Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 1 TEHNIK PERHITUNGAN BAGI HASIL.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 1 TEHNIK PERHITUNGAN BAGI HASIL."— Transcript presentasi:

1 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 1 TEHNIK PERHITUNGAN BAGI HASIL

2 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 2 Konsep & Sistem Perbankan Syariah Masyarakat Pemilik Dana Masyarakat Pengguna Dana Proses Penghimpunan Dana Proses Penyaluran Dana Konsep Penghimpunan Dana : 1. Al Wadiah 2. Mudharabah Konsep Penyaluran Dana : 1. Bagi Hasil (Mudharabah & Musyarakah) 2. Jual Beli (Murabahah, Istishna & Salam) 3. Ujroh (Ijarah & Ijarah Muntahiah Bitamlik) BAGI HASIL

3 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 3 PERBEDAAN BUNGA DENGAN BAGI HASIL BUNGABAGI HASIL  Dihitung dari pokok (uang yg dipinjamkan)  Berubah sesuai kondisi (bunga) pasar  Nominal tetap sesuai suku bunga  Diragukan semua agama  Dihitung dari keuntungan  Nisbah tetap sesuai akad diawal  Nominal berubah sesuai kondisi usaha/tingkat keuntungan  Tidak ada keraguan

4 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 4 Alur Operasional Bank Syariah Penghimpunan dana Wadiah yad dhamanah Mudharabah Mutlaqah (Investasi Tdk Terikat) Lainnya (modal dsb) POOLING DANA Prinsip bagi hasil Prinsip jual beli Bagi hasil / Laba rugi Margin Tabel Bagi Hasil Pendapatan Mdh Mutlaqah (Investasi Tidak Terikat) Pendapatan berbasis imbalan (fee base income) Agen : Mudharabah Muqayyadah / investasi terikat Jasa keuangan : wakalah, kafalah, sharf Penyaluran Dana Laporan Laba Rugi Pendapatan

5 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 5 Distribusi Hasil Usaha Perhitungan pembagian hasil usaha antara shahibul maal dengan mudharib sesuai dengan nisbah yang disepakati di awal akad Perhitungan besaran hasil usaha yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan

6 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 6 Landasan Syariah Prinsip Distribusi Hasil Usaha (Fatwa DSN No 15 / DSN-MUI/IX/2000) “Hai orang yang beriman ! Jika kamu melakukan transaksi hutang piutang untuk jangka waktu yang ditentukan, tuliskanlah…” (QS. Al-Baqarah:282) “Hai orang yang beriman ! Penuhilah akad-akad itu…” (QS. Al-Maidah:1) Hadits Nabi Riwayat Tirmidzy dan ‘Amr bin ‘Auf: “Perdamaian dapat dilakukan antara kaum muslimin kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat- syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.” Hadits Nabi riwayat Ibnu Majah dari ‘Ubadah bin Shamit, riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas, dan Malik dari Yahya:”Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh pula membahayakan orang lain” Kaidah fiqh: Pada dasarnya, segala bentuk mu’amalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya” Dimana terdapat kemaslahatan, disana terdapat hukum Allah”

7 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 7 Faktor Yang Mempengaruhi Bagi Hasil Bank Syariah 1. Faktor Langsung a. Investment rate, merupakan prosentase aktual dana yang diinvestasikan dari total dana. b. Jumlah dana yang diinvestasikan merupakan jumlah dana dari berbagai sumber dana yang tersedia untuk diinvestasikan. Dana tersebut dapat dihitung dengan menggunakan salah satu metode yi : Rata-2 saldo minimum bulanan atau Rata-2 total saldo harian. c. Nisbah (sharing ratio) - Nisbah harus ditentukan & disetujui pada awal akad perjanjian - Nisbah antara satu bank dengan bank lainnya dapat berbeda - Nisbah juga dapat berbeda dari waktu ke waktu - Nisbah juga dapat berbeda antara satu account dg account lainnya (Special Nisbah)

8 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 8 Faktor Yang Mempengaruhi Bagi Hasil Bank Syariah 2. Faktor Tidak Langsung a.Penentuan butir-butir pendapatan & biaya mudharabah - Bank dan Nasabah melakukan share dalam pendapatan dan biaya. Pendapatan yang dibagihasilkan merupakan pendapatan yang diterima dikurangi biaya-biaya. - Jika biaya ditanggung bank maka hal ini disebut revenue sharing. b.Kebijakan akunting (prinsip dan metode akuntansi). Bagi hasil secara tidak langsung dipengaruhi oleh berjalannya aktivitas yang diterapkan, terutama sehubungan dengan pengakuan pendapatan dan biaya (Accrue).

