Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Panduan Penilaian Kerentanan Iklim Partisipatif pada Masyarakat Pesisir dan Membangun Rencana Adaptasi (panduan I-Catch)

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: "Panduan Penilaian Kerentanan Iklim Partisipatif pada Masyarakat Pesisir dan Membangun Rencana Adaptasi (panduan I-Catch)"— Transcript presentasi:

1 Panduan Penilaian Kerentanan Iklim Partisipatif pada Masyarakat Pesisir dan Membangun Rencana Adaptasi (panduan I-Catch)

2 Kerentanan: seberapa jauh masyarakat menerima dampak dari adanya suatu perubahan (tidak mampu mengatasi atau mengurangi dampak). Analisa Kerentanan secara umum: Bagaimana perubahan berlangsung? Siapa/apa yang menerima dampak perubahan? Adakah kemampuan untuk mengatasi atau mengurangi dampak? Analisa Kerentanan: kuantitatif/kualitatif, oleh pihak luar/partisipatif Biasa dilaksanakan pada kegiatan pengurangan resiko bencana.

3 Penilaian kerentanan berdasarkan IPCC (2007) mengkaji tiga komponen: paparan, kepekaan, dan kemampuan adaptasi. Analisa Kerentanan pada panduaan ini intinya menggali: 1. Perubahan kondisi iklim (paparan/Eksposure) 2. Apa yang dipengaruhi perubahan tersebut(kepekaan/Sensitivity) 3. Kemampuan Adaptasi (Capasity)  - menilai tingkat kerentanansuatu masyarakat  menggunakan ketiga informasi tersebut (E,S, C) untuk mengenali kebutuhan untuk menutupi kesenjangan kemampuan adaptasi (Rencana Aksi)

4 Pengertian Ketiga Komponen Kerentanan Paparan IPCC mendefinisikan paparan (exposure) sebagai sejauh mana perubahan iklim bersinggungan dengan sistem. Sistem disini dapat diartikan pola kehidupan dan penghidupan masyarakat maupun ekosistem. Paparan berbeda dengan dampak. Faktor penentu paparan adalah kecenderungan iklim saat ini (musim), kejadian yang diakibatkan iklim, perkiraan iklim, serta data masyarakat dan ilmuwan. Paparan keragaman iklim pada dasarnya adalah fungsi ruang (wilayah). Masyarakat pesisir dan dataran tinggi akan mengalami paparan yang berbeda terhadap perubahan kondisi iklim tertentu. Masyarakat dataran tinggi tidak terpapar kenaikan muka laut.

5 …….Pengertian Ketiga Komponen Kerentanan (2) Kepekaan IPCC mendefinisikan kepekaan (sensitivity) sebagai dampak dari perubahan iklim, meliputi dampak dari perubahan pola musim jangka panjang, kejadian cuaca buruk jangka pendek/singkat, dan bencana terkait perubahan iklim. Lapisan masyarakat tertentu memiliki kepekaan yang berbeda, diantaranya berdasarkan sumber penghidupan. Masyarakat yang bergantung pada lebih dari satu sumberdaya memiliki kepekaan yang rendah terhadap dampak perubahan iklim dibandingkan hanya pada satu sumberdaya saja. Petambak ikan di pesisir memiliki kepekaan tinggi terhadap kenaikan permukaan laut dibandingkan pembudidaya rumput laut pada lokasi yang sama.

6 …….Pengertian Ketiga Komponen Kerentanan (2) Kemampuan Adaptasi Penilaian kemampuan adalah mengkaji keberadaan sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat yang menunjukkan kemampuan adaptasi. Yang perlu dikaji adalah kondisi pada aspek social-ekonomi, penghidupan dan kelembagaan yang memungkinkan masyarakat untuk menghadapi dan mengatasi ancaman perubahan iklim. Adaptasi adalah kemampuan masyarakat untuk mampu menghadapi dan mengatasi perubahan iklim pada saat ini dan dimasa datang. Tantangan! Terdapat acuan untuk mengecek kemampuan ideal yang diperlukan oleh masyarakat untuk menghadapi dampak tertentu.

