Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Class Diagram.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Class Diagram."— Transcript presentasi:

1 Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Class Diagram

2 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I 4+1 Architecture Model Scenarios System & Environment Logical view Process view Development view Physical view

3 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Flow of Architecture Process Use Case System & Environment Logical view Process view Development view Physical view

4 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I UML Diagram for Architecture Use Case View Use Case System & Environment Logical view Process view Development view Physical view Use Case Diagram

5 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I UML Diagram for Architecture Logical View Use Case System & Environment Logical view Process view Development view Physical view Sequence Diagram Communication Diagram* Class Diagram Sequence Diagram Communication Diagram* Class Diagram

6 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram Class diagram mendeskripsikan jenis–jenis obyek dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terjadi Class diagram juga menunjukkan property dan operasi sebuah Class dan batasan yang terdapat dalam hubungan dengan obyek. Class diagram merupakan alatter baik dalam perancangan perangkat lunak. Class diagram membantu pengembang mendapatkan struktur sistem dan menghasilkan rancangan sistem yang baik

7 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram (lanjutan) Class diagram merupakan diagram yang paling umum dijumpai pada pemodelan berbasis UML (Unified Modeling Language). Mendeskripsikan semua objek yang terdapat pada suatu sistem dan relasi antar objek. Class diagram mencakup beberapa hal seperti : – Class, atribut, dan operasinya – Relasi yang terjadi antar objek – Constraint terhadap objek-objek yang saling berhubungan – Inheritance untuk organisasi class

8 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Notas Class Diagram Class – Nama class – Atribut – Operasi Relationships

9 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Class Adalah sebuah kategori yang akan membungkus informasi dan perilaku2 atau dengan kata lain kelasa dalah rancangan dari obyek. Dimana obyek yang diciptakan dari suatu kelas akan memiliki semua yang dimiliki oleh kelasnya. Sebuah class berisi deskripsi dari struktur dan prilaku dari objek. Objek diproduksi oleh kelas dan menjadi bagian dari unit suatu aplikasi. Kelas didefinisikan terbentuk dari atribut(attributes) dan operasi(operations).

10 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I MotorcyclePersonBook REALITY MODEL

11 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I MotorcyclePersonBook REALITY MODEL

12 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I MotorcyclePersonBook REALITY MODEL OwnsReads

13 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I CLASS OBJECT

14 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Person CLASS OBJECT BudiTutiMurni

15 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class CLASS OBJECT Object Notation of Class & Object

16 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Person CLASS OBJECT Tuti Notation of Class & Object AdityaTyana

17 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class CLASS OBJECT Object “instance of” Notation of instance relationship

18 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Person CLASS OBJECT Aditya “instance of” Example of instance relationship

19 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class/Objects are represented as rectangles ClassNameObjectNameClassName ObjectName

20 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I A class is a description of a set of objects that share the same attributes, operations, relationships, and semantics (Booch, 1999). –An object is an instance of a class A class is an abstraction: –Emphasizes relevant characteristics –Hides other characteristics

21 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Classes & Objects A class is an abstract definition of an object. It defines the structure and the behavior of each object. A class is template for producing objects of a certain type. Objects are grouped into classes An object is a runtime instances of the corresponding class Animals:

22 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I How Many Classes?

23

24 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class (lanjutan) Kelas dinotasikan dengan suatu persegi (rectangle) yang mana bagian namanya diberi tulisan tebal dan terdiri dari atribut dan opersi. Yang kedua, ada tiga bagian dari kelas yaitu nama kelas, atribut (attributes), dan operasi(operations) yang dipisahkan oleh garis horizontal. Nama kelas dimulai dengan huruf kapital dan kata benda tunggal (tetapi juga bisa kata benda jamak jika itu diperlukan). Secara umum kelas dalam UML dinotasikan sebagai berikut: Nama Class Daftar Atribut Daftar Operasi Nama Nama kelas haruslah unik, karena ini adalah identitas yang dimiliki oleh setiap Class.

