Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

TEORI BELAJAR, MOTIVASI dan PENDIDIKAN ORANG DEWASA Disajian Oleh Imron Abdul Hakim PEKERTI UNIVERSITAS SRIWIJAYA Indralaya, 13 April 2015 Materi ini disarikan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "TEORI BELAJAR, MOTIVASI dan PENDIDIKAN ORANG DEWASA Disajian Oleh Imron Abdul Hakim PEKERTI UNIVERSITAS SRIWIJAYA Indralaya, 13 April 2015 Materi ini disarikan."— Transcript presentasi:

1 TEORI BELAJAR, MOTIVASI dan PENDIDIKAN ORANG DEWASA Disajian Oleh Imron Abdul Hakim PEKERTI UNIVERSITAS SRIWIJAYA Indralaya, 13 April 2015 Materi ini disarikan dari berbagai sumber 20/04/2015Prepared by

2 Tujuan Pembelajaran  Peserta pelatihan diharapkan dapat:  Menjelaskan teori-teori belajar  Memberikan contoh aplikasi teori belajar dalam proses pembelajaran  Menjelaskan pengertian motivasi belajar  Mendeskripsikan unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar  Peserta pelatihan dapat menjelaskan prinsip belajar orang dewasa (Andragogi) 20/04/2015Prepared by

3 KITA BELAJAR MELALUI AApa yang kita lihat AApa yang kita dengar AApa yang kita kecap AApa yang kita sentuh AApa yang kita baui AApa yang kita lakukan AApa yang kita bayangkan AApa yang kita intuisikan AApa yang kita rasakan 20/04/2015Prepared by

4 1. Teori Belajar Teori belajar bersifat “pragmatik” dan “eklektif”. Teori Belajar hampir dipastikan tidak pernah mempunyai sifat ekstrim, dalam arti, tidak ada yang hanya memperhatikan: – aspek mahasiswa/peserta didik, atau – aspek dosen/guru, atau – aspek kurikulum, atau lainnya 20/04/2015Prepared by

5 20/04/2015Prepared by

6 20/04/2015Prepared by

7 Pengelompokan teori belajar Titik fokus perhatian: – Mementingkan proses belajar; – Mementingkan sistem informasi yang diolah dalam proses belajar. Pengelompokkan teori belajar berdasarkan – aliran psikologi dan atau menurut nama-nama pengembang teori tersebut. 20/04/2015Prepared by

8 Pengertian Belajar (1) Slameto (1995): “belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya”. 20/04/2015Prepared by

9 Pengertian Belajar (2) Winkel (1989): “belajar sebagai suatu proses kegiatan mental pada diri seseorang yang berlangsung dalam interaksi aktif individu dengan lingkungannya, sehingga menghasilkan perubahan yang relatif menetap/ bertahan dalam kemampuan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik”. 20/04/2015Prepared by

10  HAKIKAT BELAJAR (1) - sebagai proses seorang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. - mulai dari masa bayi - kemampuan untuk belajar pada manusia merupakan ciri penting yang membedakan manusia dengan makhluk lain. - dalam kehidupan masyarakat, belajar berperan sebagai upaya penerusan, perubahan, dan pengembangan budaya. 20/04/2015Prepared by

11 Hakikat B E L A J A R (2) Aktivitas mental Merupakan kegiatan yang tidak dapat disaksikan dari luar secara langsung, kecuali dengan kemampuan (kognitif, afektif, psikomotorik) akibat hasil belajar Interaksi aktif melibatkan pemikiran, kemauan, dan perasaan Lingkungan tidak semua lingkungan, tapi lingkungan yang menjamin adanya proses belajar 20/04/2015Prepared by

12 CIRI-CIRI PERUBAHAN PERILAKU SEBAGAI HASIL BELAJAR (1) 1. Perubahan yang terjadi secara sadar. - memerlukan kesadaran individu sehingga terjadi interaksi dengan lingkungan 2. Perubahan dalam belajar bersifat kontinyu dan kumulatif. -berlangsung terus menerus dan tidak statis, perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya 20/04/2015Prepared by

13 CIRI-CIRI PERUBAHAN PERILAKU SEBAGAI HASIL BELAJAR (2) 3.Perubahan belajar bukan bersifat sementara tapi relatif menetap, kecuali terjadi proses belajar baru, kerusakan otak dan fungsi ingatan 4.Perubahan dalam belajar bertujuan dan terarah bila tidak ada intens, maka hasil belajar merupakan efek samping dari interaksi dengan lingkungan 5.Perubahan belajar mencakup seluruh aspek perilaku 20/04/2015Prepared by

