Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

A. Perikatan Menurut isi prestasinya : B. Perikatan Menurut subjeknya.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "A. Perikatan Menurut isi prestasinya : B. Perikatan Menurut subjeknya."— Transcript presentasi:

1

2 A. Perikatan Menurut isi prestasinya : B. Perikatan Menurut subjeknya

3 1. Perikatan Positif & Negatif  Perikatan Positif adalah perikatan yang prestasinya berupa perbuatan nyata, misalnya memberi atau berbuat sesuatu  Perikatan Negatif adalah perikatan yang prestasinya tidak berbuat sesuatu

4 2. Perikatan Sepintas Lalu dan Berkelanjutan Perikatan sepintas lalu adalah pemenuhan prestasi cukup dengan satu perbuatan saja. Misalnya perikatan untuk menyerahkan barang yang dijual dan membayarnya; Perikatan berkelanjutan adalah perikatan dimana prestasinya bersifat terus menerus dalam jangka waktu tertentu,misalnya perikatan yang tibul dari sewa menyewa atau persetujuan kerja.

5 3. Perikatan Alternatif Perikatan alternatif adalah perikatan dimana debitur berkewajiban melaksanakan satu dari dua atau lebih prestasi yang dipilih

6 4. Perikatan Fakultatif Perikatan Fakultatif adalah suatu perikatan yang obyeknya hanya berupa satu prestasi, dimana debitur dapat menggantikan dengan prestasi yang lainnya

7 5. Perikatan Generik dan Spesifik  Perikatan generik adalah perikatan, dimana obyeknya ditentukan menurut jenis dan jumlahnya  Perikatan specifik adalah perikatan yang obyeknya ditentukan secara terperinci

8  Perikatan yg dpt dibagi a/ perikatan yg prestasiny dpt dibagi-bagi  Jika terdapat satu kreditur dan satu debitur, maka perikatan yg dpt dibagi harus dilaksanakn seperti perikatan yg tdk dpt dibagi.  Jika terdapat lebih dari satu kreditur dan lebih dari satu debitur, maka tiap-tiap kreditur tdk blh menagih lebih dari bagiannya. Demikian pula tiap-tiap debitur tdk perlu memenuhi prestasi lebih dari bagiannya 8

9  Perikatan yg tdk dpt dibagi a/ perikatan yg prestasiny tdk dpt dibagi-bagi  Menurut UU tak dpt dibagi mempunyai akibat:  Kalo debiturnya banyak, tiap-tiap debitur dpt dipertanggung gugatkn sluruh prestasinya (berlakunya tak dpt dibagi yg pasif)  Kalo krediturnya banyak, tiap-tiap kreditur dpt menagih prestasi (berlakunya tak dpt dibagi yg aktif) 9

10  Pembayaran o/ seorang debitur ato kpd salah seorang kreditur melenyapkn perikatan.  Pd umumny,debitur yg tlah melunasi hutangny mempunyai hak utk menagih kpd sesama debitur yg lain, jg kalo kreditur yg tlah menerima hutang seluruhny dari debitur berkewajibn utk memperhitungkn dgn kreditur-kreditur lain. 10

11 1. Perikatan bersyarat a/ perikatan yg pemenuhn prestasinya dikaitkan pd syarat tertentu. Apa yg dimaksud dgn syarat? a/ peristiwa yg akan datang dan blm pasti terjadi (P.1253)

12  Syarat dibedakan atas 2 macam:  Syarat yang menangguhkan (syarat tangguh)  Artinya apabila syarat tsb dipenuhi, maka perikatanny menjadi berlaku  A akan menjual rumahnya kpd B, kalo A jadi dipindah o/ perusahaanny ke Jakart. Yg menentukan apakah A jadi dipindah o/ perusahaanny ato tdk tergantung perusahaanny. Jadi blum pasti terjadi.  Kalo A betul dipindah ke Jakarta, maka perikatanny berlaku, yakni A hrs menjual rumahny kpd B 12

