Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

FORMAT ARTIKEL PUBLIKASI DAN TEKNIK PENULISAN Oleh Markhamah PBSID, FKIP, DAN MPB, PASCASARJANA UMS Disampaikan dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "FORMAT ARTIKEL PUBLIKASI DAN TEKNIK PENULISAN Oleh Markhamah PBSID, FKIP, DAN MPB, PASCASARJANA UMS Disampaikan dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah."— Transcript presentasi:

1 FORMAT ARTIKEL PUBLIKASI DAN TEKNIK PENULISAN Oleh Markhamah PBSID, FKIP, DAN MPB, PASCASARJANA UMS Disampaikan dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah Untuk mahasiswa PBSI, FKIP, UMS, di UMS 11 April. 2015

2 PENDAHULUAN Berdasarkan sumbernya, artikel ilmiah dibedakan menjadi dua macam: artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian. Artikel ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian artikel ilmiah berdasarkan kajian teoretis. Artikel ini disusun berdasarkan analisis/kajian kritis dari referensi yang dibaca oleh penulis.

3 Beberapa model sistematika artikel Sistematika artikel publikasi ilmiah model 1 (Hasil Penelitian) Sistematika artikel publikasi ilmiah model 2 (Kajian teoretis) Sistematika artikel publikasi ilmiah model 3 (Kajian teoretis) Judul artikel Baris Kredit Abstrak Kata kunci Pendahuluan Pendahuluan (permasalahan, tujuan, dan manfaat) Pendahuluan Metode Narasi/uraian pembahasan Pembahasan Simpulan Daftar pustaka Persantunan Lampiran (kalau ada)

4 Judul artikel 1.Judul artikel dibuat secara singkat (tidak lebih dari dua belas kata), spesifik (tidak terlalu luas/umum), dan jelas (dapat menggambarkan kegiatan penelitian yang dilakukan). 2.Penulisan judul artikel sebaiknya menghindari: a. kata-kata klise (seperti: penelitian pendahuluan, studi, penelaahan, dan pengaruh), b.kata kerja (verb) di awal judul, kata latin yang rujukannya (nama benda atau makhluk hidup) sudah jelas dan menjadi pengetahuan umum, c.ungkapan negatif (tidak, bukan)

5 Baris Kredit Baris Kredit merupakan suatu bentuk pengakuan atau penghargaan terhadap orang-orang yang berhak atas kredit kepengarangan artikel tersebut. Baris kredit terdiri dari nama penulis dan nama serta alamat institusi. Nama pengarang sebaiknya ditulis tanpa gelar, baik gelar akademik maupun gelar sosial. Selain dimaksudkan untuk tujuan pemberian kredit, pencantuman nama dan alamat institusi juga dimaksudkan untuk keperluan korespondensi.

6 Abstrak 1.Abstrak merupakan suatu bentuk pemadatan isi tulisan dalam satu paragraf yang panjangnya tidak lebih dari 200 kata (Cf. Ringkasan dalam laporan penelitian). 2.Abstrak memuat uraian tentang permasalahan (sebaiknya tidak mengulang kata-kata yang ada di dalam judul), metode, dan simpulan. 3.Abstrak dari artikel berbahasa Indonesia sebaiknya ditulis dalam bahasa Inggris, dan abstrak dari artikel berbahasa Inggris yang dipublikasikan dalam jurnal berbahasa Indonesia sebaiknya ditulis dalam bahasa Indonesia

7 Kata Kunci Kata Kunci merupakan konsep-konsep penting yang tercantum di dalam judul artikel publikasi ilmiah. Kata kunci dimaksudkan sebagai pemandu di dalam penelusuran artikel tersebut, baik dalam pemayaran komputer maupun mesin pencari dalam internet

8 Pendahuluan Pendahuluan merupakan bagian artikel yang memuat uraian tentang masalah yang akan dijawab di dalam penelitian dan luaran yang diharapkan dari hasil penelitian tersebut. Paparan dalam pendahuluan sebaiknya mengarahkan pembaca pada pustaka yang relevan. Pendahuluan sebaiknya ditulis secara padat tetapi jelas dalam beberapa paragraf Pendahuluan bisa ditulis dalam beberapa paragraf, yang panjangnya tidak melebih pembahasan.