14 Belajar pada abad Belajar pada abad 21_(1) Delors (Unesco, 1996)  l ife long learning dan learning how to learn. Empat pilar pembelajaran yaitu: 1.learning to know:  memadukan pengetahuan umum yang cukup luas dengan kesempatan untuk bekerja melalui kemampuan belajar bagaimana caranya belajar sehingga diperoleh keuntungan dari peluang-peluang pendidikan sepanjang hayat yang tersedia; 2.learning to do:  bukan hanya untuk memperoleh suatu keterampilan kerja tetapi juga untuk mendapatkan kompetensi berkenaan dengan bekerja dalam kelompok dan berbagai kondisi sosial yang informal ; 20/04/2015Prepared by

15 Belajar pada abad 21_(2): 3.learning to be  dengan lebih menyadari kekuatan dan keterbatasan dirinya, dan terus menerus mengembangkan kepribadiannya menjadi lebih baik dan mampu bertindak mandiri, dan membuat pertimbangan berdasarkan tanggung jawab pribadi; 4.learning to live together  dengan cara mengembangkan pengertian dan kemampuan untuk dapat hidup bersama dan bekerjasama dengan orang lain dalam masyarakat global yang semakin pluralistik atau /majemuk secara damai dan harmonis, yang didasari dengan nilai-nilai demokrasi, perdamaian, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan. 20/04/2015Prepared by

16 Proses Belajar Proses belajar dapat terlaksana dengan baik bila dilengkapi dengan empat hal: – Sikap mental (Attitude) – Pengetahuan (Knowledge) – Kemampuan mempraktikan (practise) – Keahlian (Skill) 20/04/2015Prepared by

17 Kepercaayaan mengenai belajar D ave Meier, 2004.The Accelerated Learning, Bandung: PT Mizan Pustaka p.224 Lama: 1.Belajar adalah menyerap informasi 2.Belajar adalah usaha individualis Baru: 1. Belajar adalah menciptakan makna, nilai dan pengetahuan yg dapat dipraktikkan oleh pembelajar 2. Belajar meningkat pesat di lingkungan sosial yg sarat kerjasama dan interaksi manusia 20/04/2015Prepared by

18 Lama: Pengetahuan terutama bersifat verbal dan kognitif Pembelajaran menuntut sistem penyampaian yg terkontrol Baru: Pengetahuan melibatkan seluruh tubuh/pikiran, emosi, indra, dan seluruh aspek kehidupan Pembelajaran terhalang oleh terlalu banyak kontrol luar dan hirarkis serta strukturisasi. Belajar paling baik jika dilakukan dengan semangat kegembiraan dan permainan 20/04/2015Prepared by

19 Prinsip-prinsip belajar 1.MOTIVASI 2.KEAKTIFAN 3.KETERLIBATAN/ MENGALAMI LANSUNG 4.PENGULANGAN 5.TANTANGAN 6.BALIKAN DAN PENGUATAN 7. PERBEDAAN INDIVIDUAL 8. KESIAPAN 9. PERSEPSI 10. TUJUAN 11. TRANSFER DAN RETENSI 12. KOGNITIF, AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR 13. EVALUASI 20/04/2015Prepared by

20 TEORI BELAJAR TEORI BELAJAR dan Tokoh Pengembangnya  Aliran Tingkah Laku (Behaviorisme)  Thorndike  Watson  Clark Hull  Edwin Guthrie  Skinner  Aliran Belajar Sosial  Albert Bandura  Aliran Sibernetik  Landa  Pask & Scott  Aliran Humanistik  Bloom & Krathwohl  Kolb  Honey & Mumford  Habermas  Aliran Kognitif  Piaget  Ausubel  Bruner 20/04/2015Prepared by

21 TEORI BELAJAR BEHAVIORISME (TINGKAH LAKU) Belajar adalah perubahan tingkah laku Proses belajar mengajar : Penguatan (+) StimulusProses Respons Stimulus Proses Respons Penguatan (-) Faktor lain ialah penguatan (reinforcement) yang dapat memperkuat timbulnya respons. Reinforcement bisa positive bisa negative Yang terpenting adalah masukan berupa stimulus dan keluaran berupa respons (karena dapat diamati) Kritik : 1. tidak mampu menjelaskan proses belajar yang kompleks 2. tidak semua hasil belajar dapat diamati dan diukur RESPONSPROSES STIMULUS 20/04/2015Prepared by

