Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

4/19/2015Komunikasi Data1 Interface Komunikasi Data.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "4/19/2015Komunikasi Data1 Interface Komunikasi Data."— Transcript presentasi:

1 4/19/2015Komunikasi Data1 Interface Komunikasi Data

2 Overview Asynchronous and Synchronous Transmission Line Configurations Interfacing 4/19/2015Komunikasi Data2

3 4/19/2015Komunikasi Data3 Pendahuluan Interface yaitu menghubung 2 perangkat (device) melalui sebuah media transmisi untuk memindahkan data. Interface menentukan karakteristik sinyal dan juga menentukan media yang terpasang serta prosedur pengiriman dan penerimaan bit-bit data. Waktu (rate, durasi, jarak) bit-bit harus sama untuk trasmitter dan receiver. Ada dua teknik yang biasa digunakan untuk mengontrol waktu, yaitu asynchrounous dan synchrounous.

4 4/19/2015Komunikasi Data4 Asynchronous and Synchronous Transmission Kesulitan dalam hal waktu membutuhkan mekanisme untuk mengsinkronisasi transmitter dan receiver Ada dua penyelesaian  Asynchronous  Synchronous  Serial

5 4/19/2015Komunikasi Data5 Synchronisasi Synchronisasi  salah satu tugas utama dari komunikasi data.  Suatu transmitter mengirim message 1 bit pada suatu waktu melalui suatu medium ke receiver. Receiver harus mengenal awal dan akhir dari blok- blok bit dan juga harus mengetahui durasi dari tiap bit sehingga dapat men-sampel line tersebut dengan timing yang tepat untuk membaca tiap bit. Misalkan pengirim (sender) mentransmisi sejumlah bit-bit data. Pengirim mempunyai suatu clock yang mempengaruhi timing dari transmisi bit-bit.

6 4/19/2015Komunikasi Data6 Asynchronous (Tak Sinkron) Data ditransmisi per karakter pada suatu waktu, dimana tiap karakter adalah 5 sampai 8 bit panjangnya. Sinkronisasi dipertahankan didalam setiap karakter. Receiver mempunyai kesempatan untuk men- synchron-kan awal dari tiap karakter baru. Awal dari suatu karakter diisyaratkan oleh suatu start bit dengan binary '0'. Kemudian diikuti oleh 5 sampai 8 bit yang membentuk karakter tersebut.

7 4/19/2015Komunikasi Data7 Asynchronous Catatan : Idle adalah ekuivalen untuk elemen pensinyalan bagi binary '1 '.

8 4/19/2015Komunikasi Data8 Tranmisi Data Seri Sistem pengiriman data digital, dimana beberapa bit dikirim secara berurutan dengan menggunakan satu jalur (penghantar), penerima kemudian merakit kembali menjadi karakter Hanya ada dua penghantar, yaitu penghantar pengiriman dan penghantar penerima. Pengiriman dimulai dari LSB (Least Significant Bit) dan diakhiri MSB (Most Significant Bit). Cocok untuk transmisi data jarak jauh.

9 4/19/2015Komunikasi Data9 TRANSMISI SYNCHRONOUS (Data Sinkron) Pada pengiriman data sinkron, sejumlah blok data dikirmkan secara kontinu tanpa bit awal dan bit akhir. Pesan yang sangat panjang biasanya di pecah menjadi beberapa blok, setiap blok di awali dgn karakter STX (Start Of Text) dan diakhiri dengan ETB (end of text block), dan blok terakhir diikuti karakter ETX (end of text).

10 4/19/2015Komunikasi Data10 SYNCHRONOUS Untuk itu, tiap blok dimulai dengan suatu pola preamble bit dan diakhiri dengan pola postamble bit. Pola-pola ini adalah kontrol informasi. Frame adalah data plus kontrol informasi. Format yang tepat dari frame tergantung dari metode transmisinya.