9 Tinjauan Pustaka Tinjauan Pustaka merupakan kajian terhadap teori-teori relevan yang digunakan di dalam penelitian. Tinjauan pustaka sebaiknya ditulis hanya bila diperlukan karena sebagian jurnal ilmiah saat ini tidak lagi menganggap tinjauan pustaka sebagai bagian yang perlu. Tinjauan pustaka sebaiknya tidak hanya berupa kutipan-kutipan, melainkan juga berupa ulasan terhadap pustaka yang dirujuk. Nama-nama yang dirujuk pada tinjauan pustaka harus sesuai dengan nama-nama pada daftar pustaka.

10 Metode penelitian Metode penelitian memuat uraian tentang cara yang ditempuh untuk menjawab permasalahan, baik dalam kaitannya dengan variabel, model, rancangan, pengumpulan data, analisis data, dan penafsiran data, serta penarikan simpulan. Uraian tentang metode penelitian perlu menegaskan jenis penelitiannya (kualitatif atau kuantitatif), dan menyampaikan secara rinci prosedur dan proses penelitian untuk menjamin keterulangan hasil penelitian.

11 Hasil dan Pembahasan 1.Pembahasan dapat dinyatakan dalam beberapa subpembahasan atau dinarasikan secara 2.Bila datanya banyak, perlu selektif dan sistematik dalam bentuk gambar, diagram, atau tabel. 3.Dalam pembahasan, gagasan-gagasan yang diperoleh dari analisis data perlu dimaknai, dikembangkan menjadi argumen, dan diperbandingkan dengan temuan-temuan terdahulu. Dalam beberapa jurnal, bagian ini tidak selalu muncul sebagai bagian tersendiri dengan nama hasil dan pembahasan. 4.Pembahasan berisi permasalahan yang dihadapi dan solusi yang ditawarkan oleh penulis.

12 Simpulan dan Saran Simpulan dan Saran bisa dijadikan satu, bisa pula terpisah. Sebagian jurnal menghendaki simpulan tidak ditulis dalam bagian tersendiri, melainkan tersirat dan terpadu di dalam bagian hasil dan pembahasan. Simpulan merupakan jawaban terhadap permasalahan penelitian yang ditarik dari analisis dan pembahasan Simpulan hendaknya dinyatakan dalam rumusan yang jelas, didasarkan atas fakta, disertai dengan implikasi teoretik, dan keterbatasan-keterbatasan hasil penelitian.

13 ARTIKEL KAJIAN TEORETIS Artikel kajian teoretis adalah artikel yang diulis berdasarkan topik yang aktual yang didukung oleh hasil membaca dari berbagai referensi Referensi yang dimaksud adalah dari jurnal hasil penelitian, jurnal ilmiah, buku referensi, surat kabar, ensiklopedi, buku teks, dan lain- lain. Penulis melakukan pemikiran, analisis, dan sintesis dari berbagai sumber tersebut dan menuliskannya ke dalam artikel

14 Contoh komponen dan isis Artikel Kajian Teoretis KOMPONENISI JudulBahasa dan Perilaku Santun Menunju Budaya Santun (Pardi, 2014) Kata kunciBahasa santun, perilaku santun, budaya santun PendahuluanSantun berbahasa dan Kaidah Keyakinan PembahasanSantun sebagai karakteristik Allah Swt. Santun sebagai karakteristik para nabi Ajaran untuk berahasa dan berperilaku santun Kesantunan berbahasa sebagai warisan budaya Peran bahasa dalam pembentukan perilaku masyarakat PenutupSimpulan tentang berbahasa santun Simpulan peran berbahasa dalam menbentuk perilaku Simpulan sebagai cermin kedewasaan dan kecerdasan Simpulan tentang cara berbahasa Dafar pustakaNama dan judul buku yang dirujuk pada artikel

