Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Dr Indah Rahmawati, SpP FKIK Unsoed/RSMS Pwt Pwt, 20 September 2014.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Dr Indah Rahmawati, SpP FKIK Unsoed/RSMS Pwt Pwt, 20 September 2014."— Transcript presentasi:

1 Dr Indah Rahmawati, SpP FKIK Unsoed/RSMS Pwt Pwt, 20 September 2014

2 DEFINISI ASMA Asma merupakan penyakit heterogen, umumnya dengan karakteristik inflamasi saluran napas kronik. Asma ditandai dengan riwayat gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, rasa tertekan di dada dan batuk yang waktu dan intensitasnya dapat berubah- ubah, bersamaan dengan variasi hambatan aliran ekspirasi. GINA Updated 2014 ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

3 Pemicu Alergen, zat kimia, polusi udara, infeksi virus Inflamasi PencetusAlergen,Olahraga, Udara dingin, dll Gejala Batuk, mengi dada tertekan, sesak napas sesak napas Hiper-responsif saluran napas Gangguan aliran udara Adapted from GINA Updated 2014 ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

4 Mengapa menggunakan inhalasi  Obat inhalasi: Dosis obat kecil  efek samping  Langsung bekerja ke paru Mula kerja cepat Praktis  Direkomendasi oleh GINA (Global Initiative for Asthma – guideline asma dunia) & guideline asma Indonesia Adapted from GINA Updated 2014 ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

5 Obat apa yang harus diberikan pada keadaan asma eksaserbasi? Anti inflamasi Bronkodilator ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

6 Asma Eksaserbasi Beta 2-agonis Kortikosteroid Beta 2-agonis Kortikosteroid 2,5 mg Salbutamol dalam 2,5 ml larutan NaCl isotonik 0,5 mg Fluticasone Propionate dalam 2 ml larutan NaCl isotonik ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

7 Informasi Keamanan Ventolin ™ Nebules ™ Salbutamol Reference: Ventolin Nebules Approved PI by BPOM (3 April 2006) Adverse Events (efek simpang) Gangguan sistem kekebalan Sangat jarang Reaksi hipersensitivitas seperti angioedema, urtikaria, bronkospasme, hipotensi dan kolaps Gangguan metabolisme & nutrisi JarangHipokalemia Gangguan sistim saraf Sering terjadiTremor, sakit kepala Sangat jarangHiperaktivitas Gangguan jantung Sering terjadiTakikardia Sangat jarang Aritmia jantung seperti fibrasi atrial, takikardi supraventrikular dan ekstrasitol ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

8 Informasi Keamanan Ventolin ™ Nebules ™ Salbutamol Reference: Ventolin Nebules Approved PI by BPOM (3 April 2006) Adverse Events (efek simpang) Gangguan pembuluh darah JarangVasodilatasi perifer Gangguan pernapasan, torak & mediastinal Sangat jarangBronkospasme paradoksikal Gangguan saluran pencernaan Tidak umum terjadiIritasi mulut dan tenggorokan Gangguan musculoskeletal & jaringan ikat Tidak umum terjadiKram otot ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

9 Kontraindikasi Pasien dengan riwayat hipersensitivitas dari salah satu komponennya Efek Samping Kandidiasis pada mulut dan tenggorokan, suara serak, bronkospasme paradoksal Perhatian Tidak bisa digunakan tunggal untuk mengatasi bronkospasme akut. Perlu disertai/ didahului pemberian SABA (misalnya salbutamol). Flixotide ™ Nebules ™ Fluticasone propionate Reference: Flixotide Nebules Approved PI by BPOM (19 Dec 2007) ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