25 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class (lanjutan) Sebuah Class memiliki tiga area pokok: – Nama class, merupakan nama dari sebuah kelas – Atribut, merupakan peroperti dari sebuah kelas. Atribut melambangkan batas nilai yang mungkin ada pada obyek dari class – Operasi, adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class atau yang dapat dilakukan oleh class lain terhadap sebuah class

26 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I SIMPANAN DATA UNTUK DATABASE BERORIENTASI OBJECT PADA SISTEM PERBANKAN CONTOH CLASS : CABANG, STAFF, MANAGER NAMA CLASSATTRIBUT CABANGNO, CABANG, JALAN, KOTA, KODE POS, STAFF, MANAGER STAFFNO.ID, NAMA STAFF, ALAMAT MANAGERNO.ID, NAMA MANAGER, ALAMAT

27 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I SIMPANAN DATA UNTUK DATABASE BERORIENTASI OBJECT CONTOH OBJEK : CABANG DARI BANK ATTRIBUTNILAI NO. CABANGB003 JALANPETUKANGAN SELATAN KOTAJAKARTA KODEPOS11470 STAFF{ANI, SINTA} MANAGERRINA

28 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I SIMPANAN DATA UNTUK DATABASE BERORIENTASI OBJECT CONTOH OBJEK : STAFF ATTRIBUTNILAI NO. IDS001 NAMA STAFFANI ALAMATCILEDUG ATTRIBUTNILAI NO. IDS002 NAMA STAFFSINTA ALAMATCIPONDOH

29 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I SIMPANAN DATA UNTUK DATABASE BERORIENTASI OBJECT CONTOH OBJEK : MANAGER ATTRIBUTNILAI NO. IDM001 NAMA STAFFRINA ALAMATCIPULIR

30 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I E-R ModellingClass Diagram EntityObject Class InstanceObject Attribute RelationshipAssociation InstanceObject CardinalityMultiplicity N/AOperation/Method/Function E-R Vs. CLASS DIAGRAM

31 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I A class is similar to an entity type except that it can have operations. A Class has: –Name –Attributes –Operations A class is drawn as a rectangle with three compartments ER-D Contoh (con’t) CLASS DIAGRAM (con’t) Employees Ssn : int Name : String Addr : int CLASS DIAGRAN add_employee(…) delete_emloyee(…) update_salary(…) Employees Ssn Name Address Name Attributes Operations

32 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Kelas Abstrak (Abstract Class) Kelas abstrak (Abstract Class) selalu direpresentasikan dengan kata yang umum. Misalnya kata dari bicycle, car, dan truck memiliki kata umum yaitu vehicle. Vehicle merupakan abstaknya. Sebuah kelas abstrak selalu sebagai super kelas. Sebuah kelas abstrak memiliki anak kelas berupa sub kelas. Sebuah kelas abstrak direpresentasikan dengan notasi yang sama dengan normal kelas, tetapi pada kelas abstrak berisi tulisan 'abstract' dibawah nama kelas abstrak. Dalam versi lain, kelas abstrak juga bisa dinotasikan dengan huruf miring sehingga salah satu dari aturan tersebut bisa dipilih

33 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Contoh kelas abstrak Berbagai Variasi dari Kelas Abstrak Contoh Kelas Abstrak

34 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Atribut Atribut juga biasnya disebut variabel (variable). Sebuah atribut adalah elemen (data) yang berisikan nilai dari setiap objek. Setiap atribut dideskripsikan sesuai dengan namanya. Dalam kolom atribut, biasanya didefinisikan data tipe, nilai inisial, dan constraint. Constraint dapat digunakan untuk spesifikasi tipe dalam menentukan batasan nilai atau berbagai kondisi. Dalam kelas, nilai constraint tidak selalu dicantumkan. Atribut memiliki nama sesuai dengan nama atribut tersebut sehingga tidak harus mengikat adanya kapitalisasi, memiliki spesifikasi tipenya (apakah string, integer, dll), sebuah nilai inisial, dan nilai potential serta constraints.

