Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SUKU BUNGA dan NILAI WAKTU UANG. PENGERTIAN SUKU BUNGA  harga yang dibayar untuk dana atau modal.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SUKU BUNGA dan NILAI WAKTU UANG. PENGERTIAN SUKU BUNGA  harga yang dibayar untuk dana atau modal."— Transcript presentasi:

1 SUKU BUNGA dan NILAI WAKTU UANG

2 PENGERTIAN SUKU BUNGA  harga yang dibayar untuk dana atau modal

3 PERGERAKAN SUKU BUNGA Teori Loanable Funds Fokus teori ini ada pada penawaran (supply) dan permintaan (demand) terhadap dana yang dapat dipinjamkan (loanable funds)

4 Jumlah Dana Yg Dpt Dipinjam Suku Bunga SfSf DfDf E Suku bunga keseimba ngan Jumlah dana yang dipinjamkan keseimbangan

5 S f  kurva penawaran untuk loanable funds  memiliki kemiringan (slope) positif D f  kurva permintaan untuk loanable funds  memiliki kemiringan (slope) negatif

6 Perpotongan antara D f dan S f menentukan tingkat suku bunga pada kondisi keseimbangan (“E”/Equilibrium) serta jumlah dana yang dipinjamkan

7 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI S f (1) 1.Rumah tangga Jika suku bunga tinggi atau penghasilan meningkat, tabungan rumah tangga semakin bertambah 2.Sektor usaha (bisnis) Kelebihan kas yang dapat diinvestasikan dalam jangka pendek akan meningkat S f

8 3.Pemerintah Pemerintah mempengaruhi supply dana melalui Bank Sentral (Bank Indonesia) 4.Investor asing Semakin banyak investor asing yang tertarik untuk memberikan pinjaman atau menginvestasikan dananya di suatu negara, S f akan naik FAKTOR YANG MEMPENGARUHI S f (2)

9  Keempat faktor yang mempengaruhi S f juga mempengaruhi permintaan akan loanable funds (D f ) Jika konsumsi rumah tangga meningkat, D f meningkat Bila perokonomian membaik dan perusahaan memiliki banyak alternatif investasi, kebutuhan modal meningkat, D f meningkat Jika pemerintah menaikkan anggaran belanja, kebutuhan modal meningkat, D f meningkat Jika investor asing membutuhkan dana dari suatu negara, D f meningkat FAKTOR YANG MEMPENGARUHI D f (1)

10 PERAN PEMERINTAH Pemerintah memengaruhi penawaran dana melalui Bank Sentral (BI) dan memengaruhi permintaan dana melalui kenaikan anggaran belanja Bank Sentral memengaruhi jumlah kredit yang tersedia dan pertumbuhan penawaran uang melalui operasi pasar terbuka (open market operation) Jika BI ingin menurunkan jumlah uang beredar (JUB) maka BI akan menjual SBI ke masyarakat. Jika BI ingin menaikkan JUB, BI akan membeli SBPU (Surat Berharga Pasar Uang) dari masyarakat

11 Jika penawaran loanable funds bertambah, kurva S f akan bergeser ke kanan. Jika penawaran loanable funds berkurang, kurva S f akan bergeser ke kiri. Jika permintaan loanable funds bertambah, kurva D f akan bergeser ke kanan. Jika permintaan loanable funds berkurang, kurva D f akan bergeser ke kanan

12 SUKU BUNGA: BEBAS RISIKO dan NOMINAL Suku bunga bebas risiko (k RF ) didefinisikan sebagai suku bunga riil bebas risiko (k*) ditambah premi inflasi (IP), sehingga: k RF = k* + IP Suku bunga nominal (quoted) atas sekuritas utang (k) terdiri dari suku bunga bebas risiko (k*) ditambah premi inflasi (IP), risiko kegagalan (DRP), likuiditas (LP), dan risiko jatuh tempo (MRP), sehingga: k = k* + IP + DRP + LP + MRP

13 SUKU BUNGA: Perubahannya Jika suku bunga riil bebas risiko dan berbagai premi adalah konstan sepanjang waktu, maka suku bunga akan stabil Namun, suku bunga riil dan premi -khususnya premi inflasi yang diharapkan- berubah sepanjang waktu, sehingga suku bunga pasar berubah Demikian pula, intervensi Bank Sentral untuk meningkatkan atau menurunkan jumlah uang beredar serta arus mata uang internasional menyebabkan fluktuasi suku bunga

14 KURVA HASIL Hubungan antara hasil atas sekuritas dan jatuh tempo sekuritas disebut sebagai struktur jangka waktu suku bunga Kurva hasil adalah grafik dari hubungan ini

15 KURVA HASIL: Bentuk dan Kemiringannya Bentuk kurva hasil tergantung pada dua faktor kunci: –Pengharapan inflasi dimasa depan –Persepsi tentang tingkat relatif dari sekuritas dengan jatuh tempo yang berbeda Kurva hasil umumnya memiliki kemiringan keatas, disebut kurva hasil normal Akan tetapi, kurva itu dapat memiliki kemiringan menurun (inverted yield curve) jika tingkat inflasi diperkirakan menurun