10 Penanganan Asma Eksaserbasi di Fasilitas Penanganan Akut (UGD) GINA Updated 2014 Konsul ke ICU, terapi dengan SABA dan O 2, dan persiapkan pasien untuk intubasi Tentukan terapi berdasarkan status klinis pasien, Dinilai dari gejala yang paling parah RINGAN atau SEDANG Bicara dalam frasa Memilih posisi duduk dibanding berbaring Tidak gelisah Laju respirasi meningkat Otot bantu napas tidak digunakan Denyut jantung denyut/menit Saturasi O 2 (di udara) 90-95% APE > 50% dari angka prediksi atau nilai tertinggi BERAT Bicara dalam kata Posisi tubuh duduk membungkuk ke depan Gelisah Laju respirasi > 30 kali per menit Otot bantu napas digunakan Denyut jantung > 120 denyut/menit Saturasi O 2 (di udara) < 90% APE ≤ 50% dari angka prediksi atau nilai tertinggi PENILAIAN AWAL A: AirwayB:Breathing C:Circulation Apakah gejala berikut menyertai? Mengantuk berat, kebingungan, silent chest ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

11 Penanganan Asma Eksaserbasi di Fasilitas Penanganan Akut (UGD) GINA Updated 2014 RINGAN atau SEDANG Beta-2-agonis kerja cepat (SABA) Kontrol O 2 untuk mempertahankan saturasi hingga 93-95% (pada anak 94-98%) Kortikosteroid oral Pertimbangkan ipratropium bromida BERAT Beta-2-agonis kerja cepat Pertimbangkan kortikosteroid inhalasi dosis tinggi Ipratropium bromida Kontrol O 2 untuk mempertahankan saturasi hingga 93-95% (pada anak 94-98%) Kortikosteroid oral atau IV Pertimbangkan magnesium IV PENILAIAN ULANG ATAS KEMAJUAN KLINIS SECARA BERKALA UKUR FUNGSI PARU pada semua pasien, satu jam setelah terapi awal VEP 1 atau APE 60-80% dari angka prediksi atau nilai terbaik dan gejala membaik dari derajat SEDANG Pertimbangkan untuk pasien dipulangkan VEP 1 atau APE <60% dari angka prediksi atau nilai terbaik, atau respon klinis kurang memadai dari derajat BERAT Lanjutkan terapi seperti diatas dan lakukan Penilaian secara berkala Jika pasien terus memburuk, lakukan terapi sebagai derajat BERAT dan nilai ulang untuk terapi di ICU Konsul ke ICU, terapi dengan SABA & O 2, dan persiapkan intubasi ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

12 Penanganan Asma Eksaserbasi di pelayanan kesehatan primer GINA Updated 2014 PENILAIAN PASIEN Apakah asma? Ada faktor resiko asma mengancam jiwa? Derajat keparahan eksaserbasi? RINGAN atau SEDANG Bicara dalam frasa Memilih posisi duduk dibanding berbaring Tidak gelisah Laju respirasi meningkat Otot bantu napas tidak digunakan Denyut jantung denyut/menit Saturasi O 2 (di udara) 90-95% APE > 50% dari angka prediksi atau nilai tertinggi BERAT Bicara dalam kata Posisi duduk membungkuk ke depan Gelisah Laju respirasi > 30 kali per menit Otot bantu napas digunakan Denyut jantung > 120 denyut/menit Saturasi O 2 (di udara) < 90% APE ≤ 50% dari angka prediksi atau nilai tertinggi MENGANCAM JIWA Mengantuk berat, bingung, atau silent chest TERAPI AWAL SABA: 4-10 semprot dengan MDI + spacer, Ulangi setiap 20 menit selama 1 jam Prednisolon: dewasa 1mg/kg, maks. 50 mg, anak 1-2 mg/kg, maks. 40 mg Oksigen (jika ada): target saturasi 93-95% (anak: 94-98%) PINDAHKAN KE FASILITAS PENANGANAN AKUT (UGD) Selama menunggu: berikan SABA, O 2, kortikosteroid sistemik LANJUTKAN TERAPI dengan SABA sesuai keperluan PENILAIAN RESPON SETELAH 1 JAM (atau lebih awal) MEMBURUK APE: Arus Puncak Ekspirasi; SABA:Short-Acting Beta 2 -Agonist ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