13  Syarat yg memutuskan atau membatalkan (syarat batal)  Artinya apabila syarat tersebut dipenuhi, maka perikatannya menjadi putus atau batal.  A akan menyewakan rumahny kpd B asal tdk dipakai utk gudang. Jika B menggunakan rumah tsb utk gudang, maka syarat itu tlah terpenuhi dan perikatan menjadi putus ato batal dan pemulihan dlm keadaan semula seperti tdk pernah terjadi perikatan. 13

14  Perikatan yg bertujuan melakukan sesuatu yg tdk mungkin dilaksanakan, bertentangan dg kesusilaan dan dilarang UU a/ batal hukumny.  Dg demikian perikatan yg dikaitkan dg syarat-syarat tertentu di atas jadi batal.  Syarat yg tdk mungkin terlaksana, artinya scara obyektif syarat itu tdk mungkin dipenuhi. 14

15  A akan memberikan hadiah senilai 1 juta rupiah kepada B, dgn syarat B dpt menempuh perjalanan Semarang – Jakarta dlm waktu satu hari.  Ukuran bertentangan dg kesusilaan ato UU?  UU sendiri tidak mengatur lebih lanjut.  Ukuran yg dipakai biasanya a/ manusia bebas utk mengambil keputusan mengenai dirinya sendiri, tapi apabila ada paksaan ato tekanan batin sehingga ia tidak bebas lg, maka ini dianggap bertentangan dg kesusilaan. 15

16  A akan memberi B hadiah sebuah mobil dg syarat, B tdk blh menikah dg C. Di sini hibahnya akan batal.  Demikian jg halnya ketika A akan menaikkan upah B, jika B mau menikah dgn C. Ini bertentangan dg kesusilaan.  Syarat dibedakan menurut isinya:  Syarat potestatif  Syarat kebetulan  Syarat campuran 4/20/

17  Syarat potestatif  a/ syarat yg pemenuhannya tergantung dari kekuasaan salah satu pihak  Syarat kebetulan  a/ syarat yg pemenuhannya tdk tergantung dari kekuasaan kedua belah pihak  Syarat campuran  a/ syarat yg pemenuhanny tergantung dari kemauan salah satu pihak jg bergantung dari kemauan pihak ketiga bersama-sama.  A akan memberi rumah kpd B, jika B mau menikah dgn keponakanny. Jadi syarat ini tergantung dari B dan jg keponakanny. 17

18  Dalam perikatan yang bersyarat, debitur tdk berkewajiban utk berprestasi sbelum syarat itu dipenuhi.  Jika debitur tlh berprestasi sbelum syarat itu dipenuhi, maka debitur dpt minta kembali prestasiny sampai syarat itu dipenuhi. Jadi merupakan pembayaran tdk terutang. 18

19  Perikatan dgn ketetapan waktu  a/ perikatan yg pemenuhn prestasinya dikaitkan pd waktu yg tertentu ato dg peristiwa tertentu yg pasti terjadi.  Ketetapan waktu dibedakn atas dua:  Ketetapan waktu yang menangguhkan (P )  Ketetapan waktu yg menangguhkan tdk menangguhkan perikatannya tapi menangguhkan pelaksanaanya. 4/20/

20  Ketetapn waktu yg memutuskan ato membatalkn  Perjanjian kerja utk waktu satu tahun, atau sampai meninggalny buruh  Perikatan dpt sekaligus ditentukan mulainy dan berakhirny, yaitu sewa menyewa dimulai desember yg akan datang sampai satu tahn lamany. Jika tdk ditentukn mulainy kapan, maka perikatn sgera berlaku dan kreditur sgera minta pemenuhanny. 20

21 Perbedaan perikatan dgn ketetapan waktu dgn perikatan bersyarat a/ adany kepastian waktu itu akan datang. Ketetapan waktu dapat tetap. penyerahan barang dilakukan tanggal 20 April yg akan akan datang atau 4 hari lg. Ketetapan waktu dapat tidak tetap. A akan memberikan rumah kpd B kalo A mati. Kematian A a/ pasti, tapi kapan itu terjadi a/ tdk dpt ditetapkn. Soal: A dan B berjanji akan memberikan rumahnya masing-masing kpd yg lain berdasarkn siapa yg meninggal duluan 21

