Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Idham Cholid. PENTINGNYA BERKOMUNIKASI DENGAN JELAS “WE CANNOT NOT COMMUNICATE” (Bateson, 1972) Komunikasi adalah prasyarat.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Idham Cholid. PENTINGNYA BERKOMUNIKASI DENGAN JELAS “WE CANNOT NOT COMMUNICATE” (Bateson, 1972) Komunikasi adalah prasyarat."— Transcript presentasi:

1 KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Idham Cholid

2 PENTINGNYA BERKOMUNIKASI DENGAN JELAS “WE CANNOT NOT COMMUNICATE” (Bateson, 1972) Komunikasi adalah prasyarat kehidupan Manusia, Fakta : 1.Individu menghabiskan 70% dari waktu mereka untuk berkomunikasi – menulis, membaca, berbicara, mendengar 2.Komunikasi yang buruk merupakan sumber konflik antar personal 3.Sebuah ide betapapun hebatnya tidak berguna hingga dapat disampaikan dan dipahami orang lain KESIMPULAN : Komunikasi meliputi transfer maupun pemahaman Makna 2 Idham Cholid

3 MISKOMUNIKASI “Kesalahan komunikasi dapat menimbulkan akibat yang fatal” 3 Idham Cholid

4 A. Pengertian Organisasi Organisasi adalah sekelompok masyarakat kecil yang saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan (Purwanto : 20) Organsisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama dan saling bergantung untuk mencapai beberapa tujuan (McShane dan Von Glinov : 5). 4 Idham Cholid

5 FUNGSI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI 1.FUNGSI INFORMATIF 2.FUNGSI REGULATIF 3.FUNGSI PERSUASIF 4.FUNGSI INTEGRATIF Idham Cholid 5

6 1. Fungsi Informatif Organisasi dapat dipandang sbg suatu sistem pemrosesan informasi (information processing system). Seluruh anggota dalam organisasi berharap akan dpt informasi yg lebih banyak, lebih baik, dan tepat waktu Informasi yg didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dpt melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Idham Cholid 6

7 2. Fungsi Regulatif Berkaitan dengan peraturan-peraturan yg berlaku dalam suatu organisasi Atasan atau orang-orang dlm jajaran struktural memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yg disampaikan Idham Cholid 7

8 3. Fungsi Persuasif Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yg diharapkan. Banyak pimpinan lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah Idham Cholid 8

9 4. Fungsi Integratif Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas & pekerjaan dengan baik. Pelaksanaan komunikasi ini dapat menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yg lebih besar dlm diri karyawan terhadap organisasinya. Idham Cholid 9

10 GAYA KOMUNIKASI Gaya komunikasi (communication style) didefinisikan sbg seperangkat perilaku antar pribadi yang terspesialisasi, yang digunakan dlm suatu situasi tertentu (a specialized set of interpersonal behaviors that are used in a given situation) Masing-masing gaya komunikasi terdiri dari sekumpulan perilaku komunikasi yg dipakai untuk mendapat respon atau tanggapan tertentu dlm situasi yang tertentu pula. Idham Cholid 10

11 6 gaya komunikasi : 1.The Controlling Style 2.The Equalitarian Style 3.The Structuring Style 4.The Dynamic Style 5.The Relinguishing Style 6.The Withdrawal Style Idham Cholid 11

12 1. The Controlling Style Gaya komunikasi bersifat mengendalikan, ditandai dengan adanya satu kehendak untuk membatasi, memaksa & mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Lebih memusatkan perhatian pada pengiriman pesan, tidak ada/tidak mengharapkan umpan balik Idham Cholid 12

13 2. The Equalitarian Style Aspek penting gaya komunikasi ini adalah adanya landasan kesamaan, dan two way traffic of communication Komunikasi dilakukan secara terbuka, mengungkapkan gagasan secara rileks, santai dan informal. Memudahkan tindak komunikasi dalam organisasi, efektif dalam memelihara empati & kerjasama. Idham Cholid 13

14 3. The Structuring Style Memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yg harus dilaksanakan, penjadwalan tugas & pekerjaan serta struktur organisasi. Idham Cholid14

15 4. The Dynamic Style Gaya komunikasi dinamis memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action oriented) Idham Cholid15