35 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Atribut (lanjutan) context Circle inv: radius > 0 Berikut adalah contoh constraint yang menyatakan nilai yang mungkin untuk radius atribut. Tagged value dapat digunakan untuk menspesifikasikan spesial properti, seperti misalnya tagged value {readonly} yang mengindikasikan atribut yang hanya bisa dibaca saja.

36 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I 36 Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut : 1. Private, tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan. 2. Protected, hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya 3. Public, dapat dipanggil oleh siapa saja 4. Package, hanya dapat dipanggil oleh instance sebuah class pada paket yang sama. Atribut (lanjutan)

37 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Attributes dan operation Visibility Merupakan ketampakan suatu atribut dan method yang dimiliki oleh suatu kelas. Terdiri dari: – Public (+), boleh diakses oleh semua kelas lain – Private (-), akses terbatas untuk class itu sendiri – Protected (#), bisa diakses oleh subclass – Package (~), bisa diakses oleh object lain pada paket yang sama. Contoh

38 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Operasi Operasi adalah suatu tindakan dari objek, operasi tidak memiliki ikatan kapitalisasi. Operasi berisi nama dari opersi tersebut, kemungkinan parameter, nilai inisial dari parameter tersebut, dan nilai potensial serta constraints

39 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Berbagai Variasi dari Class Diagram

40 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Gambar Sebuah Kelas (Class)

41 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Relasi Pada Class Diagram Multiplicity Pada relasi terdapat suatu penanda yang disebut multiplicity. Multiplicity ini akan mengindikasikan berapa banyak obyek dari suatu kelas terelasi ke obyek lain. Notasi UML untuk multiplicity ini adalah sebagai berikut: MultiplicityArti *Banyak 0Nol 1Satu, bisa ditulis bisa tidak 0..*Antara Nol sampai banyak 1..*Antara Satu sampai banyak 0..1Nol atau Satu 1..1Tepat Satu Multiplicity biasanya ditulis dengan [1], yang nilai default tersebut biasanya untuk semua atribut yang normal. Untuk dinamik array ditulis dengan [*], yang berarti memiliki komposisi.

42 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Contoh Multiplicities (con’t) works in Employee Ssn Name Addr Department Code Name 0..* 0..1 A department Can have 0 to any number of employees An employee can have 0 or 1 home department

43 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram Sebuah symbol class pada class diagram terdiri dari nama kelas, attribute dan method Nama Kelas Digunakanuntukmembedakanantarasatukelasdankelasyang lain. Contohnya: Manusia, Dosen, Karyawan, Mahasiswa Attribute – Digunakan untuk menyimpan state, pada bahasa pemrograman ini berupa field. Bisa juga diartikan apa yang dimiliki oleh sebuah objek. – Contohnya: untuk atribut Mahasiswa: nim, nama, alamat, tempatlahir, tanggalLahir – Aturan penggunaan: modifier nama_attribute: tipedata – Contoh penggunaan: -nama: String dibaca attribute nama memiliki modifier private dengan tipe data String

44 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram Method – Digunakan untuk menyimpan behaviour, pada bahasa pemrograman berupa method yang mengembalikan nilai (non void method) dan method yang tidak mengembalikan nilai (void method). – Contohnya: getNama, getAlamat, getUsia, jalan, lari – Aturan Penggunaan: Modifier nama_method ([namaParameter: tipeParameter]) : nilai_kembalian – Contohpenggunaan: + getNama() : String Dibaca method getNama memiliki modifier public, tidak memiliki parameter dan memiliki nilai kembalian String + setNama (nama: String) : void Dibaca method setNama memiliki modifier public, memiliki 1 buat parameter yaitu nama dengan tipe parameter String dan tidak memiliki nilai kembalian karena bertipe void.