9 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 9 Konsep Perhitungan Margin Laba dan Bagi hasil Prinsip utama yang harus dikembangkan Bank Syariah kaitannya dengan manajemen dana adalah : “Bank Syariah harus mampu memberikan bagi hasil kepada penyimpan dana minimal sama dengan atau lebih besar dari suku bunga yang berlaku di Bank Konvensional, dan mampu menarik bagi hasil dari debitur lebih rendah dari pada bunga yang berlaku di Bank Konvensional” Bagi Hasil Penghimpunan Dana > Bunga Bank Lain Bagi Hasil/Margin Pembiayaan < Bunga Kredit Bank Lain

10 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 10 Prinsip Distribusi Hasil Usaha Revenue Sharing Yang dibagikan adalah pendapatan (revenue) Shahibul maal menanggung kerugian  usaha dilikuidasi, jumlah aktiva lebih kecil dari kewajiban Profit Sharing Yang dibagikan adalah keuntungan (profit) Kerugian bukan kelalaian mudharib  ditanggung shahibul maal Tidak Loss Sharing  kerugian bukan kelalaian mudharib ditanggung oleh shahibul maal

11 Dalam sistem perekonomian Islam berkaitan dengan bagi hasil harus ditentukan dalam awal terjadinya kontrak kerja sama (AKAD) antara SHAHIBUL MAAL dengan MUDHARIB. Mekanisme perhitungan bagi hasil terdiri dari 2 sistem: 1. Profit Sharing Perhitungan bagi hasil didasarkan kepada hasil net dari total pendapatan setelah dikurangi biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. 2. Revenue Sharing Perhitungan bagi hasil didasarkan kepada total seluruh pendapatan yang diterima sebelum dikurangi dengan biaya- biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Praktek perbankan syariah di Indonesia saat ini masih menggunakan revenue sharing untuk mendistribusikan bagi hasil kepada SHAHIBUL MAAL.

12 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 12 Landasan Syariah Revenue Sharing Syafii : Mudharib tidak boleh menggunakan harta mudharabah sebagai biaya baik dalam keadaan menetap maupun bepergian (di perjalanan) Karena mudharib telah mendapatkan bagian keuntungan, maka ia tidak berhak mendapatkan sesuatu (nafkah) dari harta itu  mendapat bagian yang lebih besar dari Rabbul maal

13 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 13 Landasan Syariah Profit & Loss Sharing Abu Hanifah, Malik, Zaidiyah : Mudharib dapat membelanjakan harta mudharabah hanya bila perdagangannya itu di perjalanan saja baik itu berupa biaya makan, minum pakaian dsb Imam Hambali: Membolehkan mudharib untuk menafkahkan sebagian dari harta mudharabah baik dalam keadaan menetap atau bepergian dengan ijin shahibul maal Besarnya nafkah yang boleh digunakan adalah nafkah yang telah dikenal (menurut kebiasaan) para pedagang dan tidak boleh boros.

14 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 14 Porsi Shahibul Maal Sistem Bagi Hasil Lap Laba Rugi Bank (sebagai mudharib) Pendapatan : Pengelolaan dana Lap L/R Pengelolaan Dana Mudharabah ( + / - ) Pendapatan : Fee base income ( + / + ) Alokasi Keuntungan Kerugian Kepada pemilik rekening ITT Beban Mudharib : Beban Tenaga Kerja Beban Administrasi Beban Opr Lainnya Laba / Rugi = ( - / - ) Pendapatan Penyaluran Mudharabah Bagi Hasil (prinsip bagi hasil) Margin (prinsip jual beli) Lainnya (SWBI, IMA dsb) Beban Pengelolaan Mudharabah Beban Tenaga Kerja Mudharabah Beban Administrasi Mudharabah Beban Penyusutan Mudharabah Beban Opr Mudharabah Lainnya Tabel Distribusi Pendapatan = Shahibul maal Revenue Sharing Profit Loss Sharing Laba / Rugi Mudharabah = ( - / - )

