Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH ALFISOL. Diunduh dari: www.cabnr.unr.edu/.../10%20NRES%20322%20Chapter%207.ppt ………….. 21/2/2013 Kondisi umum 12.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH ALFISOL. Diunduh dari: www.cabnr.unr.edu/.../10%20NRES%20322%20Chapter%207.ppt ………….. 21/2/2013 Kondisi umum 12."— Transcript presentasi:

1 BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH ALFISOL

2 Diunduh dari: ………….. 21/2/2013 Kondisi umum 12 ordo tanah

3 Diunduh dari: ………….. 21/2/2013

4 TANAH ALFISOL IKHTISAR 1.Vegetasi: Hutan deciduous (prairie, lahan berumput) 2.Iklim: thermik atayu lebih hangat, mesik atau lebih dingin 3.Rezim lengas tanah: Lengas tanah erratik 4.Ciri tanah yang utama: Kejenuhan basa medium - tinggi 5.Horison penciri: albik, argillik (natrik, kandik) 6.Epipedon: okhrik (mollik, umbrik) 7.Proses utama: Pelapukan, eluviasi /illuviasi. 8.Dalam sistem klasifikasi tanah menurut FAO, kebanyhakan Alfisols diklasifikaiskan sebagai Luvisols atau Lixisols, tetapi beberapa lainnya diklasifikasikan sebagai Nitosols.LuvisolsLixisolsNitosols

5 TANAH ALFISOL KONDISI LINGKUNGAN : IKLIM Kondisi iklim tempat berkembangnya tanah Alfisol adalah Thermik atau lebih hangat, dan Mesik atau lebih dingin. Oleh karena itu, kebanyakan Alfisol berada di daerah Temperate, tetapi tanah ini juga banyak ditemuakn di daerah tropis dan subtropis. Alfisols can occur generally in zones with a temperature range from below 0 o C to above 22 o C. Important for the development of Alfisols is the change between periods of high moisture content and high soil temperature, to break down the primary mineral components and to leach the weathered products, and low moisture content and low soil temperatures, which permit the precipitation or accumulation of the weathered products. Kebanyakan Alfisol mempunyai rezim lengas tanah Udik, ustik, atau Xerik, dan dan kebanyakan mempunyai kondisi Aquik, tetapi tidak mempunyai rezim lengas-tanah Perudik. Suborder Aqualfs memerlukan kondisi lengas tanah lebih basah, dibandingkan dnegan subordo lainnya. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

6 TANAH ALFISOL VegetaSI Kebanyakan alfisol berkembang pada kondisi vegetasi hutan berdaun lebar, tetapi ada juga yang berkembang pada kondisi vegetasi padang rumput dan prairie. Dalam ekosistem hutan, pepohonan menghasilkan baanyak bahan organik (seresah hutan) di permukaan tanah, hal ini berbeda dengan ekosistem padang rumput. In those ecosystems the organic matter is enriched by the huge rootsystem of the grass or prairie cover. While present vegetation may be deciduous forest, earlier vegetation may have been grass or conifers. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

7 TANAH ALFISOL TOPOGRAFI - Relief: Pada kebanyakan alfisol kondisi drainage cukup baik dan tidak menjadi “pembatas” dengan water-table berada di bawah solum selama peropde yang cukup panjang dalam setahun. Misalnya, subordo Aqualfs secara fungsional berhubungan dnegan posisi lanskap.. Alfisols develop under several drainage conditions ranging from excessive on hill crest and steep slopes (e.g Lithic Hapludalfs) to poorly drained footslopes and level plains (e.g. Albaqualfs). Alfisol tidak berkembang pada lereng yang snagat curam, alluvial dataran banjir, dan depresi yang drainasenya snagat jelek. Kondisi elevasi tinggi dengan curah hujan terbatas sangat sesuai bagi perkembangan alfisol di daerah tropis. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