45 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram Latihana. – Buatlah1 buah kelas diagram dengan nama latihan – Tambahkan 2 buah kelas dengan nama File dan Folder Nama class Field atau Properti atau Atribute Operasi atau metode

46 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram - Berikan relasi bahwa1 folder bisa memiliki 0 sampai banyak filed - Buatlahrelasibahwa1 folder bisamemiliki0 sampaibanyakfolder didalamnya

47 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram - File dan folder adalah sebuah entitas yang terdapat pada komputer, sekarang anda tambahkan 1 buah kelas dengan nama Data. - Buat relasi yang menyatakan bahwa file dan folder adalah turunan dari data

48 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Class Diagram Pada Class Data, tambahkan attribute name, size, location, size on disk Klik kanan pada Data kemudian klik Create Attribute, ubah Unnamed menjadi name, int menjadi String Pada Class Data, tambahkan operations copy, paste, cut, properties Klik kanan pada Data kemudian klik Create Operations, ubah Unnamed menjadi copy

49 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I KELAS DIAGRAM PERPUSTAKAAN

50 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Relationships Association atau Asosiasi – Directional Association atau Asosiasi 1 arah – Asosiasi2 arah (Bidirectional Association) Depedency atau Dependensi Aggregation atau Agregasi Composition atau Komposisi Realization atau Realisasi Generalization atau Generalisasi

51 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Relationships Asosiasi adalah hubungan yang terjadi antara kelas yang ada. Asosiasi memungkinkan suatu kelas untuk menggunakan atau mengetahui atribut atau operasi yang dimiliki oleh kelaslain. Asosiasi juga menggambarkan interaksi yang mungkin terjadi antara satu kelas dengan kelas yang lain. Asosiasi ada beberapa jenis, antara lain: – Association atau Asosiasi Directional Association atau Asosiasi 1 arah Asosiasi2 arah (Bidirectional Association) – Depedency atau Dependensi – Aggregation atau Agregasi – Composition atau Komposisi – Realization atau Realisasi – Generalization atau Generalisasi

52 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Association atau Asosiasi Directional Association atau Asosiasi 1 arah – Asosiasi ini menggambar bahwa pesan atau urutan kejadian terjadi dari hanya salah satu kelas sedangkan kelas yang lain pasif. – Contohnya pada saat seorang petugas perpustakaan melakukan pencatatan peminjaman terhadap seorang anggota, maka pesan dikirimkan oleh petugas dan diterima oleh anggota. Dimana petugas akan mencatat identitas anggota peminjam dan anggota peminjam berlaku pasif bukannya malah gantian mencatat identitas penjual.

53 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Association atau Asosiasi Asosiasi2 arah(Bidirectional Association) Asosiasi ini terjadi ketika salah satu kelas mengirimkan pesan kepada kelas yang lain kemudian kelas yang lain mengirimkan pesan kepada kelas yang mengirimnya pesan. Contohnya pada saat seorang calon anggota mendaftar menjadi anggota perpustakaan maka yang terjadi adalah anggota menyerahkan identitas untuk di proses oleh petugas dan beberapa saat kemudian petugasakan memberikan kartu keanggotaan perpusatakaan.

54 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Depedency atau Dependensi Depedency atau Dependensi Relasi jenis ini menunjukkan bahwa sebuah kelas mengacu kepada kelas lainnya. Oleh sebab itu perubahan pada kelas yang diacuakan sangat berpengaruh pada kelas yang mengacu. Contohnya apa bila seorang anggota hendak meminjam buku maka ada sebuah kelas yang bertanggung-jawab melakukan pencatatan peminjam. Kelas ini akan mengetahui anggota yang meminjam dan membuat daftar buku apasajayang di pinjam oleh anggota tersebut.

55 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Aggregation atau Agregasi Aggregation atau Agregasi Relasi aggregasi adalah suatu bentu krelasi yang jauh lebih kuat dari pada asosiasi. Aggregasi dapat diartikan bahwa suatu kelas merupakan bagian dari kelas yang lain namun bersifat tidak wajib. Contohnya sebuah buku memiliki pengarang, daftar pustaka, namun bisa saja suatu buku tidak memiliki daftar pustaka. Dari contoh kasus dapat diartikan bahwa daftar pustaka merupakan bagian dari buku namun buku tetap disebut sebagai buku meski pun tidak memiliki daftar puaka.