7 Panduan I Catch Analisa kerentanan dengan metode kualitatif Dilaksanakan bersama masyarakat dengan fasilitasi fasilitator dan tambahan pengetahuan pihak luar Dilaksanakan dengan pendekatan eksplorasi (menggali) (vs mengenalkan) Tidak ada kegiatan membekali masyarakat dengan pengetahuan perubahan iklim dari pihak luar di awal proses. Informasi yang digali dari masyarakat menggunakan panduan ini adalah pandangan (persepsi) masyarakat terhadap kondisi iklim dan perubahannya yang berlaku di wilayah tersebut. Pandangan masyarakat dapat berbeda dengan pandangan ilmuwan. Kelemahan: Masyarakat juga memiliki keterbatasan ruang lingkup. Pengetahuan terbatas hanya pada wilayah bermukim, kegiatan menopang penghidupan dan sosial. Masyarakat memiliki pengetahuan minim tentang kondisi yang jauh dari wilayah kehidupannya.

8 Keterbatasan masyarakat mengamati perubahan kondisi iklim dengan kasat mata dan dalam melakukan perkiraan kondisi iklim jangka panjang Kelebihan: pendekatan yang tepat untuk menyusun rencana aksi yang dilaksanakan masyarakat Mengenali Kelemahan  Menutupi kelemahan: menggunakan data dan narasumber ahli (Triangulasi. Amati pada tahap mana diperlukan). ….. Kelemahan

9 Secara garis besar, penilaian kerentanan dan membangun rencana adaptasi dilakukan dengan proses berikut:

10 Panduan I-Catch ini terdiri atas dua modul: A: Pengantar Untuk Fasilitator B: Pelaksanaan Penilaian Kerentanan Iklim dan Membangun Rencana Adaptasi

11

12

13

14

15

16 Metode: pemaparan, pembuatan kalender harian, dan permainan singkat sederhana. Tujuan, diantaranya: membangun kesetaraan motivasi dan keinginan peserta untuk melakukan setiap tahapan kegiatan analisa kerentanan dan membangun rencana adaptasi ini. Pada masyarakat dampingan, motivasi itu telah muncul. Penggunaan kalender harian untuk mencairkan suasana, mulai membangkitkan kepercayaan diri peserta bahwa proses ini mampu mereka jalani. Pemetaan cepat sosial ekonomi yang dilakukan beberapa waktu sebelumnya. Membangkitkan kepercayaan diri: tidak ada bentuk pemaparan tentang perubahan iklim dari pihak luar di awal proses.

17

18

19 Pertanyaan kunci: Apa kegiatan sehari-hari masyarakat di desa ini? Apa dan dimana penghidupan utama dan sumberdaya penting bagi masyarakat? Apa saja musim yang berlaku di wilayah ini, kondisi pada masing-masing musim serta kegiatan penghidupan masyarakat pada musim tersebut? Adakah perubahan pada kondisi sosial, penghidupan masyarakat serta pada sumberdaya penting?  Fasilitator dapat memilih: menyiapkan sejumlah gambar terkait (untuk menyingkat waktu) atau mengajak masyarakat membuat gambar sendiri (memakan waktu, membebaskan kreatifitas). Secara teknis lebih baik gambar diatas potongan kertas (atau post-it) agar dapat digeser (penyesuaian ruang).  Menjelaskan proses yang akan dilalui, menyajikan pertanyaan kunci dan membagi peserta kedalam beberapa kelompok kecil  Pastikan bahwa pertanyaan selalu ditampilkan tertulis pada setiap proses diskusi kelompok. Catatan uji coba: - Pada diskusi kelompok Penyusunan Sketsa, diharapkan peserta dibagi dua kertas kerja membuat sketsa darat dan sketsa laut secara bersamaan. - Pada tahap awal peserta membuat tabel kalender musim sendiri. Pada tahap selanjutnya dapat dipersiapkan foto copy tabel yang siap dituliskan (ukuran A0 atau A1)