16 5. The Relinguishing Style Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat atau gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah. Idham Cholid 16

17 6. The Withdrawal Style  Gaya ini tidak layak dipakai dalam komunikasi organisasi.  Akibat yg muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak KOMUNIKASI.  Dalam deskripsi konkret adalah, saat seseorang mengatakan : “Saya tidak ingin dilibatkan dalam persoalan ini !”. Pernyataan ini bermakna bahwa seseorang mencoba melepas diri dari tanggung jawab, tapi juga mengindikasikan suatu keinginan untuk menghindari berkomunikasi dengan orang lain. Idham Cholid 17

18 Adanya pembagian tugas dan tanggung-jawab Adanya pusat kekuasaan Adanya substitusi sumberdaya manusia Adanya ketergantungan antar anggota organisasi Adanya interaksi yang berulang –ulang Adanya koordinasi antar komponen 18 Idham Cholid

19 1.Organisasi bisnis, tujuan utama adalah mencari keuntungan ekonomi. 2. Organisasi nir laba atau non laba, organisasi yang tidak berorientasi pada laba 3. Badan Usaha Milik Negara (BUMN), suatu perusahaan yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah. 4. Koperasi, organisasi ekonomi rakyat yg berwatak soisal, karakteristik utama : user own oriented firm. 19 Idham Cholid

20 Pola Komunikasi a.Komunikasi dari atas ke bawah (top- down/ downward) Umumnya terkait dengan tanggung jawab dan wewenang seseorang dalam suatu organisasi. a.Komunikasi dari atas ke bawah (top- down/ downward) Umumnya terkait dengan tanggung jawab dan wewenang seseorang dalam suatu organisasi. b. Komunikasi dari bawah ke atas (bottom- up /upward) Partisipasi bawahan dlm proses pengambilan keputusan akan sangat membantu pencapaian tujuan organisasi. b. Komunikasi dari bawah ke atas (bottom- up /upward) Partisipasi bawahan dlm proses pengambilan keputusan akan sangat membantu pencapaian tujuan organisasi. c. Komunikasi horizontal Komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yg memiliki posisi sejajar /sederajat dalam suatu organisasi. c. Komunikasi horizontal Komunikasi yang terjadi antara bagian-bagian yg memiliki posisi sejajar /sederajat dalam suatu organisasi. d. Komunikasi diagonal Melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. d. Komunikasi diagonal Melibatkan komunikasi antara dua tingkat (level) organisasi yang berbeda. 1. Saluran Komunikasi Formal 20 Idham Cholid

21 Arah Komunikasi Ke BawahKe Atas Lateral (horizontal) Contoh : Instruksi, Arahan kerja,Informasi kebijakan dan prosedur kerja Contoh : Feedback, Kuesioner Contoh : Antar Individu yang setara. ARAH KOMUNIKASI Sumber : R.L. Simpson Idham Cholid

22 KOMUNIKASI ORGANISASI Sumber : Robbins, Idham Cholid

23 KRITERIA MEMILIH METODA PENYAMPAIAN INFORMASI KEPADA PEGAWAI : 1. Ketersediaan informasi. 2. Biaya 3. Pengaruh 4. Relevansi (dengan tujuan) 5. Respons 6. Keahlian (yang sesuai dengan kemampuan pengirim) 23 Idham Cholid

24 ARAH ALIRAN INFORMASI 1.KOMUNIKASI KE BAWAH (DOWN WORD) yaitu informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada mereka yang merotoritas lebih rendah. JENIS INFORMASI yang biasanya dikomunikasikan : 1. Mengenai bagaimana melakukan pekerjaan 2. Mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan 3. Mengenai kebijakan & praktik organisasi 4. Informasi kinerja pegawai 5. Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (sense of mission). 24 Idham Cholid

