Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Bahan Kajian MK.STELA.smno.fpub.mei2013. CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No. 34-1980. JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Bahan Kajian MK.STELA.smno.fpub.mei2013. CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No. 34-1980. JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural."— Transcript presentasi:

1 Bahan Kajian MK.STELA.smno.fpub.mei2013

2 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Suatu daerah biasnaya mempunyai beragam kondisi tanah, mulai dari tanah-tanah prairie hitam yg subur hingga tanah gambut dan tanah-tanah hutan yang tipis pada batuan induk keras. Variasi kualitas tanah dalam suatu bidang lahan sangat menentukan pertumbuhan dna hasil tanaman. Kondisi iklim di suatu daerah biasanya menunjukkan variasi hujan dan suhu yg juga berpengaruh pada produktivitas tanaman pertanian.

3 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Information has been compiled on the nature, suitability, and productivity of soils for crops, pasture, and timber. CER = Crop Equivalent Rating, menjadi instrumen untuk membandingkan produktivitas relatif seri-seri tanah dan “mengelola” lahan. Hasil analisis ini sangat penting untuk menentukan apakah sebidang lahan digarap sendiri, disewakan atau dijual- belikan. Penilaian ini juga menjadi cara untuk menentukan tingkat pengelolaan lahan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

4 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Perubahan teknologi pertanian, seperti pupuk baru, pestisida baru, metode pengolahan tanah, dan kultivar unggul telah meningkatkan hasil tanaman. Hal ini berarti bahwa rataan jangka panjang bukan cara terbaik untuk estimasi produktivitas tanah. To be valid, yield estimates need to be reevaluated every 5 years. To constantly reevaluate yield estimates is confusing and time consuming. A desirable system is one that reflects the relative net economic return that might be expected from soils. This figure should be based on a specific management level that remains constant.

5 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. PENGEMBANGAN CER Untuk analisis CER dapat digunakan tingkat pengelolaan lahan pertanian yang moderat seperti: 1.Drainage pada tanah-tanah yg diperlukan 2.Strip cropping and terraces on soils where needed 3.Penggunaan kapur pertanian pada tanah-tanah masam 4.Aplikasi pupuk berdasarkan hasil uji tanah 5.Use of herbicides for weed control and insecticides as needed 6.Use of adapted varieties and populations related to soil moisture and fertility supply 7.Prosedur panen untuk meminimumkan kehilangan hasil 8.Jadwal waktu semua operasi produksi tanaman.

6 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. CER's reflect the net economic return per acre of soil when managed for cultivated crops, permanent pasture or forest, whichever provides the highest net return. CER menyediakan informasi tentang ranking relatif dengan nilai 1 (lowest) hingga 100 (highest).

7 Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Empat tahapan untuk mendapatkan CER: 1.Produktivitas-bruto serie tanah dievaluasi pada tingkat pengelolaan aktual yang ada. 2.Prevalent crop combinations on a particular soil were derived from the Conservation Needs Inventory (1971). Where one crop clearly dominated, that crop largely determined the gross productivity. For most soils several crops were considered in calculating the income estimates. 3.Gross production estimates for a specific cropping sequence multiplied by the market value of crops based on a 5 year average provides a gross value for the rotation. 4.Biaya produksi dikurangkan pada hasil produksi bruto. The soil which had the highest net total per acre was given a CER of 100. Each of the other soils is compared to this value to determine the relative ranking.

8 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Contoh penentuan CER untuk tanah-tanah lempung-liat dari daerah Nicollet. Table 1. Nicollet: B Slope, 1 erosion

9 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Assuming that the Nicollet clay loam has the highest net return per acre value the CER is 100. Other soils are then compared to the Nicollet to determine relative ranking. For example, another soil might have a net return per acre of $ CER dihitung sebagai persentase keuntungan neto per acre tanah lempung-liat Nicollet. Perhitungannya: Nilai CER untuk tanah ini sebesar 78.

10 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Since the procedure outlined provided CER values based on row crop production and row crop production is not recommended on slopes over 12 percent, soils occurring on these slopes need to be evaluated on the basis of permanent pasture and/or timber production. Selain itu, suatu method dibuat untuk menyesuaikan CER terhadap perbedaan kondisi iklim.