56 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Composition atau Komposisi Composition atau Komposisi Relasi ini merupakan relasi yang paling kuat dibandingkan dengan asosiasi dan aggregasi. Pada komposisi diartikan bahwa suatu kelas merupakan bagian yang wajib dari kelas yang lain. Contoh kasus yaitu pada sebuah buku, sudah pasti terdapat halaman isi sekurang-kurangnya satu.

57 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Realization atau Realisasi RealizationatauRealisasiRealisasi, bisa disebut juga implementasi merupakan suatu relasi yang menunjukkan penerapan terhadap suatu interface kepada sebuah Class. Relasi realisasi biasanya digunakan untuk mewajibkan suatu kelas memiliki suatu Method yang sudah didefinisikan bentuk kerangkanya dalam suatu interface. Contohnya pada kelas petugas dan anggota, kedua kelas ini tentunya memiliki Method yang wajib dimiliki namun melakukan kegiatan yang berbeda seperti add dan update

58 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Generalization atau Generalisasi Generalization atau Generalisasi Adalah relasi pewarisan antara dua Class. Relasi jenis ini memungkinkan suatu kelas mewarisi attribute dan operasi yang dimiliki oleh base Class3. Attribute dan operasi yang bisa diwarisi oleh suatu kelas adalah yang memiliki access modifier public, protected dan default. Contohnya bahwa Anggota dan Petugas adalah dua buah kelas yang mewarisi sifat yang dimiliki oleh kelas manusia. Disini kelas manusia berupa kelas abstract yang berarti kelas ini baru bisa digunakan ketika sudah diwariskan kepada suatu kelas atau bila digunakan langsung, Method –Method wajib yang terdapat didalamnya harus difungsionalitaskan terlebih dahulu

59 Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Class Analisis

60 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Kelas Analisis Merupakan elemen/benda yang terdapat pada model analisis. Menggambarkan konsep awal mengenai benda yang terdapat dalam sistem (yang akhirnya memiliki tanggung jawab dan perilaku). Kelas analisis digunakan sebagai dasar kelas pada model desain. Terdiri dari 3 elemen: Boundary, Control, Entity

61 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Jenis class Boundary Class Entity Class atau Kelas entitas Control Class Package atau Paket

62 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Kelas Analisis: Boundary Boundary, memodelkan interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem/perangkat lunak. Memodelkan bagian dari sistem yang bergantung pada pihak lain dan merupakan pembatas sistem dengan dunia luar. Terdiri dari user interface, system interface dan device interface.

63 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Boundary Class Boundary atau Kelas pembatas merupakan class yang menyalurkan interaksi antara sistem dengan dunia sekitarnya. Seperti form, laporan, obyek–obyek pada form. Setiap kelas pembatas biasanya akan mewakili interaksi antara seorang actor dengan use case. Boundary Class atau Kelas pembatas digambarkan sebagai berikut:

64 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Kelas Analisis: Boundary

65 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Control, memodelkan perilaku mengatur satu atau beberapa use-case. Bersifat optional, umumnya terdapat satu control pada satu use-case yang mengontrol urutan events dalam use-case tersebut. Menghubungkan kelas boundary dengan kelas entity

66 Kelas Analisis: Control Control, memodelkan perilaku mengatur satu atau beberapa use-case. Bersifat optional, umumnya terdapat satu control pada satu use-case yang mengontrol urutan events dalam use-case tersebut. Menghubungkan kelas boundary dengan kelas entity

67 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Control Class Control Class atau Kelas control Kelas ini bersifat opsional, apa bila kelas ini digunakan maka satu kelas control untuk satu use case yang digunakan mengatur kejadian dalam use case tersebut. Contohnya kelas transaksi yang bertanggung jawab dalam transaksi baik peminjaman maupun pengembalian buku dalam suatu perpustakaan. NotasiControl Class seperti berikut:

68 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Kelas Analisis: Entity Entity, memodelkan informasi yang harus disimpan oleh sistem. Memperlihatkan struktur data sebuah sistem. Tanggung jawab utamanya adalah menyimpan dan mengatur informasi dalam sistem.