8 TANAH ALFISOL BAHAN INDUK TANAH Bahan induk mempunyai peranan sangat penting pada pembentukan mineral liat dalam tanah. Resistemnsi terhadap pelapukan dan komposisi mineral primer bersama dnegan faktor pembentukan tanah lainnya sangat menentukan jenis mineral liat yang terbentuk. Generally, a wide variety of clay minerals ranging from kaolinites, hydrous micas, montmorillonites to vermiculites can occur. It should be stressed that several clay minerals do have a potential to adsorb exchangeable bases (high cation exchange capacity), which is a critera that should be met to qualify for an Alfisol. Kebanyakan Alfisols ditemukan pada lanskap yang relatif tua (awal zaman Holocene atau lebih tua), suplai mineral primer snagat baik. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

9 TANAH ALFISOL WAKTU - Time: Kebanyakan Alfisols memerlukan proiode waktu yang lebih lama untuk perkembangannya. Several studies postulated that the time to develop Alfisols is at least 200 y, where an argillic horizon is approached, to 1000 y for a clear expression of an Alfisol profile, and even longer periods, depending on the other soil forming factors. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

10 TANAH ALFISOL: Proses Pelapukan mineral primer menjadi prasyarat bagi proses-proses selanjutnya pembentukan Alfisols. Air diperlukan untuk mempercepat pelapukan fisika dan kimiawi, terutama untuk proses-proses hidrasi, hydrolysis, dan oksidasi. Kalau mineral primer mengalami pelapukan pada kondisi lingkungan alkalin, maka hasil pelapukannya didominasi oleh karbonat. Pelepasan H + untuk Ca 2+, Mg 2+, dan kation-kation lainnya, dari akar tumbuhan juga merupakan proses pelapukan. At the same time, under forest vegetation, most profiles show Ca 2+ and Mg 2+ higher in amount in the surface horizon than in horizons below. This may be attributed to recycling through leaf fall and decay. On the other hand, lower Ca 2+ and Mg 2+ values in the lower horizons of Alfisol solum can be an indication of more intense weathering. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

11 The litter is decomposed to form an A horizon (decomposition, humification, mineralization). Under deciduous forest often an O and A horizon is found. There is relatively little accumulation of organic matter in the mineral horizons due to cycling of nutrients in the upper horizons. Siklus biologis hara dari horison B ke horison A dan O merupakan proses penting dalam tanah-tanah alfisol berhutan.. Hal ini mnejelaskan tingginya kandungan basa-basa (Ca, Mg, dan K) dalam epipedon okhrik. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Proses

12 Proses dominan dalam pembentukan alfisol adalah Eluviasi liat (dalam bentuk organik dan anorganik) dari horison A dan E, liat yang dibentuk oleh pelapukan mineral dan liat-liat yang ditambahkan ke material aeolin. Material eluviasi (yang terangkut ke luar horison A) mengalami iluviasi pada horison B di bawahnya (illuviasi), menghasilkan Horison argillik. Oleh karena itu, horison E kehilangan koloid organik, mineral liat, dan / atau oksida dan hidroksida, menghasilkan pembentukan horison penciri Albik. Proses translokasi liat juga disebut proses “lessivage”. An erratic moisture regime favors the formation of an argillic horizon, because the processes of weathering and translocation are supported by percolation water and the precipitation of the translocated material by dry moisture conditions. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Proses

