Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Hama Pada Tanaman Jagung Nama Kelompok : Apri Aditya Danang P115040201111052 Anita Nur Khoiriyah115040201111218 Archippus C.H115040201111149.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Hama Pada Tanaman Jagung Nama Kelompok : Apri Aditya Danang P115040201111052 Anita Nur Khoiriyah115040201111218 Archippus C.H115040201111149."— Transcript presentasi:

1 Hama Pada Tanaman Jagung Nama Kelompok : Apri Aditya Danang P Anita Nur Khoiriyah Archippus C.H

2 Klasifikasi Tanaman Jagung Kingdom: Plantae Devisi: Monocots Class: Commelinids Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Zea Spesies: Z. mays

3  Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkemabanganya terganggu. Hama yang menyerang tumbuhan antara lain Lalat Bibit, Ulat Tanah, Ulat Grayak, Penggerek Batang, Penggerek tongkol, Penggerek Daun. Hama Dan Penyakit

4 Lalat bibit  Nama Latin: Atherigona sp  Tanaman Inang: Jagung, Padi gogo, sorgum, gandum,  Gejala: Serangan terjadi pada tanaman yang baru tumbuh. Larva yang baru menetas melubangi batang  Bioekologi: Imago kecil dengan ukuran panjang 2,5 mm sampai 4,5 mm. Larva terdiri dari tiga instar. Serangga dewasa betina hidup dua kali lebih lama dari pada jantan.

5 Pengendalian : 1.Hayati Parasitoid yang memarasit telur adalah T richogramma sp. dan parasit larva adalah Opius sp. Dan Tetrastichus sp. Predator Cubiona japonicola yang merupakan predator imago. 2. Menggunakan varietas resisten 3. Dengan menggunakan insektisida

6 Ulat Grayak  Nama Latin: ( Spodoptera litura F.)  Tanaman Inang: Hama ini bersifat polifag, selain jagung juga menyerangtomat, kubis, cabai, buncis, bawang merah, terung, kentang, kangkung, bayam, padi,,tebu, jeruk, pisang, tembakau, kacang-kacangan, tanaman hias, gulma Limnocharissp., Passiflora foetida, Ageratum sp., Cleome sp., dan Trema sp  Gejala: Serangan larva yang masih kecil merusak daun dan menyerang secaraserentak berkelompok. dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas,transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, umumnya terjadi pada musim kemarau.

7 Pengendalian : a). Kultur teknis: Pembakaran tanaman- Pengolahan tanah yang intensif. b). Pengendalian fisik / mekanis: Mengumpulkan larva atau pupa dan bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkannya. c). Pengendalian hayati: Pemanfaatan musuh alami seperti : patogen Sl-NPV ( Spodoptera litura, (Nuclear Polyhedrosis Virus), cendawan Cordisep Aspergillus flavus, Beauveriabassina, Nomuarea riley, dan Metarhizium anisopliae, bakteri Bacillus thuringensis. d). Pengendalian kimiawi: Beberapa insektisida yang dianggap cukup efektif adalah monokrotofos, diazinon, khlorpirifos, triazofos, dikhlorovos, sianofenfos, dankarbaril apabila berdasarkan hasil pengamatan tanaman contoh, intensitas seranganmencapai lebih atau sama dengan 12,5 % per tanaman contoh.

8 Penggerek Batang  Nama Latin: Ostrinia furnacalis  Tanaman Inang: Jagung,cantel, dan bayam.  Gejala: Hama menyerang tanaman menjelang berbunga dengan menggerek dalam batang, tanda terjadi serangan yaitu adanya serbuk berwarna putih berserakan di sekitar permukaan daun dan bunga jantan patah.  Bioekologi: Telur diletakkan berwarna putih, berkelompok, satu kelompok telur beragam antara butir, seekor ngengat betina mampu meletakkan telur butir, umur telur 3-4 hari. Pupa biasanya terbentuk di dalam batang, berwarna coklat kemerah merahan, umur pupa 6-9 hari.

