Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Sesi 5 Model Multi Sampel Model Interaksi

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Sesi 5 Model Multi Sampel Model Interaksi"— Transcript presentasi:

1 Sesi 5 Model Multi Sampel Model Interaksi
Dr. Setyo Hari Wijanto

2 Dr. Setyo Hari Wijanto <setyohw@idola.net.id>
Bab 8 Model Multi Sampel Dr. Setyo Hari Wijanto

3 VARIABEL MODERASI KSI ETA VM (Variabel moderasi) KSI ETA
Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

4 Interaction model approach
VARIABEL MODERASI Teknik untuk merepresentasikan dampak interaksi dan analisisnya sudah merupakan hal yang biasa pada metode regresi dan analisis varian. Dalam SEM kita mempunyai 2 pilihan (Rigdon, Schumacker dan Wothke 1998): Multi sample approach Interaction model approach Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

5 MULTI-SAMPLE APPROACH
Peneliti biasanya mencari jawaban salah satu dari 5 pertanyaan yaitu: Apakah model pengukuran tidak bervariasi di antara grup-grup (group invariant) ? Apakah model struktural tidak bervariasi di antara grup-grup? Apakah lintasan-lintasan (paths) tertentu yang dispesifikasikan dalam model struktural tidak bervariasi di antara grup-grup? Apakah latent means dari konstruk-konstruk tertentu dalam model tidak bervariasi di antara grup-grup? Apakah muatan-muatan faktor dari model pengukuran tidak bervariasi di antara grup-grup? Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

6 MULTI-SAMPLE APPROACH
Prosedur Estimasi Model Penelitian Pembagian Sampel Ke dalam Grup-Grup Pembentukan dan Estimasi Model Dasar (Baseline Model) Estimasi Multisample Model dengan Parameter ditetapkan sama Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Evaluasi Perbedaan Parameter di antara Grup-Grup Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

7 MULTI-SAMPLE APPROACH
Prosedur A B C 1 1 A B C A Total Sampel A B C 2 2 1. Estimasi Model Penelitian 2.Pembagian Sampel ke dalam Grup-Grup 3. Estimasi Model Dasar 1 = 1 = B B = A A C 2 2 = C = 4. Estimasi Multi-sample  Parameter Sama (Model A) 5. Estimasi Multi-sample  Parameter tidak Sama (Model B) 6. Evaluasi Perbedaan Parameter di antara Grup Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

8 MULTI-SAMPLE APPROACH
Contoh Pendekatan Multi Sample TkarIlmu Adaptabi TkarWira PRODUK PROAKTI IMBAL MINAT ADAPLVS PLBisnis Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

9 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Model Penelitian Program SIMPLIS Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

10 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Model Penelitian Diagram Lintasan Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

11 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Model Penelitian Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

12 MULTI-SAMPLE APPROACH
Pembagian Sampel Ke dalam Grup-Grup 2 subsampel: NORM_1. PSF (99 responden); NORM_2.PSF (102 responden) Pembentukan Model Dasar (Baseline Model) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

13 MULTI-SAMPLE APPROACH
Pembentukan Model Dasar (Baseline Model) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

14 MULTI-SAMPLE APPROACH
Pembentukan Model Dasar (Baseline Model) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

15 MULTI-SAMPLE APPROACH
Pembentukan Model Dasar (Baseline Model) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

16 MULTI-SAMPLE APPROACH
Pembentukan Model Dasar (Baseline Model) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

17 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter ditetapkan sama Template [Model A] Group 1: Salah satu Template 1a. s/d 1h* Template 2a atau 2b Group 2: Salah satu Template 1a. s/d 1h Template 3a atau 3b Template 4 * Penjelasan mengenai Template dapat dilihat pada bab SIMPLIS language Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

18 MULTI-SAMPLE APPROACH
Model A Group1:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan rendah System File from File NORM_1.DSF Latent variables TkarWira TkarIlmu Adaptabi Relationships PRODUK PROAKTI = TkarWira IMBALAN MINAT = TkarIlmu ADAPLVS = 1 * Adaptabi TkarWira = TkarIlmu Adaptabi = TkarWira TkarIlmu Set Error Variance of ADAPLVS to 0 Group2:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan tinggi System File from File NORM_2.DSF Path Diagram End of Problem Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

