Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

3 sks BAB I PENDAHULUAN. TEORIKONSEPMETODOLOGI APA ITU KONSEP ? MERUPAKAN GAMBARAN (WACANA) ABSTRAK DARI FENOMENA ALAMI DAN FENOMENA SOSIAL MERUPAKAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "3 sks BAB I PENDAHULUAN. TEORIKONSEPMETODOLOGI APA ITU KONSEP ? MERUPAKAN GAMBARAN (WACANA) ABSTRAK DARI FENOMENA ALAMI DAN FENOMENA SOSIAL MERUPAKAN."— Transcript presentasi:

1 3 sks BAB I PENDAHULUAN

2 TEORIKONSEPMETODOLOGI

3 APA ITU KONSEP ? MERUPAKAN GAMBARAN (WACANA) ABSTRAK DARI FENOMENA ALAMI DAN FENOMENA SOSIAL MERUPAKAN GAMBARAN (WACANA) ABSTRAK DARI FENOMENA ALAMI DAN FENOMENA SOSIAL WACANA FENOMENA ALAMI, MELAHIRKAN ALIRAN POSITIVISTIK – NATURALISTIK (NATURAL LAW) WACANA FENOMENA ALAMI, MELAHIRKAN ALIRAN POSITIVISTIK – NATURALISTIK (NATURAL LAW) WACANA FENOMENA SOSIAL, MELAHIRKAN ALIRAN HUMANISTIK – KULTURALISTIK (SOCIAL LAW) WACANA FENOMENA SOSIAL, MELAHIRKAN ALIRAN HUMANISTIK – KULTURALISTIK (SOCIAL LAW)

4 KONSEP Fenomena alami, berkaitan dengan: posisi dan lokasi wilayah/geografi, kondisi sumberdaya alam, kondisi kependudukan (SDM) – disebut Trigatra/Sikayamampu Fenomena alami, berkaitan dengan: posisi dan lokasi wilayah/geografi, kondisi sumberdaya alam, kondisi kependudukan (SDM) – disebut Trigatra/Sikayamampu

5 Fenomena sosial, berkait dengan: peristiwa ideologi, peristiwa politik, peristiwa ekonomi, peristiwa sosial, peristiwa budaya, dan peristiwa pertahanan dan keamanan masyarakat (IPOLEKSOSBUDHANKAM) Fenomena sosial, berkait dengan: peristiwa ideologi, peristiwa politik, peristiwa ekonomi, peristiwa sosial, peristiwa budaya, dan peristiwa pertahanan dan keamanan masyarakat (IPOLEKSOSBUDHANKAM)

6 FUNGSI KONSEP Memberi pengertian dan pemahaman ttg sesuatu (kognitif dan afektif atau understanding) Memberi pengertian dan pemahaman ttg sesuatu (kognitif dan afektif atau understanding) Memberikan penjelasan atau keterangan ttg sesuatu (explanasi) Memberikan penjelasan atau keterangan ttg sesuatu (explanasi) Menilai suatu kondisi obyek (evaluatif) Menilai suatu kondisi obyek (evaluatif) Dapat memberitahu ttg sesuatu (informatif dan komunikatif) Dapat memberitahu ttg sesuatu (informatif dan komunikatif) Menghasilkan suatu istilah yang sifatnya praktis dan sederhana (pragmatis) Menghasilkan suatu istilah yang sifatnya praktis dan sederhana (pragmatis)

7 TUJUAN KONSEP Sebagai reduksi atau refleksi dari peristiwa, realita, gejala atau fenomena sosial yang berisikan data dan fakta- fakta sosial Sebagai reduksi atau refleksi dari peristiwa, realita, gejala atau fenomena sosial yang berisikan data dan fakta- fakta sosial Untuk merumuskan kesepakatan (komitmen) definisi, pengertian, istilah, kata-kata, kalimat atau label-label dari fenomena sosial sebagai konsep-konsep sosial Untuk merumuskan kesepakatan (komitmen) definisi, pengertian, istilah, kata-kata, kalimat atau label-label dari fenomena sosial sebagai konsep-konsep sosial