20

21 Tahap 3 Mengenali Kondisi Iklim di Desa Mengenali Kondisi Iklim di Desa

22 Tujuan: Menampilkan pandangan masyarakat (persepsi) atas kondisi iklim di desa tersebut dalam beberapa tahun terakhir, khususnya yang berhubungan dengan penghidupan (mata pencarian utama, sumberdaya alam dan sarana infrastruktur) dan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Pertanyaan Kunci: 1.Bagaimana pola iklim (pola musim) menurut pengamatan masyarakat dalam 10 tahun terakhir? Pola iklim diantaranya berisikan komponen angin musim, awal musim hujan, awal musim kemarau, lamanya musim hujan? 2.Bagaimanakan kondisi cuaca (berisikan komponen suhu udara, suhu air laut, curah hujan, gelombang laut, pasang surut, tinggi permukaan laut) yang diamati dan dialami oleh masyarakat di desa tersebut dalam 10 terakhir? 3. Adakah kejadian bencana iklim atau cuaca buruk yang pernah berlangsung sepanjang ingatan masyarakat? 4.Bagaimana kecenderungan pola iklim (musim), kondisi cuaca, dan kejadian bencana iklim/cuaca buruk dimasa datang menurut masyarakat? 5.Bagaimana kecenderungan pola iklim (musim), kondisi cuaca, dan kejadian bencana iklim/cuaca buruk dimasa datang menurut fakta atau data iklim menurut ilmuwan? Catatan: melakukan proyeksi kecenderungan dimasa datang adalah bagian penting dari analisa kerentanan. Dapat dilakukan oleh ahli, tantangan bagi masyarakat.

23 Kegiatan pada Tahap 3 ini dilaksanakan kedalam empat (4) rangkaian kegiatan. Pertama, membagi dalam tiga kelompok kecil. Masing-masing membahas (1) kecenderungan pola iklim (musim) beberapa tahun terakhir, (2) kecenderungan cuaca beberapa tahun terakhir, dan (3) kejadian bencana iklim atau cuaca buruk sepanjang yang diingat masyarakat. Kegiatan kedua, peserta memaparkan hasil pembahasan kelompoknya masing-masing kepada peserta kelompok lain dengan metode pojok informasi (world café). Kegiatan Ketiga, peserta dalam kelompok besar membahas pandangan mereka terhadap kemungkinan kecenderungan pola iklim (musim) dan kondisi cuaca masa datang. Pada kegiatan keempat, dilakukan pemaparan dan pembahasan fakta dan data iklim dari ilmuwan (BMKG, universitas). Metode: pembuatan pembuatan kalender musim, Garis Waktu (historical time line), grafik/tabel kecenderungan, metode warung informasi (world café), diskusi kelompok kecil (FGD) dan kelompok besar (pleno), pemberian nilai (skor), pemaparan ilmuwan iklim.  Fasilitator mesti terbuka atas dua kemungkinan: masyarakat melihat ada perubahan, atau masyarakat menganggap pola musim saat ini tidak berbeda dengan sebelumnya. Fasilitator tidak mengggunakan kalimat yang seolah-olah mendorong kesimpulan adanya perubahan pada pola musim di desa tersebut.