15 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 15 LAPORAN LABA RUGI PT. BANK SYARIAH PENDAPATAN PENDAPATAN BAGI HASIL PENDAPATAN ATAS KEUNTUNGAN PENDAPATAN FEE BASED SUB TOTAL BIAYA BIAYA OPERASIONAL BIAYA PERSONALIA BIAYA UMUM SUB TOTAL LABA/RUGI SISTEM BAGI HASIL PROFIT & LOSS DISTRIBUTION

16 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 16 PENDAPATAN PENDAPATAN BAGI HASIL PENDAPATAN ATAS KEUNTUNGAN PENDAPATAN FEE BASED SUB TOTAL BIAYA BIAYA OPERASIONAL BIAYA PERSONALIA BIAYA UMUM SUB TOTAL LABA/RUGI LAPORAN LABA RUGI PT. BANK SYARIAH SISTEM BAGI HASIL REVENUE DISTRIBUTION

17 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 17 Prinsip Bagi Hasil DANA WADIAH Pendapatan atas pengelolaan dana wadiah sepenuhnya menjadi hak bank Bank dapat memberikan bonus  tidak diperjanjikan sebelumnya

18 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 18 Landasan Syariah Manfaat / Keuntungan Wadiah Imam Malik, Al Laits, Abu Yusuf Jika ia mengembalikan harta, maka keuntungan tersebut halal walaupun dengan cara menghasab (menggunakan tanpa izin) Abu Hanifah, Zufar, Muhammad bin Al Hasan: Mengembalikan pokok harta (yang dititipkan kepadanya) sedangkan keuntungannya disedekahkan.

19 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 19 Prinsip Bagi Hasil DANA MUDHARABAH Semua pendapatan dari pengelolaan dana mudharabah yang dihimpun dibagikan kepada shahibul maal APABILA PENGHIMPUNAN > PENYALURAN (PEMBIAYAAN) Pendapatan yang dibagikan adalah pendapatan dari pembiayaan ditambah dengan pendapatan dari penyaluran lainnya (sumber dananya dari dana Mudharabah) APABILA PENGHIMPUNAN < PENYALURAN (PEMBIAYAAN) Pendapatan yang dibagikan hanya sebesar porsi dana mudharabah yang dihimpun saja.

20 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 20 Porsi Pendapatan Pada Unsur Distribusi Bagi Hasil NoPenghimpunan Dana Penyaluran Dana Pendapatan Penyaluran Pendapatan Yang Dibagikan Keterangan Semua pendapatan penyaluran dibagikan / x 350 Sebesar porsi penghimpunan dana saja Semua pendapatan dibagikan Ada dana yang belum disalurkan

21 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 21 Unsur Hasil Usaha Sumber dana Non Mudharabah “hasil” penyaluranSumber Dana Mudharabah NoPembiayaan mudharabah Yes NoPembiayaan musyarakah Yes NoMurabahahYes NoSalam, salam paralelYes NoIstishna, Istishna paralelYes NoIjarah, IMBYes Sumber dana Non Mudharabah “hasil” penyaluranSumber Dana Mudharabah NoSWBIYes NoSertifikat IMAYes NoPenyaluran lainYes PENYALURAN UTAMA PENYALURAN SEKUNDER

22 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 22 Tabel Distribusi Bagi Hasil Jenis Penghimpunan Saldo Rata-rata Porsi Pendapatan Mudharabah Porsi Pemilik Dana (Shahibul Maal) Porsi Pengelola Dana (Mudharib) NisbahJumlahNisbahJumlah (A)(B)(C)(D)(E)(F) Giro WadiahA1B10,00D11,00F1 Tabungan Mudharabah A2B20,55D20,45F2 Deposito Mudharabah 1 BulanA3B30,60D30,40F3 3 BulanA4B40,65D40,35F4 6 BulanA5B50,67D50,33F5 12 BulanA6B60,70D60,30F6 TOTAL(A)(B)(C)(D)(E)(F)

23 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 23 Keterangan Tabel RATA-RATA SEBULAN SALDO HARIAN (KOLOM – A) Sumbernya: dari saldo SSL yang bersangkutan (mis: saldo akhir tgl 1=a1, tgl 2 = a2 dst … tgl 31 = a31) Perhitungannya : a1 + a2 + a3 + ………. a31 Jumlah hari dalam bulan ybs