13 The details of eluviation and illuviation can highlight the complexity of a variety of subprocesses involved in the development of Alfisols. Leaching of carbonates from the toplayers appear to be a prerequisite before clay can migrate. The presence of exchangeable calcium (from calcium carbonate) flocculates clay particles, creating particles that are too large to be transported in suspension. Removal of the calcium leaves the solum in a condition favorable for the dispersion of clay particles. When the clay particles are dispersed in an aqueous suspension translocation from the A and E horizons into the B horizon occurs with or without aid of complexing organic compounds, and possibly by migration of Si, Fe and Al under the influence of percolating water. Fine clays move more readily than coarse clay, therefore, the fine clay to total clay ratios are typically higher in the B horizon ( ) than in the A and E horizons ( ). Freshly formed clays tend to move more readily than older clays. Pengaruh BO terhadap fenomena transpor koloid liat dalam tanah telah banyak diteliti para ahli. Bahan organik berfungsi sebagai elektron donor untuk reduksi dan pelarutan oksida besi yang tercuci. Sesquioxida tidak berfungsi sebagai agen kohesi. Adanya asam-asam organik cenderung untuk menyebabkan destabilisasi agregat mikro dan menghasilkan dispersi liat dan pencucian liat. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Proses

14 Argillans (clay coatings) are formed in the B horizon, which are often fewer in the upper B compared to the lower B horizon(s). This can be explained by shrink- swell cycles (freezing-thawing, wetting-drying), soil creep, and biologic mixing, which are more intense in the upper horizon. Pengendapan liat, seringkali bersama dengan sequioksida dan bahan organik, dalam horison argilik dapat terjadi karena faktor-faktor: 1.Deplesi air perkolasi karena sorpsi oleh gumpalan/ agregat tanah, 2.Pembengkakan (pengembangan) dinding-dinding pori, sehingga memperlambat air perkolasi, 3.Efek ayakan (saringan) oleh adanya penyumbatan pori halus, 4.Flokulasi liat yang bermuatan negatif oleh oksida besi yang bermuatan positif dalam horison Bt atau oleh kalsium pada bagian bawah solum yang kejenuhan basanya lebih tinggi, 5.pH rendah yang cocok untuk proses flokulasi. Akumulasi liat “may be masked” oleh proses lain seperti “pedo-turbation”. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Proses

15 Additionally, there might be in situ formation of clay minerals in the B horizon by weathering of primary minerals such as feldspars, micas, and ferromagnesian minerals, or by neosynthesis from illuvial weathering products. In young Alfisols the illuviation is the dominant process for the formation of an argillic horizon, whereas through time the in situ formation of clays within the argillic horizon becomes more dominant. If the accumulation of clay materials in the Bt horizon is high it results in a decrease of percolation and subsequent waterlogging (reducing, anerobic environmental conditions). The slower permeability also favors the in situ weathering of primary minerals to clays. For example, Palexeralfs form on earlier-Pleistocene deposits when clay accumulation and slow permeability is sufficient to cause perching of a seasonal water table in the winter. Under such conditions iron oxide concretions form in horizons affected by a perched water table above dense B horizons. Pada kebanyakan Alfisols tidak ada pengusiran Fe dan Al dari horison E masuk ke horison B. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya proses “cheluviation” ion-ion logam dan koloid organik membentuk kompleks oganik-logam dan ditranslokasikan. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Proses

16 Profil Alfisol yang khas adalah: Di lokasi-lokasi yang tidak digarap untuk budidaya: Horison O sangat tipis; Di llokasi yang digarap: Tidak ada Horison O. Horison A tipis (kurang dari 15 cm), Struktur granuler atau remah dengan derajat yang “lemah”. Moderate thin E horizon ( cm), platy structure, light-colored B horizon, usually with several subdivisions, which is normally between cm thick, moderate to strong angular or subangular blocky structure, a lower case 't' is used to denote for an accumulation of silicate clay Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Ciri-ciri

17 Karakteristik horison penciri ALBIK: 1.Kaya partikel ukuran debu atau lebih besar 2.High amount of stable minerals such as quartz, tourmaline and rutile 3.Tidak ada bahan organik 4.Partikel-partikel tidak mengalami agregasi 5.pH lebih tinggi dibandingkan horison Argillik (pH ) 6.Eh lebih tinggi dibandingkan horison Argillik 7.KTK rendah 8.Struktur pipih. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Ciri-ciri

