Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

RESEARCH IN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP: PAST CONTRIBUTIONS AND FUTURE OPPORTUNITIES.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "RESEARCH IN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP: PAST CONTRIBUTIONS AND FUTURE OPPORTUNITIES."— Transcript presentasi:

1 RESEARCH IN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP: PAST CONTRIBUTIONS AND FUTURE OPPORTUNITIES

2 Kelompok 2: > Aditya Septigap > Hafizh Anditya > Hania Alifa Adzhani >Ilham Andika > Zera Briandeti

3 INTRODUCTION Di Inggris prraktek social entrepreneur berkembang pada tahun 2004, dengan persentase 6,6% dari populasi Terdapat penghargaan bagi praktisi, seperti Skoll Foundation’s Award for Social Entrepreneurship and Fast Company magazine’s Social Capitalist Awards.

4 Definisi >> mulai dari tidak untuk profit, untuk profit, sektor publik, dan kombinasi dari ketiganya Hal ini menghalangi penelitian-penelitian empiris untuk mengkaji social entrepreneur itu secara mendalam.

5 ASSESSING THE STATE OF SOCIAL ENTREPRENEURSHIP RESEARCH Mengidentifikasi dan menganalisis isi dari artikel-artikel yang dipublikasikan >> jurnal manajemen dan kewirausahaan >> topik utamanya terkait dengan fenomena social entrepreneurship. Dari 152 artikel >> peningkatan pada tingkat publikasi yang mencapai persentase 750% selama rentang waktu 18 tahun dari sampel yang diperoleh. Jumlah artikel kewirausahaan dalam jurnal manajemen meningkat sebesar 62% selama periode 15 tahun.

6 Social entrepreneurship publications and citations Disiplin ilmu yang paling umum memberikan kontribusi untuk penelitian social entrepreneur adalah manajemen (26%), lalu diikuti oleh kewirausahaan (11%), ilmu politik (10%), ekonomi (9%), pemasaran (6%), sosiologi (5%), dan pendidikan (5%). Disiplin ilmu seperti antropologi (1%), finance (1%), dan hukum (1%) yang menerbitkan paling sedikiti mengenai social entrepreneur. 152 artikel social entrepreneur yang diperoleh, sebanyak 80 (52%) merupakan artikel konseptual dan sebanyak 72 (48%) merupakan artikel empiris.

7 Conceptual articles Empirical articles

8 Implications of Empirical Findings - Konsep kewirausahaan sosial yang digunakan sekurangnya dua deade ini lebih kepada teori pembangunan tidak menekankan pada kesetaraan. Delineating the Boundaries of Social Entrepreneurship - Mair dan Marti mendefinisikan kewirausahaan sosial: 1.Sebagai suatu proses menciptakan nilai dengan menggabungkan sumber daya dengan cara yang baru. 2.Sumber daya yang dikombinasikan guna pemenuhan kebutuhan sosial 3.Kewirausahaan sosial melibatkan penawaran pelayanan produk, tetapi juga didalamnya mengarah pada pembentukan organisasi baru

9 Figure 1. Conceptual domains informing social entrepreneurship research 1.Mengembangkan pengetahuannya, ketertarikan guna memberdayakan stakeholder serta meningkatkan masuknya pasar baru. 2.Penyediaan barang-barang sosial di pasaran yang sebelumnya tidak tersedia secara mapan—bekerjasama dengan pihak swasta. 3.Interaksi antara organisasi. 4.Kontribusi kewirausahaan guna menghasilkan nilai sosial baru atau perkembangan organisasi nonprofit. 5.Kewirausahaan sosial untuk membangun konsep perusahaan berbasis komunitas. 6.Eksekusi di kebijakan sosial dan program oleh organisasi sektor publik dan nonprofit. 7.Penciptaan dan menjaga keseimbangan baik sosial dan nilai ekonomi baru untuk keuntungan kolekti 8.Rataan awal populasi, serta budaya, ekonomi, atau faktor pasar (keanggotaan industri) ini yang menjalani sebagai katalis dalam kegiatan kewirausahaan.

10 Implications for Theory Building -Integrasi dalam strategi dan kewirausahaan menghasilkan nilai pelanggan dan keuntungan sumberdaya perusahaan dapat bersaing lebih diantara organisasi lainnya (Scehendel and Hitt, 2007). Implication of Theory Testing -Kesempatan yang terbaik untuk menguji teori secara teliti menggunakan metode kuantitatif

11 Implication for theory testing Penelitian social entrepreneurship dilihat sebagai penelitian kualitatif pada tahun-tahun pertamanya Pendekatan kualitatif telah digunakan untuk pengujian teori maupun pengembangannya dalam penelitian social entrepreneurship pada artikel-artikel manajemen Dalam bagian metode, diperlukan kolaborasi dengan pendekatan seperti kuantitatif untuk meningkatkan validitas, serta reliabilitas dari penelitian

12 Implication for theory testing 2 Tantangan terbesar dalam penelitian social entrepreneurship adalah pada bagian pengolahan data dengan database yang besar Diperlukan solusi kreatif untuk mengimbangi data dengan jumlah yang besar tadi

13 Implication for theory testing 3 Dalam majalah Fast Magazine, rublik Social Capitalist Award menyediakan informasi mengenai perusahaan- perusahaan sosial Tidak hanya nonprofit, namun perusahaan for-profit juga masuk dalam nominasi ini Menunjukkan bahwa social entrepreneurship telah memasuki ranah bisnis komersil

