Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Kuliah Editing & Layouting Peringatan: Materi ini saya rangkum dari berbagai sumber, untuk dipakai sendiri, jadi tolong jangan disebarluaskan.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Kuliah Editing & Layouting Peringatan: Materi ini saya rangkum dari berbagai sumber, untuk dipakai sendiri, jadi tolong jangan disebarluaskan."— Transcript presentasi:

1 Kuliah Editing & Layouting Peringatan: Materi ini saya rangkum dari berbagai sumber, untuk dipakai sendiri, jadi tolong jangan disebarluaskan

2 Berikut beberapa istilah yang biasa dipakai dalam layout surat kabar:  Gutter: ruang kosong yang memisahkan kolom  Double-truck (center spread): bentang tengah dalam sebuah publikasi (berarti dua halaman), yang didesain sebagai satu kesatuan.  Grid: Pola garis fertikal dan horisontal yang dijadikan dasar untuk menempatkan elemen-elemen halaman publikasi.  Leading: Ruang kosong yang memisahkan dua baris tulisan. Dalam publikasi, leading (spasi) biasanya di-setting dengan tambahan dua point. Jadi, bila kita menggunakan huruf berukuran 10 point, leading normalnya 12. Meisnya 10/12.  Font: satu set karakter dalam satu ukuran dan jenis huruf. Misalnya, Arial Italic 12-poin.  Pica: satuan ukuran dalam desain. 1 pica = 12 poin, 6 pica = 1 inci.  Poin: satuan yang menggambarkan ukuran huruf. 72 poin setaran dengan satu inci. Huruf dengan ukuran 72 point berarti tinggi huruf itu satu inci.

3  Dummy: Gambaran lengkap sebuah halaman yang memperlihatkan di mana elemen-elemen halaman akan dipasang.  Tombstoning: penempatan dua judul bersebelahan dalam sebuah halaman.  Nameplate (Flag): Kopi nama sebuah surat kabar (kadang disertai grafis) di halaman depan, termasuk nomor penerbitan, tanggal penerbitan, dan lokasi koran itu diterbitkan.  Teaser (window atau ears): kopi dengan boks yang mempromosikan berita di bagian dalam.  Headline: Di Indonesia, kita menyebutnya judul.  Deck: Judul tambahan di bawah judul utama.  Subhead: judul kecil yang menunjukkan isi tulisan di seksi berikutnya. Subjudul kadang juga ditampilkan untuk mengurangi kesan putih dalam berita yang tidak disertai foto.

4  Byline: Informasi tentangg penulis berita (nama penulis ditulis lengkap, bukan kode). Misalnya, “Oleh Hape Jaduk, Warta Kampus”.  Jumpline / Continue Line: Informasi yang menunjukkan ke halaman berapa sebuah berita bersambung dan dari halaman berapa sebuah sambungan berasal.  Jumphead: judul singkat (satuj atau dua kata) untuk membantu pembaca menemukan sambungan sebuah berita.  Refer: Informasi yang merujuk ke berita yang berhubungan di halaman lain dalam sebuah edisi penerbutan.  Caption (cutline): Informasi yang menjelaskan sebuah foto. Kita biasa menyebutnya caption.  Kredit Foto: informasi tentang fotografer yang menghasilkan foto yang dipasang.  Pull Quote: Kutipan dari berita yang ditampilkan sebagai grafis dalam layout sebuah berita.

5  Folio: Nomor halaman, biasanya disertai nama, tanggal, dan rubrik sebuah surat kabar.  Rule: Garis vertikal atau horisontal yang bertindak sebagai aksen atau pemisah elemen layout. Satuannya poin juga, seperti huruf.  Initial Cap (Drop Cap): Sebuah huruf kapital berukuran besar dalam kata pembuka sebuah berita.  Mugshot: foto yang hanya memperlihatkan kepala dan pundak seseorang (pasfoto).  Spot Color: Satu warna yang dipasang di tempat yang dianggap strategis dalam sebuah halaman. Biasanya, warnba spot ini melatasi judul atau rubrik.

6  Penyusunan elemen-elemen desain yang berhubungan ke dalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik.  Penataan elemen gambar dan teks agar komunikatif dan memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan. Catatan: Ada yang menyebut layout dengan istillah manajemen bentuk dan bidang.

7  Alito Mendoza dalam Journalism for Filipinos mengatakan, makeup bisa didefinisikan sebagai penataan elemen-elemen tampilan (display) pada sebuah halaman cetak. Elemen-elemen itu meliputi judul (headline), body text, ilustrasi, foto, bahkan ruang kosong (putih). makeup mengacu ke desain halaman koran, sedangkan layout merujuk pada majalah atau iklan.