11 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Climatic adjustments are made by adding 5 percent to the CER value for each additional inch of rainfall over the average for the county where the series was originally evaluated. Sebaliknya, untuk setiap inchi penurunan curah hujan, maka nilai CER dikurangi 5 %.

12 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Kalau suatu tanah seharusnya di-drainage, tetapi pada kenyataannya tidak di-drainage, maka CER dikurangi sebesar 20 %. Where soils are used for woodland production, yet row crops are a feasible alternative, the CER can be adjusted downward. Estimasi yang masuk-akal adalah membagi CER menjadi dua (separuhnya).

13 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. APLIKASI CER CER dpt digunakan untuk evaluasi produktivitas relatif berbagai bidang lahan. Decisions on whether to purchase or rent certain parcels can be based on the CER. Intensity of land management can be based on the soils' potential productivity. For example, suppose there are two parcels and a decision is to be made which parcel to rent or purchase. The two parcels are located according to their legal description from the Public Land Survey (figure 1). Produktivitas relatif dua bidang lahan dapat ditentukan berdasarkan CER nya dan lima tahapan ini.

14 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Produktivitas dua bidang lahan dapat ditentukan berdasarkan pada CER dan lima tahapan ini: 1.Mendapatkan peta tanah dan legendanya. 2.Menentukan kategori penggunaan tanah. 3.Mendapatkan CER untuk setiap satuan peta (from MR132 mentioned in last paragraph of this publication). 4.Mengukur dan mencatat luasan setiap satuan peta untuk setiap bidang lahan. 5.Menghitung rataan CER untuk setiap bidang lahan seluas 40 ha.

15 Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Figure 1. Survei lahan publik seluas 40 ha dan menyajikan informasi survei tanah.

16 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Peta tanah dapat memberikan indikasi umum tentang produktivitas tanah (figure 1). Dari informasi hasil survei tanah dna peta tanah dapat diestimasi rataan hasil tanaman. By using CER's and measuring acreages, however, an indication of the relative net economic return on the parcels is determined (figure 2).

17 Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Figure 2. Komparasi data hasil jagung dari Laporan Survei Tanah dengan data CER.

18 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Ternyata bidang lahan seluas 40 acre (Parcel B) di lokasi SE mempunyai produktivitas lebih baik. Walaupun perbedaan ini snagat jelas, sehingga keputusan dapat diambil tanpa data CER, namun seringkali keputusan seperti ini tidak benar. Oleh karena itu data CER sangat berguna untuk menyatakan perbedaan produktivitas lahan. If this procedure is expanded to compare CER values with selling price, cash rent, and appraised values, a basis for land assessment is obtained.

19 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. Tahapan berikut ini, setelah perhitungan rata-rata nilai CER diperlukan untuk mendapatkan hasil evaluasi. 1.Obtain data on selling price, earning value, cash rent figure when available, and/or appraised value in representative soil areas. 2.Determine the relationship of CER's and the dollar values for the representative tracts. 3.Prepare a schedule of adjustments. Beberapa negara bagian di USA menggunakan CER sebagai landasan untuk evaluasi lahan.

20 Foto.smno.tomat.mulyoagung.agust2012

21 CER and FERTTILIZER APLICATION

22 Faktor-faktor yang dapat menjadi sebab menurunnya efisiensi pupuk

23 RESPON KULTIVAR GANDUM THD PUPUK NITROGEN

24 EFEK PUPUK N PADA HASIL PADI

25 OPTIMASI DOSIS PUPUK Sumber: Setiap petani ingin mendapatkan keuntungan maksimum dari tanamannya, sambil mengurnagi biaya pupuk. Bagaimana cara terbaik untuk mencapai hal ini ? Hasil tanaman tergantung pada banyak faktor, seperti sifat- sifat tanah, irrigation, genetik, iklim, praktek budidaya, pengendalian hama-penyakit-gulma dan pemupukan. Research shows that fertilizers account for 30 to 50% of the yield. This significant contribution explains why many farmers believe that if they apply more fertilizers they would get higher yields. Akan tetapi ternyata tidak dmeikian halnya.

26 APLIKASI PUPUK Sumber: What is the relation between fertilizer application and crop yield? The relation between fertilizer application and potential yield is schematically described in the following curve:

27 FAKTOR PEMBATAS HASIL-TANAMAN Sumber: Menurut Hukum Minimum Leibig, hasil tanaman ditentukan oleh faktor yang paling membatasi di lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa kalau hanya satu hara yang defisien, hasil tanaman akan dibatasi, meskipun semua hara lainnya cukup tersedia.

