Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

QUIZ 1. Kapan mengukur tanda vital? 4 poin 2. Tempat pemeriksaan denyut nadi! 11 poin 1……….. 2……… 3……….. 4……….. 5……….. 7……….. 8……….. 9……………. 10……………. 6………

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "QUIZ 1. Kapan mengukur tanda vital? 4 poin 2. Tempat pemeriksaan denyut nadi! 11 poin 1……….. 2……… 3……….. 4……….. 5……….. 7……….. 8……….. 9……………. 10……………. 6………"— Transcript presentasi:

1 QUIZ 1. Kapan mengukur tanda vital? 4 poin 2. Tempat pemeriksaan denyut nadi! 11 poin 1……….. 2……… 3……….. 4……….. 5……….. 7……….. 8……….. 9……………. 10……………. 6……… artery 11…………….

2 NOTASI ILMIAH DAN SISTEM KONVERSI SATUAN

3 Dalam dunia science, sering dikenal beberapa notasi seperti phi, beta, gamma, tau dengan lambangnya masing-masing. Ternyata notasi-notasi ini sebenarnya adalah abjad Yunani. Secara keseluruhan abjad Yunani berjumlah 24 huruf, yaitu : Alpha, Beta, Gamma, Delta, Episilon, Zeta, Eta, Theta, Iota, Kappa, Lambda, Mu, Nu, Xi, Omicron, Phi, Rho, Sigma, Tau, Upsilon, Pi, Chi, Psi dan Omega. Abjad Yunani diatas telah digunakan untuk menuliskan bahasa Yunani sejak akhir abad ke-9 SM atau awal abad ke-8 SM. Abjad Yunani Ini merupakan tulisan alfabet tertua yang masih digunakan sekarang.

4

5 Pengukuran dalam fisika terbentang mulai dari ukuran partikel yang sangat kecil, seperti massa elektron, sampai dengan ukuran yang sangat besar, seperti massa bumi. Angka penting adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka-angka penting yang sudah pasti (terbaca pada alat ukur) dan satu angka terakhir yang ditafsir atau diragukan. Notasi Ilmiah

6 K ETENTUAN A NGKA P ENTING : Semua angka bukan nol merupakan angka penting. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol merupakan angka penting. Contoh : 2,0067 memiliki lima angka penting. Semua angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal bukan merupakan angka penting. Contoh : 0,0024 memiliki dua angka penting, yakni 2 dan 4 Semua angka nol yang terletak pada deretan terakhir dari angka-angka yang ditulis di belakang koma desimal merupakan angka penting. Contoh : 0, memiliki empat angka penting, yaitu 3, 2 dan dua angka nol setelah angka 32. Semua angka sebelum orde (Pada notasi ilmiah) termasuk angka penting. Contoh : 3,2 x 10 5 memiliki dua angka penting, yakni 3 dan 2. 4,50 x 10 3 memiliki tiga angka penting, yakni 4, 5 dan 0

7 Karena ilmu Fisika seringkali berhubungan dengan angka hasil pengukuran, dan pada umumnya data hasil pengukuran tidak dalam bentuk bilangan bulat, bahkan bilangan desimal dengan digit yang sangat banyak, maka diperlukan sebuah aturan pembulatan untuk menyingkat laporan pengukuran hingga digit yang diperlukan saja. Misalnya jika kita peroleh panjang meja 2,7435 meter, bukankah cukup melaporkannya hingga satu digit di belakang koma saja menjadi 2,7 meter ? Aturan pembulatan terkadang sangat penting ketika kita berhadapan dengan angka-angka pecahan dengan jumlah desimal yang banyak.

8 A DA TIGA ATURAN PEMBULATAN : Aturan I : Jika angka dibelakang angka terakhir yang ingin dituliskan kurang dari 5, maka hilangkan angka tersebut dan semua angka dibelakangnya. Misalnya kita ingin membulatkan 5,3467 menjadi 1 angka dibelakang koma karena angka terakhir setelah angka 3 adalah 4, dan 4 kurang dari 5, maka kita hilangkan seluruh angka dibelakang 3 tersebut menjadi 5.3.

