Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

ASPEK SEXUALITAS dalam keperawatan Ns. Tofan Arief Wibowo, S.Kep.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "ASPEK SEXUALITAS dalam keperawatan Ns. Tofan Arief Wibowo, S.Kep."— Transcript presentasi:

1

2 ASPEK SEXUALITAS dalam keperawatan Ns. Tofan Arief Wibowo, S.Kep

3 Pengertian Sex merupakan kegiatan fisik sedangkan sexualitas bersifat total, multi determined dan multi dimensi. Oleh karena itu sexualitas bersifat holistik yang melibatkan aspek biopsikososial kultur dan spiritual.

4 . Identitas gender sangat berkaitan dengan aspek psikologis yaitu bagaimana seseorang merasa tentram dengan identitas sexualnya dan bagaimana seseorang memutuskan untuk menafsirkan identitas sexual untuk dirinya sendiri atau citra diri sexual (sexual self image) dan konsep diri.

5 Aspek sexualitas, mengapa perlu dipelajari ? Perawat perlu menyadari nilai dan perasaanya sendiri terhadap hal yang berhubungan dengan sexualitas dan memperhatikan bahwa perasaan dan nilai yang dianut orang lain tidak akan selalu sama dengan perasaan yang dimiliki perawat.

6 PROSES PERKEMBANGAN KESADARAN DIRI TERHADAP SEXUALITAS Tingkat kesadaran diri perawat terhadap sexualitas mempunyai dampak langsung pada kemampuannya melakukan intervensi keperawatan.

7 Tahap ketidaksesuaian kognitif Jika perawat dibesarkan dalam suatu lingkungan yang mengajarkan kepadanya bahwa sebagai gadis yang baik tidak boleh membicarakan sex, maka dia akan merasa malu untuk membahasnya.

8 Tahap ansietas Pada tahap ini perawat merasa ansietas, rasa takut dan shok. Perawat menyadari bahwa semua orang mengalami ketidakpastian, merasa tidak aman, bertanya tanya dan bermasalah yang berkaitan dengan sexualitas.

9 Perawat yang sedang mengalami ansietas dapat berperilaku tidak terapiutik, sehingga tidak dapat menangkap pesan atau isyarat dari klien dan ketika menganalisis atau menegakkan diagnosis perawat lebih memperhatikan perasaan daripada fakta.

10 Tahap marah Karena ansietas membuat perasaan tidak enak atau tidak nyaman, biasanya perawat berusaha mengurangi perasaan tidak nyaman tersebut dengan manifestasi kemarahan yang merupakan tahap ke tiga pembinaan kesadaran perawat mengenai sexualitas. Kemarahan umumya ditujukan pada diri sendiri, klien dan masyarakat mengenai pemahaman yang tdk sesuai dengannya

11 Tahap tindakan Pada tahap terahir ini perasaan marah mulai berkurang, perawat mulai menyadari bahwa menyalahkan diri sendiri atau masyarakat karena ketidak tahuannya, tidak akan membantu klien mengatasi masalah sexualnya. Sehingga dengan knolage attitude dan skill perawat memberikan tindakan keperawatan berkaitan dengan kebutuhan sexualias.

12 Tugas utamanya perawat berkaitan dengan sexualitas, Johnson (1989) : berpengetahuan tentang sexualitas dan norma masyarakat menggunakan pengetahuan tersebut untuk memahami perbedaan antara perilaku dan sikap orang lain dengan diri sendiri sebagai akibat dari pengaruh sosial budaya. menggunakan pemahaman ini untuk membantu adaptasi klien dan keadan sehat yang optimal menyadari dan merasa nyaman dengan sexualitas diri sendiri

13 LANDASAN TEORI Tidak ada satu teoripun yg dpt menjelaskan secara tepat ttg perkembangan sexual atau faktor predisposisi respon adaptif dan maladaptif seseorang LANDASAN TEORI