28 CER = CROP EQUIVALENT RATING Foto.smno.tebu.mulyoagung.agust2012

29 DOSIS OPTIMUM PUPUK SECARA EKONOMI Sumber: The Right Fertilizer Application Rates For Optimal Economic Yield A yield goal is the yield you hope to harvest. In order to be profitable, it is very important that you set a yield goal that is realistic and achievable and that you use the right tools and practices to achieve that goal. Hal yg penting adalah berapa besar tingkat hasil yang optimal secara ekonomis.

30 KONSEP KESUBURAN TANAMAN Sumber: Tiga konsep pengelolaan hara tanaman adalah : Pendekatan Koreksi Defisiensi, Pendekatan Pemeliharaan, dan Poendekatan Panen Hara. Pendekatan ini memperkenalkan konsep bahwa: 1.Hanya sebagian (fraksi) dari total hara dalam tanah yang dapat diukur dengan uji-tanah. 2.It is impossible to measure how much of a nutrient will be readily available to plants. This means that a soil test value is an index of the soil’s fertility status, not a quantitative measure of the total amount of nutrient in the soil or its availability. 3.Early researchers recognized that the level of available nutrients measured may range from low to high in a given field. Early recommendations were intended to be applied on a field basis.

31 Sumber: PENDEKATAN KOREKSI DEFISIENSI Konsep Koreksi Defisiensi menyatakan bahwa suatu unsur hara harus diaplikasikan hanya kalau ada ekspektasi yg logis tentang respon tanaman. Ide ini ada kaitannya dengan konsep faktor-pembatas (Bray, 1944, 1945). Pendekatan ini berdasarkan hasil analisis korelasi dan kalibrasi. This approach requires the most intensive research because the soil test needs to be responsive to changes in soil levels and correlated with crop response. Dua pertanyaan penting yang harus dijawab: 1) Apakah tanaman akan respon terhadap pemupukan; 2) Berapa banyak pupuk yang diperlukan.

32 CROP FERTILITY CONCEPTS Sumber: Keuntungan dari metode KD ini ialah bahwa pupuk yang diaplikasikan hanya pupuk yg dapat meningkatkan hasil tanaman, dan pupuk ini diaplikasikan pada dosis optimum. Hal ini lazim disebut “fertilizing the crop,” karena tujuannya adalah mencapai respon tanaman. Di University of Nebraska metode ini dianggap ekonomis dan ramah lingkungan. The approach is illustrated graphically in Figure 1. The deficiency correction approach to fertilizing the crop only recommends fertilizer to the point of economic optimum yield. (Fertilizer is recommended until soil test reaches Point A on Figure 1). Pengalaman menunjukkan bahwa rekomendasi pupuk untuk mengoreksi defisiensi hara, biasanya juga akan meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah.

33 CROP FERTILITY CONCEPTS Sumber: Titik yang disebut “economic maximum yield” adalah hasil tanaman dimana petani mendapatkan keuntungan paling besar dari pupuk (Fig. 1). Kalau petani menggunakan pupuk kurang dari dosis ini, ia akan menghemat uang untuk biaya pupuk, tetapi kehilangan uang akibat rendahnya hasil masih lebih besar dibandingkan dengan penghematan uang dari biaya pupuk. If a farmer applies more fertilizer than needed to reach the economic yield, he may increase his yield somewhat, but his fertilizer costs will increase more than the increase in crop value. Peningkatan hasil x Harga jagung > Dosis pupuk x Harga pupuk.

34 KONSEP KESUBURAN TANAMAN Sumber: Figure 1. Respon hasil tanaman dipengaruhi oleh hasil uji tanah dan pendekatan rekomendasi uji tanah (Hergert, 1997)

35 Sumber: PENDEKATAN PEMELIHARAAN “Pendekatan Pemeliharaan” menetapkan sasaran tingkat uji-tanah (Point B on Figure 1), dan merekomendasikan pupuk untuk “membangun” tanah hingga kandungan-hara tertentu yang dianggap “ideal” This approach uses soil test levels, as does the deficiency correction approach, to determine when to fertilize. Soil tests for this approach still have to be correlated, as with the deficiency correction approach. The difference is that emphasis is placed on maintaining the soil fertility level at or above the point of the economic maximum yield. This has been called “fertilizing the soil,” since emphasis is placed on achieving a specific nutrient level in the soil. “Pendekatan pemeliharaan “ menggunakan tingkat uji-tanah yang lebih tinggi daripada tingkat-kritis yang digunakan pada Pendekatan Koreksi Defisiensi.

