Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Algoritma & Evangs Mailoa Looping, Percabangan dan Array Struktur Data.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Algoritma & Evangs Mailoa Looping, Percabangan dan Array Struktur Data."— Transcript presentasi:

1 Algoritma & Evangs Mailoa Looping, Percabangan dan Array Struktur Data

2 Pengertian Looping Beberapa instruksi diulang untuk suatu jumlah pengulangan yang tertentu. Jumlah pengulangan dapat diketahui sebelumnya atau ditentukan dalam perjalanan program. Kegunaan Looping Meringkas algoritma (atau program) dengan mengotomatisasi perintah-perintah yang sama yang dikerjakan berulang-ulang. Struktur loop sangat efektif karena dapat menyingkat puluhan (bahkan mungkin ratusan hingga ribuan baris kode) menjadi beberapa baris perintah saja.

3 for while do while

4 Format: for (inisialisasi; kondisi; increment/decrement){ statement; } Contoh: printf(“It is fun!\n”); for (n=0; n<10; n++) { printf(“It is fun!\n”); }

5 Format: while (boolean expression){ statement; } Contoh: int n = 0; while (n<10) { printf(“It is fun!\n”); n++; }

6 Format: do { statement; } while (boolean expression); Contoh: do { printf(“It is fun!\n”); } while (n<10);

7 /* Program Segitiga */ #include int n; void main(){ printf("n = "); scanf("%d",&n); printf("\n"); for(int i=1;i<=n;i++) { for(int j=1; j<=i ; j++) { printf("*"); } printf("\n"); }

8 Pernyataan yang dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan suatu kondisi. Bentuk pernyataan ini ada tiga macam : – if – if – else – switch case

9 Format “if”: Format “if-else”: if (kondisi) { pernyataan; } if(kondisi) { pernyataan1; } else { pernyataan2; } if(kondisi1) { Pernyataan1; } else if(kondisi2) { Pernyataan2; } else if(kondisi3) { Pernyataan3; } else { pernyataan4; }

10 #include void main() { int nilai; printf("Masukkan nilai Anda (10-100) = "); scanf("%i",&nilai); if(nilai>60) { printf("Anda Lulus"); } else { printf("Anda tidak Lulus"); }

11 switch(ungkapan) { case ungkapan1: pernyataan1; break; case ungkapan2: pernyataan2; break; default: pernyataanDefault }

12 #include void main() { char nilai; printf("Masukkan Nilai Anda (A, B, C, D atau E) = "); scanf("%c",&nilai); switch(nilai){ case 'A': printf("Sangat Baik"); break; case 'B': printf("Baik"); break; case 'C': printf("Cukup"); break; default: printf("Anda Sebaiknya Mengulang!"); }

13 #include void main() { char nilai; printf("Masukkan Nilai Anda (A, B, C, D atau E) = "); scanf("%c",&nilai); if(nilai == 'A'){ printf("Sangat Baik"); } else if(nilai == 'B'){ printf("Baik"); } else if(nilai == 'C'){ printf("Cukup"); } else { printf("Anda Sebaiknya Mengulang!"); }

14 Sejauh ini program yang kita pelajari masih sangat terbatas, karena statement assignment hanya berupa pemberian satu nilai pada satu variabel. Padahal sering kali kita perlu untuk meng-assign ataupun memanipulasi banyak nilai ke sekelompok variabel. Sebagai contoh jika anda membuat program yang membaca 100 nilai percobaan untuk dihitung nilai rata- rata-nya, akan sangat repot jika kita menghitungnya dengan cara berikut: rata_rata = (x1 + x2 + x3 + x4 + x5 + dst )/100.

