorbanan agar kepuasan pelanggan terwujud

24 Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan Pihak-pihak yang membutuhkan Satisfaction adalah : 1.Kepuasan Internal (Internal customer satisfaction)  Employee satisfaction (Karyawan)  Semua kepuasan tidak akan terwujud bila kepuasan karyawan tidak diwujudkan juga.  Supporting System Satisfaction (pendukung)  Supplier atau pemasok  Konsultan (Bila ada)  Banker (Bila ada)  Outsources  Stake holder satisfaction (pemilik dana) 2.External Satisfaction  Customer satisfaction, yang perlu dipuaskan terlebih dahulu sebelum yang lain  Intermediary business :  Agen, Freelance, Distributor, wholeseller, retailer


Download ppt "Yudhika Permanayadi - Kewirausahaan K E W I R A U S A H A A N."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google