19 MULTI-SAMPLE APPROACH
Error Message Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

20 MULTI-SAMPLE APPROACH
Model A Group1:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan rendah System File from File NORM_1.DSF Latent variables TkarWira TkarIlmu Adaptabi Relationships PRODUK PROAKTI = TkarWira IMBALAN MINAT = TkarIlmu ADAPLVS = 1 * Adaptabi TkarWira = TkarIlmu Adaptabi = TkarWira TkarIlmu Set Error Variance of ADAPLVS to 0 Set Error Variance of TkarWira to 0.77 Group2:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan tinggi System File from File NORM_2.DSF Path Diagram End of Problem Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

21 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter ditetapkan sama Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

22 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter ditetapkan sama Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

23 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter ditetapkan sama Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

24 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Template [Model ….(B, C dstnya)] Group 1: Salah satu Template 1a. s/d 1h* Template 2a atau 2b Group 2: Salah satu Template 1a. s/d 1h Relationships yang akan dilihat perbedaannya diketik di sini Template 3a atau 3b Template 4 Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

25 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Yang ingin diuji: Apakah secara keseluruhan model struktural pada grup1 berbeda dengan grup2? (2) Apakah ada perbedaan nilai koefisien struktural dari (lintasan dari) TkarWira ke Adaptabi antara grup1 dengan grup2?. Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

26 MULTI-SAMPLE APPROACH
Model B Group1:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan rendah System File from File NORM_1.DSF Latent variables TkarWira TkarIlmu Adaptabi Relationships PRODUK PROAKTI = TkarWira IMBALAN MINAT = TkarIlmu ADAPLVS = 1 * Adaptabi TkarWira = TkarIlmu Adaptabi = TkarWira TkarIlmu Set Error Variance of ADAPLVS to 0 Set Error Variance of TkarWira to 0.77 Group2:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan tinggi System File from File NORM_2.DSF Path Diagram End of Problem Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

27 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

28 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

29 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

30 MULTI-SAMPLE APPROACH
Model C Group1:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan rendah System File from File NORM_1.DSF Latent variables TkarWira TkarIlmu Adaptabi Relationships PRODUK PROAKTI = TkarWira IMBALAN MINAT = TkarIlmu ADAPLVS = 1 * Adaptabi TkarWira = TkarIlmu Adaptabi = TkarWira TkarIlmu Set Error Variance of ADAPLVS to 0 Set Error Variance of TkarWira to 0.77 Group2:Persepsi terhadap ketidaktentuan lingkungan tinggi System File from File NORM_2.DSF Adaptabi = TkarWira Path Diagram End of Problem Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

31 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

32 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

33 MULTI-SAMPLE APPROACH
Estimasi Multisample Model dengan Parameter berbeda Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

34 MULTI-SAMPLE APPROACH
EValuasi Perbedaan Parameter di antara Grup Model A: Chi square (χ2) = Degree of Freedom (df) = 18 Model B: χ2 = df = 15 ∆χ2 = χ2 Model A - χ2 Model B = – = 5.35 ∆df = df Model A – df Model B = 18 – 15 = 3 Dari table distribusi χ2 (atau dihitung menggunakan Excel) untuk χ2 = 5.35 dan df = 3 akan diperoleh nilai p = > 0.05  tidak signifikan (α = 0.05) Tidak ada perbedaan model struktural (nilai- nilai koefisien struktural secara keseluruhan) antara grup1 dan grup2. Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

35 MULTI-SAMPLE APPROACH
EValuasi Perbedaan Parameter di antara Grup Model A: Chi Square (χ2) = Degree of Freedom (df) = 18 Model C: χ2 = df = 17 ∆χ2 = χ2 Model A - χ2 Model C = – = 4.35 ∆df = df Model A – df Model C = 18 – 17 = 1 Dari table distribusi χ2 (atau dihitung menggunakan Excel) untuk χ2 = 4.35 dan df = 1 akan diperoleh nilai p = < 0.05  signifikan pada α = 0.05. Jadi ada perbedaan nilai koefisien struktural TkarWira ke Adaptabi antara grup1 dengan grup2. Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

