Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOMUNIKASI MENURUT BUDAYA ALAM MINANGKABAU OLEH : Dra. Silvia Rosa, M. Hum.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOMUNIKASI MENURUT BUDAYA ALAM MINANGKABAU OLEH : Dra. Silvia Rosa, M. Hum."— Transcript presentasi:

1 KOMUNIKASI MENURUT BUDAYA ALAM MINANGKABAU OLEH : Dra. Silvia Rosa, M. Hum

2 Tujuan Pembelajaran : Mengerti bahwa pekerjaan dokter Mengerti bahwa pekerjaan dokter bersifat universal bersifat universal Mengerti dan dapat mengargai nilai budaya yang Mengerti dan dapat mengargai nilai budaya yang berlaku di tengah masyarakat berlaku di tengah masyarakat Mampu menghadapi masyarakat dengan kekhasan nilai budaya yang dianut oleh masyarakat Mampu menghadapi masyarakat dengan kekhasan nilai budaya yang dianut oleh masyarakat

3 Mengerti bahwa tugas dan peranan dokter sangat banyak bila dapat memahami dan menghayati nilai budaya yang dianut oleh masyarakat Mengerti bahwa tugas dan peranan dokter sangat banyak bila dapat memahami dan menghayati nilai budaya yang dianut oleh masyarakat Mampu membina komunikasi Mampu membina komunikasi dengan menggunakan perspektif dengan menggunakan perspektif budaya masyarakat setempat budaya masyarakat setempat

4 WILAYAH MINANGKABAU Minangkabau vs Sumatera Barat Minangkabau vs Sumatera Barat Minangkabau merupakan wilayah budaya Minangkabau merupakan wilayah budaya > budaya Minangkabau : darek, pasisia > budaya Minangkabau : darek, pasisia atau luhak vs rantau atau luhak vs rantau Sumatera Barat merupakan wilayah Sumatera Barat merupakan wilayah administratif > tidak ada budaya administratif > tidak ada budaya Sumatera Barat Sumatera Barat

5 LUHAK vs RANTAU Secara etimologis bhs. Minangkabau, Secara etimologis bhs. Minangkabau, luhak = luak = kurang luhak = luak = kurang Menurut bhs. Sangsekerta luhak berasal Menurut bhs. Sangsekerta luhak berasal dari lwa = luas, lapang. dari lwa = luas, lapang. Luhak adalah wilayah teritorial Luhak adalah wilayah teritorial pemerintahan, wilayah administrasi di pemerintahan, wilayah administrasi di bawah keresidenan yang disebut afdeling bawah keresidenan yang disebut afdeling (setingkat kabupaten sekarang). (setingkat kabupaten sekarang). ** Luhak merupakan kesatuan geografis, sosial ekonomis, politis dan kultural. sosial ekonomis, politis dan kultural.

6 LUHAK Ada tiga buah luhak : Ada tiga buah luhak : Agam -> nagari-nagari di lembah dataran Agam -> nagari-nagari di lembah dataran tinggi gunung Singgalang – Merapi. tinggi gunung Singgalang – Merapi. Limo Puluh Koto - > nagari-nagari di Limo Puluh Koto - > nagari-nagari di lembah dataran tinggi gunung Sago. lembah dataran tinggi gunung Sago. Tanah Datar - > nagari-nagari di lembah Tanah Datar - > nagari-nagari di lembah dataran tinggi gunung Tandikat – dataran tinggi gunung Tandikat – Singgalang – Merapi. Singgalang – Merapi.

7 Ciri dan Karakter Masyarakat di Tiap Luhak Agam: buminya hangat, airnya keruh, Agam: buminya hangat, airnya keruh, dan ikannya liar. dan ikannya liar. Masyarakatnya keras hati, berani. Masyarakatnya keras hati, berani. Limo Puluh Kota: buminya sejuk, airnya Limo Puluh Kota: buminya sejuk, airnya jernih, dan ikannya jinak. jernih, dan ikannya jinak. Masyarakatnya berhati lembut, tenang dan Masyarakatnya berhati lembut, tenang dan suka damai. suka damai. Tanah Datar : buminya nyaman, airnya Tanah Datar : buminya nyaman, airnya tawar, dan ikannya banyak. tawar, dan ikannya banyak. Masyarakatnya peramah, sabar dan suka Masyarakatnya peramah, sabar dan suka damai. damai.

