Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Bangunan-bangunan tinggi dalam Arsitektur tidaklah menjadi hasil karya para Arsitek dan Insinyur struktur saja, tetapi menjadi.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Bangunan-bangunan tinggi dalam Arsitektur tidaklah menjadi hasil karya para Arsitek dan Insinyur struktur saja, tetapi menjadi."— Transcript presentasi:

1 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Bangunan-bangunan tinggi dalam Arsitektur tidaklah menjadi hasil karya para Arsitek dan Insinyur struktur saja, tetapi menjadi paduan karya berbagai keahlian antara lain juga Insinyur Mesin, Elektro dan Fisika Teknik, yang merupakan paduan antara karya seni dan Teknologi. 1. ELEVATOR (LIFT) Alat untuk transportasi vertikal dalam bangunan bertingkat adalah lift atau elevator. Hal ini akan memakan volume gedung yang akan menentukan efisiensi gedung. Kriteria kualitas pelayanan elevator adalah : 1. Waktu menunggu (Interval, waiting time) 2. Daya angkut (Handling Capacity) 3. Waktu perjalanan bulak-balik lift (round trip time)

2 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 2.WAKTU MENUNGGU ( Interval, Waiting Time ) Kesabaran orang untuk menunggu lift tergantung kota dan negara dimana gedung itu ada. Orang-orang dikota besaar lazimnya kurang sabar disbanding dengan orang-orang di kota kecil. Untuk proyek-proyek komersiil perkantoran diperhitungkan waktu menunggu sekitar 30 detik. Waktu menunggu = waktu perjalanan bolak-balik dibagi jumlah lift. Waktu menunggu juga sangat variabel terantung jenis gedung. Contoh-contohnya sebagai berikut : a. Perkantoran25 – 45 detik b. Flat50 – 120 detik c. Hotel40 – 70 detik d. Asrama60 – 80 detik Waktu menunggu minimum adalah sama dengan waktu pengosongan lift ialah kapasitas lift x 1,5 detik per penumpang.

3 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 3. DAYA ANGKUT LIFT ( Handling Capacity ) Daya angkut lift tergantung dari kapasitas dan frekuensi pemuatannya. Standard daya angkut lift diukur untuk jangka waktu 5 menit jam-jam sibuk (rush- hour). Daya angkut 1 lift dalam 5 menit adalah : T Nx mx 60x 5 w mx x 5 M         Dimana : m = Kap lift (org) dan daya angkut 75 kg/org w = Waktu menunggu (waitingtime/interval) dalam detik = T/N. T m x60 x5 M 

4 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 4. WAKTU PERJALANAN BOLAK-BALIK LIFT ( Round Trip Time ) Round Trip Time dapat dihitung secara pendekatan, sebab perjalanan lift antar lantai pasti tidak akan mencapai kecepatan yang menjadi kemampuan lift itu sendiri dan pada perjalanan lift non stop, kecepatan kemampuannya baru tercapai setelah lift bergerak beberapa lantai dulu. Waktu perjalanan bolak-balik lift terdiri dari : a. Masuk lift di lantai dasar 1,5 mdetik b. Pintu lift menutup kembali2 detik c.Pintu lift membuka di Setiap lantai tingkat(n-1)2 detik d.Meninggalkan lift di setiap Lantai dalam 1 zone sebanyak (n-1) lantai : (n-1) x m/n-1 x 1,5 detik 1,5 m detik e. Pintu lift menutup kembali disetiap lantai tingkat :(n-2)2 detik. f.Perjalanan bolak-balik dalam 1 zone detik (2(n-1)h s g.Pintu membuka dilantai daras 2 detik Jumlah : detik s 4)s(3m1)-4s)(n(2h T  

5 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Dimana : T = Waktu Perjalanan bolak-balik lift (Round trip time) h = Tinggi Lt s = Kecepatan rata-rata lift n = Jmh Lt dalam 1 zone m = Kapasitas lift 5. Beban Puncak Lift (Peak Load) Beban puncak diperhitungkan berdasarkan pesentasi empiris terhadap jumlah Penghuni gedung, yang diperhitungkan harus terangkat oleh lift-lift dalam 5 menit pertama jam-jam padat (rush-hour). Untuk Indonesia persentasi tersebut adalah: a. Perkantoran 4% x Jml penghuni gedung b. Flat 3% x Jml penghuni gedung c. Hotel 5% x Jml penghuni gedung Data-data penaksiran jumlah penghuni gedung : a. Perkantoran4 m 2 /orang b. Flat3 m 2 /orang c. Hotel5 m 2 /orang