14 Implication for theory testing 4 Yang membedakan entrepreneurship dengan social entrepreneurship adalah aspirasi yang menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuannya Beberapa isu yang ada dalam social entrepreneurship, diantaranya keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan komunitas, inovasi untuk kebutuhan sosial, serta pembuatan kebijakan untuk menuju perubahan sosial

15 Implication for theory testing 5 Terkait dengan resiko serta hasil yang tidak dapat dipastikan dalam social entrepreneurship, Prospect Theory dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku manusia dalam kondisi dibawah tekanan resiko Diminati peneliti yang menganggap penelitian social entrepreneurship lebih beresiko karena terkait dengan penbiayaan organisasi Adapun pendapat lain mengatakan kunci dari social entrepreneurship justru adalah berani mengambil keputusan dengan resiko tinggi

16 Multidisciplinary influences on social entrepreneurship Peluang penelitian entrepreneurship di masa depan yang berkolaborasi dengan disiplin lain Disiplin ilmu Fokus penelitian potensial social entrepreneurship Pertanyaan penelitian yang memungkinkan AccountingStandar umum untuk pengukuran usaha- usaha sosial Metode apa yang paling sesuai untuk mengukur performa social entrepreneur? AnthropologyHubungan antara konteks budaya dengan social entrepreneurship Apakah ada perbedaan makna dan fungsi social entrepreneurship di daerah-daerah dengan budaya berbeda? EconomicsHubungan antara social entrepreneurship dengan pertumbuhan ekonomi Teori apa yang paling baik dalam mempelajari social entrepreneurship melalui macrolevels of analysis?

17 Multidisciplinary influences on social entrepreneurship 2 Disiplin ilmu Fokus penelitian potensial social entrepreneurship Pertanyaan penelitian Yang memungkinkan ManagementPeran kepemimpinan dalam membantu penanaman nilai-nilai social entrepreneurship Gaya kepemimpinan apa yang paling efektif dalam memfasilitasi proses pengambilan keputusan dan hasil dari social entrepreneurship? Political sciencePengaruh kebijakan nasional yang ada pada social entrepreneurship Struktur politik seperti apa yang paling mempengaruhi efektivitas social entrepreneurship? SociologyPengaruh masyarakat terhadap inisiatif kegiatan social entrepreneurship Tekanan institusional mana yang memainkan peran paling besar dalam inisiasi social entrepreneurship?

18 Implications for practitioners Social entrepreneurship telah mulai memasuki ranah bisnis komersil Pertimbangan manfaat untuk kepentingan sosial adalah nilai lebih yang dimiliki social entrepreneurship sehingga dapat berkembang dengan baik bahkan diadopsi oleh pebisnis for-profit

19 Conclusion Bermula fokus kepada kebijakan publik dan kegiatan nonprofit, social entrepreneurship berkembang hingga memasuki ranah bisnis komersil Sebagai arus penelitian yang baru berkembang, juga mengalami ketiadaan legitimasi serta lemahnya konten teoritik Untuk dapat lebih berkembang, penggunaan teori dengan variasi berbagai pendekatan serta kolaborasi dengan studi lain akan membuat penelitian social entrepreneurship memiliki metode dan teori yang lebih mantap serta membuat cakupannya lebih luas dan fleksibel

20 Investigating Social Entrepreneurship: A Multidimensional Model (Jay Weerawardena and Gillian Sullivan Mort)

21 Literature Review Social entrepreneur terdapat dalam berbagai bidang (Leadbeater, 1997). Mayoritas literatur social entrepreneur berkembang dalam nongovernment not-for-profit organizations. Social enterprises yang melaksanakan kegiatan for-profit untuk mendukung kegiatan non-profit bisa dikatakan sebagai social entrepreneurs (Cook, Dodds, & Mitchell, 2001; Wallace,1999).

22 Metode Dalam studi ini digunakan grounded theory method. Wawancara mendalam dilakukan pada informan kunci seperti CEO dan manajer (Miller & Toulouse, 1986). Selain wawancara, data arsip atau dokemun-dokumen yang relevan diperlukan untuk informasi tambahan. Analisa data dapat menggunakan matriks sebagai alat analisa. Dapat juga melalui pengembangan kategori data dan pengelompokkan berdasarkan kesamaan.

23 Findings Temuan dalam penelitian ini terbagi dalam dua tahapan yang saling berkaitan. Tahap 1: Analisa tujuh tema dan proposisi Tahap 2: Setiap tema akan diintegrasikan kedalam model yang koheren mengenai kewirausahaan sosial.

24 Thematic analysis and propositions 1. Dinamika Lingkungan 2. Inovatif 3. Proaktif 4. Risk Management 5. Keberlanjutan (sustainability) 6. Misi Sosial 7. Melihat peluang

25 Development of a multidimensional model Risk management InnovativenessProactiveness Sustainability Environme nt Social Mission

26 Implication for theory: bahwa kewirausahaan sosial dapat dikonseptualisasikan sebagai konsep multidimensi dengan dimensi perilaku inovatif, proaktif dan manajemen resiko. Implication for management and policy: Penelitian ini bisa menjadi dasar praktek dalam kegiatan organisasi NFPs.

27 Conclusion Kontirbusi nya yaitu: 1. Pengembangan model empiris mengenai kewirausahaan sosial dengan dimensi perilaku inovatif, proaktif dan pengelolaan resiko 2. Identifikasi optimization constraints dimana wirausahawan sosial bekerja dan memperjleas perbedaan operasional kewirausahaan sosial Non Profit dengan kewirausahaan sosial For Profit


Download ppt "RESEARCH IN SOCIAL ENTREPRENEURSHIP: PAST CONTRIBUTIONS AND FUTURE OPPORTUNITIES."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google