36 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Karena sebuah variabel laten tidak teramati, maka variabel laten tidak mempunyai skala yang intrinsic. Demikian juga titik nol dan unit pengukuran tidak terdefinisi. Dalam sebuah populasi, titik nol ditetapkan dengan asumsi bahwa semua variabel teramati diukur dalam deviasi dari reratanya dan rerata dari semua variabel laten adalah nol. Unit pengukuran dari setiap laten variabel biasanya ditetapkan dengan asumsi: Standardized variable dengan varian ditetapkan = 1 (Contoh SIMPLIS: Set Variance of LV to 1) atau Menetapkan sebuah muatan faktor yang tidak nol (non-zero loading) sebagai sebuah variabel referensi. ( contoh SIMPLIS: READING = 1 * Verbal) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

37 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Dalam studi Multigrup, restriksi ini dapat dilonggarkan dengan mengasumsikan bahwa variabel laten mempunyai skala sama pada semua grup. Skala yang sama (Common Scale) bisa didefinisikan dengan: mengasumsikan bahwa rerata dari variabel laten adalah nol di satu grup, dan loadings dari variabel-variabel teramati pada variabel laten terkait adalah invariant pada semua grup, dengan salah satu loading dari setiap variabel laten ditetapkan = 1, sebagai variabel referensi Dengan asumsi di atas, dimungkinkan untuk mengestimasi rerata dan matrik kovarian variabel laten relatif terhadap common scale. Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

38 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Rerangka Konsepsual Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

39 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Rerangka Konsepsual Sebagai tambahan dari 8 Matrik pada SEM ada 4 matrik (atau vektor) baru yaitu Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

40 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Contoh Perbedaan Rerata pada 2 Variabel Diagram Lintasan WRITING5 READING5 READING7 WRITING7 Verbal5 Verbal7 CONSTANT κ2 τ2 τ3 τ4 κ1 τ1 λ42 λ21 1 Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

41 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Beberapa spesifikasi tambahan yang perlu ditambahkan pada Program SIMPLIS: Varian dari ξ diestimasi secara bebas pada setiap grup, demikian juga kovarian di antara mereka (matrik Φ). Hal ini dapat dilakukan dengan statemen SIMPLIS seperti di bawah ini pada grup2 dan grup-grup selanjutnya.. ‘Set the Variances of <nama variabel-variabel laten eksogen> Free’ ‘Set the Covariance of <nama variabel laten eksogen> and <nama variabel laten eksogen> Free’ Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

42 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Error variances dari model pengukuran (varian dari δ dan ε) dan dari model struktural (varian dari ζ) diestimasi secara bebas pada setiap grup. Contoh statemen SIMPLIS pada grup2 dan grup-grup selanjutnya adalah sebagai berikut: ’Set the error variances of <nama variabel-variabel teramati> Free’ Set the error variances of < nama variabel-variabel laten endogen> Free’ Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

43 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Error covariances dari model pengukuran dan model struktural yang diperlukan (tidak semua) bisa diestimasi secara bebas. Contoh statemen SIMPLIS pada semua grup adalah sebagai berikut: ‘Let the error covariance of <nama variabel teramati> and <nama variabel teramati> Free’ ‘Let the error covariance of <nama variabel laten endogen> and <nama variabel laten endogen> Free’ Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

44 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Kecuali untuk loading factor yang ditetapkan 1, semua loading factors (λ) dibatasi (constrained) sama untuk semua grup. Semua intersep untuk variabel teramati (τ atau constant) dibatasi sama untuk semua grup. Semua intersep untuk model struktural (κ) dibatasi sama dengan nol pada grup referensi (grup1) dan diestimasi secara bebas pada grup2 dan grup-grup yang lainnya. Varian dari CONSTANT tidak diestimasi tetapi ditetapkan sama dengan 1. Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

45 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

46 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

47 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
TkarIlmu Adaptabi TkarWira PRODUK PROAKTI IMBAL MINAT ADAPLVS CONSTAN Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

48 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

49 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

50 ESTIMASI DARI RERATA (MEAN) VARIABEL LATEN
Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

51 Dr. Setyo Hari Wijanto <setyohw@idola.net.id>
Bab 9 Model Interaksi Dr. Setyo Hari Wijanto

52 INTERACTION MODEL APPROACH
Ketika variabel moderasi adalah kontinu dan variabel yang dimoderasi juga kontinu, maka pendekatan yang kita gunakan untuk permasalahan ini adalah pendekatan model interaksi (interaction model approach). Kenny dan Judd (1984) memformulasikan sebuah model yang mengandung efek interaksi antara 2 variabel laten dan mengusulkan menggunakan perkalian variabel-variabel tersebut untuk mengestimasi model. Kenny dan Judd (1984) memformulasikan modelnya menggunakan regresi non-linier seperti di bawah ini. Dalam notasi SEM (Rigdon et.al. 1998; dimana ξ3 = ξ1*ξ2) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