8 Untuk merumuskan simbol-simbol, kategorisasi, mitos, formula/dalil, dan kode-kode (morse) sebagai hasil konstruksi kelompok tertentu yang sifatnya lebih halus daripada peristiwa dan konsep-konsep sosial yang dirumuskan sebelumnya Untuk merumuskan simbol-simbol, kategorisasi, mitos, formula/dalil, dan kode-kode (morse) sebagai hasil konstruksi kelompok tertentu yang sifatnya lebih halus daripada peristiwa dan konsep-konsep sosial yang dirumuskan sebelumnya

9 MANFAAT KONSEP Dengan konsep, manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lain dan bahkan dengan machluk lain, karena adanya kesamaan pemahaman (mutual understanding) dan kesamaan pemaknaan (mutual meaning) Dengan konsep, manusia dapat berkomunikasi dengan manusia lain dan bahkan dengan machluk lain, karena adanya kesamaan pemahaman (mutual understanding) dan kesamaan pemaknaan (mutual meaning)

10 PROSES KONSEP KE TEORI PROSES KONSEP KE TEORI Halus KODE (Askripsi, Morse) (Askripsi, Morse)FORMULA (dalil, rumus, stikma) MITOS (legenda, cerita) SIMBOL (Bahasa) SIMBOL (Bahasa) KATAGORISASI (Teoritisasi) Kasar KONSEP (Istilah) Kasar KONSEP (Istilah) PERISTIWA, FENOMENA PERISTIWA, FENOMENA Sensing, Persepsi dan Interpretasi Fakta dan Realita

11 FOKUS PEMBELAJARAN FENOMENA/PERISTIWA REALITA METODOLOGI KONSEP TEORI EMPIRISEMPIRIS NONEMPIRISNONEMPIRIS

12 Peristiwa/Fenomena/Realita/Gejala Proses dan kemampuan Penginderaan (sensing) Definisi konsep (sbg knowledge) Pembentukan proposisi (postulat/aksioma dan teorem) TEORI Non Uji Hipotesis TEORI Non Uji Hipotesis (kualitatif) (kualitatif) Uji Hipotesis (kuantitatif) Variabel dan Indikator Definisi operasional Fokus

13 PENGERTIAN TEORI Teori adalah sekelompok konsep yang saling berkaitan, yang dirancang untuk memberikan penjelasan yang utuh mengenai fenomena tertentu atau suatu irisan realitas. Teori adalah sekelompok konsep yang saling berkaitan, yang dirancang untuk memberikan penjelasan yang utuh mengenai fenomena tertentu atau suatu irisan realitas. Suatu teori adalah cara melihat realitas, cara untuk menemukan hubungan-hubungan komponen realitas. Suatu teori adalah cara melihat realitas, cara untuk menemukan hubungan-hubungan komponen realitas.

14 TEORI ORGANISASI DAN ADMINISTRASI Robbins (1994) teori organisasi merupakan salah satu subdisiplin ilmu administrasi yg mempelajari struktur dan desain organisasi Robbins (1994) teori organisasi merupakan salah satu subdisiplin ilmu administrasi yg mempelajari struktur dan desain organisasi Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti. Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi, siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti. Desain organisasi, menekankan sisi manajemen dari teori organisasi. Desain organisasi, menekankan sisi manajemen dari teori organisasi.

15 KEDUDUKAN TEORI Kemampuan utk menge- tahui sesuatu (knower) indrawiakalrohani Kemampuan berfikir atau menalar sesuatu (knowing) kognitifafektifkonatif Pengetahuan (knowledge) Ilmu (science) Ilmu adalah kumpulan pengetahuan manusia yg rasional dan kognitif yg disusun se- cara sistematis dg menggunakan metode tertentu yg dapat dipelajari sehingga mem- berikan manfaat dibidang wawasan berfikir maupun dibidang pekerjaan (aktivitas) Konsep lahir dari akumulasi rumpunan pengetahuan Dua potensi manusia 1 Konsep (concept) Teori (theory) Teori tercipta dari akumulasi rumpunan konsep Ilmu lahir dari akumulasi rumpunan teori 2 Menghasilkan