69 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Entity Class atau Kelas entitas Kelas ini biasanya digunakan untuk menangani informasi yang mungkin akan selalu disimpan dalam proses bisnis. Cara melakukan identifikasi kelas entitas adalah dengan memperhatikan kata benda. Seperti kalimat “petugas mencatat peminjaman buku”, buku bisa menjadi Class entitas. Kelas entitas juga dapat digunakan untuk mewakili table–table yang terdapat dalam database. Digambarkan sebagai berikut:

70 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Package atau Paket Paket, merupakan sebuah notasi yang sangat berguna. Biasanya digunakan untuk mengelompokan kelas–kelas yang memiliki kesamaan. Selain itu juga dapat digunakan membedakan antara2 kelas atau lebih yang memiliki nama sama namun memiliki fungsionalitas yang berbeda. Dinotasikan sebagai berikut:

71 Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Hubungan Antar Kelas

72 Generalization Association Aggregation Composition.

73 Hubungan Antar Kelas: Generalization Relasi generalisasi adalah relasi antara sebuah kelas yang lebih umum dengan sebuah kelas yang lebih spesifik. Sebuah generalisasi ditunjukkan dengan garis tebal antara spesiik kelas ke kelas umum, diikuti dengan segitiga yang menunjuk ke kelas yang lebih general. Relasi generalisasi digunakan untuk menunjukkan relasi "is-a" antar kelas. Contoh: kelas Kasir ‘is-a’ kelas People. Kelas Petugas ‘is-a’ kelas People

74 Hubungan Antar Kelas: Generalization

75 Hubungan Antar Kelas: Association Asosiasi merupakan sarana untuk berkomunikasi, baik antar use-cases, actor, kelas maupun interface. Asosiasi merupakan relasi yang paling general dan konsekuensinya menjadi relasi yang paling lemah secara semantik. Asosiasi merupakan relasi antar instances kelas. Tujuan relasi asosiasi adalah untuk menspesifikasikan relasi secara konspetual, menentukan tanggung jawab dan menspesifikasikan detail implementasi.

76 Hubungan Antar Kelas: Association Contoh: Dosen mengajar Perkuliahan dan Mahasiswa menghadiri Perkuliahan. Sebuah Perkuliahan harus dihadiri minimum oleh 3 Mahasiswa dan maksimum 10 Mahasiswa. Perkuliahan diberikan oleh 1 orang Dosen. Pada ujung asosiasi dapat diberi nama secara eksplisit dengan nama peran, sebagai contoh Mahasiswa yang menghadiri Perkuliahan disebut Peserta. Jika peran tidak dispesifikasikan, nama peran identik dengan kelas target pada asosiasi.

77 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Hubungan Antar Kelas: Association

78 Hubungan Antar Kelas: Agregation dan Composition Aggregation merupakan relasi part-of. Terkadang disebut juga relasi “has- a”, dimana asosiasi ‘normal’ biasanya disebut relasi uses. Contoh klasik dari agregasi adalah contoh mobil: Sebuah mobil mempunyai sebuah mesin dan 4 roda. Pada contoh di atas: kuliah mempunyai 1 atau beberapa perkuliahan Bentuk yang lebih ‘kuat’ dari agregasi disebut composition. Pada composition, part merupakan bagian dari whole dimana lifetime dari part terikat pada whole. Jika whole dibentuk maka part juga dibentuk. Jika whole dihapus maka part juga dihapus

79 Atribut dan Tanggung Jawab Kelas Atribut menggambarkan Struktur Kelas Nilai/value atribut yang terdapat pada suatu waktu tertentu disebut dengan status/state dari kelas tersebut Tanggung Jawab menggambarkan kelakukan/behavior dari kelas tersebut yang dapat menyebabkan perubahan state. Tanggung jawab sebuah kelas terdiri dari dua item pokok yaitu: – Mengetahui data yang dikelola kelas tersebut – Melakukan aksi-aksi untuk mengubah state atau untuk memberi layanan kepada kelas lain