13 Penanganan Asma Eksaserbasi di pelayanan kesehatan primer GINA Updated 2014 PENILAIAN UNTUK PASIEN DIPULANGKAN Gejala membaik, tidak memerlukan SABA Pelega: lanjutkan sesuai kebutuhan APE membaik dan >60-80% dari nilai terbaik atau prediksi Pengontrol: mulai atau tingkatkan dosis ICS atau ICS/LABA*. Cek teknik penggunaan inhaler & kepatuhan. Saturasi oksigen >94% udara ruangan Prednisolon : lanjutkan, utk 5-7 hari (3-5 hari pada anak) Penunjang di rumah memadai Tindak Lanjut : selama 2-7 hari LANJUTKAN TERAPI dengan SABA sesuai keperluan PENILAIAN RESPON SETELAH 1 JAM (atau lebih awal) TINDAK LANJUT Pelega : dikurangi hingga sesuai kebutuhan pasien Pengontrol : lanjutkan dosis tinggi untuk jangka pendek (1-2 minggu) atau jangka panjang (3 bulan), tergantung riwayat eksaserbasi Faktor resiko : periksa dan koreksi pada faktor resiko termodifikasi yang dapat menyebabkan eksaserbasi, termasuk teknik penggunaan inhaler dan kepatuhan Rencana Aksi : Apakah pasien paham? Apakah digunakan teratur? Apakah memerlukan modifikasi? * Detil mengacu ke GINA 2014 ICS: Inhaled CorticoSteroid LABA: Long-Acting Beta 2 -Agonist ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

14 Apakah kita harus selalu memakai kombinasi Salbutamol + anti- kolinergik dibandingkan salbutamol saja? ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

15 Apa perlu menambahkan inhalasi antikolinergik ke  2 agonis dalam mengobati asma akut pada anak & remaja? A systematic review  Penambahan dosis multipel antikolinergik terhadap inhalasi  2 agonis bermanfaat pada penatalaksanaan awal asma eksaserbasi yang berat pada anak dan remaja (VEP1 <55% dari yang diprediksi)  Bagi kelompok anak & remaja yang menderita asma eksaserbasi ringan – sedang, tidak ada manfaat penambahan antikolinergik terhadap  2 agonis  Hanya ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung penambahan antikolinergik terhadap setiap inhalasi  2 agonis, tanpa melihat tingkat keparahan pasien Plotnick LH & Ducharme FM. BMJ 1998;317: ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

16 Uji klinis acak tentang penambahan IB terhadap salbutamol & CS pada anak-anak yang dirawat karena asma eksaserbasi akut  Metoda desain: acak, DB, placebo-controlled  Intervensi: 80 anak (1-18 thn) diacak untuk mendapatkan nebulisasi ipratropium bromide 250 mcg atau NaCl isotonik 1 mL. Semua anak menerima nebulisasi salbutamol dan kortikosteroid (CS) sistemik  Hasil pengukuran: Primer: skor asma klinis tervalidasi (setiap 6 jam selama 36 jam) Sekunder: FEV1, saturasi O2,  dosis obat inhalasi, waktu untuk menginhalasi obat dan lama perawatan rumah sakit Goggin N, et al. Arch Pediatr Adolesc Med 2001;155: ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

17 Uji klinis acak tentang penambahan IB terhadap salbutamol & CS pada anak-anak yang dirawat karena asma eksaserbasi akut  Hasil: Tidak ada perbedaan signifikan (p=0.07) antara kedua grup dalam hal skor asma seluruh waktu. Tidak ada perbedaan signifikan antara kedua grup dalam hal hasil sekunder.  Data keamanan: Rata-rata denyut jantung pada grup ipratropium bromida berkisar 6-10 denyut/menit lebih cepat dibandingkan grup plasebo (p=0.01)  Kesimpulan: penambahan IB terhadap salbutamol dan CS pada pengobatan anak-anak yang dirawat karena asma menunjukkan tidak ada manfaat. Goggin N, et al. Arch Pediatr Adolesc Med 2001;155: ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

18 Peranan ICS pada asma akut ICS lebih aman dibandingkan steroid sistemik Steroid sistemik memerlukan waktu 4-24 jam untuk: Meningkatkan fungsi paru Mengurangi perawatan rumah sakit ICS memberikan efek yang lebih cepat (1-2jam) ketika diberikan dalam dosis berulang dengan interval waktu <30 menit selama menit. Rodrigo GJ, Rapid effect of ICS on Acute Asthma. Chest 2006;130: ICS: Inhaled CorticoSteroid Efek samping yang tidak diinginkan Konsentrasi sistemik dari kortikosteroid pada penggunaan jangka panjang ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