24 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 24 Keterangan Tabel (lanjutan) PENDAPATAN (kolom – B) Porsi pendapatan pengelolaan dana mudharabah yang akan didistribusikan (sebagai unsur pendapatan pada distribusi bagi hasil / pendapatan) Pendapatan tersebut berupa : Margin (prinsip jual beli – murabahah, istishna, salam dsb) Bagi hasil (prinsip bagi hasil – mudharabah, musyarakah) Perhitungan: Pendapatan per produk (misalnya tabungan mudharabah – kolom B2) adalah : Saldo rata-rata tabungan mudharabah (A2) x total porsi pendapatan mudharabah (B) Total jumlah penghimpunan dana mudharabah (A)

25 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 25 Keterangan Tabel (lanjutan) NISBAH NASABAH (PEMILIK DANA/SHAHIBUL MAAL) (Kolom – C) Angka pembagian untuk pemilik dana (shahibul maal) yang telah disepakati dari awal PENDAPATAN PEMILIK DANA (SHAHIBUL MAAL – kolom D) Adalah porsi pendapatan penyimpan dana dalam rupiah (nominal) Perhitungan : D2 = B2 x nisbah untuk shahibul maal Perhitungan indikasi rate masing-masing produk adalah: Pendapatan penyimpanan dana 365 X Rata-rata sebulan saldo harian Y*) *) umur bulan yang bersangkutan

26 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 26 Keterangan Tabel (lanjutan) NISBAH BANK (MUDHARIB) – kolom E Angka nisbah untuk pengelola dana / bank (mudharib) PENDAPATAN BANK (MUDHARIB) – kolom F Adalah porsi pendapatan bank (mudharib) dalam rupiah (nominal) Perhitungan : F2 = B2 x nisbah bank

27 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 27 Produk Penghimpunan Dana NoProdukPrinsip Syariah 1GiroWadiah Yad Dhamanah 2Tabungan Wadiah Yad Dhamanah dan Mudharabah 3DepositoMudharabah 4InvestasiMudharabah Muqayyadah

28 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 28 Produk Jasa Perbankan NoProdukPrinsip Syariah 1Dana TalanganQardh 2Anjak PiutangHiwalah 3Letter of Credit (LC), Transfer, Inkaso, Kliring Wakalah 4Pinjaman SosialQardhul Hasan 5Safe DepositWadiah Amanah, Ujrah 6Jual Beli Valas (Bank Notes)Sharf 7GadaiRahn 8PayrollUjrah, Wakalah 9Bank GaransiKafalah

29 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 29 PERHITUNGAN SALDO RATA-RATA HARIAN AGTKETERANGANSALDOHARIHITUNGAN 1Setor Rp ,-Rp ,-66 x Rp ,-= Rp ,- 7Setor Rp ,-Rp ,-99 x Rp ,-= Rp ,- 16Setor Rp ,-Rp ,-33 x Rp ,-= Rp ,- 19Tarik Rp ,-Rp ,-44 x Rp ,-= Rp ,- 23Setor Rp ,-Rp ,-66 x Rp ,-= Rp ,- 29Setor Rp ,-Rp ,-33 x Rp ,-= Rp ,- TOTAL= Rp ,- Saldo Rata-rata Harian = Rp ,- = Rp ,- 31 Ket: Jumlah pembagi adalah jumlah hari pada bulan yang bersangkutan Rekening Giro Bp. Wawan

30 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 30 PERHITUNGAN SALDO RATA-RATA HARIAN AGTKETERANGANSALDOHARIHITUNGAN 18 Buka Rek Rp ,- Rp ,-66 x Rp ,-= Rp ,- 24Setor Rp ,-Rp ,-33 x Rp ,-= Rp ,- 27Setor Rp ,-Rp ,-33 x Rp ,-= Rp ,- 30Tarik Rp ,-Rp ,-22 x Rp ,-= Rp ,- TOTAL= Rp ,- Saldo Rata-rata Harian = Rp ,- = Rp ,- 31 Ket: Tanggal akhir bulan dan tanggal jatuh tempo masuk dalam hitungan jumlah hari Rekening Tabungan Sdr. Hafidz

31 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 31 TABEL BAGI HASIL PEMBAGIAN PENDAPATAN SEBELUM ZAKAT DAN PAJAK UNTUK PENYIMPAN DANA DAN BANK JENIS SIMPANAN RATA2 SALDO HARIAN BOBOTPORSI PENDAPATAN TERTIMBANG DISTRIBUSI PENDAPATAN PENYIMPAN DANABANK PORSIPDPTRTNPORSIPDPTRTN (A)(B)(A)X(B)=(C)(D)(E)(F)=(D)X( E) (G)(H)=(D)X(G ) GIRO WADIAH A1B1C1D1E1F1G1H1 TABUNGAN MUDHARABA H A2B2C2D2E2F2G2H2 DEPOSITO MUDHARABA H 1 BLNA3B3C3D3E3F3G3H3 3 BLNA4B4C4D4E4F4G4H4 6 BLNA5B5C5D5E5F5G5H5 12 BLNA6B6C6D6E6F6G6H6 GRAND TOTAL AA CC DD FF HH