18 Karakteristik horison penciri ARGILIK: 1.Accumulation of clay (organic and mineral colloids). The illuviated materials are deposited on structural aggregates, along root channels and on the surfaces of coarser particles (e.g. argillans) 2.Akumulasi oksida Al dan Fe (sebagian dijerap mineral liat) 3.Koloid organik, terutama berbentuk kompleks organo-liat 4.pH lebih rendah dibandingkan dnegan horison ALBIK (pH ) 5.Eh lebih rendah dibandingkan dengan horison ALBIK 6.KTK tinggi 7.Struktur Blocky. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Ciri-ciri

19 Persyaratan kualifikasi Alfisol adalah: Status basa tinggi : kejenuhan basa > 35 % pada kedalaman 125 cm di bawah batas atas horison argillic, natric, ataur kandik. Horison argillic tidak berada di bawah horison spodik atau oksik. Rezim suhu tanah beragam, kecuali pergelik The suborders of Alfisols are distinguished by soil temperature and soil moisture. The suborders, great groups, and subgroups of Alfisols are described in the Keys to Soil Taxonomy.Keys to Soil Taxonomy Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: Klasifikasi

20 They have aquic conditions for some time in most years within 50 cm of the mineral horizon and redoximorphic features in the upper 12.5 cm of the argillic, natric, or kandic horizon. Their appearance is normally controlled by gray redox depletions and higher-chroma redox concentrations. In some, ground water is near the surface during a considerable part of the year but drops to depths below the argillic (or natric, kandic horizon) in another part of the year. In others, the ground water may be deep most of the year but horizons that have low hydraulic conductivity restrict the downward movement of water and extend the period of saturation. Aqualfs occur in many parts of the world, mostly in small areas in deposits of late-Pleistocene age, where they occupy depressional areas or low-gradient landscapes subject to seasonal high water tables. Nearly all Aqualfs are believed to have supported forests at some time in the past. Most Aqualfs, except those that have a frigid or cryic temperature regime, have some artificial drainage or other water control and are cultivated. Padi merupakan jenis tanaman yang lazim pada Aqualfs yang mempunyai rezim suhu thermik atau lebih hangat.. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013 TANAH ALFISOL: AQUALFS

21 TANAH ALFISOL Boralfs: Boralfs adalah tanah-tanah alfisol yang drainasenya cukup baik di daerah iklim dingin. Tanah-tanah ini mempunyai rezim suhu Xeruik dan rezim air-tanah Udik. They form in North America, eastern Europe, and Asia above 49 o north latitude and in some high mountains south of that latitude. In the mountains, they tend to form below the Spodosols or Inceptisols. Most of them are or have been under a coniferous forest. Characteristically, Boralfs have an O horizon, an albic horizon, and an argillic horizon. A thin A horizon is present in some. In regions of the least rainfall, they are neutral or slightly acid in all horizons and a Bk horizon may underlie the argillic horizon. Tanah-tanah ini di daerah yang lebih humid, mempunyai horison albik yang bagian bawahnya sangat masam, dan horison algilik yang bagian atasnya sangat masam. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

22 TANAH ALFISOL Udalfs: Udalfs mempunyai drainase yang baik, rezim airnya udik, dan rezim suhunya frigid, mesik, isomesik atau lebih hangat. They are principally but not entirely on late- Pleistocene deposits and erosion surfaces of about the same age. Some of the Udalfs that are on older surfaces are underlain by limestone or other calcareous sediments. Udalfs are very extensive and are believed to have had forest vegetation at some time during development. Most Udalfs with a mesic or warmer temperature regime have or had a deciduous forest vegetation and many of the frigid temperature regime have or had mixed coniferous and deciduous trees. Many Udalfs have been cleared of forests and intensively farmed, and as a result of erosion many now have only an argillic or a kandic horizon below the Ap horizon that is mostly material part of the argillic or kandic horizon. Others are on stable surfaces and retain most of their eluvial horizon above the argillic or kandic horizon. Biasanya, tanah-tanah yang tidak terganggu mempunyai horison A yang tipis berwarna gelap oleh adanya humus. Beberapa Udalfs mempunyai horison natrik, lainyya mempunyai fragipan di dalam atau di bawah horison argillik atau kandik.. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