24 Pertanyaan menggali diantaranya: ‘apakah awal musim angin barat, angin timur, dan pancaroba masih sama dibandingkan dengan dahulu? ‘apakah lamanya musim angin barat, timur, dan pancaroba masih sama dibandingkan dahulu? ‘apakah tanda-tanda atau ciri-ciri datangnya musim angin barat dan pancaroba masih sama? ‘ apakah sifat dari musim tersebut masih sama (tinggi gelombang, kecepatan angin, perilaku angin, pasang surut pada tiap musim) masih sama? ‘ Apakah awal musim hujan, lamanya musim hujan, dan sifat musim hujan masih sama dibandingkan dengan dahulu? ‘ Apakah masyarakat masih bisa mengandalkan kemampuan untuk menduga awal musim hujan dan kondisi cuaca di laut? Catatan Uji coba: - kenali istilah yang dimengerti masyarakat untuk “musim’, ‘kecenderungan’, ‘’iklim ekstrim’ dengan memberikan contoh. -Kondisi cuaca dan pola musim dapat digabungkan pada satu kelompok. - bila jumlah kelompok hanya dapat dibagi menjadi dua, maka topik ketiga dibahas pada pleno selanjutnya. menggunakan post-it berbeda warna dan fotocopy tabel yang dipersiapkan sangat membantu proses.

25

26

27 Tahap 4 Mengenali DAMPAK MASALAH Iklim di Desa

28 Tujuan: Mengetahui dampak dari kondisi pola iklim (pola musim) yang berubah dan cuaca buruk terhadap sumberdaya (sumberdaya alam, harta milik, dan infrastrktur) serta terhadap masyarakat (pada kesehatan, dan kehidupan sosial lainnya). Pertanyaan Kunci: Apakah dampak dari perubahan kondisi iklim, cuaca dan kejadian bencana iklim/cuaca yang berlangsung di desa ini? Metode: diskusi kelompok kecil (FGD) dan kelompok besar (Pleno), kalender musim, pemberian nilai dan penyusunan peringkat.

29 Gunakan kertas kerja pada Tahap 3 sebelumnya untuk dibahas oleh kelompok peserta yang sama. Kelompok Satu: perubahan pola musim Kelompok Dua : perubahan kondisi cuaca Kelompok Tiga: Kejadian Bencana (Gangguan Iklim atau Cuaca Buruk). Tambahkan satu kolom dikanan Lembar Kertas kerja Tahap 3 untuk mengisi informasi dampak. Untuk memberikan kesempatan pada tiap orang untuk dapat menyampaikan pendapat, maka tiap peserta dapat menuliskan masing-masing dampak yang diakibatkan diatas selembar kertas Post-It atau potongan kertas Meta-Plan (menghemat waktu). Selanjutnya pusatkan pada perubahan dan dampak yang paling membebani atau menyusahkan diantara sejumlah dampak yang dialami masyarakat. Dapat dengan diskusi (bila tidak lakukan skoring)

30

31 Tahap 5 Mengkaji kemampuan adaptasi Masyarakat

32 Tujuan: menilai tingkatan kemampuan (kapasitas) masyarakat saat ini dalam menghadapi dan mengatasi masalah iklim yang berubah atau cuaca buruk. Pertanyaan kunci: 1.Adakah upaya menghadapi dan mengatasi masalah iklim yang berubah atau cuaca buruk yang telah dilakukan oleh masyarakat?” 2.Adakah upaya menghadapi dan mengatasi masalah iklim yang perlu dilakukan namun belum terwujud?” 3.Apakah kekuatan dan kelemahan masyarakat dalam menghadapi setiap gangguan dan perubahan, termasuk masalah iklim yang berubah atau cuaca buruk?” 4.Seberapa besar kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan mengatasi masalah iklim yang berubah atau cuaca buruk?” Pertanyaan kunci diatas dijawab dengan melakukan tiga kegiatan diskusi dengan masing-masing membahas ketiga pertanyaan diatas. Metode: Diskusi Kelompok Kecil (FGD) dan Kelompok Besar (Pleno), diagram venn Hubungan Kelembagaan, Pemaparan ahli/wakil masyarakat desa lain/studi Kasus, pemberian nilai.