25 METODE PENYAMPAIAN PESAN : 1.Tulisan 2.Lisan 3.Lisan diikuti tulisan 4.Tulisan diikuti lisan KAPAN METODE INI DAPAT EFEKTIF DILAKUKAN ? 1.Tulisan : dalam situasi bila diperlukan informasi untuk tindakan yang akan datang, informasinya umum, tidak diperlukan kontak pribadi. 2.Lisan : dalam situasi yang membutuhkan teguran & mendamaikan perselisihan. 3.Lisan diikuti tulisan : dalam situasi yang membutuhkan tindakan segera tetapi kemudian diikuti tindak lanjutnya yg bersifat umum, perlu pendokumentasian. 4.Tulisan diikuti lisan : dinilai tidak cukup efektif untuk setiap situasi. 25 Idham Cholid

26 Manajer Umum Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Bagian promosi Bagian pabrik Bagian penelitian Bagian Akuntansi Bagian pendanaan Bagian penjualan KARYAWAN 26 Idham Cholid

27 KOMUNIKASI KE ATAS (UP WORD) Yaitu informasi yang mengalir dari tingkat yang lebih rendah (bawahan) ke tingkat yang lebih tinggi (atasan). PENTINGNYA KOMUNIKASI KE ATAS : 1. Informasi bagi pembuatan keputusan 2. Memberi informasi bagi atasan kapan bawahan siap menerima informasi dari mereka & seberapa baik bawahan menerima apa yang dikatakan kepada mereka. 3. Mendorong keterbukaan komunikasi tentang keluh kesah, kritik muncul kepermukaan sehingg atasan tahu apa yang mengganggu dan menghambat kerja mereka. 4. Menumbuhkan apresiasi & loyalitas kpd organisasi dg memberi kesempatan kpd pegawai untuk mengajukan pertanyaan & memberi masukan/gagasan serta saran. 5. Memberi informasi pada atasan apakah bawahan memahami apa yg diharapkan dari aliran informasi ke bawah 6. Membantu pegawai mengatasi masalah pekerjaan mereka & memperkuat keterlibatan mereka dg pekerjaan & organisasi 27 Idham Cholid

28 APA YANG DIKOMUNIKASIKAN ? 1.Tentang apa yang telah dilakukan bawahan : prestasi, kemajuan, rencana yang akan datang. 2.Persoalan pekerjaan yang dihadapi yang belum terpecahkan dan membutuhkan bantuan penyelesaian. 3.Memberikan saran dan agagasan untuk perbaikan pada organisasi. 4.Mengungkakan bagaima perasaan, pikiran bawahan tentang pekerjaan mereka, rekan kerja mereka, & organisasi. MENGAPA KOMUNIKASI KE ATAS SULIT ? (sharma, 1979) : 1.Kecenderungan bagi pegawai untuk menyembunyikan pikiran mereka 2.Adanya perasaan bahwa atasan tidak tertarik pada permasalahan bawahan. 3.Kurangnya penghargaan & apresiasi bagi komunikasi ke atas yang dilakukan oleh bawahan/karyawan 4.Perasaan bahwa atasan tidak dapat dihubungi dan tidak tanggap pada apa yang disamapikan pegawai. 28 Idham Cholid

29 PRINSIP KOMUNIKASI KE ATAS 1.Program komunikasi ke atas yang efektif harus direncanakan & didorong atau dirangsang agar tetap muncul / tersampaikan. 2.Program komunikasi ke atas yang efektif berlangsung secara berkesinambungan. 3.Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan saluran rutin 4.Program komunikasi ke atas yang efektif menitikberatkan kepekaan dan penerimaan dalam pemasukan gagasan dari tingkat yang lebih rendah 5.Program komunikasi ke atas yang efektif mencakup mendengarkan secara objektif 6.Program komunikasi ke atas yang efektif mencakup tindakan untuk menanggapi masalah 7.Program komunikasi ke atas yang efektif menggunakan berbagai media & metode untuk meningkatkan aliran informasi. 29 Idham Cholid

30 Manajer Umum Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Bagian promosi Bagian pabrik Bagian penelitian Bagian Akuntansi Bagian pendanaan Bagian Penjualan KARYAWAN 30 Idham Cholid