22 APLIKASI BEHAVIORISME DALAM PROSES BM MELIPUTI LANGKAH-LANGKAH : Menentukan tujuan Pembelajaran (instruksional) Menganalisis lingkungan kelas, termasuk “entry behavior” mahasiswa Menentukan materi pelajaran Memecah materi pelajaran menjadi bagian-bagian kecil Menyajikan materi pelajaran Memberikan stimulus berupa : pertanyaan, tes, latihan, tugas-tugas Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan Memberikan penguatan (positif maupun negatif) Memberikan stimulus baru Mengevaluasi hasil belajar Memberikan penguatan, dan seterusnya 20/04/2015Prepared by

23 Teori Belajar Sosial Tokoh: Albert Bandura signal  Teori Belajar Sosial umumnya menerima sebagian besar prinsip teori belajar tingkah laku, namun teori ini lebih memusatkan pada pengaruh signal (cues) pada:  tingkah laku dan pada proses mental internal,  menekankan pengaruh pikiran pada tindakan dan pengaruh tindakan terhadap pikiran. 20/04/2015Prepared by

24  Bandura (dalam Slavin 1994) mengkritik Skinner, karena Skinner mengabaikan modeling, yaitu peniruan tingkah laku orang lain dan pengalaman vicarius yaitu belajar dari kegagalan atau sukses orang lain secara tidak langsung  Bandura merasa bahwa yang dipelajari seseorang bukan dibentuk oleh konsekuensinya, tetapi karena dipelajari langsung dari model. Contoh dosen olah raga mendemonstrasikan melompat jangkit dan mahasiswa menirukannya. See Video 20/04/2015Prepared by

25 APLIKASI TEORI BELAJAR SOSIAL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR  belajar dengan cara observasi, baik langsung maupun tidak langsung, dilakukan melalui empat phase, yaitu: 1.menaruh perhatian, 2.mengingat tingkah laku model, 3.memproduksi tingkah laku, dan 4.akhirnya termotivasi untuk mengulangi tingkah laku itu 20/04/2015Prepared by

26  Dalam Vicarious Learning, seseorang belajar melalui mengobservasi secara tidak langsung terhadap diganjarnya atau dihukumnya tingkah laku yang diperbuat orang lain.  Di kelas, Vicarious Learning ini sering sekali dilakukan dosen. Jika dosen melihat seorang mhs-nya jalan kesana kemari sementara mahasiswa lain mengerjakan tugas, maka dosen mencari seorang mahasiswa yang mengerjakan tugas dengan baik dan kemudian memberinya pujian.  Dengan cara demikian diharapkan mahasiswa yang lain, termasuk mahasiswa yang tidak disiplin tadi dapat meniru cara belajar mahasiswa yang memperoleh pujian tadi. Lihat PPT Albert BanduraAlbert Bandura 20/04/2015Prepared by

27 TEORI BELAJAR KOGNITIVISME Belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman (tidak selalu berbentuk perubahan tingkah laku yang dapat diamati) Setiap orang telah mempunyai pengetahuan/pengalaman dalam dirinya, yang tertata dalam bentuk struktur kognitif. Proses belajar terjadi bila materi yang baru beradaptasi dengan struktur kognitif yang sudah dimiliki A B C D ABCD = Struktur kognitif mahasiswa Teori belajar yang berkembang berdasarkan teori ini ialah teori perkembangan Piaget, teori kognitif Bruner, dan teori bermakna Asubel Kritik : 1. Lebih dekat pada psikologi daripada teori belajar, sukar diaplikasikan 2. Sukar dipraktekkan, karena tidak mungkin memahami “struktur kognitif” yang ada dalam setiap orang mahasiswa D C AB 20/04/2015Prepared by

28 KOGNITIVISME: PIAGET 1. Proses Belajar : terjadi menurut tahap-tahap perkembangan sesuai umur 2. Tahap-Tahap :  asimilasi (penyesuaian pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang sudah ada)  akomodasi (penyesuaian struktur kognitif mahasiswa dengan pengetahuan baru)  equilibrasi (penyeimbangan mental setelah terjadi proses asimilasi / akomodasi 20/04/2015Prepared by