33 Keterlibatan ahli pada bidangnya atau wakil masyarakat yang telah melaksanakan praktek yang berhasil atas masalah serupa dapat dimintakan hadir memberikan pendapat pada diskusi ini. Ahli memberikan masukan penjelasan mengenai hubungan gangguan iklim dan dampak serta manfaat dan efektifitas dari sejumlah upaya antisipasi dan adaptasi yang dilakukan/diinginkan. Ketiga, diskusi kelompok membahas hubungan antara masyarakat di desa tersebut dengan kelembagaan pemerintah, organisasi masyarakat maupun kelompok masyarakat yang lain. Dilakukan dengan menggunakan bantuan diagram Venn. Pada modul A telah disajikan Tabel Acuan Kemampuan Ideal yang berisikan sejumlah kondisi atau kemampuan yang perlu dimiliki masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk dampak dari perubahan kondisi iklim jangka panjang dan kejadian bencana iklim jangka pendek (cepat). Fasilitator perlu mengenali kemampuan internal dan eksternal mana yang berhubungan dengan permasalahan iklim tertentu di desa tersebut dan membantu meningkatkan kemampuan adaptasi masyarakat. Fasilitator perlu membuat catatan kecil atau diatas kertas meta-plan mengenai kemampuan tertentu yang diperlukan untuk mengahadapi masalah iklim tertentu. Catatan tersebut berguna untuk memancing diskusi dan mengetahui apakah kondisi yang disebutkan fasilitator berhubungan dan diperlukan bagi masyarakat dalam menghadapi masalah iklim di desa tersebut.

34

35 atau

36 penilaian kapasitas

37 Rentang tingkatan kemampuan serta acuan kondisi umum

38 Tahap 6 Penilaian TINGKAT kerentanan masyarakat Setelah melakukan penilaian kapasitas, selanjutnya dapat dilakukan memberikan penilaian (tingkatan) paparan (E) dan kepekaan (S). Tampilkan hasil diskusi sebelumnya. Masalah iklim dan dampak paling menonjol telah dibahas dan dikenali pada Tahap 3 dan Tahap 4 sebelumnya. Pusatkan pembahasan penilaian kerentanan pada masalah iklim dan dampak yang paling menonjol (membebani) menurut masyarakat. Dalam melakukan penilaian tingkatan paparan ini, rentang tingkatan paparan, kepekaan, dan kemampuan masyarakat diperlukan. Akan tetapi saat ini belum terdapat rentang tingkatan paparan baku yang disepakati. Penulis membangun dan menyajikan rentang tingkatan paparan, kepekaan, dan kemampuan adaptasi yang dapat digunakan pada tingkat desa dengan pendekatan partisipatif. Penilaian dilakukan oleh masyarakat atau dapat dilakukan oleh sekelompok kecil anggota masyarakat bersama fasilitator.

39

40 Penilaian Tingkat Paparan Dalam menilai paparan perubahan kondisi iklim, perlu diuraikan terlebih dahulu komponen perubahan kondisi iklim yang menjadi permasalahan. Misalkan, paparan kenaikan muka laut yang mungkin akan dialami berbeda oleh anggota masyarakat pada suatu desa. Sementara pada paparan iklim yang dialami merata oleh tiap anggota masyarakat sama (atas pola musim atau curah hujan), perbedaan terletak pada pengaruhnya atas sumber penghidupan yang berbeda. Fasilitator mempersiapkan tabel rentang tingkat paparan dibawah ini diatas selembar kertas plano, dan kemudian menannyakan kondisi mana yang paling tepat menggambarkan perubahan yang terjadi di desa tersebut. Penjelasan lebih lanjut mengenai tingkat paparan dapat dibantu dengan gambar.