6 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 6. EFISIENSI BANGUNAN ( Building Efficiency ) Efisiensi lantai adalah persentasi luas lantai yang dapat dihuni atau disewakan terhadap luas lantai kotor. Untuk proyek perkantoran adalah : 10 Lantai : ………………………..…………………………………85% 20 Lantai : Lantai 1 – 10 ……………………………………80% Lantai 11 – 20…………………………………85% 30 Lantai : Lantai 1 – 10 …………………………………….75% Lantai 11 – 20 …………………………………….75% Lantai 21 – 30 …………………………………….85% 40 Lantai : Lantai 1 – 10 …………………………………….75% Lantai 11 – 20…………………………………80% Lantai 21 – 30 …………………………………….85% Lantai 31 – 40 …………………………………….90%

7 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 7. PERHITUNGAN JUMLAH LIFT DALAM 1 ZONE Puncak lift dalam suatu gedung diperhitungkan sebesar P % x Jumlah penghuni gedung atas dasar a” m 2 per orang luas lantai netto, maka beban puncak lift : Dimana : P = Persentasi empiris beban puncak lift (%) a = Luas lantai kotor/tk (m2) n = Jml lantai k = Luas inti gedung (m2) a”= Luas lantai netto/org Sedangkan :K = 5 x N x m x 0,3 =1,5 m N Maka: a" k)n-(a P L  a" k)n-(a P L 

8 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Daya angkut 1 lift dalam 5 menit : Persamaan : L = MN T m 300 w m x60 x5 M         T N m 300 M N         nTP) (200a" 3m P anT 2 N  T N m 300 2a" mN)n 3 - (2a P Dimana : N = Jumlah lift dalam 1 zone a = Luas lantai kotor per tingkat. P= persentasi jumlah penghuni gedung yang diperhitungkan sebagai beban puncak lift T = waktu perjalanan bolak-balik lift m= kapasitas lift a”= luas lantai netto per orang. n = Jumlah lantai dalam 1 zone.

9 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 8. KORELASI JUMLAH LANTAI DALAM 1 ZONE KAPASITAS LIFT DAN JUMLAH LIFT Daya angkut lift dalam 5 menit : Beban puncak lift : Dimana : n a’ adalah luas lantai netto dalam 1 zone. Persamaan : M = L Maka :        w m 300 w m x60 x5 M         a" na' P L orangper netto lantai Luas zone 1 dalam netto lantai Luas xP% L a" nPa' w m 300                             m a" 300 T Pn a' N T P N ma" 300 n 300a" nwPa' & P w ma" 300 n

10 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 9. SISTEM ZONE BANYAK ( Multi Zone System ) Untuk meningkatkan efisiensi bangunan, orang berusaha memperkecil volume gedung yang dipergunakan untuk sirkulasi vertikal, terutama dalam bangunan tinggi ( lebih dari 20 lantai ). Juga untuk memperpendek waktu perjalanan bolak-balik lift dan waktu menunggu lift terutama di lantai dasar. Untuk tujuan ini orang melakukan Zoning lift artinya pembagian kerja kelompok-kelompok lift, misalnya 4 lift melayani lantai 1-15, 4 lift melayani 16-30, jadi tidak berhenti di lantai Contoh perhitungan : Suatu gedung 30 lantai dengan luas rata-rata a = 1200 m 2, tinggi lantai sampai dengan lantai h = 3,60 m dibagi dalam 2 zone ; zone bawah 15 lantai, dan zone atas 15 lantai. Gedung tersebut direncanakan untuk dilayani oleh lift-lift berkecapatan rata-rata 4 m/detik dan kapasitas m = 20 orang/lift. Perhitungan Zone-2 Waktu perjalanan bolak-balik lift (1-15 non-stop) dengan kecepatan rata-rata S 2 =5 m/detik.

11 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL  4)m3(S)1n)(4Sh2(h)1n(2           S 4)m3(S)1n)(4Sh2()1h(n2 T SS T Untuk : h = 3.60 m n 1 = 15 n 2 = 15 S 1 = 3 m/det S 2 = 5 m/det m = 20 org/lift Maka : T 2 = 160,32 detik Beban puncak lift untuk zone-2 : a" 2 )N m 3-(2axn L 22 2  Daya angkut lift dlm 5 menit untuk zone-2 : T N m 300 M 

12 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Persamaan : L2=M2 Maka : T N m 300 2a" )N 3m-(2a Pn          P T3mnm a" 600 P T an 2 N Untuk : a = 1200 m 2 n 2 = 15 T 2 = 160,32 detik P = 4% a” = 4 m 2 /orang m = 20 orang/lift Maka : N 2 = 4 20 orang w 2 = 40,08 detik > w min = 30 detik < w max = 45 detik Perhitungan zone-1 Beban puncak lift untuk zone-1:

14 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Maka : N 1 = 4 20 org W 1 = 38,4 det > W min = 30 detik < W max = 45 detik Jadi : Zone-1 dan zone-2 masing-masing dilayani 4 20 orang dengan kecepatan rata- rata 3 m/detik dan 5 m/detik. 10. SISTEM ZONE BANYAK DENGAN ”SKYLOBBY” Untuk bangunan yang sangat tinggi dengan jumlah puluhan lantai mendekati 100 lantai atau lebih perlu diadakan penghematan volume inti gedung dengan mengadakan zoning pelayanan elevator ditambah lobby-lobby antara (sky lobby) yangdapat dicapai dari lantai dasar dengan lift-lift express yang langsung menuju skylobby-skylobby tersebut. Skylobby berfungsi sebagai : 1. Lantai perpindahan menuju lift-lift lokal dalam zone di atasnya. 2.Tempat berkumpul sementara (mengungsi) pada waktu ada keadaan darurat. 3. Karena ada lift-lift lokal yang melayani zone-zone, maka diperlukan ruang mesin lift langsung di atasnya.

15 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Kebutuhan ruang mesin lift disatukan pula dengan kebutuhan ruang mesin AC, ruang mesin-mesin pompa air, reservoir antara untuk persediaan air bersih dan lain-lain. Ruang mesin tersebut berupa ruang beton tulang yang padat dan kokoh yang berfungsi pula sebagai penghadang menjalarnya kebakaran ke atas. Sedangkan skylobby-sklylobby tersebut terletak di atas ruang-ruang mesin yang kokoh tersebut. Adanya ruang-ruang antara tersebut juga sangat menghemat energi listrik untuk pemompaan air bersih, penghawaan mekanis dan AC dan penghematan rongga-rongga untuk tabung-tabung instalasi listrik, AC maupun pemipaan. Secara struktural, ruang mesin yang kokoh tersebut, pasti dapat menambah ketahanan gedung terhadap gaya-gaya horizontal akibat gempa ataupun angin. PERHITUNGAN JUMLAH LIFT Suatu gedung dengan luas lantai rata– rata 2190 m 2 dan jumlah lantai 63 dibagi dalam 5 zone dengan 5 skylobby. Setiap zone mengandung 11 lantai termasuk skylobby

16 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 1. Perhitungan lift lokal Jumlah lift lokal:  detik. 126,4 T s 43ms1-n 4s2h T   

17 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Dicoba dengan lift lokal kapasitas 20 org/lift. Diketahui : T= 132,4 det, N= 4 20 org Maka : w= 33 det > w min = 30 det. Jadi setiap zone dilayani lift lokal sebanyak 4 buah dengan kapasitas 20 orang/lift dan kecepatan rata-rata 2 m/detik. 2. Perhitungan lift express a. Untuk mencapai skylobby diatas zone-1. n = 14 s = 2 m/detik h = 3,60 m W minimum = 24 detik W maximum = 45 detik Kapasitas lift = 20 orang/lift. org lift /18 5 m a" 300 T Pna' N  det. 27 m 1,5min wdet 25, ,4 w 

18 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Waktu perjalanan bolak-balik lift : Pintu lift membuka di Lantai dasar = 2 detik Penumpang masuk 1,5 detik/orang = 20 x 1,5 = 30 detik Pintu lift menutup kembali di lantai dasar = 2 detik Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik Penumpang keluar lift di 1,5 detik/orang = 30 detik. Perjalanan bolak-balik lift 2 (14 - 1) 3,60 = 46,8 detik T = 114,8 detik Beban puncak lift express diatas zone-1: Beban puncak lift lokal : Jumlah lift : x10 x0,04 det 28, ,8 menunggu wWaktu 4 20 x4 x ,8 x0,04 x10 x1814 N m a" 300 T Pna' N   

19 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Jadi skylobby di atas zone-1 dilayani 4 20 orang. b. Untuk mencapai skylobby di atas zone-2 : n = 26 s = 3,5m/detik h = 3,60 m m = 20 orang/lift w min = 24,3 detik w max = 45 detik Waktu perjalanan bolak-balik lift T : Pintu membuka dan menutup di lantai dasar= 4 detik Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik Penumpang masuk di lantai dasar = 20 x 1,5 detik= 30 detik Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1,5 detik= 30 detik Perjalanan bolak-balik lift = 2(26 -1)3,60= 51,43 detik 3,5 T = 119,43 detik

