Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

CONTENT OF PHYSICAL SCIENCE CONCEPTS : Main ideas, definitions. mass, density, speed etc. RELATIONS BETWEEN CNCEPTS : Laws, Principles, Postulates, Hypotheses.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "CONTENT OF PHYSICAL SCIENCE CONCEPTS : Main ideas, definitions. mass, density, speed etc. RELATIONS BETWEEN CNCEPTS : Laws, Principles, Postulates, Hypotheses."— Transcript presentasi:

1 CONTENT OF PHYSICAL SCIENCE CONCEPTS : Main ideas, definitions. mass, density, speed etc. RELATIONS BETWEEN CNCEPTS : Laws, Principles, Postulates, Hypotheses. GRAMMAR for expressing, verbally or mathematically : logic of language and logic of mathematics.

2 WHAT IS PHYSICS Fisika mempelajari susunan, sifat dan gejala pada benda-benda alam secara kuantitatif, serta hukum-hukum yang mengaturnya,dan menyajikanya secara (dengan bahasa) matematik. Contoh : Cairan bersifat kental viskositas. Benda bergerak kecepatan Gaya pegas sebanding dengan simpangan : F = - kx.

3 teruskan Visi Fisika : Membongkar, membeberkan dan mendokumentasikan rahasia alam semesta secara ilmiah sehingga dapat memberi manfaat guna meningkatkan kesejahteraan dan memantapkan iman umat manusia. Obyek Fisika : semua benda alam  Partikel elementer hingga benda terbesar  Partikel tunggal hingga sistem jagat raya

4 CONCEPTS Konsep (dalam sains) musti dipahami secara sama oleh semua saintis. Agar terjamin dapat dipahami secara sama oleh semua saintis, konsep harus jelas dan sejauh mungkin bersifat unik dan umum.

5 Physical Concepts  Filosofis, kualitatif (intelligent human) : Observasi dan Perenungan. (kuno)  Operasional, kuantitatif (scientific) : Pengukuran dan Definisi/Perumusan. (modern) Contoh : Pengukuran panjang pensil: A: 15,01 cm. B: 15 cm.C: 14,99 cm. D: 15,1 cm. Bukan bertengkar dalam ketakcocokan, melainkan bersepakat, Panjang sisi meja : (15,00 ± 0,01) cm dengan menolak (wajib mengulang bagi) 15,1 cm. Atau : Panjang sisi meja : 15,03 ± 0,04 cm.

6 PROSEDUR METODE PENGEMBANGAN ILMIAH Pengamatan (obsevasi), kebanyakan secara tak disengaja/diharapkan (unexpectedly). Mungkin lebih tepat sebagai “penemuan gejala” Contoh : Falling stone, Deflecting magnetic bar, Cathod rays, X – ray, Bohr’s postulates, de Broglie’s hypotheses, Plack’s old quantum theory, etc.

7 LANJUTAN Penjelasan :  Filosofis (kuno), yakni dengan perenungan dan penalaran. Ini bersifat kualitatif. Pola demikian memunculkan berbagai paham/aliran. Contoh : benda-benda memiliki “ruh”, mereka punya rumah dan selalu “ingin pulang” ke rumahnya. Benda padat “massif” selalu jatuh ke bumi, rumahnya di perut bumi. Api, udara ke atas.

8 lanjutan  Metode Ilmiah/sains (modern), penalaran, berlogika memanfaatkan apa-apa (teori) yang sudah diketahui dan dikembangkan untuk meramalkan kemungkinan gejala/peristiwa baru. (hipotesa). Pengujian/verifikasi terhadap penalaran dan ramalan dengan realitas alam (eksperimen). Data- data dianalisis secara kuantitatif. Hasil analisis data (eksperimen) sebagai kesimpulan (teori) berupa konsep atau hukum. observasi hipotesa uji eksperimen analisis kesimpulan (konsep/hukum/prinsip)

9 MEASURABLE AND QUATITATIVE I often say that when you can measure what you are speaking about and express it in numbers you know something about it; but when you cannot measure it, when you cannot express it in numbers, your knowledge is of a meagre and unsatisfactory kind; it may be the beginning of knowledge, but you have scarcely, in your thoughts, advanced to the stage of Science, whatever the matter may be. (Lord Kelvin)

10 KETAKPASTIAN (RALAT, ERRORR) Operasi manual (langsung) : panjang batang. Operasi matematis (tidak langsung) : Kecepatan/kelajuan sesaat = slope atau gradien grafik jarak vs waktu, Ketakpastian ini merupakan sifat alami dari operasional konsep. Konsep dapat ditentukan dan diukur “hanya” dengan ketakpastian (ralat) tertentu. Kualitas pengukuran : presisi dan akurasi (ditentukan oleh faktor-faktor alat, metode, …). RKE menyadarkan peran sifat opersional konsep. Menimbulkan kontradiksi serius dlm Fisika Tepri.