19 Studi acak, double-blind, grup paralel terhadap 150 anak dengan asma akut derajat sedang untuk menguji benefit kombinasi fluticasone propionate (FP) terhadap salbutamol yang diberikan secara nebulisasi Kelompok Studi Tiga dosis salbutamol (30 µl/kg/dosis) setiap 15 menit Tiga dosis salbutamol (30 µl/kg/dosis) setiap 15 menit + dua dosis FP (500 mcg/dosis) pada menit ke-15 dan ke-30 setelah dosis pertama salbutamol Tiga kombinasi dosis salbutamol (30 µl/kg/dosis) + FP (500 mcg/dosis) setiap 15 menit Kesimpulan Pasien anak yang diberikan kombinasi salbutamol dan fluticasone menunjukkan perbaikan respon klinis pada menit ke-120 dibandingkan kelompok salbutamol tunggal (p=0,004) Tidak terdapat reaksi simpang signifikan yang teramati dengan pengobatan yang dilakukan. Estrada-Reyes E, et al. Pediatr Allergy Immunol 2005: 16: 609–614 Perbandingan kombinasi Flixotide™ Nebules™ (Fluticasone Propionate) dengan SABA tunggal ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

20 P= 0,556 Perbandingan Flixotide ™ Nebules ™ (Fluticasone Propionate) dengan methyl prednisolon IV pada asma akut berat 0,5 mg FP nebules diberikan 3x pada menit 0, 20 dan mg Metil Prednisolon IV diberikan pada menit 0 Perbaikan Arus Puncak Ekspirasi (APE) setelah pemberian steroid Nebulisasi Flixotide ™ Nebules™ memberikan perbaikan gejala klinis asma eksaserbasi yang sama baiknya dengan injeksi metilprednisolon p=0,556 Sari A. et al. Maj Kedokt Indon 2005; 7: ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

21 Angka rawat inap signifikan lebih tinggi pada grup metilprednisolon (MP) dibandingkan FP dan kombinasi FP+MP Pada 2 jam setelah pengobatan di UGD, nilai APE pada grup FP signifikan meningkat dibandingkan kedua grup lainnya (p = 0,021) Starobin D. et al. IMAJ 2008; 10: 568–571 Studi open-label dan acak untuk menentukan efikasi Flixotide Nebules dibandingkan metilprednisolon IV pada 73 orang dewasa yang dirawat di UGD karena serangan asma akut Perbandingan Flixotide ™ Nebules ™ (Fluticasone Propionate) dengan methyl prednisolon IV pada asma akut di UGD Rata-rata APE (% prediksi) *P = 0,05 vs FP, FP+MP Nebulisasi FP 0,5mg/2ml Metilprednisolon (MP) IV 125 mg ID/RESP/0005/14 AD: 01/09/2014, ED: 01/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

22

23 Definisi Asma Asma adalah penyakit heterogen, biasanya ditandai dengan peradangan saluran napas kronis. Hal ini ditentukan oleh riwayat gejala pernapasan seperti mengi, sesak napas, sesak dada dan batuk yang berbeda- beda dari waktu ke waktu dan intensitas, bersamaan dengan keterbatasan aliran udara ekspirasi yang bervariasi Asma adalah.... Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2014, Page 2 Downloaded from ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

24 Apa yang dirasakan oleh pasien asma? Yulia, 55 Thn, Pensiunan Gejala yang terus muncul Sensitif terhadap cuaca dinginSensitif terhadap cuaca dingin Batuk-batukBatuk-batuk Sesak napasSesak napas Aktifitas fisik terbatasAktifitas fisik terbatas Sering terbangun dimalam hari karena gejala asmanyaSering terbangun dimalam hari karena gejala asmanya Penurunan kegiatan sosialPenurunan kegiatan sosial ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

25 Walaupun sudah mendapatkan pengobatan, pasien asma masih merasakan gejala yang menurunkan kualitas hidupnya 1,2 Lebih dari separuh pasien asma yang tidak terkontrol menggunakan obat pelega mereka secara teratur paling tidak sehari sekali 1 Seperti juga Yulia, banyak sekali pasien asma yang mengalami gejala-gejala asma dan menerimanya sebagai bagian dari kondisi mereka 2 1.Demoly P et al. Eur Respir Rev 2010; 19(116):150–157 2.Bellamy D, Harris T Prim Care Respir J 2005; 14:252–258 ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