9 Pengendalian : 1.Kultur tekknis : waktu tanam yang tepat dan tanam tumpang sari dengan kacang tanah atau kedelai 2.Pengendalian Hayati : Parasitoid (Trichogramma sp), Predator ( Euborellia annulata), Bakteri ( O. Furnacalis) 3.Kimia : Dengan menggunakan insektisida

10 Penggerek Tongkol  Nama Latin: Helicoverpa armigera  Tanaman Inang: Sorghum, kentang, tomat, jagung, tembakau, kapas, dan kacang-kacangan.  Gejala: Imago betina akan meletakkan telur pada rambut jagung dan sesaat setelah menetas larva akan menginvasi masuk kedalam tongkol dan akan memakan biji yang sedang mengalami perkembangan. Serangan serangga ini akan menurunkan kualitas dan kuantitas tongkol jagung.  Bioekologi: Rata-rata produksi telur imago betina adalah 730 butir, telur menetas dalam tiga hari setelah diletakkan. Larva terdiri dari lima sampai tujuh instar. Khususnya pada jagung, masa perkembangan larva pada suhu ,2°C adalah 12,8 - 21,3 hari. Larva memiliki sifat kanibalisme. Pupa umumnya terbentuk pada kedalaman 2,5 sampai 17,5 cm.

11 Pengendalian : 1.Pengendalian Hayati : menggunakan parasit (Trichogramma sp),cendawan (Metarhizium anisopliae), bakteri (Bacillus thuringensis), virus (Helicoverpa armigera Nuclear Polyhedrosis Virus (HaNPV) ) 2.Kultur teknis : Pengolahan tanah secara intensif dapat merusak pupa yang terbentuk dan dapat mengurangi populasi berikutnya 3.Kimia : Penyemprotan insektisida

12 Belalang Daun  Nama Latin: Oxya chinenssis  Tanaman Inang: Padi, jagung  Gejala: Belalang memakan daun tanaman, serangan yang parah bisa menghabiskan seluruh daun tanaman dan batang-batang muda. Serangan bisa melibatkan ribuan belalang.  Bioekologi: Siklus hidup dari telur ke telur mencapai hari, dengan masa inkubasi telur 15 hari, hari untuk stadia larva dan aktivitas serangga dewasa dapat berlangsung sampai 50 hari. Telur-telur diletakkan pada permukaan tanah yang tidak tertutup. Belalang betina mampu bertelur sampai 200 butir pada tempat.

13 Pengendalian : 1.Secara mekanis Telur belalang didalam tanah diambil, demikian juga nimfa yang ada 2. Secara kimiawi Pengendalian scara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida 3. Secara biologis Pengendalian secara biologis dilakukan dengan merawat kumbang endol yang lawanya sebagai parasite telur belalang. Kultur teknis Pengendalian dengan kultur teknis adalah dengan pengaturan pada penanganan.

14 Penyakit pada Tanaman Jagung Penyakit yang paling sering menyerang tanaman jagung dapat disebabkan oleh jamur, virus, bakteri, nematoda atau kekurangan zat hara. Beberapa penyakit penting antara lain bulai, bercak daun, karat, gosong bengkaka, busuk tongkol dan busuk biji.

15 Penyakit Bulai Nama Latin: (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. spora javanica serta P. spora philippinensis. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu, daun runcing dan kecil, kaku dan pertumbuhan batang terhambat, warna menguning, sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih; (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu, tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan, daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun, tongkol berubah bentuk dan isi; (3) pada tanaman dewasa, terdapat garis- garis kecoklatan pada daun tua.

16 Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan; (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman, penanaman varietas unggul; (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang, kemudian dimusnahkan.

17 Bercak Daun Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat, bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun, semula bercak tampak basah, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan, kemudian berubah menjadi coklat tua. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan; (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab; (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP, Difolatan 4 F.

18 Karat Daun Penyebab: cendawan Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Underw. Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang berwarna kuning kecoklatan, serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang, kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam; (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit; (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung; (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun.

19 Gosong Bengkak Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda, Ustilago zeae (Schw) Ung, Uredo zeae Schw, Uredo maydis DC. Gejala: Pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall), pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi; (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar; (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena.

20 Busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw), Gibberella fujikuroi (Schw), Gibberella moniliforme. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol, biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul, dilakukan pergiliran tanam, mengatur jarak tanam, perlakuan benih; (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan.

21 Dokumentasi hasil Lapang

22 Terima Kasih


Download ppt "Hama Pada Tanaman Jagung Nama Kelompok : Apri Aditya Danang P115040201111052 Anita Nur Khoiriyah115040201111218 Archippus C.H115040201111149."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google