8 Luhak vs Rantau * Luhak berbeda dengan rantau. * Luhak berbeda dengan rantau. * Budaya dan adat istiadat di luhak. cenderung homogen, eksklusif, dan matriarki. cenderung homogen, eksklusif, dan matriarki. * Sebaliknya, budaya dan adat istiadat di rantau bersifat heterogen, terbuka terhadap. bersifat heterogen, terbuka terhadap. pengaruh luar, cenderung bernuansa patriarki pengaruh luar, cenderung bernuansa patriarki karena pengaruh Islam. karena pengaruh Islam. Jadi, terdapat perbedaan budaya dan karakter masyarakat yang mendiami daerah rantau dengan luhak, meskipun sebagian penduduk rantau adalah migran dari luhak.

9 RANTAU Rantau adalah wilayah tempat berusaha, mencari ilmu, keterampilan dan pengalaman, yang hasilnya untuk menambah kesejahteraan dan kebahagiaan diri sendiri, sanak saudara dan kampung halaman. Rantau adalah wilayah tempat berusaha, mencari ilmu, keterampilan dan pengalaman, yang hasilnya untuk menambah kesejahteraan dan kebahagiaan diri sendiri, sanak saudara dan kampung halaman. Penduduk rantau terutama berasal dari darek. Penduduk rantau terutama berasal dari darek. Rantau merupakan daerah kolonisasi Alam Minangkabau. Rantau merupakan daerah kolonisasi Alam Minangkabau. Penduduk rantau heterogen, demikianpun budayanya. Penduduk rantau heterogen, demikianpun budayanya.

10 Ungkapan tentang perbedaan Luhak dengan Rantau : Syarak mandaki, adat manurun Syarak mandaki, adat manurun Agama (Islam) masuk dan berkembang mulanya di daerah rantau, seterusnya baru berkembang ke daerah Luhak nan Tigo. Agama (Islam) masuk dan berkembang mulanya di daerah rantau, seterusnya baru berkembang ke daerah Luhak nan Tigo. Sebaliknya, adat (Minangkabau) awal mulanya berkembang di daerah Luhak nan Tigo, selanjutnya berkembang ke daerah rantau. Sebaliknya, adat (Minangkabau) awal mulanya berkembang di daerah Luhak nan Tigo, selanjutnya berkembang ke daerah rantau. Luhak bapangulu, rantau barajo Luhak bapangulu, rantau barajo Pemimpin tertinggi di wilayah Luhak nan Tigo disebut penghulu. Pemimpin tertinggi di wilayah Luhak nan Tigo disebut penghulu. Sebaliknya, pemimpin tertinggi di wilayah rantau disebut rajo (raja). Sebaliknya, pemimpin tertinggi di wilayah rantau disebut rajo (raja).

11 Komunikasi dengan Mempertimbangkan Nilai Budaya Minangkabau Bila anda mampu memahami perspektif budaya dalam membina situasi komunikasi dengan masyarakat Minang dimanapun, maka kesepahaman dan pengertian antara anda dengan masyarakat akan mudah dibangun. Walaupun anda bukan dari etnis Minangkabau. Bila anda mampu memahami perspektif budaya dalam membina situasi komunikasi dengan masyarakat Minang dimanapun, maka kesepahaman dan pengertian antara anda dengan masyarakat akan mudah dibangun. Walaupun anda bukan dari etnis Minangkabau.

12 Masyarakat Minangkabau pada umumnya appreciate terhadap orang lain. Masyarakat Minangkabau pada umumnya appreciate terhadap orang lain. Hal ini erat kaitannya dengan falsafah alam terkembang jadi guru dan ajaran tentang kato nan ampek (kata yang empat) Hal ini erat kaitannya dengan falsafah alam terkembang jadi guru dan ajaran tentang kato nan ampek (kata yang empat)

13 Alam Terkembang Jadi Guru Masyarakat Minangkabau menamakan tanah airnya dengan istilah Alam Minangkabau. Masyarakat Minangkabau menamakan tanah airnya dengan istilah Alam Minangkabau. Alam dengan segenap unsurnya dipandang terdiri dari empat (nan ampek). Alam dengan segenap unsurnya dipandang terdiri dari empat (nan ampek). Misal : - ada bulan, bintang, bumi dan Misal : - ada bulan, bintang, bumi dan matahari. matahari. - ada siang, malam. Pagi dan - ada siang, malam. Pagi dan petang. petang. - ada utara, selatan, timur dan barat. - ada utara, selatan, timur dan barat.