16 STUDI ORGANISASI Studi Organisasi Tingkatan Makro Tingkatan Mikro Memusatkan pada struktur dan proses dan melihat orga- nisasi sbg kesatuan sosial yg berinteraksi dg lingkunganya Memusatkan pada dinamika perilaku manusia (sbg individu atau kelompok dalam organisasi Teori Organisasi Perilaku Organisasi disebut

17

18 PERBANDINGAN TEORI ORGANISASI DENGAN PERILAKU ORGANISASI PembandingTeori OrganisasiPerilaku Organisasi 1. TingkatanMakro Perilaku dari organisasi dan efektifitas organisasi Mikro Perilaku orang di dlm Organisasi dan kinerja 2. Fokus 3. Unit analsis Organisasi itu sendiri atau sub-sub utamanya Individu-individu dan kelompok-kelompok kecil 4.Topik utama Kemampuan organisasi scr keseluruhan utk menyesu- aikan diri dan mencapai tujuannya, dsb Perilaku individu spt; per- sepsi, motivasi, dan perilaku kelompok spt; ko- munikasi, konflik, dsb Sumber: Diadaptasi dari Robbins, Teori Organisasi, Penerbir Arcam,1994, h.8

19 UNSUR UTAMA ORGANISASI Gerloff (1985: 6) dalam Kusdi (2009) menyatakan karakteristik utama organisasi dapat diringkas sebagai 3-P, yakni: Purposes, People, dan Plan. Gerloff (1985: 6) dalam Kusdi (2009) menyatakan karakteristik utama organisasi dapat diringkas sebagai 3-P, yakni: Purposes, People, dan Plan. Sesuatu disebut organisasi bila memiliki; Sesuatu disebut organisasi bila memiliki; 1. tujuan (purposes); 2. terdiri beberapa anggota (people), dan 3. rencana (plan) untuk mencapai tujuan. Dalam aspek ”rencana” terkandung maksud semua hal (seperti sistem, struktur, disain, strategi, dan proses) yang dirancang untuk menggerakkan unsur manusia dalam mencapai tujuan.

20 DEFINISI ORGANISASI Martani Huzaini, “organisasi sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia,yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memilki fungsi dan tugasnya masing-masing, yang sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas sehingga bisa dipisahkan secara tegas dengan lingkungannya” “organisasi sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia,yang saling berinteraksi menurut suatu pola tertentu sehingga setiap anggota organisasi memilki fungsi dan tugasnya masing-masing, yang sebagai kesatuan mempunyai tujuan tertentu dan mempunyai batas-batas yang jelas sehingga bisa dipisahkan secara tegas dengan lingkungannya” Robbin (1994:4) Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordina- sikan secara sadar, dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordina- sikan secara sadar, dengan batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai tujuan bersama atau sekelompok tujuan

21 Dari kedua definisi di atas dapat diurai menjadi bagian- bagian yang lebih relevan. 1. Kesatuan sosial, berarti bahwa organisasi terdiri dari orang atau kelompok orang yang saling berinteraksi satu sama lain. 2. Dikooordinasikan dengan sadar- melalui penugasan, delegasi wewenang, pengaturan dan penyusunan berdasarkan pola yang logis-, berarti organisasi dalam menjalankan aktivittasnya melalui manajemen 3. Organisasi mempunyai batas-batas yang jelas, sehing- ga bisa dipisahkan secara tegas dengan lingkungannya 4. Orang atau kelompok orang dalam organisasi mempunyai keterikatan yang terus menerus, bukan kelompok orang-orang yang berinteraksi secara sementara (ad hoc), temporer, atau terputus-putus 5. Organisasi adalah instrumen yang dikembangkan untuk mencapai tujuan – tujuan tertentu yang tidak bisa atau sulit dicapai oleh individu-individu secara sendiri-sendiri.

22 Mengapa manajemen ada dan dibutuhkan oleh semua tipe organisasi? Ada tiga alasan utama diperlukannya manajemen Ada tiga alasan utama diperlukannya manajemen 1. Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi 2. Manajemen dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antar tujuan-tujuan, sasaran-sasaran, dan kegiatan- kegiatan yang saling bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi. 3. Manajemen dibutuhkan untuk menjamin tercapai efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan.