8  grade the news; menunjukkan peringkat berita, yang dianggap lebih penting ditampilkan lebih menonjol.  guide the readers; membantu pembaca menentukan mana yang sebaiknya dibaca lebih dulu.  sell the news; menarik minat untuk membeli Catatan: layout biasanya juga didesain untuk memperlihatkan karakter surat kabar. Dengan melihat penampilan surat kabar, diharapkan pembaca tahu jenis surat kabar seperti apa yang dihadapinya.

9  Urutan; merujuk pada aliran membaca. Akan menyulitkan, misalnya, bila kolom disusun dari kanan ke kiri.  Keseimbangan; merujuk pada proporsi ruang kanan- kiri, atas-bawah, termasuk ruang kosong.  Kesatuan; merujuk pada upaya menampilkan halaman yang menyatu.  Konsistensi; menunjuk pada kontrol estetik tampilan keseluruhan. Konsistensi kian terasa pada penerbitan berkala. Catatan: Disamping lima prinsip di atas, terdapat dua hal lagi yang penting terutama untuk layout penerbitan berkala. Dua prinsip tersebut yaitu konstanta dan variabel. Konstanta adalah elemen-elemen yang konstan, elemen yang selalu dipertahankan… sedangkan variabel adalah elemen-elemen yang berubah.” (Koskow, Merupa Buku, hal )

10 Tipografi Pemilihan dan pengaturan huruf. Ini tidak sekadar menentukan jenis huruf apa yang akan dipakai untuk Judul, Sujudul, body text, caption, dan seterusnya. Ini juga menyangkut pengaturan jarak antarbaris, antarhuruf, antarkata, spasi, juga memastikan bentuk huruf yang satu beda dengan yang lain. Misalnya, l sebagiknya kelihatan jelas bedanya dengan angka 1. Saat memilih huruf, sebaiknya dipertimbangkan pula fasilitas regular, bold, bold italic, italic, dan lain-lain. Catatan: Ingat prinsip konstanta dan variabel. Body text dalam surat kabar atau penerbitan berkala lain umumnya konstan. Jenis huruf dan ukurannya tidak berubah dari edisi ke edisi. Jenis huruf dan ukuran judul atau subjudul biasanya juga konstan, tapi lebih fleksibel. Ukuran huruf HL juga beda dengan non-HL.

11 Ilustrasi Umumnya ditampilkan untuk mendukung berita. Tapi, ilustrasi kadang juga ditampilkan untuk mempercantik halaman. Ilustrasi ini termasuk grafis. Gambar proses kecelakaan, misalnya, biasa disebut grafis. Info statistik, baik basic statistic, diagram pencar, diagram garis, diagram batang, diagram bagian, maupun diagram gambar termasuk di dalamnya. Redaktur biasanya hanya memberikan data (cerita dan angka) lalu minta ilustrator membuatkan grafis. Terserah ilustrator data itu akan dibuat ilustrasi atau diagram Catatan: Dalam layout ada beberapa elemen yang tidak boleh ditinggalkan. Yakni, judul, isi (body text), gambar atau foto, dan ruang kosong. Meski sepertinya tidak ada gunanya, ruang kosong biasanya penting untuk membentuk fokus.

12  Pembaca melihat sekilas apa yang paling menonjol dalam sebuah halaman. Karena itu, penting sekali menetapkan berita utama di tiap halaman. Lalu, usahakan agar itulah yang pertama disimak pembaca, baru berita lainya.  Ingat prinsip central visual impact (CVI). Lebih dari 80 persen pembaca biasa melihat halaman dengan mengikuti gambar. Karena itu, penting sekali mengusahakan agar penampilan visual berita utamalah yang paling mencolok.  Asumsikan kebanyakan pembaca adalah orang sibuk. Karena itu, informasi di tiap halaman harus tertata rapi agar mudah disimak..  Halaman yang efektif memiliki elemen vertikal dan horisontal, elemen dominan dan sekunder, dan tertata menjadi sebuah berita utama (headline), berita andalan tapi bukan headline, dan beberapa berita sekunder.  Warna harus menginformsikan sesuatu, bukan sekedar hiasan. Warrna sebaiknya juga memudahkan pembaca menemukan informasi dalam setiap halaman. Karena itu, foto dan grafis biasanya dianggap unsur warna paling pas untuk mendukung penampilan halaman koran.