14 Setiap unsur dalam nan ampek berbeda kadar dan pernannya, namun saling berhubungan, berkaitan, tetapi tidak saling mengikat. Setiap unsur itu saling berbenturan tetapi tidak saling melenyapkan, saling mengelompok tetapi tidak saling meleburkan. Setiap unsur dalam nan ampek berbeda kadar dan pernannya, namun saling berhubungan, berkaitan, tetapi tidak saling mengikat. Setiap unsur itu saling berbenturan tetapi tidak saling melenyapkan, saling mengelompok tetapi tidak saling meleburkan.

15 Setiap unsur hidup dengan eksistensinya masing-masing dalam suatu harmoni, namun dinamis menurut dialektika alam, yang orang Minangkabau menyebutnya dengan istilah bakarano bakajadian ( bersebab dan berakibat). Setiap unsur hidup dengan eksistensinya masing-masing dalam suatu harmoni, namun dinamis menurut dialektika alam, yang orang Minangkabau menyebutnya dengan istilah bakarano bakajadian ( bersebab dan berakibat). Jika prinsip alam dengan segenap unsurnya ini diasosiasikan terhadap kehidupan manusia, maka pemahaman unsur alam bermakna sebagai lembaga atau individu dalam masyarakat. Jika prinsip alam dengan segenap unsurnya ini diasosiasikan terhadap kehidupan manusia, maka pemahaman unsur alam bermakna sebagai lembaga atau individu dalam masyarakat.

16 Masing-masing berhak mempertahankan eksistensinya dalam perjalanan hidupnya. Masing-masing berhak mempertahankan eksistensinya dalam perjalanan hidupnya. Sebaliknya, tiap lembaga berkewajiban memelihara eksistensi setiap individu dlm. lembaganya masing-masing. Sementara itu, setiap individu pun berkewajiban memelihara eksistensi lembaganya. Sebaliknya, tiap lembaga berkewajiban memelihara eksistensi setiap individu dlm. lembaganya masing-masing. Sementara itu, setiap individu pun berkewajiban memelihara eksistensi lembaganya.

17 Keseimbangan antara lembaga dan individu dalam menjaga eksistensinya masing-masing akan menciptakan harmoni, keselarasan atau kesesuaian hidup antara sesama lembaga dengan sesama individu dan sebaliknya. Keseimbangan antara lembaga dan individu dalam menjaga eksistensinya masing-masing akan menciptakan harmoni, keselarasan atau kesesuaian hidup antara sesama lembaga dengan sesama individu dan sebaliknya. Masing-masing lembaga atau individu mempunyai perbedaan dalam kadar dan perannya. Masing-masing lembaga atau individu mempunyai perbedaan dalam kadar dan perannya. Maka, mereka tidak akan dapat bersatu dengan yang lain, melainkan akan tetap sama dengan yang lain. Maka, mereka tidak akan dapat bersatu dengan yang lain, melainkan akan tetap sama dengan yang lain. Konsekwensi dari filosofi ini meletakkan manusia sebagai salah satu unsur yang statusnya sama dengan unsur yang lain. Konsekwensi dari filosofi ini meletakkan manusia sebagai salah satu unsur yang statusnya sama dengan unsur yang lain.

18 Ungkapan adat Minangkabau menyatakan bahwa setiap manusia “ tagak samo tinggi, duduak samo randah” (tegak sama tinggi, duduk sama rendah). Ungkapan adat Minangkabau menyatakan bahwa setiap manusia “ tagak samo tinggi, duduak samo randah” (tegak sama tinggi, duduk sama rendah). Gagasan yang terkandung dalam ungkapan tersebut adalah setiap individu mempunyai kedudukan yang sama tinggi atau sama rendah dalam pandangan budaya Minangkabau. Gagasan yang terkandung dalam ungkapan tersebut adalah setiap individu mempunyai kedudukan yang sama tinggi atau sama rendah dalam pandangan budaya Minangkabau. Gagasan tersebut mencapai keseimbangan juga sama pentingnya. Gagasan tersebut mencapai keseimbangan juga sama pentingnya. Oleh karena itu, jika ada seseorang yang melebihi atau kurang dari status yang sama, dipandang sebagai orang yang mengajarkan prinsip bahwa persaingan dalam hidup adalah penting, namun menjaga keselarasan untuk kurang. Oleh karena itu, jika ada seseorang yang melebihi atau kurang dari status yang sama, dipandang sebagai orang yang mengajarkan prinsip bahwa persaingan dalam hidup adalah penting, namun menjaga keselarasan untuk kurang.