11 4/19/2015Komunikasi Data11 SYNCHRONOUS

12 Line Configurations Two characteristics that distinguish various data link configurations are topology and whether the link is half duplex or full duplex With half-duplex transmission, only one of two stations on a point-to-point link may transmit at a time.  This mode is also referred to as two-way alternate, suggestive of the fact that two stations must alternate in transmitting;  this can be compared to a one-lane, two-way bridge 4/19/2015Komunikasi Data12

13 Full-duplex transmission, two stations can simultaneously send and receive data from each other. This mode is known as two-way simultaneous and may be compared to a two-lane, two-way bridge. For computer-to-computer data exchange, this form of transmission is more efficient than half-duplex transmission 4/19/2015Komunikasi Data13

14 4/19/2015Komunikasi Data14 Interface Perangkat pemroses data (data terminal equipment, DTE), tidak termasuk dalam fasilitas transmisi Membutuhkan penghubung yang disebut data circuit terminating (DCE) Contoh modem, NIC DCE mentransmisi bit melalui media transmisi DCE mengirimkan data dan mengontrol informasi dengan DTE Dilakukan melalui suatu rangkaian pertukaran Memerlukan tingkat kerjasama yang tinggi

15 4/19/2015Komunikasi Data15 Interface Transmitter/ Receiver Transmitter/ Receiver Transmission Line Interface devicetter/ Receiver Transmission Line Interface devicetter/ Receiver Transmission Line Interface devicetter/ Receiver Transmission Line Interface devicetter/ Receiver Transmitter/ Receiver Transmitter/ Receiver Signal and control lines Data Terminal Equipment (DTE) Data Circuit Terminating Equipment (DCE) Bit-serial transmission line (or bit-serial interface to network)

16 4/19/2015Komunikasi Data16 Modem (MOdulator DEModulator) Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk transmisikan, Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio. Pada tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer

17 4/19/2015Komunikasi Data17 DTE

18 4/19/2015Komunikasi Data18 DCE

19 4/19/2015Komunikasi Data19 Tipe Konfigurasi Empat karakteristik penting dari interface :  Mekanikal,  berhubungan dengan koneksi fisik sebenarnya dari DTE dan DCE.  Elektrikal,  yaitu mengenai level tegangan dan timing dari perubahan tegangan; dan juga menentukan data rate dan jarak yang dapat dicapai.  Fungsional,  merinci fungsi yang dilaksanakan yang diperuntukkan bagi berbagai interchange circuits; dapat diklasifikasikan menjadi kategori dari data, kontrol, timing dan ground.  Prosedural,  merinci serangkaian kejadian pada transmisi data, berdasarkan pada karakteristik fungsional dari interface.

20 4/19/2015Komunikasi Data20 EIA-232-E Membatasi pada kabel konektor khusus. Interface ini dipakai menghubungkan DTE device ke voice- grade modem untuk digunakan pada sistim telekomunikasi analog umum. Spesifikasinya :  Spesifikasi mekanikal, dimana 25 kabel yang dihubungkan  pada konektor DB-25, dipakai untk menghubungkan DTE ke DCE.

21 4/19/2015Komunikasi Data21

22 ISDN Physical Interface In ISDN terminology, a physical connection is made between terminal equipment (TE) and network- terminating equipment (NT) Figure 5.9 illustrates the contact assignments for each of the 8 lines on both the NT and TE sides. Two pins are used to provide data transmission in each direction. These contact points are used to connect twisted-pair leads coming from the NT and TE devices. Because there are no specific functional circuits, the transmit receive circuits are used to carry both data and control signals. The control information is transmitted in the form of messages 4/19/2015Komunikasi Data22

23 4/19/2015Komunikasi Data23

24 The ISDN electrical specification dictates the use of balanced transmission. With balanced transmission, signals are carried on a line, such as twisted pair, consisting of two conductors. Signals are transmitted as a current that travels down one conductor and returns on the other, the two conductors forming a complete circuit. For digital signals, this technique is known as differential signaling, as the binary value depends on the direction of the voltage difference between the two conductors 4/19/2015Komunikasi Data24

25 Unbalanced transmission, which is used on older interfaces such as EIA-232, uses a single conductor to carry the signal, with ground providing the return path. The balance mode tolerates more, and produces less, noise than unbalanced mode. Ideally, interference on a balanced line will act equally on both conductors and not affect the voltage difference. Because unbalanced transmission does not possess these advantages, it is generally limited to use on coaxial cable; when it is used on interchange circuits, such as ETA-232, it is limited to very short distances. 4/19/2015Komunikasi Data25

26 4/19/2015Komunikasi Data26 Selesai


Download ppt "4/19/2015Komunikasi Data1 Interface Komunikasi Data."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google