41 Catatan: menilai tingkatan paparan tanpa acuan berpotensi pada penilaian yang tidak dapat diperbandingkan

42 Penilaian Tingkat Kepekaan Definisi kepekaan (sensitifitas) menurut IPCC (2007) adalah sejauh mana masyarakat dan sumberdaya peka atau dapat dipengaruhi bila kondisi iklim berubah (suhu udara, penguapan). Dengan pengertian ini, kepekaan merupakan sebuah asumsi dampak berdasarkan pengalaman maupun pengetahuan yang dimiliki. Gunakan tabel rentang kerentanan dibawah ini untuk menilai tingkat kepekaan dampak perubahan kondisi iklim.

43 Penilaian Dampak Terpendam Dampak Terpendam (potensi dampak): yang merupakan gabungan dari paparan dan kepekaan. “Potensi dampak’ menggambarkan keseluruhan kerugian yang mungkin terjadi bila kondisi iklim berubah. Pengertian ‘potensi dampak’ menggambarkan gabungan luasan, intensitas dan frekuensi dampak perubahan kondisi iklim pada suatu wilayah. Setelah membahas tingkat paparan, kepekaan dan kemampuan adaptasi (kapasitas) maka tingkat tingkat kerentanan masyarakat terhadap perubahan kondisi iklim dapat dinilai. Tahap pertama adalah menilai tingkatan dampak terpendam (potensi dampak) dengan melihat tingkatan paparan dan kepekaan.

44

45 TINGKAT KERENTANAN Contoh: Dampak terpendam ‘Sedang’ dan kemampuan adaptasi ‘Tinggi’, maka tingkat kerentanan ‘Rendah’

46 Catatan Uji Coba:  tingkat konsentrasi msyarakat optimal hingga 2 hari.  Penilaian tingkat kerentanan disarankan pada hari lain dengan jeda beberapa hari.

47 Panduan analisa kerentanan dan penyusunan rencana adaptasi ini dapat digunakan untuk dua tujuan yang berbeda: 1. Sebagai metode bagi masyarakat menyusun rencana adaptasi. Bila rencana adaptasi yang diutamakan, penilaian tingkatan kerentanan sebatas alat bantu untuk (bukan keharusan) melakukan proses perencanaan tersebut. Dengan demikian melakukan tahap penilaian tingkat kerentanan (Tahap 6) dapat ditinggalkan. Setelah proses penilaian kapasitas (tahap 5) dilakukan, pada dasarnya peserta telah dapat melakukan proses penyusunan rencana adaptasi. Informasi yang diperlukan untuk menyusun rencana adaptasi. Penilaian tingkat kerentanan dapat dinilai kurang relevan bagi masyarakat, namun relevan bagi kepentingan pihak luar untuk memperbandingkannya dengan desa lain. 2. Sebagai metode untuk menilai tingkat kerentanan masyarakat desa (sejumlah desa). Untuk tujuan tersebut, maka tahap ‘menilai tingkatan kerentanan’ masyarakat merupakan sebuah keharusan. Bagi pihak luar (peneliti), menilai tingkat kerentanan merupakan informasi yang diperlukan, diantaranya, sebagai dasar menentukan desa prioritas diantara sejumlah desa untuk program adaptasi. Penilaian kerentanan dapat dilakukan sendiri oleh peneliti (tidak partisipatif) berdasar informasi yang diperoleh pada tahap sebelumnya (Tahap 1-5).

48 Tahap 7: MENYUSUN RENCANA ADAPTASI MASYARAKAT

49 Tujuan: Menentukan kondisi yang ingin dicapai (tujuan) dalam menghadapi dan mengatasi masalah iklim yang berubah atau cuaca buruk yang paling menonjol (membebani). mengenali kebutuhan masyarakat untuk mencapai hasil yang diharapkan tersebut menyusun rencana aksi jangka pendek dan menengah untuk meningkatkan kapasitas menghadapi dan mengatasi masalah iklim tersebut. Menentukan rencana aksi prioritas dan menyusun strategi dan kegiatan penggalangan sumberdaya untuk mewujudkan aksi jangka pendek, termasuk didalamnya rencana pengarusutamaan rencana aksi kedalam perencanaan desa. Rencana Aksi dapat ditujukan untuk meningkatkan sisi kapasitas masyarakat dan sumberdaya, dan atau menurunkan tingkatan paparan dan kepekaan. Pada panduan ini, yang disajikan adalah tahapan melakukan rencana aksi meningkatkan sisi kapasitas masyarakat. Dapatkan pengurangan tingkatan paparan dan kepekaan dilakukan ?