19 Dalam perspektif budaya Minangkabau, berada pada posisi harga diri kurang dihargai adalah suatu kesia-siaan. Sebaliknya, berada pada posisi harga diri lebih berharga adalah kegilaan (kurang sio-sio, labiah ancak-ancak). Dalam perspektif budaya Minangkabau, berada pada posisi harga diri kurang dihargai adalah suatu kesia-siaan. Sebaliknya, berada pada posisi harga diri lebih berharga adalah kegilaan (kurang sio-sio, labiah ancak-ancak). Jadi, yang harmonis dalam tatanan sosial adalah yang sama menghargai dan dihargai. Jadi, yang harmonis dalam tatanan sosial adalah yang sama menghargai dan dihargai. Pemahaman terhadap prinsip sama ini menjadi kunci komunikasi yang serasi, selaras dan harmonis. Pemahaman terhadap prinsip sama ini menjadi kunci komunikasi yang serasi, selaras dan harmonis.

20 Konsep Malu Falsafah alam Minangkabau meletakan manusia sebagai salah satu unsur yang statusnya sama dengan unsur lain. Falsafah alam Minangkabau meletakan manusia sebagai salah satu unsur yang statusnya sama dengan unsur lain. Filosofi seperti ini menumbuhkan, membangkitkan dan menyuburkan kesadaran akan harga diri. Filosofi seperti ini menumbuhkan, membangkitkan dan menyuburkan kesadaran akan harga diri. Harga diri yang jatuh menjadi aib yang memalukan, misal : salah seorang anggota kerabat bertingkah laku yang menimbulkan aib (anak gadis yang hamil di luar nikah) bagi keluarga, baik secara ukuran moral maupun secara etika. Harga diri yang jatuh menjadi aib yang memalukan, misal : salah seorang anggota kerabat bertingkah laku yang menimbulkan aib (anak gadis yang hamil di luar nikah) bagi keluarga, baik secara ukuran moral maupun secara etika.

21 Tingkah laku demikian tidak saja dipandang sebagai aib yang menampar individu, tetapi menampar semua muka anggota kerabat secara etnis. Tingkah laku demikian tidak saja dipandang sebagai aib yang menampar individu, tetapi menampar semua muka anggota kerabat secara etnis. Agar tamparan ini tidak mengenai semua anggota kerabat maka, adat Minangkabau mengajarkan supaya setiap orang harus pandai menyimpan aib. Agar tamparan ini tidak mengenai semua anggota kerabat maka, adat Minangkabau mengajarkan supaya setiap orang harus pandai menyimpan aib. Aib itu harus dilokalisasi. Jika aib harus dibuka untuk problem solving, maka aib itu hanya akan disampaikan kepada anggota kerabat yang paling dekat, dekat, dan lebih luas ( babiliak ketek, babiliak gadang). Aib itu harus dilokalisasi. Jika aib harus dibuka untuk problem solving, maka aib itu hanya akan disampaikan kepada anggota kerabat yang paling dekat, dekat, dan lebih luas ( babiliak ketek, babiliak gadang).

22 Menebus malu (aib) Aib yang dibuat oleh salah seorang anggota kerabat adalah malu bagi seluruh anggota kerabat. Aib yang dibuat oleh salah seorang anggota kerabat adalah malu bagi seluruh anggota kerabat. Malu kerabat adalah malu yang tidak dapat dibagi. Malu kerabat adalah malu yang tidak dapat dibagi. Malu harus ditebus dengan berbagai cara, Malu harus ditebus dengan berbagai cara, (tak aia talang dipancuang, tak kayu janjang dikapiang, tak ameh bungka di asah). Artinya, jika tidak ada air, talang dipancung, jika tidak ada kayu, jenjang dikeping, jika tidak ada emas, bungkal pun di asah). (tak aia talang dipancuang, tak kayu janjang dikapiang, tak ameh bungka di asah). Artinya, jika tidak ada air, talang dipancung, jika tidak ada kayu, jenjang dikeping, jika tidak ada emas, bungkal pun di asah).

