Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

POLA PANGAN DI INDONESIA DAN ASPEK SOSIO BUDAYA PENGANEKARAGAMAN PANGAN.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "POLA PANGAN DI INDONESIA DAN ASPEK SOSIO BUDAYA PENGANEKARAGAMAN PANGAN."— Transcript presentasi:

1 POLA PANGAN DI INDONESIA DAN ASPEK SOSIO BUDAYA PENGANEKARAGAMAN PANGAN

2 GIZI SEIMBANG KESEIMBANGAN ANTARA MAKANAN (ZAT GIZI) YANG MASUK KE DALAM TUBUH & KEBUTUHAN TUBUH AKAN ZAT GIZI TERSEBUT

3 MAKANAN KEBUTUHAN TUBUH GIZI SEIMBANG

4 MAKANAN (ZAT GIZI) KEBUTUHAN TUBUH (zat gizi) MALNUTRISI (GIZI SALAH) DEFISIENSI GIZI (KURANG GIZI)

5 MAKANAN (ZAT GIZI) KEBUTUHAN TUBUH (zat gizi) MALNUTRISI (GIZI SALAH) GIZI LEBIH

6 Seimbang dengan apa?? Dengan kebutuhan zat gizi yg ditetapkan dlm AKG (Angka Kecukupan Gizi) Dg aktivitas atau status biologis seseorang (bayi, baduta, balita hamil, dewasa, tua) Dg pola penyakit Dengan pola dan budaya setempat

7 Seimbang dg pola penyakit Kelompok penyakit infeksi umumnya memerlukan tambahan energi dan zat gizi lainnya Kelompok penyakit degeneratif memerlukan perhitungan lebih teliti akan kebutuhan gizi dan porsi serta jenis makanan yg harus dimakan. Khususnya penyesuaian dg konsumsi lemak, gula dan minyak serta karbohidrat.

8 Sesuai dg aktivitas dan keadaan biologis Makin aktif bergerak dan berolahraga, makin tinggi energi yg dibutuhkan. Ibu hamil, bayi, baduta, balita, remaja, dewasa, lansia  berbeda kebutuhan zat gizinya, berbeda porsi dan pola makannya.

9 Seimbang dg pola dan budaya makan Manusia tidak makan zat gizi tetapi makan makanannya Bila dimungkinkan manusia selalu ingin makan sesuai dg selera, kebiasaan dan kemampuan daya belinya. Ada hukum ekonomi (hukum Engel) yg mengatur pola makan : makin tinggi pendapatan keluarga, makin kecil pengeluaran utk makanan sumber KH dan makin besar utk makanan sumber protein dan lemak.

10 POLA KONSUMSI PANGAN = Pola Pangan = Food Pattern = Kebiasaan Makan = Food Habit  Cara seseorang atau sekelompok orang untuk memilih makanan yg dikonsumsinya yg dipengaruhi oleh fisiologis, psikologis, budaya dan sosial

11 Pangan  persoalan Biocultural Bio  zat gizi pd pangan yg mengalami proses biologi dlm tubuh dan berpengaruh thd fungsi organ tubuh Cultural  faktor budaya berpengaruh thd pemilihan jenis pangan, cara mengkonsumsi, dan pengolahannya  Pangan mempunyai fungsi sosial yg sesuai dg keadaan lingkungan, agama,adat, kebiasaan dan pendidikan masyarakat

12 Fungsi Sosial Pangan 1.Fungsi Gastronomik Pangan berfungsi untuk mengisi perut (gaster) kosong.  berhub. Kesukaan, selera, kepuasan 2. Pangan sebagai identitas Budaya jenis pangan menentukan asal budaya mereka Pangan tradisional : pangan yg diolah dg resep, cara. Cita rasa yg khas daerah ttt dan etnis ttt 3. Pangan sebagai fungsi religi pangan dikaitkan dg upacara khusus, keyakinan 4. Pangan sebagai fungsi komunikasi pangan sbg sarana komunikasi non verbal pada peristiwa ttt. (parsel, bingkisan dll)

13 5. Pangan sebagai lambang status ekonomi Jenis makanan ttt dpt menunjukkan tk ekonomi ttt. orang kaya makan di restoran mewah, makan produk hewani, orang miskin sebaliknya 6. Pangan sebagai simbol kekuasaan dan kekuatan - makanan majikan lebih mahal dari pada pembantu - pangan dpt dijadikan komoditas politik antar negara