23 TANAH ALFISOL Ustalfs: They have an ustic moisture regime and a frigid, mesic, isomesic, or warmer temperature regime. They do not have, near the soil surface, both redoximorphic features with low chroma and aquic moisture regime for some time in normal years or artificial drainage. Moisture moves through most of these soils to deeper layers only in occasional years. If there are carbonates in the parent material or in the dust that settles on the surface, they tend to have a Bk or a calcic horizon below or in the argillic or kandic horizon. The dry season or seasons are pronounced enough that trees are either deciduous or xerophytic. Many of these soils have or have had a savanna vegetation and some were grasslands. Most of these soils are used for cropland of for grazingland. Ustalfs are the Alfisols of subhumid to semiarid regions. They are common in Africa, India, South America, Austalia, and southeastern Asia. The Ustalfs may be on erosion surfaces or deposits of late Wisconsian age, but many occur on old surfaces. In those soils the minerals have been strongly weathered, possibly in an environment more humid than the present one. At least, the clays in many of these older soils are kaolinitic. Kejenuhan basanya mencerminkan kemungkinan adanya penambahan basa-basa dari debu dan hujan. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

24 TANAH ALFISOL Xeralfs They have xeric moisture regime common of regions that have Mediterranean climate. They are dry for extended periods in summer, but in winter, moisture moves through the soil to deeper layers in at least occasional years, if not in normal years. Small grains, and other annuals are common crops where there is no irrigation. Grapes and olives are also common crops where the climate is thermic. With irrigation, a wide variety of crops can be grown. In the world as a whole, the Xeralfs are not extensive soils, but in the regions where they occur, they are extensive. The vegetation, before the soils were farmed, was a mixture of annual grasses, forbs, and woody shrubs on the warmest and driest Xeralfs and coniferous forest on the coolest and most moist Xeralfs. Xeralfs formed on surfaces that are different ages. Biasanya pada tanah=tanah Xeralfs tuan batas antara horison A dan B sangat “abrupt”. Epipedon beberapa Xeralfs bersifat keras dan masif kalau kering. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

25 TANAH ALFISOL Great groups and subgroups are classified according to following features: Alfisol mungkin dapat mempunyai : 1.Fragipan (mis. Fragixeralfs, Fragiaquic Paleudalfs), 2.Duripan (mis. Durixeralfs, Durudands, Durustands ), 3.Horison Kandik (mis. Kandiaqualfs), 4.Harison Natrik (mis. Natraqualfs), 5.Horison Salik (mis. Salidic Natrustalfs), 6.Horison Kalsik (mis. Calcic Rhodoxeralfs), 7.Horison Petrokalsik (mis. Petrocalcic Natrustalfs), 8.Horison plinthite horizon (mis. Plinthustalfs, Plinthic Paleustalfs). Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

26 TANAH ALFISOL FRAGIPAN Fragipans ditemukan pada beberapa Alfisols. Sebagian besar “fragipans” berkembang hampir bersamaan dnegan horison argilik, kadangkala sebagai bagian horison argilik, pada kasus lainnya ia berada di bawahnya. Karakteristik fragipan yang padat (rapat) dan “brittle” disebabkan oleh berbagai agen sementasi seperti liat silikat, oksida besi, mangan dan aluminum, serta koloid silika. Ini merupakan nhasil pelapukan horison-horison bagian atas, yang diangkut dan diakumulaiskan di horison bagian bawah. The phenomena of large polygonal cracking commonly observed in the fragipan zone suggests a time of desiccation, probably on a recurring basis, with accumulated in-filling. Recent research on the formation of fragipans suggest that the 'hydroconsolidation process', i.e., a structure collapse when loaded and wetted may contributed to fragipan formation (Bryant, 1989; Assallay et al., 1998). The classic occurences of hydroconsolidation are in loess soils with a clay content of 5 to 30 %. Fragipans occur more or less at a constant depth of about 40 to 80 cm below the soil surface. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