16 KURVA HASIL: Penjelasan Teori Sejumlah teori dikemukakan untuk menjelaskan bentuk kurva hasil Teori tersebut antara lain: –Teori pengharapan (expectations theory) –Teori preferensi likuiditas (liquidity preference theory)

17 TINGKAT SUKU BUNGA: Pengaruhnya terhadap harga saham Tingkat suku bunga memiliki pengaruh yang besar terhadap harga saham Suku bunga yang lebih tinggi: 1.Menurunkan kegiatan ekonomi 2.Meningkatkan beban bunga (dengan demikian menurunkan laba perusahaan) 3.Menyebabkan investor menjual saham dan mentransfer dana pada pasar obligasi  Semakin tinggi suku bunga akan menekan harga saham

18 TINGKAT SUKU BUNGA: Pengaruhnya terhadap harga saham Tingkat suku bunga sulit dan bahkan tidak mungkin untuk diprediksi Maka, kebijakan keuangan yang baik harus menggunakan: –Bauran utang jangka pendek dan jangka panjang –Strategi perusahaan untuk bertahan pada berbagai suku bunga di masa depan

19 HUBUNGAN ANTARA INFLASI dan SUKU BUNGA

20 PENGERTIAN INFLASI Inflasi adalah  kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum Menyebabkan daya beli masyarakat turun Menyebabkan nilai uang turun

21 PENYEBAB INFLASI Inflasi terjadi karena  pertumbuhan uang (money supply/JUB) melebihi pertumbuhan produksi barang dan jasa Salah satu cara untuk mengendalikan inflasi adalah  dengan mempengaruhi JUB

22 Irving Fisher (1896) mengembangkan formula yang menjelaskan hubungan antara suku bunga dengan imnflasi  FISHER EFFECT. (1 + i) = (1 + r) x (1 + PI) i = r + PI i : suku bunga nominal r : suku bunga riil PI : tingkat inflasi yang diperkirakan

23 SUKU BUNGA ACUAN Suku bunga acuan adalah  tingkat bunga nominal yang menjadi referensi atau acuan bagi industri perbankan dalam menetapkan suku bunga pinjaman dan simpanan Suku bunga acuan ditetapkan oleh Bank Indonesia Di Indonesia suku bunga acuan menggunakan suku bunga SBI

24 KONSEP SUKU BUNGA 1.Suku bunga sederhana (simple interest rate) Bunga hanya dihitung dari pokok investasi 2.Suku bunga majemuk (compound interest rate) Bunga dihitung dari pokok investasi dan bunga yang diperoleh dari periode sebelumnya. Asumsi dasar bunga yang diperoleh pada periode sebelumnya tidak diambil/dikonsumsi tetapi diinvestasikan kembali

25 NILAI WAKTU DARI UANG (TIME VALUE OF MONEY)

26 Keputusan keuangan seringkali melibatkan situasi di mana seseorang membayar uang pada suatu waktu dan menerima uang pada beberapa waktu kemudian Uang yang dibayarkan atau diterima pada dua titik yang berbeda dalam waktu adalah berbeda Perbedaan ini diakui dan diperhitungkan dengan  analisis nilai waktu uang (TVM)

27 PENGERTIAN NILAI WAKTU UANG Nilai uang saat ini/hari ini akan berbeda dengan nilai uang satu tahun yang lalu atau satu tahun yang akan datang Seorang investor akan lebih senang menerima uang Rp ,00 hari ini daripada sejumlah uang yang sama setahun mendatang. Mengapa? Karena jika ia menerima uang tsb hari ini, ia dapat menginvestasikan uang tersebut pada suatu tingkat keuntungan sehingga setahun mendatang uangnya akan lebih besar dari Rp ,00.

28 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI WAKTU UANG 1.Waktu penerimaan atau pembayaran aliran uang 2.Tingkat inflasi 3.Tingkat suku bunga

29 MANFAAT NILAI WAKTU UANG 1.Menghitung harga saham/obligasi 2.Menilai investasi di aktiva tetap 3.Menghitung cicilan hutang (kredit) 4.Menghitung premi asuransi

30 MACAM NILAI WAKTU UANG 1.Future Value (FV)  Nilai uang di masa mendatang 2.Present value (PV)  Nilai uang saat ini

31 FUTURE VALUE (FV) ….1 Uang yang ditabung/diinvestasikan hari ini akan berkembang/bertambah besar karena mengalami penambahan nilai dari bunga yang diterima Dipakai untuk menghitung: Tabungan Investasi

32 FUTURE VALUE (FV) ….2 FV n = PV x (1 + r) n FV n : future value periode ke n PV: present value r: suku bunga n: periode investasi