50 Dalam melakukan rencana aksi, peserta dapat dipandu dengan pertanyaan sebagai berikut: Apa yang ingin dicapai (tujuan) masyarakat dalam menghadapi dan mengatasi perubahan kondisi iklim dan atau cuaca buruk? Diskusi tidak harus dibatasi pada upaya untuk mengatasi masalah iklim pada lingkungan, namun juga dapat diarahkan pada upaya untuk meningkatkan penghidupan dengan alternatif yang lain? Apa yang diperlukan untuk meningkatkan upaya yang telah dilakukan dan upaya baru yang perlu dimulai? Apa peluang dan tantangan yang ada dalam melaksanakan upaya yang disebutkan tersebut? Tindakan apa saja yang diperlukan untuk melaksanakannya? Metode: Diskusi kelompok kecil (FGD) dan kelompok besar (Pleno), pemaparan ahli/narasumber Bahan dan Alat: Kertas plano, spidol berwarna, Kertas Kerja Tahap 6 dan Tahap 7

51 Keterlibatan pihak luar sangat berguna dalam tahap ini. Pihak luar yang dapat dilibatkan, diantaranya:  Ahli pada bidang teknis yang berkaitan dengan kehidupan nelayan, diantaranya ahli budidaya laut (rumput laut, udang), perikanan tangkap, meteorology (BMKG)..  Praktisi bidang kredit perbankan, pengamat pasar komoditas laut, LSM siaga bencana, maupun wakil masyarakat dari tempat lain dengan praktek adaptasi yang baik  Wakil pemerintah desa dan kabupaten, penyuluh dan staf pendamping program pemerintah (fasilitator ) yang pernah berlangsung di desa. Kehadiran mereka dapat memberikan pemetaan potensi program dan pembaiyaan untuk mengakomodasi rencana adaptasi yang akan dihasilkan.  Wakil masyarakat/pemerintahan desa tetangga dan pihak yang berkaitan disekitar desa.

52 Tahapan: 1.Melihat Kembali Masalah Iklim Paling Menonjol 2. Menentukan Tujuan Pertanyaan panduan: “Apa yang ingin dicapai (tujuan) masyarakat dalam menghadapi dan mengatasi perubahan kondisi iklim dan atau cuaca buruk?” Gunakan Kertas Kerja “Upaya yang telah dilakukan masyarakat’ dan “Kekuatan dan Kelemahan Masyarakat” sebagai titik awal untuk membahas hasil yang ingin dicapai. Fasilitator dapat menanyakan apakah “hasil yang ingin dicapai” sebagaimana disebutkan pada Kertas Kerja sebelumnya masih menjadi pegangan masyarakat, atau ingin diperbaiki atau berubah sama sekali. 3. Membahas Tindakan Yang Perlu Dilakukan Pertanyaan panduannya: “Apa yang diperlukan untuk meningkatkan upaya yang telah dilakukan dan upaya baru yang perlu dimulai?” Dalam melalukan tahap ini, peserta membayangkan kecenderungan kondisi iklim yang akan berlangsung dimasa datang (meningkat, menurun, atau tetap dibandingkan saat ini).