31 KOMUNIKASI HORISONTAL Adalah penyampaian informasi diantara rekan-rekan sejawat dalam unit kerja. TUJUAN KOMUNIKASI HORISONTAL 1.Untuk mengkoordinasikan penugasan kerja 2.Berbagi informasi mengenai rencana & kegiatan 3.Untuk memecahkan masalah 4.Untuk memperoleh pemahaman bersama 5.Untuk mendamaikan, berunding, dan menengahi perbedaan 6.Untuk menumbuhkan dukungan antar personal BENTUK KOMUNIKASI HORISONTAL : Rapat komisi, interaksi pribadi, selama waktu istirahat, obrolan di telpon, memo / catatan, kegiatan sosial, lingkaran kualitas (sebuah kelompok pekerja sukareka yang berbagi wilayah tanggungjawab) 31 Idham Cholid

32 Manajer Umum Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Bagian promosi Bagian pabrik Bagian penelitian Bagian Akuntansi Bagian pendanaan Bagian penjualan KARYAWAN 32 Idham Cholid

33 Manajer Umum Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Bagian promosi Bagian pabrik Bagian penelitian Bagian Akuntansi Bagian pendanaan Bagian penjualan KARYAWAN 33 Idham Cholid

34 34 Keuntungan komunikasi jenis ini: 1.Penyebaran informasi bisa menjadi lebih cepat daripada komunikasi tradisional 2.Memungkinkan individu dari berbagai macam bagian atau departemen membantu menyelesaikan masalah dalam organisasi Kelemahan: 1.Dapat mengganggu jalur komunikasi rutin yang sudah dijalankan 2.Dalam kasus organisasi yang besar, maka komunikasi jenis ini sulit untuk di kendalikan

35 KOMUNIKASI INFORMAL, SELENTINGAN Komunikasi yang dilakukan oleh orang organisasi tanpa mengindahkan posisinya dalam organisasi. Selentingan (Grapevine) : metode penyampaian laporan rahasia dari orang ke orang yang tidak dapat diperoleh melalui saluran biasa (Stein, 1967). CIRI SELENTINGAN : 1. Melalui interaksi mulut ke mulut 2. Bebas dari kendala organisasi & posisi 3. Penyebaran cepat. 4. Melalui rantai kelompok 5. Memiliki beberapa peran. 6. Produk situasi bukan produk orang dalam organisasi. 7. Semakin cepat orang mengetahui peristiwa semakin cepat kemungkinan menceritakannya pada orang lain. 8. Jika informasinya menarik, orag cenderung menyampaikan pada yang lain. 9. Pesan selentingan cenderung cermat/jeli (walau terkadang lebih dramatik dari yg senyatanya) 10. Informasi selentingan biasanya tidak lengkap, menghasilkan kesalahan interpretasi bahkan bila rinciannya cermat. 11. Cenderung mempengaruhi organisasi (baik atau buruk) 35 Idham Cholid

36 CARA MENANGGAPI SELENTINGAN Jagalah saluran komunikasi formal tetap terbuka yang memberi kesempatan berlangsungnya komunikasi ke atas, ke bawah, horisontal dan lintas saluran yang terus terang, cermat, dan sensitif. Efektifkan hubungan komunikasi antara atasan denga bawahan. Sampaikan bahwa atasan mengerti dan menerima informasi melalui selentingan tersebut (khususnya yg menyangkut perasaan karyawan) 36 Idham Cholid

37 HAMBATAN KOMUNIKASI FORMAL Jika dilihat dari sudut pandang individual (perseorangan) akan membuat frustasi karena banyak jalur yg harus dilalui untuk dapat berkomunikasi secara langsung dengan manajer puncak. Jika dipandang dari sudut pandang perusahaan : kemungkinan munculnya distorsi atau gangguan penyampaian informasike level yg lebih tinggi 37 Idham Cholid

38 Dalam jaringan komunikasi informal orang-orang yang ada dalam suatu organisasi jenjang hirarki, pangkat dan kedudukan/jabatan, dapat berkomunikasi secara leluasa. 38 Idham Cholid

39 Manajer Umum Manajer Keuangan Manajer Produksi Manajer Pemasaran Bagian promosi Bagian pabrik Bagian penelitian Bagian Akuntansi Bagian pendanaan Bagian penjualan KARYAWAN 39 Idham Cholid