33 Contoh FV: Anton menabung uang di sebuah bank sebesar Rp ,00 dengan bunga sebesar 12%. Anton menabung selama 3 tahun. Berapa tabungan Anton setelah tiga tahun? FV 3 = x (1 + 0,12) 3 FV 3 = x (1,4049) FV 3 =

34 PRESENT VALUE (PV) ….1 Present Value (FV)  kebalikan dari Future Value (PV) Proses untuk mencari PV disebut sebagai melakukan proses diskonto Present Value dapat diartikan sebagai  nilai sekarang dari suatu nilai yang akan diterima atau dibayar di masa mendatang

35 PRESENT VALUE (PV) ….2 FV n : future value periode ke n PV: present value r: suku bunga n: periode investasi

36 Contoh PV: Ayah anda memanggil anda dan memberitahu bahwa lima tahun lagi anda akan mendapat warisan sebesar Rp.10 Milyar  Berapa uang akan anda terima jika anda meminta warisan itu diberikan sekarang? Diketahui tingkat bunga sebesar 10%

37 PV = ,16

38 PEMAJEMUKAN Pemajemukan adalah  proses penentuan nilai masa depan (FV) dari arus kas atau serangkaian arus kas Jumlah yang dimajemukkan, atau nilai masa depan, adalah sama dengan jumlah awal ditambah bunga yang diperoleh

39 Pemajemukan

40 PENDISKONTOAN Pendiskontoan adalah  proses pencarian nilai sekarang (PV) dari arus kas masa depan atau serangkaian arus kas Pendiskontoan  kebalikan dari pemajemukan

41 Pendiskontoan

42 ANUITAS dan PERPETUITAS Anuitas adalah  serangkaian pembayaran periodik yang sama untuk sejumlah waktu tertentu Jika diteruskan selamanya sehingga pembayaran dalam jumlah yang sama akan berlangsung terus selamanya, maka kita akan menyebutnya sebagai perpetuitas (perpetuity)

43 ANUITAS: BIASA dan JATUH TEMPO Anuitas yang pembayarannya terjadi pada akhir setiap periode disebut anuitas biasa (ordinary annuity) Jika setiap pembayaran terjadi pada awal periode alih-alih pada akhir periode maka kita akan memiliki anuitas jatuh tempo (annuity due)

44 ANUITAS: Jika ARUS KAS TIDAK SAMA Jika arus kas tidak sama, maka kita tidak dapat menggunakan rumus anuitas Untuk mencari PV atau FV dari serangkaian arus kas yang tidak sama, cari PV atau FV dari setiap arus kas individual dan kemudian jumlahkan semuanya Perhatikan, bahwa jika beberapa arus kas membentuk anuitas, maka rumus anuitas dapat digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari bagian aliran arus kas tersebut

45 KALKULATOR KEUANGAN Kalkulator keuangan memiliki program terpasang yang melaksanakan semua operasi Akan sangat berguna bagi Anda untuk membeli kalkulator seperti itu dan belajar menggunakannya

46 PERHITUNGAN TVM Penghitungan TVM biasanya melibatkan persamaan yang memiliki empat variabel Jika Anda telah mengetahui tiga variabel, maka Anda dapat menyelesaikan variabel keempat

47 MENENTUKAN SUKU BUNGA Jika Anda mengetahui arus kas dan PV (atau FV) dari aliran arus kas, maka Anda dapat menentukan suku bunga Misalnya, jika Anda diberikan informasi tentang pinjaman dengan 3 pembayaran sebesar $1.000 dan pinjaman tersebut mempunyai nilai sekarang sebesar $2.775,10, maka Anda dapat menentukan suku bunga yang menyebabkan jumlah PV pembayaran sama dengan $2.775,10

48 PEMBAYARAN: Bisa Lebih Cepat Daripada Tahunan Banyak kontrak yang menyebutkan lebih sering pembayaran dari pada tahunan, contohnya: –Hipotik dan pinjaman kredit kendaraan yang mengharuskan pembayaran bulanan –Kebanyakan obligasi membayar bunga secara setengah tahunan –Sebagian besar bank menghitung bunga secara harian

49 PEMBAYARAN: Biaya Pinjaman yang Dibayar Sering Kita bisa membandingkan biaya pinjaman yang mensyaratkan pembayaran lebih dari satu kali setahun, atau tingkat pengembalian atas investasi yang melakukan pembayaran lebih sering Pembandingan tersebut harus didasarkan atas tingkat pengembalian ekuivalen (atau efektif)

50 AMORTISASI Amortisasi pinjaman adalah  salah satu pinjaman yang diselesaikan dengan pembayaran yang sama selama periode tertentu Skedul amortisasi menunjukkan: –Berapa besar dari setiap pembayaran yang membentuk bunga –Berapa yang digunakan untuk mengurangi pokok –Saldo yang belum terbayar pada setiap waktu

51


Download ppt "SUKU BUNGA dan NILAI WAKTU UANG. PENGERTIAN SUKU BUNGA  harga yang dibayar untuk dana atau modal."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google