32 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 32 DISTRIBUSI PENDAPATAN JENIS SIMPANANRATA2 SEBULAN SALDO HARIAN PENDAPATAN YANG DIBAGI PORSI SHAHIBUL MAALPORSI MUDHARIB NISBAHPENDAPATANRTNNISBAHPENDAPATANRTN (A)(B)(C)(D)=(B)X(C)(E)(F)=(B)X(E) GIRO WADIAHA1B1C1D1E1F1 TABUNGAN MUDHARABAH A2B2C2D2E2F2 DEPOSITO MUDHARABAH 1 BLNA3B3C3D3E3F3 3 BLNA4B4C4D4E4F4 6 BLNA5B5C5D5E5F5 12 BLNA6B6C6D6E6F6 GRAND TOTAL AA BB DD FF

33 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 33 DISTRIBUSI PENDAPATAN Jenis SimpananSaldo Rata2Pendapatan Porsi Pemilik Dana Porsi Bank yang dibagiNisbahRupiahReturnNisbahRupiah Giro Wadiah 2, % -0.00%100% 33 Tab. Wadiah 2, % -0.00%100% 33 Tab. Mudharabah 60, % %49% 392 Dep. Mudharabah - 1 bulan 20, % %48% bulan 25, % %47% bulan 30, % %46% bulan 10, % %45% ,000 2,000 1,

34 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 34 DISTRIBUSI PENDAPATAN Jenis Simpanan Saldo Rata2Pendapatan Porsi Pemilik Dana Porsi Bank yang dibagiNisbahRupiahReturnNisbahRupiah Tab. Mudharabah 60, % %49% 392 Dep. Mudharabah - 1 bulan 20, % %48% bulan 25, % %47% bulan 30, % %46% bulan 15, % %45% ,000 2,000 1,

35 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 35 Perhitungan HI per mil HI per mil : Total DP x Pendapatan x Total PBYTotal DP3

36 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 36 CARA PERHITUNGAN BAGI HASIL Total PendapatanD Dana Pihak Ke.3 Mudharabah (DPKM)A Giro Wajib Minimum (5% dr DPKM)B Total InvestasiC Jumlah Hari Kalender28 / 30 / 31 HI-1000E (DKPM – GWM) Total Pendapatan HI = X X Total Investasi DPKM

37 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 37 Contoh perhitungan Bagi Hasil DPKM (Dana Pihak Ketiga Mudharabah) yaitu Dana Nasabah dengan Akad Mudharabah A DPKM yang dapat disalurkan pada pembiayaan = DPKM x (1- GWM => simpanan wajib pada Bank Indonesia =5%) B Dana bank Pembiayaan yang disalurkanC Pendapatan dari penayaluran pembiayaanD Pendapatan Investasi dari setiap 1000 DPKME15,83 B 1 E = --- X D X --- X C A

38 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 38 Contoh Perhitungan Bagi Hasil Pendapatan Investasi dari setiap 1000 DPKME15,83 Saldo rata-rata harianF ,00 Nisbah nasabah (disepakati awal akad)G71,00 Porsi bagi hasil untuk nasabah bulan ini (rupiah)H ,00 F G H = X E X Contoh : Tuan Ahmad memiliki deposito Mudharabah di BMI sebesar Rp. 10 juta dengan nisbah nasabah 71 dan BMI 29, dan masa pengendapatan selama satu bulan H = X 15,83 X

39 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 39 Perhitungan HI-1000 & Eq. Rate HI-1000 : x x = 13, Eqv. Rate : Nisbah x HI-1000 x Jml Bulan = 51 x x = 8,16 %

40 Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 40 Perhitungan Bagi Hasil Wawan : x 8,16% 1. Bagi Hasil : = 66,23 12 atau : x (51% x 13,33) 2. Bagi Hasil : = 66,


Download ppt "Ska, 01 JULI 2007 Diamond Syariah Indonesia 1 TEHNIK PERHITUNGAN BAGI HASIL."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google