Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

Presentasi sedang didownload. Silahkan tunggu

 FARIZ FAJAR  AHHABA ROBY  HAMDAN RAMADHAN. - Penyerahan tanpa syarat by. Lt. Jd. H. Ter Poorten - Panglima Angkatan perang hindia Belanda - Pemimpin.

Presentasi serupa


Presentasi berjudul: " FARIZ FAJAR  AHHABA ROBY  HAMDAN RAMADHAN. - Penyerahan tanpa syarat by. Lt. Jd. H. Ter Poorten - Panglima Angkatan perang hindia Belanda - Pemimpin."— Transcript presentasi:

1  FARIZ FAJAR  AHHABA ROBY  HAMDAN RAMADHAN

2

3 - Penyerahan tanpa syarat by. Lt. Jd. H. Ter Poorten - Panglima Angkatan perang hindia Belanda - Pemimpin tentara Jepang Lt. Jd. Hitoshi Imamura - Tanggal 8 Maret Akhirnya pemerintahan Belanda di Indonesia Dilakukan di Indramayu, dengan kesepakatan Perundingan Linggarjati

4 AD : Tentara ke -25 : Sumatra, Pusat bukit tinggi AD : Tentara ke -26 : Jawa – Madura, Jakarta AL : Armada Selatan 2 : Sulawesi, Kalimantan, Maluku. Makasssar.

5 BADAN YANG DIBENTUK Penduduk Militer Jawa = Sifatnya : Sementara Osamu Seirei : UUD Panglima Tentara ke -16 Yang berisi : pokok dari peraturan ketatanegaraan

6 Pertemuan yang diadakan Petinggi Militer Jepang mengadakan sebuah pertemuan dengan Cuo sangi in ( Dewan Pemerintah Daerah ) Tujuan : membentuk suasana kerja sama yang baik. Yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat yaitu Kolonel Matsui.

7 Pada tanggal 19 April R. A. A Wiranata Kusuma ( Bandung ) 2. R. Adipati Aria Hilman Banten ( Serang ) 3. R. A. A Surjadjajanegara ( Bogor ) 4. Pangeran Aryo Suryadi ( Cirebon ) 5. R. A. A. Sudjiman ( Banyumas )

8 Kebijakan – kebijakan dari hasil pertemuan Kota Batavia diubah menjadi dengan nama JAKARTA H. Dahlan Abd diangkat sebagai kepala pemerintah daerah di kota Praja Mas Sutandoko diangkat sebagai kepala polisi

9 Isi UUNo.4 1. Hanya bendera Jepang yang boleh dikibarkan pada hari – hari besar 2. Hanya Lagu kebangsaan Jepang ( Kimigayo ) yang boleh di dengarkan 3. Menggunakan waktu jam Jepang 4. Menggunakan kalender Jepang ( Sumera ). 5. Diwajibkannya untuk merayakan hari raya lahirnya kaisar Hirohito

10

11 Gerakan 3A Awal pembentukan pada akhir bulan Maret 1942 Tujuan : kerjasama dengan kaum nasionalis untuk saling menguntungkan dengan pihak Jepang Singkatan 3A : Nippon cahaya asia, Nippon pelindung asia, Nippon pemimpin asia Dipimpin oleh Mr.Samsudin Keruntuhan : pada bulan Desember 1942 dibentuknya organisasi baru karena gerkan 3A tidak melakukan tugasnya dengan baik. Organisasi baru yang dibentuk dipimpin oleh Ir.Soekarno,M.Hatta,K.H.Dewantara, dan Mas Mansur

12 PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) Dibentuk pada bulan Desember 1942 dipimpin oleh Ir.Soekarno diumumkan ke publik pada tanggal 1 Maret 1943 Tujuan : membangun dan menghidupkan segala sesuatu yang dirobohkan oleh imprealisme Belanda namun menurut Jepang untuk membantu usaha perang

13 Peraturan Dasar PUTERA 1. Pengaruh rakyat untuk kuat rasa tanggung jawab 2. mempertahankan asia raya 3. memperkuat persaudaraan Indo – Jepang 4. mengadakan pelajaran bahasa Jepang 5. tugas dibidang sosial Ekonomi

14 4 Serangkai Ir.Soekarno M.Hatta K.H.Dewantara Mas Mansur Mereka adalah pemimpin dari organisasi POETERA yang dianggap sebagai tokoh pergerakan nasional

15 Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa) Pembentukan pada tahun 1944 oleh panglima tentara ke – 16 yaitu Jenderal Kumakici Harada. Alasan pembentukan: Karena Setelah mendengar pendapat dari 4 serangkai Semakin hebatnya perang asia timur maka perlu dipersatukan segala kekuatan rakyat Dasar pengorbanan yaitu hoko seishin(semangat kebaktian). Melaksanakan dengan bukti Mengorbankan diri Rasa persaudaraan

16 Kegiatan Dalam Peraturan Dasar Jawa Hokokai 1. Melaksanakn segala sesuatu dengan ikhlas dan nyata untuk menyumbangkan tenaganya kepada pemerintah jepang 2. Memimpin Rakyat untuk semangat persaudaraan 3. memperkokoh pembelaan tanah air ORGANISASI – ORGANISASI YANG BERGABUNG HANYA BERDASARKAN PROFESI Kyoiku Hokokai ( Kebaktian para Pendidik ) Izi Hokokai ( Kebaktian para Dokter) Keimin Bunka Shidoshi ( Pusat Kebuadayaan) Boei Engokai( Para tata usaha pembantu prajurit PETA dan HEIHO)