20 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Waktu menunggu w = org 4 20 x4 x ,43 x0,04 x10 x1814 N  det 29, ,119  c. Untuk mencapai skylobby di atas zone - 3 Diketah ui : n= 38 s= 5 m/detik h= 2,60 m m= 20 orang/lift W min = 24 detik W max = 45 detik Waktu perjalanan bolak - balik lift : 20 x4 x300 Waktu menunggu w = detik 32, ,28  0. Pintu membuka dan menutupdi lantai dasar = 4 detik 1. Pintu lift membuka danmenutup di skylobby = 4 detik 2. Penumpang masuk di Lt dasar = 20 x 1,5 detik = 30 detik 3. Penumpang keluar di skylobby = 20 x 1,5 det ik = 30 detik 4. Perjalanan bolak-balik lift = = 53,28 detik T =121,28 detik orang 4 121,28 x0,04 x10 x1814 N  2(38-1)3,60 5

21 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL d. Untuk mencapai skylobby di atas zone - 4 Diketahui : n s h m = 50 = 7 m/detik = 3,60 m = 20 orang/lift w min = 24 detik w max= 45 detik Waktu perjalanan bolak-balik lift : 0. Pintu membuka dan menutup di lantai dasar = 4 detik 1. Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik. 2. Penumpang masuk di lantai dasar= 20 x 1,5 detik = 30 detik 3. Penumpang keluar lift di skylobby = 20 x 1,5 detik = 30 detik = 50,4 detik 4. Perjalanan bolak-balik lift =2 (50-1) 3,60 7 T = 118,4 detik detik 29, ,4 w orang 20 x4 x ,4 x0,04 x10 x1814 N  

22 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL e. Untuk mencapai skylobby di atas zone-5 Diketahui : n= 62 s = 8,5 m/detik h = 3,60 m m = 20 orang/lift w min = 24 detik w max = 45 detik Waktu perjalanan bolak-balik lift : 0. Pintu membuka dan menutup dilantai dasar = 4 detik 1. Pintu lift membuka dan menutup di skylobby = 4 detik 2. Penumpang masuk di Lantaidasar= 20 x 1,5 detik = 30 detik 3. Penumpang keluar lift di skylobby = 20 x 1,5 detik= 30 detik 4. Perjalanan bolak- balik lift-=2 (62-1) 3,60 = 51,67 detik 8,5 T = 119,67 detik detik 29, ,67 w org 4 20 x4 x ,67 x0,04 x10 x1814 N  

23 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL 10. PROYEK PERKANTORAN BENTUK TOWER Perhitungan Lift 2 Zone Jumlah Lantai 30 D ata : 1 Luas lantai bertulang/typical a = 42 x 42=176 m 2 Kapasitas lift m = 20 orang Kecepatan lift zone-1 s 1 = 3,5 m/detik Satuan luas kantor/orang a”= 4 m 2 /orang Tinggi lantai sama dengan lantai h = 3,60 m Jumlah lantai zone- 1 n 1 = 15 Waktu menunggu minimum w= 30 detik. Waktu perjalanan bolak- balik : Zone-1

24 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Zone-2: n1=15 ; s2= 7 m/det. Luas lantai produktif total = 30 x 0,8 x 1764 = m 2. Perhitungan Lift 3 Zone dengan 2 Skylobby Jumlah Lantai Total 45. Perhitungan lift lokal sertiap zone sama dengan sistem 1 zone A 15 lantai, denganhasil 5 lift kapasitas 20 orangkecepatan 3,5 m/detik ( 700 FPM ), waktu menunggu30 detik. Perhitungan lift ekspres di atas zone-1 0. Jumlah lantai pencapaianlift ekspres n E -1 = Kecepatan lift ekspres s E -1 = 4 m/detik. 5 detik 30 8,148 w orang. 20 kapasitaslift 5 20 x4 x ,8 x0,04 x15 x1764 x8,0 N 2 2   detik. 8, ) x20 x(3 7 1)-(15 7) x4 3,6 x2( 7 6,3 )115( 2 T 2      4)m3(s)1n( )4sh2(h)1n(2 22  ss T 

25 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Waktu perjalanan bolak-balik lift ekspres : Jumlah lift ekspres : Lift ekspres di atas Zone-2 : org 20Alift 2 20 x4 x x0,04 x1764 x0,8 x11 N  Waktu menunggu w : detik x1,5w detik w min   n E – 2 = 26 ; s E – 2 = 7 m/det detik 30 det 2, ,7 w org 20Alift 3 20 x4 x300 93,7 x0,04 x1764 x0,8 x15 N detik 7, )3,60-2(26 T    Pintu membuka dan menutup di lobby dasar dan skylobby = 8 detik. Penumpang ke luar dan masuk di lobby dan skylobby 2 x 20x 1,5 detik = 60 detik. 2. Waktu perjalanan bolak-balik = 18 detik = T = 86 detik 2 (11 - 1) 3,60 4