23 Yang Serba Empat Orang Minangkabau menganut perspektif serba empat terhadap alam dan lingkungannya, misal Orang Minangkabau menganut perspektif serba empat terhadap alam dan lingkungannya, misal Koto nan ampek : taratak, dusun, koto dan nagari. Koto nan ampek : taratak, dusun, koto dan nagari. Ragam orang : orang, takah orang. Angkuh orang dan orang-orang. Ragam orang : orang, takah orang. Angkuh orang dan orang-orang. Kato nan ampek : kato pusako, kato mupakaik, kato dahulu, dan kato kamudian. Kato nan ampek : kato pusako, kato mupakaik, kato dahulu, dan kato kamudian.

24 Tuah kato : Tuah kato : Kato rajo, kato malimpahkan (kata raja, kata perintah) Kato rajo, kato malimpahkan (kata raja, kata perintah) Kato panghulu, kato balipek (kata penghulu, kata berlapis) Kato panghulu, kato balipek (kata penghulu, kata berlapis) Kato alim, kato hakikaik (kata alim, kata fatwa) Kato alim, kato hakikaik (kata alim, kata fatwa) Kato basa, kato mardeso (kata orang besar, kata sari pati) Kato basa, kato mardeso (kata orang besar, kata sari pati) Langgam kato Langgam kato Kato mandaki Kato mandaki Kato manurun Kato manurun Kato malereang Kato malereang Kato mandata Kato mandata

25 Martabat kato : Martabat kato : Kato nan sabana kato (kata yang sebenar kata) -> kata yang jadi perbendaharaan kebudayaan dan menjadi falsafah dan undang-undang serta hukum bagi masyarakat. Kato nan sabana kato (kata yang sebenar kata) -> kata yang jadi perbendaharaan kebudayaan dan menjadi falsafah dan undang-undang serta hukum bagi masyarakat. Kato nan dikatokan: wasiat atau ajaran yang harus dipegang teguh Kato nan dikatokan: wasiat atau ajaran yang harus dipegang teguh Kato nan bakato-kato : ucapan yang bermakna konotatif. Kato nan bakato-kato : ucapan yang bermakna konotatif. Kato nan takato-katoi : ucapan yang tidak terkendali, liar, tidak bermakna, yang muncul karena gurauan, sedih, marah (kondisi yang tidak normal) Kato nan takato-katoi : ucapan yang tidak terkendali, liar, tidak bermakna, yang muncul karena gurauan, sedih, marah (kondisi yang tidak normal)

26 Sifat kato : Sifat kato : Kato mancari kawan : kata-kata yang menimbulkan rasa simpati, senang bagi yang mendengarkan. Kato mancari kawan : kata-kata yang menimbulkan rasa simpati, senang bagi yang mendengarkan. Kato mancari lawan : kata-kata yang tajam, menentang, kotor, sehingga membangkitkan amarah bagi yang mendengarkan. Kato mancari lawan : kata-kata yang tajam, menentang, kotor, sehingga membangkitkan amarah bagi yang mendengarkan. Kato indak bakawan : kata-kata yang bersifat fitnah, gunjing atau bohong. Kato indak bakawan : kata-kata yang bersifat fitnah, gunjing atau bohong. Kato indak balawan : kata-kata yang bersifat perintah yang salah, namun harus dilaksanakan. Kato indak balawan : kata-kata yang bersifat perintah yang salah, namun harus dilaksanakan.

27 Langgam Kato Langgam kato adalah tata krama berbicara sehari-hari antara sesama individu dalam masyarakat Minangkabau, sesuai status sosial masing- masing.

28 Langgam kato tidak mengindikasikan strata bahasa (bahasa bangsawan > < bahasa rakyat), melainkan hanyalah etika berbahasa.

29 Langgam Kata ada 4 : Kato mandaki Kato manurun Kato malereang Kato mandata

30 Kato Mandaki Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya lebih rendah dari lawan bicaranya (cth: dipakai oleh anak kepada orang tua, murid kepada guru dll). Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya lebih rendah dari lawan bicaranya (cth: dipakai oleh anak kepada orang tua, murid kepada guru dll). Ciri-ciri : lebih rapi tata bahasanya, pemakaian ungkapannya jelas, menggunakan kata pengganti orang pertama (ambo) dan panggilan kehormatan untuk yang lebih tua ( mamak, uda, uni, inyiak, etek, amai, serta beliau untuk orang ketiganya). Ciri-ciri : lebih rapi tata bahasanya, pemakaian ungkapannya jelas, menggunakan kata pengganti orang pertama (ambo) dan panggilan kehormatan untuk yang lebih tua ( mamak, uda, uni, inyiak, etek, amai, serta beliau untuk orang ketiganya).