14 Stuart dan Sundenn ( 1995 ) 1. Teori biologik 2. Teori psikoanalitik 3. Teori perilaku

15 1. Teori biologik Pada awalnya perkembangan gender dipengaruhi oleh faktor biologik. Apakah seseorang secara genetik ditentukan sebagai laki laki atau perempuan. Oleh karena itu somatotipe seseorang mencakup kromosom, hormon, genetalia internal dan eksternal, dan gonat. Perbedaan sex ditentukan oleh kromosom Y. ( Birkhead, 1989 ; Taylor, Lillis &Le Mone 1997 )

16 2. Teori psikoanalitik Freud mengemukkan sexualitas sebagai salah satu kunci kekuatan dalam kehidupan manusia. Ia merupakan ilmuan pertama ang meyakini bahwa sexualitas berkembang sebelum pubertas dan pilihan individu dalam mengekspresikan sexualitas tergantung pada peran faktor keturunan, biologik dan sosial selama fase perkembangan psikosexual.

17 3. Teori perilaku Perilaku sexual merupakan suatu respon yang dapat diukur baik dengan komponen fidiologis maupun psikologis terhadap stimulus atau kejadian yang mendukung.

18 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEXUALITAS Apa di’ ?

19 Pertimbangan perkembangan Proses perkembangan manusia mempunyai aspek psikososial, emosional dan biologik kehidupan yang selanjutnya akan empengaruhi sexualitas indifidu.

20 Kebiasaan hidup sehat dan kondisi kesehatan Tubuh, jiwa dan emosi yang sehat merupakan persyaratan utama untuk dapat mencapai kepuasan sexual.

21 Hambatan : a. Nyeri yang menahun disertai nyeri menetap atau rasa nyeri yang luar biasa, bisa menurunkan gairah untuk melakukan kontak sexual b. Penyakit DM dapat menimbulkan impoten atau jenis disfungsi sexual lainnya c. Penyakit kardiovaskuler, respon sexual dapat meningkatkan kerja jantung dan struktur organ lainnya. d. Hipertensi yang paling menimbulkan kesulitan bagi seseorang yang mengalami hipertensi adalah penggunaan obat obat hipertensi sering mempengaruhi fungsi sexual

22 . a. Infark miokardial, tujuan utama setelah mengalami infark adalah memberikan kesempatan pada jantung untuk pulih. Kegiatan hidup sehari hari termasuk kegiatan sexual perlu dikurangi b. Penyakit persendian atau gangguan mobilitas c. Pembedahan atau citra tubuh (body image) ex. masektomi d. Cedera medula spinalis ( spinal cord injuries ) yang menimbulkan berbagai tingkat ketidak mampuan yang menetap e. Gangguan jiwa f. Penyakit kelamin

23 Peran dan hubungan Kualitas hubungan seseorang dengan pasangan hidupnya sangat mempengaruhi kualitas hubungan sexualnya. Cint dan rasa percaya merupakan kunci utama yang memfasilitasi rasa nyaman seseorang terhadap sexualitas

24 Konsep diri Pandangan individu terhadap dirinya sendiri mempunyai dampak langsung terhadap sexualitas

25 Budaya nilai dan keyakinan Faktor budaa termasuk pandangan masyarakat tentang sexualitas dapat mempengaruhi indifidu. Tiap budaya mempunyai norma norma tertentu tentang identitas dan perilaku sexual. Budaya turut menentukan lama hubungan sexual, cara stimulasi sexual dan hal lain terkait dengan kegiatan sexual.

26 Agama Konsep tentang keperawanan, dapat diartikan sebagai kesucian dan kegiatan sexual dianggap dosa untuk agama tertentu.

27 Etik Sexualitas yang sehat menurut Taylor, Lillis & Le Mone (1997) tergantung pada kebebasab indifidu dari rasa bersalah dan ansietas. Sebenarnya yang penting dipertimbangkan adalah rasa nyaman terhadap pilihan ekspresi sexual yang sesuai, yang hanya bisa dicapai apabila bebas dari rasa bersalah dan perasaan cemas.

28 Reference Hidayat, Alimul A, (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Salemba Medika, Jakarta. Murwani, Arita, (2008). Pengantar Konsep Dasar Keparawatan. Fitramaya, Yogyakarta.


Download ppt "ASPEK SEXUALITAS dalam keperawatan Ns. Tofan Arief Wibowo, S.Kep."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google