29 APLIKASI TEORI KOGNITIVISME: PIAGET 1)Menentukan tujuan instruksional (Pembelajaran) 2)Memilih materi pelajaran 3)Menentukan topik yang dapat dipelajari secara aktif oleh mahasiswa (bimbingan minimum oleh dosen) 4)Merancang kegiatan belajar yang cocok untuk topik yang akan dipelajari mahasiswa 5)Mempersiapkan berbagai pertanyaan yang memacu kreativitas mahasiswa untuk berdiskusi atau bertanya 6)Mengevaluasi proses dan hasil belajar 20/04/2015Prepared by

30 KOGNITIVISME: BRUNER Terjadinya proses belajar lebih ditentukan oleh cara kita mengatur materi pelajaran Proses belajar terjadi melalui tahap-tahap :  enaktif (aktivitas mahasiwa untuk memahami lingkungan melalui observasi langsung realitas)  ikonik (mahasiswa mengobservasi realitas tidak secara langsung, tetapi melalui sumber sekunder, misalnya melalui gambar-gambar atau tulisan)  simbolik (mahasiswa membuat abstraksi berupa teori, penafsiran, analisis terhadap realitas yang telah diamati dan alami) 20/04/2015Prepared by

31 APLIKASI TEORI KOGNITIF BRUNER Menentukan tujuan-tujuan instruksional Memilih materi pelajaran Menentukan topik yang bisa dipelajari secara induktif oleh mahasiswa Mencari contoh, tugas, ilustrasi, dsb.nya Mengatur topik-topik mulai dari yang paling konkret ke abstrak, dari yang sederhana ke kompleks, dari tahap enaktif, ikonik ke simbolik, dsb.nya Mengevaluasi proses dan hasil belajar 20/04/2015Prepared by

32 TEORI BERMAKNA AUSUBEL Proses Belajar terjadi bila mahasiswa mampu mengasimilasikan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan baru Proses Belajar terjadi melalui tahap-tahap:  memperhatikan stimulus yang diberikan  memahami makna stimulus  menyimpan dan menggunakan informasi yang sudah dipahami Konsep penting : “Advance Organizer”, yang merupakan gambaran singkat isi pelajaran baru, yang berfungsi sebagai (1) kerangka konseptual sebagai titik tolak proses belajar, (2) penghubung antara ilmu yang baru dengan apa yang sudah dimiliki mahasiswa, (3) fasilitator yang mempermudah mahasiswa belajar. See VideoSee Video 20/04/2015Prepared by

33 APLIKASI TEORI BERMAKNA AUSUBEL Menentukan tujuan instruksional Mengukur kesiapan mahasiswa Memilih materi pelajaran Mengidentifikasi prinsip - prinsip yang harus dikuasai mahasiswa Menyajikan pandangan menyeluruh tentang apa yang harus dipelajari Menggunakan “advance organizer” dengan cara membuat rangkuman Mengajar mahasiswa memahami konsep dan prinsip dengan fokus pada hubungan antara konsep yang ada Mengevaluasi proses dan hasil belajar 20/04/2015Prepared by

34 TEORI BELAJAR HUMANISTIK Belajar adalah untuk “memanusiakan” manusia Cenderung bersifat eklektik, dalam arti memanfaatkan teknik belajar apapun asal tujuan belajar tercapai Contoh: Ausubel (meaningful learning), lihat juga kognitivisme Krathwohl & Bloom, ada 3 kawasan tujuan belajar : Kognitif, Afektif dan Psikomotor Kolb, ada 4 tahap dalam proses belajar, yaitu : pengalaman konkrit, pengalaman aktif dan reflektif, konseptualisasi, dan eksperimentasi aktif Honey & Mumford, berdasarkan teori Kolb membagi mahasiswa menjadi 4 macam: Aktifis, Reflektor, Teoris, dan Pragmatis Habermas, ada 3 tipe belajar : belajar teknis, belajar praktis dan belajar emansipatoris  Kritik : sukar digunakan dalam konteks yang lebih praktis,dan lebih dekat dengan dunia filsafat daripada dunia pendidikan 20/04/2015Prepared by

35 APLIKASI APLIKASI TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM PROSES BM Dalam prakteknya cenderung mendorong mahasiswa untuk berpikir induktif (dari contoh ke konsep, dari konkrit ke abstrak, dari khusus ke umum, dsb.nya ) Teori ini mementingkan faktor pengalaman (keterlibatan aktif mahasiswa di dalam proses BM) Aplikasinya melalui tahap-tahap : 1. menentukan tujuan instruksional 2. menentukan materi pelajaran 3. mengidentifikasi “ entry behavior” mahasiswa 4. mengidentifikasi topik-topik yang memungkinkan mahasiswa mempelajarinya secara aktif dan seterusnya…………. See VideoVideo 20/04/2015Prepared by