40 BEBERAPA KEGIATAN ORGANISASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERTUKARAN INFORMASI Menetapkan tujuan Membuat dan melaksanakan keputusan Mengukur prestasi kerja Merekrut dan mengembangkan staf Pelayanan pelanggan Negosiasi dengan pemasok Membuat produk Berinteraksi dengan peraturan yg ada. 40 Idham Cholid

41 CARA MENGELOLA KOMUNIKASI 1.Penanganan Pesan-pesan Rutin a. Mengurangi jumlah pesan b. Instruksi yg jelas c.Mendelegasikan tanggungjawab c.Melatih Petugas 2. Penanganan krisis komunikasi Communication skill akan diuji pada saat organisasi mengalami krisis komunikasi. Di bawah ini contoh kejadian yang menimpa suatu organisasi yang harus ditangani dg seksama: 41 Idham Cholid

42 42 ALIRAN KOMUNIKASI ORGANISASI

43 Adalah suatu proses dinamik dalam mana pesan-pesan secara tetap dan berkesinambungan diciptakan, ditampilkan dan dinterpretasikan yang hidup dan berkembang dalam sebuah organisasi. Aliran Komunikasi Organisasi berfungsi untuk mengetahui bagaimana informasi itu terdistribusikan kepada anggota- anggota organisasi, bagaimana pola-pola distribusinya dan bagaimana orang-orang terlibat dalam proses penyebaran informasi itu dalam sebuah organisasi. Aliran Komunikasi Organisasi berpengaruh terhadap efektifitas organisai baik dalam kaitannya dengan hubungan- hubungan ataupun pula dalam pelaksanaan & pencapaian tujuan organisasi. 43 Idham Cholid

44 SIFAT ALIRAN INFORMASI Guetzkow (1964), aliran informasi (penyebaran pesan) dalam organisasi dapat terjadi dalam tiga cara : 1. SERENTAK, yaitu proses penyebaran informasi (pesan) yang disampaikan secara bersamaan dalam suatu waktu dengan objek sasaran yang banyak (lebih dari satu rang, bukan proses diadik) Bentuk : Memo, Pertemuan, rapat (akbar), televisi, teleconference (penyampaian pesan bermedia). Keuntungan : cepat, mudah/dapat diakses pada saat bersamaan, berhubungan dengan banyak sasaran orang, informasi terbuka, biasanya dipergunakan oleh organisasi besar. Kerugian : tidak dapat menyebarkan informasi yang sifatnya rahasia. Biasanya digunakan oleh organisasi publik atau organisasi yang memiliki jaringan kerja yang luas. 44 Idham Cholid

45 2. BERURUTAN : yaitu proses penyebaran informasi/pesan secara diadik (merupakan bentuk komunikasi yang utama, Haney;1962). Dengan pola “siapa berbicara kepada siapa”. Informasi disampaikan secara berurutan dari satu orang ke orang lain secara tidak bersamaan. Bentuk : komunikasi antarpersonal, model jaringan sel. Keuntungan : menjamin kerahasiaan informasi, lebih mendekatkan hubungan antar anggota. Kerugian : lambat, memungkinkan terjadinya bias / distorsi informasi (multi persepsi/interpretasi). Biasanya sangat efektif untuk organisasi yang bersifat politis, ideologis, rahasia, militer. Ataupun pula untuk suatu kebijakan organisasi yang sifatnya tertutup / rahasia/ strategis. untuk itu dibutuhkan kemampuan akurasi penyampaian pesan, daya ingat yang baik dan disiplin yang tinggi. 3. SERENTAK – BERURUTAN ; yaitu kombinasi kedua pola aliran yang telah disebutkan sebelumnya. 45 Idham Cholid

46 POLA ALIRAN INFORMASI 1.POLA RODA : adalah pola yang mengarahkan seluruh informasi kepada individu yang menduduki posisi sentral. Orang dalam posisi sentral menerima kontak dan informasi dan memecahkan masalah dengan saran / persetujuan anggota lainnya. 2. POLA LINGKARAN : semua anggota berkomunikasi satu sama lainnya hanya melalui sejenis sistem pengulangan. Tidak seorangpun yang dapat berhubungan langsung dengan semua anggota lainnya, demikian pula tidak ada anggota yang memiliki akses langsung terhadap seluruh informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan. 46 Idham Cholid