9 Aturan II : Jika angka dibelakang angka terakhir yang ingin dituliskan lebih dari 5, maka tambahkan digit terakhir dengan 1. Misalnya kita ingin membulatkan 5,3867 menjadi 1 angka dibelakang koma karena angka terakhir setelah angka 3 adalah 8, dan 8 lebih dari 5, maka kita hilangkan seluruh angka dibelakang 3 tersebut dan tambahkan 3 dengan 1, sehingga 5,4

10 Aturan III : Jika angka dibelakang angka terakhir yang ingin dituliskan sama dengan 5, maka jadikanlah digit terakhir menjadi bilangan genap terdekat. Misal jika kita bulatkan angka 5,3567 menjadi 1 digit di belakang koma maka karena di belakang 3 adalah 5, dan 3 adalah bilangan ganjil maka genapkanlah menjadi 4 (bukan 2, karena 4 lebih dekat) menjadi 5,4. Atau jika kita bulatkan angka 5,6567 menjadi 1 digit di belakang koma maka karena di belakang 6 adalah 5, dan 6 adalah bilangan genap maka genapkanlah menjadi 6 (bukan 8 atau 4, karena 6 lebih dekat) menjadi 5,6.

11 Aturan notasi ilmiah diperlukan karena pada kenyataanya kita akan berhadapan dengan angka-angaka yang sangat besar atau sangat kecil. untuk tujuan inilah notasi ilmiah diperkenalkan. Dalam notasi ilmiah sebuah angka harus dinyatakan dalam satuan (angka 1 hingga 10) dikalikan dengan 10 pangkat bilangan bulat.

12 P ENULISAN HASIL PENGUKURAN BENDA SANGAT BESAR, MISALNYA MASSA BUMI KIRA - KIRA KG ATAU HASIL PENGUKURAN PARTIKEL SANGAT KECIL, MISALNYA MASSA SEBUAH ELEKTRON KIRA - KIRA 0, KG MEMERLUKAN TEMPAT YANG LEBAR DAN SERING SALAH DALAM PENULISANNYA. Untuk mengatasi masalah tersebut, kita dapat menggunakan notasi ilmiah atau notasi baku. Dalam notasi ilmiah, hasil pengukuran dinyatakan sebagai : a,.... x 10 n di mana :a adalah bilangan asli mulai dari 1 – 9 n disebut eksponen dan merupakan bilangan bulat dalam persamaan tersebut

13 C ONTOH : Massa bumi = 6 x10 24 Massa elektron = 9,1 x , = 4,35 x = 3,45×10 8

14 CONTOH Tuliskan dalam notasi ilmiah hasil kali dari 4,55 x 10 7 dengan 2,77 x 10 5 ! Jawab, (4,55 x 10 7 )x(2,77 x 10 5 ) (4,55 x 2,77)( 10 7 x 10 5 ) (12,6035) x ,26035 x 10 13

15 Nama AwalanLambangContoh Nilai Desimal (bila dibanding dengan tanpa awalan) Sebutan LainnyaPangkat Desimal yotta ~YYottameter (Ym) seribu milyar trilyun atau dwitrilyun zetta ~ZZettameter (Zm) semilyar trilyun10 21 exa ~EExameter (Em) sejuta trilyun10 18 peta ~PPetameter (Pm) seribu trilyun10 15 tera ~TTerameter (Tm) setrilyun10 12 giga ~GGigameter (Gm) semilyar10 9 mega ~MMegameter (Mm) sejuta10 6 kilo ~kkilometer (km)1.000seribu10 3 hekto ~hhektometer (hm)100seratus100 deka ~dadekameter (dam)10sepuluh10 ~~meter1satu1 desi ~ddesimeter (dm)0,1sepersepuluh10 -1 centi ~ccentimeter (cm)0,01seperseratus10 -2 mili ~mmilimeter (mm)0,001seperseribu10 -3 mikro ~μmikrometer (μm)0, sepersejuta10 -6 nano ~nnanometer (nm)0, sepersemilyar10 -9 piko ~ppikometer (pm)0, sepersetrilyun femto ~ffemtometer (fm)0, seper seribu trilyun atto ~aattometer (am)0, seper sejuta trilyun zepto ~zzeptometer (zm)0, seper semilyar trilyun yocto ~yyoctometer (ym)0, seper dwitrilyun10 -24

16 K ONVERSI S ATUAN Konversi = Mengubah Besaran apapun yang kita ukur, seperti panjang, massa atau kecepatan, terdiri dari angka dan satuan. Sering kita diberikan besaran dalam satuan tertentu dan kita ingin menyatakannya dalam satuan lain.