15 #include void main() { int jumlah = 0; float rata2 = 0; int angka1; int angka2; ………. angka100; printf("Masukkan Angka1 = "); scanf("%d",&angka1); jumlah += angka1; printf("Masukkan Angka2 = "); scanf("%d",&angka2); jumlah += angka2; … rata2 = jumlah/100; printf("Rata-rata = %4.2f",rata2); }

16 Array  kumpulan data bertipe sama yang menggunakan nama sama. Dengan array, sejumlah variabel dapat memakai nama yang sama. Antara satu variabel dengan variabel lain dalam array dibedakan berdasarkan subscript. Sebuah subscript berupa bilangan di dalam kurung siku. Array dapat diibaratkan sebagai sebuah gedung yang memiliki beberapa ruangan dengan bentuk dan ukuran yang sama

17 Deklarasi Array (1D, 2D dan 3D): – Tipe data elemen array – Nama array – Jumlah elemen array Deklarasi 1 Dimensi: tipe_data nama_larik[ukuran]; Contoh deklarasi Array 1 Dimensi: int val[ 5 ];//declaration

18 Cara 1: val[0] = 5; val[1] = 10; val[2] = 15; val[3] = 20; val[4] = 25; Cara 2: int val[5] = {5,10,15,20,25}; Contoh array integer 1D bernama n yg memiliki 5 elemen, n[0] = 1, n[1] = 3, n[2] = 5, n[3] = 7, n[4] = 9 dideklarasikan sbb: int n[5] = {1,3,5,7,9};

19 Akses Indeks pada Array Perhatikan index-nya, jangan sampai terjadi error karena akses index yang tidak ada.

20 #include void main() { int nilai[5] = {70, 80, 82, 60, 75}; printf("\nIsi elemen ke-1 : %d", nilai[0]); printf("\nIsi elemen ke-2 : %d", nilai[1]); printf("\nIsi elemen ke-3 : %d", nilai[2]); printf("\nIsi elemen ke-4 : %d", nilai[3]); printf("\nIsi elemen ke-5 : %d", nilai[4]); }

21 #include void main() { int jumlah = 0; float rata2 = 0; int angka[5]; for(int i=0;i<5;i++){ printf("Masukkan Angka ke %d = ",i); scanf("%d",&angka[i]); jumlah += angka[i]; } rata2 = jumlah/5; printf("Rata-rata = %4.2f",rata2); }

22 Array 2D terdiri dari m buah baris dan n buah kolom. Bentuknya dalam matriks atau tabel. Deklarasi Array 2 Dimensi: TipeData Nama_array[subscript_baris][ subscript_kolom] Contoh: int X[3][4];

23 Misal ingin mengisi elemen array baris 2 kolom 3 dengan nilai 10, maka perintahnya: X[1][2] = 10; for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\tMasukan matrik elemen [%d,%d] = ",baris,kolom); scanf("%d",&matrik[baris][kolom]); }

24 Output:

25 Menampilkan Isi Array 2 Dimensi: Hasil: for ( baris=1 ; baris<=3 ; baris++) { for ( kolom=1 ; kolom<=3 ; kolom++) { printf("\tMatrik elemen [%d,%d] = %d",baris,kolom,matrik[baris][kolom]); } printf("\n"); }

27 Mau bertanya..?

28 1.Buatlah program untuk menampilkan bilangan terkecil dari n bilangan yang dimasukkan oleh user. 2.Buatlah program untuk menghitung penjumlahan dari 2 buah matriks. Ketentuan: Kerjakan maksimal 2 mahasiswa per kelompok dengan angka terakhir NIM harus sama, ganjil atau genap. Mahasiswa dengan angka terakhir NIM ganjil kerjakan nomor 1, dan genap kerjakan nomor 2. Dikumpulkan harus tulis tangan di kertas A4. Kumpulkan ke ruang FTI 308, sebelum jam 14.00WIB

29 1.Buatlah program untuk menghitung nilai faktorial dengan menggunakan perulangan for, while dan do - while. 2.Buatlah program untuk menghitung luas segitiga, perihitungan dilakukan terus-menerus selama masih diinginkan. Ketentuan: Kerjakan individu. Nama file NIM lengkap.c  c Nama subject seperti nama file. Kirim ke paling lambat Kamis, 5 Februari Tidak sesuai dengan ketentuan, nilai tugas = 0


Download ppt "Algoritma & Evangs Mailoa Looping, Percabangan dan Array Struktur Data."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google