47 PENGARUH DUA POLA ALIRAN NOVARIABEL KOM. ORGP.RODAP. LINGK 1Aksessibilitas anggota satu dg lainnyaRendahTinggi 2Pengawasan aliran pesanTinggiRendah 3Moral / kepuasanSgt rndhTinggi 4Kemunculan pemimpinTinggiSgt rendah 5Kecermatan solusiBaikBuruk 6Kecepatan kinerjaCepatLambat 7Jumlah pesan yg dikirimkanRendahTinggi 8Kemunculan organisasi yang stabilCepatSgt lambat 9Penyesuaian dg perubahan kerjaLambatCepat 10Kecenderungan beban brlebihTinggirendah 47 Idham Cholid

48 PERANAN JARINGAN KERJA KOMUNIKASI KOMPONEN DALAM JARINGAN : 1.ANGGOTA KLIK, Klik adalah kelompok individu yang paling sedikit/ separuh dari kontaknya merupakan hubungan dengan anggota-anggota lainnya. CIRI-CIRI KLIK :  Klik terjadi melalui interaksi dengan orang-orang yang dapat mereka lihat. (Sommer, 1969). Klik terdiri dari individu-individu yang keadaan sekelilingnya memungkinkan kontak antar individu, saling menyukai & merasa amat puas dg kontak tsb.  Kebanyakan klik relatif akrab satu dg lainnya dalam hierarkhi formal organisasi. Ini menunjukkan kemiripan sistem komunikasi formal dengan sistem komunikasi informal (Rogers & Agarwala- Rogers).  Syarat anggota klik bahwa individu-individu harus mampu melakukan kontak satu sama lainnya, bahkan dengan cara tidak langsung. 48 Idham Cholid

49 2. PENYENDIRI, adalah mereka yang hanya melakukan sedikit atau sama sekali tidak mengadakan kontak dengan anggota kelompok lainnya.  Bisa jadi seseorang menjadi penyendiri untuk tema-tema pesan tertentu (yang mungkin tidak dia sukai atau tidak berhubungan dengan bidang tugasnya) namun menjadi anggota klik sentral bila pesan-pesannya berhubungan dengan bidang tugasnya.  Sifat-sifat penyendiri (Goldhaber;1979) : 1. Kurang aman dlm konsep diri mereka. 2. Kurang termotivasi oleh cita-cita. 3. Kurang bersedia untuk berinteraksi dg orang lain. 4. Lebih muda dan kurang berpengalaman dalam sistem. 5. Lebih jarang menduduki posisi yang kuat dalam organisasi 6. Lebih cenderung menahan daripada melancarkan aliran informasi. 7. Relatif lebih tidak puas dengan sistem (golput) 8. Beranggapan bahwa sistem komunikasi tertutup bagi mereka. 49 Idham Cholid

50 3. JEMBATAN ; adalah anggota klik yang memiliki sejumlah kontak yang menonjol dalam kontak antar kelompok, juga menjalin kontak dengan anggota klik lain. Sebuah jumbatan berlaku sebagai pengontak langsung antara dua kelompok pegawai. 4. PENGHUBUNG ; adalah orang yang mengaitkan atau menghubungkan dua klik atau lebih tetapi ia bukan anggota salah satu kelompok yang dihubungkan tersebut. (tekanannya bukan anggota klik dalam kelompk atau orang luar sama sekali) 5. GATE KEEPER; adalah orang yang secara strategis ditempatkan dalam jaringan agar dapat melakukan pengndalian atas pesan apa yang akan disebarkan melalui sistem tersebut. 6. PEMIMPIN PENDAPAT (OPINION LEADER) ; adalah orang tanpa jabatan formal dalam semua sistem sosial, yang membimbing pendapat dan mempengaruhi orang- orang dalam keputusan mereka. 7. KOSMOPOLIT; adalah orang bebas dari gagasan, prasangka, kecintaan lokal. Orang yg melakukan kontak dg dunia luar/ di luar organisasi. Menghubungkan aggota organisasi dg orang & peristiwa diluar struktur organisasi. Mereka adalah anggota organisasi yang banyak bepergian (duta) aktif dalam organisasi profesional, membaca terbitan. Memiliki kontak dengan sumber-sumber di luar organisasi, bertindak sebagai saluran bagi gagasan baru bagi organisasi. 50 Idham Cholid