22  Akibat hukum dari perikatan ini bermacam- macam. UU menentukan bahwa ketetapan waktu a/ utk keuntungan dari debitur, kecuali ditentukan lain (P.1270).  Pada umumnya, pembayaran sbelum waktunya dari debitur tdk dpt dituntut o/ kreditur jg tdk akan ditolak o/ kreditur.  Tapi apabila ketentuan waktu itu utk keuntungan kreditur, maka pembayaran sbelum waktunya akan merugikan kreditur. 22

23  Hutang piutang dgn bunga.  Debitur behak utk tdk digugat sbelum waktunya dan kreditur jg berhak utk tdk dibayar sbelum waktuny.  Dalam perikatan dengan ketetapan waktu, pembayaran sbelum waktunya tdk dpt diminta kembali.dan ini berbeda dgn perikatan bersyarat.  Ketetapan waktu menangguhkan disebut terme de droit. Harus dibedakan dgn terme de grace dlm pasal yg pertama menagguhkan pelaksanaan prestasi, yg kedua debitur minta penangguhan pemenuhan prestasi krn tlah ditagih oleh kreditur. 23

24  Debitur tidak lg dpt menarik manfaat dari suatu ketetapan waktu jika ia telah dinyatakan pailit (dinyatakan tidak mampu lagi) ato krn kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd kreditur tlah berkurang ato merosot nilainy.  Artinya, meskipun batas ketetapan waktu yg ditentukn itu belum tiba, namun kreditur sdh dpt menagih krn debitur dinyatakan pailit ato krn kesalahan debitur jaminan yg diberikn kpd kreditur tlah berkurang ato merosot nilainy. 24

25  Debitur yg blum waktuny datang telah memenuhi prestasi. Dalam perikatan bersyarat prestasinya dpt dimintakan lg dan merupakan pembayaran tdk terutang  Berlakunya pemenuhan prestasi.  Dlm perikatan bersyarat pemenuhan prestasi itu berlaku surut sejak perjanjian itu dibuat krn syaratnya belum pasti terjadi.  Dlm perikatan dgn ketetapan waktu pemenuhan prestasi itu tdk berlaku surut. Ketetapan waktu tdk menangguhkan perikatan melainkan menangguhkan pelaksanaan. 25

26  Perikatan tanggung menanggung atau tanggung renteng  Pada umumnya para pihak dlm perjanjian terdiri dari satu orang pihak yg satu dan satu orang pihak yg lain. Tapi sering terjadi salah satu pihak atau kedua belah pihak terdiri dari lebih dari satu orang.  Jika A dan B bersama-sama mempunyai piutang Rp.1000,00 utk X. Artinya, A dan B masing-masing dapat menuntut kepada X Rp.500,00.  Sebaliknya, X dan Y hutang kepada A, sehingga A dpt menuntut kpd X dan Y masing-masing setengah bagian dari hutang itu. 26

27  Artinya, tiap-tiap kreditur dpt menuntut prestasi seluruhny dgn ketentuan masing- masing debitur dpt dipertanggung gugatkan utk sluruh prestasi. Ini dimaksudkan dgn sekali pemenuhan prestasi, maka hubunganny menjadi lenyap.  Karena A dan B bersama-sama mempunyai Hak atas Rp.1000,00. Jika X tlah melunasi kpd A maka tuntutn B kepada X jg akan lenyap. Demikian jg sebaliknya, jika X dan Y bersama-sama hutang kpd A Rp.1000,00 maka A tlah dibayar lunas kalo X telah membayar hutang itu seluruhny. 27

28  Umumnya X dan Y mengadakan perhitungan intern diantara mereka sendiri. Perhitungan inter inilah yang dinamakan perikatan yg tanggung menanggung atau tanggung renteng.  Perikatan tanggung renteng dapat terjadi karena: Perjanjian Ketentuan UU 28