23 Ilmu administrasi adalah cabang ilmu pengeta- huan yang berusaha secara sistematis untuk mengkaji dan memahami mengapa dan bagai- mana manusia bekerja sama dan membuat sistem kerjasama itu lebih bermanfaat bagi kemanusiaan atau peningkatan mutu kehidupan. Ilmu administrasi adalah cabang ilmu pengeta- huan yang berusaha secara sistematis untuk mengkaji dan memahami mengapa dan bagai- mana manusia bekerja sama dan membuat sistem kerjasama itu lebih bermanfaat bagi kemanusiaan atau peningkatan mutu kehidupan. administrasi adalah cara atau sarana mengge- rakkan organisasi, dengan tugas mengarahkan organisasi mencapai tujuan yang diinginkan. administrasi adalah cara atau sarana mengge- rakkan organisasi, dengan tugas mengarahkan organisasi mencapai tujuan yang diinginkan.

24 Administrasi Administrasi berfokus kepada penetapan arah organisasi, meletakkan administrasi pada level atas (pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi). Cara fikir administrasi berorientasi pada tujuan (end-oriented), Manjemen manajemen mengurusi bagai- mana mencapai arah yang telah ditetapkan tersebut. sementara manajemen ada pada level menengah-bawah manajemen berorientasi pada sarana atau cara mencapai tujuan (means-oriented).

25 Bagaimana dengan manajemen yang juga mengklaim hal yang sama, bahwa ia adalah sarana bagi organisasi untuk dapat secara efektif dan efisien bekerja mencapai tujuannya ? Bagaimana dengan manajemen yang juga mengklaim hal yang sama, bahwa ia adalah sarana bagi organisasi untuk dapat secara efektif dan efisien bekerja mencapai tujuannya ?

26 ADMINISTRASI vs MANAJEMEN Hodgkinson (1978: 5). Menyatakan: Administrasi adalah aspek- aspek yang lebih banyak berurusan dengan formulasi tujuan, masalah-masalah yang menyangkut nilai, dan komponen manusia dalam organisasi. Sementara manajemen adalah aspek-aspek yang lebih rutin, definitif, terprogram, dan cenderung kepada metode kuantitatif. Hodgkinson (1978: 5). Menyatakan: Administrasi adalah aspek- aspek yang lebih banyak berurusan dengan formulasi tujuan, masalah-masalah yang menyangkut nilai, dan komponen manusia dalam organisasi. Sementara manajemen adalah aspek-aspek yang lebih rutin, definitif, terprogram, dan cenderung kepada metode kuantitatif. Jadi, meskipun sama tugasnya, namun administrasi dan manajemen berbeda posisinya. Jadi, meskipun sama tugasnya, namun administrasi dan manajemen berbeda posisinya. Administrasi berfokus kepada penetapan arah organisasi, sementara manajemen mengurusi bagaimana mencapai arah yang telah ditetapkan tersebut. Administrasi berfokus kepada penetapan arah organisasi, sementara manajemen mengurusi bagaimana mencapai arah yang telah ditetapkan tersebut. Oleh karena itu, Hodgkinson meletakkan administrasi pada level atas (pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi), sementara manajemen ada pada level menengah-bawah. Oleh karena itu, Hodgkinson meletakkan administrasi pada level atas (pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi), sementara manajemen ada pada level menengah-bawah.

27 Dalam prakteknya, setiap anggota organisasi dalam posisi apa pun berkepentingan terhadap aspek administratif maupun aspek manajerial. Dalam prakteknya, setiap anggota organisasi dalam posisi apa pun berkepentingan terhadap aspek administratif maupun aspek manajerial. Dalam kadar tertentu, anggota pada level terbawah pun dapat terlibat dalam aspek administratif, dalam arti ikut menentukan arah dan tujuan organisasi Dalam kadar tertentu, anggota pada level terbawah pun dapat terlibat dalam aspek administratif, dalam arti ikut menentukan arah dan tujuan organisasi Pembauran antara aspek administratif dan manajerial adalah sesuatu yang lazim terjadi, terutama di level praktek. Hanya saja, secara teoritis pembedaan seperti di atas tetap perlu dilakukan. Bagaimana pun, hal ini mempengaruhi apa dan bagaimana domain ilmu administrasi disusun. Pembauran antara aspek administratif dan manajerial adalah sesuatu yang lazim terjadi, terutama di level praktek. Hanya saja, secara teoritis pembedaan seperti di atas tetap perlu dilakukan. Bagaimana pun, hal ini mempengaruhi apa dan bagaimana domain ilmu administrasi disusun.