51 PERAN & FUNGSI MASING-MASING KOMPONEN Anggota Klik : sebagai jantung sistem & bertindak sebagai tujuan akhir bagi kebanyakan pesan Penyendiri : sebagai pemberi tantangan pada sistem dan mencipta derajat ketidakpastian pada efektifitas program penyebaran pesan. Jembatan : sebagai pemrosesan sentral informasi yg menyediakan hubungan langsung diantara klik-klik yang berbeda. Penghubung :mengintegrasikan dan menjadi penghubung antarklik. Penjaga gawang : mengendalikan perpindahan pesan dan kontak- kontak dengan tujuan meminimalkan kelebihan beban komunikasi dan meningkatkan keefektifan. Pemimpin pendapat : melancarkan pembentukan & peruabahan sikap & membantu dalam pengambilan keputusan informal. Kosmopolit : menghubungkan organisasi dg orang-orang dan gagasan- gasgasan baru dalam lingkungan yang lebih besar. 51 Idham Cholid

52 Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi(ex. memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi). Komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual. 52 Idham Cholid

53 3 Model dalam Komunikasi Organisasi 1. Model komunikasi linier (one-way communication), –komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. –Komunikasinya bersifat monolog. 2. Model komunikasi interaksional. –sudah terjadi feedback atau umpan balik. –Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan. 3. Model komunikasi transaksional. –Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan. 53 Idham Cholid

54 ARUS PESAN DAN FUNGSINYA DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI 1. Downward communication, : pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi : a) Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction) b) Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job rationale) c) Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices) d) Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik. 54 Idham Cholid

55 ARUS PESAN DAN FUNGSINYA DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI 2. Upward communication,  bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi : a) Penyampaian informasi tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan b) Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan c) Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan d) Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya. 55 Idham Cholid

56 ARUS PESAN DAN FUNGSINYA DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI 3. Horizontal communication,  berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah: a) Memperbaiki koordinasi tugas b) Upaya pemecahan masalah c) Saling berbagi informasi d) Upaya pemecahan konflik e) Membina hubungan melalui kegiatan bersama. 56 Idham Cholid

57 Hambatan dalam Komunikasi Organisasi " Hambatan Teknis Keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi. Menurut Cruden dan Sherman dalam bukunya Personel Management, 1976, jenis hambatan teknis dari komunikasi : # Tidak adanya rencana atau prosedur kerja yang jelas # Kurangnya informasi atau penjelasan # Kurangnya ketrampilan membaca # Pemilihan media [saluran] yang kurang tepat. 57 Idham Cholid

58 " Hambatan Semantik Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara secara efektif. Definisi semantik sebagai studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Kata-kata membantu proses pertukaran timbal balik arti dan pengertian [komunikator dan komunikan], tetapi seringkali proses penafsirannya keliru. Untuk menghindari mis komunikasi semacam ini, seorang komunikator HARUS memilih kata-kata yang tepat sesuai dengan karakteristik komunikannya, dan melihat kemungkinan penafsiran terhadap kata-kata yang dipakainya. Hambatan dalam Komunikasi Organisasi 58 Idham Cholid

59 " Hambatan Manusiawi Terjadi karena adanya faktor, emosi dan prasangka pribadi, persepsi, kecakapan atau ketidakcakapan, kemampuan atau ketidakmampuan alat-alat pancaindera seseorang, dll. Menurut Cruden dan Sherman : # Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia. Perbedaan persepsi, perbedaan umur, perbedaan keadaan emosi, ketrampilan mendengarkan, perbedaan status, pencairan informasi, penyaringan informasi. # Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam organisasi. Suasana iklim kerja dapat mempengaruhi sikap dan perilaku staf dan efektifitas komunikasi organisasi. Hambatan dalam Komunikasi Organisasi 59 Idham Cholid

60 end of session Idham Cholid 60


Download ppt "KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Idham Cholid. PENTINGNYA BERKOMUNIKASI DENGAN JELAS “WE CANNOT NOT COMMUNICATE” (Bateson, 1972) Komunikasi adalah prasyarat."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google