17 Jepang mengizinkan membangun organisasi islam yaitu Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) didirikan di Surabaya tahun 1937 oleh K.H. Mas Mansur dkk. Pada awal pendudukan Jepang yang di pimpin oleh Kolonel Horie yang meminta agar tidak melakukkan kegiatan yang bersifat politik. Dibubarkan oleh Jepang pada bulan Oktober 1943 diganti dengan Majelis Syuro Muslimin Indonesia ( MASYUMI ) yang disahkan oleh Gunseikan (petinggi perang) pada tanggal 22 November 1943 yang dipimpin oleh K.h. Hasyim Asy’ari. Karena Jepang mempraktikan hal-hal yang diluar dan bertentangan dengan prinsip – prinsip islam yang menyebabkan pemberontakan dan menarik diri dari Jepang.

18

19

20 PENGARAHAN PEMUDA BPAR (BARISAN PEMUDA ASIA RAYA) Dibentuk dan diresmikan pada tanggal 11 Juni 1942, yang dipimpin oleh Dr. Slamet Sudibyo dan wakilnya S.A. Saleh. Kegiatan BPAR adalah pelatihan kemiliteran yang bersifat khusus (san a seinan kunrensho) dan yang bersifat umum adalah BPAR. Dan kegiatan besar kepanduan yang diadakan di Jakarta yaitu Perkino(Perkemahan Kepanduan Indonesia)

21 SEINENDAN DAN KEIBODAN Didirikan pada tanggal 29 April 1943 tepat di hari ulang tahun kaisar Jepang. Seinendan dan Keibodan adalah organisasi kepemudaan semi-militer yang memiliki tujuan : a. mendidik dan melatih para pemuda untuk menjaga dan mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri, namun memilki maksud lain yaitu untuk menjadi tenaga cadangan yang banyak untuk kemenangan perang Jepang. b. pada bulan Oktober dibentuknya Josyi Seinendan(seinendan putri) dan Fujinkai (penghimpun wanita) yang dibentuk Agustus 1943 untuk latihan militer.

22 HEIHO DAN PETA Heiho adalah para pembantu prajurit jepang Heiho yang diajarkan latihan militer dan bertugas sebagai pemegang senjata anti-pesawat terbang,tank,artileri medan, dan pengemudi.

23 Pembentukan PETA berawal dari keluarnya perintah dari panglima Letnal Jenderal Kumakici Harada ke Tokobetsu Han. Dipilihlah Gatot Mangkupraja yang diperintah Jepang unutk meminta permohonan ke Gunseikan pada tanggal 7 Desember 1943 agar dianggap rakyat Indonesia yang meminta sendiri menjadi tentara Jepang. Berbeda dengan Heiho, PETA memiliki tingkat pangkat. Penyebab runtuhnya PETA adalah dalam perkembangannya tentara PETA terjadi kekecewaan yang menyebabkan tejadinya pemberontakan seperti pemberontakan PETA di Blitar pada tanggal 14 Februari 1945, yang dipimpin oleh Soepriyadi namun dapat ditumpaskan oleh Jepang.

24 Pengerahan Tenaga Kerja ROMUSHA Pengertian : istilah dalam bahasa Jepang yang berarti kuli/ tenaga kerja. Nama barisan dari Jawa yang tidak termasuk dalam bagian ketentaraan. a. TUJUAN : membangun secara paksa dan kasar untuk membuat jalan,lapangan udara,kubu-kubu, dan jalur kereta. b. DAMPAK : munculnya rasa takut pada rakyat untuk meninggalkan desanya ke kota takut untuk ditarik dan dijadikan para Romusha, berubahnya struktur Sosial.

25 Pada awal kedudukan Jepang Harta milik Belanda di sita dan Jepang membentuk badan pengawas yaitu Saibai Kigyo Kanriko(SKK) yang bertugas pelaksana pembelian dan penentu harga jual hasil perkebunan dan merehabilitasi usaha yang disita. Tanaman dan hasil perkebunan yang di ambil karet,kina, dan tebu Menentukan mata uang yaitu GULDEN Melikuidasi bank milik musuh yaitu de javasche bank dll. Yang diganti dengan bank-bank milik Jepang. Mengelompokan barang-barang usaha yang penting sebagai berikut : a. barang lansung bagi usaha perang b. kebutuhan hidup rakyat banyak Dibentuknya sistem usaha untuk daerah yaitu autarki. Hasil kesepakatan rapat dengan Jawa Hokokai dan Nogyo Kumiai dalam sidang Cuo Sangi in : a. memperkuat para prajurit PETA dan HEIHO b. Menggerakkan tenaga kerja utnuk keperluan masyarakat dan perang c. meneguhkan susunan penhidupan rakyat d. memperbanyak hasil produksi pangan.


Download ppt " FARIZ FAJAR  AHHABA ROBY  HAMDAN RAMADHAN. - Penyerahan tanpa syarat by. Lt. Jd. H. Ter Poorten - Panglima Angkatan perang hindia Belanda - Pemimpin."

Presentasi serupa


Iklan oleh Google