29 Tanggung renteng Aktif (Pasal 1278,1279) Pasif (Pasal 130) Artinya, adakalanya terdapat lebih dari seorang kreditur ato terdapat lebih dari seorang debitur. Mungkin jg terjadi kombinasi, yaitu lebih dari seorang kreditur di pihak yg satu dan lebih dari seorang debitur di pihak yg lain Tanggung renteng aktif dlm praktek jarang terjadi. Tanggung renteng aktif yg timbul dari UU jg tdk ada Tiap-tiap kreditur dlm tanggung renteng aktif berhak menuntut pemenuhan sluruh prestasi, dgn pengertian pelunasan kpd salah satu kreditur membebaskn debitur dari kewajibanny thd kreditur-kreditur lainny (P.1278). 29

30  Tanggung renteng pasif dlm banyak hal timbul dari UU.  Mereka yg merampas dan orang yg menyuruh, bertanggung jawab utk seluruhny secara tanggung renteng.  Orang yg bersama-sama menerima suatu barang sbg pinjaman, maka masing-masing mereka utk seluruhny bertanggungjawab thd orang yg memberi pinjaman (P.1479). 30

31  Tanggung renteng pasif biasanya terdiri dari unsur:  Dua orang debitur atau lebih  Kewajiban debitur utk prestasi yg sama  Pelunasan salah seorang debitur akan membebaskan debitur lainny  Perikatanny mempunyai dasar ato sebab yg sama.  Dlm tanggung renteng pasif, kreditur dpt menuntut pemenuhan prestasi kpd setiap debitur, dlm pengertian pelunasan dari seorang debitur membebaskan debitur-debitur lainny (P.1280) 31

32  Dlm perikatan tanggung renteng terjadi dua pola hubungan:  Hubungan intern ( )  A/ hubungan antara para kreditur atau debitur tanggung renteng itu sendiri.  Artinya, setelah satu debitur melunasi utk seluruhny, mereka dpt memperhitungkn bagianny masing-masing kpd debitur yg dilunasiny itu.  Hubungan ekstren ( )  A/ hubungan antara para kreditur tanggung renteng dgn debitur 32

33  Dlm hubungan ektern ini, debitur tanggung renteng tdk mempunyai hak utama  utk diganti. Artinya, kalo ditagih tdk blh minta debitur lainny sj ditagih  Utk dibagi. Artinya kalo ditagih tdk blh minta supaya hutangny dibagi-bagi sj di antara debitur lainny. 33

34  Kadang kala terjadi prestasi itu harus dipenuhi o/ dua ato lebih debitur ato dpt ditagih o/ dua ato lebih kreditur. Hal ini dpt terjadi sejak semula dari perikatan ato akibat dari suatu peristiwa yg kemudian terjadi. Misal pewarisan  A, B dan C secara tanggung renteng berkewajiban membayar Rp.500,- dan ternyata A wafat dgn meninggalkn 5 orang ahli waris. Maka kreditur dpt menagih B ato C masing-masing Rp.500,- akan tetapi terhadap ahli waris A kreditur hanya dpt menagih masing-masing Rp.500,-  Kalo prestasi tdk dpt dibagi, maka para debitur harus memenuhi sluruh prestasi sekaligus 34

35  Tanggung renteng slalu dikehendaki, baik o/ perjanjian maupun UU  Tak dpt dibagi a/ mengenai prestasinya, prestasiny yg tak dpt dibagi. Jadi tanggung renteng terletak pd subyekny, tak dpt dibagi terletak pd obyeknya/prestasiny.  Tanggung renteng a/ akibat perjanjian ato akibat dari ketentuan UU  tak dpt dibagi a/ berdasarkan atas sifat ato maksud dari perikatan. 35

36 4. PERIKATAN DENGAN ANCAMAN HUKUMAN : suatu perikatan di mana ditentukan bahwa si debitur, untuk jaminan pelaksanaan perikatannya, diwajibkan melakukan sesuatu apabila perikatannya dipenuhi. 5. PERIKATAN MURNI : Yaitu apabila dalam masing-masing pihak hanya ada satu orang sedangkan yang dapat dituntut hanya berupa satu hal dan penuntutannya dapat dilakukan seketika.


Download ppt "A. Perikatan Menurut isi prestasinya : B. Perikatan Menurut subjeknya."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google