15 Artikel publikasi hasil penelitian  Merupakan artikel yang diturunkan/ditulis dari laporan hasil penelitian/skripsi.  Satu penelitian bisa dibuat menjadi satu artikel publikasi atau lebih, bergantung pada keluasan dan kedalam permasalahannya  Strategi penulisannya secara umum adalah meringkas hasil penelitian  Jika satu penelitian ditulis menjadi beberapa artikel perlu diperhatikan kesatuan topik artikel

16 Contoh satu penelitian payung yang dipecah menjadi 3 tesis Judul penelitian: Pola Penggunaan Pronomina Persona pada Teks Terjemahan Alquran Judul tesis 1.Satuan Yang Mengandung Pronomina Persona Pertama pada Teks Terjemahan Alquran 2.Satuan Yang Mengandung Pronomina Kedua Pertama pada Teks Terjemahan Alquran 3.Satuan Yang Mengandung Pronomina Persona Ketiga pada Teks Terjemahan Alquran

17 Contoh judul tesis dan artikelnya Judul tesis 1: Satuan Yang Mengandung Pronomina Persona Pertama pada Teks Terjemahan Alquran Artikel 1: hierarki, kategori dan fungsi satuan lingual yang mengandung pronomina pertama pada teks terjemahan Alquran Artikel 2: Peran Yang Diisi oleh satuan Lingual yang Mengandung Pronomina Persona Petama pada Teks Terjemahan Alquran Artikel 3: Perubahan Fungsi, Katerori, dan Peran sebagai Dampak dari Perubahan Hieraki Linguistik

18 Hubungan artikel dengan laporan penelitian/skripsi No. Komponen artikel publikasi ilmiahSumber: dari skripsi 1.Judul artikelJudul laporan penelitian 2.Baris KreditNama dan alamat penulis pada halam judul 3AbstrakPemadatan dari ringkasan 4Kata kunciKata kunci pada ringkasan 5PendahuluanPemadatan bab 1: Pendahuluan 6Tinjauan pustakaPemadatan bab II: Tinjauan pustaka 7Metode penelitianPemadatan dari bab III: Metode Penelitian 8Hasil dan PembahasanRingkasan dari bab IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan 9SimpulanRingkasan dari bab V: Simpulan dan saran 10Daftar pustaka Pilihan dari daftar pustaka pada laporan penelitian yang dirujuk pada artikel saja 11PersantunanPersantuan/ucapan terima kasih 12LampiranLampiran pada laporan penelitian (dipilih)

19 Contoh format dan isi artikel publikasi Judul Bentuk Campur Kode pada Teks Terjemahan Alquran Baris Kredit Markhamah, Abdul Ngalim, Atiqa Sabardila, Miftahul Huda Abstrak Isinya Tujuan, metode, temuan Kata kunci kata, frasa, campur kode, teks terjemahan Alquran Pendahuluan Hal-hal terkait dengan: Alquran, fenomena kebahasaan pada Alquran, konsep teori campur kode, penelitian tentang campur kode Metode penelitian Jenis penelitian, waktu penelitian, metode pengumpulan data, wujud data, analisis data, teknik penarikan simpulan, Hasil dan Pembahasan Campur kode berupa kata Campur kode berupa Frasa Campur Kode berupa Kalimat Simpulan dan saran Simpulan macam-macam bentuk campur kode

20 PENULISAN KUTIPAN Seorang penulis harus memperhatikan etika berikut: 1.mempublikasikan karya ilmiahnya hanya dalam satu terbitan (satu jurnal), 2.memasukkan anggotanya (untuk yang tulisannya dibuat oleh tim), 3.memasukkan sumber rujukan ketika dia mengutip tulisan/pendapat orang lain, dan 4.memberikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah terlibat dalam penelitian atau kegiatan lain sehingga penulis menghasilkan tulisannya (Markhamah, 2012:8).

21 Fungsi dan Tujuan Mengutip Sebagai bahan bukti untuk menunjang, memperkuat, atau mengontraskan dengan pendapat penulis. Sebagai bahan bukti untuk perbandingan dengan pendapat penulis. Fungsi ini tercapai manakala penulis menunjukkan persamaan dan perbedaan dengan penulis lain yang tulisan atau pendapatnya dikutip.. Sebagai bahan bukti yang disanggah penulis. Fungsi ini dapat dicermati pada tulisan yang menyatakan ketidaksetujuan penulis terhadap pendapat yang disampaikan oleh penulis lain (Prawaba, 2000: 170).