53 Pada tahap ini Fasilitator dapat juga menggunakan alat bantu Tabel “ Kapasitas Masyarakat Pesisir Menghadapi Perubahan Kondisi iklim dan Cuaca Buruk’ yang ada pada modul A. Pada bagian ini Fasilitator dapat memulai meminta pendapat dari pihak lain (ahli, praktisi, wakil masyarakat desa lain) atas tindakan yang disampaikan oleh peserta. Pendapat pihak lain bisa menambahkan, meluruskan, atau mengarah ke pertanyaan baru untuk didiskusikan peserta berdasarkan pengalaman yang dimiliki pihak luar. 4. Membahas Peluang dan Kendala Pertanyaan panduannya: “Untuk mewujudkan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan, apakah peluang dan tantangan yang akan dihadapi?”. Peserta diminta untuk melihat dari sisi internal masyarakat (motivasi, keahlian, ragam sumberdaya yang ada) dan sisi eksternal (kemudahan pasar, kredit, pengepul, contoh praktek didesa tetangga, dukungan /pertentangan desa tetangga, kebijakan/aturan) berdasarkan pengalaman di masa lalu, saat ini dan kecenderungan (politik, sosial) dimasa yang datang. 5. Menyusun Rencana Adaptasi Mendiskuskan tahapan apa saja yang diperlukan untuk melaksanakannya. Tahapan rinci ini akan berisikan rencana jangka pendek dan jangka menengah.

54

55 Pertanyaan panduan: ” Bagaimana masyarakat akan mendapatkan sumberdaya manusia dan dana yang diperlukan? Mana yang akan didapat dari masyarakat sendiri, dan mana yang diharapkan dari dukungan pihak luar (Pemerintah, swasta, LSM)? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peserta akan mendiskusikan strategi untuk masing-masing kebutuhan. Pertanyaan panduan dari Fasilitator diantaranya: Bagaimana strategi dan langkah agar sejumlah individu menjadi pengurus rencana adaptasi masyarakat? Bagaimana strategi dan langkah agar terkumpul dana dan terwujud gotong royong warga melaksanakan rencana adaptasi masyarakat? Bagaimana strategi dan langkah agar rencana adaptasi masyarakat ini dapat didukung pihak luar, dan diseleraskan dengan rencana pembangunan dan pembiayaan desa ?

56 6. Membahas Rencana Tindak Lanjut Rencana tindak lanjut yang akan dibahas peserta adalah kegiatan sekitar 3 bulan yang akan menyiapkan kelembagaan dan sosialisasi kepada masyarakat keseluruhan dan Pemerintah Desa/Kecamatan, melakukan penggalangan sumberdaya manusia dan dana. Dalam rencana tindak lanjut harus menjawab pertanyaan sebagai berikut: Bagaimana cara melibatkan sejumlah individu masyarakat yang bersedia menjadi pengurus kelompok yang menjalankan rencana adaptasi? Bagaimana cara kerja kelompok yang menjalankan rencana adaptasi ini? Bagaimana menyampaikan (sosialisasi) rencana adaptasi ini kepada masyarakat seluruh desa? Siapa atau kelompok mana yang bersedia mendampingi dan memberikan masukan bagi masyarakat untuk menyiapkan dan melaksanakan rencana adaptasi tersebut? Siapa diantara peserta ini yang akan menjadi penanggung jawab sementara selama 3 bulan ini untuk mengumpulkan sejumlah individu, membahas dan menyiapkan rencana yang ditanyakan diatas?

57 Pertanyaan berikut diberikan kepada penanggung jawab dan pengurus untuk didiskusikan dan disepakati dalam waktu 3 bulan: Bagaimana menyiapkan kelompok dan susunan pengurus tetap yang melaksanakan rencana adaptas ini? Bagaimana proses keterlibatan individu sebagai pengurus dan proses pemilihannya ? Bagaimana menyiapkan rencana adaptasi yang lebih rinci dan lengkap? Bagaimana strategi dan langkah untuk menggalang sumberdaya dan dana?

58 Selesai


Download ppt "Panduan Penilaian Kerentanan Iklim Partisipatif pada Masyarakat Pesisir dan Membangun Rencana Adaptasi (panduan I-Catch)"

Presentasi serupa


Iklan oleh Google