Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Fuzzy Integer Transportation Pertemuan 14 : Mata kuliah: K0164/ Pemrograman Matematika Tahun: 2008.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Fuzzy Integer Transportation Pertemuan 14 : Mata kuliah: K0164/ Pemrograman Matematika Tahun: 2008."— Transcript presentasi:

1 Fuzzy Integer Transportation Pertemuan 14 : Mata kuliah: K0164/ Pemrograman Matematika Tahun: 2008

2 Learning Outcomes Mahasiswa dapat mengerti tentang formulasi, notasi dan menghitung model transportasi menggunakan metode Fuzzy

3 Outline Materi: Pengertian Formulasi permasalahan Notasi Contoh kasus dan solusi masalah

4 Pengertian, Pada masalah transportasi klasik dengan permintaan dan supply yg bernilai integer selalu akan menghasilkan solusi yg juga bernilai integer, Namun pada fuzzy itransportasiakan didapat suatu nilai integer yang optimal. Parameter pada transportasi umumnya : biaya (profit), niali permintaan dan supply (produksi & kapasitas penyimpanan) tidak dapat ditentukan secara pasti.

5 Formulasi permasalahan, Fuzzy Transportation problem Minimize Subject to the constraint and xij  0, for all i and j.

6 Dengan Ai dan Bj bilangan fuzzy yang berbentuk A = (a, a, αA, βA )L-L dan B = (b,b, αB, βB )L-L Cij adalah biaya transportasi yg bernilai crisp Fungsi tujuan berbentuk G = (0,C0, 0, Βg)L-L

7 Algoritma Fuzzy Transportasi 1.Tetapkan λ(1) = 0 dan λ(2) = 1 2.Selesaikan masalah (definisi 2) untuk λ = λ(1) –Jika masalah tersebut feasible dan C(X(λ(1)) Є G λ(1), ke langkah-3 –Jika tidak, berhenti. Masalah (1) infeasible (μD(X) = 0, untuk setiap X) 3.Selesaikan masalah (definisi 2) untuk λ = λ(2) –Jika masalah tersebut feasible dan C(X(λ(2)) Є G λ(2), berhenti X(λ(2)) adalah solusi optimal untuk masalah di atas dengan μD(X) = 1. –Jika tidak, ke langkah-4.

8 4.Hitung μ(half) = (μ(1) + μ(2))/2. ke langkah-5 5.Selesaikan masalah (definisi 2) untuk λ = λ(half) –Jika masalah infeasible, maka tetapkan λ(2) = λ(half), ke langkah-6 –Jika tidak, kerjakan: jika μG(X(λ(half) = μC(X(λ(half), maka X(λ(half)) adalah solusi optimal masalah untuk tersebut. Berhenti jika μG(X(λ(half) > μC(X(λ(half), maka λ(1)=μC(X(λ(half)) kelangkah 6 jika μG(X(λ(half) < μC(X(λ(half), maka λ(2)=μC(X(λ(half)) atau jika λ(2)=μC(X(λ(half)) maka λ(2)=λ(half). Kelangkah-6

9 6. Jika λ(2) - λ(1) > ξ ke langkah-4. Jika tidak, cek apakah masalah (definisi 2) untuk λ = λ(1) adalah minimal extension dari masalah (definisi 2) untuk λ = λ(2). Jika tidak ke langkah-4. Jika Ya, berhenti, salah satu solusi yaitu X(λ(1)) atau X(λ(2)) adalah solusi optimal untuk masalah di atas. Jika masalah (definisi 1) infeasible untuk λ = λ(2), maka X(λ(1)) adalah solusi optimal. Nilai ξ biasanya di antara 0,05 ≤ ξ ≤ 0,1

10 Definisi 1: Misalkan A adalah bilangan fuzzy. λ-cut dari A, dinotasikan dengan Aλ adalah himpunan bilangan real yang mana fungsi keanggotaan A tidak lebih kecil dari λ, Aλ = { t Є R| μA (t) ≥ λ} sehingga masalah dapat ditulis Maksimum: λ Dengan batasan C(X) Є G Aλ Σ Xij Є Ai λ ; i = 1,2,....m j=1 Σ Xij Є Bi λ ; j= 1,2,....m i =1 λ > 0 dan Xij ≥ 0 integer

11 Definisi 2: Misalkan A sembarang interval. Simbol [A] menotasikan interval terbesar yang bernilai integer: [a,b] dengan a = min { t | t Є A, t : integer} dan b = max { t | t Є B, t : integer} sehingga masalah dapat ditulis Minimum: C(x) Dengan batasan Σ Xij Є [Ai λ] ; i = 1,2,....m j=1 Σ Xij Є [Bi λ] ; j = 1,2,....m i =1 Xij ≥ 0 integer

12 Contoh penyelesaian! Minimumkan 10X X X X 22 Dengan Batasan X 11 + X 12 = (10,10,5,5) L-L X 21 + X 22 = (16,16,6,6) L-L X 11 + X 21 = (14,14,6,6) L-L X 12 + X 22 = (10,10,4,4) L-L X 11,X 12,X 21,X 22 ≥ 0 dan integer Fuzzy goal ditentukan sebagai G = (0, 300, 0, 150) L-L Tentukan solusi dari masalah di atas ?

13


Download ppt "Fuzzy Integer Transportation Pertemuan 14 : Mata kuliah: K0164/ Pemrograman Matematika Tahun: 2008."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google