14 FAKTOR YG BERPENGARUH terhadap POLA PANGAN 1.Faktor Ekstrinsik ( dr luar diri manusia) 2.Faktor Instrinsik (dr dlm diri manusia)

15 Faktor Ekstrinsik meliputi : 1.Lingkungan Alam  Tergantung dr potensi alam lingkungannya Daerah tropik  makanan pokok padi Daerah subtropik  makanan pokok terigu (roti) 2. Lingkungan Sosial  Segi kependudukan dg susunan, strata dan sifat2nya Majikan makanan dibedakan dg pembantu Tamu makanannya lebih istimewa 3. Lingkungan Agama dan Budaya  Berdasarkan agama dan kepercayaan yg dianut Babi haram bagi masyarakat muslim Makanan untuk selamatan dan sesaji

16 4. Pendidikan/Pengetahuan ttg gizi  Pddkn berpengaruh thd pengetahuan ttg mkn bergizi 5. Tingkat Ekonomi Orang kaya  makanan lebih bergizi Orang miskin  makanan kurang gizi 6. Perkembangan Teknologi Bioteknologi  jenis mkn lebih bergizi/unggul Tek. Pengolahan  makanan praktis/instan, makanan yg lebih menarik

17 Faktor Instrinsik 1.Keadaan Emosional Pengalaman masa lalu  trauma, suka tdk suka pd mkn ttt Perasaan sedih/gembira  selera makan 2. Keadaan Kesehatan jasmani/jiwa Sakit  nafsu mkn turun Stress  nafsu makan naik atau turun 3. Penilaian yg berlebihan thd makanan tertentu Beras  makanan pokok yg terbaik walaupun lauknya hanya kerupuk dan kecap Telur mentah dan madu  mkn berkhasiat (obat kuat)

18 Piramida Makanan Sumber Energi : Karbohidrat - beras - ubi - gandum - sagu - jagung - singkong Sumber Zat Pengatur : vitamin & mineral - Sayuran dan buah Sumber Zat Pembangunan : Protein - ikan - ayam - kacang2an - telur - daging (tahu,tempe) - susu dan produk olahannya

19 Jenis Bahan Pangan Padi-padian 69 % Umbi-umbian 10 % Buah dan sayur 2 % Kacang & biji 6 % Gula dan sirup 1 % Produk Hewani 5 % Lemak dan minyak 5 % Lain-lain 2 % Pola Konsumsi Pangan Penduduk Indonesia Pola pangan Indonesia  Dominan makanan pokok (beras, jagung, singkong,ubi jalar dan sagu) Konsumsi produk hewani tergolong kecil (5 %)

20 Pola Pangan Amrik Pola makan Amrik, tinggi lemak ini  menimbulkan masalah gizi lebih (obesitas, jantung koroner dll.)

21 Perkembangan pola pangan di dunia Pola pangan berubah sesuai dg perkembangan ekonomi dan industrialisasi  manusia purba makan hewani dari berburu dan meramu. Setelah ditemukan api, memasak makanan akan mempermudah pencernaannya.

22  untuk bertahan hidup manusia melakukan pembudidayaan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Gandum ditanam di daerah 4 musim, padi dan jagung di daerah 2 musim. Sehingga pola makan yang pertama terbentuk adalah makanan pokok. Makanan pokok ini tinggi energi tetapi kurang vitamin dan proteinnya.

23 Perang dan perdagangan mempengaruhi penyebarluasan penggunaan makanan di bagian lain dunia. Jagung, kentang dan singkong disebarkan dari Amerika, beras dari Asia. Pembudidayaan hewan. Domba banyak dikonsumsi di negara 4 musim, sehingga hasil olahannya (susu, daging) jg merupakan konsumsi utamanya  jarang tjd defisiensi protein

24 Pengaruh industrialisasi menyebabkan banyak perubahan. Banyak makanan olahan yang kemudian diproduksi dan menjadi alternatif makanan praktis dan siap saji.

25 POLA PANGAN DI INDONESIA INDONESIA msh mengandalkan makanannya pada makanan pokok. Jenis makanan pokok yang ditanam sesuai jenis iklim dan kondisi tanah.

26 Terimakasih….


Download ppt "POLA PANGAN DI INDONESIA DAN ASPEK SOSIO BUDAYA PENGANEKARAGAMAN PANGAN."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google