26 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Jumlah lift ekspres = 5 Luas lantai produksi = 35 x 0,8 x x 2 x 0,36 x 1764 = m 2 (Setiap skybolly mengurangi 2 x 0,64 x 1764 m+ 2 x 1764 m 2 ) Luas lantai produktif total= 50 x 0,75 x x 2 x 0,36 x 1764 = m 2 Catatan : Lift ekspres 1 dan 2 masing-masing melayani sebagian penghuni zone - 3 dan zone-4. 3.Perhitungan Lift 4 Zone dengan 2 Skylobby Jumlah Lantai Total 60 Perhitungan lift lokal:.det7, ,8 w org 20Alift 4 20 x4 x ,8 x0,04 x13 x1764 x0,75 N   Zone-1 : n=13; s=3 m/det; m=20.det2, ,8 w org 20Alift 4 20 x4 x ,8 x0,04 x13 x1764 x0,75 N det8, ) 20 x3(31)-(13 3) x4 3,6 x(2 T     

27 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Zone-2 : s = 6 m/det; n1= n2; m = 20

28 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL det9, ,54 w org 20Alift 4 20 x4 x ,54 x0,04 x13 x1764 x0,75 N det54, ) 20 x(361)-(13 6) x4 3,6 x2( 6 1)3,6-2(13 T       Lift ekspres di atas zone-2 : N=24; s=2,5 m/det; m=20 det 6, ,24 w org 20Alift 4 20 x4 x ,24 x x0,0413 x1764 x75,0 N det24, ,2 1)3,6-2(24 T    

29 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Lift ekspres ke skylobby puncak : n = 60; s = 6 m/det; m = 20 det 8, ,6 1)-(60 2 T  12. DAYA LISTRIK UNTUK LIFT Daya listrik yang diperlukan untuk satu kelompok lift sangat tergantung kapasitas, kecepatan dan jumlah lift. Suatu lift dengan kapasitas m dan kecepatan s m/det memerlukan daya: Sedangkan faktor kebutuhan daya untuk suatu kelompok lift adalah : kw. ms 0,75 HP 75 s x xm x0,75 E        

30 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Contoh : Lift dengan kapasitas 3500 lb = 1587,6 kg dan kecepatan 3 m/det memerlukan daya listrik. Untuk 5 lift = 0,67 x 5 x 48 HP = 160 HP Catatan : 1 orang diperhitungkan 75 kg. Penggunaan daya listrik oleh lift(10 jam/hari): 13. BEBAN PANAS RUANG MESIN LIFT Beban panas ruang mesin lift maximum diperhitungkan 1/3 x jumlah HP Dimana 1 HP = 2500 Btu (1 Btu=0,25 calori). Temperatur ruang mesin lift harus dipertahankan antara o F. Suatu lift dengan kapasitas 2000 lb dan kecepatan 2,5 m/det memerlukan daya Listrik: kwh 240 jam 10x HP kw 0,746 xHP 160 x0,20Kwh  

31 BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL HP 23HP 75 2,5 x0,4536 x2000 x0,75  (1 pound=0,4536 kg; 1 HP = 75 kg m/det; 1 HP = 0,746 KVA) beban panas = 1/3 x 23 x 2500 btu = 19,167 btu 14. LIFT BARANG. Setiap gedung bertingkat baik dalam bentuk perkantoran, flat, atau penggunaan campuran dengan gedung komersiil pasti memerlukan sarana sirkulasi vertikal untuk barang disamping untuk orang. Kriteria untuk lift barang yang penting ialah ukuran dan berat barang yang harus diangkut. Perkiraan yang dapat digunakan dalam perencanaan ialah untuk setiap 5 lift orang diperlukan 1 lift barang. Kapasitas lift barang berkisar antara 1-5 ton dengan ukuran dlm antara 1.60 x 2.10 m sampai 3.10 x 4.20 m dan kecepatan bergerak 1,5 – 2 m/det maximum atau rata-rata 0,25 – 1 m/detik.


Download ppt "BAB 1 TRANSPORTASI VERTIKAL Bangunan-bangunan tinggi dalam Arsitektur tidaklah menjadi hasil karya para Arsitek dan Insinyur struktur saja, tetapi menjadi."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google