11 SCIENTIFIC METHOD What happen ? (Observation) What you want to know (hypothesis) What you do (Verifikasi, Experiment, mesurement) What you find [Result(s) : (Law, value(s)]

12 CONSTANCIES IN CHANGE Sain/Fisika selalu berkembang, selalu berubah, tidak pernah berhenti dari ide/pertanyaan dan penemuan fakta, membangun hubungan antara fakta-fakta yang merupakan hukum-hukum yang mengatur keberadaan dan “perjalanan” alam (world) ini. Perkembangan Fisika berupa siklus. Albert Einstein : “The objects of all sciences is to coordinate our experiences and to bring them into a logical system”. Niels Bohr : “The task of sicience is both to extend the range of our experience and to reduce it into order”.

13 SIMBOL DAN UNGKAPAN MATEMATIS Konsep-konsep, besaran Fisika (kuantitatif), Observabel, dinyatakan dengan simbol. Hukum-hukum Fisika merupakan hubungan antara besaran-besaran, yang berlaku pada sistem alam tertentu, diungkapkan secara matematik, sehingga mudah dikenali dan dipahami secara kuantitatif. Contoh lagi : F = ma. dW = F.ds. P = VI. I = V/R.

14 “PRIVATE” AND “PUBLIC” SCIENCE Konsep/hukum yang sedang dalam proses “penemuan”, baru “dinikmati” pahit-manisnya oleh saintis yang menggelutinya, disebut “private science” (biasa juga disimbolkan dengan S1) Baru setelah diperoleh konsep atau hukum yang diyakini kebenarannya melalui uji yang memadai, lalu dipublikasi dan “dinikmati” oleh orang banyak, disebut “public science” atau S2.

15 HUKUM EMPIRIS DAN TEORITIS Hukum (hubungan matematis) yang diturunkan dari data-data pengukuran disebut hukum empiris. Contoh : Hukum-hukum Kepler diturunkan dari data-data (yang dikumpulkan oleh Taicho Brahe). Hukum yang dijabarkan dari konsep-konsep maupun hukum-hukium yang telah diketahui sebelumnya, disebut hukum teoritis. Sebagai contoh, Hukum lintasan dan hukum luasan gerak planet (hukum empiris Kepler) cdapat disebut hukum teoritis dengan menurunkannya melalui hukum gravitasi Newton.

16 PERSYARATAN SAINS Suatu konsep ataupun asas/hukum dapat dimasukkan dalam (diterima sebagai bagian dari) sains harus memenuhi syarat sains : Observabel (meski tidak langsung, seperti elektron) Measurable (dinyatakan secara kuantitatif) Reproducible (dapat/mudah diulang oleh siapapun, kapanpun, di manapun dengan hasil yang reasonable/acceptable).

17 DUALITIES Filosofis – operasional-analitis Kualitatif – kuantitatif Kuno – “modern” (baru) Private science – public science Classical – quantum Physics Partikel – gelombang Empiris – teoritis

18 SISTEMITIKA FISIKA Besaran Fisika cukup banyak, dengan sifat yang tidak semuanya sama. Ada yang berupa skalar, ada vektor, ada tensor dst. Antara besaran-besaran Fisika saling terkait satu dengan yang lain melalui aturan, hukum yang bermacam-macam dan variatif tingkat “keruwetannya”. Berbagai upaya pengelompokan sudah dilakukan orang, dengan sisi pandang yang beragam. Antara lain :

19

20

21

22

23


Download ppt "CONTENT OF PHYSICAL SCIENCE CONCEPTS : Main ideas, definitions. mass, density, speed etc. RELATIONS BETWEEN CNCEPTS : Laws, Principles, Postulates, Hypotheses."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google