80 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Atribut dan Tanggung Jawab Kelas Behavior menggambarkan bagaimana sebuah objek bertindak/beraksi dan memberi reaksi. Behavior ditentukan oleh himpunan semua atau beberapa operasi yang dapat dilakukan dalam objek itu sendiri. Behavior objek dapat dicerminkan oleh interface, service dan method dari objek itu.[2][2] [2] Interface adalah pintu untuk mengakses service objek. Service adalah fungsi yang bisa diemban objek. Method adalah mekanisme internal objek yang mencerminkan perilaku objek tersebut [2]

81 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Case Tool UML Beberapa contoh case tool untuk UML – Relational Rose (Commercial) – Umlet(Open Source) – NetbeansUML (Open Source) – Violet (Open Source) – Visual Paradigm (Commercial)

82 Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Diagram Interaksi

83 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi Diagram use-case digunakan untuk memvisualisasikan dan mendeskripsikan eksternal view sistem dan eksternal urutan aksi-reaksi antara sistem/use-case dengan aktor (disebut skenario). Untuk mengetahui deskripsi internal sistem perangkat lunak dari suatu skenario, kita membutuhkan diagram interaksi. Deskripsi internal ini digambarkan dalam bentuk kumpulan objek.

84 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi Menggambarkan interaksi antar objek yang terdapat dalam sebuah realisasi use-case. Berupa step-by-step aliran (flow) yang terdapat dalam realisasi use-case; terdiri dari: – Objek apa saja yang dibutuhkan dalam aliran? – Message apa saja yang dikirim dari objek ke objek lain? – Aktor apa yang menginisiasi aliran? Tujuan diagram interaksi adalah untuk mendapatkan aliran ( flow ) interaksi antar objek yang mendeskripsikan sebuah skenario.

85 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi Dalam sebuah realisasi use-case, dapat terdiri dari beberapa alternatif aliran (dengan tujuan yang sama). Dengan demikian kita membutuhkan beberapa diagram interaksi untuk menggambarkannya. Minimal kita mempunyai satu diagram interaksi untuk satu alternatif yang sukses ( happy case ); dan beberapa interaksi untuk alternatif kasus yang tidak sukses. Contoh: pada CatatPembelian, happy case terjadi pada saat pencatatan berhasil, sedangkan alternatif lain jika terjadi pencatatan gagal karena kesalahan memasukkan kode.

86 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Elemen

87 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Menemukan Kelas Pada diagram interaksi kita memerlukan kelas dan objek. Kelas yang mempunyai peran dalam mencapai tujuan dan kebutuhan sistem. Proses menemukan Kelas adalah aktifitas tersulit OOA/D. Merupakan proses yang berulang, semakin berpengalaman, semakin baik.

88 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Menemukan Kelas Terdapat beberapa pendekatan untuk identifikasi Kelas: – Pendekatan Noun Phrase, – Pendekatan Common Class Paterns, – Pendekatan Use-Case Approach, – Pendekatan Classes Responsibilities and Collaboration.

89 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Noun Phrase Diperkenalkan oleh Rebecca Wirfs-Brock, Brian Wilkerson dan Lauren Wiener. Pendekatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: – Mencari noun phrases dari requirement atau use case – Nouns  Class, sedangkan Verb  Method Sangat bergantung kepada kelengkapan dan ketepatan dari dokumen yang tersedia Dilain pihak, pada dokumen yang lengkap akan terdapat banyak kandidat kelas

90 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Noun Phrase Langkah-langkah pendekatan tersebut: – Identifikasi Tentative Classes  Berdasarkan use-case – Seleksi Kelas-kelas dari kategori yang relevan dengan cara: Membuat daftar dari noun phrases Review kelas yang redundant dan jadikan kelas yang umum Review kelas yang mengandung Adjective Review Attribut yang mungkin Review Tujuan Kelas – Kelas yang tidak mempunyai peran dan tidak mempunyai kegunaan dalam sistem akan dihapus dalam daftar

91 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Tipe Terdapat dua macam Diagram Interaksi: – Sequence Diagram – Collaboration Diagram

92 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I -ap-92 Diagram Interaksi: Diagram Sekuens Diagram sekuen adalah diagram interaksi yang menggambarkan interaksi antar objek yang terurut berdasarkan waktu. Idealnya digunakan pada periode waktu yang sedikit dan melibatkan objek yang sedikit.