36 TEORI BELAJAR SIBERNETIK Belajar adalah pengolahan informasi Yang terpenting adalah “sistem informasi”, yang akan menentukan terjadinya proses belajar. Jadi tidak ada satu pun jenis cara belajar yang ideal untuk segala situasi Contoh : Landa (pendekatan algoritmik dan heuristik), Pask & Scott (tipe mahasiswa “wholist” dan “serialist”) Pendekatan belajar “algoritmik” menuntut mahasiswa berpikir sistematis, tahap demi tahap, linier menuju ke suatu target tertentu (memahami rumus matematika) Pendekatan “heuristik” menuntut mahswa berpikir divergen, menyebar ke beberapa target sekaligus. Memahami suatu konsep yang penuh arti ganda dan penafsiran, biasanya menuntut cara berpikir demikian Mah.tipe “wholist” cenderung mempelajari sesuatu dari tahap yang paling umum ke tahap yang lebih khusus Mah.tipe “serialist; cenderung berpikir secara “algoritmik” Kritik : Lebih menekankan pada sistem informasi, kurang memperhatikan bagaimana proses belajar berlangsung (Sulit dipraktekkan) 20/04/2015Prepared by

37 APLIKASI TEORI BELAJAR SIBERNETIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Menentukan tujuan instruksional Menentukan materi pelajaran Mengkaji sistem informasi yang terkandung dalam materi tersebut Menentukan pendekatan belajar yang sesuai dengan sistem informasi itu (apakah algoritmik atau heuristik) Menyusun materi dalam urutan yang sesuai dengan sistem informasinya Menyajikan materi dan membimbing mahasiswa belajar dengan pola yang sesuai dengan urutan pelajaran 20/04/2015Prepared by

38 Motivasi dan Prestasi Belajar 20/04/2015 PRESTASI BELAJAR RENDAH Jarang berlatih menggunakan keterampilan Belum menguasai pengetahuan/ keterampilan Sifat atau struktur tugas yg sulit/tidak menyenangkan Konsekuensi negatif pelaksanaan suatu tugas Suciati, 2001 Prepared by

39 2. MOTIVASI Pengertian : “Movere” = menggerakkan Kondisi yang : - menimbulkan perilaku - mengarahkan perilaku - mempertahankan intensitas perilaku 20/04/2015Prepared by

40 TEORI MOTIVASI Proses MOTIVASI  diarahkan untuk mencapai TUJUAN TUJUAN yang ingin direalisasikan  dipandang sebagai POWER yang menarik individu. Terdapat beberapa TEORI MOTIVASI dan hasil penelitian yang berusaha mendeskripsikan hubungan antara PRILAKU dan HASILNYA. 20/04/2015Prepared by

41 . KATEGORI TEORI CAKUPAN TEORI INTI TEORIYANG MENGEM- BANGKAN TEORI TEORI KEPUASAN TEORI HIERARKI KEBUTU HAN Kebutuhan manusia dibagi dalam hierarki : Fisiologi Keselamatan Sosialisasi Penghargaan Aktualisasi Abraham H Maslow 20/04/2015Prepared by

42 . KATEGORI TEORI CAKUPAN TEORI INTI TEORIYANG MENGEM- BANGKAN TEORI TEORI DUA FAKTOR DUA faktor motivasi yaitu : TIDAK PUAS PUAS Frederick Herzberg 20/04/2015Prepared by

43 . KATEGORI TEORI CAKUPAN TEORI INTI TEORIYANG MENGEM- BANGKAN TEORI TEORI KEBUTU HAN Berhubungan dengan konsep belajar. 3 kebutuhan diperoleh dari Kebudayaan : PRESTASI AFILIASI POWER David C Mc Clelland 20/04/2015Prepared by

44 . KATEGORI TEORI CAKUPAN TEORI INTI TEORIYANG MENGEM- BANGKAN TEORI TEORI PROSES TEORI HARAPAN Setiap individu mempunyai harapan : KINERJA Victor H. Vroom 20/04/2015Prepared by