13  Tipografi. Pemakaian banyak jenis huruf sering justru mengganggu. Karena itu, jenis huruf yang dipakai biasanya sudah ditetapkan dan tidak diubah-ubah. Jenis huruf beda hanya dipakai bila ada meteri berita yang dianggap khusus sehingga perlu jenis huruf beda.  Kejutan. Memberikan sesuatu yang tidak disangka biasanya membantu memancing rasa penasaran pembaca. Unsur kejutan itu bisa dihasilkan dari foto, pilihan headline, desain halaman yang tidak biasa, atau grafik yang unik.  Tabrak kemapanan. Tidak terlalu patuh pada aturan kadang membantu untuk menghasilkan penampilan halaman yang cukup mengejutkan untuk membuat pembaca menjadi pelanggan setia.  Konsisten. Maksudnya, semua unsur dalam halaman diletakkan di tempat yang sama setiap hari. Posisi rubrik, kolom, atau tabel rutin selalu berada di halaman dan sisi yang sama, sampai diputuskan desain keseluruhan berubah. Itu akan memudahkan pembaca menemukan materi yang diminatinya.  Enak dilihat. Isi halaman harus lebih diutamakan daripada desain. Layout dibuat semanis mungkin hanya untuk membuat pembaca lebih mudah mencerna isi halaman, bukan untuk membuat pembaca terlalu menikmati desain dan melupakan materi.

14  Layout seyogyanya mengikuti kebiasaan gerak mata, umumnya dari kiri ke kanan.  Iklan sebaiknya tidak dipasang di halaman depan.  Gambar yang baik adalah yang ada aksinya. Karena itu pasfoto biasanya dihindari.  Penempatan gambar di sisi kiri halaman biasanya dihindari.  Foto utama sama pentingnya dengan headline. Karena itu, foto utama diusahakan selalu ada di setiap halaman setiap hari.  Meski halaman surat kabar sekarang hampir semuanya berwarna, pemakaian terlalu banyak warna tetap dihindari.  Berita mestinya ditampilkan karena memang penting, bukan untuk menyenangkan sumber berita atau pembaca. Catatan: Sebagaimana prinsip menabrak kemapanan, banyak hal yang semula dianggap tabu justru ditampilkan. Banyak pula berita yang ditampilkan hanya untuk menyenangkan, bukan karena penting.

15  Tomb stoning – menempatkan dua judul atau lebih pada garis mendatar sejajar. Itu akan membingungkan pembaca, terutama bila jenis dan ukuran huruf judul itu sama.  Bad breaks – penggalan berita di akhir kolom. Usahakan bagian atas semua berita adalah judul atau sambungan.  Separating related stories and pictures - judul dan beritanya terpisah.  Gray areas (sea of gray) – bidang putih. Gunakan filler (bisa kutipan, grafis, atau foto untuk mengatasinya).  Screaming headline – judul terlalu besar dan dan panjang untuk berita yang kurang penting.  Heavy tops or bottom. Halaman kelewat ramai di atas atau di bawah.  Fit them all. Menempatkan banyak judul dengan ukuran sama dalam satu halaman.

16  Rank your stories. Tetapkan peringkat tiap berita yang akan dimuat, lalu tempatkan sesuai nilai berita tersebut. Berita yang dijadikan HL tentu berita yang dianggap paling penting kan. Nah, penempatan berita harus mengindikasikan mana yang paling penting untuk pembaca. Jangan mengorbankan prinsip ini, misalnya, demi estetika.  Usahakan ada unsur dominan (Center of Visual Impact), biasanya berita dengan foto atau foto dengan caption agak panjang. Berita dan foto itulah yang diharapkan menarik perhatian orang untuk membaca halaman tersebut.  Kalau hanya tersedia satu foto, besarin aja foto itu (sedikitnya tiga kolom kalau foto itu berdiri dan sedikitnya empat kolom kalau foto itu mendatar).  Bentuk dan ukuran foto atau grafis sebaiknya bervariasi. Tentu membosankan bila bentuk dan ukuran foto yang dimuat dalam satu halaman sama semua kan. Hindari pula foto berbentu bujur sangkar. Lihat contoh variasi bentuk dan ukuran foto di halaman berikut:

17 Selain bentuk vertikal dan horisontal yang sudah kita kenal, foto bisa ditampilkan dengan bentuk-bentuk seperti terlihat di atas.

