Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

SEJARAH PEMBANGUNAN EKONOMI TAIWAN AKHMAD JAYADI.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "SEJARAH PEMBANGUNAN EKONOMI TAIWAN AKHMAD JAYADI."— Transcript presentasi:

1 SEJARAH PEMBANGUNAN EKONOMI TAIWAN AKHMAD JAYADI

2 PENGANTAR Luas Taiwan hanya seukuran pulau sumatera, namun kekuatan ekonominya jauh melebihi Indonesia. Terutama PDB perkapita, total ekspor dan cadangan devisanya. Pada 2011 PDB Taiwan sebesar USD 466,5 miliar, PDB perkapita sebesar USD Perdagangan luar negeri Taiwan adalah terbesar ke 18 dunia, mencapai USD 590 miliar. Selama enam dekade terakhir, Taiwan mencapai prestasi ekonomi yang menakjubkan: pertumbuhan ekonomi cepat, inflasi stabil, distribusi pendapatan masyarakat yang merata. Prestasi ini dikenal dunia dengan istilah “Taiwan’s Experience”.

3 PENGANTAR Taiwan bertransformasi dari negara pertanian menjadi pemain kunci dalam industrI ICT. Pada 2011 Taiwan adalah supplier terbesar dunia untuk 22 jenis produk industrI seperti mask ROM, motherboards, notebook, PC tablet, monitor LCD, WLAN, cakram optiK, dll. Strategi pembangunan ekonomi Taiwan dijalankan melalui Xkerjasama sinergis antara rakyat dengan pemerintahnya. Faktor penting di belakang kesuksesan Taiwan adalah kebijakan pemerintah yang pragmatis dan fleksibel, khususnya dalam mendorong stabilitas sosial dan politik, serta adopsi strategi pembangunan yang outward looking. Setiap kali muncul masalah baru, Taiwan menyelesaikannya dengan kebijakan yang market-friendly.

4 TAHAPAN PEMBANGUNAN Perencanaan pembangunan ekonomi Taiwan dapat dibagi ke dalam enam tahap penting, yaitu: Pertama, era 1950-an: Tahap pengejaran stabilitas dan kemandirian. Pada tahap ini prioritas pembangunan dititikberatkan pada stabilisasi ekonomi dan produksi makanan. Taiwan mendorong pembangunan industri domestik melalui kebijakan tarif dan kendali impor. Program land reform diperkenalkan untuk meningkatkan produksi makanan, menstabilkan harga makanan, serta meningkatkan stabilitas sosial. Di saat yang sama, pembangunan industri subsitusi impor (ISI) yang padat karya diperluas untuk mengurangi ketergantungan atas impor dan kebutuhan devisa.

5 TAHAPAN PEMBANGUNAN Kedua, era 1960-an: Tahap peningkatan ekspor industry ringan. Tekanan tahap ini diberikan pada penciptaan industri padat karya dan berorientasi ekspor dalam rangka memanfaatkan tenaga kerja murah yang tersedia serta disamping juga guna merambah pasar potensial di luar Taiwan. Pemerintah juga melakukan reformasi kebijakan sistem nilai tukar dan perpajakan, serta pada 1966 mendorong investasi dan ekspor melalui pendirian Export-Processing Zone pertama Taiwan di Kaohisung. Dampak positif EPZ dapat dilihat pada tingginya pertumbuhan ekspor yang merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi.

6 TAHAPAN PEMBANGUNAN Ketiga, era 1970-an: Tahap pembangunan industri dasar dan industri berat. Cepatnya ekspansi ekspor di era sebelumnya menciptakan permintaan domestik yang besar untuk mesin, peralatan dan produk antara. Pemerintah Taiwan secara aktif menyelesaikan proyek sepuluh pembangunan utama diantaranya rel, pelabuhan, bandara, listrik dan infrastruktur dasar lainnya, serta secara antusias membangun industri petrokimia, baja, dan industri substitusi impor sedang yang padat modal. Hasilnya, Taiwan dapat mengurangi secara efektif ketergantungannya pada supply asing atas produk antara dan dengan cepat meningkatkan struktur industrinya.

7 TAHAPAN PEMBANGUNAN Keempat, era 1980-an: Tahap liberalisasi ekonomi dan pembangunan berbasis teknologi. Pada tahap ini Taiwan telah menuai hasil dari kebijakan promosi perdagangannya, dan mencatat surplus perdagangan luar negeri. Pemerintah mengadopsi liberalisasi dan internasionalisasi ekonomi sebagai prinsip acuan bagi pembangunan Taiwan ke depan, serta berusaha bermain secara aktif di pasar dunia. Pada saat yang sama, Taiwan mulai memaksimalkan sumberdaya kapitalnya untuk membangunan industri padat modal dan padat teknologi seperti industri elektronik, informasi, dan mesin. Produksi industri direstrukturisasi dengan meningkatkan belanja litbang (R&D).