45 . KATEGORI TEORI CAKUPAN TEORI INTI TEORIYANG MENGEM- BANGKAN TEORI TEORI KEADILAN Bawahan selalu mem- bandingkan antara usaha dan imbalan yang mereka terima dengan usaha serta imbalan yang diterima orang lain Victor H. Vroom 20/04/2015Prepared by

46 . KATEGORI TEORI CAKUPAN TEORI INTI TEORIYANG MENGEM- BANGKAN TEORI TEORI PENGUAT- AN Penguatan merupakan prinsip belajar yang sangat penting dan memotivasi individu Victor H. Vroom 20/04/2015Prepared by

47 MOTIVASI BELAJAR A.Fungsi Motivasi Dalam Belajar 1.Motivasi:  Sesuatu yang paling mendasar yang harus ada dalam proses belajar karena hasil belajar akan optimal bila ada motivasi. 2.Motivasi selalu bertalian dengan suatu tujuan. Fungsi Motivasi 1.Pendorong untuk berbuat sesuatu dari setiap aktifitas yang dilakukan 2.Penentu arah perbuatan yakni kearah tujuan yang ingin dicapai. 3.Menyeleksi perbuatan 4.Pendorong usaha untuk mencapai prestasi 20/04/2015Prepared by

48 B. Bentuk Motivasi Di Sekolah Motivasi peserta didik berbeda-beda: Motivasi tidak timbul tiba-tiba, tapi motivasi harus ditumbuhkan oleh Guru/Dosen. 20/04/2015Prepared by

49 Cara untuk menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa antara lain : 1.Memberi Angka Guru dalam hal ini memerlukan unsur objektivitas dalam memberi nilai, yang hendaknya angka tersebut mencerminkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. 2. Memberi hadiah Hadiah akan sangat menarik mahasiswa sebagai motivasi dalam melakukan sesuatu pekerjaan. Hadiah sebagai penguat terhadap motivasi belajar siswa 20/04/2015Prepared by

50 20/04/2015Prepared by 3. Kompetisi Baik kompetensi individu maupun kelompok digunakan untuk merangsang dan menguatkan motivasi belajar. Individu = Juara kelas, Kelompok = lomba2. 4. Ego Invoivement  Menumbuhkan kesadaran dalam diri siswa agar merasakan pentingnya tgs disekolah dan menerimanya sbg suatu tentangnya sehingga siswa berusaha bekerja keras mengerjakan tgs dengan harga dirinya sbg. Jaminan. 5. Memberi Pujian Secara psikologi seseorang pasti akan lbh. Senang dipuji dari pada di lecehkan. Yang perlu diperhatikan kualitas pujian hendaknya layak sesuai dengan prestasi bila berlebihan dapat membuat siswa besar hati dan tidak termotivasi belajar. 50

51 C. TEORI MOTIVASI 1.Motivasi dan Penguat Skiner dan ahli teori tingkah laku mengungkapkan tidak perlu memisahkan antara teori belajar dan motivasi Siswa yang telah diberi penguatan untuk belajar (nilai, pujian) akan termotivasi untuk belajar demikian juga siswa yang tlh. “dihukum” dlm belajarnya, maka tdk lg termotivasi belajar. 2. Hadiah dan Penguatan Tidak ada jaminan apakah hadiah akan menjadi penguat yg efektif krn sbg penguat ditentukan oleh pribadi dan situasi. Nilai penguat dr hadiah tergantung pada banyak faktor. 20/04/2015Prepared by

52 3. Cognitive Dissonance teori yang menerangkan tentang tingkah laku seseorang dengan memberi alasan untuk menunjukkan bahwa dirinya positif. Teori ini berpegang bahwa orang akan marah/tdk senang jika nilai kepercayaannya ditentang oleh tingkah laku yang secara psikologi tidak konsisten untuk mengatasi untuk mengatasi ketidak senangan ini mrk. Mengubah tingkah lakunya dengan memberikan alasan yang kira2 masuk akal. 20/04/2015Prepared by

53 20/04/2015Prepared by 4. Teori Atribusi Mencari penjelasan dan mencoba untuk mengerti mengapa seseorang memberikan alasan terutama jika seseorang mengalami kegagalan/kesuksesan. Orang mencoba untuk menyatakan bahwa dirinya positif/ mempunyai kesan positif dan akan mencari alasan untuk menghindari kesan negatif. Teori ini berfungsi bagaimana siswa menginterprestasikan dan menggunakan umpan balik atas prestasi akademik mereka dan menyarankan kepada guru bagaimana mrk hrs. memberikan umpan balik yang dapat menimbulkan motivasi yang sangat besar bgi siswa. 53