27 TANAH ALFISOL DURIPAN. Pada beberapa Alfisols ada “duripan”, yaitu horison sementasi silika. Misalnya, proses pembentukan “duripan” merupakan pelapukan lambat mineral-mineral feldspar dan ferromagnesian pada lanskap tua atau pelapukan cepat bahan gelas vulkanik. HORISON KANDIK Horison Kandik adalah horison penciri bawah-permukaan yang kandungan liatnya meningkat dibanding horison di atasnya dan aktivitas liatnya rendah, dengan KTK liat <= 16 cmol/kg liat. HORISON NATRIK In soils with high Na content the sodium ion is important in the dispersion and mobilization of clay. Under such environmental conditions natric horizons can form, where pH may be as high as 10 or 11. Sodium is a cation which is weakly absorbed and is leached easily. Soil layers high in sodium are dispersed when wet, and show a low permeability and low aeration. Natric horizons are expressed in the great groups of Alfisols, for example, in Natrixeralfs, Natrudalfs, or Natrustalfs. (v) Salic horizons are enriched in secondary soluble salt such that the electrical conductivity exceeds 30 dS/m more than 90 days each year.

28 TANAH ALFISOL HORISON KALSIK A calcic horizon is a mineral soil horizon of secondary carbonate enrichment that is more than 15 cm thick, has a CaCO 3 equivalent of > 150 g/kg. (vii) If a horizon of indurated carbonates occur the formed diagnostic horizon is called petrocalcic. Biasanya, perubahan ke rezim yang lebih kering dengan periode evaporasi dapat mengakibatkan akumulasi karbonat. PLINTITE Plinthite is a weakly-cemented iron-rich, humus poor mixture of clay with other diluents that commonly occurs as dark red redox concentrations that form platy, polygonal, or reticulate patterns. Plinthite berubah secara ireversibel menjadi cadas keras “ironstone” atau agregat yang tidak teratur bentuknya apabila mengalami pembasahan dan pengeringan secara berulang-ulang. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

29 TANAH ALFISOL Alfisols with vertic soil characteristics, i.e., cracks that are 5 mm or more wide through a thickness of 30 cm or more for some time in most years, and slickensides or wedge-shaped aggregates in a layer 15 cm or more thick that has its upper boundary within 125 cm of the mineral soil surface; or a linear extensibility of 6.0 cm or more between the mineral soil surface and either a depth of 100 cm or a densic, lithic, or paralithic contact, whichever is shallower (e.g. Vertic Natraqualfs). Material 'Albic’, yaitu material tanah yang berwarna putih hingga kelabu, terutama karena warna partikel primer pasir dan debu, liat dan/atau oksida besi bebas telah terusir, menjadi pembeda Alfisols pada tingkat subgroup (mis. Albic Natraqualfs). Alfisols yang menunjukkan gejala “bioturbation” seperti liang-liang binatang, liang-liang cacing, atau kotoran cacing, disebut 'Vermic' (mis. Vermic Natraqualfs, Vermic Fragiaqualfs). Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