8 TAHAPAN PEMBANGUNAN Kelima, era 1990-an: Tahap booming perkembangan industri IT. Beberapa industry padat karya dipindahkan ke negara lain (offshore) akibat tingginya tingkat upah domestik. SDM Taiwan yang berkualitas tinggi dan kluster industri yang melimpah dikerahkan pada pembangunan industry IT. Hasilnya, pada 1993 Taiwan menjadi produsen terbesar dunia beberapa produk IT, dan menyuplai lebih dari separuh kebutuhan pasar global untuk layar monitor, motherboards dan scanner. Pada 1995 industri IT Taiwan menjadi produsen terbesar ketiga dunia untuk hardware IT dan memainkan peran vital dalam industri high-tech dunia. Pemerintah juga memperkenalkan Asia-Pacific Regional Operations Center (APROC) dengan tujuan meningkatkan posisi global Taiwan dan level industrinya. Kebijakan lainnya pada tahap ini adalah liberalisasi telekomunikasi, pembangunan ekonomi dan sosial yang berimbang guna peningkatan kualitas hidup warga.

9 TAHAPAN PEMBANGUNAN Keenam, era : Tahap remodeling industry dan keterkaitan global. Taiwan secara aktif meningkatkan stok modal nasional dengan memperluas investasi publik dan mendorong investasi swasta. Industrial remodeling didorong dengan jalan membangun enam industry utama, empat industry canggih, dan sepuluh industri jasa. Taiwan mempercepat koneksi global dan meningkatkan kapabilitas logistik globalnya melalui penandatanganan ECFA dengan China daratan, serta membawa ekonomi nasional ke dalam kancah dunia. Selain itu Taiwan mengimplementasikan Golden Decade National Vision Plan dengan tiga puluh satu perangkat utama dalam rangka mencapai delapan visi ekonomi, masyarakat yang adil, pemerintahan yang bersih dan kompeten, pendidikan budaya yang unggul, lingkungan yang sustainable, pembangunan yang konprehensif, dan perdamaian di selat China dan internasional, dalam rangka menciptakan kesejahteraan, keselarasan dan kesinambungan.

10 BADAN PERENCANAAN Perencanaan pembangunan nasional Taiwan berada di bawah kendali satu lembaga yang disebut dengan CEPD (Council for Economic Planning and Development). Secara fungsional CEPD membuat dua buah rencana umum yakni rencana bagian atas (upper) yaitu makroekonomi dan rencana bagian bawah (lower) yaitu sektoral. Beberapa rencana yang termasuk dalam makroekonomi adalah menganalisis situasi subjektif dan objektif internasional dan isu local yang dihadapi; pembuatan visi dan tujuan umum; serta pilar-pilar utama kebijakan pemerintah. Di sisi yang lebih khusus, rencana sektoral diantaranya adalah mencakup sektor ekonomi; pendidikan, sains dan teknologi; ekologi dan lingkungan; social serta hokum.

11 BADAN PERENCANAAN Secara kelembagaan kewenangan CEPD mencakupi poin-poin utama rencana implementasi lembaga-lembaga eksekutif di bawahnya yakni sebanyak 39 badan yang berurusan dengan urusan dalam negeri, kebijakan luar negeri, pertahanan nasional, perekonomian, anggaran dan keuangan, dll. Beberapa prinsip perencanaan yang dijadikan dasar bagi kebijakan CEPD antara lain adalah: pertama, forward looking, yaitu bahwa kebijakan harus menjangkau tren di masa depan serta membuka cakrawala baru. Kedua, holistic, artinya pembangunan ekonomi harus selarasa dengan pembangunan social, budaya dan lingkungan, serta memberikan tekanan pada keterbukaan, keberlanjutan, dan keadilan, dalam rangka mencapai tujuan pertumbuhan, stabilitas dan distribusi pendapatan yang merata.

12 BADAN PERENCANAAN Ketiga, continous, yaitu keterkaitan rencana yang sedang berjalan dengan tujuan pembangunan jangka panjang. Keempat, consistent, yaitu menyelaraskan pembagian tugas antara sektor public dan sektor swasta serta menyelaraskan penggunaan sumber daya ekonomi, memelihara konsistensi antara rencana makro dan sektoral, serta konsistensi antara tujuan kebijakan dan ukuran- ukurannya. Berdasarkan jangka waktunya, perencanaan pembangunan ekonomi Taiwan dibagi dalam tiga kategori, yakni pandangan jangka panjang, rencana jangka menengah, serta rencana tahunan. Pandangan jangka panjang mencakup rencana sepuluh tahun atau lebih, dengan tujuan memberikan visi dan arahan pembangunan nasional jangka panjang. Rencana jangka menengah adalah rencana empat tahunan, yaitu memetakan fase-fase tujuan kebijakan serta memetakan proyek pembangunan terkait yang selaras dengan kerangka dengan visi dan arahan pandangan jangka panjang.