54 5. Self Worth (menghargai dirinya sendiri) Teori ini menggabungkan komponen motivasi dengan persepsi yang menyebabkan sukses dan gagal. Seorang individu blj dr persepsi masyarakat bahwa seseorang dinilai karena prestasinya. seseorang mempertahankan persepsi bahwa dia mempunyai kemampuan yang positif. Jika seseorang gagal dalam menjalankan tgs persepsi orang bahwa dia tidak mampu. kegagalan menciptakan perasaan diri yang tidak berharga dan menolak dirinya sendiri. 20/04/2015Prepared by

55 20/04/2015Prepared by 6. Expectancy Theories Of Motivation Hubungan antara kebutuhan dan tingkah laku adl individu merespon terhadap kebutuhan yang muncul. Individu sering dihadapkan pd bagaimana memilih respon untuk berbagai kebutuhan upaya memilih milih menurut jenisnya = teori harapan Individu tdk hanya merespon kejadian yg telah terjadi, tetapi mrk merespon hal2 yang mungkin dan diharapkan akan terjadi 55

56 7. Teori Humanistik Untuk Motivasi Teori belajar humanistik, menjelaskan bahwa proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia (proses humanisasi). Teori belajar humanistik lebih menekankan bagaimana memahami persoalan manusia dari berbagai dimensi baik kognitif, afektif dan psikomotorik. 20/04/2015Prepared by

57 20/04/2015Prepared by Menurut Carl Ransom Rogers, yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya pendidik memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu: 1.Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Peserta didik tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya. 2.Peserta didik akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. 3.Pengorganisasian bahan pembelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi peserta didik. 4.Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses. 57

58 Menurut Teori Maslow, Orang dimotivasi oleh kebutuhan atau ketegangan diciptakan oleh kebutuhan, untuk bergerak menuju tujuan dimana mereka percaya akan membantu memenuhi kebutuhan. 8. Motivasi Berprestasi ada beberapa orang yang berambisi dan berkerja keras untuk mencapai sukses. 20/04/2015Prepared by

59 Empat Prinsip Motivasi  ARCS MODEL A TTENTION  PERHATIAN R ELEVANCE  RELEVANSI C ONFIDENCE  KEPERCAYAAN DIRI S ATISFACTION  KEPUASAN 20/04/2015Prepared by

60 ATTENTION  Perhatian Perhatian ditimbulkan oleh elemen yang : Perhatian ditimbulkan oleh elemen yang :  Baru  Aneh  Kontradiktif  Kompleks 20/04/2015Prepared by

61 20/04/2015Prepared by PERHATIAN (attention) Adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Perhatian terjadi bila kita meng- KONSENTRASI-kan diri pada salah satu alat indra kita dan mengesam-pingkan masukan-masukan melalui alat indra yang lain.

62 20/04/2015Prepared by Faktor eksternal penarik perhatian Gerakan Intensitas stimuli Kebaruan (Novelty) Perulangan: -familiarity (sudah kita dikenal) -novelty (baru kita kenal)

63 20/04/2015Prepared by Faktor Internal penarik perhatian FAKTOR BIOLOGIS : (keadaan lapar, kenyang, usia muda, tua dll) FAKTOR SOSIOPSIKOLOGIS: (Motif sosiogenis, sikap, kebiasaan, dan kemauan  yg kita perhatikan

64 STRATEGI UNTUK MERANGSANG MINAT DAN PERHATIAN MAHASISWA Gunakan metode instruksional yang bervariasi Gunakan variasi media (transparansi, videotape, dsb.nya) untuk melengkapi perkuliahan Bila tepat, gunakan humor dalam presentasi Gunakan peristiwa nyata sebagai contoh untuk memperjelas konsep Gunakan teknik bertanya untuk melibatkan mahasiswa 20/04/2015Prepared by

65 RELEVANCY (RELEVANSI) Hubungan antara materi kuliah dengan kebutuhan dan kondisi mahasiswa Motif pribadi (McClelland)  Kebutuhan untuk berprestasi (needs for achievement)  Kebutuhan untuk memiliki kuasa (needs for power)  Kebutuhan untuk berafiliasi (needs for affiliation) Motif instrumental, bahwa keberhasilan dalam suatu tugas adalah langkah untuk mencapai keberhasilan lebih lanjut Nilai kultural, apabila tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan nilai yang dianut oleh mahasiswa dan kelompok 20/04/2015Prepared by

