Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BASIS DATA 2 PERTEMUAN 9-16 BASIS DATA TERDISTRIBUSI BASIS DATA INTERNET DSS, DATA WAREHOUSE DATA MINING.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BASIS DATA 2 PERTEMUAN 9-16 BASIS DATA TERDISTRIBUSI BASIS DATA INTERNET DSS, DATA WAREHOUSE DATA MINING."— Transcript presentasi:

1 BASIS DATA 2 PERTEMUAN 9-16 BASIS DATA TERDISTRIBUSI BASIS DATA INTERNET DSS, DATA WAREHOUSE DATA MINING

2 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 2 Basis Data Internet Dengan adanya teknologi internet, memungkinkan pengguna dari berbagai tempat terpisah mengakses data suatu organisasi secara remote. Mulai dari data berupa file teks sampai basis data, mulai dari program aplikasi browser web atau aplikasi client sampai aplikasi server yang dijalankan di tempat organisasi, mulai dari format teks sederhana seperti HTML sampai format basis data yang dapat dikirim melalui internet, mulai dari akses informasi sampai transaksi bisnis melalui Internet (e-Commerce).

3 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 3 World Wide Web Dengan World Wide Web (WWW) atau disingkat menjadi Web memungkinkan file berformat HTML (hypertext markup language) dapat ditampilkan atau dapat dilakukan transfer file ke berbagai tempat yang mengakses internet melalui browser web seperti Internet Explorer dan sarana penghubung (link) yang diberi nama URL (universal resource locator) dengan menggunakan protokol HTTP (hypertext transport protocol) atau FTP (file transport protocol).

4 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 4 HTML Dengan format HTML file teks dapat ditampilkan di layar melalui browser web, karena adanya tambahan mark berbentuk tag yang terdiri dari tag awal dan tag akhir dalam bentuk dan. Secara umum format HTML terdiri dari dua bagian yaitu header dan body yang dipisahkan dengan tag header (, ) dan body (, ) di dalam tag HTML (, ), seperti contoh berikut ini:

5 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 5 HTML (2) Contoh halaman statik yang menampilkan data teks: References XML: Author :Elliotte Rusty Harold Title :XML in a Nutshell Publisher:O'Reilly Database: Author :Raghu Ramakrishnan Title :Database Management Systems Publisher:McGraw-Hill Data Warehouse: Author :W.H Inmon Title :Building The Data Warehouse Publisher:John-Wiley & Sons

6 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 6 HTML (3) Tampilan file HTML di atas pada browser web seperti : XML: Author :Elliotte Rusty Harold Title :XML in a Nutshell Publisher:O'Reilly Database: Author :Raghu Ramakrishnan Title :Database Management Systems Publisher:McGraw-Hill Data Warehouse: Author :W.H Inmon Title :Building The Data Warehouse Publisher:John-Wiley & Sons

7 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 7 Basis data dan Web Kebutuhan pengguna melalui Web tidak hanya untuk akses file teks atau transfer file, tetapi berkembang juga untuk transaksi bisnis melalui tampilan form yang dapat diisi data dan form itu dikirim dari browser melalui jaringan Internet, sampai diterima di tempat perusahaan yang mempunyai situs web, kemudian diolah dan dikirim kembali melalui protokol CGI (common gateway interface) dan menampilkan hasilnya pada browser masing-masing pengguna yang berbeda-beda (terdistribusi) secara dinamik

8 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 8 Basis data dan Web (2)

9 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 9 Basis data dan Web (3) Contoh halaman dinamik berbentuk form dalam format HTML : Form Type your name:

10 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 10 Arsitektur Pengolahan data base di tempat perusahaan membutuhkan peran DBMS dan protokol CGI, tetapi untuk setiap halaman dinamik yang ditampilkan diperlukan satu proses tersendiri dan jika jumlah pengguna yang mengakses dan melakukan transaksi banyak, maka akan mempengaruhi performansi sistem. Untuk itu maka diperlukan aplikasi server yang menangani proses-proses transaksi menjadi satu proses dan membaginya dalam beberapa thread. Aplikasi ini dapat dipisahkan dari server dan disebut sebagai middle tier. Antara aplikasi server dan DBMS diperlukan konektor berupa driver seperti JDBC untuk aplikasi Java atau ODBC untuk aplikasi lainnya

11 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 11 Arsitektur (2) Untuk aplikasi server dibutuhkan integrasi sumber data yang heterogen, transaksi yang melibatkan beberapa sumber data, keamanan atau sekuritas dan manajemen sesi. Untuk integrasi diperlukan sistem objek relasional. Untuk transaksi terdistribusi diperlukan constraint atomisitas transaksi, konsistensi isi data, isolasi proses dan durabilitas. Untuk sekuritas diperlukan protokol yang aman seperti SSL (secure socket layer). Untuk manajemen sesi diperlukan identifikator sesi seperti cookies

12 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 12 Arsitektur (3)

13 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 13 XML Format HTML hanya dapat menampilkan data dalam bentuk teks dan tidak dapat merepresentasikan struktur data yang rumit karena tag pada format html bersifat statik. HTML dapat merepresentasikan view berorientasi dokumen, padahal untuk basis data diperlukan representasi view berorientasi skema. Untuk tujuan itu, maka dibuat format XML yang merupakan perpaduan HTML dengan SGML (standard generalized markup language). Dengan SGML memungkinkan mendefinisikan bahasa markup untuk data dan dokumen yang dapat digunakan untuk semua kebutuhan yang umum, sehingga menjadi relatif terlalu kompleks.