31 Kato Manurun Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya lebih tinggi dari lawan bicaranya (cth: dipakai oleh orang tua kepada anak, guru kepada murid, mamak kepada kemenakan dll). Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya lebih tinggi dari lawan bicaranya (cth: dipakai oleh orang tua kepada anak, guru kepada murid, mamak kepada kemenakan dll). Ciri-ciri : lebih rapi tata bahasanya, tetapi dengan kalimat yang lebih pendek, menggunakan kata pengganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat khusus, seperti : wak den, awak den, wak ang, awak ang, wak kau, awak kau, awak inyo. Ciri-ciri : lebih rapi tata bahasanya, tetapi dengan kalimat yang lebih pendek, menggunakan kata pengganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat khusus, seperti : wak den, awak den, wak ang, awak ang, wak kau, awak kau, awak inyo.

32 Kato Malereang Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya sama dengan lawan bicaranya, tetapi saling menyegani (cth: dipakai oleh ipar kepada besan, sesama menantu dalam sebuah rumah, mertua kepada menantu atau sebaliknya, orang-orang yang berjabatan) Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya sama dengan lawan bicaranya, tetapi saling menyegani (cth: dipakai oleh ipar kepada besan, sesama menantu dalam sebuah rumah, mertua kepada menantu atau sebaliknya, orang-orang yang berjabatan) Ciri-ciri : lebih rapi tata bahasanya, tetapi lebih banyak menggunaklan peribahasa, menggunakan kata pengganti orang pertama (wak ambo), kedua (gelar dan panggilan kekerabatan) dan ketiga (beliau) yang bersifat khusus Ciri-ciri : lebih rapi tata bahasanya, tetapi lebih banyak menggunaklan peribahasa, menggunakan kata pengganti orang pertama (wak ambo), kedua (gelar dan panggilan kekerabatan) dan ketiga (beliau) yang bersifat khusus

33 Kato Mandata Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya sama dan hubunganya akrab dengan lawan bicaranya. Adalah kata-kata, kalimat, dan bahasa yang dipakai oleh orang yang status sosialnya sama dan hubunganya akrab dengan lawan bicaranya. Ciri-ciri : tata bahasanya lebih bersifat bahasa pasar, yang lazim memakai suku kata terakhir atau kata-kata yang tidak lengkap dan kalimatnya pendek-pendek, menggunakan kata pengganti orang pertama (aden, den), kedua (ang, waang, kau) dan ketiga (inyo, anyo) yang bersifat khusus Ciri-ciri : tata bahasanya lebih bersifat bahasa pasar, yang lazim memakai suku kata terakhir atau kata-kata yang tidak lengkap dan kalimatnya pendek-pendek, menggunakan kata pengganti orang pertama (aden, den), kedua (ang, waang, kau) dan ketiga (inyo, anyo) yang bersifat khusus

34 Paham atau mengerti dengan langgam kato nan ampek (kata yang empat ini) akan dapat membangun komunikasi yang santun, bertata krama, menyenangkan dan efektif bagi seorang yang berprofesi sebagai dokter kepada pasien, keluarga pasien, masyarakat dan teman sejawat. Paham atau mengerti dengan langgam kato nan ampek (kata yang empat ini) akan dapat membangun komunikasi yang santun, bertata krama, menyenangkan dan efektif bagi seorang yang berprofesi sebagai dokter kepada pasien, keluarga pasien, masyarakat dan teman sejawat. Itu karena, konsep langgam kato nan ampek ini berkorelasi dengan nilai budaya, status sosial, konsep malu dan konsep harga diri seorang individu dalam masyarakat. Itu karena, konsep langgam kato nan ampek ini berkorelasi dengan nilai budaya, status sosial, konsep malu dan konsep harga diri seorang individu dalam masyarakat.

35


Download ppt "KOMUNIKASI MENURUT BUDAYA ALAM MINANGKABAU OLEH : Dra. Silvia Rosa, M. Hum."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google