22 Etika Pengutipan Penulis sebaiknya membedakan secara jelas antara pendapat/gagasan sendiri dengan gagasan penulis lain. Cara membedakannya ialah dengan mengacu/mengutip dan menyatakan sumber kutipan gagasan yang dikutip dari penulis lain Penulisan sumber kutipan dilakukan untuk menghindari kesan bahwa penulis menyatakan (meng-claim) pendapat orang lain sebagai pendapatnya sendiri

23 Cara Pengacuan: menunjuk nama pengarang & karyanya nama marga Nama famili Nama akhir

24 Cara menuliskan sumber kutipan Cara langsung dilakukan dengan menuliskan sumber kutipan langsung di belakang teks Isi sumber: nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman Catatan kaki Menempatkan tanda tertentu di belakang teks Pada bagian bawah halaman dinyatakan keterangan sesuai dengan urutan angka nama pengarang,judul, tempat, penerbit, tahun, dan halaman catatan akhir Catatan akhir Caranya, penulis menempatkan tanda tertentu di belakang teks Pada bagian akhir artikel dinyatakan keterangan sesuai dengan urutan angka

25 Jenis Kutipan Kutipan langsung: mengambil semua pendapat atau tulisan penulis lain Tanpa ada perubahan kutipan langsung kutipan yang dilakukan dengan mengambil substansi Penulis melakukan parafrase, atau menyatakan kembali intinya kutipan tak langsung

26 Pengintegrasian Kutipan Langsung kurang dari 4 baris 1.Kutipan itu diintegrasikan langsung dengan teks. 2.Jarak antarbaris dua spasi. 3.Kutipan itu diapit dengan tanda petik ganda (“…”). 4.Setelah kutipan selesai, diikuti nama akhir pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapatnya kutipan itu, yang ditempatkan di antara tanda kurung (Keraf, dalam Prabawa, 2000:173).

27 Pengintegrasian Kutipan Langsung 4 baris atau lebih 1.Kutipan itu dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi. 2.Jarak antarbaris satu spasi. 3.Kutipan itu diapit atau tidak diapit dengan tanda kutip. 4.Setelah kutipan selesai, diikuti nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat terdapat kutipan itu yang ditempatkan di antara tanda kurung. 5.Seluruh kutipan dimasukkan ke dalam baris 5-7 ketikan; bila kutipan itu dimulai dengan alinea baru, baris pertama dari kutipan itu dimasukkan lagi 5-7 ketikan (Keraf, Prabawa, 2000:173).

28 Pengintegrasian Kutipan Tidak Langsung 1.Kutipan itu diintegrasikan dengan teks. 2.Jarak antarbaris dua spasi. 3.Kutipan tidak diapit dengan tanda patik ganda. 4.Setelah kutipan selesai, diikuti nama singkat pengarang, tahun terbit, nomor halaman tempat terdapat kutipan itu, yang ditempatkan diantara tanda kurung (Keraf, dalam Prabawa, 2000:173).

29 PENULISAN DAFTAR PUSTAKA (1) Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi identitas buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai relevansi dengan tulisan yang sedang ditulis (Prabawa, 2000:179). Daftar pustaka merupakan persyaratan kelengkapan sebuah tulisan ilmiah. Artinya, jika tulisan ilmiah tidak ada daftar pustaka dikatakan tidak lengkap. Tempatnya berada bagian akhir karya ilmiah atau buku (Nurjamal, dan Warta Sumirat, 2010:93; Alwi (ed.), 2007: 229).