30 TANAH ALFISOL Soil color is used to define 'Aeric' - chroma of 2 or more and no redox depletions (e.g. Aeric Kandiaqualfs), 'Udollic' - color value moist of 3 or less (e.g. Udollic Albaqualfs), and 'Rhodic' - a hue of 2.5YR or redder and a value (moist) of 3 or less (e.g Rhodic Kandiustalfs) characteristics of Alfisols. Epipedon juga dipakai untuk membedakan Alfisols pada tingkat subgroup : epipedon 'Molik' (mis. Mollic Natraqualfs), 'Umbrik' (mis. Umbric Fragiaqualfs), atau 'Histik‘ (mis. Histic Glossaqualfs). 'Humik' digunakan untuk Alfisols yang kaya bahan organik (mis. Humic Fragiaqualfs). Tekstur tanah digunakan untuk mengklasifikasikan Alfisols pada tingkat subgroup : 'Arenik' atau 'Grossarenik' menunjukkan partikel berpasir atau “sandy-skeletal” (mis. Arenic Kandiaqualfs, Grossarenic Kandiaqualfs), 'Psammentik' subgroup menunjukkan partikel berukuran pasir pada horison argillik (mis. Psammentic Cryoboralfs).

31 TANAH ALFISOL Soils formed in volcanic parent material with low bulk densities (< 1.0 g/cm 3 ) and more than 35 % fragments coarser 2.0 mm are denoted by 'Andic', 'Aquandic', or 'Vitrandic' (e.g. Andic Palexeralfs, Aquandic Albaqualfs, Vitrandic Fragiudalfs). Alfisols yang mempunyhai episaturation, yaitu kalau tanah jenuh air pada satu lapisan atau lebih di dalam 200 cm tanah permukaan mineral, dan juga mempunyai satu alau lebih lapisan tidak jenuh air dengan batas-atasnya berada di atas 200 cm, di bawah lapisan jenuh air, maka digunakan awalan 'Epi' (mis. Epiaqualfs). Alfisols with wet soil moisture conditions and redox depletions with a chroma of 2 or less (e.g. Aquic Paleboralfs) are named 'Aquic' or 'Oxyaquic' when soils are saturated with water, in one or more layers within 100 cm of the mineral soil surface, for 1 month or more per year in 6 or more out of 10 years (e.g. Oxyaquic Paleboralfs). Alfisol yang tipis (dangkal) diklasifikasikan sebagai 'Lithik' (mis. Lithic Cryoboralfs) dan tanah-tanah yang karakteristik alfisolnya tidak jelas diklasifikasikan sebagai 'Inceptik' (mis. Inceptic Fragixeralfs). Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

32 TANAH ALFISOL Alfisols with high base saturation are named 'Eutr' (e.g. Eutroboralfs, Eutric Glossocryalfs). If the base saturation (by sum of cations) is less than 75 % throughout the argillic horizon the prefix 'Ultic' is used for classification (e.g. Ultic Paleustalfs). A special feature is the presence of lamellae, which are subhorizons (two or more), each with an overlying eluvial horizon. The lamellae layers are of pedogenic origin. Alfisols with these features are classified as 'Lamellic' (e.g. Lamellic Eutroboralfs). Alfisols which are relatively old soils showing pronounced characteristics to qualify for this order are denoted by 'Pale' (e.g. Paleustalfs). Ezim suhu tanah yang digunakan untuk mengklasifikasi Alfisols pada tingkat “great group” dan “subgroup” adalah: 1.'Cryikc' (…), 2.'Xerik' (mis. Xeric Palecryalfs), 3.'Ustik' (…... ), 4.'Aridik' (mis. Aridic Kandiustalfs), 5.'Udik' (mis. Udic Paleustalfs), 6.'Torrertik' (mis. Torrertic Natrustalfs). Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

33 TANAH ALFISOL Karakteristik Pembeda – Penciri Kalau Entisols dianggap sebagai tanah-tanah yang fase organisasi minimum, maka Alfisols menunjukkan derajat organisasi yang lebih tinggi. Pelapukan dan eluviasi / illuviasi mengubah Entisols atau Inceptisols menjadi Alfisols. Transisi antara area Alfisols dan Spodosols terletak pada ecotones antara hutan campuran “deciduous” dan hutan “coniferous”. The Ustalfs tend to form a belt between the Aridisols of arid regions and the Udalfs, Ultisols, Oxisols, and Inceptisols of humid regions. A lower content of organic matter in the surface horizon distinguishs the Alfisols from the Mollisols, which develop under grassland or prairie. The soil moisture is not high enough to accumulate organic matter to form Histosols. A pergelic soil temperature regime would develop Gelisols. Ordo lainnya yang mempunyai horison argilik adalah Ultisols, Mollisols, dan Aridisols. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