93 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I -ap-93 Diagram Interaksi: Diagram Sekuen Temukan objek: – Identifikasi benda/ noun yang terdapat dalam aliran kejadian/skenario  Benda tersebut dapat saja berupa aktor, objek atau atribut dari objek. – Identifikasikan objek saja, kategorikan objek tersebut menjadi objek entity, boundary dan control. Temukan aktor: yaitu pihak yang menginisiasi aliran/skenario.

94 -ap- 94 Diagram Interaksi: Diagram Sekuen Tambahkan message ke dalam diagram, Message adalah komunikasi antar objek yang menggambarkan aksi yang akan dilakukan. Message terjadi antar dua buah objek dimana satu objek (disebut client) meminta objek lain (disebut supplier) untuk melakukan sesuatu. Message berbeda dengan Method, dimana method adalah fungsi dari kelas yang berisi statement untuk menggambarkan apa yang terjadi ketika suatu message diterima (misalnya perubahan state, ekstrak informasi)

95 Case Study: CatatPembelian Identifikasi NomorUC-01 NamaCatatPembelian TujuanMencatat pembelian makanan yang ada DeskripsiPembeli melakukan pemesanan makanan, kasir mencatat pemesanan makanan TipeHigh level AktorPetugas Kasir Skenario Utama Kondisi awal: Aplikasi Penjualan sudah dibuka Aksi AktorReaksi Sistem Membuka formulir pembelianMenampilkan formulir yang siap diisi Mengisi data kode makanan dan jumlahMenampilkan jenis makanan dan harga per item berdasarkan kode Menekan tanda selesai jika pembelian makanan sudah selesai Menyimpan seluruh item pembelian makanan Kondisi akhir: Seluruh item pembelian sudah tersimpan

96 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Case Study: CatatPembelian

97 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Diagram Sekuen Diagram Sekuen tidak dipergunakan untuk: – Kolaborasi objek yang banyak – Logika yang kompleks – Menunjukkan kelakuan sebuah objek tunggal – Gunakan statechart diagram

98 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Diagram Kolaborasi Tujuan Diagram Kolaborasi adalah untuk memperlihatkan bagaimana objek saling terkait pada sebuah use-case. Kegunaan Diagram Kolaborasi adalah: – Untuk memperlihatkan hubungan statik antar objek – Untuk skenario yang lebih kompleks – Untuk objek yang banyak dengan message yang sedikit

99 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Diagram Kolaborasi

100 Diagram Interaksi: Kapan? Diagram Sekuens: ? Menunjukkan urutan/sekuens Diagram Kolaborasi: ? Menunjukkan koneksi antar objek

101 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Interaksi: Petunjuk Diagram Interaksi merupakan diagram yang bagus untuk menganalisis dan memvisualisasi, Menunjukkan urutan dan hubungan antar objek untuk sebuah skenario use-case, Gunakan elemen notasi dasar, Setiap skenario mempunya diagram interaksi sendiri, Gunakan abstraksi KIS(S): Keep it Simple (S?)

102 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Kelas (dari Diagram Sekuens) Dengan pendekatan Use-case (Use-case driven approach), kelas didapatkan berdasarkan diagram sekuens Langkah-langkah: – Identify Class – Identify Relationship – Identify Attributes – Identify Methods

103 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Kelas: Kelas

104 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Kelas: Atribut

105 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Kelas: Metode/Operasi

106 Perancangan Sistem Informasi Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I Diagram Kelas: Relasi antar kelas


Download ppt "Antonius Wahyu Sudrajat, S. Kom., M.T.I. Class Diagram."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google