14 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 14 XML (2) XML terdiri dari elemen, atribut, acuan entitas, komentar dan DTD (document type declaration). Elemen atau tag yang dimulai dengan tag awal dan diakhiri dengan tag akhir adalah unit atau blok pembangun utama dokumen XML. Setiap elemen dapat bersarang di dalam elemen lain. Setiap elemen dapat terdiri dari beberapa atribut yang nilainya di-set pada awal tag. Acuan entitas adalah shortcut teks atau simbol yang dimulai dengan ‘&’ dan diakhiri dengan ‘;’. Ada 5 karakter &, >, <, “, ‘ yang juga menggunakan shortcut, yaitu amp, gt, lt, quot dan apos. (& > < " ') Komentar dimulai dengan ‘ ’. DTD adalah aturan definisi atau tata bahasa penentu elemen, atribut dan entitas.

15 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 15 XML (3) DTD ditandai dengan. Elemen ditandai dengan. Pada akhir tag setiap elemen terdapat tiga jenis karakter pilihan, yaitu karakter ‘*’ untuk jumlah elemen nol atau banyak, karakter ‘+’ untuk jumlah elemen satu atau banyak, atau karakter ‘?’ untuk jumlah elemen nol atau satu. Setiap elemen yang mempunyai elemen lagi secara bersarang menggunakan tanda kurung: ‘(‘ dan ‘)’ dengan nama elemen di dalamnya yang dipisah ‘,’ jika lebih dari satu. Jika suatu elemen merupakan elemen primitif maka isi di dalam kurung diisi dengan simbol khusus: #PCDATA. Jika elemen tidak mempunyai isi gunakan simbol EMPTY. Atribut elemen di tandai dengan. Jika nilai atribut harus ada isinya (tidak null) maka tambahkan simbol khusus: #REQUIRED sebelum tag akhir: ‘>’.

16 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 16 XML (4) Contoh file xml : Raghu Ramakrishnan Database Management Systems McGraw-Hill W.H. Inmon Building The Data Warehouse John-Wiley & Sons

17 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 17 XML (5) Contoh file dtd :

18 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 18 Query Data XML Pengelolaan data XML yang didefinisikan melalui dokumen XML memungkinkan aplikasi lebih mendekati pada pengelolaan basis data dari pada pengelolaan berorientasi teks yang didefinisikan melalui dokumen HTML dengan tetap memudahkan juga untuk ditampilkan pada browser web. Tidak semua jenis browser web kompatibel dengan format XML. Browser Netscape dan Mozila versi 6 atau yang lebih tinggi sudah mengakomodasi format XML.

19 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 19 Query Data XML (2) Untuk memudahkan dalam pengelolaan data yang terstruktur melalui Internet diperlukan bahasa query yang dapat mempertukarkan data dengan definisi struktur yang berbeda berformat XML yang ada pada file DTD. Ada beberapa bahasa query XML (XML-QL) yang sesuai standar W3C seperti yang ada pada situs Pada spesifikasi standar W3C yang ditetapkan terdiri dari empat spesifikasi yang saling bergantung secara hirarki mulai dari spesifikasi kebutuhan, model data, aljabar dan sintak. Bahasa query didefinisikan pada spesifikasi model data yang definisi operasinya ditentukan pada spesifikasi aljabar dan bagaimana tata tulis (sintak) query didefinisikan pada spesifikasi sintak.

20 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 20 Query Data XML (3) Contoh query xml-1 WHERE $ln $fn McGraw-Hill IN CONSTRUCT $fn $ln

21 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 21 Query Data XML (4) Contoh query XML-2 WHERE $b IN $a, $p IN $b CONSTRUCT $p WHERE $l IN $a CONSTRUCT $l

22 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 22 Query Data XML (5) Hasil query-1: Raghu Ramakrishnan Hasil query-2: MacGraw- Hill Ramarishnan John-Wiley & Sons Inmon

23 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 23 Model data semi terstruktur Dengan adanya data yang terstruktur dan data tidak terstruktur, maka skema struktur data harus diketahui agar dapat diintegrasikan, jika tidak maka akan ada masalah dalam mengintegrasikan struktur data yang heterogen dan dalam query data, selain data terstruktur mempengaruhi performansi pertukaran data karena harus ada proses transformasi struktur data. Kebutuhan untuk penyelesaian masalah tersebut diatas memicu diciptakannya pemodelan data semi terstruktur yang lebih fleksibel, yaitu menggunakan representasi graf berarah berbentuk pohon sematik. Setiap simpul menyatakan satu objek primitif atau objek komposit dan setiap garis penghubung simpul menyatakan atribut.

24 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 24 Model data semi terstruktur (2)

25 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 25 Model data semi terstruktur (3) Salah satu model data semi terstruktur adalah OEM (object exchange model) yang merepresentasikan setiap objek dalam bentuk tripel, yaitu label, tipe dan nilai objek. Pada implementasinya juga ada identifikator objek yang bernilai unit. Label pada tripel yang pertama harus dipilih sedemikian sehingga informatif. Contoh-1 : Contoh-2 : fistname1 is lastname1 is

26 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 26 Model data semi terstruktur (4) Contoh-3 : book1 is book2 is book3 is author1 is title1 is publisher1 is fistname1 is lastname1 is

27 Tedjo Darmanto, Yulison Heri Chrisnanto TEAM D3 TKJ STMIK AMIKBANDUNG 27 Acuan Ramakrishnan, Raghu; Gehrke, Johannes; “Database Management Systems”; McGraw-Hill, edisi-2


Download ppt "BASIS DATA 2 PERTEMUAN 9-16 BASIS DATA TERDISTRIBUSI BASIS DATA INTERNET DSS, DATA WAREHOUSE DATA MINING."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google