13 BADAN PERENCANAAN Rencana tahunan bertujuan menyelesaikan masalah partikulir dan jangka pendek yang sesuai dengan arah pembangunan jangka menengah. Program kerja yang dirancang sangat praktis dan realistis sebagai pemenuhan tujuan jangka menengah dan jangka panjang yang dipenuhi dari tahun ke tahun. Alur perencanaan pembangunan ekonomi Taiwan terdiri atas enam tahapan, yaitu: pertama, tahap mendesain konsep perencanaan. Kedua, tahap penyusunan seluruh tujuan ekonomi. Ketiga, penulisan rencana makroekonomi. Keempat, tahap menyusun kebijakan pembangunan nasional. Kelima, tahap penulisan draft pertama perencanaan. Keenam, tahap penerimaan dan implementasi.

14 PERAN SCIENCE PARK Taiwan memiliki satu are science park yaitu The Hsinchu Science Park (THSP). THSP terletak di barat laut Taiwan, mencakup beberapa science park lainnya seperti Tongluo, Longtan, dan Yilan. THSP didukung oleh beberapa lembaga akademik dan lembaga penelitian, yaitu The Industrial Technology Research Institute (ITRI), National Tsing Hua University (NTHU), dan National Chiao Tung University (NCTU). Ada sekitar 440 perusahaan lokal dan asing yang membuka kantor cabang di THSC dalam rangka memanfaatkan SDM dan lingkungan yang mendukung penemuan teknologi baru. THSC merupakan satu wilayah yang terintegrasi antara wilayah riset, hunian, dan area rekreasi. Pemerintah taiwan telah menginvestasikan lebih dari 2,4 miliar USD untuk membangun kawasan ini. Hasilnya, THSC menjadi “Silicon Valley” nya Taiwan, setiap tahun ratusan paten dan produk baru IT dikenalkan. Hinschu menjadi kota terpenting keempat di Taiwan setelah Taipei, Kaohsiung dan Taicung.

15 PERAN SEZ (KEK) Pada 1966 Taiwan membangun EPZ untuk pertama kalinya di Kaohsiung, bagian selatan Taiwan. KEPZ bertujuan menarik investasi asing, mendorong pedagangan internasional, transfer teknologi baru, dan menciptakan lapangan pekerjaan. KEPZ menawarkan insentif bagi investor seperti bongkar muat barang ekspor-impor yang efisien, harga murah, tenaga kerja kompetitif, dan pasar domestik yang mudah terjangkau. Hingga saat ini Taiwan telah memiliki 9 jenis EPZ yang berdiri di Taichung, Chungkang, Tainan, Pingtung dan New Taipei. Luas total semua EPZ mencapai lebih dari 500 hektar Total ekspor dan impor Taiwan melalui EPZ mencapai hampir 20 ribu USD. Wilayah asal investor adalah dari joint venture, berturut-turut kemudian dari domestik, lalu asing. Negara tujuan ekspor utamanya adalah Asia, jepang, Singapura, Korea, Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, Oceania, Timur Tengah dan Afrika.

16 PERAN SME’s Taiwan menyadari bahwa sokoguru perekonomiannya adalah UKM. Untuk itu Taiwan mendorong tumbuhnya UKM dengan berbagai program antara lain: kredit bunga rendah dengan syarat mudah, pendampingan manajemen dan promosi, UKM award setiap tahun dsb. Salah satu upaya penting mendorong UKM adalah dengan kebijakan OTOP (one town one product). Program ini meniru OVOP (one village one product) Jepang. Hasilnya, beberapa wilayah Taiwan dikenal dengan produk khasnya, seperti Taiwan selatan untuk industri padat modal-teknologi, Taiwan timur untuk pariwisata, Taiwan utara untuk kerajinan tradisional, Taiwan bagian tengah untuk produk agraris (anggrek) dan peternakan, dan semua kota menawarkan wisata kuliner yang khas. Taiwan juga menghidupkan pasar malam (night market) di tiap kota untuk menarik wisatawan dan pembeli.

17 BEBERAPA HAL PENTING Taipei 101 MRT HSR TKI 7-eleven, family mart Cross strait issue Taiwan culture and education HTC, ASUS, ACER, TRANSCEND, SCANDISC, MSI, dll.

18 TERIMAKASIH MOHON MASUKAN DAN SARANNYA XIE XIE NI MEN.


Download ppt "SEJARAH PEMBANGUNAN EKONOMI TAIWAN AKHMAD JAYADI."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google