17 U NTUK MENGKONVERSI SATUAN, TERLEBIH DAHULU HARUS DIKETAHUI BEBERAPA HAL YANG PENTING, ANTARA LAIN AWALAN - AWALAN METRIK YANG DIGUNAKAN DALAM SATUAN DAN FAKTOR KONVERSI.

18 K ONVERSI S ATUAN SI Kelebihan sistem Satuan Internasional (SI) adalah kemudahan dalam pemakaiannya karena menggunakan sistem desimal (kelipatan 10) dan hanya ada satu satuan pokok untuk setiap besaran dengan penambahan awalan untuk satuan yang lebih besar atau lebih kecil. Misalnya, 1 centimeter = 0,01 meter atau 1 kilogram sama dengan 1000 gram.

19 U NTUK KEMUDAHAN MENGUBAH SUATU SATUAN KE SATUAN LAIN DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN BANTUAN TANGGA KONVERSI SEPERTI YANG TERLIHAT PADA GAMBAR

20 Kita bisa saja mengonversi hasil pangukuran kita dalam sistem satuan yang berbeda, Nampaknya sangat sederhana, namun kadang untuk satuan yang lebih kompleks harus berhati-hati misalnya dari 4 km/jam ke satuan SI m/s, Maka, 4 Km/jam = 4 x 1000meter/3600detik 4 x 5m/18 detik = 1,11 m/s

21

22 S ATUAN U KURAN B ERAT 1 kuintal / kwintal = sama dengan = 100 kg 1 ton = sama dengan = kg 1 kg = sama dengan = 10 ons 1 kg = sama dengan = 2 pounds

23 K ONVERSI S ATUAN U KURAN L UAS Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk menjadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan 100. Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka 100. Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter persegi (m 2 ). 1 km 2 sama dengan 100 hm 2 1 km 2 sama dengan m 2 1 km 2 sama dengan cm 2 1 km 2 sama dengan mm 2 1 m 2 sama dengan 0,01 dam 2 1 m 2 sama dengan 0, km 2 1 m 2 sama dengan 100 dm 2 1 m 2 sama dengan mm 2

24 K ONVERSI S ATUAN U KURAN I SI ATAU V OLUME Satuan ukuran luas sama dengan ukuran panjang namun untuk mejadi satu tingkat di bawah dikalikan dengan Begitu pula dengan kenaikan satu tingkat di atasnya dibagi dengan angka Satuan ukuran luas tidak lagi meter, akan tetapi meter kubik (m 3 ). 1 km 3 sama dengan hm 3 1 km 3 sama dengan m 3 1 km 3 sama dengan cm 3 1 km 3 sama dengan mm 3 1 m 3 sama dengan 0,001 dam 3 1 m 3 sama dengan 0, km 3 1 m 3 sama dengan dm 3 1 m 3 sama dengan mm 3

25 K ONVERSI P ERUBAHAN S ATUAN W AKTU : D ETIK, M ENIT, J AM, H ARI, M INGGU, B ULAN, T AHUN, A BAD 1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik) 1 Menit = Sama Dengan 60 Detik 1 Jam = Sama Dengan 60 Menit 1 Jam = Sama Dengan Detik 1 Hari = Sama Dengan 24 Jam 1 Hari = Sama Dengan Menit 1 Hari = Sama Dengan Detik 1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari 1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari 1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu 1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan 1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan 1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari 1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan 1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun 1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun

26

27 …………………..???????? T HANKS …..


Download ppt "QUIZ 1. Kapan mengukur tanda vital? 4 poin 2. Tempat pemeriksaan denyut nadi! 11 poin 1……….. 2……… 3……….. 4……….. 5……….. 7……….. 8……….. 9……………. 10……………. 6………"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google