28 1. Kesamaan Sifat-sifat  Keduanya memiliki : a. Sifat seni, ilmu dan profesi; b. Sifat dinamis; c. Sifat integratik; d. Sifat normatif; e. Sifat generik 2. Kesamaan Prinsip 3. Kesamaan Karakteristik 4. Kesamaan Sarana 5. Kesamaan Fungsi-fungsi

29 TOA Berkaitan dengan teori organisasi, dapat dikatakan bahwa teori administrasi pada dasarnya berjalan kurang-lebih seiring dengan teori organisasi. Berkaitan dengan teori organisasi, dapat dikatakan bahwa teori administrasi pada dasarnya berjalan kurang-lebih seiring dengan teori organisasi. Jika teori organisasi menggambarkan abstraksi mengenai apa itu organisasi, maka administrasi lebih menekankan implikasinya terhadap pengelolaan organisasi, yakni bagaimana menerapkannya ke dalam pengelolaan organisasi, khususnya pada level strategi atau penentuan arah organisasi. Jika teori organisasi menggambarkan abstraksi mengenai apa itu organisasi, maka administrasi lebih menekankan implikasinya terhadap pengelolaan organisasi, yakni bagaimana menerapkannya ke dalam pengelolaan organisasi, khususnya pada level strategi atau penentuan arah organisasi. TOA adalah,…………………………………………. TOA adalah,………………………………………….

30 PENGGOLONGAN TEORI ADMINISTRASI Grand theory, adalah teori yang mendapatkan pengakuan sebagai salah satu cabang ilmu dan dapat melahirkan teori baru. Grand theory, adalah teori yang mendapatkan pengakuan sebagai salah satu cabang ilmu dan dapat melahirkan teori baru. Contoh Grand theory administrasi adalah teori yang dikemukakan oleh Taylor, Fayol, dsb Contoh Grand theory administrasi adalah teori yang dikemukakan oleh Taylor, Fayol, dsb Middle range theory, merupakan hasil dari pengembangan grand theory Middle range theory, merupakan hasil dari pengembangan grand theory Contoh, Contoh, Reinforcement theory, merupakan sumbangan dari disiplin ilmu lainnya Reinforcement theory, merupakan sumbangan dari disiplin ilmu lainnya Contoh teori motivasi, teori dinamika kelompok Contoh teori motivasi, teori dinamika kelompok Grounded theory, sumber pembenaran yang dikandung dalam teori, mis., etika, budaya, norma. Grounded theory, sumber pembenaran yang dikandung dalam teori, mis., etika, budaya, norma. Contoh teori etika administrasi, Contoh teori etika administrasi,

31 RUANG LINGKUP TOA 1. Pengantar 2. Pendahuluan 3. Evolusi Teori Oganisasi dan Administrasi 1 4. Evolusi Teori Oganisasi dan Administrasi 2 5. Organisasi Publik dan Bisnis 6. Analisis Lingkungan Organisasi 7. Sasaran dan efektivitas organisasi 8. Strategi Organisasi 9. Pengambilan Keputusan, Kekuasaan dan Politik Dalam Organisasi 10. Ukuran, Daur Ulang dan Pertumbuhan Organisasi 11. Teknologi Organisasi 12. Struktur Organisasi 13. Desain Struktur Organisasi 14. Perubahan Organisasi

32


Download ppt "3 sks BAB I PENDAHULUAN. TEORIKONSEPMETODOLOGI APA ITU KONSEP ? MERUPAKAN GAMBARAN (WACANA) ABSTRAK DARI FENOMENA ALAMI DAN FENOMENA SOSIAL MERUPAKAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google