26 Apa tujuan jangka panjang pengobatan asma ? 1 1.Mencapai dan memepertahankan asma terkontrol pada tingkatan aktifitas yang normal 2.Meminimalkan resiko masa depan seperti eksaserbasi berulang, keterbatasan saluran napas yang permanen dan efek samping pengobatan Hidup bebas & normal Tetap produktif 1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2014, Page 15 Downloaded from ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/2016- Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

27 KARAKTERISTIK GEJALA TERKONTR OL BAIK TERKONTR OL SEBAGIAN TIDAK TERKONTR OL Gejala harian lebih dari 2 kali seminggu YA □TIDAK □ TIDAK ADA 1 PUN GEJALA YANG TERJADI 1 – 2 GEJALA YANG TERJADI 3- 4 GEJALA YANG TERJADI Terbangun dimalam hari karena asma YA □TIDAK □ Penggunaan pelega lebih dari 2 kali seminggu untuk mengatasi gejala YA □TIDAK □ Keterbatasan aktifitas karena asma YA □TIDAK □ Tingkatan kontrol asma pada dewasa, remaja dan anak usia 6-11 tahun. 1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2014, Page. 17 Downloaded from ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

28 Bagaimana cara mencapai Asma Terkontrol? Kenali dan hindari faktor pencetus Ajak pasien untuk senantiasa berkonsultasi ke dokter secara rutin. Jangan dilakukan hanya pada keadaan gawat  resiko dan biaya akan lebih besar Pakailah obat secara teratur  kegagalan pengobatan umumnya karena ketidak-patuhan memakai obat pengontrol Cek status & perbaikan asmanya dengan. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2012, Page. 66 Downloaded from ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

29

30 ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

31 Manajemen kontrol asma 1 PENILAIAN - Diagnosa - Pengontrolan gejala & faktor resiko (Termasuk fungsi paru) (Termasuk fungsi paru) - Tehnik pemakaian alat & kepatuhan - Pilihan pasien PENYESUAIAN PENGOBATAN - Obat-obatan asma - Strategi non-farmakologi - Pengobatan kemungkinan faktor resiko resiko MENILAI RESPON - Gejala - Eksaserbasi - Efek simpang - Kepuasan pasien - Fungsi paru 1. Global Strategy for Asthma Management and Prevention, GINA Up Dated 2014, Page 79 Downloaded from ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/2016 Hanya untuk kalangan profesional kesehatan

32  Asma merupakan penyakit yang terdiri atas 2 komponen utama: inflamasi & bronkokonstriksi  Tatalaksana Asma berdasarkan GINA adalah mencapai dan mempertahankan asma terkontrol (control driven management) & mencegah resiko dimasa depan.  Gunakan ACT untuk melihat tingkat asma terkontrol pasien.  Berdasar studi GOAL, dibandingkan ICS monoterapi, SFC (Salmeterol Fluticasone Combination) memberikan kontrol asma yang optimal : sebagian besar pemakai SFC dapat mencapai asma kontrol Kontrol dapat dicapai SFC dalam waktu yang lebih cepat Kontrol dapat dicapai SFC dengan dosis steroid yang lebih rendah SFC menurunkan jumlah eksaserbasi  Berdasarkan studi CONCEPT, dibanding Formoterol/Budesonide, SFC (Salmeterol Fluticasone Combination) memberikan : Pencapaian hasil yang signifikan lebih banyak pada hari-hari bebas gejala Penurunan hasil yang signifikan lebih sedikit pada kejadian eksaserbasi, kunjungan UGD dan penggunaan oral steroid akibat eksaserbasi ID/SFC/0024/14 – AD. 19/09/2014 – ED. 19/09/ Hanya untuk kalangan profesional kesehatan KESIMPULAN

33 Terima Kasih


Download ppt "Dr Indah Rahmawati, SpP FKIK Unsoed/RSMS Pwt Pwt, 20 September 2014."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google