18  Usahakan ada elemen horisontal dan vertikal dalam tiap halaman. Menata berita mendatar semua atau vertikal semua tentu tidak menarik.  Gunakan foto atau elemen grafis lain untuk mengatasi kesan putih dan menghindari tombstoning.  Perhatikan hierarki huruf judul. Ukuran huruf judul untuk berita yang kurang penting tentu lebih kecil daripada ukuran huruf HL kan.  Kalau menginginkan berita dalam kotak (boxed stories, bukan feature lho ya), hindari menggunakan full tone (warna penuh atau 100 persen). Untuk kotak berwarna, sebaiknya maksimal 50 persen (half tone). Bila kotaknya hitam persen biasanya cukup. (lihat di halaman berikutnya)  Font (jenis huruf) serif/sans serif biasanya dianjurkan. Contof font serif adalah Times New Roman. Yang termasuk font Sans Serif misalnya Arial.  Ruang putih (kosong) kadang bisa menjadi elemen desain paling kuat. Sebab, mata biasanya tersedot ke elemen- elemen di sekitarnya.

19  Contoh berita “kotakan” dengan warna biru 50 persen

20 Dalam Page Design Fundamentals, Ronnie R. Sunggay menyebut makeup yang efektif bisa direncanakan dengan menggunakan dua cara: (1) dengan menata judul dan teks; (2) dengan melihat kombinasi teks dan foto. Berikut beberapa contoh ragam layout berdasar cara menata judul dan teks:  Vertikal; disebut juga layout simetris. Ada yang bilang model ini mirip jemuran karena kesannya berita digantung sana sini. Koran yang menggunakan ragam layout ini antara lain The New York Times dan Kompas.  Horizontal; berita-berita ditata secara mendatar.  Segi empat; mempertimbangkan kebiasaan melipat koran menjadi empat. Dengan begitu, dalam kondisi koran terlipat empat, diusahakan perita utama terlihat.  Sirkus atau Karnaval; ramai di halaman depan. Banyak judul dipajang di halaman pertama, isinya di halaman lain.  Brace/Fokus; menonjolkan berita utama, sering memilih banner headline sehalaman penuh. judul-judul ditata secara diagonal dari kiri atas ke kanan bawah atau sebaliknya. Perhatian pembaca diarahkan ke sudut kanan atas, kadang juga ke sudut kiri atas. Layout ini biasanya dipakai bila ada satu berita yang jauh lebih menonjol daripada berita-berita lainnya.

21  Perfect Balance; sering disebut model simetris. Misalnya, judul besar yang dipasang di dua kolom pertama bagian atas halaman diimbangi dengan judul besar berikutnya di kolom keempat dan kelima. Judul lain ditata dengan cara sama. Foto satu kolom di kolom kedua bagian atas diseimbangkan dengan foto satu kolom di kolom keempat. Jenis layout ini dianggap kakau, sehingga hampir tidak ada yang memakainya.  Informal balance/hidden balance; kadang disebut hidden balance. Berita dipasang dengan jarak bervariasi dari tengah. Layouter tidak berusaha mencapai keseimbangan sempurna seperti pada layout model perfect balance. Ini salah satu model layout yang paling banyak dipakai. Sebab, ia memungkinkan variasi cukup luas dari edisi ke edisi.  Fungsional: Bisa berubah setiap hari, bergantung isi berita hari itu. Bila ada kejadian luar biasa, posisi nama korannya pun bisa diubah. Koran mingguan biasa pakai ragam layout ini.

22 Model Payung model X Model J Model L Model Kurva

23 Berikut beberapa contoh ragam layout berdasar cara menata judul dan teks. Ingat, ini sekadar gambaran, tidak selalu tepat.

24 Vertikal; Ada yang bilang model ini mirip jemuran karena kesannya berita digantung sana sini.

25 Informal balance; banyak koran yang memilih ragam layout ini karena dianggap mendekati keseimbangan sempurna.

26 Segi empat (quadrat); Dalam kondisi koran terlipat empat, diusahakan perita utama terlihat.

27 Brace; menonjolkan berita utama, sering memilih banner headline, headline selebar halaman.

28 Sirkus Atau Karnaval; ramai di halaman depan.

29 Horizontal; berita-berita ditata secara mendatar

30 Fungsional: Bisa berubah setiap hari, bergantung isi berita hari itu. Bila ada kejadian luar biasa, posisi nama korannya pun bisa diubah. Koran mingguan biasa pakai ragam layout ini.

31 Laying out a page is a matter of personal taste. There are no criteria set for it. Therefore, the staff may experiment freely on page makeup until they get the pattern acceptable to them. Me-layout halaman bisa dibilang urusan selera. Tidak ada kriteria yang mengikat untuk itu. Jadi, layouter bebas bereksperimen sampai dia menemukan pola yang dianggap paling bisa diterima.


Download ppt "Kuliah Editing & Layouting Peringatan: Materi ini saya rangkum dari berbagai sumber, untuk dipakai sendiri, jadi tolong jangan disebarluaskan."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google