53 INTERACTION MODEL APPROACH
Alternatif Pendekatan Model Interaksi Multiple Indicators Model Kenny dan Judd Model Yang Jonsson Single Indicator Model Ping Model Jöreskog (Model dengan Latent Variabel Score/LVS) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

54 INTERACTION MODEL APPROACH
Contoh menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

55 INTERACTION MODEL APPROACH
Contoh menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

56 INTERACTION MODEL APPROACH
Contoh menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

57 INTERACTION MODEL APPROACH
Contoh menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

58 INTERACTION MODEL APPROACH
Contoh menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

59 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Kenny dan Judd menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

60 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Kenny dan Judd menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

61 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Kenny dan Judd menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

62 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Yang Jonsson menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

63 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Yang Jonsson menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

64 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Yang Jonsson menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

65 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Ping Model Interaksi dengan indikator tunggal (single indicator) Dalam model Ping, data asli dari variabel-variabel teramati ditranslasikan dengan mean centering, sebelum diproses. Contoh: X1(baru) = X1(asli) - mean X1. Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

66 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Ping Menghitung parameter pada Model Ping Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

67 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Ping menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

68 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Ping menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Menghitung parameter pada Model Ping Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

69 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Ping menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Menghitung parameter pada Model Ping Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

70 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Ping menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Menghitung parameter pada Model Ping Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

71 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Jöreskog (LVS) menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Menghitung Laten Variabel Score (LVS)  BeLVS dan VlLVS Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

72 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Jöreskog (LVS) menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) BE*VL = BeLVS * VlLVS Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

73 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Jöreskog (LVS) menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

74 INTERACTION MODEL APPROACH
Model Jöreskog (LVS) menggunakan model BEA (Bagozzi et.al. 1992) Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

75 INTERACTION MODEL APPROACH
Perbandingan Pendekatan Model Interaksi Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

76 CONTOH PENYEDERHANAAN MODEL
Model dari Lubis (2007) Penyederhanaan model dan model interaksi CEO1 CEO6 MPC1 MPC4 COMPANY CULTURE NEW PRODUCT DEVELOPMENT TEAM ROLE OF SUPPLIER N P D PERFORMANCE Product Performance Process CEO Commitment Management Policy PRF1 PRF2 PDF1 PDF2 H1 H3 H2 ISH1 RES1 Information Sharing Resources Sharing Knowledge Transfer Product & Process Technology KWT1 PPT1 ISH3 RES2 KWT2 PPT4 H4 Effective Communication ECM1 ECM2 Good Coordination Timely Conflict Resolution Creative Problem Solving Effective Decision Implementation GCO1 GCO2 TCR1 TCR2 CPS1 CPS2 EDI1 EDI2 Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

77 CONTOH PENYEDERHANAAN MODEL
Model dari Lubis (2007) Penyederhanaan model dan model interaksi COMPANY CULTURE NEW PRODUCT DEVELOPMENT TEAM ROLE OF SUPPLIER N P D PERFORMANCE H1 H3 H2 H4 Effective Communication Good Coordination Timely Conflict Resolution Creative Problem Solving Effective Decision Implementation Information Sharing Resources Sharing Knowledge Transfer Product & Process Technology CEO Commitment Management Policy Product Performance Process Bab 8 Model Multi Sampel April 2009

78 CONTOH PENYEDERHANAAN MODEL
Model dari Lubis (2007) Penyederhanaan model dan model interaksi COMPANY CULTURE NEW PRODUCT DEVELOPMENT TEAM ROLE OF SUPPLIER N P D PERFORMANCE H1 H3 H2 H4 Effective Communication Good Coordination Timely Conflict Resolution Creative Problem Solving Effective Decision Implementation Information Sharing Resources Sharing Knowledge Transfer Product & Process Technology CEO Commitment Management Policy Product Performance Process Role of Supplier * Company Culture (ROS*CCLVS) ROSXCC Bab 8 Model Multi Sampel April 2009


Download ppt "Sesi 5 Model Multi Sampel Model Interaksi"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google