34 TANAH ALFISOL Alfisol ada di daerah semi-arid hingga lembab Tanah ini dihasilkan dari proses pelapukan yang mencuci liat dan komponen lain ke luar dari lapisan permukaan dan masuk ke subsoil, bahan-bahan ini ditanah di subsoil dan mensuplai air dan hara bagi tumbuhan. Tanah ini berkembang pada kondisi hutan atau vegetasi campuran, dan produktif untuk kebanyakan tanaman. Alfisol menyusun sekitar 10% permukaan lahan bumi yang bebas es. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

35 TANAH ALFISOL Alfisols : Alfisols berkembang di daerah iklim semiarid hingga humid yang mempunyai subsoil kaya liat dan hara (Horison argillik). Tanah-tanah ini mempunyai vegetasi penutup campuran, biasanya hutan. Alfisols mempunyai potensi sangat produktif kalau dikonservasi, tetapi dapat dengan cepat terdegradasi kalau mengalami erosi. Sifat pencirinya adalah epipedon okhrik dan horison argilik. Urutan horison yang tipikal adalah: A, E, Bt, C. Diunduh dari: ………….. 21/2/2013

36 TANAH ALFISOL Konsep dasar Alfisols adalah tanah- tanah yang mempunyai horison argillik, kandik, atau natrik dan kejenuhan basanya 35% atau lebih. Tanah-tanah ini secara khas mempunyai epipedon okhrik, tetapi mungkin juga epipedon umbrik.. Tanah-tanah ini mungkin juga mempunyai horison petrocalcic, fragipan atau duripan. Diunduh dari: ………….. 15/2/2013

37 TANAH ALFISOL Alfisol Profil tanah menunjukkan horison permukaan coklat kaya humus dan horison bawah-permukaan merah kaya besi. Lapisan berwarna terang di bagian bawah lapisan yang kaya liat-kalsium dan liat-natriun. ( U.S. Department of Agriculture, Natural Resources Conservation Service, Soil Survey Staff) Diunduh dari: surface-horizon ………….. 21/2/2013

38 TANAH ALFISOL Tanah – tanah ini menunjukkan akumulasi liat pada horison bawah- permukaan (horison argilik) dan mempunyai kejenuhan basa tinggi lebih dari 35% pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah. Liat yang terakumulasi pada horison bawah-permukaan ini berasal dari horison di atasnya dan tercuci ke bawah oleh adanya pergerakan air. Padanan nama bagi tanah ini adalah Mediteran Merah Kuning, Latosol, Podzolik Merah Kuning. Diunduh dari: ………….. 21/2/2013

39 TANAH ALFISOL Pustaka 1.Assallay, A.M., I. Jefferson, C.D.F. Rogers, and I.J. Smalley Fragipan formation in loess soils: development of the Bryant hydroconsolidation hypothesis. Geoderma 83: Bryant, R.B., Physical processes of fragipan formation. In: Smeck, N.E., Ciolkosz I. (Eds.). Fragipans: Their occurence, classification and genesis. Soil Sci. Soc. Am. Apec. Publ. 24: Foto: smno.kampus.ub.nop2012 Alfisols: Relatively high base saturation; not organic rich; evidence of clay transport.


Download ppt "BAHAN KAJIAN MK. DASAR ILMU TANAH TANAH ALFISOL. Diunduh dari: www.cabnr.unr.edu/.../10%20NRES%20322%20Chapter%207.ppt ………….. 21/2/2013 Kondisi umum 12."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google