Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

VEKTOR Pertemuan 2 Matakuliah: D0684 – FISIKA I Tahun: 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "VEKTOR Pertemuan 2 Matakuliah: D0684 – FISIKA I Tahun: 2008."— Transcript presentasi:

1

2 VEKTOR Pertemuan 2 Matakuliah: D0684 – FISIKA I Tahun: 2008

3 Bina Nusantara 1. Vektor dan Skalar Berdasarkan sifatnya, besaran fisika dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu besaran vektor dan besaran skalar. Besaran Vektor, merupakan besaran yang mempunyai besar (nilai ) dan arah. Contoh : gaya, kecepatan, percepatan, medan listrik,. Besaran Skalar, merupakan besaran yang hanya mempunyai (cukup dinyatakan oleh ) besar ( nilai ) saja Contoh : massa, waktu, temperatur, usaha, energi, arus listrik

4 Bina Nusantara Notasi Vektor Suatu vektor ditulis dengan sebuah huruf yang di atasnya diberi tanda panah kecil ( )atau diberi garis lurus kecil ( ) atau dicetak dengan huruf tebal ( A ). Untuk memudahkan penulisan, akan digunakan huruf tebal miring ( A ). Sebuah vektor dilambangkan dengan sebuah anak panah, dimana panjang anak panah menunjukan besarnya vektor dan arah anak panah menunjukan arah dari vektor tersebut. A Sifat dari vektor adalah dapat digeser ke mana saja, selama besar dan arahnya tetap

5 Bina Nusantara 2. Penjumlahan Vektor Secara Grafis A B C B  A Metode Segi tiga * Tempatkan vektor A sesuai besar dan arahnya * Tempatkan vektor B sesuai besar dan arahnya, dengan pangkalnya berada pada ujung vektor A * Tarik garis dari pangkal A ke ujung B, yang merupakan vektor A + B = ( misal = C )

6 Bina Nusantara Metoda Jajaran Genjang B C=A+B  A Langkah-langkah dalam penjumlahan vektor di atas: * Letakan vektor A sesuai dengan besar dan arahnya * Letakan vektor B sesuai dengan besar dan arahnya, dengan pangkal vektor B berimpit dengan pangkal vektor A * Buat segi empat jajaran genjang dengan basis vektor - vektor A dan B, maka diagonal dari jajaran genjang tersebut merupakan vektor C=A+B * Besar vektor C adalah :C 2 = A 2 + B 2 + 2A B Cos 

7 Bina Nusantara 4. Penguraian Vektor Atas Komponen-komponennya Setiap vektor dapat diuraikan atas komponen- komponennya sesuai dengan sistem koordinat yang digunakan. Dalam pembahasan disini hanya akan ditinjau vektor dalam sistem koordinat kartesian. Vektor dalam bidang ( 2 dimensi ) Y Ay A A X = A Cos  Ay = A Sin   A X X

8 Bina Nusantara A X : proyeksi tegak lurus A pada sumbu X A Y : proyeksi tegak lurus A pada sumbu Y.  : sudut vektor A terhadap sumbu X positif. Tranformasi sebaliknya : dan Selanjutnya Vektor A dapat dinyatakan dalam komponen- komponennya, yaitu : A = i A X + j A Y

9 Bina Nusantara 4. Vektor Satuan ( Unit Vektor ) Z k Y i j X Dalam sistem koordinat kartesian, vektor-vektor satuan yang bersesuaian dengan sumbu koordinat yang digunakan adalah i = vektor satuan dalam arah sumbu X positif j = vektor satuan dalam arah sumbu Y positif k = vektor satuan dalam arah sumbu Z positif

10 Bina Nusantara dimana: i  j  k dan besar i = besar j = besar k = 1 Vektor satuan dalam arah vektor itu sendiri : Vektor satuan sangat berguna pada penulisan vektor dalam komponen-komponennya serta dalam melakukan operasi vektor.

11 Bina Nusantara 5. Penjumlahan Vektor Dengan Komponennya Misalkan vektor C merupakan penjumlahan dari dua buah vektor A dan B, yaitu : C = A + B Dua buah vektor, seperti C dan A + B akan sama, hanya jika komponen-komponen yang sesuai adalah sama, artinya: C X = A X + B X dan C Y = A Y + B Y Maka : C = A + B = i (A X + B X ) + j ( A Y + B Y ) Untuk vektor dalam ruang (tiga dimensi) : C = A + B = i (A X + B X ) + j ( A Y + B Y ) + k (A Y + B Y )


Download ppt "VEKTOR Pertemuan 2 Matakuliah: D0684 – FISIKA I Tahun: 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google