30 PENULISAN DAFTAR PUSTAKA (2) Daftar pustaka adalah sebuah daftar yang berisi identitas buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai relevansi dengan tulisan yang sedang ditulis (Prabawa, 2000:179). Daftar pustaka merupakan persyaratan kelengkapan sebuah tulisan ilmiah. Artinya, jika tulisan ilmiah tidak ada daftar pustaka dikatakan tidak lengkap. Tempatnya berada bagian akhir karya ilmiah atau buku (Nurjamal, dan Warta Sumirat, 2010:93; Alwi (ed.), 2007: 229).

31 Unsur daftar pustaka yang berupa buku 1.nama penulis (-penulis), 2.tahun terbit, 3.judul buku, 4.nama penerbit, 5.kota tempat terbit, 6.cetakan ke berapa

32 Unsur daftar pustaka KTA 1.nama penulis, 2.tahun KTA, 3.judul, 4.kata: skripsi/tesis/disertasi, 5.nama fakultas dan perguruan tinggi penulis

33 Prinsip Umum Penyusunan Daftar Pustaka 1.Nama penulis diurutkan menurut urutan alfabet. 2.Bila tidak ada nama penulis, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet. 3.Bila satu penulis terdapat lebih dari satu bahan rujukan, untuk rujukan kedua dan seterusnya nama penulis tidak perlu dicantumkan, dan diganti dengan garis panjang 10 ketikan. 4.Jarak antarbaris untuk satu rujukan satu spasi dan jarak antarrujukan dua spasi. 5.Baris pertama dimulai dari margin kiri, baris kedua dan seterusnya dimasukkan ke dalam 3-7 ketikan (Keraf, dalam Pedoman Penulisan Tesis, 2012:33).

34 Penulisan Nama Pengarang 1.Bila penulis terdiri atas satu orang, nama ditulis lengkap dengan dibalik susunannya. 2.Bila penulis dua atau tiga orang, nama penulis pertama dibalik, penulis kedua dan ketiga ditulis lengkap, tanpa dibalik. 3. Penulis yang lebih dari tiga orang, nama orang pertama yang dicantumkan dan selebihnya digantikan dengan singkatan et. al. (et alli artinya ‘dan lain-lain’). 4.Nama penulis pertama yang lebih dari dua kata dibalik susunannya

35 Penulisan Judul pada daftar pustaka (1) Jika karya tulis itu sudah diterbitkan dan dimuat dalam majalah, jurnal atau buku, judul karya tulis itu disajikan dengan diapit tanda petik ganda, nama majalah atau jurnal yang memuat karya tulis itu ditulis dengan huruf miring (kursif). Contoh: Markhamah, Sarwiji Suwandi, dan Sudirdjo, “Persepsi Pengambil Kebijakan dan Guru terhadap Pengembangan Model Materi Ajar dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SLTP Berpers pektif Kesetaraan Gender” dalam Humaniora. Vol.7. No. 1 Februari 2007, hal

36 Penulisan Judul pada daftar pustaka (2) Jika karya tulis itu terdapat pada kumpulan buku yang sudah diterbitkan dan buku itu dieditori oleh seorang atau lebih editor, karya tulis itu harus diapit oleh tanda petik ganda, nama buku yang memuatnya disajikan dengan huruf miring, nama editornya tidak dibalik urutan unsur namanya. Contoh: Setiaji, Bambang “The Attitude of The Quran and The Prophet toward Knowledge”. Dalam Dewi Candraningrum (Editor), Integrating Islam and Knowledge Social Sciences and Technology. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

37 Penulisan Judul pada daftar pustaka (3) Jika karya tulis itu berdiri sendiri (diperbanyak sendiri oleh instansi atau panitia) termasuk skripsi, tesis, dan disertasi, serta belum diterbitkan, karya tulis itu diapit oleh tanda petik ganda. Contoh: Huda, Miftahul, “Model Pengembangan Sistem Komunikasi Manajerial Penyelenggaraan Program Percepatan”. Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

38 CUKUP SEKIAN TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN KALIAN SELAMAT MENULIS artikel SEMOGA SUKSES DAN BERKAH AAMIIN


Download ppt "FORMAT ARTIKEL PUBLIKASI DAN TEKNIK PENULISAN Oleh Markhamah PBSID, FKIP, DAN MPB, PASCASARJANA UMS Disampaikan dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google