66 STRATEGI UNTUK MENUNJUKKAN RELEVANSI PERKULIAHAN Sampaikan apa kemampuan mahasiswa setelah mempelajari kuliah tersebut, berarti perlu menjelaskan tujuan instruksional Menjelaskan manfaat pengetahuan/ keterampilan yang akan dipelajari yang bekaitan dengan pekerjaan lulusan nanti Berikan contoh, latihan atau tes yang langsung berhubungan dengan profesi tertentu 20/04/2015Prepared by

67 KEPERCAYAAN DIRI (CONFIDENCE) 20/04/2015Prepared by

68 KepercayaAN Diri (1) Merasa diri mampu (kompeten) Bandura (1977)  konsep: Self Efficacy – “keyakinan pribadi bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu yang menjadi syarat keberhasilan” Motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil, dan sebaliknya. 20/04/2015Prepared by

69 Kepercaya Diri (2) ( Adi W. Gunawan, Genius Learning Strategy, p.47) Kepercayaan diri adalah seberapa besar rasa percaya diri kita sendiri bahwa kita mampu melakukan sesuatu atau bertindak dengan berhasil Kepercayaan diri berbanding lurus dengan Konsep diri Kepercayaan diri akan menentukan seberapa besar potensi atau kemampuan diri yang kita gunakan … (lihat gambar..) 20/04/2015Prepared by

70 Kepercayaan Diri (3) 20/04/2015 POTENSI TINDAKAN KEPERCAYAAN HASIL Prepared by

71 Kepercayaan Diri (4) Kepercayaan diri yang rendah: Berpengaruh negatif pada prestasi secara umum Akan terus menghambat hidup orang tsb dari potensi yang sesungguhnya Mempengaruhi cara seseorang memberi arti kepada pengalaman hidupnya 20/04/2015Prepared by

72 STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI (CONFIDENCE ) Memperbanyak pengalaman berhasil mahasiswa (urutan materi dari mudah ke sukar) Perkuliahan disusun dalam bagian yang lebih kecil Meningkatkan harapan untuk berhasil dengan menyatakan persyaratannya ( tujuan instruksional dan kriteria tes pada awal kuliah) Memungkinkan kontrol keberhasilan di tangan mahasiswa (adanya Kontrak Perkuliahan) Tumbuh kembangkan kepercayaan diri mahasiswa Berikan umpan balik yang konstruktif 20/04/2015Prepared by

73 Kepuasan  SATISFACTION 20/04/2015 Prepared by

74 Kepuasan (satisfaction) Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan, dan mahasiswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan yang serupa. Kepuasan dipengaruhi oleh konsekuensi yg diterima, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri siswa itu sendiri. 20/04/2015Prepared by

75 STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN  Gunakan pujian secara verbal dan umpan balik yang informatif, bukan ancaman atau sejenisnya  Berikan kesempatan mahasiswa segera mempraktekkan pengetahuan yang dipelajarinya  Minta mahasiswa membantu teman yang belum berhasil menguasai suatu keterampilan atau pengetahuan  Bandingkan prestasi mahasiswa dengan prestasinya sendiri di masa lalu atau standar lain, bukan dengan mahasiswa lain 20/04/2015Prepared by

76 Rujukan: Adi W. Gunawan, 2004, Genius Learning Strategy, Jakarta: PT GramediaPustaka Utama Denny, Richard, Sukses Memotivasi: Jurus Jitu Meningkatkan Prestasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Bandung: CV. Remaja Karya Koswara, E Motivasi: Teori dan Penelitiannya, Bandung: Penerbit Angkasa. Soli Abimanyu dan Sulo Lipu La Sulo, 2008, Bahan Ajar Strategi Pembelajaran, Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Suciati dan Prasetya Irawan, Teori Belajar dan Motivasi, Buku PEKERTI, Mengajar di Perguruan Tinggi, Pusat Antar Universitas untuk Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas Instruksional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Depdiknas. 20/04/2015Prepared by

77 Do You Teach or Educate..? 20/04/2015Prepared by

78 Lanjut ke Andragogi Andragogi 20/04/2015Prepared by


Download ppt "TEORI BELAJAR, MOTIVASI dan PENDIDIKAN ORANG DEWASA Disajian Oleh Imron Abdul Hakim PEKERTI UNIVERSITAS SRIWIJAYA Indralaya, 13 April 2015 Materi ini disarikan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google