36 CROP FERTILITY CONCEPTS Sumber: Contoh penerapan konsep “Ide Pemeliharaan” adalah “Konsep Keseimbangan Hraa”. Konsep ini menyatakan bahwa untuk pertumbuhan optimum suatu tanaman maka harus ada “best ratio” kation basa dan kejenuhan basa yng terbaik dalam tanah tersebut. Karena konsep-keseimbangan ini tidak hanya melibatkan K, Ca dan Mg, maka pendekatan ratio untuk menyusun rekomendasi pupuk mikro dan belerang biasanya tidak valid. This has brought about criticism of laboratories using the balance concept. Others have extended this balance concept beyond soil fertility concerns, and claim that the proper soil cation balance produces disease and insect resistance.

37 Fertilizer is Expensive....How Much Less Should I Use? Sumber:. Biasanya respon tganaman terhadap hara mengikuti “law of diminishing returns”. The greatest increase in yield is from the first pound of nutrient added, and each additional pound of that nutrient gives a smaller yield increase. Eventually, a maximum yield is reached, and adding more fertilizer beyond this point doesn’t produce any yield increase, and may actually cause yield to decline.

38 Comparison of corn N recommendations based on yield goal or N response data with observed yield response to applied N on a Piano silt loam from 1986 to Sumber: Corn Nitrogen Recommendations Based on Yield Response Data. M. B. Vanotti and L. G. Bundy. JPA doi: /jpa Vol. 7 No. 2, p Keuntungan ekonomis dari pupuk-N yg dihitung pada ratio harga pupuk N/harga jagung mencerminkan kisaran nilai, hal ini menunjukkan bahwa biasanya tidak menguntungkan kalau meningkatkan atau menurunkan dosis N-rekomendasi berdasarkan data respon tanaman. Application of 30 lb N/acre more or less than the recommended rate usually did not increase economic return irrespective of the N/corn price ratio.

39 A New Nitrogen Soil Test That Works Sumber: Di Illinois, rekomendasi pupuk N untuk tanaman jagung diestimasi berdasarkan tujuan hasil yg realistis, dikalikan dnegan angka 1.2 untuk menghitung dosis N pound per acre, dengan mempertimbangkan N dari sumber lainnya, seperti pupuk kandang atau legume. A yield-based recommendation may have merit on a long-term basis, but under- or overfertilization is apt to occur in any given growing season, since soil N availability is not taken into account. Insufficient application of N can have serious economic consequences for the farmer, whereas excessive fertilization increases the risk of environmental pollution. Hubungan antara hasil uji N-tanah dengan respon pupuk N untuk topsoil (0-30 cm) dari 25 lokasi yang respon N.

40 PRODUKTIVITAS TANAH The capacity of the soil, in its normal environment, to produce a specified plant or sequence of plants under a specified system of management. Produktivitas-tanah : Kapasitas tanah untuk menghasilkan tanaman dan diekspresikan dalam bentuk “hasil-tanaman”.

41 KUALITAS TANAH & INDIKATOR PRODUKTIVITAS Sumber:.

42 CER = CROP EQUIVALENT RATING Foto.smno.ubijalar.mulyoagung.agust2012

43 CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural Extension Service. Univ. of Minnesota. KESIMPULAN CER menyediakan ranking relatif produktivitas tanah yg berguna untuk membandingkan bidang- bidang lahan untuk dijual-belikan, sewa-menyewa, pengelolaan lahan atau penilaian lahan. With the current accelerated soil survey program the CER values will be refined and improved so that this method of parcel evaluation will become increasingly useful.


Download ppt "Bahan Kajian MK.STELA.smno.fpub.mei2013. CER = CROP EQUIVALENT RATING Sumber: SOILS FACT SHEET No. 34-1980. JAMES L. ANDERSON and LOWELL D. HANSON. Agricultural."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google